Catatan Tentang DIY Skin Care

Minggu, 02 September 2018

Bismillah...

Beberapa waktu lalu, saya mendapat email Rizhana tentang resep DIY Skin Care. Dari email dia, saya dapat ide untuk membuat quick post ini, karena ternyata ada yang luput dibahas dari dua post sebelumnya [1][2]. Cuma baru sempat posting sekarang hehe.

Screenshot dilampirkan dengan izin pengirim.

Yang pertama kali kita pertimbangkan sebelum menggunakan DIY Skin Care adalah urgensi-nya.

Apakah sudah tidak memungkinkan bagi kita untuk mendapat produk yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kulit terkini?

Apakah kita ingin mencari alternatif perawatan yang lebih sederhana?

Atau memang kita ingin beralih ke DIY-lifestyle?

Kalau alasannya karena "kulit sensitif dan ingin skin care yang lebih gentle", baiknya skip resep DIY skin care yang meragukan.

Produk yang dibuat oleh orang yang profesional dan kompeten di bidangnya insyaallah lebih aman digunakan di kulit, karena risiko alergi dan iritasi sudah diminimalisir.

Kalau alasannya "ingin yang alami-alami", yang alami pun jika tidak cocok bisa memicu masalah pada kulit kita. Jadi hati-hati...

Baca juga : Benarkah Produk Skin Care "Alami" Pasti Lebih Baik?

---

Resep DIY Serum(?) Wajah...

Jus timun segar
Aloe vera gel
Air mawar
Minyak zaitun
Kapsul Vitamin E
Bahan-bahan di resep DIY skin care ini sebenarnya bisa digunakan sendiri-sendiri.
---

Kapsul Vitamin E sebagai pengawet?

Vitamin E dikenal sebagai antioksidan yang powerful.

Namun Vitamin E tidak recommended jika digunakan sebagai pengawet di skin care yang water-based.

Memang kadang kita temui ada Vitamin E di skin care berbasis minyak. Tapi biasanya tidak digunakan sebagai pengawet tunggal (cmiiw).

Ini dari artikel lama (2012), tapi masih di-highlight sama Google.


Saya juga pernah memakai kapsul Vitamin E saat membuat cem-ceman lidah buaya. Tapi tidak berpengaruh... Cairannya tetap cepat membusuk dan tengik. Tampilannya juga jadi aneh, karena minyak Vitamin E-nya mengambang di atas permukaan jus lidah buaya.

Malah lebih bagus kalau tanpa kapsul Vitamin E. Cuma ya mesti dihabiskan dalam 1-2 kali pemakaian. Tidak bisa disimpan lama.

Baca juga : Lidah Buaya : Pre-wash Treatment for Scalp & Hair

Minyak zaitun (kita asumsikan menggunakan EVOO atau minyak zaitun cosmetics grade tanpa tambahan parfum dkk) mungkin juga akan mengambang di permukaan mixture, dan tidak tercampur dengan baik meski sebelum pemakaian produknya dikocok.

Selain itu, minyak zaitun jelas akan memberi sensasi berminyak. Mesti hati-hati kalau pake DIY Skin Care yang memakai minyak, jika pori-pori wajah kita rentan tersumbat.

Aloe vera gel dan air mawar jika keduanya adalah produk jadi (pabrikan), baiknya tidak dicampur. Dikhawatirkan bisa saling merusak komposisi yang terkandung di dalamnya, sehingga jadi tidak efektif atau justru memicu kulit bermasalah (iritasi, jerawat, dan reaksi tidak wajar lainnya).

Sebenarnya orang yang ahli bisa menelisik lebih jauh tentang resep tersebut, tapi mungkin kamu pun sudah bisa menangkap gambaran besarnya.

*cmiiw (correct me if I wrong).

---

Note to myself too...

Serum mengandung active ingredient (atau konsentrat/kadar tertentu) serta diformulasikan sedemikian rupa agar bisa masuk terserap dan bekerja di bawah permukaan kulit.

Fitur yang biasa dijanjikan oleh serum adalah mencerahkan (mengatasi hiperpigmentasi), meremajakan (mempercepat regenerasi kulit), memperbaiki tekstur kulit, dst.

Ingredients yang di gunakan dalam serum pada umumnya adalah ekstrak bahannya, bukan bahan utuh seperti di resep DIY. Trus kadang juga butuh bahan pelarut dan penstabil.

Dengan kata lain, membuat serum wajah yang bagus itu komposisinya rumit. Tidak asal dibuat gitu bosku...

Baca juga : DIY Skin Care Belum Tentu Aman Untuk Kulitmu

---

Akhir kata...

Saya harap postingan ini bisa jadi pertimbangan sebelum kamu mencoba resep-resep DIY Skin Care (serum, toner, masker) yang bertebaran di internet.
Kadang risikonya lebih besar ketimbang manfaat yang ditawarkan.
Kalau kamu ragu, baiknya jangan digunakan (termasuk DIY Skin Care di blog ini). Karena kalau kamu sudah ada feeling "ini kayaknya ngga cocok buat aku", yasudah... Daripada malah jadi was-was sendiri hehe.

Sekarang saya juga hati-hati soal DIY Skin Care untuk wajah... Soalnya dulu pernah keranjingan bikin-bikin DIY mask, tapi karena keasikan trial and error qadarullah malah jadi break out bruntusan.

Kalau memang tertarik dengan DIY Skin Care lebih baik cari aman dengan menggunakan resep sederhana yang sudah turun-temurun, seperti masker madu tok, oatmeal tok, timun tok, bengkuang tok, bedak dingin, bubuk kunyit dengan susu/yoghurt, dst. Dengan syarat tetap memperhatikan kondisi dan kebutuhan kulit saat memilih resep.

Baca juga : Kebiasaan Mudah Berfaidah Untuk Kulit Wajahmu

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day!
2 komentar on "Catatan Tentang DIY Skin Care "
  1. MasyaAllah ��

    jadi kepengen bisa jadi pakar skincare untuk kulitku ~

    jazakillahu khayran kak titis 🍀 ~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa jazaakillahu khayran Miraa~ Barakallahu fiiki ☘️

      Hapus

Please kindly check "Frequently Asked Questions" (FAQ tab on menu bar) before asking. Thank you! ^^