Dimana Cek Statistik Blog Yang Kredibel?

Selasa, 27 Maret 2018
Bismillah...

Halo halo!

Melihat statistik blog yang ratusan ribu hingga jutaan memang sedap-sedap gimanaaa gitu ya.

Apalagi jika blog tersebut bener-bener dirintis dari 0 pageview.

Pas awal-awal blogging berasa monolog ngomong sendiri, sampai akhirnya ada orang yang nyasar baca haha.

ETAPI TUNGGU DULU!

Kamu sudah cek statistik blog melalui sumber lain?

Hasilnya bisa beda jauh lho :D

Sebagaimana yang kita tahu, statistik bawaan blogspot kurang tepat perhitungannya. Traffic yang ditampilkan lebih banyak dibanding aslinya, karena dia juga melaporkan kunjungan bot dan spam (cmiiw).

Maka jangan heran kalau di statistik bawaan blogspot pageview-nya bisa jutaan, tapi kenyataannya~ pas dicek di Google Analytics cuma setengah atau bahkan sepertiganya saja.

LOL, when reality hits you hard.

Berikut beberapa situs recommended untuk mengecek statistik blog...

Google Analytics


Sudah jelas betapa pentingnya(?) Google Analytics haha.

Pelajarilah walau dikit-dikit. Ben ketok pinter. Lumayan sebagai motivasi untuk memperbaiki kualitas konten dan blog kita secara keseluruhan :D

Baca juga : Memilih Artikel yang Perlu Diperbaiki dengan Google Analytics

Statcounter


Saya pakai ini sejak tahun lalu.

Hitungannya 11-12 dengan Google Analytics dan tampilannya lebih bersahabat buat orang awam seperti saya.

Selain Statcounter, ada juga Histat yang fiturnya mirip-mirip.

Grafiknya kok menurun sist?

Sudah saya ceritakan sepintas di link berikut :D

Baca juga : Wah, Blogku Debuan!

Similarweb


Hmmm... ini situs buat yang suka cek-cek peringkat dan dapetin informasi traffic dari situs/blog kompetitor.

Kalau baca-baca sih, yang mastah-mastah bilang lebih bagus Similarweb daripada Alexa (cmiiw).

Jauh banget memang rank di Alexa dan Similarweb (karena cara ukurnya memang beda). Kalau dicek, yang agak mendekati (tidak persis ya) dengan laporan di Google Analytics adalah Similarweb.

Barracuda Panguin SEO Tool



Bagi orang yang mengelola situs besar, Barracuda Panguin Tool sangat recommended sebagai pendamping Google Analytics.

Jadi situs ini mencocokkan rekam data dari Analytics dengan jadwal update algoritma Google.

Dari situ kita bisa lihat, bagaimana dampak update algoritma Google ke situs/blog kita.

Blog saya traffic-nya ngga besar sih, tapi lucu aja kalau lihat laporannya :D

Di bawah ini contoh efek kena update algoritma Google xixixi :))

Klik link : https://barracuda.digital/panguin-seo-tool/

InsyaAllah safe and secure.

---

Eniwei, ada yang kena timpuk algoritma Google juga ngga bulan ini? :)) *haha unjuk tangan sendiri karena jarang posting.

Lagi musim update algoritma lagi nii, jadi wajar(?) kalau traffic naik turun secara dramatis. Nikmatin aja... Emang suka gitu si Mbah *LOL, malah nyalahin Google.

---

Catatan :

Standar kualitas situs yang ideal ditinjau dari E-A-T [1][2].

Expertise : penulis adalah ahli di bidang yang dibahas. Poin ini penting untuk situs kesehatan, keuangan, dan hukum. Selain itu, yang jadi tolok ukur situs ideal adalah informatif dan bermanfaat.

Authority : kurang lebih tentang review yang positif dan percakapan berkualitas di forum diskusi (cmiiw).

Trustworthy : penekanan untuk situs e-commerce dan/atau situs-situs yang menerima informasi pribadi, serta memfasilitasi transaksi pembayaran online.

---

Akhir kata...

Kalau kamu rutin posting konten yang bermanfaat, blog kamu bisa survive kok insyaAllah.

Dan denger-denger update yang terbaru cenderung support ke situs/blog yang berkualitas tapi underrated (cmiiw).

Baca juga : Kenapa ya Blogku Ngga Berkembang?

Wallahu a'lam.
Mohon maaf jika ada kesotoyan yang kurang berkenan.
Modal browsing doang soalnya hehe.

Semoga bermanfaat.
Happy blogging and have a nice day! :D

Sabar

Senin, 19 Maret 2018

Bismillah...

Sebelum lanjut ke seri Happiness berikutnya, sepertinya saya perlu posting tentang ini.

Mungkin di antara kamu ada yang sedang mengalami stres berat, putus asa, dan merasa stuck... seolah-olah, kata "bahagia" itu too good to be true.

---

#1 Sadari bahwa ini ujian

Klise ya?

Masalahnya... Sebagian orang tahu kalau hidup ini isinya ujian, tapi sikapnya tidak seperti orang yang sedang diuji dan diawasi.

Saat kita diuji, kadang kita lebih fokus pada rasa sakitnya ketimbang ujiannya.

Al Hasan Al Bashri rahimahullah menjelaskan... Dalam kondisi sehat/senang, semua "sejajar dalam iman". Tapi begitu bala'/cobaan datang, barulah tampak... siapa yang benar-benar kokoh imannya.

Dalam kondisi netral dan senang, mudah sekali mengutip petuah tentang kebersyukuran, baik sangka sama Allah, memaafkan, senyum adalah sedekah, dst.

Nah, saat diuji, apakah kita masih bisa bilang Alhamdulillah (segala puji bagi Allah)?

Beda lho rasanya mengucapkan Alhamdulillah saat kita sedang di atas angin... dan mengucapkan Alhamdulillah saat lagi jatuh-jatuhnya.

Maka coba pelan-pelan perhatikan reaksi kita saat diuji.

Amati juga kira-kira pelajaran apa yang bisa kita ambil dari kejadian tersebut.
"Seorang mukmin adalah orang yang senantiasa merasa diawasi oleh Allah, mengevaluasi dirinya, dan membekali diri untuk menyambut akhiratnya." (Sahl bin Abdullah rahimahullah)
---

#2 Rencana Allah selalu lebih baik
Maybe you're asking for a drop of water and Allah wrote for you the ocean. (Unknown)
Seringkali kita tidak sadar kalau sedang dipersiapkan untuk sesuatu yang lebih baik dan dijauhkan dari marabahaya yang lebih besar.

Ada kalanya hikmah dari apa yang kita alami tidak langsung tersingkap saat itu juga.

Maka jangan tergesa-gesa menyimpulkan suatu kejadian.

Apa yang Allah takdirkan, itulah yang terbaik untuk dunia, agama, dan akhiratmu.

---

Akhir kata...

Apa yang kamu alami saat ini pun akan berlalu, sebagaimana ujian-ujian sebelumnya.

Selama kamu bertaqwa, pasti akan ada solusi dari arah yang tidak diduga-duga.

Hanya Allah yang Maha Tahu apa yang akan terjadi di masa depan.

Baik sangkalah kepada Allah, karena kamu sendiri tidak tahu takdirmu.

Kamu tidak tahu apa yang sedang Allah siapkan untukmu.

Ingatlah selalu bahwa Allah menginginkan kebaikan untukmu, lebih dari dirimu sendiri.

Wallahu a'lam.
I hope this makes you feel better.
Thanks for reading and have nice day.

Be Gentle with Your Skin

Jumat, 16 Maret 2018

Bismillah...

Rutinitas merawat kulit adalah saat-saat yang saya senangi... ibarat memanjakan diri sendiri.

Yaahh... walau kulit saya juga belum kinclong-kinclong amat haha :))

Sebenarnya topik ini sering diulang ya, karena saya pun suka lupa.

Kadang kita terlalu semangat untuk merawat kulit, sampai-sampai ngga sadar kalau sudah berlebihan (overdoing).

Uring-uringannya pas kulit berasa aneh, padahal produk yang digunakan cocok dan bagus-bagus semua.

Pernah ngga kamu mengalami hal tersebut? :D

Baca juga : Apakah Kamu Berlebihan Merawat Kulit Wajah?

---

Belakangan ini saya sedang mencoba beberapa produk perawatan pori untuk dibandingkan.

Produk-produk tadi saya gunakan selang-seling hampir setiap hari. Ceroboh banget memang...


(Agak-agak mendung gitu ya fotonya...)

Awalnya bagus, komedo berkurang drastis...

Tapi saya lupa kalau kondisi kulit saya saat ini cenderung kering dan dehidrasi. Sedangkan (you know-lah) produk-produk perawatan pori identik untuk tipe kulit berminyak.

Lambat laun, kulit wajah saya jadi kering aneh dan muncul dry patch di hidung. Kurang lebih sama seperti saat dulu memakai baking soda sebagai scrub.

Reaksi negatif tampak jelas setelah menggunakan produk tabir surya. Saat diraba, kulit wajah terasa kasar mrintisan.

Saya pikir mungkin sudah ngga cocok dengan sunscreen-nya. Jadi, selama beberapa hari saya skip penggunaan sunscreen karena kulit terasa begah. Padahal sebelumnya ngga ada masalah sama sekali lho.

Beberapa hari lalu saya baru sadar, kalau penyebab kulit saya bermasalah adalah...

Overexfoliated!

Lol, sudah sangat jelas sebenarnya, tapi baru ngeh.

---

What to do?

Jika mengalami hal yang serupa...

Stop total produk skin care yang kamu gunakan untuk menenangkan kulit.

Etapi ngga perlu stop total kalau setelah dipertimbangkan kulit kamu tetap butuh produk-produk tertentu :D (lah... gimana sih bosque?).

Maksudnya, kamu cukup mengurangi jumlah produk yang digunakan (mis. yang mengandung agen exfoliant) dan/atau mengatur frekuensi pakainya. Kemudian amati progres kulit kamu...

Ketika kulit membaik, pelan-pelan kamu bisa mulai regimen skin care yang lebih sesuai dengan kondisi kulit terkini.

Bdw, setelah kurang lebih 2-3 hari skip menggunakan produk skin care, alhamdulillah kulit saya pulih.

Baca juga : Kulit Rentan Bermasalah? Yuk, Puasa Produk Kosmetika.


---

Tips!

Mengatasi komedo dan kroni-kroninya di kulit kering memang sangat menantang(?).

Bagi kamu yang kulitnya kering dehidrasi, cari bahan atau produk yang relatif ringan untuk membersihkan kulit dan mengangkat sel kulit mati.

Misal...

Konjac sponge.
Cleansing sponge.
Cleansing brush dengan bristle yang lembut.
Cleansing pad yang terbuat dari silikon.
Kain muslin atau washlap (baby towel) yang dibasahi air hangat.
Kapas dan acid toner (mis. Lactic acid) yang formulanya gentle.
Oil cleansing method.

Lebih lanjut bisa browsing sendiri yaa, terutama tentang OCM dan acid toner for dry skin :D

Contoh produk...






Noted!

Eksfoliasi cukup 1 kali seminggu untuk kulit yang sangat kering.

Hindari scrub yang kasar (termasuk diy scrub dari bubuk kopi dst) serta produk peeling yang harsh.

Hindari juga overcleansing. Sudah dibahas di post sebelumnya...

Baca juga : Skin Care itu Disesuaikan dengan Kebutuhan dan Kondisi Kulit

Sel kulit mati di wajah itu beda dengan daki pas kita luluran. Jadi, ngga perlu keras-keras ngegosok kulitnya. Sel kulit mati diusap kapas dan exfoliating toner saja sudah rontok kok :))

Setelah eksfoliasi (plus maskeran~ optional), segera lembabkan kulit kamu.

---

Melembabkan kulit yang sedang bermasalah

Cari produk pelembab yang tekstur dan formulanya ringan (mis. yang ditujukan untuk kulit sensitif).

Beberapa ingredient pelembab yang baik untuk kulit kering [1], di antaranya...

Glycerine
Hyaluronic acid
Sorbitol
Allantoin
Oats
Honey
Aloe
Minyak tumbuh-tumbuhan (yang tidak mengiritasi)
Sodium PCA

Oh iya, sekarang banyak hydrating/moisturizing toner yang bagus.

Kalau mau lebih praktis, sebagian tonernya bisa kamu pindahkan ke botol spray. Jadi, tinggal disemprot-semprot saat kulit terasa kering kerontang.

Facial spray dari thermal spring water seperti Avene, Evian, dan sejenisnya masih jadi produk recommended. Terlebih kalau kamu menghindari zat pewangi dan ingredient tertentu yang berisiko mengiritasi kulit yang rentan.

Eniwei, pas kulit lagi "normal", thermal spring water memang kayak ngga ngefek. Khasiatnya baru terasa saat kulit sedang bermasalah.

Baca juga : Evian Natural Mineral Water Brumisateur Facial Spray

---

Kulit sudah membaik, tapi masih rada dehidrasi...

Hydrating, hydrating, hydrating.

Quick fix yang biasa dianjurkan adalah...

(1) Melayer toner,
(2) Chizu Saeki Method (CSM),
(3) dan sheet mask.

Sedangkan untuk perawatan harian, kurang lebih...

(1) Menggunakan hydrating essence/booster/toner, 
(2) cari pembersih yang pH balanced (tidak membuat kulit jadi kering kesat),
(3) dan jangan berlebihan membersihkan wajah.

Lebih lanjut bisa ceki-ceki juga link berikut...

Kulit Dehidrasi dan Cara Mengatasinya

Silakan jika ada yang ingin menambahkan :D

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Hati-hati dengan Pujian dan Popularitas

Kamis, 15 Maret 2018

Bismillah...

Al Fudhayl bin Iyadh rahimahullah berkata...

"Wahai sungguh kasihan engkau...

Engkau berbuat buruk, namun engkau merasa berbuat baik.

Engkau tidak tahu, namun engkau merasa seorang alim.

Engkau pelit, namun engkau merasa dermawan.

Engkau dungu, namun engkau merasa cerdas.

Sesungguhnya ajalmu pendek, sementara angan-anganmu panjang."

(Siyar A'lamin Nubala, 8/440)

---

Al Hasan Al Bashri rahimahullah berkata...

"Aku berteman dengan orang-orang yang jika salah seorang dari mereka ditunjukkan kepada hikmah, maka ucapan itu bermanfaat baginya dan bagi teman-temannya.

Tak ada yang mencegahnya untuk mengucapkan hikmah itu, kecuali karena takut menjadi terkenal.

Jika salah seorang dari mereka lewat di jalan, lalu melihat bahaya di sana, maka tak ada yang mencegahnya untuk menyingkirkan bahaya itu, kecuali karena takut menjadi terkenal."

(Ibn Al-Mubarak, Az Zuhd)

---

Ibrahim bin Adham rahimahullah berkata...

"Tidaklah bertakwa kepada Allah orang yang ingin kebaikannya disebut-sebut orang."

(Ta'thirul Anfas, hal. 286)

---

Al Fudhayl bin Iyadh rahimahullah berkata...

"Engkau memperindah dirimu untuk pujian manusia.

Engkau melakukan pencitraan untuk sanjungan manusia.

Engkau mempersiapkan diri untuk mereka.

Dan engkau senantiasa menampakkan dirimu untuk dilihat oleh mereka, sampai akhirnya engkau terkenal di kalangan mereka.

Mereka berkata : Ini adalah orang shalih!

Mereka pun memenuhi semua kebutuhanmu.

Mereka memperluas majelis untukmu, mereka mengagungkan dirimu.

Celaka engkau!

Sungguh jelek dirimu bila demikian keadaanmu!

Bila engkau mampu untuk tidak dikenal, maka lakukanlah.

Tiada mudharat bagimu bila engkau tidak dikenal.

Tiada bahaya bagimu bila engkau tidak dipuji.

Tiada dosa bagimu bila engkau dicela oleh manusia, namun engkau terpuji di sisi Allah."

(At Tawwabin, karya Ibnu Qudamah rahimahullah)

---

Catatan

Para Sahabat radhiyallahu 'anhuma dan ulama-ulama besar terkenal. Tapi mereka tidak peduli jadi orang terkenal atau tidak. Mereka tidak berambisi untuk dipuji.

Benarlah nasihat Ahli Ilmu...

Jangan takjub dengan diri sendiri.

Jangan terbuai.

Terus mengintrospeksi jiwa, karena nafsu condong pada pujian.

Allahul musta'an.
Thanks for reading and have a nice day.