Logika yang Kebalik-balik

Minggu, 24 Desember 2017

Ada ilustrasi "logika terbalik" yang saya baca di komentar instagram. Lupa pastinya gimana dan tidak tahu siapa yang tulis (credit belongs to him), tenggelam begitu saja. Kurang lebih begini...

"Mah, plis berhenti selingkuh. Takutlah kepada Allah!"

"Pah... Cuma Papah yang ngerasa itu salah. Jadi jangan merasa paling benar sendiri ya :) Ngga perlu dibesar-besarkan demi kedamaian rumah tangga kita..."

Allahul musta'an.

Setres ngga sih ngadepin orang yang seperti itu? :))

Emang ada ya orang kayak gini?

Sayangnya ada... dan konteksnya macem-macem.

Contoh dalam kehidupan sehari-hari... Pelaku bullying di socmed berpikir bahwa freedom of speech sama dengan freedom of hate speech.

Giliran ditanggapin baik-baik, malah dia yang lebih galak...

"Kalau tersinggungan ngga usah maen socmed-lah."

"Biasa aja kaleee..."

"Sensitif amat lu. Padahal cuma gitu doang."

#akhirzaman #bertobatlah

Gambaran situasi lainnya... Ada orang iseng yang suka cipratin air ke muka kita terus-menerus. Awalnya kita biasa aja, tapi lama-lama kita pun terpelatuk...

"Eh, berhenti ngga??'

"Dih. Santai aja kali mbak! Ini kan cuma air. Bahan alami dan ngga berbahaya. Haha lebay banget jadi orang..."

Kemudian kamu curhat ke teman, "Masa dia kayak gini dan ngomong gitu ke aku..."

"Dia bercanda kali ah..."

"Tapi ngga cuma sekali-dua kali kejadian begini. Kalaupun bercanda tetep aja kelewatan."

"Itu kan cuma perasaanmu saja."

...

FYI, banyak kejadian yang lebih kompleks dibanding contoh dalam postingan ini.

Jika perlakuan tersebut berlangsung dalam kurun waktu yang lama, (meski tidak bersalah) korban bisa dihantui pikiran-pikiran seperti ini...

"Oiya. Mungkin aku yang salah..."
"Mungkin aku memang pantas diginiin."
"Apa aku sudah ngga waras?"
"I'm worthless... Apa aku mati aja ya?"
dan lainnya.

---

Kerancuan berpikir

Salah satu bentuk mental abuse, yaitu kamu merasa ada yang salah, tapi saking samarnya kamu tidak bisa menunjuk atau menjelaskan kesalahan orang tersebut.

Terlibat dengan orang-orang seperti itu membuat kita mempertanyakan akal sehat kita. Yang salah tampak benar dan yang benar jadi salah.

Kalau kamu ada di posisi korban, BE STRONG GUYS! Kamu bisa melewati semua ini!

Langkah terbaik adalah bersikap tenang dan tinggalkan saja.

Kalaupun dia/mereka adalah orang dekat, baiknya batasi (kurangi) interaksi dan atur kelekatan emosional demi kesehatan mental kita sendiri.

---

Akhir kata...

Gaes, mental abuse is real dan dampaknya parah. Sayangnya banyak yang ngga aware, hanya karena dianggap biasa dan tidak berbahaya dibanding kekerasan fisik (salah!).

Walau kelihatannya "sepele", tapi kalau kamu browsing lebih lanjut, korban mental abuse butuh waktu pemulihan yang cukup lama... Hingga akhirnya mereka bisa berpikir jernih dan "back on the track" lagi.

Pesan penting dari para pakar dan terapis adalah validate yourself and find your inner strength. Supaya ngga terpengaruh dengan kerancuan berpikir yang mereka tumpahkan ke kita.

Cari tahu dan pelajari tentang tipe/jenis mental abuse yang kamu alami dan penanganannya.

Selain itu, cari social support yang membantu kamu untuk mengecek realita. Idealnya orang-orang yang objektif, ngga kompor, bisa berempati, dan matang secara emosional.

Banyak-banyak istighfar dan mendekatkan diri ke Tuhan juga. Buat muslim, dzikir pagi petang-nya jangan sampe ketinggalan! :D

Noted! Jika dirasa berat, baiknya konsultasikan keluhan (kondisi psikis) kamu ke psikolog/psikiater.

Allahul musta'an.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day!

Produk Tabir Surya : Quick Review & FAQ

Sabtu, 23 Desember 2017
Musim hujan begini memang paling pas bahas sunblock/sunscreen haha. Soalnya banyak di antara kita yang tidak menggunakan sunblock, karena mengira tidak ada efek buruk sinar UV saat hujan.

Terlebih buat yang males pake sunblock yaaa! Mulai sekarang coba rajin pake sunblock siang-siang deh sebelum menyesal kayak saya.

Beberapa hari lalu saya ngaca (lol) dan qadarullah syok sendiri melihat flek-flek cokelat tampak jelas di kulit wajah.

Noda bekas jerawat kali sist...

Dibilang bekas jerawat juga kayaknya bukan deh. Saya ngga pernah jerawatan di kantung mata dan pelipis.

Usut punya usut, itu adalah sun spot. Sebenarnya, sun spot tidak muncul tiba-tiba, tapi sudah mendam lama, dan seiring berjalannya waktu terangkat ke permukaan kulit.

Tapi memang sih hampir setahun ini saya menjalani regimen skin care yang standar banget (tanpa serum pencerah, padahal mungkin sudah butuh/wajib).

Menghilangkan flek itu susah-susah gampang(?) lho. Bagusnya kudu dilaser, tapi saya mau coba mengatasi dengan produk skin care (cari-cari serum) dulu. Mudah-mudahan sih bisa...

---

Sekelebat Review

Produk tabir surya yang sedang saya gunakan adalah Skin Aqua UV Mild Milk for Dry and Sensitive Skin (sekitar Rp 50.000, 80 g).

Sebelumnya saya pernah pake varian UV Moisture Gel untuk kulit berminyak. Tapi karena kulit saya lagi kering dehidrasi, jadi pas mau habis, ya ganti varian.


Deskripsi produk

Skin Aqua UV Mild Milk SPF 25 PA ++

Melembabkan kulit secara optimal

Hyaluronic acid dan Collagen membantu melembutkan, melembabkan, dan mempertahankan elastisitas kulit.

Vitamin E sebagai antioksidan yang dapat menghambat radikal bebas, sehingga kulit tetap sehat dan lembut.

Lembut di kulit dan tidak lengket, sehingga dapat digunakan setiap hari.

Dapat digunakan sebagai dasar make up.

Tidak menggunakan bahan pewarna, pewangi, dan minyak mineral yang cenderung menimbulkan alergi bagi kulit yang sensitif.


Skin Aqua UV Moisture Gel SPF 30 PA ++

Melembabkan kulit secara optimal

Improved hyaluronic acid (AcHA) dan Collagen yang membantu melembutkan, melembabkan, dan mempertahankan elastisitas kulit.

Vitamin B5, E, dan C memberikan nutrisi kulit sehingga kulit tetap sehat dan lembut.

Oil free formula sehingga cocok untuk kulit berminyak.

Lembut di kulit dan tidak lengket, sehingga dapat digunakan setiap hari.

Dapat digunakan sebagai dasar make up.




Tekstur keduanya... hmmm sama persis bahaha. Ringan dan tidak lengket. Dua-duanya berupa milk/lotion encer, walaupun yang satu judulnya moisture "gel".

Eniwei, duluuu waktu tipe kulit masih berminyak, saya ngga cocok blas pake Skin Aqua. Kulit malah makin greasy dan kusam. Karena itu, walau sudah lama kenal, tapi saya ngga nge-review... bingung mau bahas apa kalau ngga cocok.

Baca juga : Wardah White Secret Intense Brightening Essence

Baru cocoknya ya belakangan ini, pas kulit gampang dehidrasi. Skin Aqua kan sodaraan sama Hada Labo hehe.

Baca juga : Kulit Dehidrasi dan Cara Mengatasinya

---

Frequently Asked Questions

Awalnya saya mau review Skin Aqua saja, tapi yaudahlah sekalian bahas info tentang produk tabir surya juga... supaya postingan FAQ berikutnya ngga kepanjangan haha.

Tentang arti SPF dan PA sudah pernah di bahas ya...

Silakan baca : Cek Arti Simbol/Logo Kemasan produk Kosmetika Di Sini

---

Bagaimana menghitung lama proteksi suatu produk?

Umumnya, kulit kita mulai terbakar sekitar 10-15 menit setelah terpapar terik matahari. Nah, durasi 10-15 menit inilah yang menjadi patokan untuk menghitung lama proteksi dari angka SPF.

Contoh...

SPF 15 = 15 x 10 menit = 150 menit (2 jam 30 menit)

SPF 30 = 300 menit (5 jam)

SPF 50 = 500 menit (8 jam 20 menit)

Semakin tinggi angka SPF-nya, semakin lama perlindungan yang kamu dapatkan.

Tapi tetap dianjurkan untuk apply ulang setiap 2-3 jam sekali, yaitu jika kita berkeringat dan wudhu.

---

Waktu ideal menggunakan produk tabir surya?

Aplikasikan kira-kira 15 menit sebelum keluar ruangan.

Gunakan saat matahari mulai dan sedang terik-teriknya. Biasanya sekitar jam 10 pagi hingga 3 sore. Untuk muslim bisa apply ulang selesai sholat Dhuhur (tengah hari).

---

Apa saja dampak negatif dari paparan sinar UV?

Kulit terbakar dan kemerahan.

Mempercepat proses penuaan (photoaging), sehingga kulit rentan mengendor, serta mengalami garis dan kerut halus.

Noda sun spot, warna kulit menggelap, dan warna kulit tidak rata.

Noda bekas jerawat makin gelap, sehingga sulit dipudarkan.

Kanker kulit dan penyakit kulit lainnya.

--

Bingung membedakan jenis produk tabir surya...

Secara umum, produk tabir surya terbagi jadi tiga, yaitu physical blocker (sunblock), chemical absorber (sunscreen), dan mixture (kombinasi keduanya).

(1) Physical blocker berfungsi memantulkan sinar UV, lebih stabil dibanding chemical absorber, namun meninggalkan white cast. Di antaranya adalah Titanium Dioxide dan Zinc Oxide.

(2) Chemical absorber berfungsi menyerap sinar UV untuk mencegah penetrasi ke kulit. Biasanya tidak meninggalkan white cast. Di antaranya adalah Avobenzone, Oxybenzone, Uvinul, Octylcrylene, Octisalate, Helioplex, Homosalate, dan Mexoril.

(2) Mixture yang dimaksud adalah kombinasi dalam formulanya. Bukan berarti kita melayer 2 produk sunblock dan sunscreen bersamaan.

---

Skin Aqua itu chemical absorber atau physical blocker sih?

Kayaknya tergantung varian... Yang UV Mild Milk mengandung chemical absorber (cmiiw). Tapi ada juga varian lain yang kombinasi chemical dan physical.


---

Urutan layer?

Produk tabir surya digunakan setelah regimen skin care (mis. cleanser, toner, moiturizer) dan/atau sebelum make up.

---

Cukup ngga kalau cuma pake bb cream dengan agen tabir surya?

Ngga cukup gaes.

Baiknya tetap menggunakan sunblock/sunscreen sebelum make up.

Baca juga : Skin Aqua Perfect Matte BB Cream

---

Aku pake pelembab/sunblock dan bb cream yang ber-SPF, berarti dobel dong proteksinya?

Tidak.

Patokannya tetap di angka SPF yang tertinggi dari kedua produk tersebut. Misal pelembabnya SPF 15 dan bb creamnya SPF 36. Jadi, yang ngefek yang SPF 36.

---

Aku susah temuin sunblock/sunscreen yang cocok...

Penyebab paling umum kenapa kita ngga cocok dengan produk tabir surya, yakni...

(1) Alergi dengan ingredient tertentu

Ini juga sebenarnya sudah dibahas tahun lalu ya... tapi saya kutip kembali di postingan ini.

Bagi sebagian orang, ingredient yang dapat melindungi kulit dari bahaya sinar UV justru memicu reaksi alergi.

Tanda alergi produk tabir surya, yaitu kulit jadi memerah, ruam, dan gatal. Chemical absorber seperti mexoryl, avobenzone, oxybenzone, dan PABA yang paling sering menyebabkan iritasi dan alergi.

Namun, physical blocker seperti zinc oxide dan titanium dioxide juga dapat memicu break out jika konsentrasinya sangat tinggi. [1]

Di samping ingredient tersebut, seperti biasa zat pewangi dan pengawet pada produk tabir surya juga bisa menjadi dalang kulit yang bermasalah.

Beauty experts menyarankan penggunaan baby sunblock untuk kulit yang sangat sensitif. Sunblock bayi (untuk usia 6 bulan ke atas) fokusnya "melindungi tanpa mengiritasi". Biasanya less ingredients dan less irritants, jadi bisa menekan risiko reaksi negatif.

Noted! Cek label ingredient produk tabir surya sebelum membeli dan kalau perlu konsultasikan ke dokter saat kulit mengalami alergi.

Baca juga : Beberapa Pertanyaan Seputar Skin Care (2016)

(2) Tekstur yang tidak sesuai

Khususnya bagi tipe kulit berminyak ya... Rasanya sulit memilih tekstur sunblock/sunscreen yang pas. Ngga jarang kulit justru makin kucel minyakan. Idealnya cari yang tekstur gel atau yang encer-encer water based gitu.

Baca juga : Tekstur Produk yang sesuai dengan Tipe dan Kondisi Kulitmu

(3) Tidak membersihkan ampas produk dengan baik

Produk tabir surya yang kita gunakan tidak luntur atau pudar dengan sendirinya. Tetap harus dibersihkan dengan cleanser kita sehari-hari.

---

Tetep iteman ah walau udah sunblockan...

Wajar kulit menggelap, kalau kelamaan panas-panasan. Yang penting kita tetap terlindungi dari kerusakan kulit yang lebih parah dari itu bosque :D insyaAllah.

---

Apakah produk tabir surya juga digunakan di dalam ruangan?

Meski di dalam ruangan, baiknya tetap memakai produk tabir surya, yaitu jika kita beraktivitas di dekat jendela.

(Setelah dipikir-pikir) munculnya flek di kulit saya bukan karena Skin Aqua-nya kurang kenceng... tapi karena saya malas pake sunblock/sunscreen di rumah.

---

Akhir kata...

Sekarang sudah banyak pilihan produk tabir surya yang bisa kita pertimbangkan.

Kalau kamu pengen yang praktis, ada juga sunblock yang ringan berupa spray. Tapi menurut beauty expert, jika kamu beraktivitas di luar ruangan dan terpapar sinar UV secara intens, baiknya menggunakan produk tabir surya bertekstur krim atau lotion untuk perlindungan yang maksimal.

Oh iya, khusus untuk kondisi kulit sensitif dan rentan bermasalah (jerawat dst)... Batasi pemakaian produk ber-SPF tinggi. Gunakan hanya jika kamu beraktivitas di bawah terik matahari (main di pantai, upacara siang-siang, outbond, dst). Untuk sehari-hari, biasanya dokter menyarankan cukup SPF 15-17.

Buat yang sedang treatment (acne), kadang sunblock bikin kulit kita terasa begah. Meski demikian, sunblock-nya tetap dipake ya... Karena obat jerawat membuat kulit jadi lebih peka dengan terik matahari (pedih, kemerahan, dan lainnya). Jangan lupa pake masker kain/masker debu juga supaya kulit kita tidak terpapar sinar matahari secara langsung.

Baca juga : Skin Care Disesuaikan dengan Kondisi dan Kebutuhan Kulit

Wallahu a'lam.
Reminder to myself too.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Merasa Cukup

Kamis, 14 Desember 2017
Di post sebelumnya, disebutkan bahwa salah satu hal yang menonjol dari orang-orang dengan gaya hidup simple dan minimalist adalah merasa cukup.

Mereka bisa berbahagia dengan hal-hal sederhana yang mungkin sepele menurut orang lain.

Kedengarannya aneh, karena mindset tersebut berseberangan dengan gambaran hidup yang "ideal" menurut masyarakat.

Kapitalisme juga menghalangi kita untuk merasa cukup, karena materi digadang-gadang sebagai fondasi utama kebahagiaan.

Baca juga : Bahagia itu Sederhana

---

Apa serunya merasa cukup?

Kalau diamati, orang yang merasa cukup lebih dewasa secara emosional, yakni mampu memproses emosinya secara sehat.

Banyak hal tak terduga yang dapat terjadi dalam hidup kita. Yang menarik, ketika kamu merasa cukup, seolah-olah perubahan yang terjadi di sekitarmu tidak berpengaruh apa-apa.

Batinmu tetap tenang.

Kamu jadi lebih fleksibel menghadapi hal-hal yang terjadi di luar kendalimu.

Kamu pun lebih rileks dalam menjalani hidup, karena "merasa cukup" dapat mengurangi level stres dan kecemasan.

Asik ya?

Orang yang merasa cukup juga pandai mengatur kelekatan, sehingga tidak mudah terobsesi. Oleh karenanya, dalam mengerjakan sesuatu, mereka lebih menikmati proses dan tidak tersiksa dengan hasilnya.

Inilah kenapa saya tertarik untuk belajar merasa cukup dan mengadopsi gaya hidup minimalis pelan-pelan.

Baca juga : Bersahaja itu Mengagumkan


Cara untuk Merasa Cukup

#1 Belajar bersyukur

Bersyukur itu seiring sejalan dengan merasa cukup.

Ngomong-ngomong, biasanya nilai sesuatu jadi berkurang atau bahkan hilang setelah dimiliki. Nah, orang-orang yang merasa cukup tetap berhasrat dengan apa yang mereka punya, karena mereka pandai bersyukur.

Baca juga : Gratitude Journal

#2 Belajar menahan diri

Terbiasa menahan diri dari hal-hal yang kecil akan memudahkan kita untuk menahan diri dari perkara yang lebih besar.

Misal tahan diri untuk ngemil, membeli barang (hanya karena lucu dan diskon lol), dst.

Jadi, ngga ada tuh yang namanya impulsive buying di kamus mereka.

#3 Mengesampingkan ego

Ego membuat kita jadi haus sanjungan, serakah, ingin membuktikan diri, merasa sedang berkompetisi, dst.

Padahal untuk apa?

Kita tidak sedang berkompetisi dengan siapa-siapa. Kalaupun ada, itu dengan diri kita sendiri (self improvement).

Baca juga : Pembuktian Diri : Look at me now!

#4 Memahami apa yang jadi kebutuhan dan keinginan kita

Imho, cara paling ampuh untuk memilah keduanya adalah journaling dan decluttering.

Mungkin ada masukan lain? :D

#5 Banyak ingat mati

Cukuplah kematian sebagai nasihat ya kakak-kakak.

Sebagaimana kata Al Fudhayl bin 'Iyadh rahimahullah bahwa kematian itu dekat, angan-angan kita aja yang kejauhan.

Semoga hidup kita berakhir manis, husnul khotimah, aamiin.

---

Akhir kata...

Lah, kok pendek ya? Haha.

Postingan ini masih berkaitan dengan post-post sebelumnya. (Diulang supaya nyantol di alam bawah sadar). Bahwa kebahagiaan, kebersyukuran, merasa cukup adalah inner work... tidak begitu berkaitan dengan apa yang ada di luar diri kita.

Jangan pula terobsesi membanding-bandingkan hidup kita dengan hidup orang lain. Sebanyak apapun yang kita miliki sekarang, akan terasa kurang kalau terus melihat ke atas (ntar kejungkel malah).

Lagian kita tidak tahu apa yang terjadi di balik layar. Everyone has their own struggles, you know.

InsyaAllah bersambung lagi.

Allahul musta'an.
Note to myself too.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Minyak Zaitun (Extra Virgin Olive Oil)

Kamis, 07 Desember 2017
Suatu hari saya sempat syok.

Pas cek statistik blog, ada yang googling, "Bolehkah minum minyak zaitun Herborist?"

Speechless.

Oke, ini jawabannya :

TIDAK!

TYDAQ mbak! TIDUCK!

JANGAAAAN!

NOOOOOOO~!

Kamu masih muda. Jangan gegabah ambil keputusan.

Kami masih sayang kamuuu~

...

Dan itu juga berlaku untuk minyak zaitun cosmetic grade merk lainnya.

Kalau kamu mau masak atau minum minyak zaitun, carilah yang food grade berlabel Extra Virgin Olive Oil (EVOO). Biasanya dijual di rak minyak makanan Supermarket.

EVOO aman untuk dicerna langsung, sedangkan minyak zaitun cosmetic grade seperti Herborist, Mustika Ratu, Ovale, Wardah, dan lainnya hanya untuk pemakaian luar.


Ada apa dengan Extra Virgin Olive Oil?

Minyak zaitun food grade ada beragam jenisnya. Meski sama-sama bebas dari zat tambahan, tapi proses ekstraksi minyaknya menentukan seberapa banyak nutrisi yang terkandung.

Minyak zaitun yang terbaik adalah Extra Virgin Olive Oil.

EVOO diperoleh dari perasan pertama buah zaitun tanpa melewati proses pemanasan (cold pressed).

Proses pemanasan dapat menghilangkan banyak nutrisi, sehingga menurunkan kualitas minyak. Ini berarti, kandungan nutrisi EVOO lebih kaya dibanding minyak zaitun food grade biasa.

Anjuran penyimpanannya sama dengan Minyak Kelapa (VCO) yang sudah saya post beberapa waktu lalu.

Baca juga : Minyak Kelapa (Virgin Coconut Oil)

Manfaat EVOO banyak sekali jika dikonsumsi secara rutin. Di antaranya baik untuk kesehatan jantung, melancarkan sistem pencernaan, anti kanker, dan menurunkan risiko penyakit berat lainnya.

Setelah baca-baca di Wellness Mama, ternyata di US banyak Extra Virgin Olive Oil abal-abal. Maksudnya, minyak zaitun yang tidak lolos standar kualitas EVOO, tetap dilabel sebagai EVOO.

Jadi, kalau untuk dikonsumsi (buat masak-masak atau kesehatan) baiknya beli EVOO yang merknya sudah terkenal luas.

Ciri lain dari EVOO yang bagus adalah botolnya gelap... fungsinya untuk menjaga kualitas minyak dari paparan cahaya.

Lebih lanjut, review Minyak Zaitun pada postingan ini hanya terbatas untuk kecantikan saja ya.


Pilih minyak zaitun cosmetic grade atau food grade?


Perbedaan yang paling mendasar adalah pemrosesan minyak tersebut.

Seperti yang sudah kita bahas di awal, minyak zaitun cosmetic grade dibuat khusus untuk kecantikan. Tidak bisa digunakan untuk masak dan tidak boleh diminum.

Sedangkan EVOO adalah minyak zaitun murni yang bebas zat tambahan, sehingga aman untuk dikonsumsi atau dicerna langsung.

Tentang pro kontra minyak cosmetic grade sudah pernah dibahas di sesi komentar. Tapi saya cantumkan kembali di sini.

Pro cosmetic grade

Minyak zaitun cosmetic grade sudah diproses sedemikian rupa agar sesuai dan aman untuk perawatan kulit (meminimalisir risiko contact dermatitis, iritasi, dan reaksi negatif lainnya). Teksturnya lebih ringan, cepat meresap, dan ngga begitu greasy dibanding minyak food grade.

Inilah kenapa banyak beauty expert yang tidak menganjurkan penggunaan EVOO untuk kulit wajah. Namun sebagai gantinya mereka merekomendasikan produk (mis. cleansing oil) dengan ekstrak minyak zaitun.

Kontra cosmetic grade

Minyak zaitun cosmetic grade diformulasikan dengan zat-zat tambahan seperti pewangi, penstabil, dan lainnya (yang biasanya dihindari orang dengan tipe kulit sensitif dan penggemar skin care DIY/organik).
"Kalau yang gue taruh di kulit ngga bisa dimakan, berarti ngga aman." (kurang lebih begitu)
Minyak food grade (yang dicerna langsung) membutuhkan standar pemrosesan yang lebih ketat dibanding minyak cosmetic grade, sehingga murni dari zat-zat tambahan.

Tapi, bukan berarti EVOO lebih bagus secara mutlak.

Ada juga kok minyak cosmetic grade berkualitas (mis. diproses hanya untuk menghilangkan baunya). Contohnya minyak dari produsen skin care organik hehe (cmiiw).

Noted!

Meski demikian, sulit untuk menemukan skin care berbasis oil yang benar-benar cocok untuk kulit kita (khususnya wajah).

Kalo sudah ngga cocok, mau pake yang cold pressed/organik/mahal/blablabla sekalipun, kita ngga akan dapat hasil yang memuaskan.


---

Eniwei, Minum Minyak Zaitun? Serius?

Kalau kamu pengunjung lama blog ini, mungkin pernah baca dulu (2014) saya sempat rutin minum EVOO (Filippo Berio) untuk menyehatkan kulit.

Kamu bisa browsing lebih lanjut tentang diet Mediterania (berkenaan dengan minyak zaitun). Umumnya yang rutin minum EVOO kulitnya lebih sehat, lembab, dan glowing.

Anjurannya minum 1-3 sendok setiap 1-3 kali sehari.

Setelah minum EVOO, biasanya saya akali dengan tidak mengecap lidah ke langit-langit mulut (supaya tidak berasa ayepnya). Kemudian langsung minum air putih atau madu.

Tapi sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh juga (lah ngga nyambung buk peribahasanya hahaha).

Walau hasilnya bagus, saya berhenti karena ngga kuat dengan rasanya yang... (hmmm). Makanya saya tercengang (pas baca diet Mediterania) ada yang minum minyak zaitun satu gelas sehari. Subhanallah...

Kalau kamu tertarik untuk minum EVOO, ngga perlu parno dengan rasanya... Sekarang banyak kok yang jual suplemen EVOO dalam kapsul.

---

Minyak Zaitun untuk Rambut

Minyak ini memang multifungsi banget.

Anjuran pakai yang paling umum adalah gunakan minyak zaitun di ujung rambut yang kering (kira-kira dari bawah telinga hingga ke ujung rambut). Diamkan setengah jam, kemudian keramas hingga bersih.

Takaran minyak yang digunakan juga tidak perlu banyak-banyak, karena kalau keramasnya ngga bersih, hasilnya malah bikin rambut jadi lepek dan berminyak banget.

Khusus untuk orang yang rentan berketombe dan memiliki kulit kepala berminyak... Hindari penggunaan EVOO di kulit kepala, kecuali jika kamu akan membekap kepala dengan handuk hangat. Soalnya, salah-salah EVOO akan memperparah problem ketombe yang kamu alami.


Untuk rambut, EVOO yang murah oke-oke aja kok.

Kalau mau yang lebih praktis, kamu bisa cari vitamin rambut yang dibuat dari ekstrak minyak zaitun. Aromanya jelas lebih wangi. Teksturnya pun tidak lengket dan berminyak, sehingga bisa digunakan setiap hari.

---

Minyak Zaitun untuk Bibir

Secara khusus, saya tidak pernah menggunakan minyak zaitun untuk mencerahkan warna bibir.

Katanya sih bagus untuk mengembalikan warna alami bibir. Tapi imho, efeknya mungkin lebih untuk melembabkan kali ya... (cmiiw).

Updated! Dapat masukan kalau ada yang warna bibirnya jadi lebih cerah setelah menggunakan EVOO, maasyaaAllah.

DIY EVOO lip mask simpel banget. Siapkan jar kosong 5-10 ml, kemudian campurkan EVOO dan madu. Oleskan di bibir setiap malam sebelum tidur.

Untuk DIY lip scrub, campur EVOO dengan madu, gula pasir, atau brown sugar ala vlogger youtube. Tapi baiknya tidak mengeksfoliasi kulit bibir yang sangat kering dan pecah-pecah.

Kalau kamu fokus mencerahkan warna bibir... Sebisa mungkin aplikasikan juga sunblock di bibir atau pilih lip balm yang mengandung tabir surya. Kulit bibir kita juga butuh diproteksi dari sinar matahari supaya tidak menggelap.

Baca juga : Caraku Mengatasi Bibir Pecah-pecah dan Menggelap

---

Minyak Zaitun untuk Kulit Badan

Sejak berabad-abad lalu, minyak zaitun sudah lazim digunakan untuk memijat dan merawat kulit badan. Betapa tidak? Minyak zaitun diklaim mampu mengatasi kulit kering dan menyamarkan stretch mark.

Yang jadi pertanyaan, aman ngga sih untuk ibu hamil dan menyusui?

Sependek pengetahuan saya, aman, asal kamu tidak alergi minyak zaitun.

Cara tahu alergi atau tidak, yaitu dengan patch test di lengan atas bagian dalam. Oleskan sedikit minyak zaitun, kemudian amati apakah ada reaksi negatif yang muncul.

Beberapa kali saya ketemu review yang bilang (untuk kulit badan) hasilnya lebih nampol EVOO dibanding minyak zaitun cosmetic grade.

Baca juga : Minyak Zaitun Herborist, Ovale, dan Wardah

Selain dibalur seperti biasa, ada juga cara unik melembutkan tangan dengan EVOO. Saya tahu dari Bubzbeauty (video jadulnya).

Tips ini bagus untuk yang kulit tangannya kasar atau yang sering pake cat kuku.

Caranya, hangatkan EVOO, kemudian balurkan merata di tangan. Gunakan sarung tangan plastik atau karet dan diamkan hingga setengah jam. Setelah itu, bilas dan lembabkan tanganmu.

Jadi "perawatannya" bisa dilakukan sambil cuci piring, jemur baju, dan lainnya, lol.


EVOO juga bisa dicampur di hand cream, scrub, atau body lotion favoritmu.

Cukup campurkan beberapa tetes saja ya... Itu yang di foto ngga sengaja tumpah.

Baca juga : Cara Asyik Menggunakan Hand Cream


---

Minyak Zaitun untuk Kulit Wajah

Untuk badan? Oke.

Untuk wajah? Tunggu dulu...

Ada beberapa hal yang mesti kita pertimbangkan sebelum memakai EVOO untuk kulit wajah, yaitu tipe, kondisi kulit, dan riwayat break out.

Yang biasanya cocok menggunakan EVOO sebagai pelembab harian adalah tipe kulit kering, kulit yang mengalami penuaan, dan kulit yang jarang bermasalah. Itupun cukup dioles tipis-tipis saja.

Sedangkan untuk membersihkan wajah (Oil Cleansing Method) masih bisa untuk semua tipe kulit, namun syarat dan ketentuan tetap berlaku (terutama untuk kulit berminyak). Di antaranya mesti tahu takaran perbandingan yang sesuai, dibasuh dengan air hangat, dilap dengan washlap hangat, atau menggunakan face wash/toner peringkas setelah OCM.

Untuk daya bersih, EVOO dan minyak zaitun cosmetic grade sepertinya 11-12 (kalau di kulit saya hehe).

#FYI

Sepanjang saya browsing-browsing, bisa disimpulkan ada tiga pendapat tentang EVOO untuk kulit wajah.

Ada yang berpendapat bahwa minyak zaitun sifatnya comedogenic. Ada pula yang menyanggah risiko nyumbat porinya rendah. Ada juga pendapat pertengahan yang bilang tidak menyumbat pori, tapi karena minyak ini greasy dan lambat terserap di kulit, jadi dia menarik partikel-partikel di udara sehingga berisiko menyumbat pori.

Pokoknya kalau kamu ada bakat acne prone, baiknya main aman aja. Jangan melembabkan kulit dengan EVOO. Masih banyak alternatif selain EVOO yang lebih bersahabat untuk kulit berminyak dan acne prone.

Kalaupun tetap tertarik untuk mencoba, amati jika ada reaksi yang tidak wajar, seperti komedo yang membludak, gatal, bruntusan, dan lainnya. Risiko ditanggung pengguna.

---

Bagusan cosmetic grade dong?

Sulit untuk menyatakan mana yang lebih bagus. Masing-masing punya keunggulan dan kekurangannya sendiri. Tinggal disesuaikan dengan selera(?) dan kebutuhan.

Karenaa namanya produk perawatan itu cocok-cocokan. Tergantung minyaknya akan digunakan untuk apa dan gimana reaksi kulit terhadap produk atau regimen skin care secara keseluruhan.


---

IMHO, Final thought!

Untuk rambut (pre-wash), lebih bagus EVOO daripada minyak zaitun cosmetic grade (seperti Herborist, Ovale, dan Wardah). Tapi kalau kamu mau yang praktis, vitamin rambut yang mengandung minyak zaitun juga ngga kalah oke.

Untuk badan, saya lebih suka kalau EVOO-nya dicampur dengan hand cream hehe. FYI, banyak juga yang puas dengan khasiat EVOO untuk menyamarkan stretch mark (digunakan dengan cara memijat atau sebagai DIY scrub campuran bubuk kopi).

Untuk wajah? Saya pilih skip skip skip. Tipe kulit saya kombinasi (dominan kering), acne prone, dan gampang dehidrasi. Jadi, masih setia pake Hada Labo Gokujyun Lotion dan Garnier Micellar Water :D

Untuk diminum? Pengen sih telatenin lagi, tapi ngga dulu deh haha. Alhamdulillah sudah cocok dengan Habbatussauda.


Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Simple Life

Kamis, 30 November 2017

Kira-kira sekitar satu tahun belakangan, saya tertarik dengan gaya hidup simple dan minimalis. Membaca artikel seputar topik tersebut ibarat angin segar bagi saya (yang notabene hoarder dulunya, lol).

---

A glimpse of simple life

Mungkin kamu sudah pernah baca tentang kisah nyata mantan chef.

Beliau meninggalkan hidupnya yang dulu, kemudian beralih menjual susu kedelai dan sari kacang ijo.

Kalau dari standar orang kebanyakan, mungkin keputusan beliau diremehkan, dianggap menyia-nyiakan potensi diri, tidak punya tujuan hidup...

Padahal orang-orang seperti beliau juga punya ambisi kok... Tapi ambisinya diarahkan ke akhirat. MaasyaaAllah.

Mantap jiwaa~

Eniwei, beberapa waktu yang lalu, saya membaca artikel "What if all I want is a mediocre life?" oleh
Krista O'Reilly-Davi-Digui [1] yang sempat viral di tahun 2016.

Berikut kutipan awal artikelnya...

What if I all I want is a small, slow, simple life?

What if I am most happy in the space of in between. Where calm lives.

What if I am mediocre and choose to be at peace with that?

The world is such a noisy place.

Loud, haranguing voices lecturing me to hustle, to improve, build, strive, yearn, acquire, compete, and grasp for more. For bigger and better.

Sacrifice sleep for productivity. Strive for excellence.

Go big or go home. Have a huge impact in the world. Make your life count.

But what if I just don’t have it in me. What if all the striving for excellence leaves me sad, worn out, depleted. Drained of joy.

Am I simply not enough?

Terjemahan bebas...

Gimana kalau yang aku inginkan adalah hidup yang kecil, pelan, dan sederhana?

Gimana jika aku sangat bahagia dengan hidup yang tenang?

Gimana jika aku orang yang biasa-biasa saja dan memilih berdamai dengan itu?

Dunia adalah tempat yang gaduh.

Suara-suara yang keras mengajarkanku untuk bekerja sepenuh tenaga, berkompetisi, dan memperoleh sesuatu yang lebih baik.

Jadi "orang" atau pulang.

Punya pengaruh yang luar biasa di dunia.

Menjadikan hidup lebih berarti.

Mengorbankan tidur untuk produktivitas.

Berjuang untuk menjadi yang paling unggul.

Tapi gimana kalau itu bukan aku banget?

Gimana kalau itu semua malah membuat aku jadi sedih dan letih?

Apa aku tidak cukup baik?

(soriiii for bad translation, please don't bash me)

Baca juga post sebelumnya : Bahagia itu Sederhana

---

Imho...

Berasa ngga sih? Informasi yang kita peroleh dan serap (terutama dari televisi dan social media),  mengarahkan kita jadi orang yang materialistik. Sedari kecil pun kita dididik untuk mengejar ambisi-ambisi duniawi.

Akibatnya, sebagian dari kita merasa malu ketika menjalani hidup yang sederhana.

Dunia dihuni oleh berbagai macam manusia. Tidak semua orang termotivasi untuk mengejar kekayaan, status sosial, popularitas, atau semacamnya... karena masing-masing memiliki potensi dan prioritas hidup yang berbeda.

Masalahnya, kadang kita mengejar sesuatu hanya karena semua orang berlomba-lomba mengejar itu. Padahal kita tahu, "Ini tuh bukan aku banget".

Akhirnya nelangsa sendiri deh :D

Ada beberapa faedah yang bisa kita ambil dari orang-orang yang (secara sadar) memilih untuk hidup sederhana.

(1) Paham bahwa hidup di dunia hanya sementara. Dari situlah mereka menyusun skala prioritas, lalu mengarahkan energi ke hal yang benar-benar penting bagi mereka.

(2) Mereka juga punya target duniawi (mencari nafkah, prestasi akademik, dst), tapi tidak sampai terobsesi.

(3) Mereka tidak fokus pada penilaian orang dan tidak mengukur kepuasan hidup dari sudut pandang orang lain.

(4) Mereka mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

(5) Dan yang paling menonjol adalah mereka merasa cukup. Hidup yang sederhana tidak menghalangi mereka untuk bisa bersyukur dan berbahagia.

(Iya, ini catatan buat saya juga kok haha).

Baca juga : Merasa Cukup

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Wardah White Secret Intense Brightening Essence

Sabtu, 25 November 2017

Hmmm... Ini quick review aja yah. Daripada jeda posting kelamaan, yasudahlah(?) haha.

Bdw, harap maklum kalau nuansa fotonya beda-beda. Saya motret saat cuaca cerah-mendung-cerah dengan skill yang pas-pasan.

Baca juga : Sist, Kok Ngga Posting?

Deskripsi produk

Wardah White Secret Intense Brightening Essence, rahasia paling berharga untuk mendapatkan kulit cerah terawat.

Serum yang kaya akan bahan aktif pencerah, efektif bekerja pada kulit yang terpigmentasi. Kandungan Silver Vine extract dalam Advanced White specific system berkontribusi terhadap proses transparansi dan pencerahan kulit.

Formula yang dihasilkan melalui riset selama 5 tahun ini, memberikan kelembaban ekstra dan sangat nyaman di kulit.

Membantu mencerahkan, memperbaiki tekstur kulit, serta mengurangi munculnya noda hitam dan warna kulit yang tidak merata. Kulit menjadi halus, cerah, kenyal, dan lembab.

Gunakan sebelum memakai Wardah White Secret Night Cream.


Klaim produk

Membantu meningkatkan hidrasi kulit.

Crystal White Active secara spesifik bekerja menghambat produksi melanin.

Membantu memperbaiki tekstur kulit.

Ekstrak Silver Vine berfungsi untuk membuat kulit lebih cerah dan transparan.

Membantu mempercepat regenerasi kulit.

Formula ringan dan nyaman.


---

Review

Ini salah satu produk yang pembeliannya err... tidak saya rencanakan.

Selama ini review Wardah White Secret essence kebanyakan positif. Jadi yaah saya pikir, kenapa ngga?

Ngomong-ngomong, saya beli White Secret essence di Matahari, pas lagi diskon (nah kan!). Harganya sekitar Rp 62.000 (kalau ngga salah ingat).

Kesannya sedikit ya, karena cuma 17 ml. Tapi, kata Meti, essence-nya Wardah tuh cukup rich. Jadi, kita hanya perlu 1-2 tetes untuk diratakan sewajah.


Kemasan Wardah White Secret Brightening Essence menggunakan botol pipet.

Dulu bukannya pake botol tube kecil ya? Sepertinya lebih praktis kalau menggunakan botol tube.

Tekstur liquidnya sedikit kental, tapi tetap ringan dan cepat meresap. Ketika dioles di kulit, rasanya dingin... enak deh pokoknya.

Sayangnya... (sigh) saya ngga cocok dengan Wardah White Secret Essence.

Produk ini saya gunakan sejak akhir September 2017. Qadarullah di minggu awal pemakaian, muncul jerawat di dagu, dekat hidung, dan dahi. Baru kali ini ada essence yang bikin saya (ehm) berjerawat.

Kagetlah saya (wih lebay).

Jerawat tetap muncul meski diakali ini itu... berarti memang ngga cocok.

Padahal (sekitar 2-3 tahun belakangan) kulit saya biasanya hanya bermasalah karena pms, stres, salah makan, dst. Jarang banget karena produk.

Tapi (imho), Wardah White Secret essence (kayaknya) beneran bagus untuk mencerahkan.

Daripada mubazir, saya pake buat meratakan warna punggung tangan yang lagi belang. Alhamdulillah progresnya lumayan cepat dan hasilnya baik.

Jadi, bukan berarti produk ini ngga bagus lho ya, emang sayanya aja yang ngga cocok.

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Vienna Blackhead Remover 3 Steps Nose Pack

Minggu, 19 November 2017

Halooo insan-insan yang berkomedo :D

Beduweeyy, salah satu kebiasaan random saya adalah elus-elus hidung sendiri pas lagi bengong, lol. Hidung berkomedo rasanya kayak berpasir brindil-brindil (apa sih).

Karena itulah saya lemah dengan produk yang berembel-embel blackhead remover. Bawaannya pengen langsung dipake hahaha (bayar dulu sisst!).

Rata-rata, produk 3 step nose pack keluaran Korea Selatan. Makanya saya excited banget pas lihat Vienna Blackhead Remover.

Produk ini saya beli di Guardian. Satu setnya isi 3 plaster. Harganya sekitar Rp 24.000. Kalau beli di luar mal bisa dapat Rp 15-16.000an lho.

Baca juga : 5 Langkah Sederhana Mencegah Komedo


Step 1 Green Tea Water Mask

Membantu mendetoksifikasi kulitmu dan membersihkan pori-pori yang kotor dengan ekstrak daun green tea. Glycolic acid membantu mempercepat proses eksfoliasi kulit.

Langkah pertama ini mempersiapkan kulitmu untuk tahap pengangkatan komedo selanjutnya.


Cara pemakaian

Gunakan Green Tea Water Mask pada permukaan hidung. Diamkan selama 5-10 menit. Angkat masker perlahan. Biarkan area hidung dalam keadaan basah.

(Maaf, foto produk Step 1 dihapus)

Step 1 berupa sheet mask yang mencover area hidung saja.

Bukanya hati-hati ya karena dalam kemasan step 1 ada airnya gaes.

Kalau saya, biasanya basahi hidung dulu dengan air masker. Baru kemudian ditempelkan sheet masknya. Sayang kan kalau airnya dibuang huhu.

---


Step 2 Charcoal & Bamboo Mask

Diformulasikan dengan black charcoal powder untuk membersihkan dan mendetoksifikasi kulit, serta mengangkat kotoran dengan butiran serbuknya yang halus.

Bamboo extract dan mandarin orange peel oil untuk membantu merevitalisasi dan merawat kulit.

Membantu mengangkat komedo.


Cara pemakaian

Keluarkan strip dari kemasan. Gunakan dengan menempelkan strip pada area hidung yang basah. Diamkan 10-15 menit atau biarkan kering dan kaku pada saat dipegang.

Angkat perlahan dimulai dari bagian ujung, ditarik ke arah tengah.

Lihatlah strip, komedomu akan terlihat di strip!

(Iya, iya...)

(Maaf, foto produk Step 2 dihapus)

Baca juga : Indo Logo : Lulur Hitam Tradisional yang Bisa Di-Peel Off


Step 3 Herbal Pore Tightening Mask

Masker ini diperkaya dengan perpaduan menyejukkan dari cotton, aloe vera, dan chamomile untuk menenangkan kulit. Kandungan ekstrak herbalnya mampu merawat pori-pori.

Pori-pori tampak lebih kecil, senantiasa terhidrasi, halus, dan lembut.

Kulit terasa segar!


Cara pemakaian

Gunakan masker perlahan pada area hidung. Diamkan selama 10 menit. Bilas bersih. Keringkan.

Untuk hasil maksimal, gunakan 1-2 kali seminggu agar pori-pori hidung senantiasa bersih.

(Maaf, foto produk Step 3 dihapus)

---

Review

Vienna Blackhead Remover 3 Steps Nose Pack saya gunakan selama sebulan (pemakaian seminggu sekali).

Berbeda dengan nose pack tradisional(?) seperti Biore, produk ini terdiri dari 3 langkah yaitu menyiapkan, mengangkat komedo, dan menenangkan kulit.

Step 1 rasanya perih di hidung, karena sehari-hari saya menggunakan produk yang mengandung BHA. Asumsi saya, konsentrat di step 1 lumayan. Sekali pake, komedo di hidung jadi melunak.

Eniwei plaster semacam step 2 ngga boleh sering-sering dipake, karena membuat pori-pori semakin lebar.

Yang paling saya suka itu step 3, yaitu berupa jelly mask (hydrogel yang basah?). Efek calmingnya oke banget, meski gampang melorot dari hidung haha.

Bayangin dong. Saat kulit masih merah-merah setelah menggunakan step 1, saya mesti menempelkan plaster step 2 di hidung. Takutnya kulit jadi iritasi.

Tapi alhamdulillah, step 3 bener-bener bisa meredakan perih dan redness.

Hasil akhirnya, kulit hidung jadi smooth banget... walau tidak semua komedo terangkat. Yaaah mungkin hanya sekitar 70%.


Final thought

Sekitar minggu lalu, saya facial. Sayangnya dua-tiga hari kemudian hidung balik kasar lagi. Mungkin mbak-mbaknya ngga tega nyakitin saya haha.

Beda dengan Vienna yang hasilnya bisa bertahan lebih lama. Selama semingguan hidung saya licin gitu. Jadi emang idealnya digunakan seminggu sekali (atau dua minggu sekali).

Vienna Blackhead Remover 3 Steps Nose Pack memang seperti yang dikatakan orang-orang... cheap but great product.

Meski demikian, saya tidak menyarankan produk ini untuk kulit yang sensitif.

Selain itu, kalau kamu menggunakan produk yang mengandung AHA, BHA, atau retinol, baiknya diskip dulu 1-2 hari (sebelum menggunakan produk ini), untuk menghindari iritasi dan reaksi negatif lainnya.

Oh iya, seingat saya, pore packnya lebih pendek/kecil dibanding Biore atau Skinmiso (cmiiw). Soalnya dia ngga nutup area yang biasanya dicover saat saya menggunakan pore pack. Cuma ngecover kurang lebih setengah dari panjang hidung.

Baca juga : Skinmiso Pore beauty Nose Pack : 4 Weeks Program

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Bahagia yang Bersyarat

Kamis, 09 November 2017
Pernah dengar kutipan ini ngga? Atau yang sejenisnya...
You can be happy when you're nothing. You can be unhappy when you have everything. (Unknown)
Kenyataannya banyak orang yang (sebenarnya) hidup berlimpah nikmat, tapi batinnya tidak tenang. Di sisi lain, ada orang yang sederhana, tapi menjalani hidup dengan tentram.

Dalam situasi yang sama pun, setiap orang bisa memiliki derajat kebahagiaan yang berbeda.

Contoh...

Ada dua orang (si A dan B) yang kaya raya.

Si A bisa berbahagia dengan apa yang dia miliki.

Sedangkan si B justru merasa kecewa. Menurut si B, dia baru benar-benar bahagia saat memiliki properti yang jauh lebih banyak dari yang dia miliki sekarang.

Baca juga post sebelumnya : Bahagia itu Sederhana


Kok bisa?

Tebakan yang pertama kali terlintas di benak kita adalah mungkin dia kurang bersyukur.

Hmmm...

Guys, manusia adalah makhluk yang kompleks. Ada banyak hal yang melatarbelakangi sikap seseorang. Kenapa dia kurang bersyukur pun masih bisa dirinci.

Salah satu alasan yang kita bahas kali ini bagus untuk jadi pembelajaran dan (yes!) self check.

Psikolog Elinor Greenberg menjelaskan bahwa ada sebagian orang yang tidak bisa membedakan antara merasa bahagia dan merasa berharga.

Mereka berpikir bahwa uang, tampilan fisik, status sosial, dan popularitaslah yang membuat mereka bisa dicintai, berharga, dan penting.

Namun, saat semua atribut tersebut dilepas, mereka tidak tahu apa yang istimewa dari diri mereka.

Persepsi mereka tentang kebahagiaan sangat sempit, karena tergantung pada penilaian orang dan faktor-faktor eksternal lainnya (yang notabene sifatnya sementara).

Baca juga : Bersahaja itu mengagumkan

---

"Wajar kali sist..."

Menurutku ngga ada salahnya kalau hepi karena penilaian orang.

Ngga wajar sayangkuuh...

Ketika perasaan berharga disalahartikan sebagai kebahagiaan, (sadar ngga sadar) kita jadi terobsesi untuk mencari sesuatu yang lebih, lebih, dan lebih untuk mengukuhkan pengakuan dari orang lain.

"Oh, orang-orang lebih welcome sama yang cantik, ganteng, punya pasangan (dengan kriteria tertentu), punya hape baru, kaya, terkenal, dst. Berarti aku baru berharga (dan baru bisa bahagia) jika demikian..."

Trust me. Ada yang salah jika kita baru bisa bahagia ketika diakui, dikagumi, dan diistimewakan.

Problemnya juga bisa merembet kemana-mana. Misal jadi gampang bosan, minderan, benci tanpa alasan yang jelas, dengki akut sama orang lain, krisis eksistensi, bahkan depresi.

Baca juga : Bahagia Tanpa Sadar

---

Self check!

Bagi saya pribadi, cara untuk membedakan kebahagiaan dengan ego booster itu simpel aja...
Kebahagiaan sejati tidak bertambah saat diketahui orang lain dan tidak berkurang jika disembunyikan.
...plus tidak membuat kita jadi ujub atau sombong hehe.

Eniwei... Di post Bahagia itu Sederhana, kita menyinggung statement "kebahagiaan harus diperjuangkan".

Yang perlu kita pahami, memang ngga ada salahnya merasa bahagia setelah mengalami masa-masa sulit yang panjang dan berjuang meraih prestasi tertentu.

Tapi poin yang dimaksud adalah...

(1) Kebahagiaan itu bukan target, melainkan kondisi mental.

(2) Mengejar "kebahagiaan" (dalam tanda kutip, alias ego booster) adalah isu internal yang tidak semerta-merta selesai karena faktor eksternal.

(3) Jangan menyandarkan kebahagiaanmu pada standar yang dibuat orang lain dan jangan mengukur kebahagiaan orang lain dengan standarmu. Happiness is a personal thing.

(4) Pada dasarnya, kita tidak perlu membuktikan diri ke siapa-siapa.

Baca juga : Fondasi Kebahagiaan

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thank for reading and have a nice day.

Bahagia itu Sederhana

Kamis, 02 November 2017
Dulu, saat saya berkata, "bahagia itu sederhana", langsung disanggah oleh seseorang... 

"Tidak, bahagia itu harus diperjuangkan."

Agak syok sih dengarnya.

Seakan-akan kebahagiaan itu bersyarat.

Awalnya saya tidak setuju, karena saya enjoy menjalani hidup yang biasa-biasa aja haha. Tapi lama-kelamaan (sadar ngga sadar) jadi kebawa deh...

...dan daftar "syarat untuk bahagia" makin hari makin panjang. 

Hidup dengan mindset seperti itu membuat saya jadi pencemas (sering was-was), sulit bersyukur, dan gampang down... yang akhirnya berujung pada stres berat, lol.

Baca juga : Bahagia tanpa Sadar


Kebanyakan orang baru bisa bahagia setelah mencapai atau memiliki sesuatu.

Konsep "bahagia itu sederhana" pun menjadi aneh dan asing. Kesannya seperti kata-kata yang manis di bibir saja. 

Karena itulah sebagian orang meragukan "kebahagiaan" yang dirasakan orang lain, hanya karena hidup orang tersebut tidak memenuhi standar untuk bahagia menurut mereka.

Belibet kah?

Kisah berikut bisa jadi gambaran...

Shovan Chowdury bercerita kalau dia pernah "diinterogasi" oleh seseorang di dunia maya [1]. Saya cantumkan terjemahan bebasnya saja ya...

Are you happy?

"Apakah kamu pernah bepergian ke luar negeri?"

Saya jawab, "Belum pernah sama sekali."

"Apakah kamu punya pacar?"

Saya jawab, "Tidak."

"Apakah kamu punya rumah, tabungan yang banyak, pekerjaan bergaji tinggi, dan mobil pribadi?"

Saya tersenyum dan menjawab, "Tidak."

"Apakah kamu punya properti keluarga?"

Saya menjawab, "Tidak, tidak sepetak tanah pun."

"Apakah kamu dapat membuat orang lain terkesan dalam sekian menit?"

Saya berpikir sejenak dan menjawab, "Tidak, saya tidak bisa."

"Apa kamu fasih berbahasa Inggris?"

Saya menghela napas dalam-dalam dan berkata, "Tidak, tapi saya berusaha mengasah keterampilan bahasa Inggris saya."

"Apa kamu berbadan tinggi?"

Saya tertawa kecil, "Tinggi saya hanya 5'2 (sekitar 158 cm)."

"Apa kamu tampan?"

Saya jawab, "Tidak sama sekali, bahkan rambut saya mulai menipis."

"IQ-mu tinggi?"

Saya jawab, "Tidak. Saya melupakan kejadian-kejadian kecil begitu cepat dan saya juga kesulitan untuk mengingat arah kanan-kiri jalan."

"Apa kamu bisa mengikat tali sepatu?"

Saya malu dan menjawab, "Tidak, tapi saya berlatih dengan menonton video di Youtube."

Dia pun berkata, "Shovan, maaf ya. Kedengarannya aneh. Mungkin kamu bukan orang yang bahagia."

Saya balas, "Tidak. Saya benar-benar bahagia. Saya menerima diri saya. Saya menikmati setiap momen dalam hidup... dengan keterbatasan yang ada.

Kebahagiaan tidak tergantung berapa banyak negara yang kita kunjungi, tampilan fisik, properti, mobil, pekerjaan bergengsi, ataupun kekasih.

Kebahagiaan tergantung dirimu sendiri.

Saya menjalani hidup yang sederhana, bekerja dengan giat, mencintai orangtua saya, menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga dan teman-teman, menjelajah negeri saya, membantu orang lain, berlari, mengejar passion, dan mengerjakan hal yang saya sukai."

Baca juga : Gratitude Journal

---

Kadang kita sibuk mengejar "kebahagiaan", tanpa menyadari bahwa kebahagiaan adalah kondisi mental... Bukan sesuatu yang ada di luar diri kita.

Kita masih bisa menikmati hidup dengan apa yang sudah kita miliki, karena kebahagiaan ada pada kebersyukuran dan merasa cukup.
Be happy. Not because everything is good, but because you can see the good in everything. (Unknown)
Baca juga : Bahagia yang Bersyarat

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Parfum Arab Wangi Murah Meriah

Selasa, 10 Oktober 2017
Salah satu parfum Arab murah yang banyak beredar di Indonesia adalah Al Rehab. Kisaran harganya sekitar Rp 20.000 (6 ml) di toko oleh-oleh Haji. Bukan oleh-oleh lagi deng kalau banyak dijual di sini.

Walau cuma 6 ml tapi bisa untuk 2 bulanan lho.


Saya "tahu" tentang Al Rehab dari Aulia beberapa bulan lalu (barakallaahu fiiki). Waktu itu saya antusias sekali, karena baru pertama kali dengar merk Al Rehab.

Setelah browsing-browsing, parfum Al Rehab tuh modelnya macam-macam. Selain dikemas dalam botol oles, dia juga ada di botol spray...

Saya kaget pas tahu ternyata selama ini saya pake Al Rehab!! Huahaha.

Mungkin dari tahun 2012, karena yang Al Rehab botol spray pernah saya post duluu banget sekitar tahun 2013 (sudah dihapus).

Bener-bener ngga ngeh lho. Kirain merk-nya Champion, kayak merk nugget (itu sih "Champ" sist).


Eniwei, wangi parfum-parfum Arab tuh enak banget. Bukan aroma yang ada sensasi alkoholnya... atau yang bikin eneg saking wanginya.

Relaxing dan soothing aja gitu.

Wangi-wangi khusus muslimah dari Al Rehab (roll on tutup silver) ada white musk, sabaya, sandra, green tea, lovely, dst.

Yang sabaya lebih baik digunakan di rumah saja. Dia ada hint wangi fruity nyekit-nyekit(?), ngga lembut (susah ya jelasin parfum.. haha soriii).

Karena ini parfum murah, jelas wanginya ngga tahan lama kalau dioles di kulit. Kena air dan keringat saja wanginya sudah langsung pudar. Tapi kalau dioles di kain atau sajadah gitu lumayanlah bisa tahan dua harian.


Selain Al Rehab, ada juga merk lain yang lebih murah (tutup warna gold). Wanginya ngga kalah enak, tapi kemasannya tidak sebagus Al Rehab. Bola roll on-nya suka lepas...

Saya suka parfum Attar Musk Al Madaen (label hijau tua, wanginya seperti vanilla dan musk cmiiw) dan Attar Sandal Rose (label cokelat). Sandal Rose wanginya feminin dan manis (wangi kayu cendana dan mawar).

Kalau yang lebih lembut, ada white musk dari Al Rehab, tapi saking lembutnya dia cuma tahan sekitar 2-3 jam saja.

Parfum lain?

Ini juga ada parfum cewe Tea Rose yang wanginya lucu(?). Sering dibeli ibu-ibu. Ada note spicy dan warm floral seperti rose, sandalwood, rosewood, bergamot, jasmine, dst. Ini hasil browsing ya, bukan karena hidung saya bisa kelompokkan aromanya.


Oh iya, saya pernah cium wangi parfum Arab (maskulin) yang aromanya kuat dan memorable banget, bikin bengong. Dia sudah lewat sekitar 5 meter, tapi wanginya tetap tinggal lho maasyaaAllah.

Kayak gitu parfum mahal yaa pastinyaa. Dia ada note musk, kayu, rada spicy... zzzz bingung! Soalnya saya ngga gitu ngerti parfum.

Sampai sekarang saya masih penasaran cari-cari itu wangi apa. Pengen cari alternatif versi murahnya. Nyesel juga ngga cegat dia buat nanya itu parfum apa (lah ngapain haha).

Yaah intinya parfum Arab wanginya unik-unik dan eksotis. Bdw, tetangga saya sampai ada yang nanya lho Al Rehab beli dimana. Padahal ini parfum murah meriaah.

Hmm, ada yang pernah coba atau sedang memakainya juga?

Baca juga : Krim Serbaguna : Creme21, Glysolid, dan Nivea Creme.

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Bersahaja itu Mengagumkan

Jumat, 06 Oktober 2017
Postingan ini tertahan lumayan lama di draft karena rada sensitif. Tapi insyaAllah akan berlanjut supaya nampak benang merahnya...

Ke depannya juga ada postingan tentang kebahagiaan, kenapa kita mesti aware dengan hal-hal yang kita tonjolkan, apa maksud prasangka kita, dst.

InsyaAllah, semoga dimudahkan, aamiin.

Noted. Semua orang berpotensi salah, termasuk saya. Ini juga reminder dan pembelajaran buat saya pribadi.


Jaman sekarang, memamerkan apa-apa yang kita miliki menjadi suatu kelaziman. Respon yang datang membuat sebagian orang jadi ketagihan untuk menonjolkan diri lagi, lagi, dan lagi.

Ya, pujian dari orang lain kadang bisa memabukkan. Sampai-sampai kita tidak sadar kalau sedang pamer.

Seperti yang kita tahu, pamer tidak ada gunanya. It's a lose-lose game, karena...

#1 Belum tentu dia atau mereka terkesan.

Berbangga-bangga tentang "siapa saya" justru membuat kita terlihat (maaf) konyol.

Contoh...

Kadang, sebagian orang pintar bukan paranormal ya maksudnya juga bisa kepleset.

Dia pikir pemakaian istilah yang kelewat ilmiah, bikin orang-orang berdecak kagum. Padahal orang-orang malah risih pas ngobrol dengan dia.

Baca juga : Pamer di Social Media

---

#2 Setinggi-tingginya gunung, masih lebih tinggi langit.

Kalau kita perhatikan, orang-orang yang lebih kaya, lebih cakep, lebih pintar, dst biasanya malah pada humble. Diem-diem aja, karena bagi mereka itu hal yang biasa.

Ada pengalaman menarik yang dishare di salah satu situs Q&A... Tentang seorang pria yang menyembunyikan kekayaannya.

Dia suka nongkrong di cafe pinggir jalan dan mengamati orang-orang.

Tidak ada yang menyangka kalau dia kaya raya, karena penampilannya biasa saja. Mobilnya tidak mewah, baju pun seadanya.

Barang mahal yang dia gunakan cuma jam tangan dan ponsel. Itu juga mungkin tidak ada yang memperhatikan...

Dia ngerasa lucu lihat orang yang baru bawa mobil sport(?) aja sombongnya kek apa.

Hmmm...

Kebayang ngga sih kalau kita pamer di hadapan orang yang sebenarnya lebih daripada kita.

Subhanallah, itu ibarat mempermalukan diri sendiri tanpa sadar.
You may be better than someone, but there will always be someone better than you. (via @acceptingqadr)
---

#3 Mengundang 'ain (evil eye).

Okelah, ada yang kagum.

Tapi poin ketiga ini lebih bahaya...

Salah satu tanda kena 'ain, biasanya ada hal-hal buruk tidak menyenangkan yang terjadi setelah kita sharing sesuatu.

Walau bibirnya manis memuji, tapi hati orang siapa yang tahu. Karena itulah kita dianjurkan meminta perlindungan dari hasadnya orang yang hasad (ref. QS Al Falaq, ayat 5).

Jadi, kalau lagi hepi banget, usahakan kontrol dan jangan sampai overexpose kehidupan pribadi kita.

Baca juga : Jangan Pamer, 'Ain itu Nyata

---

Ingat, segala puji HANYA milik ALLAH.

Bahasan tentang pujian juga bisa ditinjau dari sisi yang lain.

Jika memuji dan menerima pujian, tujukan pujian itu ke Allah Subhanahu wa Ta'ala. Contoh, alhamdulillah, maasyaaAllah, dst.

Ini juga jadi reminder buat kita dan lawan bicara kita... kalau segala hal terjadi atas izin-Nya Allah, bukan karena kehebatan orang tertentu.

Selain itu, kita mesti hati-hati saat memuji. Mungkin dia lebih butuh didoakan keberkahan, ketimbang dipuji berlebihan.

Atau lebih baik kita memuliakan dan membela nama baiknya tanpa sepengetahuan dia.

Bukan berarti kita ngga boleh mengapresiasi orang lain secara langsung, tapi ungkapkan dengan sewajarnya di situasi yang tepat.

Soalnya, tidak semua orang bisa menghadapi pujian dengan sehat. Ada yang malah kecanduan, trus jadi merasa berhak untuk dipuji, dan tersinggung kalau tidak diistimewakan.

Iya, iya... itu bukan kamu kok.

Lagipula kamu juga ngga mau kan jadi orang yang seperti itu?

---

Akhir kata

Tanyakan pada diri sendiri jika muncul hasrat untuk pamer...

(1) Siapa... yang nanya?
(2) Biar dikata apa?
(3) Terus kenapa?

Pertanyaan-pertanyaan simpel seperti itu bisa jadi rem... atau minimal kita bisa menilai dan meluruskan niat kita... Apakah beneran mau sharing atau hanya sekedar show off.

Kalau memang niatnya mau sharing, output-nya akan bersih dari...

"Ini lho, AKU. Kekayaan-KU. kecakepan-KU, keistimewaan-KU. kegaulan-KU, dst."

Allahul musta'an.
Kita tidak akan terhina jika kita bukan siapa-siapa. Akan tetapi, kita akan ditertawakan jika berlakon seolah kita "siapa". Percayalah, akan selalu ada yang tulus menerima kita apa adanya. Bersahaja itu mengagumkan. (via @echisofwan)
Wallahu a'lam.
Barakallahu fiikunna.
Lots of love and have a nice day!

Cara Asyik Mengunakan Hand Cream

Jumat, 29 September 2017

Haloo!

Ini quick post aja ya. Rencananya mau digabung di post Krim Serbaguna, tapi lebih baik dipisah supaya ngga melebar.

Baca juga : Krim Serbaguna : Creme21, Glysolid, dan Nivea Creme

Cara ini recommended untuk orang-orang yang kulit badannya kering dan kasar. Dengan penggunaan rutin, insyaAllah kulit kamu akan jadi lebih lembab dan halus.

Triknya sederhana saja.... Untuk mendapat hasil yang lebih oke, campurkan hand cream dengan beberapa tetes Extra Virgin Olive Oil dan/atau Virgin Coconut Oil.

Kita juga bisa mencampur EVOO dan VCO di body butter, lulur, atau scrub.

Saya tahu tips ini dari kak Lulu (Lovely Lue's) di tahun 2013 [1]. Lama juga ya...

Ih... bau minyak dong sist!

Ngga kok. Awalnya saya juga ragu, apalagi baunya EVOO kan lumayan ngga enak huhu. Tapi ternyata baunya kalah dengan wangi hand cream yang kita pakai :D

Apa ngga minyakan banget tuh?

FYI, tesktur akhirnya tergantung tesktur asli produk dan berapa tetes minyak yang kita gunakan.

TAPI dari beberapa hand cream yang saya coba mix, tekstur akhirnya jadi paasss banget. Terasa ringan, namun lembabnya lebih tahan lama.

Baca juga : Minyak Kelapa (Virgin Coconut Oil)

---

Di post ini, yang saya jadikan contoh adalah Nivea Creme.

Teksturnya Nivea Creme pekat banget dan rada susah diratakan. Mesti dipijat pelan hingga akhirnya krim bisa terserap di kulit.


Minyaknya tidak langsung saya campur di dalam jar produk. VCO-nya saya simpan terpisah di botol pipet.

Jadi, saya ambil dulu krimnya, baru kemudian dimix di telapak tangan.


Begitu dicampur dengan VCO, krimnya jadi lumer seperti body lotion (yayalah).


Hasilnya?

Alhamdulillah, punggung tangan saya lebih halus dari kulit wajah hahaha. Entah harus senang atau sedih :))

Eniwei, biasanya saya gunakan mixture ini hanya di malam hari. Kalau untuk body scrub belum coba sih, insyaAllah kapan-kapan hehe.

Wallahu a'lam.
Selamat mencoba!
Thanks for reading and have a nice day.

Krim Serbaguna : Creme21, Glysolid, dan Nivea Creme

Sabtu, 23 September 2017
Lebay ngga sih kalau dibilang krim serbaguna? Errr...

Walau kelihatannya kurang meyakinkan, tapi produk-produk ini biasa digunakan untuk perawatan wajah dan badan lho.

Ketiga produk yang akan kita bahas bukan barang baru. Dua di antaranya sering jadi oleh-oleh Haji dan Umroh. Karena itulah meski merk (ketiga produk ini) berasal dari Jerman, tapi justru dikenal sebagai krim Arab hehe.


#FYI

Kulit wajah saya (9/2017) kombinasi (dengan area kering yang dominan), rentan berjerawat, dan mudah dehidrasi.

Kulit badan kering.

Ngomong-ngomong, itu saya masukin Original Source di foto hanya untuk meramaikan(?) saja. Dia ngga serbaguna hehe. Reviewnya sudah ada sendiri...

Baca juga : Original Source Body Butter

---

Creme21

Creme21 All Day Cream
Intensive Care and Protection
with Pro-vitamin B5

Mencegah dehidrasi dan mengembalikan kelembaban alami kulit.

*Panthenol (Pro-vitamin B5 juga ada di Nivea Creme) bantu mempercepat proses penyembuhan luka.

Creme21 Moisturizing Cream
Soft Care and Hydro-Balance
with Vitamin E

Melembabkan kulit secara intensif dan melembutkan kulit.

Harga sekitar Rp 30.000 (50 ml). Bisa dibeli di supermarket, drugstore, dan toko oleh-oleh Haji.


Sepengalaman saya, hasil dari dua varian Creme21 ngga ada bedanya. Deskripsi produk keduanya memang mirip-mirip sih... (fokus melembabkan).

Meski teksturnya berupa lotion yang ringan dan cepat meresap, namun produk ini mampu melembabkan kulit badan yang sangat kering.

Saya tidak menggunakan Creme21 di wajah, ngga tau kenapa ragu gitu rasanya haha. Jadi, produk ini hanya saya gunakan sebagai hand cream.

Etapi kalau baca-baca review lain, banyak yang wajahnya cocok lho pake Creme21.


---

Glysolid

Smoothes, Softens, and Protects.

Glysolid is the advanced European formula that helps to smooth, soften, and protect rough, chapped, and extra dry skin on the hands, feed, and entire body.

Klaim produk -- With Allantoin and a high Glycerine (vegetable-based) content, this proven skin care cream greatly improve the look and feel of the dry skin in just one application. Non-greasy Glysolid penetrates the skin in seconds and work for hours.

Glycerin dapat membentuk layer tipis yang menjaga kelembaban dan kadar air di kulit. Sedangkan Allantoin mampu merangsang regenerasi sel, menenangkan kulit yang mengalami iritasi, dan meredakan gatal.

Perhatian -- Hanya untuk pemakaian luar. Hindari kontak dengan mata. Jauhkan dari paparan panas dan kelembaban. Jangan digunakan jika segel kemasan sudah rusak.

Gunakan secara hati-hati untuk kulit normal dan kering. Produk ini juga aman digunakan di kulit yang sensitif.

Harga sekitar Rp 45.000 (175 ml). Bisa dibeli di toko oleh-oleh Haji.


Ketiga produk yang kita ulas kali ini mengandung Glycerin, tapi hanya Glysolid yang kadar Glycerin-nya mencapai 50%. Dengan kata lain, produk ini memang efektif untuk merawat kulit yang kering dan dehidrasi.

Tekstur Glysolid mirip Vaseline petroleum jelly, tapi lebih soft dan lebih blenyek kalau dicowel (ini apa sih bahasanya wkwk).


Anjuran pakainya dioles tipis-tipis. Krimnya tidak perlu dicolek, tapi cukup diusap permukaannya. Jadi, yang kita gunakan hanya krim yang menempel di jari.


Pertama kali mencoba Glysolid, saya takjub. Ini tuh baguss banget, maasyaaAllah. Pantesan Glysolid jadi salah satu barang wajib(?) yang dibeli ibu-ibu saat Haji dan Umroh.

Baru-baru ini kulit saya jadi lebih kering dan dehidrasi. Mungkin karena pancaroba (ngaruh ya bosque? Haha).

Iseng-iseng saya oleskan Glysolid, eh alhamdulillah kulit jadi terhidrasi, lembab, dan kenyal seketika.

Klaimnya beneran terbukti ya... Hanya dengan sekali pemakaian, kulit saya membaik dan lembabnya bertahan sampai hari berikutnya maasyaAllah :)) Padahal udah lewatin berapa kali wudhu, cuci muka, dll, tapi kulit wajah tetap terasa kenyal lho.

Saya juga menggunakan Glysolid untuk melembabkan bibir yang kering. Hasilnya cukup memuaskan. Bibir tetap lembab tanpa terlihat glossy dan berminyak.

Denger-denger, Glysolid juga ampuh untuk mengatasi kulit tumit yang pecah-pecah.

---

Nivea Creme

Nivea Creme adalah krim legendaris yang digadang-gadang sebagai produk tersukses sepanjang masa. Sejak pertama kali launching di tahun 1911, kualitas krim ini terus ditingkatkan.

Deskripsi produk

Krim pelembab untuk seluruh keluarga. Nivea Creme mengandung pelembab alami Eucerit mampu melindungi dan merawat kulit.

Eucerit adalah emulsi water-in-oil pertama di dunia yang paling stabil. Ini pula yang membuat tekstur Nivea Creme rada unik. Dia tuh pekat seperti pasta gigi, tapi begitu dipijat pelan di kulit, krimnya berubah menjadi lebih basah.

Wanginya enak khas produk Nivea. Disadur dari situs resminya, aroma Nivea Creme berasal dari bargamot dan jeruk, yang dikombinasikan dengan lavender, mawar, lilac, dan bunga lily.

Cocok untuk digunakan setiap hari, dimanapun dan kapanpun.

Telah diuji secara dermatologis.

Dapat digunakan untuk...

Perawatan wajah sehari-hari.
Krim tangan.
Merawat bibir kering dan pecah-pecah.
Mengatasi redness.
Merawat kuku.
Meminimalisir stretch mark dengan penggunaan teratur sejak awal kehamilan.
Membantu memperlambat proses penuaan.

Cara pemakaian

Ambil krim secukupnya, kemudian pijat perlahan agar mudah terserap kulit.

Harga

Nivea Creme kemasan plastik 50 ml sekitar Rp 12.000.
Nivea Creme kemasan kaleng 60 ml sekitar Rp 25.000.

Beli di supermarket dan drugstore.


Seringkali kita mendengar ada Nivea Creme US dan Germany.

Namun yang beredar bukan hanya dua versi tersebut, karena nyaris di setiap negara ada perbedaan komposisi Nivea Creme (mis. versi Eropa, Canada, Thailand, Jepang, Arab, dst).

FYI, Nivea Creme dalam artikel ini bukan produksi US dan Jerman.

Yang kemasan kaleng, produksi Thailand (formulanya mirip versi US), dan yang plastik produksi lokal (kota Malang) dengan lisensi dari Nivea Jerman.

Secara keseluruhan (yang kemasan kaleng dan plastik) hasilnya sama saja. Padahal beda harganya bisa sampai dua kali lipat.

Sampai-sampai saya mikir, "Ini yang bikin mahal kalengnya kali ya?" (sotoy).

Imho, kalau hanya untuk hand cream, mending beli Nivea Creme kemasan plastik. Harganya lebih murah dan kualitas krimnya sama dengan yang jar kaleng.


Dupe krim mahaaal~

Nivea Creme (versi Germany) sering disebut sebagai dupe-nya Creme de La Mere... yang harganya sekitar 2 jutaan (30 ml). Wow.

Kalau kamu browsing lebih lanjut, base ingredient dari Nivea Creme dan Creme de La Mer memang mirip.

Keduanya mampu menghidrasi dan melembabkan kulit.

Hanya saja, Creme de La Mer lebih komplit karena mengandung fermentasi rumput laut, ekstrak tumbuh-tumbuhan, banyak antioksidan, vitamin, dan mineral lainnya.

Plot twist!

Di tahun 2013, Claire Cisotti membandingkan Nivea Creme dan Creme de La Mer.

Setelah pemakaian selama sebulan, perubahan yang signifikan justru tampak di sisi wajah yang menggunakan Nivea Creme.

Kulit yang menggunakan Nivea Creme lebih terhidrasi, kemerahannya berkurang, dan garis halus jadi lebih samar.

Baca juga : Claire Used ₤1 Nivea Creme & ₤ 105 Creme de La Mer

Tapi tetep cocok-cocokan~

Kalau kamu tertarik, pastikan Nivea Creme sesuai dengan tipe dan kondisi kulit wajah kamu. Soalnya, setelah baca-baca komentar di youtube, ada yang wajahnya malah jadi bruntusan.

Imho, produk ini lebih cocok untuk orang yang kulitnya sangat kering, dehidrasi, dan mengalami penuaan.

---

Final thought

Creme21, Glysolid, dan Nivea Creme sama-sama bagus untuk melembabkan dan melembutkan kulit badan. Selebihnya tinggal masalah selera dan kemudahan akses beli.

Sejauh ini, yang paling mudah diperoleh adalah Nivea Creme dan Creme21. Kalau Glysolid kayaknya jarang, paling cuma di toko oleh-oleh Haji dan online mal seperti tokopedia (cmiiw).

Kemasan Creme21 dan Nivea Creme (jar plastik) lumayan kokoh. Tutup ulirnya juga pakem. Tidak seperti kemasan kaleng yang mudah penyok dan tutupnya gampang terbuka.

Bagi orang yang higienis, kemasan jar yang bulat (seperti tekad) ini kurang praktis untuk dibawa pergi-pergi. Hmmm... Kayaknya baru Creme21 yang kemasan botolnya sudah diedarkan di Indonesia.

Di antara ketiganya, hanya Glysolid yang berani saya templokin ke wajah dan alhamdulillah ngga bikin break out. Mungkin Glysolid akan tetap saya gunakan sewaktu-waktu, saat kulit mengalami kering dehidrasi.

Sedangkan Creme21 dan Nivea Creme cukup saya gunakan sebagai krim tangan (plus kaki, lutut, dan siku hehe).

Eniwei, kalau kamu tertarik menggunakan produk-produk ini untuk perawatan wajah, baiknya hati-hati... Karena serbaguna di orang lain, belum tentu serbaguna di kulit kita.

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.