Berkata Yang Baik Atau Diam

Minggu, 27 Mei 2018

Bismillah...

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman (yang artinya)...

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang telah dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.

Yaitu ketika kedua malaikat mencatat amal perbuatannya, satu duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.

Tiada satu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir." (QS. Qaf, ayat 16-18)

---

Syaikh Zaid bin Muhammad al-Madkhaly rahimahullah (dalam Audhahul Ma’any, 97) berkata...

"Sungguh seandainya kita merasa bahwa para malaikat mencatat (semua ucapan), niscaya kita tidak akan memperbanyak untuk sembarangan berbicara bathil, dusta, ghibah, namimah, atau ucapan kotor seperti mencela, mencaci-maki, dan ucapan yang mengandung dosa lainnya.

Seandainya kita selalu memperhatikan bahwa para malaikat mencatat dan Allah Subhanahu wa Ta’ala selalu mengawasi segala sesuatu, niscaya kita akan memperhitungkan semua tindakan kita dengan sungguh-sungguh.

Dan seandainya orang-orang yang berakal memperhatikan perkara-perkara ini, niscaya mereka akan memperbanyak ucapan, perbuatan, dan keyakinan yang baik, karena hal itu akan dicatat dalam lembaran-lembaran catatan amal mereka."

---

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Betapa banyak jiwa ini melakukan sesuatu yang sebenarnya karena hawa nafsu, namun dia menyangka telah melakukannya karena Allah."

---

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya)...

"Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan suatu kata yang Allah ridhai dalam keadaan tidak terpikirkan oleh benaknya, tidak terbayang akibatnya, dan tidak menyangka kata tersebut berakibat sesuatu, ternyata dengan kata tersebut Allah mengangkatnya beberapa derajat.

Dan sungguh seorang hamba mengucapkan suatu kata yang Allah murkai dalam keadaan tidak terpikirkan oleh benaknya, tidak terbayang akibatnya, dan tidak menyangka kata tersebut berakibat sesuatu yang ternyata karenanya Allah melemparkannya ke dalam neraka Jahannam." (HR. Bukhari no. 6478)

---

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata (dalam Ad-Da'wa ad Dawa', hal 191, yang artinya)...

"Berapa banyak Anda lihat orang yang mampu menjaga diri dari perbuatan keji dan kezhaliman, sementara itu lisannya mencela (menjatuhkan) kehormatan orang-orang yang masih hidup dan juga orang-orang yang telah mati, tanpa peduli sedikitpun tentang apa yang ia ucapkan."

---

Ibnu Hibban rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Lisan seorang yang berakal berada di bawah kendali hatinya.

Ketika dia hendak berbicara, maka dia akan bertanya terlebih dahulu kepada hatinya.

Apabila perkataan tersebut bermanfaat bagi dirinya, maka dia akan berbicara.

Tetapi apabila tidak bermanfaat, maka dia akan diam.

Adapun orang yang jahil (bodoh), hatinya berada di bawah kendali lisannya.

Dia akan berbicara apa saja yang ingin diucapkan lisannya.

Seseorang yang tidak bisa menjaga lidahnya, berarti tidak paham terhadap agamanya."

Wallahul musta'an.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.
Post Comment
Posting Komentar

Please kindly check "Frequently Asked Questions" (FAQ tab on menu bar) before asking. Thank you! ^^