SKIN & LAB Dr Pore Tightening Glacial Clay Facial Mask

Senin, 29 Desember 2014
SKIN & LAB memang tidak sefamiliar merk kosmetik Korea Selatan lain yang duluan beredar di Indonesia.

Saya tertarik dengan Dr Pore Tightening Glacial Clay Facial Mask karena keseringan nonton channel youtube-nya Wish Trend (salah satu online store yang menjual beauty products).


Skin & Lab Dr Pore Tightening Glacial Clay Facial Mask dapat digunakan untuk merawat kulit yang sensitif, mudah berminyak di T-zone, berpori-pori lebar, pori yang tersumbat, dan tampilan kulit wajah yang keliatannya tidak bersih (banyak blemish --> unclear look). Owemji, saya banget :))
Pic Source
Pic Source



---

In my opinion...

Dr Pore Glacial Clay Mask menawarkan fitur-fitur seperti sebum control dan deep pore cleansing (pore purifying). Produk ini beberapa kali dibahas di channel Wish Trend.

Deskripsi dan klaim produknya seolah menjawab problem kulit saya yang ngga jauh-jauh dari komedo dan jerawat.

Efek nyess glacial clay mask ini rada nyelekit (sensasinya seperti ditempelin es batu). Tapi sebentar aja kok (sekitar 5 menitan). Setelah berkali-kali pake akhirnya terbiasa.

Sekarang malah berasa kurang greget aja kalo maskernya ngga nyelekit (lah?).

Kalau dibandingkan dengan clay mask yang pernah saya review di blog ini, Glacial Clay Facial Mask yang paling ampuh dan powerful buat ngontrol komedo dan jerawat di kulit saya.

Setelah pemakaian, T-zone terutama hidung dan sekitarnya, jadi lebih mulus. Apalagi kalau kita membersihkannya dengan air hangat.

Sedangkan untuk sensasi halus dan lembabnya, kurang lebih seperti Acnes Tea Tree Clay Mask, standar.

Untuk pemakaian sewajah, 1-2 kali seminggu sudah cukup. Tapi aman-aman saja untuk ditotol setiap hari di spot yang berjerawat atau T-zone. Bakal jerawat saya yang dari awal kemunculannya ditotol dengan clay mask ini jadi cepat matang dan kering.

Klaim produk "mampu mengencangkan pori" tidak begitu ngefek di kulit saya.

Yang saya suka, meski kemampuan menyerap sebumnya oke banget, produk ini sama sekali tidak membuat kulit kering kerontang :D


Sekarang maskernya hampir habis. Teksturnya rada mengeras, jadi makin susah untuk diratakan. Kadang malah kayak ngegelindingin lilin mainan di muka... clay masknya jadi uler-uleran dan ngga nempel di kulit.

Supaya nempel, mesti digunakan saat kulit sedikit basah atau lembab.

Sejauh ini saya belum kepikiran untuk repurchase. Entahlah... meski lumayan puas, somehow berasa dalam love & hate relationship dengan clay mask ini.

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Caraku Mengatasi Bibir Pecah-pecah dan Menggelap

Rabu, 24 Desember 2014
Sekitar bulan Agustus 2014, bibir saya kering-hitam-luka karena efek samping obat. Alhamdulillah sekarang membaik.

Postingan ini singkat, tapi mudah-mudahan jelas dan bermanfaat. Berikut hal-hal yang saya lakukan untuk mengatasi bibir yang pecah-pecah dan menggelap.

Noted! 

Ini bukan untuk memerahkan bibir ya, tapi untuk mengembalikan warna asli bibir.


#1 Rutin minum air putih

Kalau kita memenuhi kebutuhan air putih yang cukup per harinya (8-10 gelas atau sekitar 2 liter per hari), bibir jadi ngga gampang kering pecah-pecah dan ngga pucat.

FYI, pas lagi berobat saya sudah banyak minum air putih, tapi bibir tetep kering banget (jadi gampang ngelupas dan luka) ^^; Setelah lepas dari obat, baru deh bener-bener kerasa efeknya banyak-minum-air-putih buat pemulihan kulit bibir.

Baca juga : Minum Air Putih!

#2 Jangan melembabkan bibir dengan iler liur

Just DON'T.

Liur mengandung enzim pemecah makanan. Menjilat bibir awalnya terasa melembabkan, tapi hanya membuat kondisi bibir semakin pecah-pecah dan kering kerontang.

Baiknya dilembabkan dengan lip balm aja :D

#3 Menggunakan lip balm dengan kandungan tabir surya

Bibir juga butuh perlindungan dari sinar uv, supaya ngga makin gelap atau menghitam.

#4 Rutin eksfoliasi sel kulit mati

Saat bibir kering dan rentan, saya menggunakan kapas bertekstur yang dibasahi air. Eksfoliasi hanya dilakukan saat bibir tidak mengalami luka.

#5 Menggunakan pencerah di bibir

Ini yang belum pernah saya share.

Kurang lebih setahun belakangan ini, selain diapply di kulit wajah, saya juga memoleskan whitening/brightening essence atau krim pencerah di bibir, terutama di tepinya (biasaaa, dapet tips dari beauty show korea gitu).

Syaratnya, pastikan produk yang digunakan aman dari zat-zat berbahaya, tidak mengandung zat-zat yang membuat kulit kering, dan jangan digunakan saat bibir masih rentan (tunggu sampai lukanya bener-bener kering, baru fokus mencerahkan).

Oh iyaa, essence/krim pencerahnya juga jangan dijilat ya, pait!

Hasilnya...

Updated! 2017 : Foto dihapus ^^ Harap maklum.

Ngomong-ngomong, saya ngga pake madu selama memulihkan dan mengembalikan warna bibir. Madu membuat bibir terasa kering dan gampang mengkerut keriput. Jangan tanyakan mengapa, karena ku tak tahu.

Updated! 2016

#1 Sekarang saya balik menggunakan Hada Labo Shirojyun (jadi pencerahnya tidak secara khusus dioles di bibir, karena otomatis penggunaannya rata sewajah).

#2 Keseringan pake lipstik (terutama yang matte) membuat tepi bibir mudah menggelap. Jadi, perhatikan lipstik yang kita gunakan dan bersihkan bibir dari ampas lipstik yang tertinggal dengan seksama #notetomyselftoo.

#3 Saya juga tidak menggunakan lip balm yang mengandung tabir surya ^^; karena pas aplikasi sunblock sekalian di area bibir juga.

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thank for reading and have a nice day.

Tje Fuk Whitening Day & Night Cream

Kamis, 04 Desember 2014
Jaman gonta-ganti skin care, saya paling sering balik ke Tje Fuk. Meski sudah tidak menggunakan rangkaian produk Tje Fuk lagi, ada beberapa hal yang ingin saya bahas.

Dari email dan komen yang masuk, banyak yang tertarik dengan Tje Fuk tapi khawatir mengenai keamanan jangka panjangnya. Padahal seingat saya yang pertama kali menggencarkan awareness tentang produk skin care berbahaya di iklan TV kan Tje Fuk.

Baca juga : Aku dan Jerawat


Tje Fuk kan Gajebo = Skin Care Ngga Jelas Bo, Abal-abal!

Lah... Tje Fuk sudah lama terdaftar di BPOM (jaman masih POM CA, sebelum jaman notifikasi NA kayak sekarang). Tapi masalah halal atau ngganya saya tidak tahu.


Tje Fuk lumayan mahal (harga di atas Rp 200.000an dengan isi yang sedikit). Tapi ada lho yang malu ngaku pake Tje Fuk. Belinya sembunyi-sembunyi gitu, tunggu Indomaret sepi :))

Tje Fuk Hasilnya Instan? Cepet putihnya?

Progres skin care di masing-masing orang emang beda. Tapi yang perlu diingat, untuk memperoleh hasil yang memuaskan jelas butuh waktu.

Dari pengalaman saya, perubahan yang signifikan biasanya terlihat setelah 2 bulan pemakaian. Ada juga yang sebulan sudah keliatan perubahannya.

Tapi yang dalam hitungan hari (instan) kayaknya belum pernah denger ya... Kalo mau cepet putih dipilox aja kulitnya hehe.


Komposisi Tje Fuk Whitening Night Cream

Ada rumor meresahkan yang beredar bahwa Tje Fuk mengandung merkuri dan zat-zat berbahaya lainnya. Padahal ingredientnya sudah jelas tertera di kemasan produk. 


Arbutin merupakan agen pencerah populer dalam skin care yang beredar saat ini, tapi ada satu kandungan yang masih jarang banget digunakan produk lokal, yaitu Ceramide-3. Zat tersebut jadi langganan di list ingredient produk-produk brand besar macam Elizabeth Arden.

Ceramide adalah komponen natural dalam kulit manusia dan memiliki peran penting untuk membentuk barrier yang mampu mengurangi infeksi dan membantu melembabkan kulit.

Kekurangan ceramide dapat menyebabkan kulit kering, dermatitis, kulit kasar, dan kerutan. Ceramide bisa diperoleh dari gandum, kedelai, beras, dairy products, telur, dan bayam.

Tje Fuk Day Cream sama aja kayak Kelly Pearl Cream?

Karena penasaran dengan gosip tersebut, saya beli Kelly Pearl Cream.

Perbandingan harganya jauh banget. Kelly Pearl Cream adalah krim jadul yang sering disu'udzonin sebagai krim bermerkuri. Padahal ingredientnya biasa aja dan produsennya pun terdaftar di database BPOM sejak lama.




Komposisinya beda. Tje Fuk memasukkan Arbutin di list ingredient Day Creamnya.

Tapi, secara garis besar, Tje Fuk Day Cream dan Kelly Pearl Cream sama-sama bisa dijadikan alas bedak, teksturnya susah diratakan, bisa melembabkan, mengandung tabir surya, dan berpotensi nyumbat pori.

Selain titanium dioxide, Kelly menggunakan benzophenone-3 (yang ngefek ke hormon), jadi baiknya tidak digunakan oleh anak di bawah 2 tahun dan ibu hamil.

Dua-duanya mengandung zat-zat yang mildly comedogenic. Karena itu, pemilik kulit berminyak dan acne prone mesti telaten membersihkannya.

---

Review

Tje Fuk Whitening Night Cream

Kulit saya sempat mengalami premature aging (penuaan dini). Agar lebih jelas, review Tje Fuk night cream saya bandingkan dengan Biokos Botulike Wrinkle Filling Serum Deep Expression Line (hijau tua).

Tje Fuk Whitening Night Cream membuat kulit terasa kencang. Untuk menyamarkan kerut halus, Tje Fuk lebih oke dibanding Botulike hijau tua (di kulit saya lho, ngga tau di kulit orang lain gimana). Tapi, dua-duanya ngga ngefek ke pori-pori saya yang terkewer-kewer.
Botulike hijau tua membuat tekstur kulit tampak halus dan rata, sedangkan Tje Fuk Night Cream unggul di mengencangkan kulit dan meratakan warna kulit, sehingga wajah tampak lebih cerah.
Tje Fuk Night Cream membuat kulit tampak cerah natural (tidak merubah warna asli kulit). Untuk menghilangkan noda-noda bekas jerawat juga butuh waktu lumayan lama, ngga instan dalam 1-2 hari.

Tje Fuk juga tidak membuat kulit ngelupas.


Menurut saya, Tje Fuk whitening night cream tidak ditujukan untuk mengobati kulit yang berjerawat. Karena fokus formulanya lebih ke mencerahkan kulit (brightening) dan memperlambat proses penuaan (anti aging).

Tje Fuk Whitening Day Cream


Dari dulu sampai sekarang, saya tidak mengalami masalah yang berarti dengan Tje Fuk day cream. Hanya saja, kalo membersihkannya tidak benar, ampas krimnya bisa menggumpal, menyumbat pori, trus jadi komedo.

Tje Fuk Day Cream tidak memiliki daya tutup (coverage) yang bagus.

Warna kulit saya tampak tidak rata dan noda bekas jerawat kurang tersamarkan. Krimnya juga susah diratakan. Terlihat ndemblog, apalagi pori saya lebar-lebar.

Jadi, setelah dioles dengan jari, baiknya dirapikan lagi dengan spons atau tisu.

Saya menghindari penggunaan Tje Fuk Day Cream saat kulit kusam menggelap, karena bakal terlihat seperti pake foundation salah shade. Apalagi kalo kulit muka udah mulai berminyak. Ngga banget deh :)) day creamnya kelihatan luntur (literally). Jadi, mesti sedia tisu untuk mengatasi belangnya.

Kadang saya masih pake day creamnya Tje Fuk sebagai pengganti bb/cc cream. Tje Fuk Day Cream bisa memberi efek mencerahkan dan meratakan warna wajah. Seolah-olah seperti "my skin but better".

---

Akhir Kata...

Saya sudah mengalami jatuh bangunnya pake Tje Fuk. Mulai dari jaman bikin mulus dan kinclong banget, hingga sekarang sudah ngga ngefek lagi karena kulit saya jenuh gonta-ganti skin care heuheu.
Tje Fuk mesti dioles tipis-tipis, terutama krim malamnya. 
Kalo besok paginya muka saya malah berminyak dan muncul jerawat (padahal sebelumnya ngga kenapa-kenapa), tandanya saya ketebelan ngolesin krim malam atau ngga gitu bersih membersihkan day creamnya.

Sejak break out di tahun 2012, kulit saya jadi lebih sensitif dan Tje Fuk Night Cream terasa pedih di kulit.

Sensasi pedihnya ngga sampai 3 menitan sih, tapi tetep aja saya ngga tahan. Karena itulah sekarang saya ngga pake Tje Fuk Night Cream lagi.


Untuk detox-detoxan saya ngga ngerti ya. Padahal sebelum balik ke Tje Fuk lagi (sekitar tahun 2012), saya baru saja break out karena ujug-ujug berhenti menggunakan skin care klinik kecantikan. Tapi tidak mengalami (yang dibilang orang-orang) keluar jerawat racun(?) segala macem.
Alhamdulillah Tje Fuk belum pernah memperparah kondisi kulit saya.
In my opinion... Tentang break out akibat Tje Fuk, bisa aja karena (1) kebutuhan atau kondisi kulit tidak sesuai dengan formulanya (reaksi reject), (2) produknya lagi bekerja, atau (3) pemakaian produk yang tidak tepat (dioles tebal atau ampas day creamnya menyumbat pori).
FYI, memang tidak semua orang cocok dengan produk ini. 
Kalo kamu curiga tentang keamanan produk tertentu (termasuk Tje Fuk dan Kelly), baiknya langsung cross check aja ke BPOM dan produsennya, kan ada alamat dan kontaknya.

Oh iya, sebisa mungkin beli Tje Fuk di tempat yang terpercaya, karena banyak banget krim Tje Fuk palsu yang beredar. Rangkaian produknya gampang diperoleh (di drugstore seperti Century dan minimarket seperti Indomaret).

Harga sepaket krim pagi dan malam sekitar Rp 270.000an. Pastinya tanya ke mbak-mbak indomaret aja pas lagi bayar di kasir hehe :D

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Kaminomoto Hair Growth Accelerator

Jumat, 21 November 2014

Kaminomoto dikenal karena khasiatnya untuk mengatasi kerontokan dan kebotakan dengan menggunakan bahan alami (ekstrak tumbuh-tumbuhan) sejak tahun 1908 (wow) dan hingga sekarang Kaminomoto terus melakukan riset agar selalu up to date memberikan solusi untuk permasalahan rambut.

Produk Jepang ini akhirnya resmi masuk ke Indonesia dan didistribusikan oleh PT Best Brilliant Indonesia. Selain Hair Growth Accelerator, ada 3 produk andalan lain dari Kaminomoto, yaitu Kaminomoto Hair Growth Tonic, Medicated Shampoo, dan Medicated Conditioner. 



Kaminomoto Hair Growth Accelerator's Main ingredients

Sophora radix (Kujin-extract), Isodonis Japanicus (Enmeiso-extract), Glycyrrhetinic Acid (Kanzo-extract), Roremary extract, Hinokitiol (Hinoku extract), Neo-Takanal, Capsicum Frutescens, Allantoin, Panthenol, Pyridoxine HCI.


Fungsi dari ingredients yang terkandung dalam produk ini, antara lain:
  • Mempercepat pertumbuhan rambut dengan meningkatkan sirkulasi darah dan fungsi sel di kulit kepala dan akar rambut.
  • Melindungi kulit kepala dari ketombe dan gatal karena memiliki fungsi antiseptik.
  • Meredakan inflamasi di kulit kepala.
  • Mengontrol sekresi kelenjar minyak di kulit kepala.
---

Bedanya Kaminomoto Hair Growth Accelerator dan Hair Growth Tonic?


---

FYI, aku cuma pake di area dekat dahi. Minggu-minggu awal, belum ada perubahan yang berarti.

Setelah sebulan pemakaian, rambut tepi dahi yang biasanya gampang lepek jadi lebih bervolume dan akarnya terasa lebih kuat. Kira-kira setelah 1,5 bulan pemakaian, anak rambut yang sebelumnya rada lama tumbuhnya, jadi ngejingkrak dengan panjang sekitar 4 cm.

Soal ketombe dan gatal pada kulit kepala, di aku sih malah biasa aja hasilnya.

Selain dikirimin hair growth accelerator, aku juga dapet sampel Kaminomoto Medicated Scalp Care Shampoo.

Taglinenya membersihkan kulit kepala untuk memperoleh rambut yang lebat dan bervolume. Klaim produk dapat mencegah ketombe, gatal, bau ngga sedap, dan menjaga agar kulit kepala dan rambut tetap fresh.


Shampoo ini enaaakk banget. Wanginya juga herbal-herbal oriental gitu. Setelah keramas, kulit kepala kerasa bersih, semriwing, rambut pun lemes.

---

Kesimpulannya…

Kaminomoto Hair Growth Accelerator produk yang recommended buat kamu-kamu yang pengen menyehatkan kulit kepala, menguatkan akar rambut, dan butuh perawatan untuk kerontokan rambut yang ngga wajar.

Harganya pun reasonable mengingat kandungannya yang wow. Tapi, hasil pemakaian produk ini ngga instan, tetep butuh waktu. Hasil terbaik dapat diperoleh dengan pemakaian produk Kaminomoto lain seperti shampoo dan conditioner.

Oh iya, sebaiknya hair growth accelerator ini digunakan rutin di malam hari sebelum tidur supaya produknya bekerja dengan optimal.


Kaminomoto dikemas dalam dus kertas kayak gini. Oh iya, yang asli ada stiker hologram di plastik pembungkus dosnya, tapi ngga kefoto karena plastiknya udah kebuang heuheu.

Produk-produk ini dapat diperoleh di Century dan Guardian seluruh Indonesia. Kalo mau beli online, produk Kaminomoto juga tersedia di lazada.com dan perfectbeauty.com.

Kalo kamu tertarik dan pengen dapetin info yang lebih lengkap tentang produk-produk Kaminomoto, bisa cek langsung ke... 


Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thank for reading and have a nice day.

Catatan Pribadi Tentang Rangkaian Perawatan Kulit Wajah

Kamis, 13 November 2014

Isi postingan ini pada dasarnya adalah rangkuman dari hal-hal yang sering dibahas di kotak komentar dan email, hal-hal yang menjadi pertimbanganku sebelum memilih rangkaian skin care :D

Noted!
Kalo kulit break out jerawatan itu bukan dirawat, tapi mending fokus ngobatin aja dulu.

---

Tentang Kulit Wajah Kita

#1 Sesuaikan Skin Care dengan Kondisi dan Kebutuhan Kulit Wajah

Hanya karena produk XYZ dipuji banyak orang, belum tentu sesuai untuk kulit kita. Menemukan skin care yang cocok adalah "eksperimen" pribadi. Bisa jadi melalui trial and error berkali-kali.

Seaman apapun suatu produk, sebagus apapun ingredient yang ditawarkan, pasti ada aja orang-orang yang ngga cocok. Bukan salah produknya, tapi memang ada yang ngga match antara formula produk dan kebutuhan kulit.
Jadi, kalo sudah cocok sama skin care A, ga perlu latah menggunakan skin care B.
Ngga ada jaminan kulit bakal jauh lebih baik kalo kita ganti skin care. Boleh ganti skin care, asal disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan.

Baca juga : Tipe dan Kondisi Kulit (+++ Tips & Info Lainnya)

#2 Cari Tau Zat-zat yang Ngga Cocok di Kulit Kita

Ingredient yang sering dihindari pemilik kulit acne prone adalah yang bersifat comedogenic, silicone, dll (supaya ngga nyumbat pori/komedoan/jerawatan).

Selain itu, ada pula kandungan-kandungan tertentu yang memicu reaksi alergi atau iritasi bagi sebagian orang misalnya zat pewangi, zat pewarna, ethanol, pengawet tertentu, dll.

#3 Progres Skin Care (biasanya) Ngga Seheboh yang Diiklankan

Abaikan iklan-iklan yang mempromosikan "hasil tampak dalam 1x pemakaian" atau "rasakan perubahan hanya dalam sekian hari".

Kenyataannya, produk skin care menunjukkan hasil yang signifikan setelah digunakan berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.

Walau dalam 1-2 bulan progres produk-nya biasa aja, selama ngga ada reaksi reject atau ngga bikin break out, biasanya tetap aku telatenin. Kulitku akan tampak dan terasa membaik (entah itu dari segi tekstur atau tingkat kecerahan kulit) sekitar 4-6 bulan pemakaian.

#4 Purging, Reactive Skin, Break Out

Banyak yang salah kaprah dengan istilah ini. Untuk lebih mudahnya...

Purging hanya terjadi dalam proses penyembuhan jerawat dan/atau pori tersumbat. Dipicu oleh ingredient seperti AHA (glycolic acid, lactic acid, dst), BHA (salycilic acid), tretinoin, dan zat-zat lain yang dapat mengatasi pori tersumbat ("dipaksa" mateng dan keluar, makanya purging).

Reactive Skin biasa ditandai dengan komedo, jerawat, kulit kemerahan, dll sebagai bentuk reaksi kulit terhadap skin care, make up, atau treatment baru.

Tapiii... ini tuh ngga parah, ngga gitu ganggu, dan biasanya cepet kelar (bisa 2-3 hari). Kemudian udah, kita ngga ngalamin lagi karena kulit udah bisa mentolerir "kehadiran" produk baru di kulit.

Biasanya penggunaan skin care baru tersebut diakalin dengan cara diselang-seling (sehari pake, sehari ngga). Kalo ragu cocok atau ngga, mending stop aja.

Break out karena ngga cocok dengan skin care itu perubahannya langsung jebret ngga wajar, mesti buru-buru distop. Mis. awalnya jerawatan di pipi trus tau-tau nyebar makin banyak, jadi bruntusan atau banyak brindil-brindil (hehe), kulit makin kering, dll.

    ---

    Tentang Produk dan Treatment Lainnya

    #5 Utamakan : Pembersih, Pelembab, & Tabir Surya

    Kadang kita terlalu ribet mikirin mesti pake serum apa, essence apa, masker apa, tapi malah mengabaikan 3 hal penting itu.

    Percuma menggunakan produk mahal, kalau cara membersihkan wajahya kurang tepat. Yang ada malah produk tersebut ngga bisa bekerja dengan optimal, karena kulit ngga bener-bener bersih.

    Tabir surya juga salah satu produk yang sering disepelekan. Padahal hampir 80% (cmiiw) masalah kulit itu berasal dari sinar uv lho.

    Banyak yang ngga pake tabir surya karena merasa repot (mesti apply at least 2-3 jam sekali), bikin muka keliatan kusam dan berminyak. Mungkin belum nemu produk yang cocok kali ya :0

    #6 Produk Lokal atau Luar Negeri?

    Beberapa waktu lalu, aku sempat skeptis dengan produk dalam negeri maupun produk over the counter biasa yang dijual di supermarket lokal. Menurutku produk-produk tersebut ngga bersahabat buat kulit yang rentan bermasalah.

    Lain halnya dengan produk-produk luar (mis. Korea Selatan :p) yang teksturnya ringan dan cocok banget buat kulitku yang rewel (nyaris tanpa keluhan deh kalo pake produk dari sono lol).

    Tapi, setelah aku kelar ngobatin kulit dan mulai browsing-browsing lagi, ternyata banyak banget produk lokal yang dari segi kualitas maupun ingredientnya bisa bersaing dengan produk luar (berdasarkan pengamatan di kulitku lho).

    Kemaren-kemaren aku kurang telaten kali ya berburunya hehehe.


    Intinya, ngga ada jaminan bahwa produk impor yang mahal pasti menunjukkan progres seheboh yang digembar-gemborkan orang-orang.

    Karena balik lagi ke prinsip awal perawatan kulit, masing-masing orang punya kondisi kulit yang berbeda (unik dan spesifik), jadi produk skin care pun cocok-cocokan.

    Cocok ya syukur, ngga cocok yaudah kita balik mencari produk yang sesuai buat kulit kita :D

    #7 Skin Care Berlayer-layer

    Kalau emang kulitnya lagi butuh, ya kenapa ngga. Misalnya nih, kulit jadi kusam, menggelap karena abis ospek, outbond, dst. Karena dengan perawatan yang biasa (pelembab) kurang nampol, ya ngga apa-apa kalo mau pake brightening essence/serum sebelum pelembab untuk mencerahkan.

    Pelembab, essence/serumnya (rangkaian skin care yang digunakan) mesti semerk atau satu seri ngga sih?

    Sebenernya anjuran untuk menggunakan rangkaian skin care dalam seri yang sama (layer toner, preessence, essence/serum, pelembab) itu agar active ingredient seri skin care tersebut lebih efektif dalam merawat dan mengatasi problem di kulit.

    Kalopun mau pake beda merk (combine toner merk A, serum merk B, dan pelembab merk C), selama emang sesuai dengan kebutuhan kulit (ngga sekedar napsu, tergiur cerita orang) dan produknya aman, ya ngga masalah.

    Oia, alhamdulillah kulitku belum pernah mengalami break out karena pelembab dan essence/serumnya beda merk :D

    #8 Kurangi Rangkaian Produk Perawatan Wajah

    Kebalikan poin sebelumnya. Jika kulit kita rentan dan sedang bermasalah, baiknya kurangi produk skin care yang kita gunakan. Tujuannya supaya kulit ngga kaget dan lebih cepat sehat kembali.

    Misal sebelumnya tiap malam pake lengkap pre essence, essence, pelembab, baiknya dikurangi jadi tinggal pelembab aja.


    Keuntungan lain, kita jadi lebih tau efek dan progres masing-masing produk di kulit. Dengan begitu, kita lebih teliti dan hati-hati dalam menata/menyusun kembali step-step rangkaian perawatan yang bakal kita telateni.

    #9 Perawatan Pendamping (Harian - Mingguan - Bulanan)

    Perawatan pendamping harian misalnya maskeran dengan mask sheet yang menyegarkan, pake nano-nanoan, dipijet-pijet lembut, dll. Pastikan perawatan pendamping tersebut aman dipakai setiap hari, sesuai kebutuhan, dan ngga memperparah kondisi kulit kita.

    Buat kulitku yang rentan komedo dan jerawat, perlu banget menggunakan masker clay (at least seminggu sekali) dan scrubbing/peeling 2-3 hari sekali.

    Ada juga orang yang kulit wajahnya perlu difacial/chemical peeling, terapi ozon, dst 1-2 bulan sekali.

    Yaa... pastikan perawatan pendamping yang kita jalanin, emang sesuai dan diperlukan kulit ^^

    #10 Anggaran Khusus Skin Care

    Sapa sih yang ngga tergoda dengan rangkaian skin care premium? x)) Bagus di kulit, tapi bahaya buat dompet.

    Kalo aku, awal belinya mungkin sanggup, tapi kontinuitasnya itu lhoo. Padahal kan masih banyak kebutuhan lain. Aku bukan orang yang nganggep produk skin care seharga 400ribu hingga jutaan rupiah itu "terjangkau".

    Jadi, sebelum beli skin care, sebagus apapun, ketersediaan dana untuk repurchase menjadi salah satu pertimbangan utamaku :D

    #11 Kemudahan Akses untuk Repurchase

    Sekarang aku lebih milih skin care pokok (pelembab, pembersih, tabir surya) yang beredar di pasaran Indonesia (produk lokal yang dijual di supermarket dll) ketimbang beli online.

    Alasan pertama, karena belum tentu pas kita lagi bener-bener butuh, produknya ready stock (dan ngerestocknya kapan juga wallohu a'lam).

    Alasan kedua, repot kalo produknya udah discontinue atau emang udah ngga dijual lagi sama seller di Indonesia. Ujung-ujungnya mesti beli langsung dari negara asalnya =,=


    #12 Pemakaian Jangka Panjang dan Keamanan Produk

    Ini ada kaitannya dengan keamanan zat-zat yang tergantung dalam produk.

    Bagus ngga sih, skin care A kalo dipake bertahun-tahun? Ada efek sampingnya ngga? dst dst dst.

    Karena awareness mengenai chemical ingredients di skin care makin marak, jadi makin banyak pula yang beralih menggunakan DIY dan vegan skin care :D

    Kalo udah segitu strictnya dengan chemical ingredient dalam skin care, baiknya diimbangi juga dengan rutin olahraga dan makan-makanan yang sehat (no junk food, msg berlebihan, dll... kalo masih, ya sama aja boong dong hehe).

    Sekarang banyak banget skin care gajebo yang beredar dan menawarkan hasil yang instan. Mirisnya, ngga jarang ada yang punya pikiran, "yang penting kinclong dulu, kalo udah putihan, ganti pake skin care biasa buat maintain".

    Iya kalo kinclong, kalo malah break out parah?

    Dengan banyaknya informasi dan testimoni yang beredar, kita juga harus jeli ngeliat produk-produk yang kesannya too good to be true (biasanya merk antah berantah), mengatasi semua masalah kulit hanya dengan satu produk misalnya (ya, namanya juga orang jualan).

    Produsen kosmetik internasional besar kayak L'OREAL, Amore Pacific, Kiehls, Shiseido, Estee Lauder, dst (yah sebut semua merk gede) punya dana dan fasilitas yang mumpuni buat riset.

    Meskipun begitu, mereka menawarkan skin care dengan seri terpisah (mis. khusus buat aging, brightening, pore care, dst), karena emang perawatan wajah yang tepat ya fokus di problem kulit spesifik dan progresnya pun tetep butuh waktu :D

    Mungkin masih ada temen-temen yang belum tau ya. Sekarang izin registrasi BPOM itu dipermudah, makanya ngga heran makin kesini makin banyak merk skin care baru yang beredar.

    BPOM memberi nomor registrasi, kemudian produk diedarkan, dan BPOM melakukan pengawasan post market.

    Jadi, kalo ternyata ada hal-hal yang ngga diinginkan (entah dari hasil pengecekan sampel secara acak setelah produk diedarkan atau melalui laporan/keluhan masyarakat), baru deh BPOM menarik produk dari peredaran.

    Dengan kata lain, produk yang dipasarkan itu sepenuhnya tanggung jawab produsen/perusahaan (cmiiw yaa).


    ---

    Tentang Mind Set

    #13 Jangan Membandingkan Kondisi Kulit Wajah Sendiri dengan Orang Lain

    Memang ada orang-orang yang secara genetik kulitnya bagus, meski pola makan dan tidurnya berantakan, minum alkohol, atau ngga telaten merawat muka.

    Ada juga orang-orang yang resiliensi kulitnya bagus, misal kulitnya lebih cepat pulih setelah mengalami break out, menunjukkan progres yang lebih cepat dan memuaskan dibanding kita (padahal menggunakan skin care yang sama).

    Kalo ketemu orang-orang tersebut, ngga perlu membanding-bandingkan, ngga bakal ada habisnya. Yang ada ntar malah makin ngga sabar ngerawat kulit, ngeluh kesana-kemari, trus malah nyiksa kulit dengan gonta-ganti produk skin care dalam jangka waktu pendek karena ngga puas.

    Mending evaluasi rangkaian perawatan yang kita jalani, apa yang perlu ditambah (mis. maskeran) atau dikurangi (mis. keseringan scrubbing)? Apa perlu atur pola makan lagi, apa karena ngga rutin pake sunblock, kurang minum air putih, dst dst dst.

    #14 Realistis

    Buat aku yang bolak-balik break out, jangankan punya kulit cerah bersinar kayak lampu neon, punya kulit yang ngga bermasalah dan ngga gitu reaktif aja udah syukur alhamdulillah.

    Belajar dari pengalaman, makin kesini aku jadi lebih tau kulitku kalo lagi bagus, sebagus apa. Dengan begitu, aku jadi ngga ketinggian masang ekspektasi selama merawat kulit wajah.


    Ada juga keluhan yang ngga realistis (aku pun juga ngalamin hehe). Misal ngerasa "item" banget, padahal biasa aja, malah kulitnya glowing tanned keren gitu.

    Heboh, kelabakan karena lagi jerawatan parah, eh pas diliat fotonya ternyata cuma jerawat pms 2-3 biji doang.

    Sadar ngga sadar, kadang kita mempersepsikan masalah secara berlebihan, akibatnya susah nemuin skin care yang cocok.

    Ah, masa cuma pake gini doang? Ngga mempan ah," ---> udah ngomong kayak gitu setelah dapet saran dan resep yang biasa aja, padahal dicoba aja belom.

    Keluhan lain yang sering aku dengar adalah, "produk A putihnya lama, produk B cepet mutihin".

    Gini, produk pencerah atau pemutih pada hakikatnya berfungsi untuk meratakan warna kulit wajah, mengurangi kusam, sehingga kulit tampak lebih cerah (bukan mengganti skin tone asli kita).

    Jadi, jangan ngarep punya kulit putih khas kaukasian kalau kulit kita aslinya kuning langsat/sawo matang khas Indonesia. Hasilnya cepat atau lambat pun tergantung kondisi kulit masing-masing orang.

    "Poriku kok ngga kecilan yah? Produk A boong nih!"

    Hmmm... sependek pengetahuanku, produk perawatan pori umumnya emang buat clarifying dan mengencangkan (pore tightening). Jadi, pori terlihat samar.

    Kalo untuk mengecilkan biasanya pake laser (mengembalikan ke ukuran semula cmiiw). Kalo secara genetis pori-pori kita udah gede ya ngga gitu signifikan perubahannya.

    Selain itu, yang jadi pertimbangan adalah biaya yang mahal dan perawatan pasca treatmentnya yang ribet (pori bisa melebar lagi karena aging, sinar uv, dll).

    Ingat, fokus merawat kulit adalah untuk menyehatkan. Kulit yang sehat bakal keliatan cantik dan glowing dengan sendirinya. Kalo fokusnya menyehatkan, kita juga bakal lebih hati-hati nemplokin ini itu ke kulit kita.

    ---

    Huwaaa catatan yang panjang.

    Ngga apa-apa deh ya, daripada bolak balik dibahas di email dan komen hehehe.

    Jadi, apa pertimbanganmu dalam memilih dan menggunakan skin care? Yuk share di mari :D

    Wallahu a'lam.
    Semoga bermanfaat.
    Thanks for reading and have a nice day.

    Roro Mendut : Perawatan Kecantikan Keraton Yogyakarta

    Jumat, 26 September 2014
    Selama hampir dua bulan, aku dapet kesempatan untuk menggunakan paket perawatan ala keraton dari Roro Mendut.

    Paket perawatan ini bener-bener memanjakan aku (literally) yang beberapa minggu belakangan berada di masa-masa stressful lol. Buat Mbak Rita, dimana pun engkau berada, makasih yaa :))

    ---

    Kesan pertama yang lekat dari rangkaian perawatan Roro Mendut adalah wanginya, bener-bener khas tradisional perawatan Jawa yang menenangkan dan bikin rileks. 

    Bahkan sebelum packagingnya dibuka, kamarku yang pengap bagaikan goa, mendadak jadi semerbak wangi spa hahahahahah.


    ---


    Lulur Ketiak

    Memadukan khasiat yang melegenda dari daun jeruk dan kapur sirih yang dipadu dengan rempah-rempah, rumput laut, dan beras organik.

    Berfungsi mengangkat sel kulit mati, mengatasi peradangan setelah bercukur, mengurangi keringat berlebih, mengharumkan bau badan, dan mencerahkan kulit ketiak.

    Ingredient : Organic Oryza sativa, mixed herb, gracilaria sp, piper betle, citrus histryx.


    Ketiku belang sih ngga terlalu ya, paling rada gradakan aja ckckck. Setelah pake lulur keti dari Roro Mendut, kulit keti jadi kerasa halus dan wangi jeruk nipis. 

    Hasil terbaik aku rasakan jika digunakan senggaknya 2 hari sekali. Lulur ini cocok untuk mengatasi bau badan yang ngga gitu mengganggu (asem-asem wajar lol), tapi kalo buat bau ketek yang tajem banget kayaknya sih ngga gitu ngefek.

    ---

    Masker Payudara

    Memadukan teh hitam, rumput laut, rempah-rempah, daun jeruk, apel, kacang panjang, dan ketan hitam organik yang berfungsi menutrisi, mencerahkan, mengencangkan, menghaluskan, dan mengenyalkan.

    Ingredients : Organic oryza glutinosa, mixed herb, gracilaria sp, pyrus malus, citrus, vigna sinesis.


    Wangi tepung berasnya kuat banget. Masker ini saat diapply terasa dingin nyess di kulit, dan saat mengering terasa hangat. 

    Karena cuma pake beberapa kali, jadi ngga gitu signifikan efeknya, kulit kerasa lebih halus aja. Kalo pengen mengencangkan sih baiknya ngga hanya mengandalkan masker doang, tapi juga olah raga! :D

    ---


    V Scrub

    Memadukan teh hitam, rumput laut, dan rempah pilihan dengan ketan hitam organik yang berfungsi memutihkan, membersihkan daki dan bakteri, meregenerasi sel kulit mati, menghaluskan dan mengencangkan kulit area kewanitaan.

    Ingredients : Organic oryza glutinosa, camelia sinesis, mixed herb, gracilaria sp, jasinum sambac, kayu rapet, sirih, lemon.

    Awalnya aku rada ragu, takut scrubnya terlalu kasar buat kulit area slengki. Ehhh, ternyata scrubnya halus banget. Efek memutihkannya ngga aku dapetin, secara cuma dipake beberapa kali :D


    Ratus Celup

    Melancarkan aliran darah, mengobati dan mencegah keputihan, mengatasi sindrom pramenstruasi, bekerja sebagai antiseptik, serta berfungsi untuk membersihkan dan mengencangkan.

    Ingredients : Piper betle, parameria laevigata, santalum album, mixed herb.


    Ini pertama kalinya aku nyobain ratus. Di bayanganku, ratus itu horor (baca: diuapin). 

    Tapii ini modelnya unik, celup gituu (dilarutkan/diseduh dengan air hangat) >.< dipake saat berendam atau dengan membasuh beberapa kali. 

    Paling oke digunakan setelah period berakhir :D jadi kerasa banget "bersih"nya.

    ---

    Lulur Rempah Hitam dan Lulur Manten Keraton

    (dua produk favoritku ^^)


    Lulur Rempah Hitam

    Memadukan teh hitam, rumput laut, dan rempah pilihan dengan ketan hitam organik yang berfungsi meregenerasi sel kulit mati, mencegah jerawat, menghilangkan flek hitam, serta dipercaya dapat membuat kulit tampak cerah bersinar, halus, kenyal, dan kencang.

    Ingredient : Organic Oriza glutinosa, camelia sinesis, mixed herb, gracilaria sp, jasmimum sambac.

    Lulur Manten Keraton

    Masuk dalam rangkaian perawatan kecantikan dari resep tradisional yang melegenda untuk para penganten bangsawan pada kesultanan Mataram.


    Memadukan khasiat yang melegenda dari daun kemuning, temulawak, pulosari, parutan daun jeruk, dan cendana yang dipadu dengan rempah-rempah istimewa, rumput laut, dan beras organik.

    Berfungsi mengangkat sel kulit mati, mencerahkan, menghaluskan, melembabkan, dan menghilangkan noda-noda hitam di kulit, memberikan sensasi aroma khas pengantin keraton dan memberikan warna kulit kuning langsat yang indah, serta sensasi kulit halus mulus selembut sutera.

    Ingredient : Organis oryza sativa, mixed herb, gracilaria sp, murraya paniculata, citrus histryx, curcuma xanthorrhiza, alyxia stellata rest, santalum album.

    Bedanya?



    ---

    Rangkaian paket perawatan Roro Mendut recommended banget sebagai perawatan pranikah, perawatan buat yang udah berumah tangga, atau yang ingin menikmati sensasi perawatan ala keraton.

    Selain udah bersertifikat halal dari MUI, ingredient yang terdiri dari bahan organik pun jadi keunggulan Roro Mendut :D

    Favoritku adalah masker ketiak, masker rempah hitam, lulur rempah hitam, dan tentu saja lulur manten keraton. Ngomong-ngomong, masker rempah hitamnya bakal direview terpisah hehe.

    Baca juga : Apa Tips & Trikmu untuk Acara Special?


    Yang stay atau sedang liburan di Jogja, bisa beli produk Roro Mendut di Mirota Batik. Kata temenku sih, Roro Mendut produk perawatan badan yang paling famous di sana. Kalo mau beli online bisa cek...

    RoroMendut.co.id


    atau langsung pesan...
    via sms 08 232323 6404
    via bbm 7D6B6C75
    (Jam kerja : Senin-Jumat, 9.30-16.00)

    Wallahu a'lam.
    Semoga bermanfaat yaa.
    Thanks for reading and have a nice day.

    Perawatan Rambutku : Review Produk TRESemme, Lucido L, & Neril

    Selasa, 26 Agustus 2014
    Hai semua.
    welcome back to my blog.

    Udah lama banget ngga ngepost tentang perawatan rambut. Berikut adalah produk perawatan rambut yang aku telatenin saat ini :D

    ---

    Shampoo & Conditioner


    TRESemme Scalp Care Shampoo

    Sebelumnya aku udah pernah coba varian Deep Repair dan Smooth and Shine shampoo. Aku pake Scalp Care shampoo sejak awal kemunculannya di Indonesia (udah berapa bulan ya, lupa -,-) dan sejauh ini cocok.


    Sejak pake Scalp Care shampoo, perasaan-perasaan ngga menyenangkan(?) kayak gerah, sumuk, gatel di kulit kepala jadi ngga seintens dulu. Padahal aku udah ngga pake hair tonic anti dandruff lagi lho :D

    TRESemme Keratin Smooth Conditioner


    Varian conditioner lain yang pernah aku coba adalah Deep Repair dan Smooth and Shine. Sekilas, deskripsi produk Smooth and Shine dan Keratin Smooth ngga jauh beda...


    TRESemme Smooth & Shine Conditioner

    Mengandung Advanced Smoothing System yang diperkaya oleh Moroccan Argan Oil untuk mengatasi rambut yang sulit diatur dan menjadikannya halus ala salon.
    TRESemme Keratin Smooth Conditioner

    Mengandung keratin untuk memberi nutrisi ke tiap helai rambut, menjadikannya lembut, berkilau, dan mudah diatur.

    In my opinion...

    Smooth and Shine bikin rambut lemes "jatuh" dan halus, tapi kurang bisa menjaga tekstur dan "volume" rambut. Memang diperuntukkan untuk rambut lurus yang tidak begitu kering (dan ngga bermasalah juga).

    Keratin Smooth sesuai untuk rambut yang mudah kering, dengan helai yang tipis, dan gampang kusam. Kalo dibandingkan dengan conditioner Smooth and Shine, Keratin Smooth bikin rambut jadi gampang diatur, bervolume (tapi ngga megar aneh), dan ngga lepek.


    Ngomong-ngomong, walau aku suka banget dengan TRESemme, tapi ngga berarti brand tersebut pasti cocok buat semua orang yah...

    Soalnya ada juga temenku yang pake Keratin Smooth rambutnya malah terasa kaku.

    ---

    Vitamin Rambut

    Lucido L Triple Beauty Vitamin for Dry Hair

    Udah aku pake lebih dari setengah tahun. Aku udah coba 2 jenis produk Lucido untuk rambut kering (spray dan oil). Ingredient yang spray dan oil kurang lebih sama aja, beda tekstur doang.

    Harga normal Lucido L spray dan oil di supermarket sekitar Rp 34-37.000. Kalo lagi diskon, harganya sekitar Rp 24-27.000an.


    Lucido L Spray

    Di rambutku, spray rada tricky makenya, salah-salah terasa lengket (walau diklaim anti lengket). Wangi spray jauh lebih semerbak dibanding oil (menurut hidungkusih). Imo, lebih cocok dipake sebagai parfum rambut dengan efek anti frizz dan melembabkan. 


    Lucido L Oil

    Produk ini yang paling cocok buat rambut yang mudah kering. Hasil terbaik aku rasakan saat menggunakan vitamin rambut (oil) tiap hari. Sayang, wanginya ngga tahan lama dibanding yang spray, but it's okay~
    Spray cocok buat rambut lurus (tapi bukan berarti yang ombak/keriting ngga bisa pake lho). Varian oil lebih bagus untuk merawat tekstur rambut bergelombang.
    Btw, sebelum Lucido L meramaikan dunia perawatan rambut di Indonesia, vitamin rambut yang bertahun-tahun aku pake adalah Ellips (yang warna kuning juga lol). Sama-sama oil, tapi Ellips ngga praktis, karena mesti ngelopekin kapsul.

    Kemudian muncullah Lucido, yang menggunakan botol pump ^^ yeah~

    ---

    Hair Tonic


    Garnier Neril Anti Loss Guard Hair Tonic

    Beberapa bulan yang lalu, rambutku gampang banget rontok. Hair tonic ini hasilnya so-so (mengurangi rambut rontok sih, tapi dikiiiit). Yang lumayan ngebantu malah minyak zaitun.

    Butuh waktu relatif lama untuk merasakan perubahan yang signifikan.

    ---

    Kesimpulan

    Dari serangkain produk yang aku ulas di atas, yang paling ngefek di rambutku adalah Keratin Smooth Conditioner dan Lucido L Hair Supplement for dry hair (oil). Rambut jadi ngga gampang kusam, teksturnya tetep keliatan bagus (ngga lepek), halus, dan mudah diatur.

    ---

    Wallahu a'lam.
    Semoga bermanfaat.
    Thanks for reading and have a nice day.

    Lip on Lip Pure Lips (Natural) : Lip Balm untuk Bibir Kering & Pecah-pecah

    Sabtu, 16 Agustus 2014
    Halooo.
    welcome back to my blog :D

    Sebulanan ini, bibirku kering dan terluka(?). Jadi, kali aja ada yang sedang mencari lip balm ampuh dengan harga yang relatif terjangkau... review ini special untukmu~




    Aku tertarik dengan embel-embel food grade ingredient dan beragam kandungan alami di dalamnya. BHT dan TBHQ juga nongol di list ingredient.

    ---

    Saat bibir ngga bermasalah...

    Produk ini aku gunakan sebelum tidur. Bangun pagi, bibir jadi smooth. Lip stick/tint keliatan halus dan nyatu di bibir.

    Saat bibir kering kerontang...


    Bibirku kering karena efek samping obat. Minum air putih sebanyak apapun tetep kering :D Bibir yang luka dan berdarah sana-sini emang mengganggu. Jangankan buat makan, senyum aja terasa menyakitkan *cailah...

    (Afwan, fotonya sudah dihapus...)

    Kalo kamu mengalami hal yang sama (bibir luka karena kering), baiknya pilih-pilih produk yang ngga memperparah kondisi bibir (mis. menghindari lip stick, tinted lip balm, lip balm yang manis, lip scrub, dst).
    Rich Lip Balm is our best friend! :D

    Kenapa ngga pake madu aja?

    Ngolesin madu bikin perih. Efek bagusnya madu (menurut pengalamanku) lebih terasa di bibir normal (ngga gitu bermasalah) atau bibir yang kering, tapi ngga sampe luka.

    Lip on Lip Pure Lips emang ngga mengobati atau mengatasi luka. Di bibirku yang kering parah, lembabnya hanya bertahan sekitar 1 jam saja (mesti sering-sering apply ulang).

    Tapiiii... produk ini ngga bikin perih, melembutkan bibir yang ngelupas sana-sini, dan bantu melumasi bibir yang kaku karena kering (jadi pas ketarik, ngga menambah luka baru). Yah, seenggaknya aku bisa makan ._.

    Harga sekitar Rp 25-27.000an. Keitung irit, karena lama abisnya, meski sering dipake hehehe. Btw, harganya bisa lebih murah kalau ada promo atau diskon.

    Oh iya, lip balmnya gampang patah, jadi ati-ati ya guisee. Buat yang bibirnya ngga bermasalah, lip balm yang rich bagus digunakan sebelum tidur :D

    Selain Lip on Lip Pure Lips, untuk bibir normal to dry (ngga sampe pecah-pecah) NIVEA Med Protection SPF 15 juga bisa jadi pilihan. Med Protection mengandung tabir surya (supaya bibir ngga menggelap) dan melembabkan bibir tanpa terlihat "glossy".

    Ada rekomendasi lip balm ampuh lainnya?
    Glad to know what's your favorite ^^

    Wallahu a'lam.
    Semoga bermanfaat.
    Thanks for reading and have a nice day.

    It's How We Respond

    Kamis, 24 Juli 2014

    Berinteraksi melalui internet sudah menjadi bagian hidup kita saat ini. Sayangnya, aku perhatikan makin kesini makin banyak postingan/komentar sarkastik dan sinis yang beredar.

    Kadang postingan daily life, quote, dan gambar inspiratif yang diupload orang-orang tertentu bisa dihujat dan dibully abis-abisan.

    Baca juga : Pamer di Social Media

    FYI, stimulus itu sifatnya netral dan cara kita merespon (komentar, post balasan) bisa jadi proyeksi diri.

    Jadi, kalo kita merasa tersinggung, sedih, marah, minder, kecewa, jengkel, membalas sindiran dengan sindiran, melontarkan kritik pedas, kecaman, dst... yang "bermasalah" pada hakikatnya adalah diri kita sendiri (note to myself too).
    A negative mind will interpret the most positive messages negatively, but a positive mind extracts the best, even from a negative message. (Mufti Ismail Menk)
    Begitulah... Cara termudah untuk introspeksi diri adalah dengan mengevaluasi respon kita terhadap situasi, orang, postingan, komentar, dan sebagainya.

    Baca juga : People's Opinion Of You

    Wallahu a'lam.
    Semoga bermanfaat.
    Thanks for reading and have a nice day.

    Pengalaman Mengatasi Bruntusan Alergi dan Peeling

    Sabtu, 12 Juli 2014
    Halo :D
    welcome back to my blog.
    Ini quick post ya, InsyaAllah, kalo ada kesempatan aku update.

    Sekitar setahunan ini badanku responsif banget sama yang namanya makanan dan lainnya. Efeknya muncul di kulit wajah. Alhasil, walaupun kulitku udah sembuh, tapi kalo ngga ati-ati, bisa bruntusan lagi.

    Bruntusan yang baru-baru aja aku alami (Mei-Juni 2014) udah ngga bisa ditangani dengan penggunaan skin care biasa. Mau ngga mau, mesti ke dokter.


    Aku sharing pengalaman terbaruku, karena masih belum banyak yang ngeh kalo penyebab jerawat atau bruntusan yang menyerupai jerawat itu ngga cuma karena pori yang tersumbat, tapi bisa juga karena alergi, intoleransi zat tertentu, toksin di liver, dan lain-lain.

    Penyebab bruntusanku salah satunya karena pola makan emang lagi amburadul, stres (jadi ngaruh ke hormon juga), dan konsumsi vitamin e 250 IU.

    Aku minum suplemen kulit vitamin e, karena kulitku sempet kering banget dan adikku minum vitamin e (tipe kulit kering) hasilnya oke. Aku pikir ngga masalah karena concernku waktu itu emang di kulit kering, eh ternyata tetep ngga cucok~

    Jadi, ya sodara-sodara yang kulitnya oily dan acne prone, sebaiknya menghindari konsumsi suplemen vitamin e. 

    Sayangnya aku ngga sempet dokumentasiin kondisi kulitku ^^; pokoknya bruntusan menyerupai jerawat batu muncul di jidat dan pipi. Ngga meradang atau nyut-nyutan sih, tapi bekas dan gradakannya itu ngga enak diliat dan dielus lol. 

    Mungkin karena udah bolak balik bruntusan, aku jadi ngga sepanik dulu pas pertama kali break out (tahun 2012), tapi ortu (yang udah lama ngga ketemu) prihatin dengan kondisi kulit mukaku dan ngebiayain berobat di dokter. 

    ---

    28 Juni 2014

    Setelah ngobrol dengan dokter (aku cerita kondisi dan riwayat masalah kulit sekitar 2 tahunan ini), akhirnya aku putuskan untuk ngobatin tuntas. Waktu nyembuhinnya bisa 6-12 bulanan.

    Minggu pertama aku diresepin obat alergi.

    Ehm, karena udah pernah trauma dengan krim klinik kecantikan, aku nanya ke dokternya...

    "Dok, ini kalo udah kelar, aku ngga perlu pake krim obat kan? Bisa pake skin care biasa kan?"
    "Yayalah, kalo udah sembuh ngapain diobatin. Ntar bisa dibantu dengan suplemen yang cocok aja."

    Aamiin.

    Kulitku yang biasanya gampang kerasa bebal, hangat (terutama setelah makan), jadi lebih jinak selama semingguan minum obat alergi dan pake obat olesnya.

    Aku juga disuruh bikin jurnal yang isinya tentang reaksi tubuhku kalo abis makan ini-itu. Ada anjuran juga untuk mengurangi makan gorengan, pedas, asam, manis, asin, dan dairy product (susu, keju, dan kawan-kawan).

    Aku jadi kepikiran buat ngelakuin detox flush yang alami, setelah kelar ramadhan buat menyehatkan hati.

    ---

    4 Juli 2014 

    Setelah ngobrolin tentang obat yang akan aku konsumsi untuk sebulan berikutnya, dokternya nanya, 
    "Ni bruntusannya mo diilangin atau mau dibiarin aja (tunggu rata sendiri)?"

    Dengan polosnya, aku jawab, "diilangin langsung kali ya"

    ...dan begitulah, kulitku akhirnya dipeeling sama dokternya T.T

    Sakiiiiiit banget waktu bruntusannya diekstraksi. Aku sampe nangis (beneran nangis terisak-isak gitu hahahahah) dan mukul-mukul ranjang pasiennya.

    Ngga kebayang deh gimana sakitnya lahiran dan sakaratul maut astaghfirullah...

    Setelah peeling, bruntusan dan kulit gradakannya pun jadi rata. Walaupun kulit mukaku keliatan bengep-bengep (banyak luka sana-sini), tapi pas dielus udah sehalus pantat bayi hehe.

    Beda rasanya dengan facial. Kalo facial bengep-bengepnya pas diraba kerasa menggerinjal gimana gitu, yang ini ngga.

    Setelah 2-3 hari, sebagian bekasnya jadi kecokelatan dan ngelopek sendiri. Tapi ceritanya belom berakhir sampe di sini, masi ada sesi pengobatan selanjutnya selama sebulan (sekarang udah masuk minggu kedua, wish me luck).

    ---

    Btw, aku ngga cantumin detail obatnya apa aja, karena takut ntar ada yang minta saran/rekomendasi obat ke aku (ada lho yang kayak gini) ...atau yang lebih buruk, ikutan nebus obat yang sama, padahal mungkin kasusnya beda. Ini murni sharing pengalaman aja lho ya :D

    ---

    Updated! (24 November 2014)


    Buat temen-temen yang tanya dokter mana yang bagus, menurutku semua dokter bagus. Setelah sharing dengan temen-temen reader lain (yang juga berobat ke dokter), sebenernya obat buat ngatasin masalah kulit (kayak bruntusan, jerawat, flek), muter itu-itu aja.

    Yang paling penting kitanya mesti disiplin, rutin kontrol dan konsultasi, karena yang namanya berobat ya mesti di bawah pengawasan dokter.

    Kalo males berobat karena punya pengalaman dijutekin, sabar aja, mungkin dokternya lelah. Dokter kan juga manusia.

    Total biaya yang aku keluarkan selama 2 bulan sekitar 1,2 juta (detail harga obat dan treatmentnya lupa, kuitansi udah kebuang). Udah merangkap biaya konsul, stok krim obat topikal (soalnya setelah lebaran, aku diluar kota, jadi sekalian nyetok buat bulan berikutnya), peeling, terapi ozon, obat alergi (yang seminggu di awal), dan obat minum.

    Baca juga : Tentang "Krim Dokter" (Pengakuan Dosa)

    Wallahu a'lam.
    Jaga kesehatan ya temen-temen semua.
    Thanks for reading and have a nice day.

    Mengatasi Tab Yang Mati Total Karena Baterai Soak

    Selasa, 01 Juli 2014
    Halo haloo.

    Sempat 2 bulanan Samsung Galaxy Tab 2-ku mati total, cocok dijadikan talenan. Ngebricked karena mati dalam keadaan baterai kosong. Dicas juga ngga ada tanda-tanda kehidupan.

    Sayangnya, waktu itu lagi ngga bisa kemana-mana buat sekadar nyerpis tab. Jadi, aku browsing cara-cara yang biasanya orang lakukan saat tabnya mati.


    Berikut cara-cara yang aku temuin di internet (lengkapnya bisa digoogling)...

    (1) Tekan tombol power dan volume up/down bersamaan selama 15-20 detik. Begitu muncul logo Samsung, sambungkan ke charger.

    (2) Tekan tombol power dengan telunjuk dan tekan/sentuh layar dengan jempol (bersamaan) selama 10-20 detik.

    (3) Instal Samsung Kies dan Samsung USB Driver. Sambil tekan bersamaan tombol power dan volume up/down, colokin kabel usb ke leptop/komputer. Nanti tabnya bisa terdeteksi di laptop. Download 2 aplikasi tersebut di situsnya Samsung.

    (4) Jika baterai bener-bener kosong, bungkus dan hangatkan dengan kain trus taruh dibawa leptop. Panasnya leptop akan memicu baterai bisa hidup dan bisa dicas seperti sedia kala. 

    Tips nomor 4 ini ngga aku sarankan karena seperti yang kita tau lithium ion itu responsif sama yang namanya panas dan rentan mledug.

    (5) Untuk soft brick, bisa dibantu dengan aplikasi Odin. Tutorialnya bertebaran di internet.

    (6) Kalo yang bermasalah adalah baterainya, buka casing tab, lalu keluarkan baterainya (mending minta tolong teknisi atau orang yang kompeten di Samsung Service Center). Biarkan sekitar 15 menit, pasang kembali.

    (7) Ganti baterai.

    ---

    Cara 1, 2, 3, 5 udah aku coba... dan ngga berhasil (aku coba Odin, karena waktu itu ngga ngerti soft/hardbrick). 

    Akhirnya aku nemu cara yang paling sering berhasil mengatasi tab yang mati total karena baterai soak (sering dibahas di forum android luar negeri)...


    Sambungkan tab ke charger mobil.
    Kalau sudah mulai ngecas, diganti pake charger bawaan biasa juga bisa.

    ---

    Begitu sampe di Makassar, aku langsung coba ngecas tab di mobil bareng bapakku. Keliatannya tetep ngebricked dan ngga menunjukkan hasil (waktu ngecas sekitar 1-2 menit doang sih hehe).

    Udah mulai hopeless. Trus bapakku bilang, yaudah kalo gitu coba dicas lagi pake charger biasa. FYI, sebelumnya aku udah pernah ngecas pake charger bawaan tab selama berhari-hari dan ngga ngefek apa-apa.

    Akhirnya coba ngecas pake charger Samsung tab... dan muncul gambar baterai sedang mengisi :| kriuk. Tab pun bisa digunakan lagi seperti biasa. Semua bahagia. 

    ---

    Intinya, kalo tab mati total karena baterai soak, software ngga bermasalah, biasanya emang dipancing dengan charger yang tegangan(?) listriknya lebih tinggi dibanding charger bawaan (gitu katanya).

    Temenku yang mengalami masalah sama (dia Samsung Galaxy tab 10"), pas dateng ke Samsung Center, tabnya juga cuma dipancing dengan charger trus nyala lagi dengan innocentnya.

    Btw, kalo abis mati total karena soak, sebaiknya tab dicas dalam kondisi mati sampe indikator baterai menunjukkan angka 100%.

    Saran buat pengguna tab... 
    (dari pengalaman pribadi yah, aku cuma manusia biasa, bukan teknisi)

    (1) Jangan menggunakan tab sampe bener-bener low battery (notifikasi baterai di bawah 30%, langsung dicas aja). 

    (2) Hapus aplikasi yang ngga guna atau jarang dipake. 

    (3) Hapus file-file yang bikin tab "berat". 

    (4)Pake mode hemat daya. 

    (5) Pake aplikasi optimalisasi baterai dan kalo perlu dikalibrasi aja. Tutorialnya juga banyak di internet. 

    ---

    Updated!

    Kalo cara-cara untuk mengatasi baterai soak di atas ngga mempan,
    dicas pake charger mobil/disambungin ke pc sama sekali ngga ada respon,
    ATAU ngecas tapi ngga penuh-penuh...

    ...bisa jadi yang rusak adalah port buat ngecasnya (socket board to cable) dan itu mesti diganti.

    Biaya...

    ganti port sekitar Rp 140.000 (bisa tunggu sejam kalo stoknya ada)
    ganti baterai sekitar Rp 325-350.000 (bisa ditunggu juga kalo stok baterainya ada)
    ganti mesin/1 blok mesin yang rusak sekitar sejutaan
    *sumber: Samsung Service Center, per 2 September 2014


    Updated! 13 Januari 2015
    Ada masukan dari Lili Mangopo. Cara di bawah ini selalu berhasil untuk dia.


    Wallahu a'lam.
    Semoga bermanfaat.
    Thanks for reading and have a nice day.