Your Mistakes Don't Define You

Rabu, 10 Oktober 2018

Bismillah...

Do you want to know what happens to most of the believers in life?

They make mistakes, and those mistakes Allah uses to guide them back to repentance, but then they make mistakes again, and again, and again.

After time your resolve, confidence, self esteem and repentance become weaker, because somewhere along the road Shaytan comes to you and starts whispering.

After a while you may not understand how after so long, you can make another mistake, or commit another sin, or make another horrible decision.

But what the majority of us seem to miss is the fact that this happens to everyone.

You may think you're a slow learner, but many people are.

You may think you're never gonna get things right, but you will.

You may think that you don't deserve anything good anymore, because maybe you're on your 100th second chance.

But if you feel sad and grieve over your weaknesses, mistakes, shortcomings, lack of strength and lack of abilities to get one thing right in your life, don't you realize that is a sign from Allah that you still deserve good?

If you didn't deserve good, you wouldn't feel a thing.

If you didn't deserve good, you would've left lslam and transgressed even farther!

If you didn't deserve good, then why are your eyes filled with tears during the nights when you make your mistakes with Allah?

Every person I know makes mistakes.

Every person I know slips up, falls back, wins some days against shaytan and some day they just totally get crushed.

When you look at the lives of many Scholars of Islam and some of the people whom we know were closest to Allah in Islam's past, they were where many of us are today and some even far worse than us.

You need to live your life knowing that no matter what you've done, how many times you've failed that Allah will accept you, help you, and change your state.

Perhaps the problem is the fact that many people rely on themselves, when we should be asking, relying and trusting Allah for everything.

So don't beat yourself up.

The best time to run towards Allah and make a change in your life is right after you fail in the worst ways.

Shaytan wants you to feel like nothing, whereas Allah wants to give you everything!

(Written by Umar)


Terjemahan bebas

Tahukah kamu apa yang terjadi pada sebagian besar orang beriman?

Mereka melakukan kesalahan dan Allah membimbing mereka untuk bertaubat. Namun mereka bermaksiat lagi, lagi, dan lagi.

Seiring berjalannya waktu, kamu goyah karena syaithan kembali datang membisikkan was-wasnya.

Kamu pun tidak mengerti, kenapa setelah sekian lama kamu membuat kesalahan yang sama, bermaksiat, atau membuat keputusan yang buruk.

Tapi yang luput kita sadari bahwa hal ini terjadi pada semua orang.

Kamu mengira prosesmu lambat, tapi banyak pula orang yang demikian.

Kamu pikir kamu tidak bisa memperbaiki apa yang telah terjadi, tapi (insyaAllah) kamu bisa.

Kamu pikir kamu tidak pantas menerima kebaikan, karena mungkin ini adalah "kesempatan kedua" yang ke-100 kali.

Jika kamu bersedih karena kesalahan dan kelemahanmu, tidakkah kamu menyadari bahwa itu adalah tanda dari Allah kalau kamu masih layak menerima kebaikan?

Jika kamu tidak pantas menerima kebaikan, kamu tidak akan merasa bersalah, lalu meninggalkan Islam dan melampaui batas lebih jauh lagi.

Jika kamu bukan orang baik, mengapa kamu menangis di malam hari setelah bermaksiat kepada Allah?

Setiap orang yang saya kenal melakukan kesalahan.

Setiap orang yang saya kenal tergelincir.

Satu waktu bisa menang melawan syaithan, namun di lain waktu mereka jatuh lagi.

Jika kamu melihat kehidupan para Ulama dan orang-orang shalih terdahulu, di antara mereka ada yang pernah seperti kita, bahkan sebagian punya masa lalu yang sangat parah.

Ketahuilah bahwa apapun yang telah kamu lakukan, berapa kali pun kamu gagal, Allah tetap akan menerimamu, menolongmu, dan mengubah keadaanmu.

Mungkin masalahnya karena banyak orang yang hanya mengandalkan dirinya sendiri. Di saat kita seharusnya memohon, bersandar, dan mempercayakan segala urusan kita kepada Allah.

Maka berhentilah mencela dirimu.

Waktu terbaik untuk berubah dan kembali kepada Allah adalah tepat di saat kita terpuruk.

Syaithan ingin membuatmu berputus asa, sedangkan Allah hendak menganugerahkan segalanya untukmu.
Dikutip dengan seizin Umar, admin akun @heart.of.ease. Semoga Allah jaga dia dan keluarga dalam kebaikan.
---

Note to myself too...

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman...

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

"Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa, selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu sedang mereka mengetahui." (QS. Ali 'Imran, ayat 135)

Doa yang diajarkan Allah Subhanahu wa Ta'ala agar istiqomah...

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaitanaa wa hab lanaa min-ladunka rahmatan, innaka antal-Wahhaab.

"Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami pada kesesatan setelah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu; sungguh Engkau-lah Dzat yang Maha Pemberi (karunia)." (QS. Ali 'Imran, ayat 8)


يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

Yaa muqallibal quluub tsabbit qalbiy 'alaa diinik'.

"Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu." (HR. At-Tirmidzi no. 3522)

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengajarkan doa ini untuk dibaca di pagi dan petang...

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ

Yaa hayyu yaa qoyyum bi rahmatika astaghiits, ash-lihlii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin.

"Wahai Rabb Yang Maha hidup, Wahai Rabb Yang Maha berdiri sendiri (tidak butuh segala sesuatu) dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan, perbaikilah segala urusanku, janganlah Engkau serahkan (urusanku) kepada diriku sendiri walau hanya sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu)." (HR. An Nasa'i, Al Hakim, Shahih At Targhib wa Tarhib 1/273, dari Anas radhiyallahu 'anhu).

Dan doa di bawah ini diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Abu Bakr Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu untuk dibaca di pagi, petang, dan sebelum tidur...

اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ

Allahumma ‘aalimal ghoybi wasy-syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu alla ilaha illa anta. A’udzu bika min syarri nafsii wa min syarrisy-syaythooni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurruhu ilaa muslim.

"Ya Allah, Rabb yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Rabb Pencipta langit dan bumi, Rabb yang menguasai segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tiada Rabb yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari keburukan jiwaku, kejahatan syaithan dan seruannya, serta dari perbuatan diriku yang buruk atau menularkannya kepada sesama Muslim." (HR. Tirmidzi no. 3392 dan Abu Daud no. 5067)

My posts don't make me pious.

Barakallahu fiikuna.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day!
Post Comment
Posting Komentar

Please kindly check "Frequently Asked Questions" (FAQ tab on menu bar) before asking. Thank you! ^^