Janganlah Bersedih

Senin, 28 Agustus 2017

Mungkin saat ini adalah masa-masa berat yang sedang kamu alami.

Jangan khawatir. Allah memahami diam dan tangismu, karena "Sungguh, Dia mengetahui segala isi hati." (QS. Al Mulk, ayat 13)

Adakah yang memberi tahu? Bahwa kamu pribadi yang kuat dan tegar.

Masalah-masalah yang dulu menekanmu, sekarang sudah tidak bisa mengusikmu lagi.

Percaya saja, kali ini pun begitu.

Saat kamu down dan bertanya, “Kenapa saya?”

Karena Allah tahu kamu mampu dan cuma kamu yang bisa. Saya dan orang lain mungkin tidak akan sanggup jika berada di situasi yang kamu hadapi sekarang.

Bukankah orang-orang terbaik adalah mereka yang ditempa dengan berbagai ujian?

Allah selalu menjagamu, meski kamu tidak menyadarinya.

Allah pula yang membawamu hingga ke titik ini, maka yakinlah Dia tidak akan mengabaikan dan meninggalkanmu.

Ketahuilah bahwa semakin besar dukamu, semakin besar pula pertolongan dan balasannya.
"Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman." (QS. Ali Imran, ayat 139)
Sabarlah, hingga semua doa-doamu terjawab dengan indah dari arah yang tidak disangka-sangka.

I hope this makes you feel better.
Lots of love and have a nice day.

Glycore Cream : Glycolic Acid 8-10%

Kamis, 24 Agustus 2017

Glycolic acid memang tidak asing. Tapi saking pasarannya, kadang kita meremehkan ingredient tersebut.

Padahal glycolic acid itu bagus banget lho. Buktinya, sampai sekarang banyak produk skin care (low-high end) yang masih mencantumkan glycolic acid sebagai ingredient aktifnya.

Salah satu produk glycolic acid yang populer di Indonesia adalah Glycore yang diproduksi oleh Pharmacore.

---

Deskripsi produk

Derivat Alpha Hydroxy Acid digunakan untuk hiperpigmentasi dan noda-noda hitam pada kulit, serta menjadikan kulit tampak lebih halus.

Cara Pemakaian

Oleskan tipis-tipis pada kulit yang bersih. Gunakan pada pagi dan/atau malam hari.


Peringatan!

Produk ini mengandung Alpha Hydroxy Acid (AHA) yang dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari dan khususnya kemungkinan kulit terbakar.

Gunakan tabir surya, pakaian yang melindungi dari sinar matahari dan batasi paparan sinar matahari selama dan seminggu sesudah menggunakan produk ini.

Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius, dalam wadah tertutup rapat, dan terlindung cahaya.

---

What's cool?

Glycolic acid mendapat rating Best di kamus ingredient Paula's Choice [1].

Glycolic acid pun dikenal sebagai exfoliant yang dapat mengangkat sel kulit mati, sehingga kulit tampak lebih sehat dan glowing [2].

Meski tidak seefektif retinoid, namun glycolic acid juga mampu merangsang produksi collagen, meningkatkan elastisitas kulit, serta menyamarkan garis dan kerut halus.

Jadi, yang mulai concern ke perawatan anti aging, coba deh pertimbangkan glycolic acid. Terutama kalau kamu merasa retinoid terlalu harsh, karena glycolic acid relatif lebih gentle di kulit.

Hasil terbaik diperoleh dengan menggunakan produk leave on (mis. krim), bukan jenis wash/rinse off.

Baca juga : Hada Labo Tamagohada Face Wash (mengandung AHA 0,98%)

---

Efek samping

Efek samping glycolic acid yang umum terjadi adalah kemerahan, gatal, dan iritasi, khususnya di kulit yang sensitif.

Glycolic acid membuat kulit jadi semakin peka dengan sinar matahari, maka kita wajib menggunakan sunblock di siang hari.

Produk glycolic acid over the counter umumnya dijual dalam kadar rendah, yaitu di bawah 15%.

Kadar rendah memang aman digunakan setiap hari. Meski demikian, tetap ada sebagian orang yang kulitnya hanya mampu mentolerir krim glycolic acid 2-3 kali seminggu saja. Lebih dari itu kulitnya rewel.

Jadi, di awal pemakaian penting banget untuk mengoles krim tipis-tipis saja (misal dalam 2-3 malam sekali), kemudian amati respon kulit.

Kalau tidak bermasalah baru ditambah frekuensinya. Tapi jangan lebih dari 2 kali sehari ya (pagi dan/atau malam hari).

Oh iya, kalau sudah menggunakan retinoid, AHA, atau BHA, baiknya kita ngga perlu sering-sering scrubbing. Takutnya malah jadi overexfoliated/overpeeled.


---

Review

Glycore memang tidak dijual bebas di supermarket, tapi bisa kamu peroleh di apotek. Itu pun untung-untungan banget, karena stoknya sering kosong. Kalau pun ketemu, eh kadarnya yang ngga pas.

Pertama kali saya memakai Glycore itu di tahun 2012, bersama teman saya, Nanol wkwkwk. Kita muter samperin apotek-apotek hanya untuk cari Glycore.

Dari dulu sampai sekarang, kemasannya gini-gini aja dan harganya pun tidak berubah. Masih sekitar Rp 30.000 (10 gr). Cukup terjangkau kan?

Teksturnya bukan krim yang pekat. Meski rada oily, tapi terasa ringan di kulit.

Trus, jangan terkecoh kemasannya haha. Isi nett-nya hanya 10 gr (kurang lebih setengah jar). Kesannya sedikit, tapi lumayan awet kok. Bisa untuk 2 bulan. Kan cuma dioles tipis...

Lihat foto di bawah ini ya, itu ujung jari saya sudah mentok di dasar jar-nya.

Saya mulai pake Glycore lagi di bulan Desember 2016 dan sering diskip saat kulit sedang bermasalah.

Hasilnya?

Secara keseluruhan, kulit saya jadi lebih halus dan tampak lebih cerah.

Biasanya sekitar 3 hari setelah pemakaian, tekstur kulit saya membaik dan terasa lebih smooth. Apalagi saat membasuh wajah dengan air, jadi licin-licin gitu... (tidak menggerinjal).

Ehm. Tapi... To be honest, untuk hiperpigmentasi progresnya lambat.

Itulah kenapa dulu (2012) saya berhenti. Maklum, masih instant-minded.

Sekarang, karena saya sudah tahu faedahnya glycolic acid, yasudah disabar-sabarin aja. Walau lambat, tapi hasilnya lebih tahan lama hehe. Kalau kulit mengalami kusam yang tak tertahankan(?), saya akali juga pake sabun Kojie San.

Baca juga : Kojie San Skin Lightening Soap

Eniwei, Glycore tidak ampuh untuk mengatasi komedo di hidung (blackhead). Mungkin itu juga kali ya, produk yang lagi booming memadukan AHA dan BHA.

Final Thought

Gunakan kadar yang bisa ditolerir kulitmu. Untuk pemakaian pertama, amannya pilih Glycore yang 8%. Atur juga frekuensi pakainya sesuai kebutuhan dan kondisi kulit.

Hasil dari glycolic acid yang lebih cepat bisa kita peroleh dengan menggunakan kadar tinggi (20-70%, mis. chemical peeling). Tentunya itu hanya boleh diaplikasikan di bawah pengawasan dokter, untuk menghindari kerusakan kulit yang serius dan iritasi parah.
Semakin tinggi konsentrasinya, semakin signifikan pula hasilnya. Tapi ingat, risikonya juga lebih besar.
Selain Glycore, ada juga produk lokal lain yang mengandung glycolic acid 5-10%. Misalnya seperti Theraskin, Immortal, dan Glikoderm.

Idealnya, glycolic acid ditujukan untuk kulit normal dan kering.

Kulit yang sensitif biasanya lebih cocok menggunakan AHA jenis lactic acid, karena lebih mild dibanding glycolic acid (cmiiw).

Sedangkan kulit berminyak dan acne prone, lebih sesuai jika menggunakan BHA (Beta Hydroxy Acid).

BHA Salicylic acid mampu menjangkau ke dalam pori sehingga ampuh untuk mengatasi komedo (blackhead/whitehead). Produk yang bisa jadi pertimbangan, yaitu seri BHA-nya COSRX dan Paula's Choice.

Untuk mengatasi spot noda/bekas jerawat, baca juga : White-Neng Skin Whitening Cream

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Maybelline Fit Me Matte + Poreless Foundation : 120 Classic Ivory

Jumat, 18 Agustus 2017

Mendengar kata "foundation" kesannya berat ya kayak pake topeng. Nah, jaman sekarang sudah banyak foundation yang menawarkan fitur full coverage, namun tetap ringan di kulit.

Salah satunya?
 
Maybelline Fit Me Foundation.

Produk ini terdiri dari dua varian, yaitu Matte + Poreless dan Dewy + Smooth.

Matte + Poreless adalah liquid foundation yang ditujukan untuk kulit normal dan berminyak. Sedangkan Dewy + Smooth untuk kulit normal dan kering.


Deskripsi dan klaim produk [1]

Fit Me! Matte + Poreless Foundation dengan formula ultra-lightweight. Mengandung micro-powder yang mampu menyerap minyak berlebih untuk hasil matte dan tampak tidak berpori. The ultimate natural skin fit!

Fit Me! Matte + Poreless Foundation dengan formula ultra-lightweight. Mengandung micro-powder yang mampu menyerap minyak berlebih untuk hasil matte dan tampak tidak berpori. The ultimate natural skin fit!

Formula ringan dan tahan lama. Cocok untuk dipakai sehari-hari. Mampu meratakan tekstur wajah untuk jenis kulit normal cenderung berminyak.

Gunakan secara merata pada bagian wajah dan leher dengan menggunakan tangan atau brush.


Our Love-Hate Relationship... 
with The Packaging

Banyak yang suka dengan botol kaca seperti ini. Kelihatan elegan aja gitu.

Tapi...

Subhanallah, itu mulut botol atau terowongan?


Iya, mulut botolnya lebar banget! Padahal tekstur Fit Me Foundation lumayan encer. Jadi, kalau tidak hati-hati, foundation-nya bisa tumpah.

Supaya ngga meleber, kita bisa akali dengan mencolek foundation yang tertinggal di tutup botol.


Atau kita juga bisa menggunakan stik plastik.

Stiknya dicelup masuk ke dalam botol, trus ditotol-totol atau dioles tipis di kulit.

Sekalian ya... Ini foto yang paling mendekati warna aslinya 120. Dipotret dengan pencahayaan natural (daylight).


---

#FYI

Kulit saya kombinasi, acne prone, dan mudah dehidrasi.

Make up skill : beginner.

Saya jarang banget dandan. Paling banter pake bb cream atau sunblockan. Ini beli karena lagi butuh(?) aja. Jadi, reviewnya pun dari sudut pandang beginner ya.

---

Review

Harga Maybelline Fit Me Foundation sekitar Rp 145.000 (30 ml). Produk ini mudah diperoleh, karena tersedia hampir di semua counter kecantikan.

Saya pilih Matte + Poreless karena hidung saya tuh oily banget. Jadi, yah... ngga kebayang kalo pake Dewy + Smooth bisa langsung luntur kali.

Range warna Fit Me Foundation sebenarnya ada banyak, sekitar 24. Tapi yang tersedia di Indonesia hanya 9.

115 Ivory
120 Classic Ivory
125 Nude Beige
128 Warm Nude
130 Buff Beige
220 Natural Beige
228 Soft Tan
230 Natural Buff
310 Sun Beige

Menentukan shade Fit Me yang sesuai agak susah. Misal kamu dapet warna yang klop di awal pemakaian, beberapa saat kemudian warnanya bisa menggelap.
Tips dari beauty vloggers : pilih shade yang setingkat lebih cerah.
Masalahnya, warna kulit saya itu, err... tanggung. Jadi saya serahkan pemilihan warna foundation ke BA di counter Maybelline.

Mbak BA Mal Panakukkang menyarankan shade 125. Sedangkan di Mari, saya malah disodorin yang 120. Nah lho haha.

Yasudah sebelum beli (di Mari), saya coba keduanya. Oles di pipi kanan-kiri dan lengan dalam.

Kalau di wajah, 120 dan 125 kayak ngga ada bedanya. Masuk-masuk aja di kulit saya.

Sekitar setengah jam kemudian, saya cek swatch di lengan dalam ternyata dua-duanya menggelap. Yang 120 jadi dusty pink dan 125 jadi orens gelap.

Saya ngga mungkin ambil shade 115, soalnya keputihan. Jadi, saya pilih yang 120, karena kalau dipake di wajah, oxy-nya ngga terlihat kucel.

Matte? Berat dong?

Maybelline Fit Me Matte + Poreless foundation relatif aman digunakan sehari-hari. Meski judulnya ada embel-embel "Matte", tapi asli produk ini tuh ringan banget.

(Afwan, foto sudah dihapus...)

Walau hanya satu layer hasilnya cukup bagus lho.

Coverage-nya medium dan buildable. Noda bekas jerawat dan pori-pori lumayan tersamarkan. Warna kulit saya pun jadi lebih rata.

Bdw, kita tetap perlu eksfoliasi sel kulit mati dan pake pelembab yang bagus, karena produk ini memperjelas dry patch dan komedo di hidung.

Staying power bisa tahan sampai 5-6 jam. Sayang, oil control-nya biasa saja. Dua-tiga jam sudah mulai kilap-kilap. Hmmm... masih bisa diatasi dengan kertas minyak dan touch up.

Baca juga : Kertas Minyak : Acnes, Clean & Clear, Ovale, & Oxy

---

Final Thought

Awalnya saya sempat skeptis. Khawatir kalau review positif yang beredar cuma sekedar internet hype.

Eh, ternyata beneran bagus (sekelas drugstore foundation yaa).

Untuk tampilan yang bener-bener flawless, kita mesti pake primer, concealer, aplikator yang oke, dan lainnya. Selain itu, skill dandan juga jelas berpengaruh banget.

Karena produk ini oxy, sebaiknya kamu pilih shade langsung di counter Maybelline. Kalau cuma mengira-ngira warna dari internet takutnya bakal meleset.

Kemasannya memang rada problematik. Pas dituang, kadang foundi-nya keluar lebih banyak dari yang kita butuhkan.

Selain dua cara yang sudah dibahas di atas, kamu juga bisa memindahkan Maybelline Fit Me (atau liquid foundation lain kesukaanmu) ke cushion case.

Baca juga : It's My Cushion : Kamu Bisa Bikin Make Up Cushion Sendiri!

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Lidah Buaya : Pre-Wash Treatment for Scalp & Hair

Rabu, 16 Agustus 2017
Kemarin kan saya cerita ya kalau ngga cocok pake minyak kelapa (VCO) untuk perawatan rambut. Rasanya gemeessshh deh rambut malah makin ngga keruan hahaha.

Baca juga : Minyak Kelapa (Virgin Coconut Oil)

Jadi, saya coba pake lidah buaya setelah dapat tips dari temen saya. Dia sempat rutin menggunakan lidah buaya setiap hari sebelum keramas dan hasilnya bagus.

Saya browsing-browsing "aloe vera for hair" reviewnya pun positif dan banyak yang cocok.


What's cool?

Lidah buaya kaya akan mineral, vitamin, dan asam amino.

Untuk kulit kepala (scalp), lidah buaya dapat mengatasi build up karena mengandung enzim yang dapat memecah timbunan sel kulit mati dan ketombe [1].

Khasiat lainnya yaa seperti yang kita ketahui, rutin menggunakan lidah buaya dapat menyuburkan rambut dan mengurangi rasa gatal pada kulit kepala. Rambut juga jadi mudah diatur dan lebih berkilau.

Cara Pemakaian

Cara tradisionalnya dengan memotong lidah buaya dan aplikasikan langsung ke kulit kepala dan rambut.

Kamu juga bisa membuat spray lidah buaya, untuk aplikasi yang lebih praktis...

Apa saja yang diperlukan untuk membuat spray Lidah Buaya?

(1) Lidah buaya
(2) Air secukupnya
(3) Pisau
(4) Wadah
(5) Blender
(6) Saringan
(7) Botol spray kosong
(8) Kulkas


Untuk lidah buaya yang besar seperti foto di atas, kita potong jadi tiga bagian dulu. Setelah itu baru dikupas dan dikeluarkan dagingnya.


Masukkan lidah buaya dan air ke dalam blender. Airnya cukup 300-500 ml saja untuk 1 lidah buaya.


Pisahkan pulpy dan cairannya dengan saringan.

Pulpy-nya bisa langsung kamu gunakan di rambut, sayang kalo dibuang hehehe.


Tuangkan larutan lidah buaya ke dalam botol. Spray lidah buaya bisa bertahan sekitar 4 minggu kalau disimpan di kulkas.

Pssstt! Yang di foto ini airnya memang kebanyakan, makanya jadi 3 botol wkwk. Idealnya sih dua lidah buaya itu jadi 2-2,5 botol.


---

Review

Itu saya gegayaan aja bikin yang spray karena lihat tutorial di youtube. Abis males juga potong-potong lidah buaya tiap pake, enakan langsung semprot hehe.

Untuk lidah buaya utuh (bukan yang spray), hasilnya beyond expectation. Saya perhatikan, tanpa conditioner pun rambut tidak mudah kusut dan lebih lemas. Padahal jarang-jarang lho ada resep DIY hair care yang langsung cocok di saya (tanpa perlu diakali).

Lidah buaya juga (baik yang utuh maupun spray), mampu mengontrol produksi minyak dan mengatasi gatal di kulit kepala. Rambut di dekat scalp pun jadi sangat halus.

Saya kurang bisa memastikan apakah lidah buaya menguatkan rambut atau tidak. Lidah buaya juga kurang ampuh untuk mengatasi batang rambut yang kering.

Untuk nge-boost pertumbuhan rambut, larutan lidah buaya bisa dicampur dengan bubuk jahe.

Kalau tidak ada bubuk jahe, kamu bisa pake jahe yang digeprek. Diamkan dulu larutannya sekitar 15-30 menit, lalu aplikasikan di kulit kepala.

Kamu bisa browsing lebih lanjut pake keyword "ginger for hair growth".


Final Thought

Hasil terbaik adalah menggunakan lidah buaya utuh.

Larutan lidah buaya juga bagus, tapi ngga se-wow lidah buaya utuh. Kayaknya yang bikin bagus tuh malah cairan kental lidah buayanya. Makin pekat, makin oke.

Oh iya, kamu juga bisa mencampur lidah buaya dengan bahan lain seperti tea tree oil, argan oil, madu atau jahe. Tapi pastikan kombinasi bahan-bahan tersebut sesuai dengan kondisi dan kebutuhan rambutmu.

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Minyak Kelapa (Virgin Coconut Oil)

Senin, 14 Agustus 2017
Meski belakangan ini populer banget di youtube, tapi jelas minyak kelapa bukan tren baru di dunia kecantikan...

Apa yang Membuat Minyak Kelapa Spesial?

Minyak kelapa kaya akan fatty acids yang membuat kulit tampak lebih sehat. Kandungan antioksidannya juga dapat meremajakan, mencegah penuaan dini, memperlambat proses penuaan, dan membantu kulit untuk bertahan dari pengaruh buruk lingkungan (mis. polusi).

Untuk foto before after-nya bisa browsing di pinterest yaa, karena tidak bisa saya cantumkan di sini. 

Ngomong-ngomong, Virgin Coconut Oil mengandung antioksidan yang lebih banyak dibanding minyak kelapa biasa. Minyaknya diekstrak dari buah kelapa yang masih segar, bukan yang sudah kering. 

Karena kualitasnya lebih bagus, maka untuk topik kecantikan, umumnya yang diteliti adalah VCO.

Ada ngga "Extra" Virgin Coconut Oil?

Label extra virgin dan virgin pada minyak zaitun menunjukkan adanya perbedaan kadar fatty acids. Tapi hal ini tidak berlaku untuk minyak kelapa.

Ini berarti, extra virgin dan virgin-nya sama saja (cmiiw). Lagipula tidak ada regulasi yang mengatur label extra virgin dan virgin pada minyak kelapa [1].


Anjuran Penyimpanan

Simpan minyak kelapa di suhu ruangan dan tidak terpapar sinar matahari langsung. Lebih bagus lagi kalau disimpan di tempat yang kedap cahaya (dalam lemari).

Kalau aroma dan warnanya sudah berubah, baiknya jangan digunakan.

Minyak kelapa yang bertekstur balm (putih solid) tidak layak dikonsumsi jika sudah muncul dark spot di dasar jar-nya. Supaya tahan lama, gunakan spatula ya :D

Kenapa poin ini harus diperhatikan?

Minyak kelapa yang beredar di pasaran umumnya tidak mengandung zat pengawet. Jadi, minyaknya bisa cepat tengik jika tidak disimpan dengan baik.

---

Review VCO untuk Perawatan Kulit Wajah

Sekilas info... Kulit saya kombinasi (berminyak di hidung, kering di U-zone), acne prone, dan mudah mengalami dehidrasi.

Awalnya saya menggunakan VCO sebagai cleansing oil. Hasilnya bagus banget. Kotoran dan make up cepat lumer, sehingga mudah untuk diringkas. Kulit juga jadi lebih lembab dan lembut.

Karena minyaknya terasa ringan dan gentle, saya coba gunakan untuk memijat wajah. Saya pikir mungkin ngga apa-apa, karena kulit saya dominan kering dan alhamdulillah sudah jarang bermasalah.

Eh, Qadarullah... komedo malah membludak.

Terutama blackhead sih, banyak banget di hidung. Akhirnya saya batasi lagi penggunaan VCO hanya untuk membersihkan wajah (sebagai bagian dari double cleansing). Itupun sudah jarang banget...

Baca juga : DIY Skin Care Belum Tentu Baik untuk Kulitmu

Minyak kelapa sifatnya comedogenic. Kalau kamu sering mengalami problem pori tersumbat (blackhead/whitehead) dan rentan berjerawat, minyak kelapa berisiko memperparah kondisi kulit kamu.

Dia bagusnya untuk tipe kulit normal dan kering.

Bdw, cara aman menggunakan minyak sebagai pembersih bisa di cek di post...

Baca juga : Ini Lho Pembersih yang Saya Gunakan (2017)

---

Review VCO untuk Perawatan Rambut

Dilansir dari Wellness Mama, tidak seperti Castor Oil (minyak jarak) yang relatif cocok untuk semua orang, minyak kelapa tuh ngga tentu hasilnya (mixed results) [2].

Ada yang sukses, ada yang malah makin rontok.

Masing-masing tipe rambut bisa memberi respon yang berbeda. Orang yang rambutnya sudah bagus, biasanya akan lebih kuat, berkilau, dan bervolume. Sedangkan rambut yang kering, malah makin rapuh dan rontok.

Berikut saran dari Wellness Mama, kalau kamu ingin menggunakan minyak kelapa untuk perawatan rambut...

(1) Hindari kulit kepala, karena minyak kelapa dapat menyumbat pori.

(2) Gunakan sedikit dulu, kemudian amati bagaimana respon rambut kita terhadap minyak kelapa.

(3) Kombinasikan dengan bahan lain, seperti madu, yoghurt, marula oil, atau argan oil.

---

Kombinasi VCO dan Hand Cream

Oke. Untuk rambut, saya ngga cocok blas. 

Untuk wajah, saya masih mikir-mikir mau lanjut pake VCO atau tidak.

Tapi untuk hand cream? 

Yaaaaayyy!!!


Terinspirasi dari tips yang disharing kak Lulu (Lovely Lue's), saya menggunakan VCO sebagai campuran hand cream hehehe [3].

Resep ini bener-bener oke banget. Hand cream yang murah pun bisa jadi amazing setelah dicampur VCO. InsyaAllah akan ada bahasan sendiri tentang hand cream dan VCO yaah.

---

Akhir kata

In my humble opinion... Pemakaian minyak kelapa untuk perawatan wajah dan rambut lumayan tricky.

Sebagai gambaran, sebagian orang malah memperoleh hasil terbaik (untuk kulit dan rambut) setelah mengonsumsi Virgin Coconut Oil (bukan untuk pemakaian luar). Misal sehari 2 sendok makan di pagi dan malam hari.

Jadi, kayaknya kita perlu trial and error dulu sebelum tahu cara memanfaatkan minyak kelapa yang paling pas untuk kita.

Oh iya, walaupun kejadiannya jarang banget, orang yang alergi kelapa tidak dianjurkan menggunakan minyak kelapa meskipun itu untuk perawatan rambut.

Kalau kamu mengalami efek negatif yang tidak wajar, segera hentikan pemakaian yaa.

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.