Apakah Kamu Berlebihan Merawat Kulit Wajah?

Senin, 28 Desember 2015
Hayoo ngakuuu... siapa yang suka berlebihan merawat wajah?
*ngacung sambil ngaca hahahaha.

Topik ini sebenarnya sudah sering dibahas (tiap sharing pengalaman) :)) tapi belum pernah saya uraikan secara khusus di blog. Hanya sepintas di artikel Jangan Merawat Wajah dengan Cara "Alami" ini, bagian overwashing.


Sebagai gambaran, perilaku overdoing yang sering dibahas dalam sharing melalui email atau sesi komentar, antara lain...

(1) Memilih produk dan menekuni regimen perawatan yang tidak sesuai dengan kebutuhan kulit. Meski sekarang tren produk skin care ada booster, pre essence, sealer, segala macam... Tapi, ngga semua kulit butuh produk skin care berlayer-layer.

(2) Penggunaan rangkaian produk skin care yang tidak fokus pada problem spesifik kulit. Pake produk anti acne, anti aging, brightening dalam waktu bersamaan.

(3) Menggunakan bermacam-macam produk anti acne dalam satu waktu. Misal lagi ngobatin kulit pake tretinoin, trus pake toner yang ngandung salycilic acid.

(4) Ngolesin produk tebel-tebel.

(5) Keseringan gonta-ganti produk skin care.

(6) Berlebihan dalam membersihkan wajah dan eksfoliasi (scrubbing, peeling, dll).

(7) Hampir setiap hari menggunakan masker dengan fitur deep pore cleanse/gentle exfoliation.

...dst :D

Dampaknya...


Kering, Dehidrasi, dan Mengelupas

Pernah ngga ngalamin jerawat, tapi kulit malah kering?

Dehidrasi bisa terjadi jika kita berlebihan menangani jerawat dan kulit berminyak. Menggunakan sabun atau pembersih yang ngga pH balanced juga menimbulkan sensasi kulit kering, kaku, dan ketarik.

Kondisi kulit kering mengelupas juga umum terjadi jika kita berlebihan menggunakan eksfoliator seperti scrub, serta produk yang mengandung alpha hydroxy acid (AHA), salycilic acid (BHA), dan retinoid.

FYI, retinoid mempercepat regenerasi kulit. Jadi, ngga perlu keseringan scrubbing kalo udah pake produk yang ngandung retinoid/retinol.

Sebenernya ya, kita hanya perlu scrubbing/eksfoliasi sel kulit mati 1x dalam seminggu. Sedangkan untuk tipe kulit berminyak, sel kulit matinya lebih tebal sehingga dianjurkan 2x dalam seminggu jika perlu.

Solusinya? 

Mengurangi frekuensi penggunaan produk.

---

Iritasi (kemerahan, meradang, atau melepuh)

Penggunaan produk yang tidak sesuai dengan kondisi/kebutuhan kulit dapat menyebabkan iritasi. Glycolic acid (AHA), salicylic acid (BHA), dan retinoid juga bisa mengiritasi kulit jika digunakan terlalu sering atau jika kadarnya terlalu tinggi.

Solusinya?

(1) Ikuti anjuran pemakaian.

Misal petunjuknya hanya untuk malam hari, jangan dipake pagi-siang-malam.

(2) Kurangi frekuensi.

Contoh : Dari 2x sehari, jadi 1x sehari. Atau sehari sekali jadi dua hari sekali.

(3) Hentikan pemakaian produk.

Kalau kamu ngga yakin, produk mana yang bikin kulit jadi iritasi, lakukan tes sederhana. Hentikan pemakaian salah satu produk selama 2 minggu dan amati apakah kualitas kulit meningkat atau menurun.

Baca juga : 5 Langkah Dasar Memulai Perawatan Wajah

---

Makin Sering Mengalami Break Out

Break out yang dimaksud adalah membludaknya komedo (whitehead-blackhead) dan munculnya jerawat meradang. Dampak ini biasanya diawali dengan kulit yang semakin berminyak. Biasanya disebabkan karena menggunakan produk yang kandungan dan teksturnya terlalu berat atau terlalu rich untuk kulit kita.

Yang paling parah adalah jika kita mengalami jerawat pasir, karena itu tanda lapisan kulit terluar sudah rusak. Umumnya disebabkan oleh pemakaian skin care berbahaya, terlalu sering gonta-ganti produk skin care, mengkombinasikan/melayer produk skin care yang tidak sejalan, atau pengobatan kulit dengan cara yang tidak tepat.

Solusinya?

(1) Perhatikan tekstur dan ingredient produk yang kita gunakan.

Baca juga : Tipe dan Kondisi Kulit (+++ Tips & Info Lainnya)

(2) Atur frekuensi pemakaian produk.

(3) Kurangi penggunaan produk yang dapat menyumbat pori.

Khusus untuk tipe kulit berminyak dan kombinasi...

Jika memungkinkan, hindari produk yang mengandung mineral oil. Sudah aku bahas di post #NTMS Mineral oil. Mineral oil tidak menyumbat pori, dia tetap stay di atas permukaan kulit.

TAPI yang jadi masalah adalah jika dalam formula produk tersebut ada zat yang sifatnya comedogenic. Nah, mineral oil akan menyebabkan zat itu terperangkap dan menyumbat pori-pori kita.

(4) Kalau kondisi kulit makin parah, mending berobat aja ke dokter.

---

Dandanan Ngga Smooth

Sebelum tau kondisi kulit saya ternyata mudah dehidrasi, saya sering menyalahkan kualitas alas bedak kalau hasilnya ndemblog atau tidak "menyatu" di kulit. Padahal, itu terjadi karena kulit menyerap kandungan air dalam foundation/bb/cc cream untuk mengatasi kekeringan.

Solusinya?

Menyehatkan kulit. Menjaga keseimbangan kadar minyak dan kelembaban kulit.

---

Ada juga yang saat menggunakan foundation, goresan kuas dan kerut halus tampak jelas. Fungsi silicone dan turunannya dalam produk make up adalah untuk "mengisi" pori dan kerut halus.

Tapi kalo produk tersebut sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya, kemungkinan karena kita udah kebanyakan pake produk yang mengandung silicone (numpuk jadi build up di permukaan kulit, cmiiw).

Solusinya?

(1) Jika bisa, kurangi produk (skin care dan make up) yang mengandung silicone dan turunannya.

(2) Kalau ngga bisa, pake produknya tipis-tipis aja, gausah tebel-tebel.

(3) Yang paling penting, bersihkan wajah dengan benar (tapi bukan berarti overcleansing lho).




Mah Curhat, dong
Iya, dong


Kebiasaan buruk saya adalah berlebihan mengamati kulit muka sendiri. Tiap ngaca, saya risih melihat titik-titik hitam di hidung, pori-pori yang lebar, atau kulit yang mengelupas --"

Itulah kenapa sebelumnya saya berlebihan merawat wajah.

Jadi, kalo ada yang sharing udah rajin bahkan lebay merawat kulit, tapi ngga ada progres yang berarti, ya saya ngga heran.... karena saya juga pernah ngalamin hahaha.

Kesalahan saya yang lain adalah terlalu intens merawat kulit saat pms. Padahal berlebihan merawat wajah saat hormon lagi ngga seimbang justru makin menstimulasi kulit.

Perubahan hormon menyebabkan kulit jadi rentan meradang (inflamasi) dan mudah bengep (swelling). Kondisi tersebut akan diperparah dengan penggunaan eksfoliator atau skin care yang mengandung AHA, BHA, dan retinoid secara berlebihan.

Karena itulah, sejak 4 bulanan terakhir, saya sudah ngga gitu panik saat pms (ngga overtreated). Ternyata kulit saya bisa pulih dengan sendirinya. Kalaupun ada jerawat yang muncul, tinggal oles obat jerawat, selesai perkara.

Baca juga : Kulit Rentan Bermasalah? Yuk, Puasa Produk Kosmetika.

---

Akhir kata...

Telaten, bukan berarti kita berlebihan dalam merawat wajah. Titik hitam di hidung, jerawat PMS, kerut halus, kulit yang kusam karena faktor A, B, C, dst adalah hal yang MANUSIAWI.

Mengenai treatment seperti facial, terapi segala macem, menurut saya bukan hal yang berlebihan jika memang dibutuhkan (bukan karena napsu).

Pastikan juga treatment tersebut mengikuti prosedur yang aman dan di bawah pengawasan orang yang kompeten, seperti dokter spKk atau dokter estetik.

#notetomyselftoo

sumber : Futurederm & The Dermatology Clinic

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day *salim :D

Belajar Memaafkan

Kamis, 24 Desember 2015
Memaafkan adalah kata yang familiar dalam kehidupan bermasyarakat. TAPI, apakah kita sudah memahami konsep memaafkan (forgiveness) dengan benar?

Artikel ini adalah lanjutan dari Cara Balas Dendam yang Sehat.

Dendam (keinginan untuk membalas) adalah respon yang alami. Misal, saat dipukul dengan balok kayu, bawaannya pengen mukul balik hehehehe.

Ketika kita memaafkan, maka secara sadar kita melepaskan keinginan untuk balik menyakiti atau sekedar memberi "pelajaran".

Dendam juga merusak diri kita pelan-pelan.

Dendam dapat menjadi stressor dan memicu hormon stress cortisol yang ngga baik untuk kesehatan fisik dan mental kita.

Sebaliknya, banyak sekali manfaat yang dapat kita peroleh dengan memaafkan.

Di antaranya adalah risiko depresi dan kecemasan yang rendah, kualitas tidur dan daya tahan tubuh yang lebih baik, kesehatan jantung yang meningkat, self esteem yang tinggi, kemampuan berempati lebih terasah, dan tentu saja secara psikis lebih bahagia.

Jadi, sebenarnya memaafkan itu untuk kebaikan diri kita sendiri :D


Noted!

Ada kalanya pelaku salah kaprah. Mereka mengira (setelah dimaafkan), pihak yang disakiti menerima dan mengizinkan perilaku tersebut untuk terulang kembali.

Memaafkan bukan berarti kita membenarkan perilaku yang menyakitkan. Salah ya salah.

Memaafkan bukan berarti lemah, naif, atau bodoh.
Pada kenyataannya, semakin sehat mental seseorang, semakin mudah baginya untuk memaafkan.
Memaafkan berbeda dengan melupakan dan memendam rasa sakit hati.

Memiliki peran sebagai pemberi maaf bukan berarti kita berhak untuk "menghantui" pelaku dengan terus menyebut kesalahannya, agar dia merasa malu dan bersalah.

Memaafkan dapat dilakukan (dan diusahakan) dengan atau tanpa permohonan maaf dari orang lain. Jadi, kita juga bisa memaafkan seseorang yang tidak pernah kita jumpai lagi, yang telah meninggal, atau bahkan yang tidak merasa bersalah.

Dinamika Memaafkan

Banyak banget teori tentang memaafkan (forgiveness), tapi menurut saya model teori dari Ryan Howes, Ph.d [1] yang paling mudah untuk dipahami dan dipraktekkan (thank you so much!).

Baca juga : Four Elements of Forgiveness

Beliau menjabarkan forgiveness dalam elemen-elemen (A, B, C, 4), karena pada hakikatnya memaafkan bukanlah proses dengan fase yang runtut.

Kita perlu melewati elemen A, B, dan C (secara berurutan ataupun acak). Barulah kemudian kita masuk ke elemen 4: mengikhlaskan.

A. Mengekspresikan emosi

Seseorang yang berniat untuk memaafkan harus mengekspresikan dan merasakan emosi negatif yang dia alami sedalam-dalamnya. Tentunya dengan cara yang tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Yang perlu kita pahami, cara orang mengekspresikan emosinya itu berbeda.

Ada yang tenang, tapi ada pula yang luapan emosinya menggebu-gebu sehingga harus dikeluarkan.

Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain menumpahkan emosi negatif dalam tulisan, berteriak di dalam mobil yang tertutup, atau berbicara di depan cermin dan kursi kosong (menganggap kursi tersebut adalah pelaku) dapat membantu.

Meski tidak semua emosi dapat diekspresikan, tapi cara-cara tersebut dapat mempermudah kita untuk fokus pada elemen yang lain.

B. Memahami

Otak selalu mencari penjelasan yang masuk akal sampai pikiran kita terpuaskan (mengenai latar belakang perilaku yang menyakitkan, kenapa kita yang disakiti, dst).

Pada situasi tertentu, berhenti berasumsi dan menerima kenyataan apa adanya cukup untuk memuaskan rasa penasaran kita (nrimo).

C. Membangun rasa aman

Sebelum memberikan maaf, kita butuh jaminan bahwa perilaku serupa tidak akan terjadi lagi.

Entah itu berupa permohonan maaf yang tulus dan bertanggung jawab dari pelaku, pertahanan diri yang lebih kuat, atau dengan menghilangkan pengaruh dari pelaku dalam hidup kita.

4. Mengikhlaskan

Elemen ini merupakan keputusan yang sangat sulit.

Mengikhlaskan berarti kita berjanji pada diri sendiri untuk tidak menyimpan dendam dan tidak mengungkit kejadian tersebut di percakapan atau konflik yang akan datang.

Jika mengikhlaskan terasa mustahil, kemungkinan besar karena elemen A, B, atau C belum tuntas (perlu diulang hingga kita terpuaskan).

Karena itulah, bagi sebagian orang, butuh waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun hingga benar-benar mampu memaafkan.

---

Perhatian!

Untuk masalah yang berat dan kompleks, carilah pendampingan dari orang yang kompeten, seperti psikolog atau pemuka agama yang ilmunya mumpuni.

Batasi juga interaksi dengan orang-orang yang suka provokasi atau manas-manasin.

---

Review

Pada kenyataannya, belajar memaafkan itu butuh waktu yang... yah lumayan lama.

Sebelumnya saya tipe orang yang gampang kepikiran dan sulit mengekspresikan rasa sakit. Jadi kadang bisa stuck di elemen A dan B.

Tapi setelah melewati itu semua, bener deh... kita jadi lebih mudah mengikhlaskan.

Jadi mikir, oh, yaudahlah...
Sudah kejadian. Sekarang waktunya menata diri dan hidup.
Selama proses ini, kita pun belajar untuk lebih memahami diri sendiri, seperti reaksi kita terhadap situasi tertentu, pikiran dan emosi yang muncul, dst.

---

Dih! Memaafkan, tapi kok ngga mau ketemu?

Komentar ini sering kali kita jumpai haha.

Meskipun berkaitan, tapi memaafkan bukan berarti kita wajib mengakrabkan diri, makan bareng, berpelukan, haha hihi, atau cipika cipiki dengan orang yang menyakiti kita.

Dalam psikologi, memaafkan adalah proses internal, sedangkan berbaikan adalah proses interpersonal sehingga membutuhkan keterlibatan dari kedua belah pihak.

Kita bebas untuk memutuskan apakah ingin kembali menjalin hubungan, bertahan, membatasi interaksi, atau meninggalkan orang yang pernah menyakiti kita (berkaitan dengan elemen C).

Berbaikan dan mengakrabkan diri itu berat bagi korban yang mengalami trauma, misalnya korban kekerasan (fisik maupun psikis), penganiayaan, pelecehan, dst.

Jadi, kalau ada yang memilih untuk menjauh, jangan menyimpulkan atau menuduh kalau orang tersebut belum memaafkan.

---

Akhir kata...
Let it go, not just for a better future, but also because you're a good person. And a good person isn't angry most of the time. Instead he sees beauty in the world and strives for positive life, in which others around him can be inspired too. Choose to let go of your anger, so you can be that person. (Alden Tan)
Baca juga : Cara Agar Mampu Memaafkan & Info Lainnya

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Lebih Bagus Produk Lokal atau Produk Impor?

Rabu, 09 Desember 2015
Produk Kosmetika asal Korea Selatan saat ini digemari karena teksturnya yang ringan dan bersahabat untuk kulit yang sensitif sekalipun. Terlebih, brand ambassador produk-produk tersebut adalah selebritis yang berwajah mulus.

Saya sempat termakan pencitraan bahwa dandanan aktris yang kinclong tentulah menggunakan produk asal Korea Selatan. Tetapi, berkat youtube(?), saya jadi tahu, hal tersebut tidak sepenuhnya benar.

Berikut beberapa produk yang digunakan make up artist Korea Selatan dalam cuplikan video tutorial.

Beautymeets All about Lee Yubi's Beauty
Beautymeets Han Ji Min's Make Up Look from the K-drama Hyde, Jekyll, Me.
Pony's Beauty Diary (InsiteTv) Facial Cleansing & Skin Care Special
Jadi, Impor Pasti Lebih Bagus?

Sebelumnya saya berasumsi demikian. Mungkin produk kosmetika yang bagus hanya diproduksi oleh negara tertentu saja.

Tapi, setelah browsing sana-sini, saya jadi sadar. Embel-embel impor bukan jaminan kalo secara kualitas produk tersebut lebih unggul dibanding produk lokal.

Sudah tau kan tentang harmonisasi kosmetika ASEAN? Ini berarti Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB) di wilayah ASEAN sudah distandarkan.

Teknologi industri kecantikan Indonesia saat ini lebih maju dibanding 10-20 tahun lalu. Apalagi makin kesini konsumen semakin cerdas.

Jadi, produsen kosmetik lokal dituntut untuk mengembangkan banyak inovasi dan mengeluarkan produk-produk yang ringan, ngga greasy, aman di kulit sensitif, berbahan organik, dst.

Walau kosmetik (make up/skin care) gajebo dan abal-abal masih marak di pasaran, tapi merk lokal yang bisa bersaing dengan produk impor juga makin banyak lho :D

Harga?

Bicara tentang produk impor, tentulah berkaitan dengan harga yang biasanya lebih tinggi dibanding produk lokal. Memang, produk-produk yang unggul secara kualitas umumnya dibandrol dengan harga yang fantastis.

Namun, kalau jeli, kita juga bisa mendapatkan hasil yang sama dengan menggunakan produk dengan harga yang lebih terjangkau. Asal rajin-rajin browsing hehe.

Banyak lho produk-produk yang ingredientnya biasa aja, tapi karena menang merk dan strategi marketingnya oke, harganya jadi mahal. Kayak gini kan rada nyess nyess gimana gitu, kalau ternyata hasilnya ngga seperti yang kita harapkan.

Intinya...

Di tiap negara, selalu ada produk yang bagus dan produk yang kurang bagus.

Ngga selamanya produk impor lebih bagus dari produk lokal. Begitu juga sebaliknya, belum tentu kualitas produk lokal di bawah produk impor.

Eniwei, wajar kalau produk berkualitas harganya mahal. Tapi, hati-hati dengan produk overpriced alias produk yang harganya ngga sesuai dengan fitur yang ditawarkan.

Merk bisa jadi pertimbangan untuk melihat reputasi produsen, tapi pertimbangkan juga fitur dan formulanya. Karena merk dan harga yang tinggi bukan jaminan produk kosmetika tersebut (make up maupun skin care) sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kulit kita.

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat
Thanks for reading and have a nice day.

Himalaya Purifying Neem Scrub & Clear Complexion Whitening Face Scrub

Minggu, 29 November 2015
Salah satu keunggulan Himalaya Herbals adalah harga-harga produknya terjangkau, tapi kualitas tetap oke.

Bdw, pemilik kulit berminyak yang mudah kusam dan menggelap, biasanya bakal bingung, pilih scrub dari seri Purifying Neem atau seri Whitening?


***

Deskripsi Produk

Himalaya Purifying Neem Scrub

Diformulasikan secara khusus untuk menjadikan kulit Anda cerah dan bebas dari masalah, scrub ini bekerja ganda. Nimba dikenal sebagai pembersih, mencegah jerawat.

Dikombinasikan dengan butiran aprikot, yang mengangkat komedo, sel kulit mati, dan kotoran, menjadikan kulit Anda lembut, cerah, segar, dan bebas dari masalah.

Cara pemakaian

Basahi wajah dan pijat merata, hindari area mata. Bilas dan keringkan. Untuk hasil terbaik, gunakan juga Purifying Neem Face Wash dan Purifying Neem Mask.


Himalaya Clear Complexion Whitening Face Scrub

Scrub dengan pengelupas ringan yang mencerahkan kulit Anda dan membuat kulit bercahaya. Licorice membantu mengatur sintesis melanin dan White Dammer (Damar Putih) membantu mendinginkan kulit.

Sementara butiran Apricot yang lembut mengangkat sel-sel kulit mati, komedo, dan kotoran. Hasilnya, kulit tampak lebih cerah, lembut, dan bercahaya.

Cara pemakaian

Pijat lembut dengan ujung jari dengan gerakan melingkar pada wajah dan leher yang lembab, hindari area sekitar mata. Bilas, dan tepuk-tepuk ringan.

Gunakan 2-3 kali seminggu untuk kulit yang sehat dan bercahaya. Untuk hasil terbaik, bersihkan secara teratur dengan Clear Complexion Whitening Face Wash dan lanjutkan dengan Clear Complexion Whitening Day Cream.


***

Tekstur

Aku salut sama Himalaya, karena aware dengan kebutuhan kondisi kulit yang berbeda.

(maaf, foto swatch sudah dihapus)

Neem Scrub mengandung lebih banyak granul/beads/butiran scrub halus, sedangkan Whitening Face Scrub lebih creamy, scrubnya dikit.

Yang berartii... dari segi testur, idealnya neem scrub emang untuk kulit berminyak dan kombinasi. Sedangkan Whitening Face Scrub cocok banget buat yang kulitnya normal dan kering.

***

In my opinion

Awalnya aku ngga gitu meratiin perbedaan tekstur neem dan whitening face scrub... Sadarnya pas ngeluarin scrub, kok beda ya ternyata hahahaha.

Hasil keduanya sama aja. Sama-sama bikin kulit wajah terasa lebih halus, lembut, dan cerah setelah scrubbing. Untuk sel kulit mati iya keangkat, tapi untuk komedo kayaknya ngga ngefek deh.

Jadi, yang kulitnya berminyak, mending pilih Neem Scrub aja. Seri Himalaya Neem juga bikin wajah keliatan cerah kok. Cerah lho ya, bukan memutihkan.

Kulitku sempat kering banget, pas diraba berasa gradakannya. Aku pikir ngga bakal kenapa-kenapa kalo discrub, karena udah ngga pake obat jerewi berhari-hari...

Aku coba scrubbing, mulus sih... tapi abis itu kulit jadi ngga nyaman (tegang-kaku-ketarik). Selain kejadian itu alhamdulillah no problemo.

Satuannya sekitar Rp 15.000. Untuk pemakaian di wajah (1-2x seminggu), tube ukuran 50 ml bisa lah untuk 2 bulanan (karena makenya juga ngga perlu banyak-banyak).

Yang mungkin tidak cocok dengan scrub ini...

Pemilik kulit yang sensitif dengan pewangi dan pengawet tertentu;
Kulit yang sedang bermasalah atau sedang mengobati jerawat.

Noted!

Kalo pun kulit terasa kasar banget, dan butuh eksfoliasi (ngangkat sel kulit mati) dengan bahan yang lebih gentle, aku pake oatmeal atau washlap (handuk bayi yang lembut).

Caranya, basahi washlap dengan air hangat, kemudian tutupi wajah dengan washlap tersebut. Saat washlap terasa mendingin, lap kulit wajah pelan-pelan.

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Pembuktian Diri : "Look at Me Now!"

Ada yang bilang cara terbaik untuk balas dendam adalah dengan membuktikan bahwa kita bisa lebih bahagia dan sukses daripada orang yang menyakiti kita.

Kita berasumsi, luka itu bisa sembuh ketika melihat mereka menyesal, merasa bersalah, dan tahu diri kalo sekarang hidupnya ngga lebih baik dari kita.


Dengan kata lain, tenaga dan pikiran kita tersita... untuk manas-manasin orang yang kita benci.

Ngga worth it banget.

Eniwei, memangnya kenapa kalo dia "kepanasan" dan mohon-mohon maaf?

Ya ngga kenapa-kenapa kan? Orang udah kejadian.
The past is in the past.
Baca juga : Cara Balas Dendam yang Sehat

Self improvement itu untuk kebaikan diri kita sendiri. Janganlah dijadikan tameng untuk mengejar penilaian orang lain.

Salah satu yang harus direnungkan adalah kenapa kita lebih memilih untuk terlihat bahagia ketimbang benar-benar merasa bahagia?

"Bahagia" bukanlah bahagia jika hanya digunakan untuk pamer dan mengintimidasi orang lain. Orang yang benar-benar bahagia tidak seperti itu :)
You can't fix yourself by hurting other people.
Karena itulah, balas dendam (entah dengan nginjek-nginjek orang tersebut atau dengan cara "halus" seperti pembuktian diri) pada dasarnya ngga sehat buat mental kita :D

Sudah tau sakit, eh sadar ngga sadar kita malah makin menyiksa diri.

Jadi, kalau kita bercita-cita untuk sukses di dunia ini, dedikasikan manfaat kesuksesan itu untuk Allah, untuk keluarga kita, juga untuk masyarakat. Bukan semata-mata untuk mendapatkan pengakuan dari orang yang pernah menyakiti kita.

Baca juga : Jika Kita Disakiti Orang Lain


Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Seputar Notifikasi Kosmetika BPOM RI

Sabtu, 21 November 2015
Apa itu BPOM? [1]

BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) adalah sebuah lembaga di Indonesia yang bertugas mengawasi peredaran obat-obatan dan makanan. Fungsi dan tugas BPOM menyerupai lembaga Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat.


Apa latar belakang adanya BPOM di negara Indonesia? [3][4]

Konsumsi masyarakat cenderung terus meningkat, seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat termasuk pola konsumsinya. Sementara itu, pengetahuan masyarakat masih belum memadai untuk dapat memilih dan menggunakan produk secara tepat, benar, dan aman.
Di lain pihak, iklan dan promosi secara gencar mendorong konsumen untuk mengkonsumsi secara berlebihan dan seringkali tidak rasional.
Perubahan teknologi produksi, sistem perdagangan internasional dan gaya hidup konsumen tersebut pada realitasnya meningkatkan resiko dengan implikasi yang luas pada kesehatan dan keselamatan konsumen.

Apabila terjadi produk sub standar, rusak atau terkontaminasi oleh bahan berbahaya, maka akan terjadi risiko berskala besar dan luas, serta berlangsung dengan cepat.

Indonesia harus memiliki Sistem Pengawasan Obat dan Makanan (SisPOM) yang efektif dan efisien untuk mendeteksi, mencegah, dan mengawasi produk-produk termaksud guna melindungi keamanan, keselamatan dan kesehatan konsumennya baik di dalam maupun di luar negeri.

Badan POM memiliki jaringan nasional dan internasional, serta kewenangan penegakan hukum dan memiliki kredibilitas profesional yang tinggi.

Sebagian besar produk kosmetika berbahaya didominasi oleh kandungan bahan pewarna yang dilarang (merah K3 dan rhodamin), serta cemaran logam berat seperti timbal dan merkuri.

Efek dari bahan berbaya tersebut antara lain dapat menyebabkan diare, muntah-muntah, kerusakan ginjal dan hati, kanker, cacat janin, dsb.

Kenapa sejak tahun 2011 kosmetika menggunakan sistem notifikasi? [5][6][7]

Negara-negara ASEAN sepakat untuk mengupayakan adanya harmonisasi standar dan persyaratan teknis di bidang kosmetika. Tujuannya untuk meningkatkan efisiensi ekonomi, produktivitas, dan daya saing produk ASEAN di pasar global.

Berdasarkan hasil analisis penilaian risiko, kosmetika merupakan produk berisiko rendah sepanjang semua peraturan/regulasi kosmetik dipatuhi oleh produsen.

Untuk memudahkan pemasaran produk, pemerintah dituntut untuk membentuk sistem registrasi dimana produk impor tidak memerlukan waktu yang lama untuk mengurus dokumen.

Sebelum produk diedarkan, pemohon mengajukan notifikasi ke Kepala BPOM. Notifikasi inilah yang nantinya menjadi alat pengawasan pasca peredaran produk (post market surveillance).

---

Siapakah pemohon notifikasi?

Pemohon notifikasi adalah industri kosmetik yang berada di wilayah Indonesia yang telah memiliki izin produksi, importir yang bergerak di bidang kosmetik sesuai dengan ketentuan peraturan perudang-undangan, atau usaha perorangan/badan usaha yang melakukan kontrak produksi dengan industri kosmetika yang telah memiliki izin produksi.

Bagaimana bentuk pengawasan produk-produk tersebut?

Pengawasan produk yang beredar dilakukan dengan 3 lapis, yaitu pemerintah, pelaku usaha, dan konsumen.

Kewajiban BPOM
  • melakukan pengawasan terhadap sarana produksi/distribusi, 
  • inspeksi Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB), 
  • pengambilan sampel dan pengujian laboratorium,
  • audit dokumen informasi produk,
  • pengawasan iklan-iklan, dan
  • monitoring efek samping kosmetika (Meskos).

Kewajiban Pelaku Usaha
  • melakukan pengawasan internal dengan monitoring efek samping kosmetika dan keluhan pelanggan,
  • menjamin dan bertanggung jawab atas keamanan, mutu, dan manfaat produk,
  • menangani keluhan,
  • melakukan penarikan kosmetik yang tidak memenuhi syarat,
  • melaporkan ke BPOM apabila kosmetika yang dinotifikasi tidak lagi diproduksi atau diimpor, 
  • bertanggung jawab terhadap kosmetik yang tidak lagi diproduksi atau diimpo, tetapi masih beredar/diperjualbelikan.

Peran Masyarakat

Masyarakat sebagai konsumen perlu melindungi diri sendiri dengan cara:
  • Cermat memilih dan menggunakan produk kosmetik yang telah memenuhi syarat keamanan mutu dan manfaat.

BPOM bisa dipercaya ngga?

Mengenai persyaratan dan peraturan notifikasi dapat dibaca di dokumen berikut:
Persyaratan Teknis Kosmetika
Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika
Peraturan tentang Notifikasi Kosmetika

Dokumen lengkap mengenai Peraturan-peraturan Notifikasi Kosmetika BPOM, bisa kamu unduh di >> link ini <<

FYI!

Harmonisasi persyaratan teknis bahan meliputi delapan metode uji laboratorium, yaitu uji mikrobiologi, uji kadar pengawet, identifikasi beberapa bahan yang dilarang atau dibatasi, identifikasi logam berat (seperti timbal dan merkuri), kortikosteroid, dan zat pewarna yang tidak diizinkan dalam kosmetik.

Kortikosteroid pada dasarnya digunakan untuk pengobatan, jadi tidak diperkenankan untuk masuk dalam formula kosmetik (skin care yang beredar dan dijual bebas di pasaran).

Bagaimana cara cek produk?

Silakan berkunjung ke ceknie.pom.go.id


Sebelum mendapat izin edar, status produk kosmetik adalah ilegal, kecuali kosmetik yang digunakan untuk penelitian dan sampel yang tidak diperjualbelikan.

NA = produk Asia (termasuk produk lokal).
NB = produk Australia.
NC = produk Eropa.
ND = produk Afrika.
NE = produk Amerika.

Ingat! 

Izin kosmetik (skin care dan make up) dikeluarkan oleh BPOM RI, bukan DEPKES.

Bagaimana cara menghubungi BPOM?
HALO BPOM 1-500-533
SMS 08121-9999-533

Email halobpom@pom.go.id
Twitter dan Instagram @BPOM_RI

Jika ada yang ingin kamu laporkan mengenai keluhan, produksi, dan peredaran kosmetik ilegal, silakan kunjungi Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) BPOM seluruh Indonesia atau kirim email ke ulpk@pom.go.id

---

Akhir kata...

Jangan heran kalau merk-merk baru semakin bertambah. Sistem notifikasi BPOM yang berlaku saat ini mempermudah industri kosmetik untuk memasarkan produk-produknya.

Meski demikian, pengawasan post market yang dilakukan BPOM cukup ketat. Setelah produk beredar, BPOM mengambil sampel, kemudian memeriksa kesesuaian kosmetik dengan data dan dokumen yang ada.

Adapun kerugian, keluhan, dan kejadian yang tidak diinginkan adalah tanggung jawab industri kosmetika, importir kosmetika, atau usaha perorangan/badan usaha.
Saran dari Kepala BPOM [8],"Konsumen harus cerdas dalam memilih kosmetik. Jangan terbujuk dengan rayu iklan-iklan. Kalau tidak butuh, tidak usah beli."
Baca juga : Cek Arti Simbol/Logo Kemasan Produk Kosmetika di Sini

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Cara Balas Dendam yang Sehat

Kamis, 19 November 2015

Loh maksudnya gimana, "cara balas dendam yang sehat"?

Sambil jogging gitu??

Haha.

---

Setiap orang memiliki pengalaman menyakitkan yang berbeda-beda.

Ada yang pernah dihina, dipermalukan, difitnah, dikhianati, ditindas, dikucilkan, ditelantarkan, dan sebagainya.

Berpikir tentang membalas dendam adalah respon manusiawi yang muncul ketika kita disakiti dan tidak diperlakukan dengan adil.

Salah satu studi eksperimen mengenai amarah dan hukuman menunjukkan hasil yang bagus untuk direnungkan [1].

Terdapat dua kelompok dalam eksperimen tersebut. Masing-masing kelompok memiliki anggapan yang sama, bahwa balas dendam itu baik untuk melepaskan emosi negatif.

Kelompok pertama diberi kesempatan untuk membalas dan menghukum oknum yang berlaku tidak adil. Yang menarik, setelah menghukum oknum tersebut, mereka melaporkan bahwa perasaan mereka malah jadi ngga enak.

Kelompok kedua berpikir mungkin mereka akan merasa lebih baik jika diberi kesempatan juga untuk menghukum. Padahal, hasil self report menunjukkan bahwa kelompok kedua (yang tidak diperkenankan untuk membalas) justru lebih bahagia dibanding kelompok pertama.
If revenge doesn't make us feel any better, why do we seek it?

Kebutuhan untuk membalas dendam sangat bisa dipahami, namun para ahli di bidang psikologi sepakat bahwa hal tersebut sama sekali tidak sehat.

Karena~ pada dasarnya balas dendam tidak berkaitan dengan proses pemulihan luka batin kita.

Camkan itu kisanak.

Baca juga : Pembuktian Diri : "Look at me now!"

Sadarkah kamu?

Media memiliki andil karena mengangkat beragam tema mengenai amarah dan balas dendam.

Apa yang kita tonton dan dengar membentuk persepsi bahwa perasaan negatif yang kita alami akan hilang sepenuhnya jika membalas dendam atau membuat orang tersebut menderita.

Padahal meski kita punya power dan kondisi pun mendukung (untuk membalas), tetap saja ngga ada gunanya. Kepuasannya semu, hatimu akan tetap kosong.

Kita hanya akan menyakiti diri sendiri.

Ibarat meminum racun, tapi pengen orang lain yang mati.
Cara "balas dendam" yang sehat untuk mental kita adalah dengan memaafkan.
Pengalaman menyakitkan memang sulit dilupakan. Pun memaafkan adalah proses yang sebaiknya diusahakan terus menerus.

Lagipula, kita juga punya banyak salah, sadar ngga sadar pernah menyakiti, menyinggung orang lain, dan melakukan hal-hal bodoh.

Tau kan pepatah what goes around, comes around. Semua perbuatan baik dan buruk yang kita lakukan, sekecil apapun akan kembali ke kita.

Ngga percaya?


Nih saya sedang ngalamin, makanya bikin postingan ini :D

Saya pernah ngomong apa, balik ke diri saya sendiri (astaghfirullah).

Bahkan, yang cuma sekelebat pemikiran seperti prasangka buruk, judgement, dst juga berbalik ke saya.

Bentuknya ngga selalu sama, tapi entah kenapa saya tahu ini berkat perilaku dan pemikiran saya yang ini dan itu *apasih bahasanya hahaha.

Baca juga : Jika Kita Disakiti Orang Lain

Jadi, buat apa menyimpan dendam dan memikirkan orang yang menyakiti kita, karena cepat atau lambat setiap orang akan kepentok dengan perilakunya sendiri.

Memaafkan memang sulit banget, terutama jika kita memiliki luka psikologis yang dalam. Namun, belajar memaafkan, membuat langkah kita terasa lebih ringan.
Forgive others, not because they deserve forgiveness, but because you deserve peace. (Jonathan Lockwood Huie)
Baca juga : Forgiveness -- Belajar Memaafkan.

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Tips Belanja Produk Skin Care : Catat, Cari, & Hati-hati!

Rabu, 11 November 2015
Membeli produk skin care bisa jadi hal yang membingungkan. Apalagi kalau kita benar-benar newbie dalam merawat wajah. Artikel ini aku harap dapat memudahkan kamu untuk memilih dan belanja produk skin care :D

tips-belanja-produk-skin-care

CATAT!

Untuk mengerucutkan pilihan produk yang sesuai kebutuhan, sebaiknya kita membuat catatan kecil (atau at least ingat baik-baik) poin-poin di bawah ini...

#1 Kebutuhan Kulit

Ketahui tipe dan kondisi kulit.

Normal, kering, berminyak, atau kombinasi.
Mudah menggelap, sensitif, acne prone, dst.

Baca juga : Tipe dan Kondisi Kulit (+++ Tips & Info Lainnya)

Produk skin care untuk laki-laki?

Di artikel Tipe dan Kondisi kulit, sudah kita bahas sepintas tentang kulit pria yang berbeda dengan kulit wanita. Tapi, perbedaan yang paling mendasar dari produk skin care pria dan wanita hanya di kemasan dan pewangi yang lebih maskulin.

Nah, cowo-cowo yang memiliki kondisi kulit acne prone dan sensitif mesti hati-hati. Namanya kulit bermasalah, mau cewe atau cowo sama saja, kudu pake produk yang gentle dengan risiko iritasi rendah.

Produk skin care cowo yang paling beken adalah face wash/facial foam. Namun, penting untuk dipahami, produksi minyak berlebih dan masalah jerawat yang serius tidak cukup jika diatasi hanya dengan sabun pembersih.

Eniwei, berbicara tentang skin care berarti membahas kesehatan organ pelapis tubuh kita. Jadi, ngga perlu merasa "bukan cowo banget" saat mencari produk yang kamu butuhkan... We don't judge you :|

Noted!

Buat cowo-cowo, ada lho thread khusus yang bahas produk-produk kegantengan(?) di forum. Mereka ngga hanya sharing review produk perawatan wajah, tapi juga pomade segala macem ^^; Ini linknya... Kaskus Men's Care.

#2 Prioritas

Amati kondisi kulit, kemudian prioritaskan masalah yang paling serius untuk diatasi.

Contoh:
Rentan jerawat - noda bekas jerawat - kulit mudah kusam.

Berarti, baiknya kita membeli produk perawatan untuk kulit acne prone. Setelah kulit sudah membaik (jerawat jarang banget muncul), baru kemudian kita menggunakan produk dengan fitur pencerah untuk memudarkan noda bekas jerawat.

#3 Gaya Hidup

Apakah kamu lebih menyukai produk organik, vegan, atau sintetik?

Pertimbangkan juga...
Kegiatan sehari-hari : aktivitas outdoor atau indoor, dst.
Lingkungan : berpolusi, AC, asap rokok, berdebu, dst.

Baca juga : Benarkah Produk Skin Care "Alami" Pasti Lebih Baik?

#4 Budgeting -- Splurge vs Steal

Tentukan anggaran biaya perawatan. Kemudian, dari catatan kecil yang sudah kita tulis, perkirakan produk apa yang sekiranya butuh biaya lebih dan produk mana yang bisa dihemat (splurge vs steal).

Contoh:
Kulit kering, dehidrasi, aktivitas indoor ber-AC dengan tuntutan heavy make up tiap hari.

Splurge : produk pembersih dan hydrating/moisturizer serum. Kalo ada budget lebih, sedangkan waktu untuk perawatan terbatas, coba browsing tentang beauty tools seperti clarisonic.
Steal : Sunblock (beli yang murah).

---

CARI!

#1 Review

Kenali produk yang akan kamu beli melalui internet, pengalaman teman, deskripsi produk yang tercantum di kemasan, dan tester yang tersedia di counter.

Cek juga forum Female Daily Skin Care Talk untuk browsing beragam produk skin care dan sharing review antar member.

Baca juga : Cek Arti Simbol/Logo Kemasan Produk Kosmetika di Sini

Noted!

SPG itu tugasnya untuk menjual. Biasanya hanya mengulang apa yang sudah tercantum di deskripsi produk. Jadi, disaring dulu masukan mbaknya, sebelum memutuskan untuk membeli.

#2 Formula Produk

Ada tips yang menarik dari Gregory Dylan (beauty expert). Jika ingin membeli produk, yang pertama kita pertimbangkan adalah formula yang ditawarkan produk tersebut, baru kemudian merknya.

Tipsnya memang simpel, tapi bila diterapkan, kita bisa mendapatkan efek dan hasil yang relatif sama dengan menggunakan produk yang lebih murah.

Merk itu penting, tapi bukan yang utama. Merk memberi gambaran reputasi dan kredibilitas produsennya. Sedangkan formula ingredient lebih krusial karena berkaitan dengan kesesuaian produk dengan kebutuhan kulit.

#3 Akses Beli

Offline

Supermarket, Minimarket, Drugstore, Counter resmi, dan Toko Pusat Kosmetik (tempat khusus yang menjual produk dan alat kecantikan).

Kelihatannya sepele ya :D FYI, produk seperti Ponds aja ada versi palsunya lho. Karena itu, pastikan membeli produk skin care over the counter di tempat yang tepercaya.

Online

Tiga alasan untuk membeli produk secara online, antara lain:
  • Distribusi produk skin care tidak selalu merata di kota-kota Indonesia.
  • Kesibukan, tidak memungkinkan untuk belanja.
  • Produk impor.
Ada tiga hal pula yang perlu dipertimbangkan untuk membeli produk skin care harian melalui online shop.
  • Pastikan produk tersebut bukan produk musiman (dijual hanya karena trend). Kalau trendnya sudah lewat, akan sulit untuk membeli ulang produk tersebut.
  • Bandingkan harga produk dan reputasi seller.
  • Cek ekspedisi dan ongkos kirim. Tanya-tanya juga sama teman yang sering belanja online. Biasanya kualitas pelayanan jasa ekspedisi tiap kota beda-beda, tergantung agen yang ngehandle barang kiriman.

Ngomong-ngomong, dari pengalamanku, yang murah meriah tepercaya adalah Pos Indonesia. Sayangnya, Pos tidak menerima pengiriman barang cair (seperti toner, kalo lotion masih bisa).

 Di pulau Jawa, ekspedisi Wahana juga murah, tapi kalo ke luar pulau Jawa harganya 11-12 sama JNE. Ada juga online shop yang menerima pengiriman melalui Gojek :D

#3 Ukuran Kecil

Sebisa mungkin, untuk pemakaian pertama, beli ukuran kecil/mini/travel kit/trial size. Kalo ngga cocok, ya ngga ngenes-ngenes amat.

---

HATI-HATI!

#1 Diskon

Pernah ketemu "diskon" seperti ini ngga? Contoh: harga normal Rp 60.000, pas diskon tercantum Rp 80.000 (dicoret) jadi Rp 60.000, lah sama aja dong :|

Diskon yang bener-bener potong harga adalah supermarket di akhir bulan. Biasanya aku belanja di Hypermart. Selain potongan harga, banyak juga promonya seperti beli 2 gratis 1, beli full size (harga normal) bonus travel size, dst.

Punya kartu member drugstore juga lumayan potongan harganya :D

Noted!

Cek harga di internet (blog dan online mal). Trus, saat jalan-jalan, sekalian screening harga (kisarannya berapa). Jadi, pas ada embel-embel promo/diskon, kita ngga kecele.

#2 Keamanan Produk

BPOM cukup rajin mengeluarkan rilis dan transparan menampilkan database produk dan produsen yang terdaftar. Tapi, skin care berbahaya ternyata masih marak di pasaran.

Kamu bisa cari tahu mengenai nomor registrasi, nama produk, merk, dan produsen di link Database Registrasi BPOM RI.

Also please kindly check...
Info Unbranded & Unlicensed Dangerous Skin Care part I
Info Unbranded & Unlicensed Dangerous Skin Care part II
Seputar Notifikasi Kosmetika BPOM RI

Sekarang sudah banyak varian produk skin care yang jelas-jelas aman dan efektif. Ada kalanya paketan skin care gajebo ngga nanggung-nanggung harganya (sekitar Rp 300-700.000an). Padahal harga krim obat jerawat/flek dari dokter aja ngga semahal itu :|

#3 Produk Overpriced dan Gimmick

Dari segi harga, aku simpulkan ada 2 tipe produk. Produk yang harganya masuk akal dan produk yang overpriced. Produk overpriced bisa disebabkan karena prestige, impor (harga bisa jadi 2 kali lipat), dan ada juga yang hanya gimmick.

Contoh gimmick...

Ada produk skin care lokal yang ngga terkenal, ingredient ngga istimewa, kemasan seadanya, tapi dibandrol dengan harga ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Lebih janggal lagi ketika poin marketingnya adalah keuntungan berupa uang dengan jumlah yang tidak masuk akal. Bisnis seperti ini baru dirasakan belangnya ketika "musim"-nya habis. Makin lama gaungnya tidak terdengar. Akhirnya banyak yang meninggalkan produk tersebut, karena ternyata hasilnya biasa saja, tidak sesuai klaim yang digembar-gemborkan.

Aku ngga meng-underestimate produk lokal ya, hanya sebagai gambaran supaya kita lebih hati-hati dan tidak terjebak money game bermodus produk skin care.

Ada yang mau menambahkan? :D

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Himalaya Intensive Moisturizer Cocoa Butter Lip Balm

Rabu, 04 November 2015
Satu lagi lip balm yang bagus tapi ngga bikin bibir keliatan berminyak. Aku tau lip balm ini dari temenku (haloo Ita~).


Intensive Moisturizing Cocoa Butter Lip Balm

Bebas dari petroleum, pewarna buatan, dan pengawet. Paduan mewah dari butter eksotis yang melembutkan dan mencegah bibir kering dan pecah-pecah.

Cocoa butter, kaya akan vitamin E, melembutkan dan menghidrasi bibir. Sal butter, antioksidan, melembutkan dan melembabkan bibir. Merawat dan melembabkan lebih lama agar bibir Anda lembut dan sehat.



Lip balm ini tidak mengandung Petroleum, tapi menggunakan Beeswax sebagai gantinya.

FYI, Petroleum atau Petrolatum punya reputasi yang buruk, tapi pada dasarnya tidak berbahaya. Yang jadi kontroversi adalah beberapa metode produksi Petroleum menggunakan komponen beracun dan ditengarai bersifat karsinogen (memicu kanker).

Tapi, kontaminan tersebut dihilangkan selama proses pemurnian. Dengan demikian, jika proses pembuatannya sesuai standar yang ada, Petroleum tersebut bebas dari kontaminan pemicu kanker. Jadi, pastikan menggunakan produk Petroleum dari produsen yang terkenal dan tepercaya.

Sampai sekarang Petroleum masih digunakan secara luas karena efektif membantu pemulihan lapisan kulit terluar yang rusak, mengurangi radang, dan melembabkan. [1][2][3]

Sedangkan Beeswax atau lilin lebah adalah produk organik yang dihasilkan oleh lebah madu dan sedari dulu digunakan sebagai bahan obat dan balsem. Beeswax membentuk layer yang dapat menahan kelembaban dan mencegah kulit dari kekeringan.


Walau kemasannya dari plastik, tapi cukup kuat lho. Pernah ngga sengaja jatuh (lumayan keras) ke lantai, tapi alhamdulillah ngga pecah.


***

Review

Harganya sekitar Rp 31.000, lumayan jika dibandingkan dengan harga lip balm merk lokal. Produk ini aku beli di toko pusat kosmetik. Belum pernah lihat di supermarket seperti Hypermart dkk. Kalau tertarik, tapi kesulitan dapetinnya, bisa coba cek di online mal seperti Tokopedia.

Himalaya Intensive Moisturizer Cocoa Butter Lip Balm tidak mengandung tabir surya. Jadi, kalau ada kegiatan outdoor, sebaiknya oleskan juga sunblock/sunscreen di bibir sebelum menggunakan produk ini.

Kenapa bibir juga dipakein tabir surya?

Supaya ngga menggelap sis.

Lip balm ini mampu melembabkan bibir dan mencegah bibir pecah-pecah. Yang aku sukaa... kesan yang dihasilkan adalah bibir yang moist, bukan greasy berminyak.

Jika dioles malam sebelum tidur, paginya bibir masih lembab. Aku coba foto di bibir tapi ngga keliatan hahaha. Malah lebih keliatan kalo dioles di punggung tangan...

Eniwei~ untuk bibir yang luka dan pecah-pecah, masih lebih bagus Lip on Lip Pure Lips (atau carilah lip balm yang teksturnya mirip-mirip). Karenaa bibir yang kering parah butuh lip balm yang mampu jadi pelumas, supaya bisa ngomong dan makan.

Tips lain (diulang karena masih banyak yang ngelakuin hehe)...

Jangan biasakan menjilat atau membasahi bibir dengan air liur, karena air liur mengandung enzim pemecah makanan. Jadi jangan heran kalo bibir yang dibasahi liur malah makin kering dan pecah-pecah.

Ini review lip balm yang aku gunakan saat bibir kering parah akibat efek samping obat...
Lip on Lip Pure Lips Natural Lip Balm

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Ayo Membaca Buku : Sharing tentang Manfaat & Tips

Sabtu, 31 Oktober 2015

Belakangan ini saya jarang baca buku. Padahal awal tahun udah semangat baca buku, tapi kebiasaan itu jadi luntur hiiikkss T.T

---

Manfaat Membaca Buku [1][2][3]

Meningkatkan kemampuan berbahasa (lisan dan tulisan)

Semua penulis sukses pun menyatakan bahwa untuk memiliki kemampuan menulis yang andal, banyak-banyaklah membaca setiap hari dan kamu akan terkejut dengan keterampilan menulismu yang semakin baik.
Kosa kata yang bertambah (dari rutin membaca) juga dapat memperbaiki pengucapan kata (artikulasi).
Meningkatkan beberapa area kecerdasan

Semua hal yang kita baca akan menambah informasi ke otak. Karenanya, membaca dapat meningkatkan pengetahuan umum.

Kemampuan berpikir analitis (mengenali pola-pola tertentu secara lebih cepat) juga jadi lebih terasah. Membaca membuat kita memperhatikan alur dan mengkritisi detail bacaan. Hal ini juga berkaitan dengan kemampuan untuk menyatakan opini secara jelas.

Meningkatkan fokus dan konsentrasi

Jaman sekarang, perhatian kita mudah terpecah karena terbiasa multitasking. Contoh, dalam 5 menit kita mengerjakan tugas, cek email, browsing social media, hingga ngobrol dengan teman di samping kita. Perilaku seperti ini menyebabkan level stres meningkat dan menurunkan produktivitas.
Dengan membaca, kita dilatih untuk fokus dan konsentrasi pada alur dan detail cerita/pembahasan.
Mempertajam pikiran

Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang melakukan aktivitas stimulasi mental, seperti membaca dan menulis, mengalami penurunan ingatan yang lebih lambat dibanding orang-orang yang tidak rutin membaca.

Saat membaca buku, kita mengingat karakter, latar belakang, nuansa, dan sub-plot dalam cerita. Setiap ingatan baru yang terekam, menempa sinapsis baru dan menguatkan sinapsis yang sudah ada. Dengan demikian, memori jangka pendek akan lebih mudah untuk diingat kembali (recall).

Menguatkan otak

Seperti halnya olah raga melatih kebugaran badan, membaca secara rutin meningkatkan fungsi memori. Bertambahnya usia dapat menurunkan fungsi otak, TAPI rutin membaca dapat memperlambat proses tersebut.

Orang dewasa yang memiliki hobi membaca atau bermain puzzle, cenderung tidak mengalami alzheimer. Aktivitas intelektual menguatkan otak untuk melawan penyakit seperti alzheimer dan dementia.

Meningkatkan empati

Empati adalah kemampuan untuk menempatkan diri pada situasi yang dialami oleh orang lain. Membaca buku fiksi misalnya, dapat membantu kita untuk memahami apa yang dipikirkan orang lain dengan membaca emosi yang digambarkan dalam cerita.

Meredakan stres

Penelitian yang dilakukan pada tahun 2005 oleh University of Sussex menunjukkan bahwa membaca merupakan cara yang paling efektif untuk mengatasi stres, dibanding mendengarkan musik, menikmati teh atau kopi, dan berjalan kaki.

Hal tersebut diukur dengan mengevaluasi kecepatan detak jantung dan ketegangan otot. Hanya butuh 6 menit untuk rileks, terhitung sejak mereka mulai membaca.

Keren yah... Ternyata alur bacaan dapat mendistraksi pikiran, melepaskan ketegangan, dan menstabilkan mood sehingga kita jadi lebih mudah rileks.

Meringankan depresi

Depresi melemahkan motivasi seseorang dan membuatnya sulit untuk percaya bahwa perubahan (hidup yang lebih baik, kebahagiaan, dst) adalah hal yang mungkin.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa buku self help (bibliotherapy) atau buku-buku pengembangan diri yang dikombinasikan dengan sesi pendamping terbukti dapat meringankan depresi.

Tidur menjadi lebih nyenyak

Poin ini berkaitan dengan poin meredakan stres :D stres reda --- rileks --- mudah tidur --- tidur lebih lelap.

---

Gimana Membangun Kebiasaan Membaca?

Ada orang yang excited melihat buku yang tebal, seolah-olah tidak sabar untuk melahap bacaan di dalamnya. Namun ada juga yang baru megang aja udah kewalahan kayak saya :)) *lol, kapan kelarnya?

Sebenernya prinsip ini ngga hanya untuk membaca aja, tapi juga untuk membangun kebiasaan lain.
Intinya, mulailah dari yang kecil, lakukan secara rutin, ketika sudah terbiasa, baru kemudian ditambah targetnya.
Untuk orang-orang yang merasa tidak punya waktu untuk membaca... 

Coba luangkan waktu sekitar 15 menit aja per hari (terserah di pagi atau malam hari) atau pasang target membaca 3 lembar per hari. Boleh lebih tapi ngga boleh kurang. Kalo kelewat atau lupa, jangan putus asa, tetap usaha untuk dilakukan secara rutin. Ntar juga terbiasa dengan sendirinya hihi.

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Wardah Pore Tightening Toner

Jumat, 23 Oktober 2015
Beginilah ya kalo orang baru kesemsem dengan yang namanya toner. Rasa-rasanya pengen coba semuaa. Salah satu yang aku gunakan belakangan ini adalah Wardah Pore Tightening Toner. Aku pake ganti-gantian sama Viva Spirulina Toner :D


Wardah Pore Tightening Toner

Toner yang diperkaya dengan Aloe Vera Extract (sebagai moisturizer), Zinc Gluconate & Witch Hazel Extract (mengurangi produksi minyak berlebih dan mengecilkan pori). Formulanya efektif menjadikan kulit lebih segar, tidak tampak mengkilap.

Cara pakai

Setelah membersihkan muka, gunakan Pore Tightening Toner. Untuk hasil yang optimal, gunakan rangkaian Wardah Acne Series (Acne Cleansing Gel, Acne Treatment Gel, Pore Tightening Toner, Acne Perfecting Moisturizer Gel dan Acne Gentle Scrub).


Eniwei, apa yang perlu diperhatikan?

Orang-orang yang memiliki tipe kulit berminyak tentunya tertarik dengan label Oil-free formula. TAPI penting untuk dicermati, apakah formulanya tidak memaksa kulit menjadi kering dan iritasi? Karena salah satu basic rules dalam merawat kulit berminyak (dan acne prone hehe) adalah oil controlling, merawat tanpa memaksa kulit menjadi kering.

Seperti yang tercantum dalam deskripsi produk, Wardah Pore Tightening Toner masuk dalam rangkaian produk perawatan untuk kulit yang mudah berjerawat. Toner ini mengandung Zinc Gluconate yang dikenal efektif mengatasi jerawat. Sedangkan Witch Hazel, memiliki fungsi antiinflammatory, antiviral, antibacterial, dan antioxidant. Berkat fungsi-fungsi itulah Witch Hazel sejak dulu digunakan sebagai astringent alami untuk kulit.

Kalau sebegitu okenya, kenapa produk skin care yang mengandung Witch Hazel memiliki kemungkinan untuk mengiritasi kulit?

Namanya "produk jadi" kan ingredientnya ngga hanya Witch Hazel aja :D Selain itu, pemrosesan Witch Hazel (proses distilasi menggunakan alkohol) juga bisa menjadi alasan terjadinya efek negatif (kulit kering mengelupas dan iritasi) selama produk digunakan. [1][2]

---

Review

Harga relatif terjangkau, sekitar Rp 25.000-30.000an ukuran 100ml (tergantung beli dimana). Cairan tonernya lucuu haha, warna biru. Kesannya segar dan fresh :D Tapi, aku ngga suka dengan wanginya :( maskulin banget, kayak parfum cowo.


Wardah Pore Tightening Toner tidak dianjurkan untuk tipe kulit kering, maupun kulit yang sensitif dengan Witch Hazel dan zat pewangi.

Pun ngga recommended digunakan langsung setelah terpapar terik sinar matahari. Toner ini akan terasa pedih di kulit ^^;

Klaim?

Mengurangi minyak~ cukup baik. Tapi kalo keseringan dipake, kulit malah jadi kering. Sebaiknya atur frekuensi penggunaan yang pas sesuai kebutuhan kulit (mis. 1 hari sekali).

Mengecilkan pori~ ngga hahaha. Ngomong-ngomong, kalau pori kita bersih dari kotoran dan sebum build-up, tampilannya akan jadi lebih samar. Menyamarkan pori ngga cukup dengan toner, masih perlu produk pembersih lain, masker perawatan pori, dan lainnya.

Ngakalin cara pakai...

Biasanya, aku ngga pake toner saat wajah dalam keadaan kering. Setelah cuci muka, saat wajah masih dalam kondisi basah, langsung aku usap menggunakan kapas yang sudah dibasahi dengan Wardah Pore Tightening Toner. Cara ini juga aku terapkan saat menggunakan toner lain hehe.

Daya bersih...

Untuk membersihkan wajah (single use), toner ini dapat meringkas make up ringan meski tidak benar-benar sempurna. Hasil terbaik diperoleh dengan cara double cleansing. Aku combine dengan Wardah Olive Oil.

(maaf, foto daya bersihnya sudah dihapus)

Baca juga : Review Minyak Zaitun Wardah

Updated! 
Wardah Pore Tightening Toner udah ganti formula deh kayaknya.

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Tipe dan Kondisi Kulit (Free Tips & Info Lainnya)

Rabu, 21 Oktober 2015
Mengetahui tipe dan kondisi kulit akan memudahkan kita untuk menemukan tekstur dan formula produk yang pas dengan kebutuhan kulit.

Terlebih lagi, menggunakan produk yang sesuai dengan kebutuhan akan menunjukkan hasil yang lebih memuaskan.


Artikel Tipe dan Kondisi Kulit ini berupa ringkasan atau cheat sheet, oleh karena itu saya upayakan agar penyampaiannya singkat, padat, dan (moga-moga) jelas :D
Noted! Tipe kulit ibarat baseline kulit kita, sedangkan kondisi kulit adalah problem yang menjadi perhatian.
---

TIPE KULIT

Tipe kulit bisa berubah [1]. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tipe kulit antara lain genetik, siklus hormon, obat-obatan, rutinitas perawatan wajah, stres, masalah kulit, paparan sinar matahari, polusi, cuaca/iklim, diet, asap rokok.

Rutinitas perawatan wajah (termasuk produk-produk yang kita gunakan) juga berperan sebagai faktor yang mempengaruhi tipe dan kondisi kulit. Rutinitas yang tidak tepat dapat memperburuk masalah kulit yang berusaha kita atasi.

Contoh...

Terlalu sering scrubbing merusak skin barrier, sehingga kulit jadi lebih kering dan sensitif.

Produk anti acne dengan kadar alkohol tinggi memaksa kulit menjadi kering, sebenarnya justru memicu kelenjar minyak untuk memproduksi minyak berlebih.

Tips Mengetahui Tipe Kulit [2][3]

Langkah 1

Cuci wajah.
Bersihkan make up, minyak, dan kotoran yang ada di wajah, kemudian basuh dengan air.

Langkah 2

Tunggu sekitar 1-2 jam.
Jangan gunakan produk apapun dan biarkan kulit berada dalam kondisi alami/sebenarnya.

Langkah 3

Setelah 1-2 jam, amati kulit.

---

Cocokkan dengan ciri-ciri tipe kulit berikut...

Normal

Tidak ada tanda kulit kering mengelupas.
Kulit terasa halus jika diraba.
Tidak berminyak/mengkilap.
Kulit tampak sangat sehat.

Tipe kulit normal adalah tipe kulit yang memiliki keseimbangan minyak dan air yang sangat baik. Perubahan lingkungan (suhu, cuaca, dll) tidak begitu berpengaruh pada kulit.

Berminyak

Kulit tampak mengkilap dan licin jika disentuh.
Kulit mati lebih tebal.

Tipe kulit berminyak memproduksi minyak berlebih sehingga pori lebih mudah tersumbat. Hal ini menyebabkan kulit rentan mengalami jerawat dan komedo.

Kering

Kulit terasa kering, kaku-ketarik.
Ada kalanya terdapat bagian yang mengelupas.
Kulit terlihat kusam dan tidak segar.

Pada dasarnya, tipe kulit kering memiliki kadar minyak yang rendah.

Kombinasi

Kulit berminyak di T-zone (dahi, hidung, dagu), sedangkan area lain cenderung normal atau kering.

Tipe kulit kombinasi adalah yang paling sulit dirawat, karena dalam satu wajah terdapat 2 tipe kulit (berminyak dan kering/normal). Oleh karena itu aturan dasar dalam merawat kulit berminyak dan kering sebaiknya diterapkan.
Noted! Derajat dan detail masing-masing tipe kulit bisa berbeda.
Contoh: Tipe kulit kering tapi secara spesifik kulitnya sangat kering atau tipe kulit berminyak tapi tidak terlalu berminyak.

Agar lebih mudah mengetahui tipe kulit dan perawatannya, bisa langsung cek ke situs ini...

Skin Care Assessment (Personal Skin Evaluator) by webMD

---

Memilih Produk yang Sesuai dengan Tipe Kulit

Pembersih

Berikut adalah tekstur pembersih ideal untuk masing-masing tipe kulit. Tabel ini saya susun berdasarkan anjuran beauty expert dan produk pembersih yang memiliki reputasi baik untuk masing-masing tipe kulit.


*Syarat dan ketentuan berlaku.

Tekstur pembersih berupa air (watery) contohnya adalah micellar water.

Normal

Meskipun kulit normal dapat menggunakan berbagai tekstur pembersih, namun sangat dianjurkan untuk menggunakan tekstur yang ringan (seperti tekstur busa yang lembut dan tekstur air) yang mampu membersihkan kotoran dan mengangkat sel kulit mati tanpa mengiritasi.

Berminyak

Dianjurkan untuk menggunakan cleansing tools seperti pore brush yang dapat membantu membersihkan pori dengan baik.

FYI, toner, pelembab, dan serum lebih mudah terserap di kulit yang bersih sehingga hasilnya akan lebih maksimal.

Tekstur pembersih berupa susu/lotion dan minyak dapat digunakan di tipe kulit berminyak sebagai bagian dari double cleansing.

Kering

Hindari produk yang membuat kulit jadi terasa kering ketarik, seperti toner yang mengandung alkohol dan/atau kadar alkoholnya tinggi, serta produk yang mengandung ingredient penyerap minyak.

Kombinasi

Tekstur pembersih yang paling baik untuk tipe kulit kombinasi adalah pembersih berbasis air (water-based). Di samping itu, dapat juga menggunakan tekstur yang sesuai dengan kebutuhan level kering dan berminyaknya kulit wajah.
Noted! Apapun tipe kulitnya, sangat dianjurkan untuk telaten membersihkan wajah di malam hari, terutama setelah menggunakan make up. Utamakan pembersih yang pH balanced.
----

Pelembab

Tabel berikut saya susun berdasarkan anjuran dari beauty expert dan produk pelembab dengan reputasi yang baik untuk masing-masing tipe kulit.


*Syarat dan ketentuan berlaku.

Normal

Pelembab bertekstur balm dapat digunakan untuk tipe kulit normal saat udara kering.

FYI, cara menggunakan balm bukan dioleskan langsung ke kulit, tapi dilumerkan dulu (dengan mengusap di jari-jari) baru kemudian diratakan di wajah.

Kering

Gunakan pelembab yang menyeimbangkan kadar minyak dan air di kulit.
Tekstur lotion dapat digunakan di kulit yang tidak terlalu kering.
Tekstur balm untuk kulit yang sangat kering.

Berminyak

Gunakan pelembab yang kurang kandungan minyaknya.

Tekstur gel dan liquid (water based, encer) dianjurkan untuk tipe kulit yang sangat berminyak.

Tekstur lotion (dengan kadar air yang tinggi) dan tekstur minyak (dry oil yang cepat meresap) dapat digunakan di kulit yang tidak terlalu berminyak (slightly oily).

Adapun minyak yang dapat dijadikan pelembab harian adalah argan oil dan jojoba oil (selain itu, saya belum dapat sumber yang meyakinkan hehe. Kalo ada yang lain, bakal saya update insyaAllah).

FYI, terlalu banyak produk (skin care berlayer-layer) justru tidak baik jika diterapkan di tipe kulit berminyak. Salah-salah kulit malah makin greasy/berminyak.
Noted! Tektur lotion dan minyak bagi kulit berminyak baiknya hanya digunakan di malam hari.
Kombinasi

Tipe kulit kombinasi dapat menggunakan tekstur lotion, krim, dan minyak yang disesuaikan dengan level atau derajat kering dan berminyaknya kulit yang bersangkutan.

---

Masker

Berikut jenis masker yang dianjurkan untuk masing-masing tipe kulit. Ngga saklek sih, tapi idealnya seperti ini...

Normal

Sheet mask dengan efek melembabkan dan menenangkan (moisturizing/hydrating and calming).

Berminyak

Masker dengan fitur deep pore cleanse atau pore purifying.

Kering

Lebih baik menggunakan masker wash off (yang dibilas), daripada masker peel off.

Kombinasi

Kalau perbedaan level berminyak dan kering di wajah cukup ekstrim, dianjurkan untuk menggunakan clay/pore purifying mask di T-zone dan hydrating/moisturizing mask di U-zone.
Noted! Perhatikan frekuensi dan fitur masker.
Terlalu sering maskeran dapat menyebabkan kulit kering.

Tipe kulit kering dan normal dapat menggunakan masker dengan fitur pore purifying, cukup 1-2 kali dalam seminggu.

---

KONDISI KULIT

Noted! Yang saya cantumkan adalah kondisi kulit yang paling sering ditemui.

Acne prone

Bukan berarti setiap saat berjerawat, TAPI kulit sangat mudah mengalami jerawat. Bisa diakibatkan hormon, stres, perubahan lingkungan, dan lainnya.

Baca juga : 15 Gosip Seputar Jerawat

Eczema (eksim) [4]

Kondisi kulit yang mengalami radang dan iritasi. Gejalanya adalah gatal. Mengenai area yang biasanya sangat kering, tebal, dan bersisik.

Rocasea (baca: roh-zay-shuh) [5][6]

Masalah yang umum terjadi di atas umur 30 tahun atau pada orang yang berkulit putih dan mudah bersemu. Ditandai dengan kemerahan yang sulit diredakan di hidung, pipi, dagu, dan dahi.

Aging (penuaan) [7]

Dialami siapa saja, tapi tanda-tanda paling jelas mulai tampak sejak umur 25 tahun. Perubahan yang terjadi adalah kulit semakin kasar, kendor, menipis, ringkih, dan mudah memar.

Sensitive [8]

Kulit sensitif tidak termasuk tipe kulit, melainkan kondisi kulit.

Menurut Yokota et al, kulit sensitif dibedakan menjadi 3 kelompok yaitu:
  1. Kelompok dengan fungsi skin barrier yang menurun. Fungsi skin barrier yang menurun akan menyebabkan TEWL (trans epidermal water loss) meningkat, sehingga penguapan mudah terjadi di kulit.
  2. Kelompok yang mengalami proses radang (inflamasi). Fungsi skin barrier normal, tapi kulit menjadi sensitif karena mengalami radang.
  3. Kelompok neurosensitif. Fungsi skin barrier normal. Namun kulit menjadi sensitif dikarenakan adanya stimulasi/rangsang pada akhir syaraf yang hipersensitif sehingga timbul sensasi tidak nyaman, gatal, nyeri, dst.

Dehydrated (dehidrasi) [9]

Berikut perbedaan antara kulit kering dan kulit yang mengalami dehidrasi menurut Caroline Hirons.

Kulit kering : tipe kulit.

Disebabkan kurangnya kadar minyak di kulit.
Pori-pori kecil.
Kulit terasa kaku.
Mudah mengelupas.
Walau kadar minyak rendah, tapi komedo, jerawat, dan milia masih bisa muncul.
Kulit kusam.
Kulit tampak kendor.
Tidak mudah menyerap produk.
Mudah iritasi.
Diperburuk oleh penggunaan produk yang tidak tepat.

Kulit dehidrasi : kondisi kulit yang bisa dialami semua tipe kulit (yap, termasuk tipe kulit kering).

Disebabkan kurangnya kadar air di kulit.
Bisa dialami orang-orang yang berpori-pori kecil maupun lebar.
Kulit terasa kaku dan kering --meskipun terlihat berminyak dan mengalami jerawat.
Menyerap pelembab dengan cepat.
Tidak asing dengan komedo dan jerawat.
Make up cepat memudar dan terlihat patchy (ndemblok), akibat kulit yang menyerap kandungan air dalam foundation/bb/cc dan sejenisnya.
Kulit tampak kelabu (ashen).
Diperburuk oleh gaya hidup dan lingkungan.

Penyebab kulit dehidrasi, yaitu...
  1. Lingkungan. Diterpa angin, udara dingin, udara kering, paparan terik matahari, beraktivitas di tempat yang memasang pendingin dan pemanas ruangan.
  2. Pola makan/asupan gizi. Alkohol, jarang minum air putih, jarang makan-makanan yang berair (mis. gorengan).
  3. Gaya hidup. Stres, rutinitas skin care yang tidak tepat, penggunaan produk yang tidak sesuai, obat-obatan tertentu (termasuk KB), merokok.
  4. Genetik. Siklus menstruasi dan kehamilan.
---

Ngomong-ngomong...
Apakah kulit wanita dan pria berbeda?
[10][11]

Selain memilki lebih banyak rambut di wajah, terdapat perbedaan struktur pada kulit wajah pria dan wanita.

Tekstur kulit pria lebih kasar. Stimulasi androgen (testosterone) juga menyebabkan kulit lebih tebal sekitar 25% dibanding kulit wanita.

Setelah puber -berkat sekresi androgen, produksi sebum pria lebih banyak dibanding wanita. Hal ini pula yang melatarbelakangi kenapa jerawat lebih lama sembuh di kulit pria.

Kulit pria juga memiliki kepadatan collagen yang lebih tinggi dibanding wanita. Kepadatan collagen berkaitan langsung dengan tanda-tanda penuaan. Karena itulah wanita bisa terlihat lebih tua dibanding pria dengan umur yang sama.

Lalu, apakah pria benar-benar membutuhkan produk skin care yang berbeda dengan wanita? Lebih lanjut silakan baca Tips Belanja Produk Skin Care.

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Gizi Super Cream

Senin, 12 Oktober 2015
Gizi Super Cream adalah salah satu produk skin care lokal yang bertahan selama puluhan tahun dan berkembang di tengah kerasnya(?) persaingan dunia kosmetik saat ini.

Sekarang, Gizi memperbarui formulanya. Aku pake yang kemasan jar biasa, bukan yang tube berteknologi nano.


Bedanya apa?

Gizi Super Cream versi Lama

Vitamin kulit yang terbuat dari 90% bahan alami berdasarkan resep kecantikan tradisional dengan 4 unsur super dari alam yang efektif memberikan kelembutan sekaligus nutrisi dan vitamin pada kulit.

Pemakaian teratur pada pagi, sore dan malam hari memberikan nutrisi dan vitamin pada kulit wajah serta seluruh tubuh agar tetap sehat tampak cantik alami.

Gizi Super Cream versi Baru

Ramuan baru! Gizi Super Cream kini hadir dengan 7 bahan aktif herbal, dibuat untuk wanita yang mendambakan kulit sehat, cantik ayu alamiah.

Kandungan ramuan tradisionalnya tidak hanya memberi nutrisi, melembabkan, menghaluskan dan membantu mencerahkan kulit, tetapi juga melindungi kulit terhadap radikal bebas dan sinar matahari (UV).

Cara pemakaian: setelah membersihkan wajah dan leher, oleskan Gizi Super Cream secara merata pada wajah dan leher.


Rumput laut, kedelai, dan bligo yang jadi andalan dan ciri khas formula lama masih dipertahankan di formula baru. Sama seperti Gizi lama, meskipun ada fitur UV protection, tapi ngga tercantum SPF/PA berapa.

Berikut fungsi kandungan andalan Gizi Super Cream baru dan lama yang tercantum dalam kemasan.

Rumput laut | Polifenol (antioxidant), Vit A, C, D, & B Complex

Mengandung vitamin dan mineral yang bermanfaat meningkatkan metabolisme dan kekenyalan kulit, membantu proses memperbaiki jaringan kulit yang rusak, mengangkat sel kulit mati, membantu menegah penuaan dini (anti aging & anti wrinkle), dan melindungi kulit dari sinar matahari (UV).

Kedelai | Isoflavonoid (antioxidant) & Vit E

Mengandung vitamin E dan B kompleks yang baik untuk kesehatan kulit, membantu mencerahkan kulit kusam, flek hitam, dan mengatasi iritasi.

Buah Bligo | Triterpenoid, Vit B1, B2, & C

Memiliki sifat mendinginkan, membantu melembabkan serta menghaluskan kulit, anti jerawat, dan melindungi kulit dari sinar matahari (UV)

Almond (tidak ada di Gizi in jar formula baru)

Berkhasiat sebagai anti bakteri, anti fungi, anti virus, dan anti oksidan.

Formula baru mengandung ekstrak pepaya, beras, jeruk nipis, dan lidah buaya.
Pepaya | Enzyme Papain & Alkaloid (antioxidant)

Lidah Buaya | Lignin (moisturizer) & Amino Acid

Jeruk Nipis | Flavonoid (antioxidant) & Vit C

Beras | Gamma Oryzanol, Ferulic Acid, & Vit E


Ingredient list jadi makin panjaaang...


Karena di forum FD banyak yang komplain ngga cocok dengan formula baru Gizi Super Cream, dan juga ada komen dari Lintang di review Gizi Super Cream Racun Warna-warni, aku jadi penasaran.

Setelah browsing, nyaris semua ingredient yang terkandung dalam Gizi Super Cream ini aman. Dalam artian, risikonya rendah untuk menyebabkan alergi dan iritasi. Terlebih Gizi juga udah lama terdaftar di BPOM dan dijamin Halal oleh MUI.

Yang perlu diwaspadai adalah pengawet alternatif paraben yang ada di produk ini.

Noted!

Potensi masalah dalam formula produk pada dasarnya tergantung jumlah kadar yang digunakan. FYI, ingredient list umumnya diurut secara proporsional.

Pengawet alternatif tersebut tercantum di urutan akhir dalam ingredient list, jadi kemungkinan kadarnya kecil. Hanya saja, walau kadarnya kecil, tidak menutup kemungkinan tetap ada kulit-kulit yang bakal responsif dengan zat-zat ini.

Potassium Sorbate [1][2]

Berfungsi untuk mencegah dan memperlambat pertumbuhan mikroorganisme dalam produk. Potassium sorbate efektif melawan jamur dan ragi, tapi kurang efektif melawan bakteri.

Keciiiil kemungkinan untuk mengiritasi kulit jika konsentrasi kadarnya di bawah 10% .

Phenoxyethanol [1][2]

Fungsinya untuk mencegah dan memperlambat pertumbuhan bakteri. Memungkinkan memicu reaksi iritasi dan alergi pada sebagian orang.

Jadi, jika menggunakan produk yang mengandung phenoxyethanol, pastikan untuk peka terhadap reaksi negatif yang muncul di kulit.

Di kosmetik, phenoxyethanol aman digunakan dalam kadar < 1%.

Jika kamu menemukan phenoxyethanol di awal-awal ingredient list, kemungkinan produk tersebut menggunakan phenoxyethanol di atas 1%. Phenoxyethanol yang terkandung dalam Gizi tercantum di akhir-akhir ingredient list.

Methylisothiazolinone [1][2]

Efektif melawan bakteri, namun kurang efektif mengatasi jamur. Dikenal sebagai allergen, pengawet yang berisiko mengiritasi kulit.

Biasanya hanya direkomendasikan untuk produk yang pemakaiannya dibilas (rinse off products) seperti pembersih atau shampoo.

Dianjurkan untuk menghindari leave on products (pelembab, sunblock, dan sejenisnya) yang mencantumkan methylisothiazolinone di tengah-tengah ingredient list.

Hal ini harus diperhatikan, terutama bagi pemilik kulit sensitif.

Sama seperti phenoxyethanol, methylisothiazolinone juga tercantum di akhir-akhir ingredient list Gizi Super Cream.


Gizi Super Cream formula lama bertahan 1 bulan setelah dibuka, sedangkan Gizi Super Cream formula baru layak digunakan selama 2 bulan setelah segel jar dibuka.

Di dos emang tercantum layak digunakan selama 2 bulan, tapi aku perhatikan lewat 1 bulan teksturnya jadi lebih pekat, ngga secreamy biasanya. Biar cepat habis, aku ngga pake untuk muka aja, tapi juga untuk leher, siku, lutut, dst.

Karena terbuat dari ramuan jamu-jamu asli (tidak memakai bahan pewarna kimia), maka warna Gizi Super Cream tidak selalu sama.

---

Asli atau Palsu?


Yang kanan, segel putih-bening, itu temenku beli di toko rumahan. Temenku bingung, kok isinya aneh. Akhirnya dia ngga pake, trus dioper ke aku. Makaci, Lufi :D

Jadi, selama ini, aku beli Gizi Super Cream di Superindo. Sebagian besar bersegel hologram hijau. Ada sih yang segelnya putih bening, tapi isinya sama persis dengan Gizi bersegel hijau.

Yang aku perhatiin, segel putih bening itu tanggal expirednya Februari - Maret 2017, sedangkan segel hijau itu produksi baru, tanggal expirednya Mei 2017 ke atas.

TAPI, Gizi bersegel putih-bening punya temenku itu beda dengan Gizi yang biasa aku beli. Teksturnya berupa krim padat kecokelatan. Susah dicolek, kayak Kelly Pearl Cream. Di foto udah bergelombang karena pernah melting/lumer akibat panas.

Sedangkan Gizi yang biasanya aku beli, teksturnya creamy menyerupai lotion, berwarna putih kuning atau putih gading.

Aku ngga tau krim yang padat kecokelatan itu asli atau palsu. Kalaupun asli, mungkin kualitas isinya yang berubah hehe. Untuk menghindari keraguan, sebaiknya beli Gizi Super Cream di tempat yang tepercaya.

---

Review
Gizi Super Cream in Jar (formula baru)

Aku udah lumayan lama kenal sama Gizi. Jadi aku usahakan seobjektif mungkin menyusun reviewnya.

Ngomong-ngomong, sekitar 2-3 tahun lalu, aku sempat pake Gizi setelah kulit sembuh dari break out, cuma kayaknya belum pernah aku bahas di blog ini.

Saat kulitku baru sembuh (bruntusan di pertengahan tahun 2014 hehe), yang pertama kali aku pikirkan adalah mencari pelembab biasa. Pilihan jatuh ke Gizi yang dikenal ringan di kulit dan kantong hahahaha.

Selama hampir 3 bulan sejak lepas dari obat, aku cuma pake Gizi (pagi-siang-malam). Setelah kulitku udah tahan, baru kemudian aku pake di pagi-siang hari. Malamnya pake produk lain seperti serum atau krim malam.

Reaksi negatif?

Walau kulitku rentan, tapi aku ngga mengalami reaksi reject (penolakan) seperti alergi atau iritasi. Keluhan yang aku rasakan adalah krimnya terasa gerah di kulit.

Setelah diratakan, beberapa menit kemudian sekitar kumis jadi keringetan. TAPI, ini di bulan-bulan awal doang sih, sekarang udah ngga.

Hasilnya?

Kalo dikasih rating, hmmm... 3,8 dari skala 5.

Efek melembabkan dan melembutkan kulit~ standar pelembab pada umumnya.

Efek mencerahkan~ Alhamdulillah setelah 1-2 bulan pake Gizi kulit wajah jadi lebih cerah. Keliatan bedanya, karena tahun lalu mukaku kusam banget berkat tretinoin dkk.

Sekarang udah biasa aja, cerahnya kulitku emang mentok segini-gini aja.

Untuk memudarkan noda bekas jerawat, sepertinya ngga gitu ngefek di kulitku.

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat
Thanks for reading and Have a nice day