Lipstick Free

Kamis, 21 Juni 2018

Bismillah...

Sebelum lanjut membahas Lipstick Free, kita recap singkat dulu tentang Foundation Free.

Alhamdulillah, setelah ngga dimacem-macemin (red. foundation free + less products, per April-Juni 2018), kulit saya malah cenderung normal lho. Produksi minyak lumayan terkontrol. Lembabnya pas, meski masih rentan dehidrasi dan jerawat.

Awalnya memang rada gimanaaa gitu ya, kalau keluar rumah tanpa alas bedak kesannya kucel banget. Tapi disabar-sabarin saja, supaya kulit kita jadi lebih sehat :D

Mencoba make up free bukan berarti kita meninggalkan make up secara mutlak. Kita masih bisa dandan di momen-momen tertentu. Apalagi perempuan tetap dianjurkan berhias (mis. di rumah; depan suami).

Kalau problem kulit hanya kusam (tidak bermasalah dengan redness, bekas jerawat, dan kroni-kroninya), sedangkan kamu merasa begah menggunakan foundation/bb cream, bisa coba beralih ke tone-up cream.

Dia lebih ringan dari foundation. Fiturnya lebih ke color enhancer gtu, cmiiw.

Baca juga : Foundation Free

---

Lipstick free? Serius?

Kayaknya baru kemarin (ngga juga sih hehe) saya posting What's in my pouch? (red. akhir Januari 2018).

Daaan sejak itu saya tidak menggunakan lipstick sama sekali.

Tujuannya untuk menghindari tabarruj dan mengembalikan warna asli bibir yang tepinya mulai menggelap lagi.

Sebenarnya saya malah lebih susah lepas lipstick daripada foundi/bb/cc cream.

Kalau ngga pake lipstick muka jadi kelihatan pucat dan kusam banget. Lipstick kan membuat kulit tampak lebih cerah dan "hidup" secara instan, meski tanpa alas bedak.

Hasilnya?

Bibir malah terasa lebih ringan(?), tidak mudah kering, dan tepi bibir tidak begitu gelap.

Pucat sih, kayak belum sarapan... tapi gapapalah.

---

Produk-produk yang digunakan

Selain mengurangi pemakaian lipstick, cara yang saya lakukan untuk mengembalikan warna asli bibir masih sama dengan sebelumnya.

Saat menggunakan essence dan sunblock juga sekalian saya ratakan di tepi bibir.

Baca juga : Caraku Mengatasi Bibir Pecah-pecah & Menggelap


Lol, foto ini kurang Garnier Micellar Water aja, sudah jadi regimen skin care saya :D

Produk yang saat ini (per Juni 2018) saya gunakan adalah :

(1) Natural Pacific Phyto Niacin Whitening Essence (kemasan lama, sekarang ganti jadi Nacific).
(2) Skin Aqua UV Mild Milk for Dry to Sensitive Skin.
(3) Mineral Botanica Intensive Care Sugar Lip Serum.
(4) Fellinz Cherry Kiss Lip Scrub (jarang digunakan).

Sebenarnya yaa saya tidak begitu butuh lip scrub, karena bibir saya kering. Tapi saya penasaran, karena ((katanyaa~)) untuk hasil terbaik, mesti pake lip scrub.

Please note! Kalau bibir kamu sudah smooth atau sangat kering pecah-pecah, lip scrub-nya bisa diskip. Hanya menggunakan kapas basah untuk eksfoliasi sel kulit mati di bibir sudah cukup.

---

Urutan pemakaian produk

(1) Lip scrub (optional)

(2) Lip mask (optional)

(3) Essence atau produk pencerah wajah.

(4) Sunblock (skip di malam hari; skip jika sudah menggunakan lip balm yang mengandung tabir surya di siang hari)

(5) Lip balm.

---

Lip Scrub

Awalnya saya mau beli sepaket produk perawatan bibir dari Mineral Botanica, tapi lip scrub-nya lagi kosong. Cari Emina Lip Scrub juga susah. Yang gampang didapat adalah Fellinz Lip Scrub.

Varian Fellinz Lip Scrub ada beberapa, tapi tidak begitu saya perhatikan. Harganya juga lumayan terjangkau, sekitar Rp 19.500 untuk ukuran 5 gr.


Kesannya 5 gr sedikit sekali yaa, tapi kalau hanya untuk penggunaan bibir, ukuran segitu sudah pas banget. Yang kita gunakan hanya scrub yang menempel saat jari diusap di permukaan.

Cara pemakaian : Oleskan scrub pada bibir dan pijat lembut dengan jari. Bilas bersih dengan air.

Lip scrub ini rasanya manis dan berwarna. Setelah dieksfoliasi, bibir kita rada kemerahan gitu, seperti memakai tinted lip balm. Tapi begitu dibersihkan dengan air ya pudar warnanya :))


---

Lip Mask

Ini optional. Dianjurkan jika kulit bibir butuh perawatan intens.

Seperti yang kita tahu, lip mask yang populer adalah Laneige dan Etude. Tapi Fellinz juga ternyata memasarkan lip mask murah meriah.

Saya ngga gitu ngeh lip mask ngefek atau ngga hehehe. Menurut saya, kalau kita sudah pake lip balm yang bagus, lip mask bisa diskip.



---

Lip Serum

Sebenarnya ada juga krim dokter untuk mengatasi tepi bibir yang gelap (ada yang dijual online). Tapi karena ada yang mengandung hidrokuinon (kadarnya rendah banget kok), saya tidak berani coba haha.

Jadi saya menggunakan essence. Pas diratakan di wajah, sekalian diratakan di bibir juga.

Produk yang saya gunakan adalah Mineral Botanica Intensive Care Sugar Lip Serum. Meski sudah menggunakan essence, kayaknya saya butuh produk pelembab bibir.




Oiya, Mineral Botanica mendukung cruelty-free movement. Bisa jadi nilai plus buat kamu yang concern mengenai hal tersebut.

Baca juga : Cek Arti Simbol/Logo Kemasan Produk Kosmetika


Tekstur produk berupa lotion kekuningan, rasanya manis seperti obat sirup batuk anak-anak.

Untuk bibir yang kering banget, produk ini kurang mampu melembabkan. Alternatif lain bisa coba pelembab bibir yang teskturnya berupa balm.

Saya coba cari Lip on Lip tapi sepertinya sudah discontinue.

Produk lain yang recommended (dan populer) untuk melembabkan bibir, yaitu lip balm dari Nivea, Vaseline, Sebamed, dan Lucas' Papaw Ointment (cmiiw).

---

Akhir kata...

Yang paling berpengaruh (di saya) untuk mencerahkan tepi bibir yang menggelap adalah lipstick free dan pemakaian essence (plus lip serum?) dan sunblock.

FYI, saya kurang tahu, yang paling berpengaruh mengembalikan warna tepi bibir saya itu lip serum atau essence-nya :D

Kalau kamu merasa aneh menggunakan sunblock di tepi bibir, juga bisa memilih lip balm yang sudah mengandung tabir surya. Tujuannya agar tepi bibir tidak semakin menggelap.

Produk seperti lip scrub dan lip mask itu optional, bisa di-skip ^^

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Aku Cemburu...


Bismillah...

"Aku cemburu pada dia yang fasih beramal, tapi gagap berbicara tentang keshalihan dirinya.

Dokumentasinya hanya ada di catatan amal, tiada kutemukan di beranda social media."

(Unknown, kutipan viral)

---

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Apabila Allah menghendaki kebaikan kepada hamba-Nya, Allah akan membuat hamba tersebut lupa akan kebaikan yang pernah dia lakukan dari hati dan lisannya.

Apabila seorang hamba jatuh pada perbuatan maksiat, dia menjadikan perbuatan maksiat tersebut di depan matanya, senantiasa mengingatnya."

(Miftah Daarus Sa'adah, 1 : 338)

---

Al Hasan Al Bashri rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Seandainya perkataan setiap orang itu jujur dan amalannya baik, ia bisa saja jadi orang yang merugi."

Orang-orang bertanya, "Bagaimana ia bisa merugi?"

Beliau menjawab, "Ia rugi ketika ia kagum dengan dirinya sendiri."

(Syu'abul Iman)

---

Hanya Allah yang memberikan taufik.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Behind The Scene


Bismillah...

Hello sweet heart!

Taqabbalallahu minna wa minkum.

Selamat hari raya Idul Fitri 1439 H.

Semoga Allah menerima amal kita semua, aamiin.

---

Beberapa waktu lalu, ada reader yang nangkep dan menyampaikan langsung ke saya via whatsapp... Sepertinya dia ada feeling, saya jarang posting di blog, karena "something".

Sebenarnya sudah sering saya sampaikan secara tersirat, tapi lebih baik kali ini saya sampaikan secara terang-terangan...

Baca juga : Kenapa Saya Ngga Selfie?

---

Takut salah ngomong

Sering banget postingan atau komentar sudah dipublish, tapi saya edit ulang.

Mungkin ada penyampaian yang lebih enak dan sopan dibanding ini.

Mungkin bahasannya bisa lebih detail dan mendalam.

Mungkin gambarnya lebih baik diganti.

Mungkin, mungkin, mungkin...

Akhirnya saya malah ngga posting, karena berpikir, "Orang lain juga sudah tahu, ngapain saya posting hmmmm... Ngga penting."

---

Niat saya juga bisa berbolak-balik

Ada kalanya saya sulit rem diri saat terbuai pujian dan apresiasi.

Penyakit itu halus banget masuknya, tapi ketahuan dari tanda-tandanya...

Saya jadi defensif terhadap kritik, niat posting berikutnya jadi "bergeser", dan timbul perasaan jelek lainnya.

Padahaaaal~ kenyataannya saya bukan siapa-siapa kok dan hal yang tidak saya ketahui lebih banyak lagi.

---

Tabarruj

Blog ini memang sempat jadi Beauty Blog.

Sebagaimana yang kamu tahu, saya banyak menghapus dan mengedit postingan di blog Hai Hanitis.

Di antara pertimbangannya, karena keyakinan saya bahwa tabarruj (berhias di depan publik) itu dilarang dalam agama yang saya anut.

Dulu, kalau dengar kata tabarruj, saking bodohnya saya tidak merasa tersinggung, karena saya pikir, "Itu kan kalau menor, saya kan natural-natural sajaa... Apa salahnya?"

Dan bertahun-tahun kemudian, saya baru sadar, kalau penggunaan blush on, lipstick, dan produk semacamnya, walau kelihatan "natural", judulnya tetap saja berhias di depan yang bukan mahram.

Lama-lama saya tidak tenang sendiri.

Intinya... Saya takut kalau konten blog ini sadar tak sadar, sengaja maupun tidak... memberi pengaruh yang buruk, mendorong orang lain untuk tabarruj, dan berperilaku konsumtif (boros, beli-beli padahal ngga perlu, note to myself too).

Yaa memang sih tergantung niat postingnya untuk apa dan kita pun usaha untuk memfilter apa yang bakal diposting...

...tapi kekhawatiran-kekhawatiran tersebut memang sering menghantui saya.

Banyak banget postingan yang saya hapus (red. saya blogging sejak 2011) dan waktu saya lumayan tersita untuk edit-edit postingan lama.

Itu pun sepertinya masih ada yang luput saya perbaiki huhuhu.

Maka dari itu, melalui postingan ini...

Afwan, saya berlepas diri dari pemanfaatan review produk untuk tujuan tabarruj.

Saya juga usaha supaya ngga dandan saat keluar rumah. Selain karena alasan kesehatan kulit, juga untuk menghindari tabarruj.

Baca juga :




Bdw, bukan berarti dandan tidak boleh secara mutlak. Kita tetap bisa dandan, karena secara fitrah wanita memang suka berhias... tapi di rumah, di depan mahram.

---

Belum bisa disiplin blogging

Saya juga ada kegiatan baru yang belum bisa ditinggal, karena itu masih agak kesulitan untuk fokus dan mengatur waktu (wkwk alasan dari tahun kapan~).

Karena itu kadang jeda posting bisa lamaaa banget, giliran bisa posting akhir bulan lalu langsung banyak atau panjang hehehe.

Kalau ada kesempatan saya tetap usahain ngedraft, motret, dan edit foto kok.

Misal ngga bisa ngedraft di blog, biasanya saya tulis di notes hp atau rekam suara.

---

Akhir kata...

Yang bermanfaat buat kamu, bisa jadi bumerang buat saya.

Semua yang saya tulis, baik di blog, social media, reminder-reminder yang pernah saya share... apapun itu akan saya pertanggungjawabkan di hari Kiamat.
Segala kebaikan datangnya dari Allah 'Azza wa Jalla, segala keburukan datangnya dari kebodohan saya dan syaitan.
Saya malu nulis beginian, karena sehari-hari pun belum total sami'na wa atho'na.

Kalau ada yang bermanfaat dari blog ini, daripada apresiasi, lebih baik mohonkan ampunan buat saya.

Terima kasih banyak atas pengertiannya.

Mohon maaf lahir batin atas segala kesalahan saya selama ini.

Barakallahu fiikunna.

Lots of love and have a nice day!