Being Kind Is A Good Thing

Sabtu, 29 Desember 2018

Bismillah...
"Dan Tuhanmu tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zhalim, selama penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan." (QS. Hud, ayat 117)
---

Dari Abu Said al-Khudry radhiyallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda (yang artinya)...

"Sedekah yang disembunyikan akan memadamkan kemurkaan Allah Subhanahu wa Ta'ala, silaturahim akan menambah umur, dan melakukan kebaikan akan menjaga dari berbagai kejelekan yang menimpa."

(Shahih Jami' 3760, Shahih Al Albani)

---

Sufyan Ats Tsaury rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Apabila engkau hendak bersedekah, berbuat baik, atau beramal shalih, maka segera laksanakan pada saat itu... Sebelum syaithan datang dan menghalangi dirimu untuk melakukannya."

(Hilyatul Auliya', 7/61)

---

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Wajib bagi seorang hamba untuk bersedekah dan berbuat baik semampunya.

Karena yang demikian ini memiliki pengaruh yang sangat bagus untuk mencegah malapetaka, terkena 'ain, dan kejelekan orang yang hasad.

Dan kalau seandainya tidak ada (bukti) dalam masalah ini, kecuali pengalaman dari umat terdahulu maupun yang datang belakangan, niscaya itu saja sudah cukup (sebagai bukti).

Hampir-hampir penyakit 'ain, hasad, dan gangguan tidak bisa menguasai orang yang (suka) berbuat baik serta gemar bersedekah."

(Badail Fawaid 2/243)

---

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Sesungguhnya seorang mukmin yang bertawakkal kepada Allah...

Jika hamba-hamba Allah melancarkan makar terhadapnya, maka sungguh Allah akan membuatkan balasan makar untuknya dan membelanya...

Tanpa perlu hamba tersebut mengeluarkan daya dan kekuatan dari dirinya sendiri."

(I'lamul Muwaqqi'in 3/220 shahihfiqih)

---

Kutipan dari @ghurabaafidunya...

"Jangan remehkan kebaikan dan sunnah sekecil apapun.

Perempuan itu tidak pernah tahu pakaian syar'i dan cadarnya menjadi penyebab perempuan lain terenyuh, kenapa sampai detik ini belum menutup aurat.

Semangatmu ketika menuntut ilmu tak pernah tahu akan menyentuh hati saudaramu yang sedang futur.

Kita mungkin tidak tahu salam dan senyuman hangat yang kita beri bisa menguatkan yang sedang terluka.

Sang anak tidak pernah tahu, istiqomah dan kesabarannya berjalan di atas sunnah mampu melunakkan hati orang tuanya.

Jangan remehkan kebaikan sekecil apapun, selain kita tidak pernah tahu amal mana yang akan membawa kita ke Jannah, kita juga tidak pernah tahu amalan mana yang kita lakukan dapat memberikan impact kepada orang lain.

Sebab amalan yang ikhlas hanya kepada Allah bisa menjadi ladang dakwah tanpa kata."

---

Doa Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu...

ْاللهُمَّ اجْعَلْ عَمَلِي كُلَّهُ صَالِحًا، وَاجْعَلْهُ لِوَجْهِكَ خَالِصًا، وَلاَ تَجْعَل لأَِحَدٍ فِيْهِ شَيْئًا

Allahummaj'al 'amali kullahu shoolihan, waj'al hu liwaj'hika kholishon, wa laa taj'al li ahadin fihi syai'an.

"Ya Allah, jadikanlah seluruh amalku sebagai amal yang shalih, ikhlas karena mengharap Wajah-Mu, dan janganlah Engkau jadikan di dalam amalku bagian untuk selain-Mu."


Baca juga : Kebaikan Akan Mengundang Keberkahan

Barakallahu fiikunna.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Sharing Tentang Iklan Di Blog

Rabu, 26 Desember 2018

Bismillah...

Mohon maaf sebelumnya...

Tolong dipahami ini adalah koreksi atas postingan-postingan lama saya.

Mudah-mudahan juga bisa jadi bahan pertimbangan bagi muslim yang sedang browsing tentang penghasilan iklan (mis. Adsense), khususnya di blog.

Sebelumnya saya pikir buat apa posting tentang ini, karena mungkin sudah pada tahu.

Saya juga sungkan sharing panjang lebar, karena ini topik yang sangat sensitif bagi sebagian orang.

Tapi rupanya sampai sekarang lebih banyak yang belum tahu...

---

Dulu kamu kemana aja?

Pas awal-awal browsing tentang Adsense, jawaban yang saya dapat rata-rata ngambang gitu.

Ngga ada yang tegas bilang : tidak boleh.

Karena praktiknya kita menyediakan tempat untuk menyiarkan iklan.

Selama bisa dikontrol, sepertinya ngga masalah. Wallahu a'lam.

Kenyataannya... Bagi saya pribadi, sangat sulit untuk mengontrol iklan yang muncul di Google Adsense.

Kita mesti rutin setiap hari mencekal puluhan atau bahkan ratusan iklan-iklan yang tidak relevan.

Ini lumayan menyita waktu bdw.

Apalagi banyak banget iklan dengan kata-kata yang tak pantas dari domain [.ru].

Bingung juga... Ngga tahu kenapa bisa lolos dari sistemnya Google.

Sudah dicekal, tapi tetap subur. Muncul lagi dengan akun baru ckck...

Ada juga iklan riba (mis. pinjaman online), perempuan buka aurat, dll.

Di bahasan fiqih muamalah, iklan seperti ini dilarang, karena jatuhnya tolong-menolong dalam kemaksiatan.
"Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksa-Nya." (QS. Al Maidah, ayat 2)
---

Hmmm... Banyak tuh yang pake model perempuan juga buat jualan jilbab.

Ngomong-ngomong, seller gamis syar'i yang paham dan hati-hati biasanya ngga pake model untuk jualan.

Set gamisnya digantung di hanger atau dipasang di manakin tanpa kepala.

---

Noted

Kalau traffic blog kita ngga besar, kadang duit dari iklan ngga sebanding dengan effort yang kita keluarkan untuk mengelola blog.

Cara yang lebih menghasilkan untuk monetisasi blog adalah paid review, link afiliasi, dan jual produk.

---

Akhir kata...

"Sesungguhnya tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena ketaqwaan kepada Allah Ta'ala, kecuali Allah pasti akan memberikan sesuatu (sebagai pengganti) yang lebih baik darinya." (HR. Ahmad no. 20739)

Hanya Allah yang memberi taufiq.

Barakallahu fiikum.

Thanks for reading and have a nice day.

Berpikirlah Terlebih Dahulu

Minggu, 23 Desember 2018

Bismillah...

Imam Syafi'i rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Jika engkau hendak berkata, maka berpikirlah terlebih dahulu.

Jika yang nampak adalah kebaikan (mashlahat), maka ucapkanlah perkataan tersebut.

Namun jika yang nampak adalah keburukan atau bahkan engkau ragu-ragu, maka tahanlah dirimu (dari mengucapkan perkataan tersebut)."

(Asy-Syarhul Kabir 'Alal Arba'in An-Nawawiyah)

---

Tidak semua hal harus kita komentari.

Tidak semua yang kita ketahui harus disampaikan.

Berpikirlah dahulu sebelum berbicara...

Pertimbangkan mashlahat dan mudharatnya.

Kalau kita yakin bahwa azab kubur itu benar, hisab amal itu benar, neraka itu ada... maka kita akan banyak menahan lisan dan tulisan kita.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa menjaga kita dalam kebaikan.

Barakallahu fiikunna.

Thanks for reading and have a nice day.

Antara Blogging & Menulis

Senin, 17 Desember 2018

Bismillah...

Ini quick post :  "What I wish I knew before blogging" -versi saya, lol.

Setelah sekian lama "blogging", yang bisa saya simpulkan...
Blogging dan menulis adalah dua hal yang berbeda.
Blogging itu tidak sekadar menulis.

Kamu mesti mengembangkan traffic, membangun audience, dan mempromosikan artikel di social media.

Sedangkan menulis (bener-bener pure menulis)... tidak perlu memikirkan itu semua.

Kita bahkan bisa menulis di notes hp dan jurnal harian.

---

What I wish I knew before "blogging"

Kita mesti punya tujuan yang clear.
Ingin blogging atau menulis di blog?
Jangan berharap yang muluk-muluk kalau tujuan kita hanya sekadar nulis suka-suka di blog.

Sudah jadi rahasia umum, supaya blog bisa eksis kita harus...

(1) Mengikuti tuntutan standar kualitas konten dari mbah Google.

(2) Geluti topik yang sering dicari oleh orang-orang.

(3) Belajar SEO, Google Analytic, dan keyword planner.

(4) Punya strategi untuk promosi artikel dan bangun network.

---

"Jyah, ribet! Tapi gimana yaa sist... Nulis doang ngga ada yang baca, berasa ngomong sama tembok!"

Yaudah, coba nulis di social media...

Kemudian cantumkan link blog di bio untuk memudahkan followers yang ingin baca-baca tulisan kamu lebih lanjut.

FYI, social media masih jadi tempat favorit untuk memposting tulisan, karena kita tidak perlu memikirkan segala keribetan dalam mengelola blog.

Apalagi akses untuk memperoleh feedback dan kenalan baru di social media lebih mudah daripada blog.

---

Kalau kamu?

...ternyata saya lebih suka menulis, daripada blogging.

Belakangan ini saya lebih sering menulis di notes hp, dibanding blog hehe.

Mungkin (mungkin lho yaa) yang membuat sebagian blogger hilang semangat, bahkan tumbang adalah...

Pada dasarnya kita hanya ingin menulis... itu saja.

Ngga harus berurusan dengan algoritma Google, ranking situs, jumlah ini, jumlah itu, dan seterusnya.

Maka ngga heran, kalau banyak yang beralih ke social media (sharing resep, tips, pengalaman, dll), karena memang lebih praktis.

Intinya... kalau kamu hobi menulis, cari platform yang memudahkan kamu untuk mengasah keterampilan dan mengeksplor kreativitas (tsah~). Entah itu blog, penulis tamu di situs besar, atau social media seperti instagram dan facebook.

Sedangkan untuk "blogging" jaman sekarang bener-bener harus all-out kalau mau stand out.

Wallahul musta'an.

Semoga berfaidah.
Thanks for reading and have a nice day!

Penyaluran Harta Riba (Bunga)

Selasa, 11 Desember 2018

Bismillah..

Biasanya kita meremehkan bunga yang ditambah ke tabungan.

Toh bunganya ngga seberapa. Bakal terpotong dengan biaya administrasi bulanan.

Ternyata pemahaman seperti ini keliru...
Biaya administrasi memang dipotong dari tabungan kita, tapi tidak mengeluarkan dosa riba dari bunga yang kita terima.
Tambahan bunga yang ada sejatinya bukan harta kita, maka tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi (mis. biaya administrasi bulanan).

Selain itu, sedekah tidak bisa "mencuci" harta haram.

Harta haram yang kita peroleh tidak berubah menjadi halal, hanya karena disedekahkan sebagian.

Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah Zat yang thayyib (baik) dan hanya menerima yang thayyib.

Harta haram mesti disalurkan ke fakir miskin, dikembalikan ke pemiliknya, atau dikeluarkan untuk fasilitas umum dan sejenisnya (cmiiw). [1][2]

---

Menyimpan Uang

Biasanya sistem payroll dari perusahaan harus ke bank konvensional.

Ada yang begitu terima gaji langsung ditarik (tidak dibiarkan mengendap berbunga).

Ada juga yang simpan uang di rumah (uang puluhan juta sekarang hanya sekian gepok). Kemudian begitu sampai nominal tertentu, dibelikan emas, diputar untuk usaha, atau beli aset.

Kalau darurat... Contoh, uang kamu sekitar 1 trilyun, dan khawatir bahaya jika disimpan di rumah, maka bisa buka rekening di bank syariah dengan Akad Wadiah (tidak diniatkan untuk mencari bunga; tanpa bonus atau penambahan nilai).

Jelasnya ikuti kajian fiqih muamalah yaa teman-teman...

---

Mengeluarkan Dana Riba

Hitung jumlah bunga yang kita terima (bisa minta print out rekening koran), lalu keluarkan bunganya.

Salurkan untuk fasilitas umum, seperti perbaikan jalan, selokan, jembatan, dan lainnya.

Beberapa cara yang pernah dishare...

(1) Menyalurkan ke RT/RW untuk perbaikan jalan kompleks perumahannya.

(2) Menyalurkan ke masjid. Tapi kotaknya terpisah gitu...


Masjid Raya Bintaro Jaya.
Tangerang Selatan, Banten.
Foto dari @xbank.indonesia

(3) Transfer ke rekening khusus penyaluran harta riba.

Rekening Penyaluran Harta Riba dan Syubhat (samar haram/halalnya)

Bank Syariah Mandiri (BSM)

Kode Bank 451

748 000 6668

Atas Nama Al Ilmu Ribhat

Konfirmasi 0838 0662 4622

---

Wallahul musta'an.
Barakallahu fiikunna.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day!

Benih Yang Meleburkan

Minggu, 09 Desember 2018

Bismillah...

Beberapa catatan tentang istighfar dan dzikir...
Sungguh benar-benar akan ada seorang hamba yang datang pada hari Kiamat, dengan amal-amal keburukan yang besarnya seperti gunung-gunung, lalu ia dapati lisannya telah meluluhlantakkannya dengan banyaknya dzikir kepada Allah. (Ibnul Qayyim rahimahullah) [1]
Al Hasan Al Bashri rahimahullah berkata...

"Perbanyaklah istighfar di rumah-rumah, meja-meja makan, jalan-jalan, pasar-pasar dan majelis-majelis kalian di manapun kalian berada. Karena kalian tidak tahu kapan turunnya pengampunan Allah." (Jami' Al-ulum wal hikam)

---

Istighfar membuka pintu solusi dan jalan rezeki
"Dan hendaklah kamu meminta ampun (istighfar) kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan." (QS. Hud, ayat 3)
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam mengabarkan bahwa memperbanyak istighfar dapat memberi jalan keluar dan merupakan salah satu kunci rezeki.
"Barang siapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya, dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (HR. Ahmad dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu)
Suatu hari ada orang yang mengadu kepada Al Hasan Al Bashri rahimahullah tentang lamanya paceklik, maka beliaupun berkata, "Beristighfarlah kepada Allah."

Kemudian datang lagi orang yang mengadu tentang kemiskinan, beliaupun memberi solusi, "Beristighfarlah kepada Allah."

Terakhir ada yang meminta agar didoakan punya anak, Al Hasan menimpali, "Beristighfarlah kepada Allah."

Ar-Rabi' bin Shabih yang kebetulan hadir di situ bertanya, "Kenapa engkau menyuruh mereka semua untuk beristighfar?"

Maka Al Hasan Al Bashri pun menjawab, "Aku tidak mengatakan hal itu dari diriku sendiri. Namun sungguh Allah telah berfirman dalam surat Nuh: 
Aku (Nabi Nuh) berkata (pada mereka), "Beristighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit. Dan Dia akan memperbanyak harta serta anak-anakmu, juga mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu." [2]
---

Dosa Jariyah

Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla tidak hanya mencatat amal perbuatan yang kita lakukan, namun Allah juga mencatat semua pengaruh dari perilaku kita.
Ingat, kendatipun kita telah meninggal, pengaruh dari perbuatan kita tetap dicatat oleh Allah 'Azza wa Jalla. (Ustadz Ammi Nur Baits)
Kebayang ngga betapa mengerikannya?

Yang dulu mungkin kita pernah mengeluarkan pendapat nyeleneh, kemudian diikuti orang-orang dan dijadikan dalih untuk membenarkan maksiatnya.

Mungkin dulu kita pernah memfasilitasi orang lain untuk bermaksiat.

Mungkin kita pernah sebar hoax, gosip, dan memulai ajang debat di social media.

Mungkin kita pernah memakai "hijab" yang modis (tidak sesuai dengan tuntunan syariat) dan berhias di depan publik, lalu ada muslimah lain yang terinspirasi untuk mengikuti gaya kita?

Yang menurut kita sepele seperti pujian, "Bagus ya warna lipstiknya." Trus dia juga jadi tergerak untuk menggunakan lipstik itu untuk tujuan tabarruj.

Kita ikut menanggung dosa mereka, tanpa mengurangi dosa yang bersangkutan.

Naudzubillah.
Bdw, dandan dan pakai parfumnya di rumah saja yaa ukhti shalihat...
Baca juga :

Foundation Free

Lipstick Free

---

Perbanyak Istighfar

Demi Allah, kita sangat butuh untuk sering-sering istighfar. Mumpung masih hidup...

Jangan malu untuk istighfar meski sedang di tempat umum, karena suara bisa dilirihkan. Itu was-was dari syaithan yang menghalang-halangi kita untuk beramal.

Kalau merasa aneh mungkin juga karena belum terbiasa.

Maka doa minta sama Allah untuk difasihkan dan dimudahkan untuk berdzikir. Tentunya dzikir yang sesuai tuntunan dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam.

Allah Maha Pengampun... Cuma ya gimana kalau kita sendiri kepedean dan santai-santai. Ngga merasa ada yang salah, ngga minta ampun, dan ngga memperbaiki diri? 🌧️

Nyesel gaes, kalau kita ngga banyak-banyak istighfar.

Catatan dosa kita itu banyak sekali. Dimulai dari baligh hingga sekarang. Baik yang kita sadari, maupun tidak.

---

Akhir kata

Ada ungkapan dari Ummul Mukminin yang bisa jadi motivasi kita...
Beruntunglah bagi orang yang buku catatan amalnya banyak diisi dengan istighfar. (Aisyah radhiyallahu 'anha)
Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak menyia-nyiakan sekecil apapun amalan yang kita lakukan.

Setiap benih istighfar yang kita tanam hari ini, insyaAllah akan kita tuai di dunia dan akhirat.

Hanya Allah yang memberi taufiq.

Maafin aku juga ya teman-teman...

Barakallahu fiikunna.
Thanks for reading and have a nice day!

Kulit Bermasalah Setelah Ganti Produk Skin Care

Jumat, 07 Desember 2018

Bismillah...

Halo, halo!

Beberapa waktu lalu ada teman saya yang kulitnya bermasalah setelah ganti skin care. Qadarullah saya juga mengalami hal yang sama hehe.

Teman saya dari krim dokter (skin care klinik kecantikan), ganti ke skin care alami/organik.

Sedangkan saya, produk sebelumnya ngga kenapa-kenapa, bagus banget maasyaaAllah. Tapi setelah mempertimbangkan akses beli (mesti online), mungkin lebih baik menggunakan produk yang gampang didapat saja.

---

Kesalahan saya...

Tidak ada jeda saat ganti produk skin care baru.

Idealnya, kulit diistirahatkan dulu sebelum ganti.

Kalaupun tidak dijeda, baiknya diselang-seling. Misal digunakan 3 hari sekali selama 2 minggu (cmiiw). Kalau tidak ada reaksi negatif, baru ditambah frekuensi pakainya jadi 2 hari sekali, dst.

Cuma ya gitulah kalau ada barang baru, bawaannya pengen langsung nemplokin aja.

Jadi kulit kayak kaget gitu lho huhu...

---

Catatan Jika Lepas Dari Krim Dokter

Kalau kulit kita bermasalah setelah lepas dari krim dokter itu tidak selalu diartikan sebagai ketergantungan.

Tapi itulah kondisi kulit kita yang sebenarnya tanpa krim dokter (atau skin care lainnya).

Misal kita tidak eksfoliasi sel kulit mati, tidak pakai serum pencerah... kemudian kulit jadi kusam gradakan, bukan berarti "ketergantungan".

Kulit kita kalau ngga dirawat ya memang begitu tampilan aslinya.

Apalagi krim dokter itu biasanya mengandung konsentrat ingredient aktif yang tinggi, karena itu pemakaiannya mesti di bawah pengawasan dokter (cmiiw).

Jadi, memang berasa jomplang saat kita beralih ke produk organik atau produk over the counter biasa.

---

What to do?

(1) Sabar

InsyaAllah jadi penggugur dosa.

(2) Doa

Pegang bagian tubuh yang sakit, lalu membaca...

(3x) بِاسْمِ اللَّهِ 

(7x) أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ


"Bismillah (3x)

A'udzu billahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu wa uhaadzir (7x)."
Dengan menyebut nama Allah, aku berlindung kepada Allah dan kuasa-Nya dari kejelekan yang aku dapatkan dan aku waspadai. (HR. Muslim no. 2202)
(3) Stop atau kurangi frekuensi pemakaian produk

Saat kulit telah membaik (kalem), baru kita kembali ke rutinitas skin care biasa dengan produk-produk yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan kulit terkini.

Oh iya, yang jadi pertimbangannya adalah reaksi kulit kita. Kalau hanya 1-2 jerawat, ngga perlu lepas total, tapi frekuensi pemakaian produknya dikurangi.

Selain itu, usahakan Foundation Free saat kulit sedang bermasalah.

Baca juga : Puasa Produk Kosmetika

(4) Kalau parah, fokus mengobati dulu.

Ngomong-ngomong, penting banget untuk menyusun skala prioritas saat membeli produk skin care (note to myself too).
Masalah kulit yang harus diprioritaskan adalah yang paling mendesak (parah), baru kemudian yang paling ringan.
Contoh...

Jerawat,
berminyak,
kusam.

Nah, fokus utamanya berarti di jerawat dan memulihkan skin barrier.

Misal dengan menggunakan produk pore care dan pelembab yang ringan. Bukan di produk yang fokusnya untuk mencerahkan.

Baca juga : Skin Care Itu Disesuaikan Dengan Kondisi & Kebutuhan Kulit

(5) Jaga kesehatan

Misal dengan banyak minum air putih (sekitar 2 liter per hari), minum smoothies, minum vitamin, jaga makanan, tidur cukup, meredakan stres, kurangi konsumsi gula dan kafein, stretching, olahraga, dst.

Kalau badan kita sehat, insyaAllah proses pemulihan kulit juga lebih cepat.

Baca juga : Kebiasaan Mudah Berfaidah Untuk Kulit Wajahmu

Wallahu a'lam.
Barakallahu fiikunna.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day!