Behind The Scene

Kamis, 21 Juni 2018

Bismillah...

Hello sweet heart!

Taqabbalallahu minna wa minkum.

Selamat hari raya Idul Fitri 1439 H.

Semoga Allah menerima amal kita semua, aamiin.

---

Beberapa waktu lalu, ada reader yang nangkep dan menyampaikan langsung ke saya via whatsapp... Sepertinya dia ada feeling, saya jarang posting di blog, karena "something".

Sebenarnya sudah sering saya sampaikan secara tersirat, tapi lebih baik kali ini saya sampaikan secara terang-terangan...

Baca juga : Kenapa Saya Ngga Selfie?

---

Takut salah ngomong

Sering banget postingan atau komentar sudah dipublish, tapi saya edit ulang.

Mungkin ada penyampaian yang lebih enak dan sopan dibanding ini.

Mungkin bahasannya bisa lebih detail dan mendalam.

Mungkin gambarnya lebih baik diganti.

Mungkin, mungkin, mungkin...

Akhirnya saya malah ngga posting, karena berpikir, "Orang lain juga sudah tahu, ngapain saya posting hmmmm... Ngga penting."

---

Niat saya juga bisa berbolak-balik

Ada kalanya saya sulit rem diri saat terbuai pujian dan apresiasi.

Penyakit itu halus banget masuknya, tapi ketahuan dari tanda-tandanya...

Saya jadi defensif terhadap kritik, niat posting berikutnya jadi "bergeser", dan timbul perasaan jelek lainnya.

Padahaaaal~ kenyataannya saya bukan siapa-siapa kok dan hal yang tidak saya ketahui lebih banyak lagi.

---

Tabarruj

Blog ini memang sempat jadi Beauty Blog.

Sebagaimana yang kamu tahu, saya banyak menghapus dan mengedit postingan di blog Hai Hanitis.

Di antara pertimbangannya, karena keyakinan saya bahwa tabarruj (berhias di depan publik) itu dilarang dalam agama yang saya anut.

Dulu, kalau dengar kata tabarruj, saking bodohnya saya tidak merasa tersinggung, karena saya pikir, "Itu kan kalau menor, saya kan natural-natural sajaa... Apa salahnya?"

Dan bertahun-tahun kemudian, saya baru sadar, kalau penggunaan blush on, lipstick, dan produk semacamnya, walau kelihatan "natural", judulnya tetap saja berhias di depan yang bukan mahram.

Lama-lama saya tidak tenang sendiri.

Intinya... Saya takut kalau konten blog ini sadar tak sadar, sengaja maupun tidak... memberi pengaruh yang buruk, mendorong orang lain untuk tabarruj, dan berperilaku konsumtif (boros, beli-beli padahal ngga perlu, note to myself too).

Yaa memang sih tergantung niat postingnya untuk apa dan kita pun usaha untuk memfilter apa yang bakal diposting...

...tapi kekhawatiran-kekhawatiran tersebut memang sering menghantui saya.

Banyak banget postingan yang saya hapus (red. saya blogging sejak 2011) dan waktu saya lumayan tersita untuk edit-edit postingan lama.

Itu pun sepertinya masih ada yang luput saya perbaiki huhuhu.

Maka dari itu, melalui postingan ini...

Afwan, saya berlepas diri dari pemanfaatan review produk untuk tujuan tabarruj.

Saya juga usaha supaya ngga dandan saat keluar rumah. Selain karena alasan kesehatan kulit, juga untuk menghindari tabarruj.

Baca juga :




Bdw, bukan berarti dandan tidak boleh secara mutlak. Kita tetap bisa dandan, karena secara fitrah wanita memang suka berhias... tapi di rumah, di depan mahram.

---

Belum bisa disiplin blogging

Saya juga ada kegiatan baru yang belum bisa ditinggal, karena itu masih agak kesulitan untuk fokus dan mengatur waktu (wkwk alasan dari tahun kapan~).

Karena itu kadang jeda posting bisa lamaaa banget, giliran bisa posting akhir bulan lalu langsung banyak atau panjang hehehe.

Kalau ada kesempatan saya tetap usahain ngedraft, motret, dan edit foto kok.

Misal ngga bisa ngedraft di blog, biasanya saya tulis di notes hp atau rekam suara.

---

Akhir kata...

Yang bermanfaat buat kamu, bisa jadi bumerang buat saya.

Semua yang saya tulis, baik di blog, social media, reminder-reminder yang pernah saya share... apapun itu akan saya pertanggungjawabkan di hari Kiamat.
Segala kebaikan datangnya dari Allah 'Azza wa Jalla, segala keburukan datangnya dari kebodohan saya dan syaitan.
Saya malu nulis beginian, karena sehari-hari pun belum total sami'na wa atho'na.

Kalau ada yang bermanfaat dari blog ini, daripada apresiasi, lebih baik mohonkan ampunan buat saya.

Terima kasih banyak atas pengertiannya.

Mohon maaf lahir batin atas segala kesalahan saya selama ini.

Barakallahu fiikunna.

Lots of love and have a nice day!
4 komentar on "Behind The Scene"
  1. aku tahu perasaan seperti ituuu... kalo aku lebih ke "loh kok aku jadi pamer ya...",pengen kliatan oke, perfect, yang mungkin awalnya ingin 'berbagi' atau sekedar 'cerita' aja...

    akhirnya... seringkali kalopun nulis atau posting, masih terasa 'suara2 pamer dan bangganya' ...

    hiks..hiks..


    semogq Allah ampuni kita semua... dan dihindarkan dari menulis apa2 yg tidak bisa kita pertanggungjawabkan...


    aamiin...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa... Dalam hati kadang mikir, "ih ngomong gini biar dikata apa?" astaghfirullah. Kadang mesti diedit abis-abisan sebelum (bahkan setelah) posting.

      Aamiin aamiin aamiin (hug hug hug).

      Thank you for sharing, barakallahu fiiki.

      Hapus
  2. Taqabalallahu minna wa minkum mba hanitis...
    Barakallahufik...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Taqabbalallahu minna wa minkum, Yunda, wa fiiki barakallah ^^

      Hapus

Please kindly check "Frequently Asked Questions" (FAQ tab on menu bar) before asking. Thank you! ^^