Benih Yang Meleburkan

Minggu, 09 Desember 2018

Bismillah...

Beberapa catatan tentang istighfar dan dzikir...
Sungguh benar-benar akan ada seorang hamba yang datang pada hari Kiamat, dengan amal-amal keburukan yang besarnya seperti gunung-gunung, lalu ia dapati lisannya telah meluluhlantakkannya dengan banyaknya dzikir kepada Allah. (Ibnul Qayyim rahimahullah) [1]
Al Hasan Al Bashri rahimahullah berkata...

"Perbanyaklah istighfar di rumah-rumah, meja-meja makan, jalan-jalan, pasar-pasar dan majelis-majelis kalian di manapun kalian berada. Karena kalian tidak tahu kapan turunnya pengampunan Allah." (Jami' Al-ulum wal hikam)

---

Istighfar membuka pintu solusi dan jalan rezeki
"Dan hendaklah kamu meminta ampun (istighfar) kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan." (QS. Hud, ayat 3)
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam mengabarkan bahwa memperbanyak istighfar dapat memberi jalan keluar dan merupakan salah satu kunci rezeki.
"Barang siapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya, dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (HR. Ahmad dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu)
Suatu hari ada orang yang mengadu kepada Al Hasan Al Bashri rahimahullah tentang lamanya paceklik, maka beliaupun berkata, "Beristighfarlah kepada Allah."

Kemudian datang lagi orang yang mengadu tentang kemiskinan, beliaupun memberi solusi, "Beristighfarlah kepada Allah."

Terakhir ada yang meminta agar didoakan punya anak, Al Hasan menimpali, "Beristighfarlah kepada Allah."

Ar-Rabi' bin Shabih yang kebetulan hadir di situ bertanya, "Kenapa engkau menyuruh mereka semua untuk beristighfar?"

Maka Al Hasan Al Bashri pun menjawab, "Aku tidak mengatakan hal itu dari diriku sendiri. Namun sungguh Allah telah berfirman dalam surat Nuh: 
Aku (Nabi Nuh) berkata (pada mereka), "Beristighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit. Dan Dia akan memperbanyak harta serta anak-anakmu, juga mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu." [2]
---

Dosa Jariyah

Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla tidak hanya mencatat amal perbuatan yang kita lakukan, namun Allah juga mencatat semua pengaruh dari perilaku kita.
Ingat, kendatipun kita telah meninggal, pengaruh dari perbuatan kita tetap dicatat oleh Allah 'Azza wa Jalla. (Ustadz Ammi Nur Baits)
Kebayang ngga betapa mengerikannya?

Yang dulu mungkin kita pernah mengeluarkan pendapat nyeleneh, kemudian diikuti orang-orang dan dijadikan dalih untuk membenarkan maksiatnya.

Mungkin dulu kita pernah memfasilitasi orang lain untuk bermaksiat.

Mungkin kita pernah sebar hoax, gosip, dan memulai ajang debat di social media.

Mungkin kita pernah memakai "hijab" yang modis (tidak sesuai dengan tuntunan syariat) dan berhias di depan publik, lalu ada muslimah lain yang terinspirasi untuk mengikuti gaya kita?

Yang menurut kita sepele seperti pujian, "Bagus ya warna lipstiknya." Trus dia juga jadi tergerak untuk menggunakan lipstik itu untuk tujuan tabarruj.

Kita ikut menanggung dosa mereka, tanpa mengurangi dosa yang bersangkutan.

Naudzubillah.
Bdw, dandan dan pakai parfumnya di rumah saja yaa ukhti shalihat...
Baca juga :

Foundation Free

Lipstick Free

---

Perbanyak Istighfar

Demi Allah, kita sangat butuh untuk sering-sering istighfar. Mumpung masih hidup...

Jangan malu untuk istighfar meski sedang di tempat umum, karena suara bisa dilirihkan. Itu was-was dari syaithan yang menghalang-halangi kita untuk beramal.

Kalau merasa aneh mungkin juga karena belum terbiasa.

Maka doa minta sama Allah untuk difasihkan dan dimudahkan untuk berdzikir. Tentunya dzikir yang sesuai tuntunan dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam.

Allah Maha Pengampun... Cuma ya gimana kalau kita sendiri kepedean dan santai-santai. Ngga merasa ada yang salah, ngga minta ampun, dan ngga memperbaiki diri? 🌧️

Nyesel gaes, kalau kita ngga banyak-banyak istighfar.

Catatan dosa kita itu banyak sekali. Dimulai dari baligh hingga sekarang. Baik yang kita sadari, maupun tidak.

---

Akhir kata

Ada ungkapan dari Ummul Mukminin yang bisa jadi motivasi kita...
Beruntunglah bagi orang yang buku catatan amalnya banyak diisi dengan istighfar. (Aisyah radhiyallahu 'anha)
Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak menyia-nyiakan sekecil apapun amalan yang kita lakukan.

Setiap benih istighfar yang kita tanam hari ini, insyaAllah akan kita tuai di dunia dan akhirat.

Hanya Allah yang memberi taufiq.

Maafin aku juga ya teman-teman...

Barakallahu fiikunna.
Thanks for reading and have a nice day!
2 komentar on "Benih Yang Meleburkan"
  1. saya suka baca baca blog kakak, bernanfaat bangett apalagi tentang skincare gituu. kak boleh minta kontak yang bisa dihubungi? saya pengen nanya nanya seputar skincare hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh ^^ Bisa lewat email haihanitisblog@gmail.com

      Hapus

Please kindly check "Frequently Asked Questions" (FAQ tab on menu bar) before asking. Thank you! ^^