Tertipu Dunia

Rabu, 31 Mei 2017
Bismillah...

Disclaimer!

My posts don't make me pious. This is a reminder to myself first and foremost. Saya pun suka memperturutkan hawa nafsu huhu, jadi harus diingatkan berkali-kali.

---

Pain and pleasure

Sebagai pengantar, saya mau bahas singkat tentang dua hal yang mengarahkan insting manusia, yaitu pain (sakit) dan pleasure (kesenangan). Orang-orang psikologi, komunikasi, dan marketing pasti udah paham ya...

Secara naluriah, kita akan menjauh dari hal-hal yang menyakitkan dan mendekat ke hal-hal yang menyenangkan.

Contoh... untuk memasarkan produk, ngga jarang kan kita menyaksikan iklan yang menjelekkan produk lain. Tinggal keluarkan isu yang menakutkan, misal produk kompetitornya itu bahaya. Selesai sudah.

Dan supaya menarik, sesuatu harus dikemas sedemikian rupa sehingga terlihat fun (orang di iklannya pada ketawa-ketawa), happy, nyaman, mengagumkan, instan, seductive, dan seterusnya.


Allah 'Azza wa Jalla sudah sering kasih clue (baik dalam Al Quran maupun hadits), supaya kita tidak tertipu dunia. Salah satunya di hadits yang famous banget... tentang Jibril 'alaihissalam yang diutus ke surga dan neraka.

Jibril 'alaihissalam melihat surga dikelilingi perkara yang dibenci jiwa, sedangkan neraka dikelilingi perkara yang disukai syahwat.

Akhirnya Jibril 'alayhissalam berkata, "Demi kemuliaanMu, aku khawatir tidak ada seorang pun dari hambaMu yang bisa selamat dari siksaan neraka." (HR. Tirmidzi)


---

Trus hubungannya apa?
Dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui. (QS. Al 'Ankabut, ayat 64)
Kalau kita jeli, rasa sakit dan kekecewaan yang berulang kali kita alami (karena cinta dunia) adalah wake up call dari Allah 'Azza wa Jalla. 

Itu tanda bahwa Allah masih sayang dan peduli. Kita ngga dibiarin meleng dari jalan yang lurus. Kelekatan kita dipatahkan. Kita pun ditegur dan dihentak dengan cobaan... supaya kita sadar kalau dunia ini menipu dan kesenangannya itu palsu. 
Wahai manusia! Sungguh, janji Allah itu benar, maka janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan janganlah (setan) yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah. (QS. Fathir, ayat 5)

Nah, kembali ke konsep pain and pleasure... 

Kalau sudah sering sakit kayak gitu, mestinya (secara naluriah) kita belajar menahan, membatasi, dan menjauh. Sebisa mungkin kontrol kelekatan hati kita dan banyak-banyak ingat Allah supaya tenang.

---

Akhir kata...

Sebagai penutup, ini ada kutipan surat untuk Umar bin Abdul Aziz rahimahullah dari Al Hasan Al Bashri rahimahullah (dalam buku Untaian Nasihat Hasan Bashri/Mawa'izh al-Imam al Hasan al Bashri, karya Shalih Ahmad Asy-Syami).

"Pandanglah dunia dengan pandangan orang zuhud dan meninggalkan dunia. Jangan memandangnya dengan pandangan orang yang cinta dan terpesona.

Orang berakal merasakan perikehidupan sebagai kesulitan. Ia terancam oleh nikmat, waspada terhadap bala', dan yakin terhadap kematian.

Dunia sama sekali tak berharga di sisi Allah dan sama sekali tak bernilai.

Buruknya negeri dunia ini telah ditunjukkan oleh kenyataan bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala menjauhkannya dari para nabi dan para kekasihNya sebagai bentuk ujian. Lalu dia mudahkan dunia bagi selain para nabi dan kekasih sebagai pelajaran dan tipu daya."

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Dunia dalam Genggaman

Bismillah...

Menurut sebagian orang, kata-kata "dunia dalam genggaman" berarti punya banyak harta, kedudukan, dan status sosial yang tinggi.

Misalnya pas lagi foya-foya, ada kan yang mengeluarkan statement, "Duh, rasanya seperti menggenggam dunia~"

Hmmm... Benarkah demikian?

---

Apa itu Zuhud?

Bahasan kelekatan hati sering disandingkan dengan zuhud. Makna zuhud yang paling simpel dan mudah dipahami adalah yang dijelaskan oleh Al Hasan Al Bashri rahimahullah...
"Zuhud itu engkau menjadikan dunia di tanganmu, bukan di hatimu."
Syaikh Dr. Utsman Al Khamis [1] menjelaskan maksudnya...

Jika dunia datang kepadaku, aku biasa saja.
Jika dunia pergi pun aku tidak bersedih.
Dunia jauh dari hatiku.

Hatiku hanya untuk Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Hatiku selalu bergantung kepada Allah,
sehingga dunia tidak masuk ke dalam hatiku.

Kalau dunia datang kepadaku, aku gunakan seperlunya untuk dimanfaatkan.


Bisa jadi orang kaya pun zuhud. Contohnya Sufyan Ats Tsauri rahimahullah. Ketika beliau ditanya, "Wahai Abu Abdillah, Anda adalah Imam dalam zuhud, akan tetapi Anda punya banyak harta?"
Sufyan Ats Tsauri rahimahullah menjawab, "Agar aku tidak memakai tisu untuk mengemis kepada Raja."
Aku punya harta yang mencukupiku, agar aku tidak butuh bantuan orang lain yang membuatku melanggar agama dan prinsipku demi mendapatkan sesuatu.

Alhamdulillah, aku punya dunia, tapi tidak masuk ke dalam hatiku.

MaasyaaAllah, keren ya... Emang beda level orang-orang yang imannya sudah kokoh sama yang masih ecek-ecek ((ngacaa hehehe))

Di antara bentuk zuhud terhadap dunia adalah saat seseorang memahami bahwa pujian dan celaan manusia adalah sama saja.

Dia tahu betul, yang namanya pujian manusia tidak akan mengangkat derajatnya sedikit pun, jika dia ternyata hina menurut Allah.

Di samping itu, dia pun paham kalau tidak ada yang bisa selamat dari lisan manusia (digunjing, dicela, difitnah, dan lainnya).

Yang selalu dia khawatirkan adalah penilaian dari Allah 'Azza wa Jalla.

---

Akhir kata...

Saat kita "mencintai", sadar tak sadar kita melekatkan hati pada subjek/objek tersebut.

Lapis demi lapis kita rekatkan, sampai-sampai tidak ada ruang lagi untuk Allah 'Azza wa Jalla.

Akhirnya dalam kehidupan sehari-hari, kita memanjakan jasad, namun membiarkan hati ini membatu dan mati.

Kita jadi sering waswas, ngga tenang, insecure, suka ketakutan tanpa alasan yang jelas, dan emosi negatif lain pun mulai menggerogoti jiwa kita.

Sebagai penutup, berikut terjemahan bebas dari kutipan sister Yasmin Mogahed yang mengena buat saya...

"Sebisa mungkin, taruhlah dunia dalam genggamanmu, bukan di hatimu.

Ini berarti, ketika seseorang menghinamu, janganlah memasukkannya ke dalam hati, agar kamu tidak menjadi gundah dan defensif.

Ketika seseorang memujimu, jangan pula memasukkannya ke dalam hati, agar kamu tidak menjadi sombong dan besar kepala.

Ketika kamu mengalami kesulitan dan stres, jangan hanyut, agar kamu tidak berputus asa dan kewalahan.

Taruhlah itu semua dalam genggamanmu dan sadari bahwa segala sesuatu (di dunia ini) hanya sementara.

Saat kamu diberi "bingkisan" oleh Allah (pasangan, keturunan, kekayaan, jabatan, status sosial, dll), jangan taruh di hatimu.

Pegang dalam genggamanmu, agar kamu tidak mencintai bingkisan tersebut melebihi Allah.

Dengan begitu, saat hal-hal yang kita miliki diambil olehNya, kita benar-benar mampu untuk menyatakan, "inna lillahi wa inna ilayhi roji'un".

Sungguh, kita semua milik Allah, dan hanya kepadaNya-lah kita kembali."

Wallahu a'lam.
My posts don't make me pious.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Hatomugi Skin Conditioner

Jumat, 26 Mei 2017

Sebagai orang dengan kulit yang berubah-ubah (hah?) kondisinya, saya rada selektif saat memilih toner. Satu waktu kulit saya bisa mudah sekali berjerawat, di kesempatan lain malah dehidrasi dan muncul dry patch.

Sebelumnya saya memang sudah lama pengen coba Hatomugi Skin Conditioner. Alhamdulillah, tau-tau Nihon Mart nawarin... yaudah tanpa pikir panjang saya terima haha. Soalnya penasaran juga dengan salah satu produk yang jadi best seller di Jepang ini.

---

Deskripsi produk
Hatomugi Skin Conditioner (500 ml)

Hatomugi adalah istilah dalam bahasa Jepang untuk tanaman jelai atau jali yang berupa seperti biji-bijian (Coix Seed). Di Jepang Hatomugi sangat terkenal dan salah satu produk yang alami untuk melembabkan kulit.

Merupakan pelembab dan lotion yang tidak lengket. Memberikan cukup kelembaban pada kulit, merawat kehalusan dan mengurangi kekasaran.

Dapat menenangkan kulit setelah terbakar sinar matahari, dan memiliki efek pendingin dan pengetatan. Bebas fragrance dan pewarna.


Cara pemakaian

Gunakan secukupnya setelah mandi atau gunakan padding ke kulit untuk efek pelembab. Bisa juga dipakai sebagai facial spray. Dapat diaplikasikan sebagai pelembab wajah dan tubuh.

Untuk memperoleh hasil terbaik, tuangkan sejumlah Hatomugi lotion ke kapas dan menerapkannya sebagai masker wajah selama kurang lebih 5-10 menit setiap hari.

Perhatian!

Jangan gunakan dalam keadaan cedera, bengkak, eksim, dll. Hentikan pemakaian jika terjadi kemerahan, gatal setelah terpapar sinar matahari, dan reaksi negatif lainnya. Segera konsultasikan ke dokter kulit jika efek buruk tetap berlanjut.

Produk mengandung bahan-bahan alami, oleh karena itu temperatur dan perubahan lainnya dapat menyebabkan terjadi sedimen atau pengendapan. Residu putih mungkin akan menempel pada bagian dalam kemasan, namun tidak mengurangi kualitas dan keamanan produk.

Ingredients

Water, Dipropylene Glycol, Butylene Glycol, Glycerin, Dipotassium Glycyrrhizate, Coix Lacryma-Jobi (Job's Tears) Seed Extract, Styrene/Acrylates Copolymer, Alcohol, Citric Acid, Sodium Citrate, Methylparaben, Propylparaben.


---

Review

Mungkin banyak yang bingung. Hatomugi kan buat melembabkan, tapi kok mengandung alkohol?

Menurut Paula Begoun, jika alkohol terkandung dalam well-formulated product dan bukan ingredient utama, then it's fine.

Benvenuti (via Futurederm) juga berpendapat bahwa alkohol dalam well-formulated product justru meningkatkan daya serap ingredient utama dan meringankan tekstur produk tersebut.

Hatomugi Skin Conditioner bukan produk astringent dengan kadar alkohol yang tinggi. Meski demikian, kulit yang sangat kering, dehidrasi, dan sensitif mungkin masih peka dengan kandungan alkohol dalam Hatomugi.

Baca juga : Perlu toner atau tidak?


Saya sudah menggunakan Hatomugi selama sebulan terakhir. Pemakaian normal, bukan CSM-an (Chizu Saeki Method) dengan kapas. Dan... baru habis segitu (cek gambar di atas).

Kalau menurut itung-itungan kasar, mungkin produk ini baru habis sekitar setengah tahunan.

Teksturnya persis seperti air. Cepat meresap, tanpa meninggalkan sensasi lengket.

Hatomugi dikemas dalam botol gedebokan, jadi ngga praktis. Kalau mau dibawa pergi-pergi kudu dipindah di botol lain yang lebih kecil.

---

Selembab apa sih di kulit?

Kayaknya rada ngawang-ngawang ya kalau bahas daya lembabnya gimana. Jadi, mari kita bandingkan dengan Hada Labo Gokujyun lotion.

Keduanya bantu menghidrasi dan melembabkan. Dari segi budget juga sama-sama relatif terjangkau. Harga pun reasonable, sesuai dengan formula yang ditawarkan.

Bedanya apa ya?


Hada Labo sedikit lebih kental dan terasa lengket setelah diaplikasikan.

Pemakaiannya juga rada tricky di kulit yang kombinasi dan berminyak (apalagi buat orang-orang di daerah tropis seperti kita).

Sedangkan Hatomugi bisa masuk ke semua tipe kulit (selama kondisi kulitnya tidak bermasalah).

Tipe kulit saya kombinasi dan sejauh ini lebih nyaman pake Hatomugi. Hatomugi juga membuat krim yang saya gunakan jadi lebih mudah diratakan.

Cuman, Hatomugi ngga bikin kulit sekenyal Hada Labo. Karena itulah saat kulit sedang dehidrasi, saya lebih pilih Hada Labo lotion sebagai quick fix.

Jadi kalo ditanya bagus mana ya tergantung kebutuhan dan kondisi kulit masing-masing hehe.

Baca juga : Tipe dan Kondisi Kulit

---

Cuma melembabkan aja nih?

Ngomong-ngomong, saya kurang sependapat ya dengan opini bahwa Hatomugi cuma bikin kulit lembab. Itu saja, ngga lebih.

Kesannya produk dengan fitur hydrating/moisturizing itu useless.

Jadi gini temen-temen, kulit yang terjaga kelembabannya akan terlihat lebih cerah dan fresh. Kadang kita ngga sadar kalau kulit kering/dehidrasi bisa memicu kusam dan pigmentasi (sebagai defense mechanism).

Dulu saya pun skeptis dengan konsep tersebut. Makanya saya sering skip pelembab. Tapi, setelah diamati, area kulit yang jarang saya lembabkan sangat rentan menggelap.

Ini ngga hanya tentang cerah-mencerahkan kulit ya, tapi juga ngefek ke memperlambat proses penuaan. Sebagaimana slogan anti aging yang populer, "Moisturizing is the key", karena kulit yang kering lebih mudah mengkerut.

Baca juga : Beberapa Pertanyaan Seputar Skin Care (2016)

---

Akhir kata...

Hatomugi Skin Conditioner mengandung ekstrak Jali. Jika digunakan secara rutin, Hatomugi dapat memperlambat tanda-tanda penuaan, merawat kulit acne prone, dan bantu meratakan warna wajah.

Produk ini juga mampu menyeimbangkan pH kulit, menghaluskan, melembabkan, dan meningkatkan elastisitas kulit.

Secara keseluruhan, saya suka Hatomugi Skin Conditioner. Ini bener-bener produk yang ekonomis, lol. Harganya sekitar Rp 98.000 (500 ml), tapi kualitasnya ngga murahan.

Kalaupun mau dipake buat CSM-an tiap hari juga ngga ada perasaan bersalah, soalnya ini setengah liter bok :)) kayak ga abis-abis.

Kalau ngga mau ditap-tap dengan tangan atau kapas, Hatomugi bisa dipindah ke botol spray supaya lebih praktis.

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Ovale Essential Vitamin : Lightening & Rejuvenation

Kamis, 18 Mei 2017

Bukan. Ini bukan vitamin rambut haha. Mungkin sebagian dari kita sering banget menjumpai produk ini di supermarket. Abis itu yang dipikirin adalah... "Pengen coba, tapi beneran bagus ngga sih ini?" Lol.

Mari kita bahas supaya ngga penasaran lagi :))

---

Ovale Essential Vitamin
Face Lightening (kapsul kuning)

Mengandung VitaWhite dan Sunflower Oil, Ovale Essential Vitamin Face Lightening membantu menjadikan kulit wajah tampak lebih cerah dan menyamarkan noda hitam di wajah sehingga warna kulit lebih merata dan menjaga kelembaban serta kesehatan kulit wajah.

Kandungan alami di dalamnya memberi rasa nyaman saat dipakai dan tidak berminyak. Inilah saatnya Anda memiliki kulit wajah yang tampak putih bersinar.


Ingredients

Cyclomethicone, Cyclopentasiloxane, Dimethicone Crosspolymer, Dimethicone/Vinyl Dimethicone Crosspolymer, Dimethiconol, Cyclotetrasiloxane, Tocopheryl acetate, Isononyl isononanoate, Citrus aurantium dulcis (Orange) oil, Helianthus annuus seed oil, Glycyrrhiza glabra (Licorice) rice extract, BHT.

Ovale Essential Vitamin
Face Rejuvenation (kapsul merah)

Ovale Essential Vitamin adalah produk perawatan yang diformulasi dengan Apple Oil dan Vitamin E untuk menjaga keremajaan kulit wajah.

Diperkaya dengan Orange Oil yang memberikan sensasi menyegarkan, serta vitamin A dan C yang menutrisi kulit.

Miliki wajah yang lembut, tampak lebih muda dan tetap sehat.


Ingredients

Cyclopentasiloxane, Cyclohexasiloxane, Dimethicone Crosspolymer, Dimethicone/Vinyl Dimethicone Crosspolymer, Dimethiconol, Cyclotetrasiloxane, Tocopheryl acetate, Soybean (Glycine Soja) oil, Retinyl Palmitate, Ascorbyl Palmitate, Citrus Aurantium Dulcis (Orange) Peel Oil, Ethylhexyl Methoxycinnamate, BHT, Pyrus Malus (Apple) Seed Oil.

Cara pemakaian

Keluarkan isi Ovale Essential Vitamin dan oleskan secara merata ke seluruh wajah dan leher sambil diberi pijatan lembut menggunakan ujung jari. Gunakan satu kapsul pada malam hari.


Perhatian!
Simpan di tempat sejuk, kering, dan tidak terkena sinar matahari langsung.


---

Review

Saya suka produk macam sample/trial/travel kit seperti ini. Jadi kita bisa coba produknya tanpa beli yang full size. Kalo cocok ya syukur, kalo ngga ya ngga mubazir.

Harganya juga terjangkau, sekitar Rp 12-16.000 per papan (isi 7 kapsul). Full size dikemas dalam jar, sekitar Rp 50.000 (isi 30 kapsul).


Waduh, banyak silikonnya, bikin break out ngga ya Sist?

Saya jadi lumayan aware masalah silikon dan turunannya, karena beberapa kali ada pengunjung blog yang tanya-tanya, "Produk ini ngandung silikon ngga, produk itu ada dimethicone-nya ngga", dst.

Kesannya silikon dkk itu negatif banget. Sama seperti dulu saya memandang mineral oil.

Baca juga : Toner, Mineral Oil, dan Stress.

Karena sugestinya udah ngga bagus, akhirnya suka was was sendiri. Kalau muncul jerawat dan komedoan, saya langsung menyalahkan silikon dan turunannya, tanpa mempertimbangkan faktor lain seperti ketidakseimbangan hormon, sensitivitas kulit, salah makan, dan lainnya.

Ternyata, ada beberapa turunan silikon yang malah lebih ringan dari mineral oil (cmiiw). Misalnya seperti Cyclomethicone dan Cyclopentasiloxane yang terkandung dalam produk ini [1].

Silikon dan turunannya berfungsi agar produk mudah diratakan, membuat kulit terasa lembut, halus, dan tampak berkilau (efek sementara: silky-velvety finish), bantu menyamarkan kerut halus dengan mengisi garis di wajah (efek sementara), serta membentuk barrier yang bantu menjaga kelembaban kulit.

Meski zat ini dapat menjadi barrier, tapi kulit kita masih bisa "bernapas" [2], karena ada jarak yang lebar antar molekulnya.

Silikon dan turunannya juga dapat bekerja dengan baik bersama agen anti aging, berkat kemampuannya untuk mencegah air menguap dari permukaan kulit.

Alhamdulillah sejauh ini Ovale Essential Vitamin ngga bikin kulit saya jadi bermasalah.

TAPI, tetep yaa... amati kondisi kulit selama pemakaian produk. Jika terjadi reaksi alergi seperti kemerahan, bengep/bengkak, dan iritasi, baiknya segera hentikan pemakaian.

Teksturnya berupa dry oil yang bening seperti air. Ovale Essential Vitamin juga cepat meresap, sehingga tidak meninggalkan sensasi lengket dan berminyak.

Wanginya juga enak, fresh tapi menenangkan.

Produk ini memang tidak saya gunakan sehari-hari. Tapi asli! Kulit jadi smooth banget selama pemakaian.

Kadang Ovale Essential Vitamin saya gunakan sebelum menggunakan bb cream, sebagai primer untuk dapetin hasil yang lebih smooth dan glowing (apalagi pas kulit saya lagi kasar huhu).

Bdw dipakenya bukan buat panas-panasan yaa... yang ada malah cepet lumer. Buat base make up bagusnya dipake di ruang yang ber-AC. Untuk perawatan biasa, produk ini hanya digunakan di malam hari.

Bagusan Face Lightening atau Face Rejuvenating?

Tergantung kondisi dan kebutuhan kulit kita.

Ovale Essential Vitamin Face Lightening fokus di mencerahkan, sedangkan varian Rejuvenating fokus di meremajakan.

Kalau problem kulit kita hanya sebatas kusam, varian Face Lightening (kapsul kuning) sudah cukup.

Tapi kalau kita punya concern untuk memperlambat proses penuaan atau memang sudah nampak tanda-tandanya, baiknya pilih varian Face Rejuvenating (kapsul merah).

Lumayan komplit sebagai produk anti aging dengan harga terjangkau, karena sudah mengandung vitamin A, C, dan E (red: booster regenerasi kulit dan antioksidan).

Baca juga : Tips Belanja Produk Skin Care

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Masker Putih Telur

Minggu, 14 Mei 2017

Beberapa waktu terakhir saya pake virgin coconut oil (alias minyak kelapa, lol) sebagai minyak pembersih dan pijet-pijet muka. Naahhh, komedo saya tuh malah membludak.

Baca juga : Minyak Kelapa (Virgin Coconut Oil)

Akhirnya browsing tentang DIY peel off mask dan facial hair remover. Ada beberapa tutorial yang menggunakan putih telur. Jujur banget dari lubuk hati yang terdalam, saya ngga tertarik untuk mencoba. Putih telur kan amis...

Tapi muter-muter cari resep DIY nemunya putih telur mulu, yasudah... Lama-lama penasaran juga, karena masker putih telur ini populer banget kan.

Masker putih telur (((katanya))) recommended untuk menangani jerawat, garis halus, kerut, dan kusam. Jika digunakan rutin, dapat mencerahkan, meratakan warna wajah, menghaluskan tekstur, dan meningkatkan elastisitas kulit.

Yang kita butuhkan...

Putih telur mentah (1 butir telur), kuas masker, dan wadah. Tisu wajah ini optional yaa... Untuk maskeran biasa, ngga perlu pake tisu. Tinggal oles putih telurnya di permukaan kulit. Tapi kalau kamu mau bikin masker peel off, mesti pake tisu.


Saya hanya pake satu lembar tisu. Kan selembar tisu ada dua lapis tipis tuh...


Cara pemakaiannya sebenernya mudah, tapi susah(?) *lah gimana sih.

Pertama, oleskan putih telur sampai kuyup (bener-bener basah) di area kulit yang kita inginkan. Kemudian, tempelkan selembar tisu tipis. Setelah tertempel, oles lagi dengan putih telur.

Begitu sudah kuyup, tempelkan lembaran tisu tipis kedua. Terakhir, oleskan lagi putih telurnya.

Idealnya, putih telur dioles rapi dan hati-hati, supaya tisunya ngga gitu kisut kayak gini...

Tunggu sampai maskernya mengering dan mengeras. Kupas tisu dengan arah yang berlawanan dari rambut halus dan komedo. Untuk pemakaian sewajah, tisunya dikupas mulai dari dagu dan rahang. Kalau di area hidung, kupasnya seperti pore pack...

---

Hasilnya?

Ngga gitu ngangkat Bro. Cuma sekitar 5-10% aja. Itupun sudah coba 2x di dua kesempatan yang berbeda. Saya cek ulang lihat tutorial di youtube dan tanya ke temen-temen yang lain. Mereka kok bisa puas, cara pakenya gimana :))

Saya juga coba tambahin gula pasir (supaya efek rekatnya makin bagus), tapi hasilnya tetep failed. Kurang lihai sepertinya haha.

Ngomong-ngomong, pas cuci muka, kulit memang jadi lebih halus dan licin. Sayangnya setelah itu muka saya malah jadi bentol-bentol. Ngga lama sih... bentol-bentolnya cepet mereda, tapi kayaknya memang fix ngga cocok deh.

Menurut Dermreview, putih telur mengandung collagen, protein, dan vitamin A. Oleh karena itu, efek sementara yang bisa kita rasakan adalah kulit jadi lembab dan kencang.

Hanya saja, karena dia mengandung vitamin A, jadi tetep ada risiko reaktif di kulit yang sensitif. Apalagi jika dicampur dengan perasan lemon, salah-salah kulit bisa jadi kering dan iritasi.

Baca juga : Jangan Mengatasi Jerawat dengan Cara Alami Ini

Selain itu, masker putih telur juga berpotensi menyumbat pori dan meningkatkan risiko break out di kulit acne prone (nah lho, ternyata malah bertolak belakang sama "klaim" yang beredar).

Efek lainnya adalah penyebaran bakteri dari telur mentah di permukaan kulit. Jadi pilih telur yang kualitasnya baik.

Tapi banyak yang cocok kok, Sist...

Kulit yang cenderung normal dan ngga gitu bermasalah memang fine-fine saja Sist. Bahkan ada yang sampe jadiin masker putih telur sebagai must have item untuk perawatan anti agingnya.

Cuman, yang kita garis bawahi adalah kesesuaiannya untuk kulit acne prone dengan skin barrier yang lemah. Saya berani coba masker putih telur juga mesti tunggu sampai kulit menjinak dulu, tapi ternyata tetep ada reaksi negatif.

Yaa ujung-ujungnya tetep cocok-cocokan juga hehe.

Kalau kulit kamu rentan bermasalah, tapi masih penasaran dengan khasiat putih telur... Baiknya pilih dalam bentuk produk jadi yang sudah diformulasikan secara profesional.

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.