Ramadhan Day 15

Kamis, 31 Mei 2018

Bismillah...

Saat ini kita berada di pertengahan bulan Ramadhan gaes. Subhanallah waktu cepat berlalu yah...

Selama sebulan penuh kita mesti gaspol beribadah. Mulai dari sholat wajib dan sunnah, puasa, mengaji, sedekah, serta amal shalih lainnya.

Sempat jiper juga sih pas tahu ada yang sudah berkali-kali khatam Al Quran di pertengahan bulan Ramadhan.

Ternyata kalau kita fasih baca Quran dan fokus, memang bisa selesaikan satu juz sekitar 1 jam, maasyaaAllah berkah waktunya.

I feel like an unproductive potato, lol.

---

Wew... Ketinggalan jauh.

Tapi ngga boleh putus asaa~

Allah berfirman (yang artinya)...

Katakanlah, "Wahai hamba-hambaku yang melampaui batas terhadap dirinya sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang." (QS. Az Zumar, ayat 53)

Postingan ini juga sebagai pengingat buat diri saya hehe.

Di tahun-tahun sebelumnya, selalu ada penyesalan, "Seharusnya ibadah di bulan Ramadhan bisa lebih maksimal."

Kalau sekarang pun kita tidak merasa cukup baik, atau target-target di bulan Ramadhan berantakan, janganlah berputus asa...

Perbanyak ISTIGHFAR.

Syukuri kenyataan bahwa Allah masih memberi kita kesempatan untuk bertaubat dan beramal shalih.

Bisa jadi ini Ramadhan terakhir kita, wallahu a'lam.

Mengutip reminder yang jleb :

DON'T GET DOWN AND PUSH YOURSELF!

Semangaaaatt~

Semoga Allah mudahkan kita untuk beramal shalih dan Allah menerima amal tersebut, aamiin.

Thanks for reading and have a nice day.

Tiga Situs Penyedia Foto Gratis Yang Berkualitas

Selasa, 29 Mei 2018

Bismillah...

Di Indonesia, masih sering kita temui kutipan "source pic : Google" di blog dan social media. Padahal, Google bukan sumber foto, tapi mesin pencari.

Dengan kata lain, foto yang kita temukan melalui Google belum tentu bebas digunakan (red. berhak cipta).

Karena itulah menggunakan foto tanpa izin pemilik, bisa dikatakan sebagai pencurian konten.

Mending kita cari aman dengan menggunakan foto berlisensi CC0.

---

Apa itu CC0?

Kalau browsing situs penyedia foto, font, dan elemen penyusunan konten lainnya... Ada lisensi untuk personal use (penggunaan pribadi). Ada pula lisensi Creative Commons Zero (CC0) #cmiiw.

Foto berlisensi CC0 bisa kita copy, modifikasi, distribusi, bahkan digunakan untuk tujuan komersil (mis. jualan, dipajang di situs yang dimonetisasi, dst) tanpa wajib meminta izin atau menyertakan atribut ke pemilik foto.

Meski demikian, tetap ada etika yang mesti kita perhatikan, yaitu...

(1) Foto digunakan secara wajar atau sesuai dengan konten yang disusun,

(2) Keseluruhan konten tidak melecehkan atau memberi citra negatif pada subjek/objek yang ada di dalam foto.

Noted! Saya berlepas diri dari pencarian dan penggunaan foto yang tidak-tidak.
Pic source: Pexels.com/photo-license

Content creator umumnya sudah tahu mengenai beragam situs penyedia foto gratisan.

Foto-foto yang ada merupakan "sumbangan" fotografer dari berbagai belahan dunia.

FYI, kamu juga bisa berkontribusi dengan mengupload foto karya kamu di situs-situs tersebut.

Situs penyedia foto gratis sangat recommended untuk...

(1) Admin website, agar situsnya terkesan lebih profesional,

(2) Content writer yang ingin artikelnya tampak lebih estetik,

(3) Seller yang mencari foto untuk pengumuman, promo, atau header online shop,

(4) Pelajar/pekerja sebagai pemanis tugas dan latar presentasi,

(5) Social influencer yang rajin membuat quote-quote indah di instagram,

(6) Kamu yang pengen cari display picture yang keren dan lucu,

(7) Atau untuk di-print dan dipajang di rumah... yes, bisa bangeet!

Langsung ajaa... Berikut tiga situs penyedia foto gratisan yang berkualitas :D

---

PEXELS




Link : https://www.pexels.com/

---

PIXABAY




Link : https://pixabay.com/

---

UNSPLASH




Link : https://unsplash.com/

---

Akhir kata...

Sebenarnya masih banyak situs sejenis selain Pexels, Pixabay, dan Unsplash hehehe.

In my humble opinion, foto yang diupload dan beredar di situs-situs penyedia foto gratis kurang lebih sama saja.

Tinggal pilih mana situs yang tampilannya kamu suka dan navigasinya memudahkan kamu untuk browsing :D

Semoga bermanfaat.
Selamat berkreasi~
Happy blogging and have a nice day.

Psst! Enaknya Curhat Sama Siapa Yaa?


Bismillah...

Teringat kutipan viral... Jaman dulu curhatan kita terjaga di buku diary yang digembok. Sedangkan jaman sekarang, orang-orang mengumbar curhatannya di social media yang notabene "ruang publik".

Tanpa sadar, masalah pribadi (atau bahkan aib) kita bisa dibaca oleh ribuan orang.

Saya pun pernah curhat serampangan.

Gimana yah... Saat kepala terasa penuh dan dada terasa sesak, bawaannya pengen curhat supaya plong :D dan itu jadi hal yang saya sesalkan sampai sekarang xixixi.

I learn this the hard way... Sebagai sesama perempuan, saya rasa perlu share tentang ini supaya ke depannya kita lebih hati-hati.

---

What to do?

(1) Istighfar

Kalau lagi ada masalah, perbanyak istighfar... Minta ampun ke Allah.

Kemungkinan besar musibah yang kita alami adalah konsekuensi dari dosa-dosa kita sendiri.
"Dan musibah apapun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu)." (QS. Asy-Syura, ayat 30)
Baca juga : Jika Kita Disakiti Orang Lain

(2) Memproses emosi negatif

Pelajari bagaimana meredakan stress dengan sehat.

Beberapa cara yang efektif adalah sholat, mengaji, journaling, olah raga, teknik grounding, olah napas, aromatherapy, menggeluti hobi seperti berkebun, mewarnai (coloring book), dst.

Lebih lanjut bisa bosque browsing sendiri ya :)) karena bahasan mengenai de-stress belum diposting di blog ini hehe.

(3) Curhat kepada Allah
"Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram." (QS. Ar-Ra'du, ayat 28)
Curhat dengan Allah itu bukan sekadar slogan indah, tapi memang terbukti ampuh... karena Allah adalah sumber ketenangan yang hakiki.

Ada doa yang diajarkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam (diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu) yang jika dibaca, niscaya Allah akan menghilangkan kesedihan dan kecemasannya, kemudian diganti dengan kegembiraan dan kemudahan.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَنُوْرَ صَدْرِيْ، وَجَلاَءَ حُزْنِيْ، وَذَهَابَ هَمِّيْ

Allahumma innii ‘abduka ibnu ‘abdika ibnu ‘amatika, naashiyatii biyadika, maadhin fiyya hukmuka, ‘adlun fiyya qadhaa’uka. As’aluka bikullismin huwa laka sammaita bihii nafsaka, au anzaltahuu fii kitaabika, au ‘allamtahuu ahadan min kholqika, awista’tsarta bihii fii ‘ilmil ghoibi ‘indaka, an taj’alal Qur’aana robii’a qalbii, wa nuuro shadrii, wa jalaa’a huznii, wa dzahaaba hammii.

"Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak hamba laki-lakiMu, anak hamba perempuanMu, ubun-ubunku ada di TanganMu, hukumMu berlaku atasku, TakdirMu adil bagiku.

Aku memohon kepadaMu dengan setiap Nama yang Engkau miliki, yang dengannya Engkau namakan diriMu sendiri, atau yang engkau turunkan (nama itu) di dalam kitabMu, atau Engkau ajarkan (nama itu) kepada seorang dari makhlukMu, atau yang hanya Engkau ketahui sendiri; 

Kiranya Engkau jadikan al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya di dadaku, pelipur laraku, serta pengusir kecemasan dan keresahanku." (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, Al-Hakim, dan yang lainnya, dengan sanad yang shahih)

Ada pula doa di dzikir pagi petang yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam...

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ

Yaa hayyu yaa qoyyum bi rahmatika astaghiits, ash-lihlii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin.

"Wahai Rabb Yang Maha hidup, Wahai Rabb Yang Maha berdiri sendiri (tidak butuh segala sesuatu) dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan, perbaikilah segala urusanku, janganlah Engkau serahkan (urusanku) kepada diriku sendiri walau hanya sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu)." (HR. An Nasa'i, Al Hakim, Shahih At Targhib wa Tarhib 1/273, dari Anas radhiyallahu 'anhu).

Kalau tawakkal kita benar, akan Allah buka tuh pintu-pintu solusi dari arah yang tidak diduga-duga... Dengan cara yang sama sekali tidak pernah terpikir oleh benak kita :D

Kadang kita cuma dengar kisahnya orang lain ya (red. pertolongan yang ngga disangka-sangka), jadi berasa ngga masuk akal... tapi begitu kejadian ke diri sendiri itu dalem lho.

Kalaupun kamu bener-bener butuh tukar pikiran dengan orang lain, usahakan sharing hanya ke orang yang amanah dan takut kepada Allah 'Azza wa Jalla #notetomyselftoo.

Walau kamu ngga pesan "jangan bilang siapa-siapa" insyaAllah curhatanmu aman, karena dia menghormati privasi kamu dan mengapresiasi fakta bahwa kamu percaya dengan dia.

Catatan tambahan, hindari curhat ke lawan jenis (terutama urusan rumah tangga), itu BIG NO NO banget.

Selain itu, ada kalanya saran yang kita terima (mis. dari keluarga dan teman) menyelisihi syariat ^^; Jadi pinter-pinternya kita juga untuk memilah dan mempertimbangkan masukan dari orang lain.

Baca juga : Perbaikan yang Luput Kita Sadari

---

Akhir kata...
Dia (Yaqub) menjawab : "Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku." (QS. Yusuf, ayat 86)
Sebisa mungkin, tahan lisan untuk mengeluh dan curhat ke manusia, apalagi di social media.

Kalau ada apa-apa, curhat ke Allah dulu.

Semuanya tersimpan rapi jika kita hanya mengandalkan Allah.

Tidak ada kata yang bisa diplintir.

Tidak ada screenshot chat yang bisa disebarluaskan.

Tidak ada celah untuk kita diadu domba dengan pihak lain.

Allah knows, and that's enough for you.

Semoga Allah 'Azza wa Jalla senantiasa menjaga kita dalam kebaikan.

Thanks for reading and have a nice day.

Perbaikan Yang Luput Kita Sadari

Minggu, 27 Mei 2018

Another worth-to-share post milik mba Novi Cahyanti (Ummu Muhammad Rifqi via @novie_ch14).

Postingan ini sering saya baca ulang (lol, to put things into perspective). So I guess you may like it too :D

---

Bismillah...

Kita selalu berharap agar cobaan berakhir dengan cara "diangkat dan dihilangkan" dari hidup kita secara mutlak dengan secepat-cepatnya.

Perbaikan selalu diartikan dengan selesainya duka nestapa dan bergantinya air mata dengan senyuman.

Kita kerap mengabaikan perbaikan yang telah Allah berikan, seperti...

Kesabaran yang dikuatkan.

Keridhaan yang diluaskan.

Dan kebersyukuran yang senantiasa menjadi teman perjalanan hidup.

Yang mana semua itu adalah ganti yang tak ternilai dibanding urusan dunia yang selalu membuatmu terpuruk itu.

Manusia kerap bersikap aneh.

Sudah tahu hal yang membuat kecewa, tapi terus menerus tenggelamkan diri dalam kubangan yang itu-itu saja.

Berharap terus-menerus dari tempat yang mendatangkan rasa sedih dan kecewa.

Sementara sapaan Allah yang ingin kita kembali memusatkan perhatian kepada-Nya, diabaikan begitu saja.

Begitulah kebanyakan dari kita...

Lebih suka mengumpulkan beban dunia, ketimbang mempersiapkan bekal berupa amal shalih (baik lahir, maupun batin).

You are living a meaningful life.

Instead of asking, "Allah, why am I in this situation?"

Ask, "Allah, how can I please You in this situation?"

Baca juga : Sabar

Wallahul musta'an.
Semoga bermanfaat.

I hope this makes you feel better.
Lots of love and have a nice day.

Ketika "Surga" Ada Di Dalam Hatimu


Tulisan ini bukan milik saya, tapi saya share karena... hmmm... adem dan "dalem" maasyaaAllah.

This is a reminder for myself first and foremost.

---

Bismillah...

Apa yang menjadi prioritas kita, maka itulah yang akan dekat dengan kita.

Seseorang yang memprioritaskan ilmu, dia akan dekat dengan sumber ilmu.

Seseorang yang memprioritaskan Allah, dia akan dekat dengan Agama.

Apa-apa yang ada di dalam hati kita (yang kita rasakan) dan menjadi prioritas, mampu menggerakkan diri kita ke arahnya.

Maka memeriksa kembali apa yang ada di dalam hati adalah langkah pertama.

Seseorang yang di dalam hatinya penuh dengan kasih sayang, maka akan mudah baginya menyayangi orang lain tanpa syarat.

Seseorang yang di dalam hatinya penuh dengan hasad dan kebencian, maka akan mudah baginya membenci dan mencari-cari kesalahan orang lain. Wal 'iyyadzubillaah.

Begitulah hati, mampu menjadi landasan atas apa-apa yang kita kerjakan.

Maka jika kita merawat hati dengan hal-hal yang baik, hal-hal yang mengundang keridhoan Allah, secara otomatis kita akan melakukan hal-hal yang mengundang kecintaan Allah kepada kita.

Maka sungguh beruntunglah, seorang hamba yang di dalam hatinya memprioritaskan Akhirat.

Setiap hari akan memikirkan Akhiratnya, hanya ada Allah di dalam hati dan pikirannya.

Sedikit sekali waktu yang tersisa untuk memikirkan manusia dan dunia.

Saat hati terpaut dengan Allah, tak ada kata yang mampu mendeskripsikan bagaimana ketenangan, kebahagiaan, dan kecukupan yang dirasakannya.

Dia tenang dalam bersikap, santun dalam berucap, bijaksana dalam memilah mana yang Mashlahat dan mana yang Mudharat.

Prinsip hidupnya...

Bila mengundang ridho Allah dan menambah pahala, saya kerjakan.

Bila mengundang murka Allah dan menambah dosa, saya tinggalkan.

---

Ditulis oleh...

Ummu Nathan Cherry
(@muliadengansunnah)
Bandung, 12 April 2018
25 Rajab 1439 H

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Berkata Yang Baik Atau Diam


Bismillah...

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman (yang artinya)...

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang telah dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.

Yaitu ketika kedua malaikat mencatat amal perbuatannya, satu duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.

Tiada satu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir." (QS. Qaf, ayat 16-18)

---

Syaikh Zaid bin Muhammad al-Madkhaly rahimahullah (dalam Audhahul Ma’any, 97) berkata...

"Sungguh seandainya kita merasa bahwa para malaikat mencatat (semua ucapan), niscaya kita tidak akan memperbanyak untuk sembarangan berbicara bathil, dusta, ghibah, namimah, atau ucapan kotor seperti mencela, mencaci-maki, dan ucapan yang mengandung dosa lainnya.

Seandainya kita selalu memperhatikan bahwa para malaikat mencatat dan Allah Subhanahu wa Ta’ala selalu mengawasi segala sesuatu, niscaya kita akan memperhitungkan semua tindakan kita dengan sungguh-sungguh.

Dan seandainya orang-orang yang berakal memperhatikan perkara-perkara ini, niscaya mereka akan memperbanyak ucapan, perbuatan, dan keyakinan yang baik, karena hal itu akan dicatat dalam lembaran-lembaran catatan amal mereka."

---

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Betapa banyak jiwa ini melakukan sesuatu yang sebenarnya karena hawa nafsu, namun dia menyangka telah melakukannya karena Allah."

---

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya)...

"Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan suatu kata yang Allah ridhai dalam keadaan tidak terpikirkan oleh benaknya, tidak terbayang akibatnya, dan tidak menyangka kata tersebut berakibat sesuatu, ternyata dengan kata tersebut Allah mengangkatnya beberapa derajat.

Dan sungguh seorang hamba mengucapkan suatu kata yang Allah murkai dalam keadaan tidak terpikirkan oleh benaknya, tidak terbayang akibatnya, dan tidak menyangka kata tersebut berakibat sesuatu yang ternyata karenanya Allah melemparkannya ke dalam neraka Jahannam." (HR. Bukhari no. 6478)

---

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata (dalam Ad-Da'wa ad Dawa', hal 191, yang artinya)...

"Berapa banyak Anda lihat orang yang mampu menjaga diri dari perbuatan keji dan kezhaliman, sementara itu lisannya mencela (menjatuhkan) kehormatan orang-orang yang masih hidup dan juga orang-orang yang telah mati, tanpa peduli sedikitpun tentang apa yang ia ucapkan."

---

Ibnu Hibban rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Lisan seorang yang berakal berada di bawah kendali hatinya.

Ketika dia hendak berbicara, maka dia akan bertanya terlebih dahulu kepada hatinya.

Apabila perkataan tersebut bermanfaat bagi dirinya, maka dia akan berbicara.

Tetapi apabila tidak bermanfaat, maka dia akan diam.

Adapun orang yang jahil (bodoh), hatinya berada di bawah kendali lisannya.

Dia akan berbicara apa saja yang ingin diucapkan lisannya.

Seseorang yang tidak bisa menjaga lidahnya, berarti tidak paham terhadap agamanya."

Wallahul musta'an.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Skin Care-Ku Dulu Tak Begini

Selasa, 08 Mei 2018

Bismillah...

Hello, it's been a whiiiiiiile, lol.

Akhirnya bisa posting-posting lagi setelah... sebulan(?). Haha.

Eniwei, pernah ngga merasa hopeless dengan produk yang kita gunakan? :D

Dulu produknya bagus, tapi sekarang sudah ngga ngaruh...

Sebelumnya ngefek, tapi sekarang ngga mempan.

Topik kali ini sangat umum. Bisa dialami siapa saja.

Namun jika salah menyikapi, akan berujung penyesalan (tsah).

Berikut dua penyebab yang paling umum, kenapa produk yang kita gunakan terasa berkurang keampuhannya...

(1) Kebutuhan dan kondisi kulit berubah

Tidak bosan-bosannya saya kutip ulang...

Tipe dan kondisi kulit kita pun bisa berubah seiring berjalannya waktu.

Entah karena faktor penuaan, sun damage, polusi, perubahan iklim, penggunaan obat-obatan tertentu, dan lainnya.

Jadi, bukan produknya tidak bagus, tapi kondisi dan kebutuhan kulit kita sudah berubah.
Jika demikian, carilah produk yang tekstur dan formulanya sesuai dengan tipe dan kondisi kulit terkini.

---

(2) Sudah lewat PAO (Period After Opening)

PAO (Period After Opening) adalah jangka waktu pemakaian setelah kemasan produk dibuka pertama kali.

Biasanya tercantum di kemasan dengan simbol 6M, 12M, 24M, atau 36M.

Contoh : 6M berarti produk layak digunakan selama 6 bulan sejak kemasan dibuka. Lebih dari itu kemungkinan kualitas produk dan efektivitasnya menurun.

PAO lebih pendek dari tanggal kedaluwarsa.

Baiknya kita mencatat tanggal buka di notes hp atau di kemasan produk yang kita gunakan.

Kalaupun tidak dicatat, setidaknya kita ingat kapan pertama kali buka dan usahakan disiplin menggunakan produk hingga habis.

Umumnya, serum dan essence mesti dihabiskan dalam 1-2 bulan. Sheet mask hanya bisa digunakan sekali. Sedangkan toner, krim, dan lainnya baik digunakan sekitar 3-6 bulan setelah kemasan dibuka.

Sudah pernah dibahas juga di sini : Cek Arti Simbol/Logo Kemasan Produk Kosmetika

---

Di samping dua poin yang kita bahas, ada juga beauty expert yang berpendapat wajar kalau makin kesini efek skin care yang kita gunakan tidak sedramatis di awal penggunaan.

Tapi tetap tidak membenarkan sikap kita untuk gegabah ganti-ganti produk.

Disabarin aja...

Betapa banyak di antara kita yang menyesal ganti-ganti produk, padahal dulunya cuma pake produk skin care biasa dan kulit baik-baik saja.

Karena itulah... Remaja dan dewasa awal (early 20s) sebisa mungkin tidak perlu menggunakan produk skin care "berat" (konsentrat maksimal).

Nanti kalau sudah "ngga mempan" malah bingung sendiri mesti pake apa. Akhirnya kudu treatment macam-macam deh buat ngeboost kesehatan dan kualitas kulit.

Trus kapan dong ganti produknya? :(

Saat produk yang kita gunakan sudah tidak sesuai dengan kondisi kulit. Misal karena tipe kulit berubah, kucel parah, kulit mengalami kering dehidrasi, dst.

Yang perlu digarisbawahi... 

Amati baik-baik kondisi kulit kita.

Kita harus objektif dan realistis dalam memilih produk, tidak semata-mata karena napsu atau lapar mata :D

Kalau hanya sekedar kusam, biasanya masih bisa diatasi dengan rutin eksfoliasi, maskeran, face spa, face toning, dan treatment lainnya (sebulan 1-2 kali).

Atau kita cukup mengganti 1-2 produk saja (misal pembersih dan pelembab).
Mengganti total regimen (rangkaian produk) skin care harian hanya saat benar-benar butuh dan mendesak.
Apalagi kalau kulit kita rentan bermasalah, mesti dipertimbangkan baik-baik. Soalnya lumayan susah lho menemukan produk skin care yang bersahabat untuk kulit trouble prone.

---

Psst! Ganti Produk Karena Kurang Putih

Ada yang mudah mengganti produk (walau sudah klop), hanya karena produk yang dia gunakan tidak bisa memutihkan kulit seperti artis Korea.

Seperti yang kita tahu, warna kulit itu bawaan lahir.

Bisa sih "diganti" (suntik putih dan sejenisnya), tapi kalau ngga hati-hati, risikonya juga besar.

Sebenarnya, kulit kuning langsat dan tanned juga keren kok, yang penting PEDE :))

Warna kulit apapun, kalau sehat, maka akan terlihat fresh dan glowing dengan sendirinya.

Untuk memperoleh natural glow, coba konsumsi makanan seperti tomat, bayam, teh hijau, apel, alpukat, extra virgin olive oil, dst (note to myself too xixixi).

Lebih lanjut bisa browsing tentang vegan diet dan manfaatnya untuk kesehatan kulit :D

Baca juga : Salah Satu Tips Supaya Cakep : Minum Air Putih

Wallahu a'lam.
Smeoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Something To Keep In Mind

Minggu, 06 Mei 2018

Bismillah...

Selama ini hanya Allah yang menemani, di saat dunia yang kau kejar meninggalkanmu.

Engkau terus bermaksiat seolah-olah tidak akan mati, sementara Allah tetap berlaku lembut dan menutup aib-aibmu.

Engkau berprasangka buruk atas keputusan-Nya, padahal itu demi kebaikanmu juga.

Duhai hamba Allah...

Sungguh, hidupmu bergelimang nikmat dan penjagaan dari bahaya yang tidak engkau sadari.

Engkau pun tidak tahu apa yang sedang Allah siapkan untukmu di dunia, maupun di Akhirat.

Tetapi hanya karena satu doa yang belum terkabul, engkau menganggap Allah tidak adil, kemudian berpaling dari-Nya.

Lupakah engkau atas pertolongan, rezeki yang tak diduga-duga, serta pengabulan doa yang telah lalu?
"Wahai manusia! Apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu yang Maha Pengasih?" (QS. Al Infitar, ayat 6)
Jika segala yang kau inginkan ada di genggamanmu sekarang, apakah ada artinya jika detik berikutnya engkau berhadapan dengan sakaratul maut?

Ketauhilah...

Mudah saja bagi Allah untuk mewujudkan doa-doamu.

Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan kalau bukan karena ujian, maka tidak akan tampak keutamaan sabar, ridho, dan tawakkal.

Bisa jadi balasan dari ujianmu lebih baik dari apa yang engkau minta.

Sebagian kesusahan berakhir dengan kemuliaan.

Maka janganlah berputus asa dari rahmat Allah.

Dialah Rabb yang menyayangimu, lebih dari ibu kandungmu sendiri.

Wallahul musta'an.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.