HANITIS

Kenali Diri

Sabtu, 19 Januari 2019

Bismillah...
The way you perceive others is a reflection of yourself.
Penting bagi kita untuk mengenal diri sendiri, supaya bisa objektif mengenal seseorang dan meminimalisir bias.

Dengan kata lain, (biidznillah) akan lebih mudah memilah mana realita sikap orang tersebut dan mana proyeksi dari insecurity kita.

Kesalahan kita (salah satunya) adalah mengira orang lain memiliki pola pikir, perasaan, prioritas, kebutuhan, dan respon terhadap situasi yang sama persis dengan kita.

Secara bawaan lahir saja kita bisa berbeda.

Belum lagi pengalaman-pengalaman hidup, seperti latar belakang keluarga, riwayat pendidikan, konflik-konflik yang pernah kita alami, dst.

Memahami diri kedengarannya mudah, karena kita merasa telah hidup bertahun-tahun "bersama" diri kita sendiri.

Akan tetapi, sebelum kita menyadari aib-aib yang tersembunyi, maka insecurity tersebut akan selalu terproyeksikan ke orang lain atau lingkungan sekitar kita.

Wallahul musta'an.

Pengingat diri sendiri sebelum orang lain.

Barakallahu fiikunna.

Thanks for reading and have a nice day.

Untukmu Yang Berhati Bening


Bismillah...

Kita dapati orang-orang shalih adalah orang-orang yang paling besar rasa takutnya kepada Allah 'Azza wa Jalla.

Semakin mengenal Allah, semakin merasa kerdil.

Dosa dan kesalahan kecil membuat mereka gelisah dan menangis ketakutan... seolah-olah mereka akan ditimpa gunung.

Padahal merekalah orang-orang yang paling istiqomah, paling berusaha menghindari perkara yang syubhat dan haram, paling berhati-hati dengan lisan dan tulisannya, paling sedikit tawanya, paling rajin berdzikir, dan paling baik akhlaknya.

Mereka menyadari betapa Agung-Nya Allah 'Azza wa Jalla dan betapa besar nikmat dari-Nya.

Di sisi lain, mereka khawatir lemah dalam bersyukur dan tidak sempurna menunaikan hak-Nya.

---

Saudaraku, Allah yang menuntunmu untuk meniti jalan yang lurus.

Allah yang menjagamu dari hiruk-pikuknya dunia.

Allah yang memberi nikmat hidayah dan memahamkanmu tentang agama.

Allah pula yang menguatkanmu selama ini.

Saat putus asa (akan dosa-dosa) mulai merasuk, ingatlah janji Allah dan keluasan rahmat-Nya.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman (yang artinya)...

"Wahai manusia! Sungguh janji Allah itu benar, maka janganlah kehidupan dunia memerdayakan kamu, dan janganlah (syaithan) yang pandai menipu, memerdayakan kamu tentang Allah." (QS. Fathir, ayat 5)

"Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman." (QS. Ali Imran, ayat 139)

---

Mintalah untuk dimasukkan ke dalam Jannah-Nya dengan keyakinan bahwa Dia akan mengabulkan permohonanmu.

Kita juga berdoa agar dimudahkan untuk berbaik sangka kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, Rabbul 'Alamin... Dzat yang paling menyayangimu melebihi siapapun.

Hanya Allah yang memberi taufiq.

I hope this makes you feel better.

Barakallahu fiikunna.

Thanks for reading and have a nice day.

Being Kind Is A Good Thing

Sabtu, 29 Desember 2018

Bismillah...
"Dan Tuhanmu tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zhalim, selama penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan." (QS. Hud, ayat 117)
---

Dari Abu Said al-Khudry radhiyallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda (yang artinya)...

"Sedekah yang disembunyikan akan memadamkan kemurkaan Allah Subhanahu wa Ta'ala, silaturahim akan menambah umur, dan melakukan kebaikan akan menjaga dari berbagai kejelekan yang menimpa."

(Shahih Jami' 3760, Shahih Al Albani)

---

Sufyan Ats Tsaury rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Apabila engkau hendak bersedekah, berbuat baik, atau beramal shalih, maka segera laksanakan pada saat itu... Sebelum syaithan datang dan menghalangi dirimu untuk melakukannya."

(Hilyatul Auliya', 7/61)

---

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Wajib bagi seorang hamba untuk bersedekah dan berbuat baik semampunya.

Karena yang demikian ini memiliki pengaruh yang sangat bagus untuk mencegah malapetaka, terkena 'ain, dan kejelekan orang yang hasad.

Dan kalau seandainya tidak ada (bukti) dalam masalah ini, kecuali pengalaman dari umat terdahulu maupun yang datang belakangan, niscaya itu saja sudah cukup (sebagai bukti).

Hampir-hampir penyakit 'ain, hasad, dan gangguan tidak bisa menguasai orang yang (suka) berbuat baik serta gemar bersedekah."

(Badail Fawaid 2/243)

---

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Sesungguhnya seorang mukmin yang bertawakkal kepada Allah...

Jika hamba-hamba Allah melancarkan makar terhadapnya, maka sungguh Allah akan membuatkan balasan makar untuknya dan membelanya...

Tanpa perlu hamba tersebut mengeluarkan daya dan kekuatan dari dirinya sendiri."

(I'lamul Muwaqqi'in 3/220 shahihfiqih)

---

Kutipan dari @ghurabaafidunya...

"Jangan remehkan kebaikan dan sunnah sekecil apapun.

Perempuan itu tidak pernah tahu pakaian syar'i dan cadarnya menjadi penyebab perempuan lain terenyuh, kenapa sampai detik ini belum menutup aurat.

Semangatmu ketika menuntut ilmu tak pernah tahu akan menyentuh hati saudaramu yang sedang futur.

Kita mungkin tidak tahu salam dan senyuman hangat yang kita beri bisa menguatkan yang sedang terluka.

Sang anak tidak pernah tahu, istiqomah dan kesabarannya berjalan di atas sunnah mampu melunakkan hati orang tuanya.

Jangan remehkan kebaikan sekecil apapun, selain kita tidak pernah tahu amal mana yang akan membawa kita ke Jannah, kita juga tidak pernah tahu amalan mana yang kita lakukan dapat memberikan impact kepada orang lain.

Sebab amalan yang ikhlas hanya kepada Allah bisa menjadi ladang dakwah tanpa kata."

---

Doa Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu...

ْاللهُمَّ اجْعَلْ عَمَلِي كُلَّهُ صَالِحًا، وَاجْعَلْهُ لِوَجْهِكَ خَالِصًا، وَلاَ تَجْعَل لأَِحَدٍ فِيْهِ شَيْئًا

Allahummaj'al 'amali kullahu shoolihan, waj'al hu liwaj'hika kholishon, wa laa taj'al li ahadin fihi syai'an.

"Ya Allah, jadikanlah seluruh amalku sebagai amal yang shalih, ikhlas karena mengharap Wajah-Mu, dan janganlah Engkau jadikan di dalam amalku bagian untuk selain-Mu."


Baca juga : Kebaikan Akan Mengundang Keberkahan

Barakallahu fiikunna.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Sharing Tentang Iklan Di Blog

Rabu, 26 Desember 2018

Bismillah...

Mohon maaf sebelumnya...

Tolong dipahami ini adalah koreksi atas postingan-postingan lama saya.

Mudah-mudahan juga bisa jadi bahan pertimbangan bagi muslim yang sedang browsing tentang penghasilan iklan (mis. Adsense), khususnya di blog.

Sebelumnya saya pikir buat apa posting tentang ini, karena mungkin sudah pada tahu.

Saya juga sungkan sharing panjang lebar, karena ini topik yang sangat sensitif bagi sebagian orang.

Tapi rupanya sampai sekarang lebih banyak yang belum tahu...

---

Dulu kamu kemana aja?

Pas awal-awal browsing tentang Adsense, jawaban yang saya dapat rata-rata ngambang gitu.

Ngga ada yang tegas bilang : tidak boleh.

Karena praktiknya kita menyediakan tempat untuk menyiarkan iklan.

Selama bisa dikontrol, sepertinya ngga masalah. Wallahu a'lam.

Kenyataannya... Bagi saya pribadi, sangat sulit untuk mengontrol iklan yang muncul di Google Adsense.

Kita mesti rutin setiap hari mencekal puluhan atau bahkan ratusan iklan-iklan yang tidak relevan.

Ini lumayan menyita waktu bdw.

Apalagi banyak banget iklan dengan kata-kata yang tak pantas dari domain [.ru].

Bingung juga... Ngga tahu kenapa bisa lolos dari sistemnya Google.

Sudah dicekal, tapi tetap subur. Muncul lagi dengan akun baru ckck...

Ada juga iklan riba (mis. pinjaman online), perempuan buka aurat, dll.

Di bahasan fiqih muamalah, iklan seperti ini dilarang, karena jatuhnya tolong-menolong dalam kemaksiatan.
"Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksa-Nya." (QS. Al Maidah, ayat 2)
---

Hmmm... Banyak tuh yang pake model perempuan juga buat jualan jilbab.

Ngomong-ngomong, seller gamis syar'i yang paham dan hati-hati biasanya ngga pake model untuk jualan.

Set gamisnya digantung di hanger atau dipasang di manakin tanpa kepala.

---

Noted

Kalau traffic blog kita ngga besar, kadang duit dari iklan ngga sebanding dengan effort yang kita keluarkan untuk mengelola blog.

Cara yang lebih menghasilkan untuk monetisasi blog adalah paid review, link afiliasi, dan jual produk.

---

Akhir kata...

"Sesungguhnya tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena ketaqwaan kepada Allah Ta'ala, kecuali Allah pasti akan memberikan sesuatu (sebagai pengganti) yang lebih baik darinya." (HR. Ahmad no. 20739)

Hanya Allah yang memberi taufiq.

Barakallahu fiikum.

Thanks for reading and have a nice day.

Berpikirlah Terlebih Dahulu

Minggu, 23 Desember 2018

Bismillah...

Imam Syafi'i rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Jika engkau hendak berkata, maka berpikirlah terlebih dahulu.

Jika yang nampak adalah kebaikan (mashlahat), maka ucapkanlah perkataan tersebut.

Namun jika yang nampak adalah keburukan atau bahkan engkau ragu-ragu, maka tahanlah dirimu (dari mengucapkan perkataan tersebut)."

(Asy-Syarhul Kabir 'Alal Arba'in An-Nawawiyah)

---

Tidak semua hal harus kita komentari.

Tidak semua yang kita ketahui harus disampaikan.

Berpikirlah dahulu sebelum berbicara...

Pertimbangkan mashlahat dan mudharatnya.

Kalau kita yakin bahwa azab kubur itu benar, hisab amal itu benar, neraka itu ada... maka kita akan banyak menahan lisan dan tulisan kita.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa menjaga kita dalam kebaikan.

Barakallahu fiikunna.

Thanks for reading and have a nice day.

Antara Blogging & Menulis

Senin, 17 Desember 2018

Bismillah...

Ini quick post :  "What I wish I knew before blogging" -versi saya, lol.

Setelah sekian lama "blogging", yang bisa saya simpulkan...
Blogging dan menulis adalah dua hal yang berbeda.
Blogging itu tidak sekadar menulis.

Kamu mesti mengembangkan traffic, membangun audience, dan mempromosikan artikel di social media.

Sedangkan menulis (bener-bener pure menulis)... tidak perlu memikirkan itu semua.

Kita bahkan bisa menulis di notes hp dan jurnal harian.

---

What I wish I knew before "blogging"

Kita mesti punya tujuan yang clear.
Ingin blogging atau menulis di blog?
Jangan berharap yang muluk-muluk kalau tujuan kita hanya sekadar nulis suka-suka di blog.

Sudah jadi rahasia umum, supaya blog bisa eksis kita harus...

(1) Mengikuti tuntutan standar kualitas konten dari mbah Google.

(2) Geluti topik yang sering dicari oleh orang-orang.

(3) Belajar SEO, Google Analytic, dan keyword planner.

(4) Punya strategi untuk promosi artikel dan bangun network.

---

"Jyah, ribet! Tapi gimana yaa sist... Nulis doang ngga ada yang baca, berasa ngomong sama tembok!"

Yaudah, coba nulis di social media...

Kemudian cantumkan link blog di bio untuk memudahkan followers yang ingin baca-baca tulisan kamu lebih lanjut.

FYI, social media masih jadi tempat favorit untuk memposting tulisan, karena kita tidak perlu memikirkan segala keribetan dalam mengelola blog.

Apalagi akses untuk memperoleh feedback dan kenalan baru di social media lebih mudah daripada blog.

---

Kalau kamu?

...ternyata saya lebih suka menulis, daripada blogging.

Belakangan ini saya lebih sering menulis di notes hp, dibanding blog hehe.

Mungkin (mungkin lho yaa) yang membuat sebagian blogger hilang semangat, bahkan tumbang adalah...

Pada dasarnya kita hanya ingin menulis... itu saja.

Ngga harus berurusan dengan algoritma Google, ranking situs, jumlah ini, jumlah itu, dan seterusnya.

Maka ngga heran, kalau banyak yang beralih ke social media (sharing resep, tips, pengalaman, dll), karena memang lebih praktis.

Intinya... kalau kamu hobi menulis, cari platform yang memudahkan kamu untuk mengasah keterampilan dan mengeksplor kreativitas (tsah~). Entah itu blog, penulis tamu di situs besar, atau social media seperti instagram dan facebook.

Sedangkan untuk "blogging" jaman sekarang bener-bener harus all-out kalau mau stand out.

Wallahul musta'an.

Semoga berfaidah.
Thanks for reading and have a nice day!

Penyaluran Harta Riba (Bunga)

Selasa, 11 Desember 2018

Bismillah..

Biasanya kita meremehkan bunga yang ditambah ke tabungan.

Toh bunganya ngga seberapa. Bakal terpotong dengan biaya administrasi bulanan.

Ternyata pemahaman seperti ini keliru...
Biaya administrasi memang dipotong dari tabungan kita, tapi tidak mengeluarkan dosa riba dari bunga yang kita terima.
Tambahan bunga yang ada sejatinya bukan harta kita, maka tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi (mis. biaya administrasi bulanan).

Selain itu, sedekah tidak bisa "mencuci" harta haram.

Harta haram yang kita peroleh tidak berubah menjadi halal, hanya karena disedekahkan sebagian.

Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah Zat yang thayyib (baik) dan hanya menerima yang thayyib.

Harta haram mesti disalurkan ke fakir miskin, dikembalikan ke pemiliknya, atau dikeluarkan untuk fasilitas umum dan sejenisnya (cmiiw). [1][2]

---

Menyimpan Uang

Biasanya sistem payroll dari perusahaan harus ke bank konvensional.

Ada yang begitu terima gaji langsung ditarik (tidak dibiarkan mengendap berbunga).

Ada juga yang simpan uang di rumah (uang puluhan juta sekarang hanya sekian gepok). Kemudian begitu sampai nominal tertentu, dibelikan emas, diputar untuk usaha, atau beli aset.

Kalau darurat... Contoh, uang kamu sekitar 1 trilyun, dan khawatir bahaya jika disimpan di rumah, maka bisa buka rekening di bank syariah dengan Akad Wadiah (tidak diniatkan untuk mencari bunga; tanpa bonus atau penambahan nilai).

Jelasnya ikuti kajian fiqih muamalah yaa teman-teman...

---

Mengeluarkan Dana Riba

Hitung jumlah bunga yang kita terima (bisa minta print out rekening koran), lalu keluarkan bunganya.

Salurkan untuk fasilitas umum, seperti perbaikan jalan, selokan, jembatan, dan lainnya.

Beberapa cara yang pernah dishare...

(1) Menyalurkan ke RT/RW untuk perbaikan jalan kompleks perumahannya.

(2) Menyalurkan ke masjid. Tapi kotaknya terpisah gitu...


Masjid Raya Bintaro Jaya.
Tangerang Selatan, Banten.
Foto dari @xbank.indonesia

(3) Transfer ke rekening khusus penyaluran harta riba.

Rekening Penyaluran Harta Riba dan Syubhat (samar haram/halalnya)

Bank Syariah Mandiri (BSM)

Kode Bank 451

748 000 6668

Atas Nama Al Ilmu Ribhat

Konfirmasi 0838 0662 4622

---

Wallahul musta'an.
Barakallahu fiikunna.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day!