Hati-hati dengan Pujian dan Popularitas

Kamis, 15 Maret 2018

Bismillah...

Al Fudhayl bin Iyadh rahimahullah berkata...

"Wahai sungguh kasihan engkau...

Engkau berbuat buruk, namun engkau merasa berbuat baik.

Engkau tidak tahu, namun engkau merasa seorang alim.

Engkau pelit, namun engkau merasa dermawan.

Engkau dungu, namun engkau merasa cerdas.

Sesungguhnya ajalmu pendek, sementara angan-anganmu panjang."

(Siyar A'lamin Nubala, 8/440)

---

Al Hasan Al Bashri rahimahullah berkata...

"Aku berteman dengan orang-orang yang jika salah seorang dari mereka ditunjukkan kepada hikmah, maka ucapan itu bermanfaat baginya dan bagi teman-temannya.

Tak ada yang mencegahnya untuk mengucapkan hikmah itu, kecuali karena takut menjadi terkenal.

Jika salah seorang dari mereka lewat di jalan, lalu melihat bahaya di sana, maka tak ada yang mencegahnya untuk menyingkirkan bahaya itu, kecuali karena takut menjadi terkenal."

(Ibn Al-Mubarak, Az Zuhd)

---

Ibrahim bin Adham rahimahullah berkata...

"Tidaklah bertakwa kepada Allah orang yang ingin kebaikannya disebut-sebut orang."

(Ta'thirul Anfas, hal. 286)

---

Al Fudhayl bin Iyadh rahimahullah berkata...

"Engkau memperindah dirimu untuk pujian manusia.

Engkau melakukan pencitraan untuk sanjungan manusia.

Engkau mempersiapkan diri untuk mereka.

Dan engkau senantiasa menampakkan dirimu untuk dilihat oleh mereka, sampai akhirnya engkau terkenal di kalangan mereka.

Mereka berkata : Ini adalah orang shalih!

Mereka pun memenuhi semua kebutuhanmu.

Mereka memperluas majelis untukmu, mereka mengagungkan dirimu.

Celaka engkau!

Sungguh jelek dirimu bila demikian keadaanmu!

Bila engkau mampu untuk tidak dikenal, maka lakukanlah.

Tiada mudharat bagimu bila engkau tidak dikenal.

Tiada bahaya bagimu bila engkau tidak dipuji.

Tiada dosa bagimu bila engkau dicela oleh manusia, namun engkau terpuji di sisi Allah."

(At Tawwabin, karya Ibnu Qudamah rahimahullah)

---

Catatan

Para Sahabat radhiyallahu 'anhuma dan ulama-ulama besar terkenal. Tapi mereka tidak peduli jadi orang terkenal atau tidak. Mereka tidak berambisi untuk dipuji.

Benarlah nasihat Ahli Ilmu...

Jangan takjub dengan diri sendiri.

Jangan terbuai.

Terus mengintrospeksi jiwa, karena nafsu condong pada pujian.

Allahul musta'an.
Thanks for reading and have a nice day.
Post Comment
Posting Komentar

Please kindly check "Frequently Asked Questions" (FAQ tab on menu bar) before asking. Thank you! ^^