Kojie San Skin Lightening Soap

Jumat, 30 Juni 2017
Setelah sekian lama, saya baru sadar kalau belum ada review khusus sabun Kojie San di blog Hai Hanitis. Padahal produk ini sudah lama saya gunakan hahaha.

Baca juga : Sekilas tentang Produk Favorit (2014)

Varian produk Kojie San cukup variatif. Ada sabun anti agingnya, sunblock, krim wajah, body lotion, sampai krim pencerah ketiak. Tapi yang jadi favorit dan berkali-kali saya beli adalah skin lightening soap-nya.


Kojie San
Skin Lightening Soap


Deskripsi produk


The Kojic Acid you've always trusted, the one prescribed by your dermatologist is now available in Kojie San Lightening Soap.

Kojie San contains high grade cosmetics all-natural Kojic Acid that helps prevent melanin production, making skin lighter and clearer.

Kojie San Skin Lightening Soap is effective in diminishing dark spots, freckles and acne, stretch marks, and uneven skin tone.

Cara pemakaian

Dapat digunakan sehari-hari untuk wajah dan badan. Untuk hasil yang optimal, gunakan Kojie San Body Lightening Lotion with SPF 25 setelah mandi.

Ingredients

Cocos nucifera (coconut) oil, Deionized Water, Sodium Hydroxide, Fragrance, Kojic Acid, Glycerin, Aqua (and) Xanthan Gum (and) Caprylyl Glycol (and) Caprylyl Glycol (and) Glucose (and) Chondrus crispus (Carrogeenan) (and) Phenoxyethanol (and) Ethylhexylglycerine, Cocodiethanolamide, Mineral Oil, Melaleuca Alternifolia (Tea Tree) Oil, CI 15985, CI 19140, BHT.


Review

Saya menggunakan Kojie San setiap malam. Caranya dengan dibuihkan, lalu diratakan di wajah dan leher. Tunggu 1-3 menit, setelah itu bilas hingga bersih.

Kemarin kulit wajah saya kusam banget habis dari luar kota. Hanya beberapa kali pake Kojie San alhamdulillah cerah lagi. Ngomong-ngomong, cerahnya juga bukan putih tembok yang fake, tapi memang warna asli kulit saya.

Untuk badan juga oke. Kojie San bantu mencerahkan kulit badan yang belang asal digunakan secara rutin. Teman saya malah lebih suka pake Kojie San sebagai sabun mandi. Katanya sih daki-daki jadi lebih mudah dikeluarkan :D

Baca juga : Ini Lho Pembersih yang Saya Gunakan (2017)


Oh iya, sabun batang Kojie San cepat banget lumernya. Jadi supaya hemat, saya potong-potong jadi beberapa bagian dan setelah digunakan saya simpan di tempat yang kering.


Ih serem deh sist kalo instan-instan begitu...

Kojie San mengandung Kojic Acid, Virgin Coconut Oil, Glycerine, Tea Tree Oil, dan ekstrak tumbuhan lainnya. Kojic acid sendiri berasal dari jamur (Aspergillus Oryzae) yang di Jepang dikenal dengan sebutan Koji [1].

Kojic acid dikenal sebagai agen pencerah kulit yang lebih baik dari Arbutin [2]. Cara kerjanya dengan menekan aktivitas enzim tyronase (yang memproduksi pigmen kulit/melanin) [3].
Kojic acid tidak beracun dan berbahaya, kecuali jika diinjeksi langsung ke pembuluh darah. Jadi, hanya untuk pemakaian luar.
Meski demikian, kalau kamu ragu, baiknya uji alergi dulu di lengan atas bagian dalam. Soalnyaa... dari patch test, ditemukan bahwa kulit yang terpapar kojic acid dalam rentang waktu tertentu jadi lebih sensitif. Oleh karena itu, sebagian orang berisiko mengalami allergic contact dermatitis (cmiiw) [4].

Kalau baca-baca review sabun Kojie San memang ngga semuanya sukses. Ada yang kulitnya malah jadi kering parah dan mrintisan (jerawat pasir).

Yaa balik lagi, namanya produk skin care tuh cocok-cocokan :D

---

Hasilnya berapa lama?

Biasanya saya butuh sekitar 1 minggu untuk mengatasi kusam. Hmm, lumayan cepat ya...

FYI, selain Kojie San, saya juga sedang menggunakan Glycore, yang notabene 8-10% AHA Glycolic acid. Saya pernah baca kalau Kojic acid yang dicombine dengan Glycolic acid kerjanya memang jadi lebih efektif (cmiiw). So, maybe that's why...

Garis bawahi, yang saya bahas adalah kusam. Untuk problem hiperpigmentasi seperti sun spot, warna kulit yang tidak rata, atau kulit yang menggelap tentunya butuh waktu yang lebih lama dan ngga cukup dengan sabun saja.

Kata beauty expert, idealnya perawatan dengan kojic acid baru menunjukkan perubahan yang dramatis setelah 1-2 bulan pemakaian.

Bekas jerawat saya yang baru-baru ini juga masih nangkring dengan innocent-nya di jidat. Jadi yaa memang butuh waktu. Apalagi ini kan produk wash off (langsung bilas), jelas ngga setokcer produk leave on (semacam krim, serum, dll).

Oh, iya! Sunblocknya juga dipake ya gaes :D Apalah arti pake produk pencerah, kalo kita ngga sunblockan.

Baca juga : Cek Arti Simbol/Logo Kemasan Kosmetika Di Sini

Buat jerawat dan komedo?

Ngga ngefek di saya haha. Blackhead di hidung masih ada tuh. Efeknya hanya sebatas mencerahkan saja.

Baca juga : 15 Gosip Seputar Jerawat

---

Akhir kata...

Sabun Kojie San sangat terjangkau. Harganya sekitar Rp 16.000 saja (ukuran 65 gr). Produk-produk Kojie San lainnya juga dijual di supermarket dan drugstore. Kalau masih susah dapetinnya, kamu bisa cek di online mal seperti tokopedia.

Alhamdulillah saya ngga pernah mengalami iritasi atau jerawat pasir selama menggunakan Kojie San. Efek samping yang paling banter saya alami yaa kulit kering. Itupun karena ngeyel keseringan pake :))

Jadi pas lagi kusam banget, kadang saya pake 2 kali sehari. Gara-gara gregetan lihat muka kucel haha. Padahal untuk wajah cukup 1 kali sehari. Lebih dari itu kulit saya jadi berasa kaku ketarik.

Kalau sudah cerah lagi ya saya lepas, dan pake sewaktu-waktu saja buat maintain.

Updated 2018!

Saya sudah tidak menggunakan Kojie San untuk wajah lagi ya teman-teman. Karena too harsh untuk kulit wajah saya sekarang. Kojie San-nya lebih sering saya gunakan sebagai sabun badan saja.

Baca juga : Apakah Kamu Berlebihan Merawat Kulit Wajah?

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Akun Dakwah kok Begitu?

Rabu, 28 Juni 2017
Mumpung kemarin abis bahas social media, jadi sekalian keluarin uneg-uneg deh, lol. Rupanya ngga cuma saya yang ngebatin. Teman saya pun terganggu dengan postingan meresahkan yang beredar di social media.

Apa sih?

Seperti muslim kebanyakan, saya juga follow akun-akun reminder islami. Biar adem gitu lho pas buka instagram :))

Sayangnya, mulai banyak provokator berkedok akun dakwah. Katanya sih akun ahlussunnah wal jamaah...

Padahal ahlussunnah kan ngga boleh mencela pemerintah (#ntmstoo), ngga boleh memberontak, dan ngga boleh ngompor-ngomporin orang untuk memberontak. Dikhawatirkan mudharatnya lebih banyak daripada manfaatnya.

Ini bukan masalah yang sepele lho, karena berkaitan dengan stabilitas suatu negara.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Akan datang sepeninggalku, para pemimpin yang tidak berjalan di atas petunjukku, tidak mengamalkan sunnahku, dan di tengah-tengah mereka akan berdiri orang-orang yang berhati setan dengan jasad manusia."
Hudzaifah ibnul Yaman bertanya, "Lalu apa yang harus diperbuat wahai Rasulullah, jika aku mendapati masa itu?"
Beliau berkata, "Engkau mendengar dan taat kepada pemimpin walau punggungmu dipukul dan hartamu dirampas, tetaplah mendengar dan taat." (HR. Muslim no. 1847) via @silsilahsahihah.
Noted : Ketaatan kepada pemerintah muslim dibatasi dalam perkara ma'ruf saja, sedangkan dalam perkara maksiat maka tidak diperbolehkan.

Baca juga : Mengapa Mudah Mengkafirkan Pemerintah?


Masih tidak puas dengan pemerintah?


Bdw, presiden kita muslim. Adzan masih dikumandangkan dimana-mana. Kita juga ngga dilarang sholat. Ramadhan selalu diiklankan dan orang yang mau berangkat haji pun difasilitasi.

Kajian sunnah selalu mewanti-wanti... Sebagai rakyat biasa ya kudu bersabar. Kalau bisa doakan kebaikan dan hidayah untuk mereka di waktu-waktu mustajab.

Fudhail bin 'Iyadh rahimahullah berkata, "Jika aku mempunyai doa baik yang akan dikabulkan, maka semuanya akan aku tujukan bagi para pemimpin. 

Apabila doa itu hanya aku tujukan untuk diriku sendiri, tidak lebih hanya bermanfaat bagi diriku. Namun apabila aku tujukan kepada pemimpin, dan para pemimpin berubah menjadi baik, maka semua orang dan negara akan merasakan manfaat dan kebaikannya."


Darimana datangnya pemimpin yang zhalim?

Saya mengutip artikelnya Salam Dakwah yang disiarkan Yufid Tv.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman yang artinya, "Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang yang zhalim itu menjadi wali (pemimpin, penolong, teman setia) bagi sebagian yang lain disebabkan (dosa) yang mereka kerjakan." (QS. Al An'am, ayat 129)
Seorang tabi'in yang bernama Al A'masy ditanya tentang ayat di atas, beliau berkata, "Aku mendengar mereka (para sahabat) berkata, jika manusia sudah rusak, maka mereka akan dipimpin oleh orang-orang jahat di antara mereka."

Al Hasan Al Bashri rahimahullah pernah didatangi oleh orang-orang yang hendak menghunuskan pedang-pedang mereka ke arah pemimpin yang zhalim, pemimpin yang membunuh para sahabat Nabi.

Mereka ingin mendapatkan legitimasi dari sang Imam dan fatwanya bisa disebar ke seluruh penjuru negeri Islam.

Akan tetapi, beliau menjawab, "Janganlah kalian memberontak, sesungguhnya dari diri-diri kalian sendiri pemimpin-pemimpin itu didatangkan kepada kalian..."
Dari perkataan yang mahsyur, "Sebagaimana keadaanmu, maka begitulah pemimpin yang diberikan untukmu, amal-amal kalian adalah pemimpin kalian." (Imam At Thurthusyi, Siraj Al Muluk, hal. 197)
Riwayat-riwayat di atas berkesimpulan bahwa musibah berupa penguasa dan pemimpin yang zhalim bermula dari diri kita.

Solusinya?

Bertobat dan beristighfar kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Memperbaiki diri kita, aqidah dan ibadah kita, agar dengan keshalihan kita, Allah menshalihkan pemimpin kita.

Baca juga : Jika Kita Disakiti Orang Lain

Wallahu a'lam.
Reminder to myself first and foremost.
My posts don't make me pious.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day :D

Kenapa Saya Tidak Aktif di Social Media?

Selasa, 27 Juni 2017
Assalamu'alaykum warahmatullah wabarokatuh!

Selamat hari raya Idul Fitri 1438 H. Taqabbalallahu minna wa minkum. Semoga Allah menerima amal ibadah kita selama bulan Ramadhan, aamiin aamiin aamiin.


Saya pikir karena followers-nya ngga banyak (biasanya pada langsung dm), jadi tidak masalah kalau akun @haihanitis off.

Eh... Ngga taunya ada yang tanyain...

Tentunya ada banyak pertimbangan kenapa saya ngga gitu aktif di social media, tapi maaf banget yang bisa saya sampaikan hanya beberapa poin berikut...

#1 Saya tidak telaten mengurus socmed


Saya ngga rajin posting-posting di instagram (apalagi yang terkonsep haha). Aktivitas socmed saya biasanya cuma sebatas browsing dan belanja online, itupun pake akun anonim.

Akun @haihanitis ditujukan untuk memudahkan pengunjung yang kesulitan menggunakan kotak komentar. Tapi setelah saya amati, pertanyaan yang masuk itu-itu saja. Ngga jarang, saya hanya copas jawaban dari dm yang satu ke dm yang lain hehe.

Karena itulah saya niatkan untuk membuat artikel dari frequently asked questions. So stay tuned! :D

Baca juga : Beberapa Pertanyaan Seputar Skin Care (2016)

#2 It's not good for my mental health


Saya sedang belajar mengontrol stres. Sejak membatasi penggunaan socmed, saya jadi lebih tenang. Toh sama teman-teman juga masih bisa kontak melalui whatapp.

Bdw supaya tidak melebar, saya ngga bahas tentang social media dan kesehatan mental di postingan ini. Kamu bisa browsing sendiri di google. Keywordsnya "social media and mental health".


#3 I'm a procrastinator T.T

Salah satu kelemahan terbesar saya adalah tidak pandai mengatur waktu. Kalau udah keranjingan, sadar ngga sadar bisa habis sejam lebih cuma buat browsing-browsing.

#4 Susah banget untuk menjaga niat

Kadang saya harus tanya berkali-kali ke diri sendiri sebelum posting.

Kamu posting kayak gini biar dikata apa?
Manfaatnya apa?
Mau dipuji?
Mau nyindir orang?
dst.

Halah. Itu sih tergantung orangnya...

Kalau kamu bisa menjaga niat di social media, alhamdulillah... good for you :D Saya sendiri belum mampu, jadi lebih baik saya batasi. 

Akhir kata...
Maaf lahir batin yaa gaeess :'D ((air hugs))

Terima kasih atas pengertiannya.
Have a nice day! :D

Ini Lho Pembersih yang Saya Gunakan (2017)

Kamis, 22 Juni 2017
Sebagian pengunjung mungkin heran ya :)) Di postingan X, saya bilang pake cleansing oil dan facial foam sebagai pembersih. Di kesempatan lain, bilangnya pake micellar water. 

Yang bener yang mana nih? 

Jadi gini... Saya memilih produk sesuai dengan kondisi kulit terkini. Selain itu, karena kulit saya kadang rewel, maka produk-produk pembersih yang saya gunakan pun dibagi jadi dua, yaitu pembersih utama dan pembersih alternatif.

Pembersih utama adalah produk pembersih yang bisa kita gunakan setiap hari dan tidak menimbulkan reaksi negatif walau digunakan 2-3 kali sehari.

Pembersih alternatif adalah produk pendamping dan produk back up saat kulit kita bermasalah atau saat kulit butuh extra-pembersihan.

Baca juga : Bingung Pilih Produk Pembersih? Cek Quick Post Ini!


Noted!

Artikel ini kelanjutan dari post kemarin, berkaitan dengan contoh penerapan pembersih utama dan alternatif.

Berikut sharing beberapa produk pembersih yang saya gunakan, sebagai gambaran untuk memudahkan kamu menetapkan produk pembersih dalam regimen skin care harian :D

Tipe kulit saya : Kombinasi.
Kondisi : Dehidrasi dan acne prone.


Pembersih Utama
ala Hanitis (per 2017)


Micellar Water

Kita tahu ya kalau merawat tipe kulit kombinasi itu lumayan menantang hahaha, karena ada dua tipe kulit dalam satu wajah. Paket kombo yang paling umum adalah kering di U-zone dan berminyak di T-zone.

Nah, kalau kamu punya kulit kombinasi dan bingung mau pake pembersih apa, TRY THIS!!! Lol ((ngetik sepenuh hati, sampe capslock jebol)).

Baca juga update terbaru : Skin Care Disesuaikan dengan Kondisi dan Kebutuhan Kulit

Setelah dipakai berbulan-bulan, pembersih berbasis air rupanya sangat sesuai untuk tipe kulit kombinasi dan dehidrasi. FYI, merk micellar waternya bisa pilih suka-suka kamu :D

Kemarin-kemarin saya buat postingan tentang micellar water. Kalau kamu tertarik masukin micellar water dalam regimen skin care, bisa baca-baca link di bawah ini...

Baca juga : Micellar Water : Yay or Nay?


Setelah coba beberapa produk micellar water, kayaknya saya bakal stick dengan Garnier, insya Allah.

Alasannya, formula produk ini simpel (ngga neko-neko), harga reasonable (sekitar Rp 28.000 untuk 125 ml), dan gampang banget dapetinnya (di minimarket macam Indomaret dan Alfamart juga ada).

Baca juga : Garnier Micellar Water

---

Pembersih Alternatif
ala Hanitis (per 2017)

DIY Face Cleanser

Sekarang sudah banyak yang beralih ke skin care alami (DIY/homemade skin care). Ada yang pake DIY Cleanser dari yoghurt, madu, activated charcoal, homemade balm, dst.

Saya juga punya DIY cleanser andalan... Apalagi kalau bukan Oatmeal haha. Setelah ngubek-ngubek postingan lama, ternyataaa Oatmeal sudah saya gunakan selama hampir 5 tahun!

Yeaayy! :')) Antara syok dan terharu hahaha.

Baca juga : Oatmeal Face Cleanser (2012)

Saya menggunakan oatmeal sebagai masker sekaligus cleanser. Jadi, sesaat sebelum mandi, saya maskeran dulu pake oatmeal (cukup 1 sendok untuk sewajah dan leher). Begitu selesai mandi, oatmealnya digosok pelan (seperti scrubbing), lalu dibasuh dengan air.


Terinspirasi dari masukannya Yozora... Supaya oatmealnya ngga gitu berantakan, baiknya kita haluskan pake blender dan disimpan di toples. Hasilnya emang lebih rapi dan lebih gentle juga di kulit wajah.

Oh iya, seperti biasa oatmeal yang saya gunakan adalah Quaker Oat Instant yang bungkus merah. Sepengalaman saya sih lebih lembut daripada yang bungkus biru :D


---

Cleansing Oil

Minyak sangat efektif untuk membersihkan kotoran dan make up yang waterproof sekalipun. Saya mulai suka menggunakan Minyak Biji Anggur sebagai pembersih sekitar tahun 2013. Tipe dan kondisi kulit saya saat itu masih berminyak dan sangat rentan berjerawat.

Ngomong-ngomong, sekarang saya membatasi penggunaan minyak sebagai pembersih harian (di rumah cuma nyetok virgin coconut oil aja soalnya huhu).

Kulit saya mudah dehidrasi dan belakangan ini komedo rentan banget membludak. Paling saya pake buat bersihin muka pas lagi kotor banget (double cleansing) :D

Baca juga : The Body Shop Camomile Silky Cleansing Oil


Kalau kamu penasaran dengan Oil Cleansing Method, berikut trik-trik supaya minyak (sebagai pembersih) ngga bikin komedoan...

(1) Cari jenis minyak yang sesuai dengan tipe dan kondisi kulit kamu.

(2) Untuk kombinasi 2 jenis minyak (mis. extra virgin olive oil dan castor oil), cari tahu takaran perbandingan yang pas (mis. 1 : 2 atau 1 : 3, dst). Yang ini butuh trial and error sih...

(3) Basuh wajah dengan air hangat di bilasan terakhir, atau

(4) Setelah dibalur minyak, bersihkan wajah dengan facial brush/silicon pad, atau

(5) Bekap wajah yang sudah dibalur minyak dengan washlap hangat, kemudian basuh dengan air hangat.

---

Sabun wajah

Saya sudah stop menggunakan Hada Labo Tamagohada Face Wash. Yang kadang masih saya gunakan adalah Hada Labo Gokujyun Face Wash (pinjam punya adek hihi), sebagai bagian dari double cleansing.

Baca juga : Hada Labo Tamagohada Face Wash


Banyak di antara kita yang ngerasa kurang bersih kalo ngga sabunan. ((Sugesti))

Sebenernya, kulit yang sangat kering kurang sesuai jika dibersihkan dengan sabun (apalagi yang ngga pH balanced). Salah-salah, kulit malah makin kering dan rentan iritasi.

Tapi aku tuh ngga bisa sist, kalo ngga sabunan!

Okey, sekedar info... Hada Labo Gokujyun face wash pernah saya gunakan saat kulit kering (karena obat kalo ngga salah). Seingat saya, waktu itu ngga nyetok oatmeal, trus bingung mo bersihin muka pake apa haha. Alhamdulillah relatif aman, yang penting difoaming hehe.

Selain Hada Labo, temen saya yang kulitnya kering dan sensitif juga suka banget dengan sabun wajah Cetaphil. Ada juga beauty guru yang dapat rekomendasi pake Cetaphil dari dermatologis :D

Lebih lanjut tentang info produk face wash (untuk kulit kering dan sensitif) lainnya bisa browsing sendiri yaa...

Baca juga : Beberapa Pertanyaan Seputar Skin Care (2016)


Terakhir, Kojie San. Saya sudah lama pake produk ini, tapi jarang banget dibahas haha. Fungsinya sebagai produk pendamping yang bantu mencerahkan kulit wajah. Tapi sekarang lebih sering dipake untuk sabun badan aja. Emang too harsh kalau untuk wajah :D

Baca juga : Review Kojie San Skin Lightening Soap

---

Kesimpulan

Pembersih utama saya saat ini (per Juni 2017) adalah micellar water. Alhamdulillah cukup untuk membersihkan wajah saya sehari-hari.

DIY Oatmeal cleanser saya masukkan ke dalam pembersih alternatif, yaitu saat kulit mengalami alergi atau pas dulu mengobati kulit pake Mediklin TR. Sekarang oatmealnya lebih sering dipake buat maskeran :D

Sedangkan Kojie San adalah "produk emergency" kalau kulit saya mengalami kusam. Jadi hanya digunakan dalam jangka waktu tertentu saja. (Updated 2018 : Sudah ngga ya gaes, bikin kulit jadi kering banget hehe)

Minyak dan facial foam juga saya kelompokkan sebagai pembersih alternatif (pemakaian sewaktu-waktu, saat kulit butuh extra-pembersihan). Keduanya kurang sesuai untuk dijadikan pembersih utama dengan kondisi kulit saya saat ini, hiks...

Oh iya, beberapa waktu terakhir, pas kulit lagi kotor banget (tapi ngga cocok dengan sabun), saya double cleansing menggunakan minyak dan micellar water.

Caranya... setelah ngebalur kulit wajah dengan minyak, saya lap dengan kapas kering. Baru kemudian saya bersihkan wajah dengan kapas yang dibasahi micellar water.

Baca juga : Cuci Muka Pake Air Teh Hijau

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Bingung Pilih Produk Pembersih? Cek Quick Post Ini!

Rabu, 21 Juni 2017
Salah satu pertanyaan yang kesannya remeh, tapi ternyata lumayan bikin galau adalah "Bagusnya pake produk pembersih apa?".

Iya sih... Makin beragamnya produk pembersih ternyata ada positif-negatif-nya. Di satu sisi, kita disuguhkan pilihan yang melimpah.

Di sisi lain, banyaknya produk di pasaran membuat kita bingung. Takut salah pilih. Kalaupun udah ada yang cocok, kadang bisa tergiur juga dengan iming-iming produk yang baru launching, lol.


Cara paling gampang memilih produk kosmetika (menurut saya) adalah dengan menyesuaikan tekstur produk dengan tipe kulit.

Kedengerannya sepele banget, tapi ini tips paling basic yang kadang kita abaikan (karena terlalu fokus memilah ingredient yang kita incar atau hindari).

Cek tabel di bawah ini ya...


*Syarat dan ketentuan berlaku

Lengkapnya baca di : Tipe dan Kondisi Kulit

Dari pengalaman saya pribadi, memang sulit bertahan dengan satu produk pembersih karena tipe dan kondisi kulit kita bisa berubah sewaktu-waktu.
Jadi, siapkan produk pembersih yang sesuai dengan kondisi kulit terkini.
Ini berarti, bisa saja kita punya beberapa produk pembersih buat jaga-jaga. Oleh karena itu, saya membagi produk pembersih jadi dua, yaitu pembersih utama dan pembersih alternatif.

Pembersih utama adalah produk pembersih yang bisa kita gunakan setiap hari dan tidak menimbulkan reaksi negatif walau digunakan 2-3 kali sehari.

Pembersih alternatif adalah produk pendamping dan produk back up saat kulit kita bermasalah atau saat kulit butuh extra-pembersihan.

Contoh penerapannya baca post : Ini Lho Pembersih yang Saya Gunakan (2017)

---

Kesimpulan

(1) Cari tahu tipe dan kondisi kulit kamu.

(2) Tentukan tekstur yang sesuai dengan tipe kulit, kemudian pilih produk dengan ingredients yang kita butuhkan (mis. hyaluronic acid, arbutin, dst).

Contoh... "Aku mau cari facial foam yang ngandung tea tree oil atau salicylic acid buat kulitku yang oily dan acne prone."

(3) Be flexible. Gunakan produk yang bersahabat dengan kondisi kulit terkini.

(4) Atur waktu dan frekuensi pakai, jika ada lebih dari satu produk pembersih dalam regimen skin care kamu.

Contoh... Micellar water di pagi dan siang hari. Double cleansing (oil & foam) untuk membersihkan ampas make up di malam hari.

(5) Last, but not least. Fokus dengan problem kulit yang kamu alami saat ini.

Misalnya saat kulit berjerawat parah/nyebar, sebisa mungkin hindari produk dengan agen pencerah dan anti aging. Tangani dulu jerawatnya. Begitu jerawatnya sudah sembuh, baru deh kita pake produk pencerah untuk mengatasi kusam.

Baca juga : 5 Langkah Sederhana Mencegah Komedo

Wallahu a'lam.
Correct me if I wrong.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

5 Langkah Sederhana untuk Mencegah Komedo

Jumat, 16 Juni 2017
Haee gaaeesss... gimana puasanya? Semoga makin bermakna(?) yaaa :D

Bdw, instagram saya OFF, karena pertanyaan yang masuk itu-itu aja (kamu pake apa, bagusnya pake apa ya sis, selfienya mana, produk ini aman ngga, dst).

Jadi saya coba cicil dengan membuat postingan di blog aja, supaya ngga bolak-balik ngetik panjang-panjang di hp... insyaAllah.

Baca juga : Hai Hanitis' Frequently Asked Questions


Salah satu pertanyaan yang lumayan sering ditanyakan adalah gimana cara menangani komedo yang ngga mahal. Mudah-mudahan quick post ini bisa menjawab kegelisahan kamu, lol.

Treatment sederhana ini bisa kamu lakukan 1-2 kali dalam seminggu.

Kita sharing-sharing tentang pencegahannya aja dulu, karena untuk penanganan komedo yang terlanjur membludak itu beda lagi :D

---


Mau pilih jenis pembersih apapun itu terserah kamu ya :D kalo aku emang udah klop pake micellar water.

Baca juga : Cek Pembersih Sesuai Tipe Kulit

Rrrr... Sekalian deh quick review Ovale Micellar Water, karena produknya udah kadung disabet orang! Jadi ngga bisa bikin post review sendiri (fyi, foto-foto artikel ini diambil bulan lalu).

Hahahaha sebbeeel!!

Ovale Micellar Water (Harga sekitar Rp 45.000 - 200 ml)

Kemasannya kelihatan murah, padahal formulanya lumayan. Selain mengandung pembersih, juga ada agen pencerah dan anti agingnya. Daya bersih standar micellar water pada umumnya.

Kalau ngga sengaja keicip, rasanya ayep-ayep asam gimanaaa gitu.

Produk ini ngga meninggalkan sensasi lengket. Lembabnya juga pas ya, ngga kerasa licin setelah pemakaian.

Udah gitu aja.

((ngetik sambil ngedumel))

Baca juga : Micellar Water : Yay or Nay?


Steaming (uap hangat, air hangat, atau handuk hangat) sebenernya ngga bisa "membuka pori", karena pori kita memang sudah terbuka dari sananya (lah...).

Steaming hanya bantu meluruhkan kotoran yang menyumbat pori. Untuk ekstraksi komedo, steaming dapat melunakkan whitehead/blackhead agar mudah dikeluarkan.

Ingat ya, pake air hangat, bukan panas.

Baca juga : Es Batu untuk Wajah


Banyak yang mengira eksfoliasi sel kulit mati harus dengan scrub yang kasar. Padahal daki dan sel kulit mati di wajah itu beda mbak, mas.

Kalo kamu udah pake produk yang mengandung AHA, BHA, dan retinol, idealnya ngga perlu sering-sering eksfoliasi sel kulit mati (apalagi scrubbing). Cukup 1-2 kali dalam seminggu saja.

Baca juga : Beberapa Pertanyaan Seputar Skin Care (2016)

Untuk kulit sensitif bisa coba produk eksfoliasi berbasis gel atau air. Bisa juga dengan menggunakan kapas (cotton pad bertekstur) yang dibasahi exfoliating toner.

Buat yang punya concern menghindari chemical ingredients, bisa menggunakan kain muslin, kain serat bambu, atau washlap halus yang dibasahi air hangat, kemudian diusap lembut di permukaan kulit wajah.

Untuk exfoliating tools, bisa pake facial brush yang bristlenya halus atau clarisonic dkk.


Clay mask adalah produk yang penting, terutama untuk kulit berminyak dan rentan berkomedo.

Fungsinya untuk menyerap sebum berlebih dan impurities (kotoran, ampas/build up produk kosmetika, dll). Karena itulah jika rutin digunakan akan meminimalisir kemunculan komedo.

Produk yang best buy dari segi harga dan formula menurut saya adalah Himalaya Neem Mask. Untuk T-zone, cukup beli yang ukuran kecil (harganya sekitar Rp 15.000an).

Baca juga : Himalaya Purifying Mask : Mud & Neem

Clay mask Korea yang populer adalah Innisfree Jeju Clay Mask. Saking ngehip-nya, Jeju Clay Mask sekarang udah punya beberapa varian.

Sedangkan clay mask yang keampuhannya diakui skala internasional... apalagi kalo bukan Aztec Healing Clay Mask. Baiknya beli share in jar 100 gr aja, kalo cuma buat maskerin T-zone.

Atau ada juga masker populer lainnya seperti Glamglow dan Mario Badescu.

Melayer serum dan clay mask?

Ada sebagian orang yang melayer serum dan clay mask. ((Katanya)) serum tersebut bisa bekerja lebih efisien, karena active ingreds-nya makin terdorong masuk ke dalam lapisan kulit.

Tentang ini saya kurang paham ya... Karena sependek pengetahuan saya, clay mask (yang mengandung bentonite) kan daya serapnya strong banget.

Jadi, kayaknya ngga gitu ampuh deh (cmiiw), karena dia justru narik minyak, air, dan impurities keluar dari kulit. Wallahu a'lam.

Noted!
Kulit yang sangat kering bisa skip step ini. Kalaupun mau pake clay mask, coba yang gentle/ringan aja kayak Acnes Tea Tree Clay Mask dan semacamnya.

FYI, ada juga yang pake alternatif Oil Cleansing Method untuk ngatasin komedo. OCM relatif cocok untuk semua tipe kulit. Tapi kudu cari kombinasi minyak dan takaran yang pas, supaya ngga micu masalah baru.


Karena clay mask menyerap kelembaban kulit, maka sangat dianjurkan untuk menggunakan pelembab setelahnya. Lebih bagus lagi kalo kamu pake serum dengan fitur pore care/tightening.

Untuk kulit yang sangat kering (kekurangan kadar minyak), bisa menggunakan pelembab berbasis minyak (tapi bukan sembarang minyak lho, syarat dan ketentuan berlaku).

Sedangkan untuk kulit dehidrasi (kekurangan kadar air), bisa dilayer dulu dengan hydrating toner sebelum menggunakan pelembab.

Baca juga : Hatomugi Skin Conditioner

---

Akhir kata...

Komedo bukan problem yang langsung tuntas hanya dengan sekali treatment. Dengan kata lain, selama masih punya pori-pori dan kelenjar minyak yang aktif, masalah komedo akan jadi hal yang sering kita alami.

Selain treatment mingguan, kita juga bisa meminimalisir kehadiran komedo dengan memilih produk skin care harian yang non-comedogenic (bzzzt, no-brainer tips banget yaa haha).

Kalau ngomongin formula dan ingredient memang rada njlimet. Jadi, gampangnya cari produk skin care yang mengandung salicylic acid. Selain itu, gunakan produk yang teksturnya berupa gel atau yang encer sekalian seperti air.

Baca juga : 15 Gosip Seputar Jerawat

Oh iya, buat aktivitas sehari-hari, jangan lupa sedia kertas minyak ya mbak, mas... Untuk menyerap minyak berlebih supaya ngga nyumbat pori.

Baca juga : Kertas Minyak : Acnes, Clean & Clear, Ovale, Oxy

Huhu maap, karena ini quick post jadi kurang rapih dan terlalu to the point(?). Penjelasan lebih lanjut insya Allah dilengkapi di postingan tentang perawatan pori yang akan datang :D

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.