Skin Care itu Disesuaikan dengan Kondisi dan Kebutuhan Kulit

Rabu, 10 Januari 2018

Inti postingan ini memang ada di judul kok haha :D Tapi kalau kamu penasaran(?) dengan rinciannya, silakan baca lebih lanjut.

A. Usia dan Skin Care

Saat browing produk skin care, seringkali kita menemukan pertanyaan...

"Cocok ngga buat aku yang usianya sekian?"

Sebenarnya, tolok ukur untuk memilih skin care bukan berdasarkan usia. Hanya saja, kalau digeneralisir, memang ada masalah kulit yang umum dialami kelompok usia tertentu.

Remaja

Kulit berminyak dan berjerawat.

Kualitas kulit bagus. Kalaupun berjerawat, umumnya disebabkan karena faktor hormonal.

Baca juga : 15 Gosip Seputar Jerawat

-

20-an

Tanda-tanda penuaan mulai muncul di rentang usia 20-an.

Biasanya, elastisitas kulit mulai menurun di usia 25 tahun.

Jika tidak dirawat dan diproteksi dari sinar UV, maka bisa mempercepat proses penuaan.

-

30-an

Tanda penuaan semakin nyata.

Muncul garis halus di sekitar mata dan dahi.

Fokus di produk anti aging dan hidrasi.

Rutin eksfoliasi (1-2x seminggu), karena regenerasi sel kulit melambat.

-

40-an

Kulit menjadi kering, tipis, dan lebih ringkih.

Keriput dan kerut halus muncul.

Kulit jadi lebih rentan dari pengaruh lingkungan (terik matahari, polusi, radikal bebas lainnya, dst).

-

50-an

Efek sun damage semakin jelas. Flek bermunculan, pori-pori semakin lebar, kulit kendor, dan berkeriput.

--

Prioritas produk skin care di usia berapapun adalah...

(1) Pembersih yang ringan - (2) Moisturizer - (3) Sunblock.

Kulit yang terjaga kelembabannya akan tampak lebih sehat dan muda.

Baca juga : Beberapa Pertanyaan Seputar Skin Care (2016)

Sedangkan produk yang sifatnya optional...

Remaja

Exfoliator, clay mask, spot/acne spot treatment yang mengandung Salicylic Acid atau Benzoyl Peroxide, dan kertas minyak.

Baca juga : Kertas Minyak : Acnes, Clean & Clear, Ovale, dan Oxy

-

20-30an

Serum yang kaya antioksidan, mengandung active ingredient, dan tekstur yang ringan.

Toner.

Exfoliating acid (AHA, BHA).

Clay mask untuk tipe kulit berminyak.

Hydrating/moisturizing face mask.

Spot treatment dan/atau eye cream.

-

40-50an

Fokus di melembabkan. Bisa menggunakan serum, facial oil, moisturizing/hydrating booster dan/atau eye cream. Produk yang direkomendasikan biasanya mengandung Retinol atau Peptide.

Baca juga : Kulit Dehidrasi dan Cara Mengatasinya

Dari jabaran di atas, bisa kita lihat... Kadang problem yang dialami kelompok usia 30-an, sudah dialami oleh seseorang yang usianya masih 20-an.

Jadi, misal usia kamu 24 tahun, tapi sudah muncul garis atau kerut halus di area mata, dahi, dan bibir ya tidak apa-apa menggunakan produk yang mengandung agen anti aging (karena memang sudah butuh).
Patokan paling pas untuk memilih produk skin care bukan usia, tapi tipe dan kondisi kulit.
Eniwei...

Tanda-tanda penuaan bisa muncul di usia yang berbeda bagi setiap orang.

Saat berbicara tentang perawatan anti aging, maka yang pertama kali kita pikirkan bukan Retinol, Peptide, Vitamin C, dan lainnya... Tapi SUNBLOCK dan GAYA HIDUP.

Orang yang tidak menggunakan tabir surya, kulitnya lebih cepat menua dibanding orang-orang yang telaten pake sunblock.

Baca juga : Produk Tabir Surya (Quick Review & FAQ)

---

B. Skin Care untuk Remaja

Secara keseluruhan, kualitas kulit remaja itu masih bagus, jadi ngga perlu dimacem-macemin. Apalagi pake serum yang "berat". Salah-salah justru memicu masalah baru.

Kulit kita dasarnya pintar. Dia tahu bagaimana beregenerasi dan pulih dengan sendirinya. Namun, kemampuan tersebut jadi menurun seiring bertambahnya usia kita.

Jaman sekarang, banyak produk yang menggunakan konsentrat maksimal. Kedengarannya menggiurkan, karena konsentrat tinggi menjanjikan hasil yang instan dan dramatis.

Produk-produk tersebut sebenarnya ditujukan untuk kulit dewasa yang memang butuh booster.

Kulit remaja tidak perlu overexfoliating, agen anti aging (seperti retinol), atau regimen skin care yang rumit.

Regimen skin care remaja sesimpel... cleanser - moisturizer - sunblock. Penggunaan produk pendamping mesti dipertimbangkan juga perlu atau tidaknya.

Kalau kulit kamu sangat rentan bermasalah, maka carilah produk untuk kulit sensitif. Produk-produk tersebut diformulasikan sedemikian rupa, sehingga bisa efektif tapi tetap gentle di kulit.

Baca juga : Benarkah Produk Skin Care "Alami" Pasti Lebih Baik?

---

C. Overcleansed

Poin ini saya buat untuk mengoreksi postingan lampau tentang Double Cleansing (2013). Dulu saya berpendapat bahwa double cleansing itu wajib dilakukan setiap malam. Tanpa mempedulikan kondisi kulit kita.

Mohon maaf... postingan tersebut sudah saya hapus. Tidak semua orang cocok dengan double (apalagi triple) cleansing.

Apa itu double cleansing?

Membersihkan wajah dengan dua produk (2 step-cleansing). Misal cleansing milk dan toner peringkas, minyak dan sabun wajah, cleansing cream dan sabun wajah, dst.

Yang paling gentle (untuk make up) adalah proses pembersihan dengan minyak, krim, atau balm (yang notabene lagi ngehits banget, tapi sori belum tercantum di link di bawah ini ya).

Baca juga : Bingung Pilih Produk Pembersih? Cek Quick Post Ini.

Kapan kita perlu double cleansing?

Double cleansing cukup satu kali sehari.

Idealnya, double cleansing dilakukan hanya saat kulit kita kotor banget atau untuk menghapus make up. Itupun dilakukan dengan produk yang ringan.

Di pagi hari, kita hanya perlu satu pembersih yang gentle. Bahkan bagi sebagian orang, membasuh wajah dengan air di pagi hari saja sudah cukup.

Kenapa harus hati-hati dari overcleansed?

Kita sepakat bahwa membersihkan wajah adalah step yang sangat penting. Produk sebagus dan semahal apapun bakal useless jika digunakan di kulit wajah yang ngga bersih. Tapi... itu bukan lampu hijau untuk membenarkan overcleansing.

Berlebihan membersihkan wajah dapat merusak skin barrier kita.

Skin barrier yang terganggu membuat kulit jadi rentan bermasalah (break out, iritasi, infeksi, dst).

Salah satu fungsi skin barrier adalah melindungi kulit dengan membunuh bakteri, sebelum bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh.

Jadi, cuci muka berlebihan saat kulit berjerawat (bermasalah) hanya memperparah kondisi kulit. Karena saat pH kulit tidak stabil, bakteri penyebab jerawat malah tumbuh subur dan kemampuan kulit untuk pulih pun menurun.

Baca juga : Jangan Merawat dan Mengatasi Jerawat dengan Cara "Alami" Ini

--

Tentang Micellar Water

Saya sudah klop banget dengan micellar water. Ngga tau deh mesti bersihin muka pake apa kalau ngga ada produk ini (wkwk lebaay).

Cara saya membersihkan wajah simpel banget (karena mager sih tepatnya). Yaitu mengusap wajah dengan kapas yang sudah dibasahi micellar water, diamkan sebentar, kemudian dilanjut dengan produk lain (mis. pelembab).

Lagipula di anjuran pakainya, produk tersebut tidak perlu dibilas.

Sebelumnya, bagi saya cara itu fine-fine aja...

Sampai akhirnya saya dapat komen dari Desty Widyani dan Cici Diajeng.


Sempet bingung. Kok bisa? Micellar water bukannya ringan di kulit ya?

Hmmm...

((...SETAHUN KEMUDIAN...))

Kulit saya jadi kering banget. Padahal ngga ada perubahan berarti dari regimen skin care yang saya lakukan.

Ada apa dengan Cleansing Water?

Selain cocok-cocokan, kadang kita lupa... Walau ringan, cleansing water tetap mengandung agen pembersih (surfactant) yang berfungsi memecah dan meluruhkan kotoran.

Jadi, di sebagian orang, produk ini ngga bisa didiamkan begitu saja di permukaan kulit.

Mungkin yang kulitnya rada bebal (seperti saya) efeknya ngga langsung kelihatan. Tapi lambat laun, kulit kita jadi lebih kering dan sensitif (akibat fungsi skin barrier yang terganggu).

Ada beberapa cara untuk mengakali cleansing water. Salah satunya digunakan sebagai cleanser di step pertama, kemudian menggunakan face wash atau cleansing oil setelahnya.

Karena kulit saya gampang dehidrasi... setelah memakai micellar water, saya hanya membasuh wajah dengan air beberapa kali (tanpa sabun). Khawatir kalau agen pembersihnya masih stay di permukaan kulit.

Sejauh ini alhamdulillah tidak ada keluhan lagi.

Noted : ada yang ngasih tips micellar water digunakan sebagai face mist. Baiknya jangan ditiru ya, karena gimanapun micellar water adalah produk pembersih.

---

D. Layering

Dulu, regimen skin care kita sederhana banget, yakni pembersih, krim siang, dan krim malam (lol). Tapi makin kesini, tren skin care berlayer-layer semakin digandrungi.

Meskipun kesannya membingungkan, urutan melayer produk skin care mudah saja...
Gunakan dari yang teksturnya paling encer (ringan) ke yang paling pekat.
Kalau dijabarkan, kira-kira seperti ini...

(1) Cleanser - (Exfoliator - Mask) - Toner

Exfoliator tidak perlu digunakan setiap hari. Cukup 1-2 kali seminggu. Fungsinya untuk mengangkat sel kulit mati yang ada di permukaan kulit.

Kalaupun tidak menggunakan scrub, bisa dengan facial brush, peeling gel, atau washlap (handuk bayi) yang dibasahi air hangat.

(2) Serum.

Jika serum dioles setelah pelembab, maka akan sulit terserap kulit.

(3) Spot treatment yang hanya dioles di noda atau area tertentu (bukan sewajah).

(4) Pelembab.

(5) Sunblock atau sunscreen digunakan paling akhir.

Noted : Exfoliating toner, scrub, clay mask tidak digunakan di area mata.

--

Catatan...

Perlu ngga sih kita menggunakan Toner?

Seperti yang kita singgung di atas, regimen skin care rasa-rasanya kok makin complicated ya wkwkwk.

Sebagian orang berpendapat bahwa pH kulit mesti dimanipulasi terlebih dulu, agar produk setelahnya bisa bekerja efektif.

Anjuran ini berdasarkan statement produk akan bekerja lebih optimal di level pH tertentu.

Yang perlu kita pahami, produsen skin care tentunya sudah mengantisipasi hal tersebut. Salah satunya dengan membuat rangkaian produk dalam seri yang sama (mulai dari cleanser, toner, serum, dan pelembab), supaya active ingredient-nya bisa bekerja dan memberikan hasil yang terbaik.

Selain itu, banyak orang yang regimen skin care-nya ngga ribet (ala kadarnya), tapi kulitnya bagus-bagus saja hehe.

Intinya balik lagi, yang dipertimbangkan adalah kesesuaian fungsi toner dengan kondisi dan kebutuhan kulit.

Lebih lanjut baca juga : Perlu Toner atau Tidak?

-

Produk-produk pendamping (optional)

Selain toner, produk yang masih dipertanyakan perlu atau tidaknya adalah neck cream dan eye cream.

Untuk krim leher, banyak yang sepakat kalau formulanya ngga gitu istimewa dibanding produk perawatan wajah.

Sedangkan krim untuk area mata ada pro dan kontra-nya.

Pihak yang pro berpendapat bahwa kulit area mata lebih sensitif dan tipis (sehingga produk bisa terserap lebih dalam).

Eye cream yang ideal tentunya bebas alkohol, zat pewangi, dan ingredient lain yang berisiko mengiritasi.

Pihak yang kontra menyatakan bahwa eye cream itu hanya gimmick. Bisa-bisaan produsen aja buat bikin produk yang sebenernya ngga kita perlukan.

Jadi, kalau ada produk perawatan wajah (pelembab) yang aman untuk digunakan di area mata, silakan. Itu sudah cukup.

-

Hati-hati saat melayer produk

(1) Bisa jadi active ingredient dari serum atau krim malam yang kita gunakan tidak bekerja dengan optimal atau malah kontra dengan ingredient dari produk lain (sehingga menyebabkan iritasi).

Misal, kalau kita sudah menggunakan Retinol, tidak perlu melayer dengan produk yang mengandung AHA, BHA, Benzoyl Peroxide, dst.

(2) Tidak semua orang cocok menggunakan skin care berlayer-layer.

Lebih baik menggunakan sedikit produk skin care, tapi tepat sasaran. Ketimbang skin care berlayer-layer yang belum tentu kita butuhkan.


(3) Risiko overdoing.

Ini "totally backfired" sih...

Tanda kita berlebihan merawat kulit wajah adalah kulit semakin rentan bermasalah.


-

Sebelumnya cocok dengan produk X, tapi sekarang sudah ngga mempan?

Tipe dan kondisi kulit kita bisa berubah seiring berjalannya waktu. Entah karena faktor penuaan, sun damage, polusi, perubahan iklim, penggunaan obat-obatan tertentu, dan lainnya.

Jadi, bukan produknya ngga bagus, tapi kondisi dan kebutuhan kulit kita sudah berubah.
Jika demikian, carilah produk yang tekstur dan formulanya sesuai dengan tipe dan kondisi kulit terkini.
Ada kalanya kita harus mengganti total regimen skin care harian. Tapi kadang kita hanya perlu mengganti 1-2 produk saja (misal pembersih dan pelembab).

Baca juga : Kebiasaan Mudah Berfaidah Untuk Kulit Wajahmu

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have nice day.
6 komentar on "Skin Care itu Disesuaikan dengan Kondisi dan Kebutuhan Kulit"
  1. Hani, ak mw nanya,oatmeal apa bs menyebabkn beruntusan gt?Ak nyoba oatmeal sbg pembersih muka,tp hasilny malah kukitku jd kusam,trus muncul jerwat kecil2..pdhl ak ud ngarep banget cocok pake oatmeal.Thank's y.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sist, ngga semua orang cocok... Kata esthetician yang alergi gluten baiknya jangan pake diy skin care dari oatmeal. Wallahu a'lam. Semoga lekas membaik kondisi kulitnya, aamiin aamiin aamiin.

      Hapus
  2. Mw nanya lg Hani,kulitku kering kombinasi,kering banget di bagian U,tp gampang komedoan di bagian T.

    Mau nyari pelembab yg ad anti agingny,Hani ad rekomen pelembab bagus yg gampang di cari gk?

    Thank's Hani๐Ÿ™๐Ÿ™

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama kita berarti hahaha.

      Sebenarnya yang penting produk tsb mampu melembabkan dan/atau menghidrasi kulit (meski tanpa agen anti aging). Itu udah bantu memperlambat proses penuaan kok. Karena kulit yang terjaga kelembabannya tidak mudah muncul garis atau kerut halus.

      Bdw, kulitku juga kombinasi dengan area kering yang dominan (kemarin malah sempat dehidrasi banget). Aku udah ngga nampol pake pelembab biasa (Hada Labo Gokujyun, nyerap gitu aja). Akhirnya ganti pake essence-nya Natural Pacific (Phyto Niacin) yang mengandung hyaluronic acid dan niacinamide. Teksturnya persis seperti air. Dia bisa melembabkan kulit kering dehidrasi, tapi ngga greasy dan sejauh ini ngga bikin komedoan. Cuma ngga tau kalau di orang lain gimana ^^;

      Kalau sudah terlanjur muncul garis halus, bisa cek-cek serum/essence yang mengandung retinol atau peptide. Yang reviewnya bagus salah satunya The Ordinary Buffet (belum coba, tapi sepertinya banyak yg puas).

      Kita juga bisa pake produk pelembab biasa, tapi dibarengi treatment rutin (mis. sebulan sekali) seperti laser atau RF, untuk mengatasi tekstur kulit yang tidak rata, garis halus, dan pori-pori lebar.

      Coba browsing lebih lanjut di Female Daily Review say :D Aku udah ngga gitu update sama produk-produk hehe.

      Wallahu a'lam. Maaf kalau ngga membantu :D

      Hapus
  3. Kak, pernah coba produk snail-secretion gak? Dari Benton atau COSRX.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf baru bales, lagi jarang buka blog... Pernah, tapi Elicina.

      Hapus

Please kindly check "Frequently Asked Questions" (FAQ tab on menu bar) before asking. Thank you! ^^