Parfum Arab Wangi Murah Meriah

Selasa, 10 Oktober 2017
Salah satu parfum Arab murah yang banyak beredar di Indonesia adalah Al Rehab. Kisaran harganya sekitar Rp 20.000 (6 ml) di toko oleh-oleh Haji. Bukan oleh-oleh lagi deng kalau banyak dijual di sini.

Walau cuma 6 ml tapi bisa untuk 2 bulanan lho.


Saya "tahu" tentang Al Rehab dari Aulia beberapa bulan lalu (barakallaahu fiiki). Waktu itu saya antusias sekali, karena baru pertama kali dengar merk Al Rehab.

Setelah browsing-browsing, parfum Al Rehab tuh modelnya macam-macam. Selain dikemas dalam botol oles, dia juga ada di botol spray...

Saya kaget pas tahu ternyata selama ini saya pake Al Rehab!! Huahaha.

Mungkin dari tahun 2012, karena yang Al Rehab botol spray pernah saya post duluu banget sekitar tahun 2013 (sudah dihapus).

Bener-bener ngga ngeh lho. Kirain merk-nya Champion, kayak merk nugget (itu sih "Champ" sist).


Eniwei, wangi parfum-parfum Arab tuh enak banget. Bukan aroma yang ada sensasi alkoholnya... atau yang bikin eneg saking wanginya.

Relaxing dan soothing aja gitu.

Wangi-wangi khusus muslimah dari Al Rehab (roll on tutup silver) ada white musk, sabaya, sandra, green tea, lovely, dst.

Yang sabaya lebih baik digunakan di rumah saja. Dia ada hint wangi fruity nyekit-nyekit(?), ngga lembut (susah ya jelasin parfum.. haha soriii).

Karena ini parfum murah, jelas wanginya ngga tahan lama kalau dioles di kulit. Kena air dan keringat saja wanginya sudah langsung pudar. Tapi kalau dioles di kain atau sajadah gitu lumayanlah bisa tahan dua harian.


Selain Al Rehab, ada juga merk lain yang lebih murah (tutup warna gold). Wanginya ngga kalah enak, tapi kemasannya tidak sebagus Al Rehab. Bola roll on-nya suka lepas...

Saya suka parfum Attar Musk Al Madaen (label hijau tua, wanginya seperti vanilla dan musk cmiiw) dan Attar Sandal Rose (label cokelat). Sandal Rose wanginya feminin dan manis (wangi kayu cendana dan mawar).

Kalau yang lebih lembut, ada white musk dari Al Rehab, tapi saking lembutnya dia cuma tahan sekitar 2-3 jam saja.

Parfum lain?

Ini juga ada parfum cewe Tea Rose yang wanginya lucu(?). Sering dibeli ibu-ibu. Ada note spicy dan warm floral seperti rose, sandalwood, rosewood, bergamot, jasmine, dst. Ini hasil browsing ya, bukan karena hidung saya bisa kelompokkan aromanya.


Oh iya, saya pernah cium wangi parfum Arab (maskulin) yang aromanya kuat dan memorable banget, bikin bengong. Dia sudah lewat sekitar 5 meter, tapi wanginya tetap tinggal lho maasyaaAllah.

Kayak gitu parfum mahal yaa pastinyaa. Dia ada note musk, kayu, rada spicy... zzzz bingung! Soalnya saya ngga gitu ngerti parfum.

Sampai sekarang saya masih penasaran cari-cari itu wangi apa. Pengen cari alternatif versi murahnya. Nyesel juga ngga cegat dia buat nanya itu parfum apa (lah ngapain haha).

Yaah intinya parfum Arab wanginya unik-unik dan eksotis. Bdw, tetangga saya sampai ada yang nanya lho Al Rehab beli dimana. Padahal ini parfum murah meriaah.

Hmm, ada yang pernah coba atau sedang memakainya juga?

Baca juga : Krim Serbaguna : Creme21, Glysolid, dan Nivea Creme.

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Bersahaja itu Mengagumkan

Jumat, 06 Oktober 2017
Postingan ini tertahan lumayan lama di draft karena rada sensitif. Tapi insyaAllah akan berlanjut supaya nampak benang merahnya...

Ke depannya juga ada postingan tentang kebahagiaan, kenapa kita mesti aware dengan hal-hal yang kita tonjolkan, apa maksud prasangka kita, dst.

InsyaAllah, semoga dimudahkan, aamiin.

Noted. Semua orang berpotensi salah, termasuk saya. Ini juga reminder dan pembelajaran buat saya pribadi.


Jaman sekarang, memamerkan apa-apa yang kita miliki menjadi suatu kelaziman. Respon yang datang membuat sebagian orang jadi ketagihan untuk menonjolkan diri lagi, lagi, dan lagi.

Ya, pujian dari orang lain kadang bisa memabukkan. Sampai-sampai kita tidak sadar kalau sedang pamer.

Seperti yang kita tahu, pamer tidak ada gunanya. It's a lose-lose game, karena...

#1 Belum tentu dia atau mereka terkesan.

Berbangga-bangga tentang "siapa saya" justru membuat kita terlihat (maaf) konyol.

Contoh...

Kadang, sebagian orang pintar bukan paranormal ya maksudnya juga bisa kepleset.

Dia pikir pemakaian istilah yang kelewat ilmiah, bikin orang-orang berdecak kagum. Padahal orang-orang malah risih pas ngobrol dengan dia.

Baca juga : Pamer di Social Media

---

#2 Setinggi-tingginya gunung, masih lebih tinggi langit.

Kalau kita perhatikan, orang-orang yang lebih kaya, lebih cakep, lebih pintar, dst biasanya malah pada humble. Diem-diem aja, karena bagi mereka itu hal yang biasa.

Ada pengalaman menarik yang dishare di salah satu situs Q&A... Tentang seorang pria yang menyembunyikan kekayaannya.

Dia suka nongkrong di cafe pinggir jalan dan mengamati orang-orang.

Tidak ada yang menyangka kalau dia kaya raya, karena penampilannya biasa saja. Mobilnya tidak mewah, baju pun seadanya.

Barang mahal yang dia gunakan cuma jam tangan dan ponsel. Itu juga mungkin tidak ada yang memperhatikan...

Dia ngerasa lucu lihat orang yang baru bawa mobil sport(?) aja sombongnya kek apa.

Hmmm...

Kebayang ngga sih kalau kita pamer di hadapan orang yang sebenarnya lebih daripada kita.

Subhanallah, itu ibarat mempermalukan diri sendiri tanpa sadar.
You may be better than someone, but there will always be someone better than you. (via @acceptingqadr)
---

#3 Mengundang 'ain (evil eye).

Okelah, ada yang kagum.

Tapi poin ketiga ini lebih bahaya...

Salah satu tanda kena 'ain, biasanya ada hal-hal buruk tidak menyenangkan yang terjadi setelah kita sharing sesuatu.

Walau bibirnya manis memuji, tapi hati orang siapa yang tahu. Karena itulah kita dianjurkan meminta perlindungan dari hasadnya orang yang hasad (ref. QS Al Falaq, ayat 5).

Jadi, kalau lagi hepi banget, usahakan kontrol dan jangan sampai overexpose kehidupan pribadi kita.

Baca juga : Jangan Pamer, 'Ain itu Nyata

---

Ingat, segala puji HANYA milik ALLAH.

Bahasan tentang pujian juga bisa ditinjau dari sisi yang lain.

Jika memuji dan menerima pujian, tujukan pujian itu ke Allah Subhanahu wa Ta'ala. Contoh, alhamdulillah, maasyaaAllah, dst.

Ini juga jadi reminder buat kita dan lawan bicara kita... kalau segala hal terjadi atas izin-Nya Allah, bukan karena kehebatan orang tertentu.

Selain itu, kita mesti hati-hati saat memuji. Mungkin dia lebih butuh didoakan keberkahan, ketimbang dipuji berlebihan.

Atau lebih baik kita memuliakan dan membela nama baiknya tanpa sepengetahuan dia.

Bukan berarti kita ngga boleh mengapresiasi orang lain secara langsung, tapi ungkapkan dengan sewajarnya di situasi yang tepat.

Soalnya, tidak semua orang bisa menghadapi pujian dengan sehat. Ada yang malah kecanduan, trus jadi merasa berhak untuk dipuji, dan tersinggung kalau tidak diistimewakan.

Iya, iya... itu bukan kamu kok.

Lagipula kamu juga ngga mau kan jadi orang yang seperti itu?

---

Akhir kata

Tanyakan pada diri sendiri jika muncul hasrat untuk pamer...

(1) Siapa... yang nanya?
(2) Biar dikata apa?
(3) Terus kenapa?

Pertanyaan-pertanyaan simpel seperti itu bisa jadi rem... atau minimal kita bisa menilai dan meluruskan niat kita... Apakah beneran mau sharing atau hanya sekedar show off.

Kalau memang niatnya mau sharing, output-nya akan bersih dari...

"Ini lho, AKU. Kekayaan-KU. kecakepan-KU, keistimewaan-KU. kegaulan-KU, dst."

Allahul musta'an.
Kita tidak akan terhina jika kita bukan siapa-siapa. Akan tetapi, kita akan ditertawakan jika berlakon seolah kita "siapa". Percayalah, akan selalu ada yang tulus menerima kita apa adanya. Bersahaja itu mengagumkan. (via @echisofwan)
Wallahu a'lam.
Barakallahu fiikunna.
Lots of love and have a nice day!