What's In My Pouch?

Selasa, 23 Januari 2018

Saya ngga tau kenapa masih punya muka buat bikin postingan seperti ini haha. Soalnya ngga ada yang special dari pouch saya.

Lagian belakangan ini saya ngga pake pouch (laaah?). Barangnya sedikit, jadi tinggal diselip-selipin di kantong tas.

Eniwei, postingan ini request dari Meti (sori, baru bisa diposting sekarang).

Di tahun 2014 juga ada postingan "What's In My Pouch", tapi saya hapus karena sudah bukan saya banget :))



Ada bb cream, concealer, kertas minyak, retractable brush, lip tint, lip balm, lipstick, nano mist, parfum, hand sanitizer...

Rempong yah.

Bandingkan dengan yang sekarang...


Haha kayaknya sekarang saya lebih... cuek. Whatever will be, will be :))

Kayak gitu doang dandanan kamu?

Iya, sudah lama saya cuma pake tabir surya dan lip cream.

Kulit saya gampang kering dehidrasi. Salah-salah, bb cream atau foundation memperjelas (dan memperparah) dry patch di kulit saya. Selain itu, komedo pun rentan membludak.

Lagipula saya ngga jago dandan hehe :))

---

Lip Cream

Produk yang saya gunakan adalah Emina Creamatte Lip Cream in shade Fuzzy Wuzzy. Walau warnanya pink nude, tapi tepi bibir yang menggelap tercover dengan baik.

Secara keseluruhan Emina bagus, tapi keringnya lambat dan di awal terasa agak lengket. Trus kalau aplikasiinnya ngga rata, jadi rada menggumpal.

Kemasan Emina manis dan mungil. Bagusnya sih cepat habis, jadi ngga mubazir.


Eniweei... Saya juga ada Mizzu Valipcious Velvet Matte in shade Choco Melt. Di kulit saya, warnanya jadi cokelat peach.

Sedangkan shade Full Bloom itu salah beli hiks.

Mungkin karena waktu itu testernya rada kering, kirain warnanya natural(?), tapi bold banget ternyata... Akhirnya cuma saya pake di rumah haha :))

Seperti namanya... Full Bloom, bibir jadi kelihatan penuh banget. Warnanya juga membuat wajah terlihat segar dan cerah. Tapi sisi negatifnya, dia memperjelas tampakan jerawat dan bekasnya (clear contrast).

Deket-deket mau habis, warnanya Mizzu jadi lebih soft dibanding pas awal buka kemasan.

Pigmentasinya Mizzu bagus banget lho untuk ukuran produk lokal (menurut saya yang awam di dunia perlipkriman). Hasilnya ngga dead matte, tapi velvety gitu.

Trus dia ngga pecah juga (piring kali ah, pecah...).

Ngomong-ngomong, teman saya lebih rekomen lip cream-nya Pixy, karena di dia Mizzu kering banget. Saya pribadi nyaman-nyaman saja, tapi yang Full Bloom memang terasa lebih kering sih dibanding Choco Melt.

Oiyaa... Kalau mau hasil lip cream yang lebih soft, bisa diakali dengan menotol (3-4 titik) di bibir menggunakan aplikatornya, kemudian ratakan dengan jari. Hasilnya jadi lebih samar seperti lip tint.


Kenapa pake warna nude?

Saya berbagi cerita yang jlebb ya :"

Setelah sholat di musholla-nya Mari, saya pernah sebelahan dengan Ummahat (semoga Allah jaga beliau dan keluarga dalam kebaikan) di depan cermin besar.

Di saat saya apply ulang lipstik, Ummahat tadi memakai niqab-nya (cadar).

Kebayang ngga malunya?

Saya sih malu banget...

Sama-sama berhijab, tapi yang satu niatnya bermasalah.

Antara kata make up dan hijab saja sudah kontradiktif.

Ironis, karena sekitar 5 tahun lalu, saya bikin post tentang Trend Hijaber. Eehh ternyata hijab saya sendiri masih syar'i-syar'ian :')) #rasanyabegitusalah

Allahu yahdik (ngomong sama kaca).

Beberapa tahun terakhir memang saya fokusnya di skin care, tapi masih susah banget buat lepas dari pewarna bibir. Jadi saya coba ganti warna-warna nude (no make up make up).

Saya ngga ngejats gaes, who am I to judge :')) Ini reminder buat saya juga kok.

---

Parfum

Belakangan ini saya suka banget dengan wangi-wanginya parfum Arab hehe. Seri ladies-nya Al Rehab banyak yang bagus.

Yang paling lembut (dari yang saya punya) adalah Al Rehab White Musk.

Jadi, kalau kita papasan sama orang, aromanya ngga semerbak dan samar (tidak tahan lama). Wanginya baru kecium kalau kita cipika-cipiki atau duduk sampingan sama orang lain.

Baca juga : Parfum Arab Wangi Murah Meriah


Waktu itu Melo komen tentang Malaikat Subuh (Malikat Al Sabah, botol paling kanan). Karena penasaran, akhirnya beli deh hehe. Aromanya segar, seperti baby cologne Johnson & Johnson (iya ngga sih? cmiiw, lol). Tapi karena wanginya lumayan strong, jadi saya pake buat tidur saja :D

Baca juga : Mengatasi Bau Badan

---

Lainnya...

Standar yaa. Masker debu, tabir surya, tisu, cermin, dan hand sanitizer.


Sunscreen yang sedang saya gunakan adalah Skin Aqua.

Cara pemakaiannya, saya oles tebel-tebel di wajah dan tangan... Habis baca sana-sini, produk tabir surya kalau dioles tipis-tipis, proteksinya kurang. Lupa dicantumin di post sebelumnya.

Baca juga : Produk Tabir Surya (Quick Review & FAQ)


Terakhir~

Sebenarnya cermin pink bulat berglitter masih ada. Tapi lebih enak ngaca pake cermin panjang... supaya pucuk atau kanopi jilbabnya bisa kelihatan tanpa perlu atur jarak cermin.

Makanya masih tetap dipake walau udah picek gini hahaha.

(...kemudian hening...)

Errr... Demikian post What's in my Pouch kali ini :))

Semoga berfaedah :D
Thanks for reading and have a nice day.

Wah, Blogku Debuan!

Minggu, 21 Januari 2018

Sambil nunggu draft blog (yang tak kunjung rampung #eh), saya mau sharing-sharing aah. Sebagai selingan... Biar ngga dicariin di whatsapp :))

Oiya, saya ngga kemana-mana kok hehe. Rencananya mau bikin review dan quick post. Tapi karena cuaca mendung, saya jadi mager buat foto-foto. Kalaupun cerah, pas saya lagi di luar atau tidur siang.

Ah, alasan!

Iyaaa... Please, don't bash me :'))

---

#1 Sekelebat Info

Sekitar akhir 2017 saya menghapus puluhan post review dan beauty talk.

Jadi, mohon maaf misal kamu googling tapi tidak menemukan postingan tersebut di blog ini (404 not found).

Ih... Kok dihapus sih? Kan sayaaang...

Pertimbangannya ada dua.

(1) Saya dapat rapor merah di segi user experience (kenyamanan pengunjung), karena kualitas konten yang sekarang dan dulu jomplang banget.

Sepanjang 2017, blog ini berkali-kali kena hantam algoritma Google. Belum lagi saya dapat masukan kalau postingan lama sudah ngga relevan dengan postingan baru.

Memang banyak blogger expert yang menyarankan postingan lama (yang dapat rapor merah) dihapus saja, karena postingan itu ibarat sampah yang memberatkan blog kita.

Banyak banget sebenernya yang pengen saya hapus, tapi ntar kontennya habis :')) Sewaktu-waktu mungkin postingan ini juga bakal dihapus (kok sedih ya).

Hasilnya?

Setelah saya menghapus banyak postingan, traffic jatuh sekitar 50 %.

Tapi Alhamdulillah, walau turun jauh, sekarang traffic-nya lebih stabil.

(2) Ada hal-hal yang ingin saya koreksi dari postingan-postingan lama (beauty talk).

Jadi insyaAllah mau bikin postingan baru tentang topik serupa.

---

#2 Kelamaan Ngedit!

Hehe.

Maaf gaes, saya belum jago nulis, karena itu butuh waktu untuk merampungkan postingan :D

Jadi mesti edit berkali-kali sebelum (bahkan setelah) posting. Seperti postingan ini... diedit besokannya, karena setelah dihitung lagi traffic jatuh ngga sampe 60 %, tapi sekitar 50 % saja, lol.

Harap maklum.

---

#3 Google Adsense

Beberapa hari lalu, ada yang tanya... Dari Google Adsense dapat berapa?

Publisher dilarang menyebutkan nominal. Tapi untuk personal blog seperti ini, ngga banyak kok... Kan trafficnya tidak sebesar situs-situs raksasa (mis. portal berita).

Karena itu orang-orang pake istilah "cari receh".

Uang yang didapat ya balik lagi untuk pengelolaan blog, seperti bayar domain dan beli kuota.

---

#4 Terima Kasih atas Dukungannya

Sudah jadi rahasia umum(?), kalau blog ini banyak Silent Reader-nya.

Rasanya terharu kalau ada yang komen atau kirim email berisi support gitu MaasyaaAllah... Ternyata ada yang baca (dan suka) blog apalah-apalah ini.

Makasih man teman.

Jadi ngga enak kalau lama ngga posting.

Baca juga : Pengen Blogging, Tapi...

I hope you enjoy this blog.
Thanks for reading and have a nice day!

Untukmu yang Berhijrah

Kamis, 18 Januari 2018

Dari sekian juta orang, Allah 'Azza wa Jalla menggerakkan hatimu untuk bertaubat dan hijrah.

Kamu memutuskan hubungan yang tidak di-ridhoi Allah.
Meninggalkan hobi yang haram.
Resign dari pekerjaan yang ada unsur riba dan gharar.

Mungkin ada yang nge-bodoh-bodohin kamu.
Kamu jadi bahan gunjingan orang-orang.

"Eh gila ya, masa kamu resign? Udah enak dapat kerjaan yang mapan."

Tapi kamu mantap berkata, "Tidak. Sami'na wa atho'na (kami dengar dan kami taat). Ini yang terbaik untuk saya."

Salut, karena tidak semua orang seberani kamu.

Kamu lebih yakin dengan janji Allah, ketimbang apa yang ditawarkan dunia.
Ketika kamu mengambil keputusan dengan melibatkanNya, lalu melepaskan sesuatu yang kamu senangi karena alasan-alasan syar'i, JANGAN TAKUT! Karena Allah akan menggantinya untukmu, bahkan lebih. (Unknown)
Perubahan yang kamu alami pun memicu konflik dengan pasangan, keluarga, dan teman... karena sudah tidak satu frekuensi.

Di waktu-waktu mustajab kamu sampai nangis-nangis mendoakan mereka.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman (yang artinya),
"Sungguh engkau tidak dapat memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang engkau kasihi, tapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk." (QS. Al Qashash, ayat 56)
Tidak berhenti sampai di situ...

Kamu dilabel lebay, kaku, munafik, merasa paling suci, dan seterusnya.

Ingin membela diri, tapi sadar kalau urusan akhlak dan adab memang masih perlu diperbaiki.

Gapapa, gapapa...

Allah menghargai sekecil apapun perubahanmu.

Pelan tapi pasti... Allah bantu kamu untuk membenahi diri, hingga kamu jadi lebih baik dari sebelumnya.

Makin kesini, kamu pun bertanya-tanya, "Kok ujiannya tambah banyak ya?"

Iya, kan sudah Allah firmankan dalam surat Al Ankabut ayat 2 (yang artinya),
"Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan begitu saja setelah mengatakan, 'kami telah beriman' dan mereka tidak diuji?"
Pasti diuji.

Supaya tampak, mana yang benar-benar jujur dengan hijrahnya.

Kalau kamu merasa tidak kuat, banyak-banyak istighfar dan ingat sedari awal Allah tahu kamu mampu.

فَصَبْرٌ جَمِيلٌ  ۖ  وَاللَّهُ الْمُسْتَعَانُ
"...Maka bersabar itulah yang terbaik (bagiku). Dan hanya kepada Allah aku memohon pertolongan..." (QS. Yusuf 12, ayat 18)
Tersenyumlah, karena masa-masa ini yang akan jadi salah satu hujjah-mu di Akhirat.

Hanya Allah yang bisa memberi ganjaran terbaik atas kesabaranmu.

Sungguh Allah tidak pernah menyalahi janji.

I hope this makes you feel better.
Lots of love and have a nice day.

Skin Care itu Disesuaikan dengan Kondisi dan Kebutuhan Kulit

Rabu, 10 Januari 2018

Inti postingan ini memang ada di judul kok haha :D Tapi kalau kamu penasaran(?) dengan rinciannya, silakan baca lebih lanjut.

A. Usia dan Skin Care

Saat browing produk skin care, seringkali kita menemukan pertanyaan...

"Cocok ngga buat aku yang usianya sekian?"

Sebenarnya, tolok ukur untuk memilih skin care bukan berdasarkan usia. Hanya saja, kalau digeneralisir, memang ada masalah kulit yang umum dialami kelompok usia tertentu.

Remaja

Kulit berminyak dan berjerawat.

Kualitas kulit bagus. Kalaupun berjerawat, umumnya disebabkan karena faktor hormonal.

Baca juga : 15 Gosip Seputar Jerawat

-

20-an

Tanda-tanda penuaan mulai muncul di rentang usia 20-an.

Biasanya, elastisitas kulit mulai menurun di usia 25 tahun.

Jika tidak dirawat dan diproteksi dari sinar UV, maka bisa mempercepat proses penuaan.

-

30-an

Tanda penuaan semakin nyata.

Muncul garis halus di sekitar mata dan dahi.

Fokus di produk anti aging dan hidrasi.

Rutin eksfoliasi (1-2x seminggu), karena regenerasi sel kulit melambat.

-

40-an

Kulit menjadi kering, tipis, dan lebih ringkih.

Keriput dan kerut halus muncul.

Kulit jadi lebih rentan dari pengaruh lingkungan (terik matahari, polusi, radikal bebas lainnya, dst).

-

50-an

Efek sun damage semakin jelas. Flek bermunculan, pori-pori semakin lebar, kulit kendor, dan berkeriput.

--

Prioritas produk skin care di usia berapapun adalah...

(1) Pembersih yang ringan - (2) Moisturizer - (3) Sunblock.

Kulit yang terjaga kelembabannya akan tampak lebih sehat dan muda.

Baca juga : Beberapa Pertanyaan Seputar Skin Care (2016)

Sedangkan produk yang sifatnya optional...

Remaja

Exfoliator, clay mask, spot/acne spot treatment yang mengandung Salicylic Acid atau Benzoyl Peroxide, dan kertas minyak.

Baca juga : Kertas Minyak : Acnes, Clean & Clear, Ovale, dan Oxy

-

20-30an

Serum yang kaya antioksidan, mengandung active ingredient, dan tekstur yang ringan.

Toner.

Exfoliating acid (AHA, BHA).

Clay mask untuk tipe kulit berminyak.

Hydrating/moisturizing face mask.

Spot treatment dan/atau eye cream.

-

40-50an

Fokus di melembabkan. Bisa menggunakan serum, facial oil, moisturizing/hydrating booster dan/atau eye cream. Produk yang direkomendasikan biasanya mengandung Retinol atau Peptide.

Baca juga : Kulit Dehidrasi dan Cara Mengatasinya

Dari jabaran di atas, bisa kita lihat... Kadang problem yang dialami kelompok usia 30-an, sudah dialami oleh seseorang yang usianya masih 20-an.

Jadi, misal usia kamu 24 tahun, tapi sudah muncul garis atau kerut halus di area mata, dahi, dan bibir ya tidak apa-apa menggunakan produk yang mengandung agen anti aging (karena memang sudah butuh).
Patokan paling pas untuk memilih produk skin care bukan usia, tapi tipe dan kondisi kulit.
Eniwei...

Tanda-tanda penuaan bisa muncul di usia yang berbeda bagi setiap orang.

Saat berbicara tentang perawatan anti aging, maka yang pertama kali kita pikirkan bukan Retinol, Peptide, Vitamin C, dan lainnya... Tapi SUNBLOCK dan GAYA HIDUP.

Orang yang tidak menggunakan tabir surya, kulitnya lebih cepat menua dibanding orang-orang yang telaten pake sunblock.

Baca juga : Produk Tabir Surya (Quick Review & FAQ)

---

B. Skin Care untuk Remaja

Secara keseluruhan, kualitas kulit remaja itu masih bagus, jadi ngga perlu dimacem-macemin. Apalagi pake serum yang "berat". Salah-salah justru memicu masalah baru.

Kulit kita dasarnya pintar. Dia tahu bagaimana beregenerasi dan pulih dengan sendirinya. Namun, kemampuan tersebut jadi menurun seiring bertambahnya usia kita.

Jaman sekarang, banyak produk yang menggunakan konsentrat maksimal. Kedengarannya menggiurkan, karena konsentrat tinggi menjanjikan hasil yang instan dan dramatis.

Produk-produk tersebut sebenarnya ditujukan untuk kulit dewasa yang memang butuh booster.

Kulit remaja tidak perlu overexfoliating, agen anti aging (seperti retinol), atau regimen skin care yang rumit.

Regimen skin care remaja sesimpel... cleanser - moisturizer - sunblock. Penggunaan produk pendamping mesti dipertimbangkan juga perlu atau tidaknya.

Kalau kulit kamu sangat rentan bermasalah, maka carilah produk untuk kulit sensitif. Produk-produk tersebut diformulasikan sedemikian rupa, sehingga bisa efektif tapi tetap gentle di kulit.

Baca juga : Benarkah Produk Skin Care "Alami" Pasti Lebih Baik?

---

C. Overcleansed

Poin ini saya buat untuk mengoreksi postingan lampau tentang Double Cleansing (2013). Dulu saya berpendapat bahwa double cleansing itu wajib dilakukan setiap malam. Tanpa mempedulikan kondisi kulit kita.

Mohon maaf... postingan tersebut sudah saya hapus. Tidak semua orang cocok dengan double (apalagi triple) cleansing.

Apa itu double cleansing?

Membersihkan wajah dengan dua produk (2 step-cleansing). Misal cleansing milk dan toner peringkas, minyak dan sabun wajah, cleansing cream dan sabun wajah, dst.

Yang paling gentle (untuk make up) adalah proses pembersihan dengan minyak, krim, atau balm (yang notabene lagi ngehits banget, tapi sori belum tercantum di link di bawah ini ya).

Baca juga : Bingung Pilih Produk Pembersih? Cek Quick Post Ini.

Kapan kita perlu double cleansing?

Double cleansing cukup satu kali sehari.

Idealnya, double cleansing dilakukan hanya saat kulit kita kotor banget atau untuk menghapus make up. Itupun dilakukan dengan produk yang ringan.

Di pagi hari, kita hanya perlu satu pembersih yang gentle. Bahkan bagi sebagian orang, membasuh wajah dengan air di pagi hari saja sudah cukup.

Kenapa harus hati-hati dari overcleansed?

Kita sepakat bahwa membersihkan wajah adalah step yang sangat penting. Produk sebagus dan semahal apapun bakal useless jika digunakan di kulit wajah yang ngga bersih. Tapi... itu bukan lampu hijau untuk membenarkan overcleansing.

Berlebihan membersihkan wajah dapat merusak skin barrier kita.

Skin barrier yang terganggu membuat kulit jadi rentan bermasalah (break out, iritasi, infeksi, dst).

Salah satu fungsi skin barrier adalah melindungi kulit dengan membunuh bakteri, sebelum bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh.

Jadi, cuci muka berlebihan saat kulit berjerawat (bermasalah) hanya memperparah kondisi kulit. Karena saat pH kulit tidak stabil, bakteri penyebab jerawat malah tumbuh subur dan kemampuan kulit untuk pulih pun menurun.

Baca juga : Jangan Merawat dan Mengatasi Jerawat dengan Cara "Alami" Ini

--

Tentang Micellar Water

Saya sudah klop banget dengan micellar water. Ngga tau deh mesti bersihin muka pake apa kalau ngga ada produk ini (wkwk lebaay).

Cara saya membersihkan wajah simpel banget (karena mager sih tepatnya). Yaitu mengusap wajah dengan kapas yang sudah dibasahi micellar water, diamkan sebentar, kemudian dilanjut dengan produk lain (mis. pelembab).

Lagipula di anjuran pakainya, produk tersebut tidak perlu dibilas.

Sebelumnya, bagi saya cara itu fine-fine aja...

Sampai akhirnya saya dapat komen dari Desty Widyani dan Cici Diajeng.


Sempet bingung. Kok bisa? Micellar water bukannya ringan di kulit ya?

Hmmm...

((...SETAHUN KEMUDIAN...))

Kulit saya jadi kering banget. Padahal ngga ada perubahan berarti dari regimen skin care yang saya lakukan.

Ada apa dengan Cleansing Water?

Selain cocok-cocokan, kadang kita lupa... Walau ringan, cleansing water tetap mengandung agen pembersih (surfactant) yang berfungsi memecah dan meluruhkan kotoran.

Jadi, di sebagian orang, produk ini ngga bisa didiamkan begitu saja di permukaan kulit.

Mungkin yang kulitnya rada bebal (seperti saya) efeknya ngga langsung kelihatan. Tapi lambat laun, kulit kita jadi lebih kering dan sensitif (akibat fungsi skin barrier yang terganggu).

Ada beberapa cara untuk mengakali cleansing water. Salah satunya digunakan sebagai cleanser di step pertama, kemudian menggunakan face wash atau cleansing oil setelahnya.

Karena kulit saya gampang dehidrasi... setelah memakai micellar water, saya hanya membasuh wajah dengan air beberapa kali (tanpa sabun). Khawatir kalau agen pembersihnya masih stay di permukaan kulit.

Sejauh ini alhamdulillah tidak ada keluhan lagi.

Noted : ada yang ngasih tips micellar water digunakan sebagai face mist. Baiknya jangan ditiru ya, karena gimanapun micellar water adalah produk pembersih.

---

D. Layering

Dulu, regimen skin care kita sederhana banget, yakni pembersih, krim siang, dan krim malam (lol). Tapi makin kesini, tren skin care berlayer-layer semakin digandrungi.

Meskipun kesannya membingungkan, urutan melayer produk skin care mudah saja...
Gunakan dari yang teksturnya paling encer (ringan) ke yang paling pekat.
Kalau dijabarkan, kira-kira seperti ini...

(1) Cleanser - (Exfoliator - Mask) - Toner

Exfoliator tidak perlu digunakan setiap hari. Cukup 1-2 kali seminggu. Fungsinya untuk mengangkat sel kulit mati yang ada di permukaan kulit.

Kalaupun tidak menggunakan scrub, bisa dengan facial brush, peeling gel, atau washlap (handuk bayi) yang dibasahi air hangat.

(2) Serum.

Jika serum dioles setelah pelembab, maka akan sulit terserap kulit.

(3) Spot treatment yang hanya dioles di noda atau area tertentu (bukan sewajah).

(4) Pelembab.

(5) Sunblock atau sunscreen digunakan paling akhir.

Noted : Exfoliating toner, scrub, clay mask tidak digunakan di area mata.

--

Catatan...

Perlu ngga sih kita menggunakan Toner?

Seperti yang kita singgung di atas, regimen skin care rasa-rasanya kok makin complicated ya wkwkwk.

Sebagian orang berpendapat bahwa pH kulit mesti dimanipulasi terlebih dulu, agar produk setelahnya bisa bekerja efektif.

Anjuran ini berdasarkan statement produk akan bekerja lebih optimal di level pH tertentu.

Yang perlu kita pahami, produsen skin care tentunya sudah mengantisipasi hal tersebut. Salah satunya dengan membuat rangkaian produk dalam seri yang sama (mulai dari cleanser, toner, serum, dan pelembab), supaya active ingredient-nya bisa bekerja dan memberikan hasil yang terbaik.

Selain itu, banyak orang yang regimen skin care-nya ngga ribet (ala kadarnya), tapi kulitnya bagus-bagus saja hehe.

Intinya balik lagi, yang dipertimbangkan adalah kesesuaian fungsi toner dengan kondisi dan kebutuhan kulit.

Lebih lanjut baca juga : Perlu Toner atau Tidak?

-

Produk-produk pendamping (optional)

Selain toner, produk yang masih dipertanyakan perlu atau tidaknya adalah neck cream dan eye cream.

Untuk krim leher, banyak yang sepakat kalau formulanya ngga gitu istimewa dibanding produk perawatan wajah.

Sedangkan krim untuk area mata ada pro dan kontra-nya.

Pihak yang pro berpendapat bahwa kulit area mata lebih sensitif dan tipis (sehingga produk bisa terserap lebih dalam).

Eye cream yang ideal tentunya bebas alkohol, zat pewangi, dan ingredient lain yang berisiko mengiritasi.

Pihak yang kontra menyatakan bahwa eye cream itu hanya gimmick. Bisa-bisaan produsen aja buat bikin produk yang sebenernya ngga kita perlukan.

Jadi, kalau ada produk perawatan wajah (pelembab) yang aman untuk digunakan di area mata, silakan. Itu sudah cukup.

-

Hati-hati saat melayer produk

(1) Bisa jadi active ingredient dari serum atau krim malam yang kita gunakan tidak bekerja dengan optimal atau malah kontra dengan ingredient dari produk lain (sehingga menyebabkan iritasi).

Misal, kalau kita sudah menggunakan Retinol, tidak perlu melayer dengan produk yang mengandung AHA, BHA, Benzoyl Peroxide, dst.

(2) Tidak semua orang cocok menggunakan skin care berlayer-layer.

Lebih baik menggunakan sedikit produk skin care, tapi tepat sasaran. Ketimbang skin care berlayer-layer yang belum tentu kita butuhkan.


(3) Risiko overdoing.

Ini "totally backfired" sih...

Tanda kita berlebihan merawat kulit wajah adalah kulit semakin rentan bermasalah.


-

Sebelumnya cocok dengan produk X, tapi sekarang sudah ngga mempan?

Tipe dan kondisi kulit kita bisa berubah seiring berjalannya waktu. Entah karena faktor penuaan, sun damage, polusi, perubahan iklim, penggunaan obat-obatan tertentu, dan lainnya.

Jadi, bukan produknya ngga bagus, tapi kondisi dan kebutuhan kulit kita sudah berubah.
Jika demikian, carilah produk yang tekstur dan formulanya sesuai dengan tipe dan kondisi kulit terkini.
Ada kalanya kita harus mengganti total regimen skin care harian. Tapi kadang kita hanya perlu mengganti 1-2 produk saja (misal pembersih dan pelembab).

Baca juga : Kebiasaan Mudah Berfaidah Untuk Kulit Wajahmu

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have nice day.