Kaki Ini Bisa Tergelincir

Jumat, 26 Oktober 2018

Bismillah...
Kok bisa sih dia begitu? Ih, amit-amit! Hahahaha.
Saat diceritakan tentang aib orang lain, ada kalanya kita spontan tertawa. Merasa lebih baik dari orang lain, hanya karena dosa kita berbeda.

Ada kata-kata dari ummahat yang membekas bagi saya...
Tanda kerasnya hati adalah tertawa (gembira) dan mengolok-olok saat saudaranya jatuh dalam kesalahan.
Apalagi yang baru taubat dan hijrah. Sangat tidak pantas jika kita menertawakan orang lain.

Apa sudah lupa dengan dosa-dosa kita?

Maka jangan merasa aman.

Selama di dunia, kita masih bisa tergelincir meski sebelumnya telah berdiri kokoh.

Allahul musta'an.

---

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata (yang artinya) [1]...

"Setiap maksiat yang dijelek-jelekkan pada saudaramu, maka itu akan kembali padamu. Maksudnya, engkau bisa dipastikan melakukan dosa tersebut." (Madarijus Salikin 1:176)

"Engkau mencela saudaramu yang melakukan dosa, ini lebih besar dosanya daripada dosa yang dilakukan saudaramu dan maksiat yang lebih besar, karena menghilangkan ketaatan dan merasa dirinya suci." (Madarijus Salikin 1:177/178)

---

Kutipan tulisan Ustadz Musyaffa' Ad Dariny...

"Selama engkau hidup, jangan pernah merasa aman dari fitnah (ujian), atau mencela seorang pun dengan maksiatnya, atau merasa aneh terhadap dosa yang dilakukan orang lain, atau merasa sudah banyak melakukan kebaikan.

Karena engkau tidak tahu dengan apa Allah menutup hidupmu."

---

Semoga Allah jaga kita dalam kebaikan, aamiin.

Pengingat diri sendiri sebelum orang lain.

Barakallahu fiikunna.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.
Post Comment
Posting Komentar

Please kindly check "Frequently Asked Questions" (FAQ tab on menu bar) before asking. Thank you! ^^