5 Hal yang Bikin Saya Kepikiran Saat Blogging

Sabtu, 11 Februari 2017

#1 Comparison is the thief of joy

Bahasan tentang ini beberapa kali saya ulang...

Terlalu sering blogwalking membuat saya -sadar tidak sadar- jadi membandingkan blog Hai Hanitis dengan blog lain (lagi), macam Viva Woman atau Wellness Mama :') jomplang banget emang hahaha.

Saya jadi merasa tulisan saya tidak cukup baik, foto saya tidak begitu tajam, pengen pindah ke wordpress.org... Gitu teruusss ntar malah ngga posting-posting.

Capek haha.

Kenyataannya, masing-masing blog ditulis dan dikelola oleh orang yang berbeda. Jadi ngga fair kalo mengkritisi blog sendiri kayak gitu. Apalagi membandingkan dengan blog yang usianya lebih 10 tahun.

Camkan itu Tis!

Baca juga : Rumpi tentang Blog

#2 Kata ganti orang pertama

Sepele banget ya hahaha, tapi membuat saya kepikiran. Sebelumnya, saya menggunakan kalimat-kalimat yang... yaah seperti obrolan biasa antar teman. Aku-Kamu.

Tahun 2015, saya mulai tertarik untuk sharing reminder dan hal-hal yang menguatkan saya saat down. Tapi saya khawatir, kalau tetap menggunakan Aku-Kamu kesannya menggurui. Apalagi banyak pengunjung blog ini yang lebih tahu dan lebih senior dibanding saya.

Awalnya hanya untuk bahasan tertentu di kategori Personal dan Blogging Experience. Eh, lama-lama kebawa deh ke semua artikel xD (kalau di sesi komen sih tetep...).

Tapi ngga apa-apa deng, penyampaian seperti ini membuat saya jadi lebih hati-hati. Selama ini sudah banyak hal-hal ceroboh yang saya lakukan karena ngga jaga lisan dan tulisan.

Ngomong-ngomong tentang gaya bahasa... untuk membahas sesuatu yang teknis dan penting memang sangat disarankan menggunakan penuturan yang baku, supaya lebih mudah dipahami dan tidak terjadi misinterpretasi. Contohnya untuk blog fotografi, tutorial hp, dst.

#3 Warna foto

Saya ngga jago pake DSLR. Baru-baru ini aja belajar setting manual. Sayangnya, saya tidak punya aplikasi olah foto Raw. Memotret warna produk jadi sangat tricky, karena saya hanya mengandalkan sinar matahari.

Warna kulit saya rada tanggung (Light Medium). Ada kalanya, warna foto produk sudah tepat, tapi warna kulit saya jadi setingkat lebih cerah. Dan saat mendung, kulit saya malah jadi lebih cokelat daripada aslinya.

Jadi, jangan mengira kulit saya "putih". Itu karena pencahayaannya pas lagi bagus aja.

#4 Credit credit credit!
Bukan source : google.com - melainkan source : contoh-apasih.com
Google.com itu bukan sumber referensi, tapi mesin pencari. Jadi amannya kita mencantumkan link, nama situs, atau channel tempat kita memperoleh kutipan dan informasi.

Untuk foto, baiknya ambil dari situs penyedia foto gratis yang bisa dikomersialkan tanpa atribut.

Credit adalah hal yang sangat sensitif. Makanya kadang saya suka kepikiran aduh ini kutipan dapat dari mana ya. Soalnya kalo baca-baca sepintas lalu, trus ngga discreenshot suka lupa T.T

Eniwei, kita ngga bakal kelihatan bodoh atau ngga kompeten kok saat memberi credit ke situs atau orang lain. Hanya karena kita menyusun konten kan bukan berarti kita tahu segalanya.

Justru sebaliknya, saat mencantumkan link informasi, kita keliatan lebih credible dan respect dengan karya atau pengetahuan orang lain.

Cuman, di Indonesia masalah credit sering diabaikan (termasuk saya dulu hiks). Bahkan banyak peng-copas yang sengaja crop foto supaya watermark creator-nya hilang. Tapi giliran karya original mereka yang dicopas malah lebih murka. Kan ngga lucu...

Baca juga : Hai Hanitis' Blogging Insights

#5 Komentar gagal masuk (Sorry...)

Dulu saya sempat ngebatin, kenapa ya jumlah komentar jadi menurun, padahal traffic blog ini meningkat. Waktu itu saya ngga ambil pusing. Mungkin karena saya jarang ninggalin komen pas blogwalking.

Ditambah lagi blog Hai Hanitis juga saya arahkan jadi personal blog kali ya... makanya sudah ngga relevan buat sebagian orang.

Eehhh ternyata ada pengunjung yang gagal komen ^^; Pertama kali tahu dari Anna-Fii "Suika Lovers" (Jazaakillahu khayran!). Saya beneran ngga ngeh, karena pas dia kabarin, masih ada komen yang bisa masuk. Tapi belakangan, ngga hanya dia yang ngasih info serupa...


Setelah browsing-browsing, penyebabnya karena template blog bermasalah, browser commenter yang belum di-update, atau akun commenter terdeteksi sebagai spam oleh sistem. Selain itu saya ngga tahu.

Untuk blog saya sepertinya bukan karena template, karena setelah ganti ternyata masih ada juga yang gagal komen.

Saya sangat mengapresiasi semua komen dan email yang masuk. Apalagi yang udah ngetik panjang-panjang di kotak komen, trus pas gagal rela ngetik ulang di email huhu... Maaf banget ya :(

Bagi yang kesulitan komen atau mau ngasih masukan, bisa lewat email haihanitisblog@gmail.com.

Wallahu a'lam.
Thank you so much for reading this blog and have a nice day :D

Mineral Botanica Fresh Face Mist : Gulfstream Sea Water & Acne Care

Selasa, 07 Februari 2017
Mau curcol dulu ah... Sampai tahun kemarin, susah banget dapetin produk-produk Mineral Botanica di Makassar. Kalaupun ada, varian produknya ngga lengkap huhu. Kudu online.

Tapi makin kesini alhamdulillah akses belinya lumayan mudah.

Produk MiCa yang pertama kali saya coba adalah Face Mist. Dulu pernah saya gunakan sebagai alternatif pelembab saat kulit sedang bermasalah.

Saat itu pelembab bertekstur krim terasa berat di kulit... Jadi pengen cari yang ringan-ringan aja hehe.

Baca juga : Mediklin TR


Mineral Botanica
Gulfstream Sea Water
Sodium Hyaluronate
Face Mist

Face Mist dengan pH seimbang dan lembut pada kulit yang membuat wajah terasa segar seketika.

Diformulasikan untuk semua jenis kulit.


---

Mineral Botanica
Salicylic Acid Acne Buster
Acne Care Face Mist

Semprotan wajah yang mengandung bahan anti acne, anti irritant, dan anti oksidan, sehingga cocok digunakan untuk kulit berminyak.

Dapat melindungi kulit dari radikal bebas, menjaga kelembaban, dan menyegarkan kulit wajah.

Formula Face Mist ini mudah diserap oleh kulit.


---

FYI!

Menurut saya pribadi, walau Mineral Botanica ngga masuk supermarket, tapi prospek ke depannya menjanjikan sekali.

Mineral Botanica bisa menjawab tuntutan konsumen Indonesia yang mulai concern ke produk kosmetika yang ramah lingkungan, cruelty free, paraben free, halal, dengan harga yang terjangkau.

Bdw, ada seri Mineral Botanica "Whitening" baru. Sekilas packagingnya mirip Wardah White Secret. Cuma terakhir cek belum dijembreng sih ingredient aktifnya apa aja :D


---

Review

Seri "Acne Buster" baru muncul belakangan (tahun lalu kalau ngga salah). Harga produk (60 ml) sekitar Rp 30-40ribu.

Karena ini botol spray biasa, jadi semprotannya jelas tidak sehalus botol aerosol atau nano mist ya. Bisa kuyup banget kalau semprotinnya terlalu dekat :D


Bagusan yang Mana?

Highlight ingredients di seri Gulfstream Sea Water adalah Sodium Hyaluronate, Sodium Chloride (Gulfstream Sea Water), Hamamelis Virgiana Leaf Extract, Aloe Barbadensis Extract, dan Allantoin.

Sedangkan highlight ingredients di seri Acne Care adalah (banyak, lol)... Salicylic Acid, Glycolic Acid, Glycerine, Allantoin, Panthenol, Amylopectin, Betain Anhydrous, Pear Juice Ferment Filtrate, Scutellaria Baicalensis Root Extract, Houttuynia Cordata Extract, Phellodendron Amurense Bark Extract, Salix Alba (Willow) Bark Extract, Rehmania Chinensis Root Extract, Melia Azadirachta Leaf Extract, Glycine Soja (Soybean) Protein.

Jika disimpulkan, kedua produk ini sama bagusnya untuk melembabkan kulit.

Walau kelihatannya lebih komplit yang Acne Care, tapi untuk menjawab pertanyaan "bagus mana" itu dibalikin ke kondisi dan kebutuhan kulit kita ^^;

Seri Gulfstream Sea Water fokusnya di melembabkan dan bantu menghidrasi. Relatif cocok untuk semua tipe kulit. TAPI yang kulitnya sensitif dengan Witch Hazel mesti hati-hati karena mungkin bisa mengiritasi.

Baca juga : Wardah Pore Tightening Toner

Dibanding Gulfstream Sea Water, seri Acne Care lebih bersahabat untuk kulit berminyak dan acne prone.

Seri Acne Care mengandung banyak antioksidan untuk melindungi kulit dari stressor yang disebabkan oleh lingkungan (polusi, sinar UV, dkk).

Selain itu, formulanya juga bantu mempercepat proses pemulihan kulit dan "ngontrol" jerawat dengan meredakan radang (supaya ngga makin parah).

Imho, "Acne Buster" itu lebih ke penamaan aja. Bukan berarti hanya dengan produk ini semua komedo dan jerawat langsung tuntas.

Fungsinya memang lebih ke perawatan, yaitu melembabkan, menenangkan kulit yang rentan bermasalah, dan me-refresh dengan wangi yang relaxing.

Baca juga : 15 Gosip seputar Jerawat

---

Bisa ngga Face Mist ini dijadikan Toner?


Errr... Ngga. Setelah dijadikan toner-toneran, saya baru sadar kalau pewangi dalam produk ini tajam banget.

Alhamdulillah kulit saya ngga alergi pewangi, tapi saya yakin di sebagian orang produk ini bakal memicu break out (iritasi dkk) jika digunakan sampai basah.

Baca juga : Perlu Toner atau Tidak?

Jadi, penting banget untuk memperhatikan cara pemakaian Face Mist (terutama yang mengandung fragrance).

(1) Sesuai namanya, yang kita manfaatkan dari Face Mist adalah kabut airnya. Jadi ngga perlu digunakan sampai basah banget. Cukup disemprot sambil lalu saja dengan jarak sekitar 20-30 cm.

Yah ngga ngefek dong...
Ngefek kok. Kulit tetap lembab dan supel :D

(2) Kulit bisa bermasalah jika penggunaannya tidak tepat (terlalu basah).

Saya pernah menggunakan Gulfstream Sea Water Face Mist saat kulit sedang diobati dengan tretinoin, tapi alhamdulillah ngga kenapa-kenapa. Bantu banget malah.

Cuman ngga bisa jamin juga di orang lain hasilnya bakal sama... :|

(3) Jika penggunaan sudah tepat, tapi kulit masih bermasalah, berarti memang ngga cocok ^^; Imho, untuk kulit yang sangat sensitif lebih baik menggunakan Face Spray semacam Evian atau Avene.

Baca juga : Evian Facial Spray

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.