Perbaikan Yang Luput Kita Sadari

Minggu, 27 Mei 2018

Another worth-to-share post milik mba Novi Cahyanti (Ummu Muhammad Rifqi via @novie_ch14).

Postingan ini sering saya baca ulang (lol, to put things into perspective). So I guess you may like it too :D

---

Bismillah...

Kita selalu berharap agar cobaan berakhir dengan cara "diangkat dan dihilangkan" dari hidup kita secara mutlak dengan secepat-cepatnya.

Perbaikan selalu diartikan dengan selesainya duka nestapa dan bergantinya air mata dengan senyuman.

Kita kerap mengabaikan perbaikan yang telah Allah berikan, seperti...

Kesabaran yang dikuatkan.

Keridhaan yang diluaskan.

Dan kebersyukuran yang senantiasa menjadi teman perjalanan hidup.

Yang mana semua itu adalah ganti yang tak ternilai dibanding urusan dunia yang selalu membuatmu terpuruk itu.

Manusia kerap bersikap aneh.

Sudah tahu hal yang membuat kecewa, tapi terus menerus tenggelamkan diri dalam kubangan yang itu-itu saja.

Berharap terus-menerus dari tempat yang mendatangkan rasa sedih dan kecewa.

Sementara sapaan Allah yang ingin kita kembali memusatkan perhatian kepada-Nya, diabaikan begitu saja.

Begitulah kebanyakan dari kita...

Lebih suka mengumpulkan beban dunia, ketimbang mempersiapkan bekal berupa amal shalih (baik lahir, maupun batin).

You are living a meaningful life.

Instead of asking, "Allah, why am I in this situation?"

Ask, "Allah, how can I please You in this situation?"

Baca juga : Sabar

Wallahul musta'an.
Semoga bermanfaat.

I hope this makes you feel better.
Lots of love and have a nice day.
Post Comment
Posting Komentar

Please kindly check "Frequently Asked Questions" (FAQ tab on menu bar) before asking. Thank you! ^^