Being Kind Is A Good Thing

Sabtu, 29 Desember 2018

Bismillah...
"Dan Tuhanmu tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zhalim, selama penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan." (QS. Hud, ayat 117)
---

Dari Abu Said al-Khudry radhiyallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda (yang artinya)...

"Sedekah yang disembunyikan akan memadamkan kemurkaan Allah Subhanahu wa Ta'ala, silaturahim akan menambah umur, dan melakukan kebaikan akan menjaga dari berbagai kejelekan yang menimpa."

(Shahih Jami' 3760, Shahih Al Albani)

---

Sufyan Ats Tsaury rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Apabila engkau hendak bersedekah, berbuat baik, atau beramal shalih, maka segera laksanakan pada saat itu... Sebelum syaithan datang dan menghalangi dirimu untuk melakukannya."

(Hilyatul Auliya', 7/61)

---

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Wajib bagi seorang hamba untuk bersedekah dan berbuat baik semampunya.

Karena yang demikian ini memiliki pengaruh yang sangat bagus untuk mencegah malapetaka, terkena 'ain, dan kejelekan orang yang hasad.

Dan kalau seandainya tidak ada (bukti) dalam masalah ini, kecuali pengalaman dari umat terdahulu maupun yang datang belakangan, niscaya itu saja sudah cukup (sebagai bukti).

Hampir-hampir penyakit 'ain, hasad, dan gangguan tidak bisa menguasai orang yang (suka) berbuat baik serta gemar bersedekah."

(Badail Fawaid 2/243)

---

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Sesungguhnya seorang mukmin yang bertawakkal kepada Allah...

Jika hamba-hamba Allah melancarkan makar terhadapnya, maka sungguh Allah akan membuatkan balasan makar untuknya dan membelanya...

Tanpa perlu hamba tersebut mengeluarkan daya dan kekuatan dari dirinya sendiri."

(I'lamul Muwaqqi'in 3/220 shahihfiqih)

---

Kutipan dari @ghurabaafidunya...

"Jangan remehkan kebaikan dan sunnah sekecil apapun.

Perempuan itu tidak pernah tahu pakaian syar'i dan cadarnya menjadi penyebab perempuan lain terenyuh, kenapa sampai detik ini belum menutup aurat.

Semangatmu ketika menuntut ilmu tak pernah tahu akan menyentuh hati saudaramu yang sedang futur.

Kita mungkin tidak tahu salam dan senyuman hangat yang kita beri bisa menguatkan yang sedang terluka.

Sang anak tidak pernah tahu, istiqomah dan kesabarannya berjalan di atas sunnah mampu melunakkan hati orang tuanya.

Jangan remehkan kebaikan sekecil apapun, selain kita tidak pernah tahu amal mana yang akan membawa kita ke Jannah, kita juga tidak pernah tahu amalan mana yang kita lakukan dapat memberikan impact kepada orang lain.

Sebab amalan yang ikhlas hanya kepada Allah bisa menjadi ladang dakwah tanpa kata."

---

Doa Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu...

ْاللهُمَّ اجْعَلْ عَمَلِي كُلَّهُ صَالِحًا، وَاجْعَلْهُ لِوَجْهِكَ خَالِصًا، وَلاَ تَجْعَل لأَِحَدٍ فِيْهِ شَيْئًا

Allahummaj'al 'amali kullahu shoolihan, waj'al hu liwaj'hika kholishon, wa laa taj'al li ahadin fihi syai'an.

"Ya Allah, jadikanlah seluruh amalku sebagai amal yang shalih, ikhlas karena mengharap Wajah-Mu, dan janganlah Engkau jadikan di dalam amalku bagian untuk selain-Mu."


Baca juga : Kebaikan Akan Mengundang Keberkahan

Barakallahu fiikunna.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Sharing Tentang Iklan Di Blog

Rabu, 26 Desember 2018

Bismillah...

Mohon maaf sebelumnya...

Tolong dipahami ini adalah koreksi atas postingan-postingan lama saya.

Mudah-mudahan juga bisa jadi bahan pertimbangan bagi muslim yang sedang browsing tentang penghasilan iklan (mis. Adsense), khususnya di blog.

Sebelumnya saya pikir buat apa posting tentang ini, karena mungkin sudah pada tahu.

Saya juga sungkan sharing panjang lebar, karena ini topik yang sangat sensitif bagi sebagian orang.

Tapi rupanya sampai sekarang lebih banyak yang belum tahu...

---

Dulu kamu kemana aja?

Pas awal-awal browsing tentang Adsense, jawaban yang saya dapat rata-rata ngambang gitu.

Ngga ada yang tegas bilang : tidak boleh.

Karena praktiknya kita menyediakan tempat untuk menyiarkan iklan.

Selama bisa dikontrol, sepertinya ngga masalah. Wallahu a'lam.

Kenyataannya... Bagi saya pribadi, sangat sulit untuk mengontrol iklan yang muncul di Google Adsense.

Kita mesti rutin setiap hari mencekal puluhan atau bahkan ratusan iklan-iklan yang tidak relevan.

Ini lumayan menyita waktu bdw.

Apalagi banyak banget iklan dengan kata-kata yang tak pantas dari domain [.ru].

Bingung juga... Ngga tahu kenapa bisa lolos dari sistemnya Google.

Sudah dicekal, tapi tetap subur. Muncul lagi dengan akun baru ckck...

Ada juga iklan riba (mis. pinjaman online), perempuan buka aurat, dll.

Di bahasan fiqih muamalah, iklan seperti ini dilarang, karena jatuhnya tolong-menolong dalam kemaksiatan.
"Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksa-Nya." (QS. Al Maidah, ayat 2)
---

Hmmm... Banyak tuh yang pake model perempuan juga buat jualan jilbab.

Ngomong-ngomong, seller gamis syar'i yang paham dan hati-hati biasanya ngga pake model untuk jualan.

Set gamisnya digantung di hanger atau dipasang di manakin tanpa kepala.

---

Noted

Kalau traffic blog kita ngga besar, kadang duit dari iklan ngga sebanding dengan effort yang kita keluarkan untuk mengelola blog.

Cara yang lebih menghasilkan untuk monetisasi blog adalah paid review, link afiliasi, dan jual produk.

---

Akhir kata...

"Sesungguhnya tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena ketaqwaan kepada Allah Ta'ala, kecuali Allah pasti akan memberikan sesuatu (sebagai pengganti) yang lebih baik darinya." (HR. Ahmad no. 20739)

Hanya Allah yang memberi taufiq.

Barakallahu fiikum.

Thanks for reading and have a nice day.

Berpikirlah Terlebih Dahulu

Minggu, 23 Desember 2018

Bismillah...

Imam Syafi'i rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Jika engkau hendak berkata, maka berpikirlah terlebih dahulu.

Jika yang nampak adalah kebaikan (mashlahat), maka ucapkanlah perkataan tersebut.

Namun jika yang nampak adalah keburukan atau bahkan engkau ragu-ragu, maka tahanlah dirimu (dari mengucapkan perkataan tersebut)."

(Asy-Syarhul Kabir 'Alal Arba'in An-Nawawiyah)

---

Tidak semua hal harus kita komentari.

Tidak semua yang kita ketahui harus disampaikan.

Berpikirlah dahulu sebelum berbicara...

Pertimbangkan mashlahat dan mudharatnya.

Kalau kita yakin bahwa azab kubur itu benar, hisab amal itu benar, neraka itu ada... maka kita akan banyak menahan lisan dan tulisan kita.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa menjaga kita dalam kebaikan.

Barakallahu fiikunna.

Thanks for reading and have a nice day.

Antara Blogging & Menulis

Senin, 17 Desember 2018

Bismillah...

Ini quick post :  "What I wish I knew before blogging" -versi saya, lol.

Setelah sekian lama "blogging", yang bisa saya simpulkan...
Blogging dan menulis adalah dua hal yang berbeda.
Blogging itu tidak sekadar menulis.

Kamu mesti mengembangkan traffic, membangun audience, dan mempromosikan artikel di social media.

Sedangkan menulis (bener-bener pure menulis)... tidak perlu memikirkan itu semua.

Kita bahkan bisa menulis di notes hp dan jurnal harian.

---

What I wish I knew before "blogging"

Kita mesti punya tujuan yang clear.
Ingin blogging atau menulis di blog?
Jangan berharap yang muluk-muluk kalau tujuan kita hanya sekadar nulis suka-suka di blog.

Sudah jadi rahasia umum, supaya blog bisa eksis kita harus...

(1) Mengikuti tuntutan standar kualitas konten dari mbah Google.

(2) Geluti topik yang sering dicari oleh orang-orang.

(3) Belajar SEO, Google Analytic, dan keyword planner.

(4) Punya strategi untuk promosi artikel dan bangun network.

---

"Jyah, ribet! Tapi gimana yaa sist... Nulis doang ngga ada yang baca, berasa ngomong sama tembok!"

Yaudah, coba nulis di social media...

Kemudian cantumkan link blog di bio untuk memudahkan followers yang ingin baca-baca tulisan kamu lebih lanjut.

FYI, social media masih jadi tempat favorit untuk memposting tulisan, karena kita tidak perlu memikirkan segala keribetan dalam mengelola blog.

Apalagi akses untuk memperoleh feedback dan kenalan baru di social media lebih mudah daripada blog.

---

Kalau kamu?

...ternyata saya lebih suka menulis, daripada blogging.

Belakangan ini saya lebih sering menulis di notes hp, dibanding blog hehe.

Mungkin (mungkin lho yaa) yang membuat sebagian blogger hilang semangat, bahkan tumbang adalah...

Pada dasarnya kita hanya ingin menulis... itu saja.

Ngga harus berurusan dengan algoritma Google, ranking situs, jumlah ini, jumlah itu, dan seterusnya.

Maka ngga heran, kalau banyak yang beralih ke social media (sharing resep, tips, pengalaman, dll), karena memang lebih praktis.

Intinya... kalau kamu hobi menulis, cari platform yang memudahkan kamu untuk mengasah keterampilan dan mengeksplor kreativitas (tsah~). Entah itu blog, penulis tamu di situs besar, atau social media seperti instagram dan facebook.

Sedangkan untuk "blogging" jaman sekarang bener-bener harus all-out kalau mau stand out.

Wallahul musta'an.

Semoga berfaidah.
Thanks for reading and have a nice day!

Penyaluran Harta Riba (Bunga)

Selasa, 11 Desember 2018

Bismillah..

Biasanya kita meremehkan bunga yang ditambah ke tabungan.

Toh bunganya ngga seberapa. Bakal terpotong dengan biaya administrasi bulanan.

Ternyata pemahaman seperti ini keliru...
Biaya administrasi memang dipotong dari tabungan kita, tapi tidak mengeluarkan dosa riba dari bunga yang kita terima.
Tambahan bunga yang ada sejatinya bukan harta kita, maka tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi (mis. biaya administrasi bulanan).

Selain itu, sedekah tidak bisa "mencuci" harta haram.

Harta haram yang kita peroleh tidak berubah menjadi halal, hanya karena disedekahkan sebagian.

Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah Zat yang thayyib (baik) dan hanya menerima yang thayyib.

Harta haram mesti disalurkan ke fakir miskin, dikembalikan ke pemiliknya, atau dikeluarkan untuk fasilitas umum dan sejenisnya (cmiiw). [1][2]

---

Menyimpan Uang

Biasanya sistem payroll dari perusahaan harus ke bank konvensional.

Ada yang begitu terima gaji langsung ditarik (tidak dibiarkan mengendap berbunga).

Ada juga yang simpan uang di rumah (uang puluhan juta sekarang hanya sekian gepok). Kemudian begitu sampai nominal tertentu, dibelikan emas, diputar untuk usaha, atau beli aset.

Kalau darurat... Contoh, uang kamu sekitar 1 trilyun, dan khawatir bahaya jika disimpan di rumah, maka bisa buka rekening di bank syariah dengan Akad Wadiah (tidak diniatkan untuk mencari bunga; tanpa bonus atau penambahan nilai).

Jelasnya ikuti kajian fiqih muamalah yaa teman-teman...

---

Mengeluarkan Dana Riba

Hitung jumlah bunga yang kita terima (bisa minta print out rekening koran), lalu keluarkan bunganya.

Salurkan untuk fasilitas umum, seperti perbaikan jalan, selokan, jembatan, dan lainnya.

Beberapa cara yang pernah dishare...

(1) Menyalurkan ke RT/RW untuk perbaikan jalan kompleks perumahannya.

(2) Menyalurkan ke masjid. Tapi kotaknya terpisah gitu...


Masjid Raya Bintaro Jaya.
Tangerang Selatan, Banten.
Foto dari @xbank.indonesia

(3) Transfer ke rekening khusus penyaluran harta riba.

Rekening Penyaluran Harta Riba dan Syubhat (samar haram/halalnya)

Bank Syariah Mandiri (BSM)

Kode Bank 451

748 000 6668

Atas Nama Al Ilmu Ribhat

Konfirmasi 0838 0662 4622

---

Wallahul musta'an.
Barakallahu fiikunna.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day!

Benih Yang Meleburkan

Minggu, 09 Desember 2018

Bismillah...

Beberapa catatan tentang istighfar dan dzikir...
Sungguh benar-benar akan ada seorang hamba yang datang pada hari Kiamat, dengan amal-amal keburukan yang besarnya seperti gunung-gunung, lalu ia dapati lisannya telah meluluhlantakkannya dengan banyaknya dzikir kepada Allah. (Ibnul Qayyim rahimahullah) [1]
Al Hasan Al Bashri rahimahullah berkata...

"Perbanyaklah istighfar di rumah-rumah, meja-meja makan, jalan-jalan, pasar-pasar dan majelis-majelis kalian di manapun kalian berada. Karena kalian tidak tahu kapan turunnya pengampunan Allah." (Jami' Al-ulum wal hikam)

---

Istighfar membuka pintu solusi dan jalan rezeki
"Dan hendaklah kamu meminta ampun (istighfar) kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan." (QS. Hud, ayat 3)
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam mengabarkan bahwa memperbanyak istighfar dapat memberi jalan keluar dan merupakan salah satu kunci rezeki.
"Barang siapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya, dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (HR. Ahmad dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu)
Suatu hari ada orang yang mengadu kepada Al Hasan Al Bashri rahimahullah tentang lamanya paceklik, maka beliaupun berkata, "Beristighfarlah kepada Allah."

Kemudian datang lagi orang yang mengadu tentang kemiskinan, beliaupun memberi solusi, "Beristighfarlah kepada Allah."

Terakhir ada yang meminta agar didoakan punya anak, Al Hasan menimpali, "Beristighfarlah kepada Allah."

Ar-Rabi' bin Shabih yang kebetulan hadir di situ bertanya, "Kenapa engkau menyuruh mereka semua untuk beristighfar?"

Maka Al Hasan Al Bashri pun menjawab, "Aku tidak mengatakan hal itu dari diriku sendiri. Namun sungguh Allah telah berfirman dalam surat Nuh: 
Aku (Nabi Nuh) berkata (pada mereka), "Beristighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit. Dan Dia akan memperbanyak harta serta anak-anakmu, juga mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu." [2]
---

Dosa Jariyah

Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla tidak hanya mencatat amal perbuatan yang kita lakukan, namun Allah juga mencatat semua pengaruh dari perilaku kita.
Ingat, kendatipun kita telah meninggal, pengaruh dari perbuatan kita tetap dicatat oleh Allah 'Azza wa Jalla. (Ustadz Ammi Nur Baits)
Kebayang ngga betapa mengerikannya?

Yang dulu mungkin kita pernah mengeluarkan pendapat nyeleneh, kemudian diikuti orang-orang dan dijadikan dalih untuk membenarkan maksiatnya.

Mungkin dulu kita pernah memfasilitasi orang lain untuk bermaksiat.

Mungkin kita pernah sebar hoax, gosip, dan memulai ajang debat di social media.

Mungkin kita pernah memakai "hijab" yang modis (tidak sesuai dengan tuntunan syariat) dan berhias di depan publik, lalu ada muslimah lain yang terinspirasi untuk mengikuti gaya kita?

Yang menurut kita sepele seperti pujian, "Bagus ya warna lipstiknya." Trus dia juga jadi tergerak untuk menggunakan lipstik itu untuk tujuan tabarruj.

Kita ikut menanggung dosa mereka, tanpa mengurangi dosa yang bersangkutan.

Naudzubillah.
Bdw, dandan dan pakai parfumnya di rumah saja yaa ukhti shalihat...
Baca juga :

Foundation Free

Lipstick Free

---

Perbanyak Istighfar

Demi Allah, kita sangat butuh untuk sering-sering istighfar. Mumpung masih hidup...

Jangan malu untuk istighfar meski sedang di tempat umum, karena suara bisa dilirihkan. Itu was-was dari syaithan yang menghalang-halangi kita untuk beramal.

Kalau merasa aneh mungkin juga karena belum terbiasa.

Maka doa minta sama Allah untuk difasihkan dan dimudahkan untuk berdzikir. Tentunya dzikir yang sesuai tuntunan dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam.

Allah Maha Pengampun... Cuma ya gimana kalau kita sendiri kepedean dan santai-santai. Ngga merasa ada yang salah, ngga minta ampun, dan ngga memperbaiki diri? 🌧️

Nyesel gaes, kalau kita ngga banyak-banyak istighfar.

Catatan dosa kita itu banyak sekali. Dimulai dari baligh hingga sekarang. Baik yang kita sadari, maupun tidak.

---

Akhir kata

Ada ungkapan dari Ummul Mukminin yang bisa jadi motivasi kita...
Beruntunglah bagi orang yang buku catatan amalnya banyak diisi dengan istighfar. (Aisyah radhiyallahu 'anha)
Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak menyia-nyiakan sekecil apapun amalan yang kita lakukan.

Setiap benih istighfar yang kita tanam hari ini, insyaAllah akan kita tuai di dunia dan akhirat.

Hanya Allah yang memberi taufiq.

Maafin aku juga ya teman-teman...

Barakallahu fiikunna.
Thanks for reading and have a nice day!

Kulit Bermasalah Setelah Ganti Produk Skin Care

Jumat, 07 Desember 2018

Bismillah...

Halo, halo!

Beberapa waktu lalu ada teman saya yang kulitnya bermasalah setelah ganti skin care. Qadarullah saya juga mengalami hal yang sama hehe.

Teman saya dari krim dokter (skin care klinik kecantikan), ganti ke skin care alami/organik.

Sedangkan saya, produk sebelumnya ngga kenapa-kenapa, bagus banget maasyaaAllah. Tapi setelah mempertimbangkan akses beli (mesti online), mungkin lebih baik menggunakan produk yang gampang didapat saja.

---

Kesalahan saya...

Tidak ada jeda saat ganti produk skin care baru.

Idealnya, kulit diistirahatkan dulu sebelum ganti.

Kalaupun tidak dijeda, baiknya diselang-seling. Misal digunakan 3 hari sekali selama 2 minggu (cmiiw). Kalau tidak ada reaksi negatif, baru ditambah frekuensi pakainya jadi 2 hari sekali, dst.

Cuma ya gitulah kalau ada barang baru, bawaannya pengen langsung nemplokin aja.

Jadi kulit kayak kaget gitu lho huhu...

---

Catatan Jika Lepas Dari Krim Dokter

Kalau kulit kita bermasalah setelah lepas dari krim dokter itu tidak selalu diartikan sebagai ketergantungan.

Tapi itulah kondisi kulit kita yang sebenarnya tanpa krim dokter (atau skin care lainnya).

Misal kita tidak eksfoliasi sel kulit mati, tidak pakai serum pencerah... kemudian kulit jadi kusam gradakan, bukan berarti "ketergantungan".

Kulit kita kalau ngga dirawat ya memang begitu tampilan aslinya.

Apalagi krim dokter itu biasanya mengandung konsentrat ingredient aktif yang tinggi, karena itu pemakaiannya mesti di bawah pengawasan dokter (cmiiw).

Jadi, memang berasa jomplang saat kita beralih ke produk organik atau produk over the counter biasa.

---

What to do?

(1) Sabar

InsyaAllah jadi penggugur dosa.

(2) Doa

Pegang bagian tubuh yang sakit, lalu membaca...

(3x) بِاسْمِ اللَّهِ 

(7x) أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ


"Bismillah (3x)

A'udzu billahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu wa uhaadzir (7x)."
Dengan menyebut nama Allah, aku berlindung kepada Allah dan kuasa-Nya dari kejelekan yang aku dapatkan dan aku waspadai. (HR. Muslim no. 2202)
(3) Stop atau kurangi frekuensi pemakaian produk

Saat kulit telah membaik (kalem), baru kita kembali ke rutinitas skin care biasa dengan produk-produk yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan kulit terkini.

Oh iya, yang jadi pertimbangannya adalah reaksi kulit kita. Kalau hanya 1-2 jerawat, ngga perlu lepas total, tapi frekuensi pemakaian produknya dikurangi.

Selain itu, usahakan Foundation Free saat kulit sedang bermasalah.

Baca juga : Puasa Produk Kosmetika

(4) Kalau parah, fokus mengobati dulu.

Ngomong-ngomong, penting banget untuk menyusun skala prioritas saat membeli produk skin care (note to myself too).
Masalah kulit yang harus diprioritaskan adalah yang paling mendesak (parah), baru kemudian yang paling ringan.
Contoh...

Jerawat,
berminyak,
kusam.

Nah, fokus utamanya berarti di jerawat dan memulihkan skin barrier.

Misal dengan menggunakan produk pore care dan pelembab yang ringan. Bukan di produk yang fokusnya untuk mencerahkan.

Baca juga : Skin Care Itu Disesuaikan Dengan Kondisi & Kebutuhan Kulit

(5) Jaga kesehatan

Misal dengan banyak minum air putih (sekitar 2 liter per hari), minum smoothies, minum vitamin, jaga makanan, tidur cukup, meredakan stres, kurangi konsumsi gula dan kafein, stretching, olahraga, dst.

Kalau badan kita sehat, insyaAllah proses pemulihan kulit juga lebih cepat.

Baca juga : Kebiasaan Mudah Berfaidah Untuk Kulit Wajahmu

Wallahu a'lam.
Barakallahu fiikunna.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day!

A Flower Doesn't Grow Overnight

Selasa, 27 November 2018

Bismillah...
"...Dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, duhai Tuhanku." (QS. Maryam, ayat 4)
Pernahkah kita amati?

Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak menjadikan bunga mekar seketika.

Mahkota bunga mekar sempurna secara perlahan.

Padahal jika Allah menghendaki, bisa tuh.

Gampang.

Tidak ada yang sulit bagi Allah 'Azza wa Jalla.

Tapi ada hikmah yang jauh lebih besar di balik itu.

Begitu pula dengan hidup kita.

Hari demi hari kita lewati, tanpa ada perubahan yang berarti.

Tapi kalau kita melihat 1-5 tahun ke belakang, ada banyak hal yang sudah berubah maasyaaAllah.

---

Sabar...
Life doesn't work according to your plans. It works according to Allah's plans.
Yang menciptakan kita, yang paling tahu apa yang terbaik untuk kita.

Hanya saja, karena akal kita terbatas dan ngga sabaran, salah-salah jadi buruk sangka dengan takdir Allah Subhanahu wa Ta'ala. Wal'iyyadzubillaah.

Yakinlah bahwa Allah menginginkan kebaikan untukmu, lebih dari dirimu sendiri.

Karena itu reminder demi reminder datang menghampiri, agar kita tidak lupa dengan prioritas dan tujuan hidup kita.

Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak pernah berdusta.

Allah selalu menepati janji-Nya.

Dan saat datang ketetapan dari Allah, kamu akan bersyukur dengan penuh haru.

Tentang kenapa kamu harus diuji...

Kenapa kamu dijauhkan dan didekatkan dengan orang-orang tertentu.

Kenapa Allah menggagalkan rencanamu, mematahkan cita-citamu, bahkan menutup pintu-pintu dunia, hingga mau tak mau kamu harus kembali berlari kepada-Nya.

Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak akan menyia-nyiakan orang yang bertauhid, yang merendahkan diri saat berdoa dan bersandar hanya kepada-Nya.

---

Trust Allah's timing. You will get what's written for you.

Everything is gonna be okay insyaAllah. You'll look back and wonder why you even worry so much.

Baca juga : Perbaikan Yang Luput Kita Sadari

I hope this makes you feel better.

Barakallahu fiikunna.
Thanks for reading and have a nice day.

Plot Twist : Mencela Cermin

Kamis, 08 November 2018

Bismillah...

Sekarang lagi jaman yah melabel orang lain sebagai toxic person, ketika kita dikecewakan atau melihat gelagat yang tidak kita sukai.

Kadang kita terlalu cepat menyimpulkan suatu kejadian dari sudut pandang protagonis atau "korban".

The biggest plot twist is...

Maybe you are the toxic person, but you don't realize it.

Maybe... the problem is you. It's not always the other person.

---

Setiap orang punya "blind spot" atau sisi kepribadian yang tidak disadari, karena tidak bisa dilihat sendiri secara langsung.

Nah, ada kalanya... blind spot itu justru terproyeksikan ke orang lain.

Jadi, seolah-olah orang lain yang toxic, padahal (tanpa sadar) kitalah yang bermasalah.

Mengerikan bukan?

Hanya karena belum ada yang menegur, bukan berarti kita "aman" lho.

Mungkin karena lisan kita nyelekit, tersinggungan, hobi menggosip, apa-apa suka dipasang di status, dst dst dst... akhirnya orang-orang jadi sungkan untuk menasihati kita.

---

What should I do?

Berdoa, minta hidayah dan pertolongan ke Allah 'Azza wa Jalla.

Kalau kita bisa kritis menyikapi orang lain, semestinya kita bisa lebih cermat mengamati diri kita sendiri.

Luangkan waktu untuk merenung dan jujur dengan diri sendiri.

Yang bisa kita perhatikan adalah...

(1) Perilaku dan kebiasaan kita sehari-hari,

(2) sudut pandang pada situasi tertentu dan respon kita (terutama saat stres/tertekan),

(3) prasangka, lintasan-lintasan pikiran, dan mood.

Sekarang kan banyak artikel "How To Spot Toxic People", jadi tinggal dicek ke diri kita sendiri.

Misal...

Apa kita punya sikap "me vs the world"?

Apa kita suka mendramatisir keadaan?

Apa kita lebih sering menerima (atau bahkan mengambil), daripada memberi?

Apa kita tidak menyaring kata-kata yang keluar dari lisan dan tulisan kita?

Apa kita cenderung mendominasi pembicaraan, mendikte dan mengontrol orang lain?

Apa kita susah saat orang lain senang dan senang saat orang lain susah?

Apa kita selalu menyalahkan orang lain dan sibuk mencari kambing hitam?

dst.

Kalau perlu, tulis insight-nya di jurnal atau notes hp. Dicatat jadi poin-poin, lalu kita evaluasi dari waktu ke waktu progres (perbaikan dirinya) sudah sejauh apa.

Bagi muslim, baca juga kisahnya orang-orang shalih di generasi yang direkomendasikan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, yaitu para sahabat, tabi'in, dan tabi'ut tabi'in. Kemudian jadikan parameter untuk introspeksi dan memperbaiki diri.
We have to be mature enough to understand that we have some toxic traits too. (Unknown)
---

Hanya Allah yang memberi taufik.

Pengingat diri sendiri sebelum orang lain.

Barakallahu fiikunna.
Thanks for reading and have a nice day~

Perawatan Rambut Rontok & Patah-Patah

Minggu, 04 November 2018

Bismillah...

Beberapa waktu lalu kita sudah bahas tentang Mengatasi Build Up & Gatal di Kulit Kepala.

Kali ini kita bahas perawatan rambut rontok dan patah-patah. Karena biasanya problem build up (ketombe dkk) sepaket dengan rambut yang rapuh.

Ngomong-ngomong, meski kelihatannya sama, tapi rontok dan patah-patah itu beda bosku.

Kalau patah-patah, walau rambut kita gondrong, tapi yang jatuh-jatuh ke lantai atau nempel di bantal itu lebih pendek.

Sedangkan rambut rontok itu yaa kecabut seakar-akarnya. Biasanya mudah dilihat saat kita sisiran.

---

Penyebab

Penyebab rambut rontok bermacam-macam, di antaranya...

(1) Genetik,
(2) penuaan,
(3) ketidakseimbangan hormon (hamil, melahirkan, dst),
(4) kekurangan nutrisi tertentu,
(5) stres,
(6) penurunan dan kenaikan berat badan yang drastis,
(7) penyakit tertentu,
(8) pengobatan atau treatment tertentu,
(9) polusi, dst.

Solusinya disesuaikan dengan penyebabnya. Namun, ngga jauh-jauh dari memperbaiki gaya hidup dan asupan gizi (banyak makan protein, sayur, buah).

Makanan yang baik untuk kesehatan rambut, yakni yang mengandung protein, Omega 3, zinc, iron, selenium, vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin D, vitamin E.

Sedangkan untuk perbaikan gaya hidup adalah olahraga, berhenti merokok, belajar mengelola stres, tidur cukup, jangan terlalu kencang mengikat rambut, dst.

---

Supaya Tidak Memperparah Kondisi Rambut...

#1 Memperhatikan Kesehatan Kulit Kepala

Perumpamaan kulit kepala dan batang rambut yang sehat itu seperti tanah yang gembur dan tanaman yang tumbuh subur.

Jadi, kalau rambut kita mudah rontok, rapuh, dan patah-patah, cek kesehatan kulit kepala kita.

Beberapa caranya sudah kita bahas yaa...

Baca juga : Mengatasi Build Up & Gatal Di Kulit Kepala

---

#2 Mengurangi Panas

Kalau rambut kita sudah sangat kering, cobalah untuk mengurangi penggunaan catok dan pengeriting rambut (curler)... karena berisiko membuat rambut jadi semakin crispy.

Kalau butuh hair dryer, gunakan setelan angin dingin.

Memang susah untuk meninggalkan alat penata rambut kalau sudah terbiasa. Tapi kalau kita sedang fokus menyehatkan rambut, baiknya sementara ditinggalkan dulu.


---

#3 Mengeringkan Rambut dengan Kain Kaos atau Handuk Microfiber

Kain handuk biasa memiliki serat yang kasar sehingga rambut jadi lebih mudah patah.

Oleh karena itu sering disarankan menggunakan bahan yang lebih lembut untuk mengeringkan rambut, seperti kain kaos dan handuk microfiber.

Cara ini dapat mencegah kerusakan yang lebih parah pada batang rambut.

Tutorial yang beredar biasanya menggunakan T-shirt kaos, tapi lebih mudah kalau kita menggunakan pashmina kaos.


---

#4 Sisir

Untuk mengatasi rambut yang kusut dan mengurangi kerusakan, coba gunakan detangling comb.

Yang paling populer di internet adalah Tangle Teezer (mahal haha).

Alhamdulillah dupe detangling comb sekarang sudah banyak. Ada yang merk Tammia (bisa beli di Matahari), Tuft, Elona Locoo Mocoo, dst.

Kalau rambut tidak begitu kusut, bisa menggunakan sisir keramas biasa (foto kiri). Harganya sangat terjangkau, sekitar Rp 4.000-10.000.


Bdw, waktu saya ke Ace Hardware ada sisir yang persis seperti sisir oren dan harganya lebih miring.

Model sisir seperti ini gagangnya nyaman untuk digenggam.

Di deskripsi produk tercantum fungsinya...

(1) Detangle,
(2) scalp massage,
(3) blood circulation,
(4) reduce damage.


Hanya saja, sisir plastik membuat rambut jadi berdiri-berdiri (keluar-keluar), karena ada efek statisnya. Tapi biidznillah bisa teratasi dengan menggunakan minyak rambut sebelum atau setelah sisiran.

Catatan!
Kalau kamu punya rambut yang sangat rapuh, jangan sering-sering sisiran.
Jika perlu menyisir rambut, gunakan sisir yang giginya renggang.

Selain itu, saat rambut basah, cukup sisir rambut dengan jari yang sudah dilumasi vitamin/serum/minyak rambut.

Detangling comb yang terbuat dari kayu sangat recommended. Terlebih kalau kamu ingin menghindari efek statis setelah sisiran.

Sependek pengetahuan saya, yang relatif mudah didapat itu sisir kayu-nya The Body Shop.

Ini awet banget lho sisirnya maasyaaAllah. Dulu saya beli sekitar tahun 2013.

Beberapa hari lalu saya tanya ke TBS, ternyata masih ada. Yang sudah discontinue itu sisir plastik hiijau (bentuknya sama).


Saya pribadi tidak menyarankan sisir kayu yang ada cushionnya kalau rambut kamu tebal dan gampang kusut. Karena batang rambut bisa nyangkut di sela gigi sisir dan cushion. Selain itu, bersihinnya juga susaaah.

Cara menyisir yang dianjurkan...

(1) Sisiran sebelum keramas.

(2) Menyisir rambut yang kusut dari bawah ke atas.

Kalau mulai menyisir dari dekat kulit kepala, nanti begitu di ujung malah tambah kusut.

(3) Bedakan sisir yang digunakan untuk harian dan sisir yang digunakan setelah keramas. Terutama untuk tipe kulit kepala yang berminyak dan mudah muncul build up.

---

#5 Shampoo

Saya merasa bersalah menulis poin ini, karena masih pake shampoo biasa, bukan yang Sulfate-free hehe. 

Kalau rambut kita rusak, rontok, patah-patah, tidak disarankan untuk keramas setiap hari (cukup 2-3 hari sekali).

Overcleansed menyebabkan rambut jadi kehilangan minyak alaminya. Akibatnya, rambut jadi semakin kering, rapuh, dan sulit diatur.

Oh iya, browsing juga tentang No Poo Method, yaitu keramas tanpa shampoo.

Banyak yang rambutnya jadi semakin subur, sehat, dan kuat maasyaaAllah.

Cuma pas masa transisi (penyesuaian) rambut bisa jadi lepek, kulit kepala juga bau dan gatal.

Mesti banyak stok sabar, karena prosesnya lumayan makan waktu.

---

#6 Vitamin/Serum/Minyak Rambut

Produk-produk tersebut berfungsi untuk menyehatkan batang rambut.

Kamu juga bisa menggunakan minyak kelapa (virgin coconut oil), minyak zaitun (extra virgin olive oil), argan oil, avocado oil, dst untuk perawatan rambut.

Kalau dari pengalaman saya pribadi, VCO dan EVOO itu pemakaiannya tricky dan cocok-cocokan. Sekalinya cocok, bisa cocok banget. Kalau ngga cocok malah bikin rambut semakin lepek dan kasar.

Minyak vitamin rambut yang sebagian besar reviewnya positif adalah L'OREAL Extraordinary Oil.

Sepertinya banyak yang klop dengan produk ini maasyaaAllah. Hasilnya sudah saya bahas sekilas di post Beauty On Budget.

Saya masukkan ke dalam post Beauty On Budget karena lumayan lama habisnya. Cukup digunakan 1-2 pump tergantung panjang rambut.

Borosnya kalau digunakan sebelum dan setelah menata rambut (dengan alat styling yang panas).

Extraordinary Oil terdiri dari tiga varian, yaitu kuning (untuk semua tipe rambut), merah (untuk rambut diwarnai), dan pink (untuk rambut kusam dan kusut).

Di sini saya bahas perbandingan antar dua varian saja yaa...


Meski volumenya sama-sama 100 ml, tapi kemasan Extraordinary Oil yang pink lebih besar dan mewah (botol kaca).

Sepertinya varian pink ini produk asli Jepang (cmiiw), karena deskripsi produknya hanya menggunakan label tempelan.


Deskripsi produk

French Rose Oil yang mewah menjadikan rambut terasa lebih lembut dan berkilau.

Extraordinary Oil Eclat Imperial diformulasikan khusus di Jepang untuk rambut orang Asia.

Mengandung ekstrak French Rose Oil yang mewah, perawatan rambut Extraordinary Oil Eclat Imperial dibuat khusus untuk rambut kusam dan kusut.

Setelah penggunaan, formula yang ringan dan tidak lengket ini akan meresap ke dalam rambut, membuat rambut Anda terasa lebih lembut dan terlihat lebih berkilau.

Khasiat formula dengan Precious French Rose Oil...

(1) Terserap hingga ke keratin rambut,
(2) merawat kekuatan serat rambut,
(3) melembabkan sampai ke inti rambut,
(4) memberi kilau pada rambut.

--

Deskripsi dan review produk Extraordinary Oil kuning bisa dicek di Beauty On Budget.

--

Quick Review

Kalau dari pengalaman saya, hasil yang kuning dan pink (Eclat Imperial) di rambut itu sama saja. Entah sayanya yang ngga peka atau gimana...

TAPI! Varian Eclat Imperial itu aromanya enak banget maasyaaAllah.

Wangi mawarnya mewah dan anggun. Gimana yah jelasinnya wkwk. Pokoknya dia tuh bukan wangi mawar yang nyolot atau nyebelin gitu lho.

Tapi kalau hanya incar aromanya, rada sayang juga... karena harganya lumayan (saya belum ketemu ukuran kecilnya) dan dapetinnya agak susah (cuma dijual di supermarket & drugstore tertentu).

Bdw, kalau cari wewangian rambut, teman saya ada yang coba parfum rambut-nya Makarizo.

Harganya jauh lebih terjangkau. Wanginya juga tahan lama.

Saking mantapnya, dia bilang bisa jadi pengharum ruangan hehe maasyaaAllah.
Noted : Buat muslimah, dipake di rumah aja yaa biar wanginya ngga nyebar.
Ini produknya... Screenshot diambil dari akun instagram Makarizo.


---

#7 Kain Satin

Kain satin dapat mengurangi kerusakan rambut akibat gesekan dengan sarung bantal saat kita tidur.

Membungkus rambut dengan kain satin saat tidur biasanya juga dianjurkan untuk rambut yang baru di-styling (catok/curly), diblow, atau untuk rambut biasa yang ingin teksturnya lebih rapi.


Tutorialnya seperti menggunakan turban. Tapi ini licin banget, jadi bisa lepas begitu saja pas tidur. Kalau kesulitan, kain satinnya dijadikan alas atau sarung bantal saja.

Kita ngga mesti beli kain satin yang mahal banget lho yaa.

Bisa pake kain satin kerudung segi empat (grosirannya lebih murah) atau beli yang meteran di toko kain (tinggal dineci atau sekalian dijahit jadi sarung bantal).

---

#8 Terakhir...

Jurus andalan kita semua : potong rambut.

Kalau hanya untuk trim (memotong/merapikan ujung-ujung rambut), mending potong rambut sendiri saja. Lebih hemat hehe.

Ada banyak tutorial potong rambut sendiri. Lagian kalau gagal ya ngga apa-apa. Namanya juga usaha...

Bahan yang disiapkan...

(1) Sisir klimis,
(2) ikat rambut,
(3) jepit rambut ukuran sedang,
(4) dan gunting.

Satu gunting biasa dan satunya gunting begini... kalau kamu mau berkreasi(?) membuat tekstur di ujung rambut.


---

Masih banyak tips-tips yang berfaidah kalau kamu browsing lebih lanjut.

Yang ada di postingan ini cuma segelintir dari saran-saran yang direkomendasikan di situs dan forum perawatan rambut.

Wallahu a'lam.
Barakallahu fiikunna.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Mutiara Nasihat

Selasa, 30 Oktober 2018

Bismillah...

Salah satu tokoh yang sangat saya suka petuahnya adalah Al Hasan Al Bashri rahimahullah.

Karena keterbatasan akses, saya kumpulkan beberapa kutipannya untuk saya baca-baca ulang.

Link source terlampir. Ada pula yang dari buku Untaian Nasihat Hasan Bashri karya Syaikh Shalih Ahmad Asy-Syami.

Semoga bermanfaat juga buat yang lain.

---

Tidaklah gambaran kehidupan dunia seluruhnya dari awal hingga akhirnya, kecuali seperti seseorang yang tidur.

Dia melihat dalam tidurnya apa yang dia senangi, kemudian dia tersadar bangun.

(Al Mujalasah wa Jawabirul Ilmi, 227)

---

Wahai anak manusia, janganlah engkau melakukan suatu kebenaran karena riyaa' dan jangan meninggalkannya karena malu.

(Al-Bayan wa at-Tabyin, 3/135)

---

Hai anak manusia, juallah duniamu untuk akhiratmu, niscaya engkau meraih keduanya.

Dan jangan sekali-kali menjual akhiratmu untuk duniamu, hingga engkau tidak mendapatkan keduanya.

(Al-Hilyah, 2/143 dan Tahzib al-Hilyah, 1/329)

---

Al Hasan Al Bashri rahimahullah pernah ditanya tentang rahasia zuhud beliau di dunia ini, kemudian beliau pun menyebutkan 4 perkara:

(1) Aku tahu bahwa amalku tidak akan dikerjakan oleh orang lain, maka aku sibukkan diriku dengannya.

(2) Dan aku tahu bahwa rezekiku tidak akan pergi ke orang lain, maka tentramlah hatiku.

(3) Dan aku tahu bahwa Allah memantau diriku, maka aku malu jika Allah melihat kemaksiatanku.

(4) Dan aku tahu bahwa kematian menungguku, maka aku siapkan bekal untuk bertemu dengan Rabb-ku.


---

Aku sungguh merasa heran terhadap sebagian orang.

Dimana mereka diperintahkan untuk menyiapkan bekal dan diseru untuk segera berangkat (menuju akhirat), sementara mereka masih saja terus bermain-main.

(Aina Nahnu, 2/197)

---

Sungguh aneh...

Orang yang bisa tertawa-tawa, sedangkan di belakangnya adalah kobaran api neraka...

Dan orang yang bisa bergembira ria, sementara di belakangnya ada kematian selalu mengintai dirinya.


---

Yang kuketahui, bahwa sebagian dari orang-orang shalih itu berusaha keras agar Allah tidak melihatnya tertawa, sampai ia mendapatkan kepastian antara dua tempat kembalinya, di surga ataukah di neraka.


---

Seorang mukmin beramal taat dan ia dalam keadaan takut (akan siksa Allah).

Sedangkan ahli maksiat melakukan maksiat dan merasa aman (dari murka Allah).


---

Sesungguhnya seorang mukmin di pagi maupun petang hari selalu dalam kondisi sedih dan hal itu tidak terelakkan, karena dia berada di antara dua kekhawatiran.

(1) Berbagai dosa masa lalu yang ia tidak tahu apa yang akan Allah perbuat dengan dosa-dosa itu.

(2) Ajalnya yang menanti sementara ia tidak tahu kebinasaan apa yang akan menimpa saat ajal tiba.


---

Rasa takut itu harus lebih dominan daripada pengharapan, karena jika pengharapan mengalahkan rasa takut, maka rusaklah hati.

Aku heran terhadap orang yang takut siksa tapi tak berhenti (berbuat maksiat), dan orang yang berharap pahala tapi tidak mau beramal.

(Al-'Iqd al-Farid, 3/113)

---

Ada seseorang berkata kepada Al Hasan Al Bashri rahimahullah, "Hai Abu Sa'id, semalam aku hendak melaksanakan shalat (qiyamul lail), tapi tidak bisa."

Beliau berkata, "Engkau terbelenggu oleh dosa-dosamu."

(Al-'Iqd al-Farid, 3/152).

---

Demi Allah, mereka beramal dengan taat dan bersungguh-sungguh dalam melakukannya, serta takut jika ditolak.

Sesungguhnya orang beriman itu menggabungkan antara amal baik dan rasa takut.

Sedangkan orang munafik menggabungkan amal buruk dan rasa aman.

(Syarh al-Aqidah ath-Thawawiyah, nomor 382).

---

Sesungguhnya ada suatu kaum yang dibuat terlena oleh angan-angan terhadap ampunan dan harapan akan rahmat, hingga mereka meninggalkan dunia tanpa membawa amal shalih.

Seorang dari mereka berkata, "Aku berbaik sangka kepada Allah dan berharap rahmat-Nya," tapi ia berdusta.

Jika ia berbaik sangka kepada Allah, tentulah ia berbuat baik.

Andai ia berharap rahmat Allah, tentulah ia cari rahmat itu dengan amal shalih.

Hampir binasalah orang yang memasuki sahara tanpa bekal maupun air.

(Al-Bidayah wa an-Nihayah, 9/268)

---

Orang beriman adalah orang yang tahu bahwa apa yang difirmankan oleh Allah adalah seperti yang difirmankan.

Orang beriman adalah orang yang paling baik amalnya dan paling takut (kepada Allah).

Meskipun ia nafkahkan segunung harta, ia tak merasa aman sebelum menyaksikan (keselamatan setelah menyebrang di atas shirath).

Setiap bertambah kebaikan, kebajikan, dan ibadahnya, semakin bertambah pula kekhawatirannya. Ia berkata, "Aku tidak akan selamat."

Orang munafik berkata, "Kesalahan manusia itu banyak dan aku akan diampuni, aku aman-aman saja."

Ia lupa untuk beramal, tapi berharap kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

(Al-Hilyah 2/13, Tahdzib al-Hilyah, 1/338, Siyar A'lam an-Nubala')

---

Jika engkau renungkan, maka dunia hanya tiga hari.

Hari yang lalu tidak bisa engkau harapkan.

Hari yang sedang engkau jalani dan engkau harus memanfaatkannya.

Hari yang akan datang dimana engkau (bisa) menjumpainya atau tidak.

Hati-hatilah terhadap nestapa saat datangnya sakaratul maut.

Semoga Allah memberi nasihatNya kepada kami dan engkau.

Semoga Dia karuniakan akibat yang baik kepada kami dan engkau.

Semoga keselamatan, rahmat, dan berkah Allah selalu tercurah kepadamu.

---

Barakallahu fiikunna.
Thanks for reading have a nice day!

Kaki Ini Bisa Tergelincir

Jumat, 26 Oktober 2018

Bismillah...
Kok bisa sih dia begitu? Ih, amit-amit! Hahahaha.
Saat diceritakan tentang aib orang lain, ada kalanya kita spontan tertawa. Merasa lebih baik dari orang lain, hanya karena dosa kita berbeda.

Ada kata-kata dari ummahat yang membekas bagi saya...
Tanda kerasnya hati adalah tertawa (gembira) dan mengolok-olok saat saudaranya jatuh dalam kesalahan.
Apalagi yang baru taubat dan hijrah. Sangat tidak pantas jika kita menertawakan orang lain.

Apa sudah lupa dengan dosa-dosa kita?

Maka jangan merasa aman.

Selama di dunia, kita masih bisa tergelincir meski sebelumnya telah berdiri kokoh.

Allahul musta'an.

---

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata (yang artinya) [1][2]...

"Setiap maksiat yang dijelek-jelekkan pada saudaramu, maka itu akan kembali padamu. Maksudnya, engkau bisa dipastikan melakukan dosa tersebut." (Madarijus Salikin 1:176)

"Engkau mencela saudaramu yang melakukan dosa, ini lebih besar dosanya daripada dosa yang dilakukan saudaramu dan maksiat yang lebih besar, karena menghilangkan ketaatan dan merasa dirinya suci." (Madarijus Salikin 1:177/178)
Jika Allah menghendaki kebaikan pada diri seorang hamba, maka Dia akan menjadikan hamba tersebut sadar dan mengakui dosa-dosanya sendiri, serta berdiam diri dan tidak membicarakan dosa-dosa orang lain. (Fawaaidul Fawaaid)
---

Kutipan tulisan Ustadz Musyaffa' Ad Dariny...

"Selama engkau hidup, jangan pernah merasa aman dari fitnah (ujian), atau mencela seorang pun dengan maksiatnya, atau merasa aneh terhadap dosa yang dilakukan orang lain, atau merasa sudah banyak melakukan kebaikan.

Karena engkau tidak tahu dengan apa Allah menutup hidupmu."

---

Semoga Allah jaga kita dalam kebaikan, aamiin.

Pengingat diri sendiri sebelum orang lain.

Barakallahu fiikunna.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Teko Hanya Mengeluarkan Isinya

Kamis, 25 Oktober 2018

Bismillah...
Actions prove who someone is, words just prove who they want to be. (Unknown)
---

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman (yang artinya)...

"Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan."

(QS. As-Shaff, ayat 2-3)

---

Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata (yang artinya) [1]...

"Semua orang itu pintar bicara.

Oleh karenanya, siapa yang perbuatannya sejalan dengan ucapannya itulah orang yang dikagumi.

Akan tetapi bila lain ucapan lain perbuatan itulah orang yang mencela dirinya sendiri."

---

Al Hasan Al Bashri rahimahullah mengatakan (yang artinya)...

"Nilailah orang dengan amal perbuatannya, jangan dengan ucapannya.

Sesungguhnya semua ucapan itu pasti ada buktinya. Berupa amal yang membenarkan ucapan tersebut atau mendustakannya.

Jika engkau mendengar ucapan yang bagus, maka jangan tergesa-gesa menilai orang yang mengucapkannya sebagai orang yang bagus.

Jika ternyata ucapannya itu sejalan dengan perbuatannya, itulah sebaik-baik manusia."

(Jami' Bayan Ilmi wa Fadhlih, Ibnu Abdil Barr)

---

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda (yang artinya)...

"Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati."

(HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599)

---

Dari Ustadz Sufyan Baswedan, Al Imam Asy-Syatibi rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Amal-amal zhahir (yang tampak) dalam syariat merupakan ekspresi terhadap apa yang ada di dalam batin.

Jika amalan zhahir terlihat lurus, maka kita menghukumi perkara yang sama terhadap apa yang ada di dalam batin."

(Al Muwafaqat li Asy Syatibi)

---

Pengingat diri sendiri sebelum orang lain.

Barakallahu fiikunna.
Thanks for reading and have a nice day.

Introspeksi

Rabu, 24 Oktober 2018

Bismillah...

Kita sering baca tentang introspeksi diri, tapi kadang masih samar yaa... Seperti apa sih pribadi yang giat meneliti dirinya sendiri?

Berikut ucapan-ucapan para Nabi dan orang-orang shalih pada generasi sebelumnya yang menjadi teladan kita.

(Link terlampir)

---

Nabi Adam 'alaihissalam berkata (yang artinya)...

"Ya Tuhan Kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi."

(QS. Al A'raaf, ayat 23)

---

Nabi Yunus 'alaihissalam berkata (yang artinya)...

"Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Maha Suci Engkau, sungguh aku termasuk orang-orang yang zhalim."

(QS. Al Anbiyaa', ayat 87)

---

Juga dalam Sayyidul Istighfar yang diajarkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam...

"Yaa Allah, Engkau adalah Rabb-ku, tidak ada yang berhak diibadahi secara benar melainkan Engkau.

Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu.

Aku selalu dalam perjanjian dan ketetapan dengan-Mu, sebatas yang aku mampu.

Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat.

Aku mempersaksikan dan mengakui nikmat-nikmat yang Engkau berikan kepadaku.

Dan aku pun mempersaksikan dan mengakui dosa-dosaku, maka ampunilah aku.

Sesungguhnya hanya Engkaulah yang mengampuni dosa-dosa."

(HR. Bukhari 7/150)

---

Abu Bakar radhiyallahu 'anhu setelah dipuji, berdoa...

"Yaa Allah, Engkau lebih mengetahui kondisi diriku daripada aku sendiri, dan aku lebih tahu diriku daripada mereka yang memujiku.

Yaa Allah, jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka sangkakan.

Ampunilah kekuranganku yang tidak mereka ketahui.

Dan janganlah Engkau siksa aku atas apa yang mereka katakan."

(Syu'abul Iman 4/228)

---

Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu berkata...

"Andaikan ada suara dari langit yang mengatakan, 'Wahai manusia, sesungguhnya kalian akan masuk Surga kecuali seorang saja', sungguh aku takut jika itu adalah aku."

(Tahdzib Hilyatul Auliya, 1/72-73)

---

Sufyan ats-Tsauri rahimahullah mengatakan (yang artinya)...

"Tidaklah aku mengobati suatu penyakit yang lebih sulit daripada masalah niatku, karena ia sering berbolak-balik."

(Adab al-'Alim wa al-Muta'allim, hal. 8)

---

Umar bin Abdul Aziz rahimahullah apabila berkhutbah di atas mimbar, kemudian dia khawatir muncul perasaan ujub di dalam hatinya, dia pun menghentikan khutbahnya.

Demikian juga apabila dia menulis tulisan dan takut dirinya terjangkit ujub, maka dia pun menyobek-nyobeknya.

Lalu dia berdoa, "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari keburukan hawa nafsuku."


---

Al Fudhayl bin Iyadh rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Jika ada yang mengetahui orang yang tidak ikhlas (orang yang riya'), maka lihatlah pada diriku."

(Ta'thirul Anfas, hal 299)

---

Muhammad bin Waasi' rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Seandainya dosa itu punya bau busuk, maka tidak seorang pun dari kalian yang sanggup untuk duduk bersamaku."

(Muhasabat an-Nafs wa al-Izra' 'alaiha, hal. 82)

---

Suatu saat ada seorang lelaki berkata kepada Malik bin Dinar rahimahullah, "Wahai orang yang riya'!"

Maka beliau menjawab, "Sejak kapan kamu mengenal namaku? Tidak ada yang mengenal namaku selain kamu."

(Al-Muntakhab min Kitab az-Zuhd wa ar-Raqaa’iq, hal. 93)

---

Hisyam ad-Dastuwa'i rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Demi Allah, aku tidak mampu untuk berkata bahwa suatu hari aku pernah berangkat untuk menuntut hadits dalam keadaan ikhlas karena mengharap wajah Allah 'Azza wa Jalla."

(Ta’thirul Anfas, hal. 254)

---

Ayyub as-Sakhtiyani rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Apabila disebutkan tentang orang-orang shalih, maka aku merasa diriku teramat jauh dari kedudukan mereka."

(Muhasabat an-Nafs wa al-Izra' 'alaiha, hal. 76, Imam Ibnu Abid-Dunya)

---

Yunus bin 'Ubaid rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Sungguh aku pernah menghitung-hitung seratus sifat kebaikan dan aku merasa bahwa pada diriku tidak ada satu pun darinya."

(Muhasabat an-Nafs wa al-Izra' 'alaiha, hal. 80)

---

Imam Ahmad rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Kami memang orang-orang yang memiliki banyak kekurangan, seandainya bukan karena Allah yang menutupinya, tentu telah terbongkar aib-aib kami."

(Hilyatul Auliya 9/181)

---

Al Hasan Al Bashri rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Wahai manusia, aku memberimu nasihat, tapi aku bukanlah yang terbaik dan yang paling shalih di antara kalian.

Aku sering berlebihan mengikuti nafsu dan tidak mengendalikannya. Tidak pula mengajaknya untuk melakukan kewajiban dalam berbuat taat kepada Allah.

Jika orang beriman tidak mau menasihati saudaranya sebelum mampu menyempurnakan dirinya, tentulah tak akan ada orang yang memberi nasihat; sedikit orang yang mau mengingatkan dan tak ada orang yang menyeru kepada Allah, mendorong untuk berbuat taat kepada-Nya dan mencegah berbuat maksiat kepada-Nya."

(Untaian Nasihat Hasan Bashri oleh Shalih Ahmad Asy-Syami)

---

Akhir kata...
Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu berkata (yang artinya), "Hendaklah kalian menghisab diri kalian, sebelum kalian dihisab. Dan hendaklah kalian menimbang diri kalian, sebelum kalian ditimbang. Dan bersiap-siaplah untuk hari besar ditampakkannya amal." (Madarijus Salikin 1/319)
Sebenarnya banyak banget kutipan-kutipan dari orang shalih selain di post ini yang mencerminkan kalau mereka sangat introspektif, juga aware dengan apa yang mereka katakan dan perbuat.

Tawadhu'-nya ori, jadi kita tidak mendapati nuansa-nuansa...

(1) merendah untuk meninggi,

(2) merendah untuk menyindir (pasif agresif),

(3) merendah untuk menghindari kritik/feedback yang tajam.

dst.

Bdw, ini bukan untuk ditembakkan ke orang lain ya. Tapi bahan buat self check kita aja...  Karena semua orang punya potensi kepleset.

Semoga Allah jaga kita dalam kebaikan, aamiin.

Wallahul musta'an.
Barakallahu fiikunna.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day!

Nasihat Pertemanan

Selasa, 23 Oktober 2018

Bismillah...

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya)...

"Seseorang berada di atas agama temannya. Maka hendaklah kalian melihat dengan siapa dia berteman akrab."

(HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah, no. 927)

---

Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu berkata (yang artinya)...

"Janganlah engkau berbicara sesuatu yang tidak ada faidahnya.

Kenalilah musuhmu, berhati-hatilah terhadap temanmu, kecuali yang tepercaya (amanah)...

Dan tidak ada orang tepercaya, kecuali yang takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Janganlah engkau berjalan (berteman) dengan orang yang jelek (pelaku maksiat), karena dia akan mengajarimu kejelekan tersebut.

Jangan pula engkau beri tahu rahasiamu kepadanya.

Janganlah engkau bermusyawarah tentang suatu urusan, kecuali dengan orang-orang yang takut kepada Allah 'Azza wa Jalla."

(Shifatu ash-Shafwah 1/149 via Shahih Fiqih)

---

Hasan Al Bashri rahimahullah berpesan (yang artinya)...

"Perbanyaklah berteman dengan orang-orang yang beriman, karena mereka memiliki syafa'at pada hari Kiamat."

(Ma'alimut Tanzil 4/268)

---

Imam Syafi'i rahimahullah pun menasihati (yang artinya)...

"Apabila engkau memiliki teman yang membantumu dalam melakukan ketaatan, maka peganglah dia erat-erat dengan kedua tanganmu. Karena sungguh mencari teman itu sangatlah sulit. Namun berpisah dengannya sangatlah mudah."


Barakallahu fiikunna.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Kebaikan Akan Mengundang Keberkahan

Rabu, 17 Oktober 2018

Bismillah...

Janganlah engkau bersedih meratapi kebaikanmu.

Sebab jika di dunia tidak ada yang menghargainya, yakinlah bahwa di langit ada yang memberkahinya.

Hidup ini seperti bunga mawar.

Padanya terdapat keindahan yang membuat kita bahagia, namun padanya juga terdapat duri yang menyakiti kita.

Apapun yang ditakdirkan menjadi milikmu akan mendatangimu walau engkau lemah.

Sebaliknya, apapun yang tidak ditakdirkan menjadi milikmu, engkau tidak dapat meraihnya, bagaimanapun kekuatanmu.

Segala puji bagi Allah atas segala nikmat, karunia, dan kebaikan-Nya.

Semoga Allah menjadikan hari-harimu bahagia dengan segala kebaikan dan keberkahan.

---

Ketika engkau hidup untuk membahagiakan orang lain, Allah akan memberimu orang-orang yang akan membahagiakanmu.

Maka berusahalah untuk memberi, bukan menerima.

Semakin engkau memberi, akan semakin banyak yang engkau terima tanpa meminta.

Selama engkau mengharapkan kebaikan untuk orang lain, kebaikan akan datang kepadamu dari jalan yang tidak engkau bayangkan.

Maka perbaikilah niatmu, Allah akan memperbaiki keadaanmu.

Semoga Allah memberikan taufiq-Nya kepada kita semua dan membaikkan kehidupan Akhirat dan dunia kita, aamiin.

---

Ditulis oleh Ustadz Musyaffa' Ad-Dariny hafizhahullah.

---

Barakallahu fiikunna.
Thanks for reading and have a nice day.

Lihatlah, Ini Aku : Si Orang Shalih!


Bismillah...

Riya' adalah saat seseorang beramal shalih untuk dilihat manusia dan dipuji.

Riya' merupakan syirik kecil yang menjadi salah satu sebab tidak diterimanya amal. Hukumnya haram, tapi (riya') tidak sampai mengeluarkan seseorang dari Islam.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya)...
"Allah berkata: "Aku adalah Dzat yang paling tidak butuh dengan syirik. Barangsiapa yang mengamalkan sebuah amalan dia menyekutukan Aku bersama yang lain di dalam amalan tersebut, maka Aku akan meninggalkannya dan juga kesyirikannya." (HR. Muslim)
(Catatan dari Ustadz Abdullah Roy hafizhahullah)

---

Pada asalnya, amal yang tersembunyi lebih baik, karena lebih dekat pada keikhlasan.

Namun, tidak semua ibadah disembunyikan, misal seperti berhijab, sholat wajib berjamaah di Masjid bagi laki-laki, sholat Jumat, kajian, dan amal lain yang jika dipertimbangkan akan lebih besar mashlahatnya ketika ditampakkan untuk menjadi teladan/contoh bagi yang lain.

---

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda (yang artinya)...

"Barangsiapa memperdengarkan (menyiarkan) amalnya, maka Allah akan menyiarkan aibnya, dan barangsiapa beramal karena riya', maka Allah akan membuka niatnya (di hadapan orang banyak pada hari Kiamat)."

(HR Bukhari no. 6499 dan Muslim no. 2987, dari sahabat Jundub bin Abdillah radhiyallahu 'anhu)

---

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Maukah kamu kuberitahu tentang sesuatu yang lebih aku khawatirkan terhadap kalian daripada (fitnah/ujian) Al Masih Ad Dajjal?"

Para sahabat berkata, "Tentu saja."

Beliau bersabda, "Syirik khafi (yang tersembunyi), yaitu ketika seseorang berdiri mengerjakan shalat, dia perbagus shalatnya karena mengetahui ada orang lain yang memperhatikannya."

(HR. Ahmad dalam musnadnya. Dihasankan oleh Syaikh Albani Shahiihul Jami': 2604)

---

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu, bahwa orang yang berlaku riya' memiliki tiga ciri, yaitu :

(1) dia menjadi pemalas apabila sendirian,

(2) dia menjadi giat jika berada di tengah orang banyak,

(3) dia menambah kegiatan kerjanya jika dipuji dan berkurang jika diejek.

(Al Kabair, Imam adz Dzahabi)

---

Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan...

Ada dua buah pertanyaan yang semestinya diajukan kepada diri kita sebelum mengerjakan suatu amalan.

(1) Untuk siapa?

(2) Bagaimana?


Pertanyaan pertama adalah pertanyaan tentang keikhlasan.

Pertanyaan kedua adalah pertanyaan tentang kesetiaan terhadap tuntunan Rasul Shallallahu 'alaihi wasallam.

Sebab amal tidak akan diterima jika tidak memenuhi kedua-duanya.

(Ighatsat al-Lahfan, hal. 113)

---

Ibnul Qayyim rahimahullah juga berkata (yang artinya)...

"Keikhlasan tidak akan pernah bersatu dengan sifat suka dipuji, disanjung, dan keserakahan terhadap harta manusia. (Karena) yang demikian itu ibarat (tidak akan bersatunya) api dan air."

(Al Fawaaid, 149)

---

Sufyan ats-Tsauri rahimahullah mengatakan (yang artinya)...

"Tidaklah aku mengobati suatu penyakit yang lebih sulit daripada masalah niatku, karena ia sering berbolak-balik."

(Adab al-'Alim wa al-Muta'allim, hal. 8)

---

Al Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Meninggalkan amal karena manusia adalah riya', sedangkan beramal untuk dipersembahkan kepada manusia merupakan kemusyrikan.

Adapun ikhlas adalah tatkala Allah menyelamatkan dirimu dari keduanya."

(Adab al-'Alim wa al-Muta'allim, hal. 8)

---

Sahl bin Abdullah at-Tasturi rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Orang-orang yang cerdas memandang tentang hakikat ikhlas, ternyata mereka tidak menemukan kesimpulan, kecuali hal ini...

Yaitu hendaklah gerakan dan diam yang dilakukan,

yang tersembunyi maupun yang tampak,

semuanya dipersembahkan hanya untuk Allah Ta’ala.

Tidak dicampuri apapun; apakah itu kepentingan pribadi, hawa nafsu, maupun perkara dunia."

(Adab al-'Alim wa al-Muta'allim, hal. 7-8)

---

Akhir kata...

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah menasihati...

"Wahai saudaraku, ikhlas itu berat.

Sementara manusia tidak pernah lepas dari riya' dan bangga diri.

Semoga Allah menyelamatkan kami dan kalian dari penyakit riya' serta bangga diri.

Maka bersihkanlah hatimu dan jadikanlah amalanmu ikhlas karena Allah.

Engkau adalah hamba Allah, bukan hamba makhluk.

Karena yang mampu memberikan manfaat dan menimpakan marabahaya adalah Allah.

Yang mampu memasukkanmu ke dalam surga dan menyelamatkanmu dari neraka adalah Allah.

Dan yang menguasai kerajaan segala sesuatu adalah Allah."

(Syarah Misykatul Mashabih, 1/143)

---

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah juga berkata...

"Perjuangan untuk ikhlas termasuk sesuatu yang paling berat, karena jiwa ini punya banyak kepentingan.

Seorang manusia ingin tampil memukau dan ingin dihormati.

Sangat suka jika dikatakan tentang dirinya...

"Dia adalah Ahli Ibadah, orang ini demikian dan demikian."

...dengan pujian-pujian kebaikan.


Sehingga syaitan masuk dari pintu ini dan membuatnya berbuat riya' di hadapan manusia."

(Syarah Riyadush Shalihin 2 : 51-52)

---

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam mengajarkan doa...

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ

Allahumma innii a'uudzu bika an usyrika bika wa anaa a'lam, wa astaghfiruka limaa laa a'lam.

"Yaa Allah, aku berlindung kepadaMu dari perbuatan syirik yang aku sadari dan aku memohon ampun kepadaMu atas dosa-dosa yang tidak aku ketahui."

(HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad, Ahmad, 4/403. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahiihul Jami': 3731 dan Shahih at Targhiib wa at Tarhiib: 36) [1][2]

---

Pengingat untuk diri sendiri sebelum orang lain.

Wallahul musta'an.
Barakallahu fiikunna.
Thanks for reading and have a nice day!

Kamu Tidak Tahu Ya Siapa Saya?

Jumat, 12 Oktober 2018

Bismillah...

Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad hafizhahullah (pengajar di Masjid Nabawi, Madinah) menceritakan...

Mutharrif bin Abdullah bin AsySyikhir rahimahullah (ulama generasi Tabi'in) melihat seseorang yang berpakaian bagus dan berjalan dengan angkuh.

Mutharrif rahimahullah berkata kepadanya, "Wahai hamba Allah, cara berjalan seperti itu dimurkai Allah!"

Laki-laki tersebut berkata, "Kamu tidak tahu siapa aku?"

Yang ditegur adalah salah satu kapten pasukannya Hajjaj. Barangkali Mutharrif tidak kenal siapa dirinya, hingga beliau berani menceramahinya.

Mutharrif rahimahullah berkata, "Demi Allah, aku tahu siapa dirimu! Engkau bermula dari air mani yang menjijikkan, engkau berakhir menjadi bangkai yang busuk, dan selama hidup engkau membawa kotoran di perutmu. Aku tahu betul siapa dirimu."

Laki-laki itupun pergi dan tidak berjalan dengan angkuh lagi. [1]

---

Catatan...

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya)...

"Tiga perkara yang membinasakan, yaitu hawa nafsu yang dituruti, kebakhilan (kikir) yang ditaati, dan kebanggaan seseorang terhadap dirinya."

(HR. Abu Syaikh dan Thabrani dalam Mu’jam Ausath. Silsilah Ahaadits ash-Shahiihah no. 1802)

---

Jika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam menghadiri suatu majelis, beliau tidak mau disambut seperti raja, dimana orang-orang berdiri untuk mengagungkannya. [2][3]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya)...

"Barangsiapa yang suka seseorang berdiri untuknya, maka persiapkanlah tempat duduknya di neraka."

(HR. Abu Dawud: 5229, At-Tirmidzi: 2753, Ahmad 4/93, Al-Bukhari dalam Al-Adabul-Mufrad: 977 dan Abu Nu’aim dalam Akhbar Ashbahaan 1/219; dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Shahihah I/627)

Para Sahabat radhiyallahu 'anhu tidak berdiri apabila Rasulullah datang kepada mereka, karena mereka tahu bahwa beliau tidak menyukai hal itu.

Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata (yang artinya)...

"Tidak ada seorang pun yang lebih mereka (para Sahabat) cintai saat melihatnya, selain Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam. Namun jika melihat beliau, mereka tidak pernah berdiri karena mereka mengetahui kebencian beliau atas hal itu."

(HR. Al-Bukhari Al-Adabul-Mufrad: 946, At-Tirmidzi: 2754 dan Asy-Syamaail: 335, Ibnu Abi Syaibah 8/586, Ahmad 3/132 & 134 & 151 & 250, Abu Ya’laa no. 3784, Ath-Thahawiy dalam Syarh Musykilil-Atsar no. 1126, dan yang lainnya; shahih).

---

Al Hasan Al Bashri rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Seandainya perkataan setiap orang itu jujur dan amalannya baik, ia bisa saja jadi orang yang merugi."

Orang-orang bertanya, "Bagaimana bisa merugi?"

Beliau menjawab, "Ia rugi ketika ia kagum dengan dirinya sendiri."

(Syu'abul Iman, 6780)

---

Umar bin Abdul Aziz rahimahullah apabila berkhutbah di atas mimbar, kemudian dia khawatir muncul perasaan ujub di dalam hatinya, dia pun menghentikan khutbahnya. [4]

Demikian juga apabila dia menulis tulisan dan takut dirinya terjangkit ujub, maka dia pun menyobek-nyobeknya.

Lalu dia berdoa, "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari keburukan hawa nafsuku."


---

Ibrahim bin Adham rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Tidaklah bertakwa kepada Allah, orang yang ingin kebaikannya disebut-sebut orang."

(Ta'thirul Anfas, hal. 286)

---

Bisyr bin Al Harits rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Ujub itu engkau merasa memiliki amal yang banyak dan menganggap amal orang lain sedikit."

(Hilyatul Auliya, 8/348)

---

Ibnul Mubarak rahimahullah ketika ditanya tentang ujub, ia berkata (yang artinya)...

"Engkau melihat di dalam dirimu sesuatu yang tidak ada pada diri orang lain."

(Syu'abul Iman, 7/50)

---

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Tidak ada suatu perkara yang lebih merusak amalan daripada perasaan ujub dan terlalu memandang jasa diri sendiri."

(Al-Fawa'id, hal. 147)

---

Imam Nawawi rahimahullah berkata (yang artinya)... 

"Ketahuilah, bahwa keikhlasan niat terkadang dihalangi oleh penyakit ujub. Barangsiapa berlaku ujub (mengagumi amalnya sendiri), maka akan terhapus amalnya. Demikian juga orang yang sombong."


Al Fudhayl bin Iyadh rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Wahai sungguh kasihan engkau...

Engkau berbuat buruk, namun engkau merasa berbuat baik.

Engkau tidak tahu, namun engkau merasa seorang alim.

Engkau pelit, namun engkau merasa dermawan.

Engkau dungu, namun engkau merasa cerdas.

Sesungguhnya ajalmu pendek, sementara angan-anganmu panjang."

(Siyar A'lamin Nubala, 8/440)

---

Wallahul musta'an.
Barakallahu fiikunna.
Thanks for reading and have a nice day!