Psst! Enaknya Curhat Sama Siapa Yaa?

Selasa, 29 Mei 2018

Bismillah...

Teringat kutipan viral... Jaman dulu curhatan kita terjaga di buku diary yang digembok. Sedangkan jaman sekarang, orang-orang mengumbar curhatannya di social media yang notabene "ruang publik".

Tanpa sadar, masalah pribadi (atau bahkan aib) kita bisa dibaca oleh ribuan orang.

Saya pun pernah curhat serampangan.

Gimana yah... Saat kepala terasa penuh dan dada terasa sesak, bawaannya pengen curhat supaya plong :D dan itu jadi hal yang saya sesalkan sampai sekarang xixixi.

I learn this the hard way... Sebagai sesama perempuan, saya rasa perlu share tentang ini supaya ke depannya kita lebih hati-hati.

---

What to do?

(1) Istighfar

Kalau lagi ada masalah, perbanyak istighfar... Minta ampun ke Allah.

Kemungkinan besar musibah yang kita alami adalah konsekuensi dari dosa-dosa kita sendiri.
"Dan musibah apapun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu)." (QS. Asy-Syura, ayat 30)
Baca juga : Jika Kita Disakiti Orang Lain

(2) Memproses emosi negatif

Pelajari bagaimana meredakan stress dengan sehat.

Beberapa cara yang efektif adalah sholat, mengaji, journaling, olah raga, teknik grounding, olah napas, aromatherapy, menggeluti hobi seperti berkebun, mewarnai (coloring book), dst.

Lebih lanjut bisa bosque browsing sendiri ya :)) karena bahasan mengenai de-stress belum diposting di blog ini hehe.

(3) Curhat kepada Allah
"Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram." (QS. Ar-Ra'du, ayat 28)
Curhat dengan Allah itu bukan sekadar slogan indah, tapi memang terbukti ampuh... karena Allah adalah sumber ketenangan yang hakiki.

Ada doa yang diajarkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam (diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu) yang jika dibaca, niscaya Allah akan menghilangkan kesedihan dan kecemasannya, kemudian diganti dengan kegembiraan dan kemudahan.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَنُوْرَ صَدْرِيْ، وَجَلاَءَ حُزْنِيْ، وَذَهَابَ هَمِّيْ

Allahumma innii ‘abduka ibnu ‘abdika ibnu ‘amatika, naashiyatii biyadika, maadhin fiyya hukmuka, ‘adlun fiyya qadhaa’uka. As’aluka bikullismin huwa laka sammaita bihii nafsaka, au anzaltahuu fii kitaabika, au ‘allamtahuu ahadan min kholqika, awista’tsarta bihii fii ‘ilmil ghoibi ‘indaka, an taj’alal Qur’aana robii’a qalbii, wa nuuro shadrii, wa jalaa’a huznii, wa dzahaaba hammii.

"Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak hamba laki-lakiMu, anak hamba perempuanMu, ubun-ubunku ada di TanganMu, hukumMu berlaku atasku, TakdirMu adil bagiku.

Aku memohon kepadaMu dengan setiap Nama yang Engkau miliki, yang dengannya Engkau namakan diriMu sendiri, atau yang engkau turunkan (nama itu) di dalam kitabMu, atau Engkau ajarkan (nama itu) kepada seorang dari makhlukMu, atau yang hanya Engkau ketahui sendiri; 

Kiranya Engkau jadikan al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya di dadaku, pelipur laraku, serta pengusir kecemasan dan keresahanku." (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, Al-Hakim, dan yang lainnya, dengan sanad yang shahih)

Ada pula doa di dzikir pagi petang yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam...

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ

Yaa hayyu yaa qoyyum bi rahmatika astaghiits, ash-lihlii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin.

"Wahai Rabb Yang Maha hidup, Wahai Rabb Yang Maha berdiri sendiri (tidak butuh segala sesuatu) dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan, perbaikilah segala urusanku, janganlah Engkau serahkan (urusanku) kepada diriku sendiri walau hanya sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu)." (HR. An Nasa'i, Al Hakim, Shahih At Targhib wa Tarhib 1/273, dari Anas radhiyallahu 'anhu).

Kalau tawakkal kita benar, akan Allah buka tuh pintu-pintu solusi dari arah yang tidak diduga-duga... Dengan cara yang sama sekali tidak pernah terpikir oleh benak kita :D

Kadang kita cuma dengar kisahnya orang lain ya (red. pertolongan yang ngga disangka-sangka), jadi berasa ngga masuk akal... tapi begitu kejadian ke diri sendiri itu dalem lho.

Kalaupun kamu bener-bener butuh tukar pikiran dengan orang lain, usahakan sharing hanya ke orang yang amanah dan takut kepada Allah 'Azza wa Jalla #notetomyselftoo.

Walau kamu ngga pesan "jangan bilang siapa-siapa" insyaAllah curhatanmu aman, karena dia menghormati privasi kamu dan mengapresiasi fakta bahwa kamu percaya dengan dia.

Catatan tambahan, hindari curhat ke lawan jenis (terutama urusan rumah tangga), itu BIG NO NO banget.

Selain itu, ada kalanya saran yang kita terima (mis. dari keluarga dan teman) menyelisihi syariat ^^; Jadi pinter-pinternya kita juga untuk memilah dan mempertimbangkan masukan dari orang lain.

Baca juga : Perbaikan yang Luput Kita Sadari

---

Akhir kata...
Dia (Yaqub) menjawab : "Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku." (QS. Yusuf, ayat 86)
Sebisa mungkin, tahan lisan untuk mengeluh dan curhat ke manusia, apalagi di social media.

Kalau ada apa-apa, curhat ke Allah dulu.

Semuanya tersimpan rapi jika kita hanya mengandalkan Allah.

Tidak ada kata yang bisa diplintir.

Tidak ada screenshot chat yang bisa disebarluaskan.

Tidak ada celah untuk kita diadu domba dengan pihak lain.

Allah knows, and that's enough for you.

Semoga Allah 'Azza wa Jalla senantiasa menjaga kita dalam kebaikan.

Thanks for reading and have a nice day.
Post Comment
Posting Komentar

Please kindly check "Frequently Asked Questions" (FAQ tab on menu bar) before asking. Thank you! ^^