HANITIS

Antara Blogging & Menulis

Senin, 17 Desember 2018

Bismillah...

Ini quick post :  "What I wish I knew before blogging" -versi saya, lol.

Setelah sekian lama "blogging", yang bisa saya simpulkan...
Blogging dan menulis adalah dua hal yang berbeda.
Blogging itu tidak sekadar menulis.

Kamu mesti mengembangkan traffic, membangun audience, dan mempromosikan artikel di social media.

Sedangkan menulis (bener-bener pure menulis)... tidak perlu memikirkan itu semua.

Kita bahkan bisa menulis di notes hp dan jurnal harian.

---

What I wish I knew before "blogging"

Kita mesti punya tujuan yang clear.
Ingin blogging atau menulis di blog?
Jangan berharap yang muluk-muluk kalau tujuan kita hanya sekadar nulis suka-suka di blog.

Sudah jadi rahasia umum, supaya blog bisa eksis kita harus...

(1) Mengikuti tuntutan standar kualitas konten dari mbah Google.

(2) Geluti topik yang sering dicari oleh orang-orang.

(3) Belajar SEO, Google Analytic, dan keyword planner.

(4) Punya strategi untuk promosi artikel dan bangun network.

---

"Jyah, ribet! Tapi gimana yaa sist... Nulis doang ngga ada yang baca, berasa ngomong sama tembok!"

Yaudah, coba nulis di social media...

Kemudian cantumkan link blog di bio untuk memudahkan followers yang ingin baca-baca tulisan kamu lebih lanjut.

FYI, social media masih jadi tempat favorit untuk memposting tulisan, karena kita tidak perlu memikirkan segala keribetan dalam mengelola blog.

Apalagi akses untuk memperoleh feedback dan kenalan baru di social media lebih mudah daripada blog.

---

Kalau kamu?

...ternyata saya lebih suka menulis, daripada blogging.

Belakangan ini saya lebih sering menulis di notes hp, dibanding blog hehe.

Mungkin (mungkin lho yaa) yang membuat sebagian blogger hilang semangat, bahkan tumbang adalah...

Pada dasarnya kita hanya ingin menulis... itu saja.

Ngga harus berurusan dengan algoritma Google, ranking situs, jumlah ini, jumlah itu, dan seterusnya.

Maka ngga heran, kalau banyak yang beralih ke social media (sharing resep, tips, pengalaman, dll), karena memang lebih praktis.

Intinya... kalau kamu hobi menulis, cari platform yang memudahkan kamu untuk mengasah keterampilan dan mengeksplor kreativitas (tsah~). Entah itu blog, penulis tamu di situs besar, atau social media seperti instagram dan facebook.

Sedangkan untuk "blogging" jaman sekarang bener-bener harus all-out kalau mau stand out.

Wallahul musta'an.

Semoga berfaidah.
Thanks for reading and have a nice day!

Penyaluran Harta Riba (Bunga)

Selasa, 11 Desember 2018

Bismillah..

Biasanya kita meremehkan bunga yang ditambah ke tabungan.

Toh bunganya ngga seberapa. Bakal terpotong dengan biaya administrasi bulanan.

Ternyata pemahaman seperti ini keliru...
Biaya administrasi memang dipotong dari tabungan kita, tapi tidak mengeluarkan dosa riba dari bunga yang kita terima.
Tambahan bunga yang ada sejatinya bukan harta kita, maka tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi (mis. biaya administrasi bulanan).

Selain itu, sedekah tidak bisa "mencuci" harta haram.

Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah Zat yang thayyib (baik) dan hanya menerima yang thayyib.

Harta haram mesti disalurkan ke fakir miskin, dikembalikan ke pemiliknya, atau dikeluarkan untuk fasilitas umum dan sejenisnya (cmiiw). [1][2]

---

Menyimpan Uang

Biasanya sistem payroll dari perusahaan harus ke bank konvensional.

Ada yang begitu terima gaji langsung ditarik (tidak dibiarkan mengendap berbunga).

Ada juga yang simpan uang di rumah (uang puluhan juta sekarang hanya sekian gepok). Kemudian begitu sampai nominal tertentu, dibelikan emas, diputar untuk usaha, atau beli aset.

Kalau darurat... Contoh, uang kamu sekitar 1 trilyun, dan khawatir bahaya jika disimpan di rumah, maka bisa buka rekening di bank syariah dengan Akad Wadiah (tidak diniatkan untuk mencari bunga; tanpa bonus atau penambahan nilai).

Jelasnya ikuti kajian fiqih muamalah yaa teman-teman...

---

Mengeluarkan Dana Riba

Hitung jumlah bunga yang kita terima (bisa minta print out rekening koran), lalu keluarkan bunganya.

Salurkan untuk fasilitas umum, seperti perbaikan jalan, selokan, jembatan, dan lainnya.

Beberapa cara yang pernah dishare...

(1) Menyalurkan ke RT/RW untuk perbaikan jalan kompleks perumahannya.

(2) Menyalurkan ke masjid. Tapi kotaknya terpisah gitu...


Masjid Raya Bintaro Jaya.
Tangerang Selatan, Banten.
Foto dari @xbank.indonesia

(3) Transfer ke rekening khusus penyaluran harta riba.

Rekening Penyaluran Harta Riba dan Syubhat (samar haram/halalnya)

Bank Syariah Mandiri (BSM)

Kode Bank 451

748 000 6668

Atas Nama Al Ilmu Ribhat

Konfirmasi 0838 0662 4622

---

Wallahul musta'an.
Barakallahu fiikunna.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day!

Benih Yang Meleburkan

Minggu, 09 Desember 2018

Bismillah...

Beberapa catatan tentang istighfar dan dzikir...
Sungguh benar-benar akan ada seorang hamba yang datang pada hari Kiamat, dengan amal-amal keburukan yang besarnya seperti gunung-gunung, lalu ia dapati lisannya telah meluluhlantakkannya dengan banyaknya dzikir kepada Allah. (Ibnul Qayyim rahimahullah) [1]
Al Hasan Al Bashri rahimahullah berkata...

"Perbanyaklah istighfar di rumah-rumah, meja-meja makan, jalan-jalan, pasar-pasar dan majelis-majelis kalian di manapun kalian berada. Karena kalian tidak tahu kapan turunnya pengampunan Allah." (Jami' Al-ulum wal hikam)

---

Istighfar membuka pintu solusi dan jalan rezeki
"Dan hendaklah kamu meminta ampun (istighfar) kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan." (QS. Hud, ayat 3)
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam mengabarkan bahwa memperbanyak istighfar dapat memberi jalan keluar dan merupakan salah satu kunci rezeki.
"Barang siapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya, dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (HR. Ahmad dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu)
Suatu hari ada orang yang mengadu kepada Al Hasan Al Bashri rahimahullah tentang lamanya paceklik, maka beliaupun berkata, "Beristighfarlah kepada Allah."

Kemudian datang lagi orang yang mengadu tentang kemiskinan, beliaupun memberi solusi, "Beristighfarlah kepada Allah."

Terakhir ada yang meminta agar didoakan punya anak, Al Hasan menimpali, "Beristighfarlah kepada Allah."

Ar-Rabi' bin Shabih yang kebetulan hadir di situ bertanya, "Kenapa engkau menyuruh mereka semua untuk beristighfar?"

Maka Al Hasan Al Bashri pun menjawab, "Aku tidak mengatakan hal itu dari diriku sendiri. Namun sungguh Allah telah berfirman dalam surat Nuh: 
Aku (Nabi Nuh) berkata (pada mereka), "Beristighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit. Dan Dia akan memperbanyak harta serta anak-anakmu, juga mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu." [2]
---

Dosa Jariyah

Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla tidak hanya mencatat amal perbuatan yang kita lakukan, namun Allah juga mencatat semua pengaruh dari perilaku kita.
Ingat, kendatipun kita telah meninggal, pengaruh dari perbuatan kita tetap dicatat oleh Allah 'Azza wa Jalla. (Ustadz Ammi Nur Baits)
Kebayang ngga betapa mengerikannya?

Yang dulu mungkin kita pernah mengeluarkan pendapat nyeleneh, kemudian diikuti orang-orang dan dijadikan dalih untuk membenarkan maksiatnya.

Mungkin dulu kita pernah memfasilitasi orang lain untuk bermaksiat.

Mungkin kita pernah sebar hoax, gosip, dan memulai ajang debat di social media.

Mungkin kita pernah memakai "hijab" yang modis (tidak sesuai dengan tuntunan syariat) dan berhias di depan publik, lalu ada muslimah lain yang terinspirasi untuk mengikuti gaya kita?

Yang menurut kita sepele seperti pujian, "Bagus ya warna lipstiknya." Trus dia juga jadi tergerak untuk menggunakan lipstik itu untuk tujuan tabarruj.

Kita ikut menanggung dosa mereka, tanpa mengurangi dosa yang bersangkutan.

Naudzubillah.
Bdw, dandan dan pakai parfumnya di rumah saja yaa ukhti shalihat...
Baca juga :

Foundation Free

Lipstick Free

---

Perbanyak Istighfar

Demi Allah, kita sangat butuh untuk sering-sering istighfar. Mumpung masih hidup...

Jangan malu untuk istighfar meski sedang di tempat umum, karena suara bisa dilirihkan. Itu was-was dari syaithan yang menghalang-halangi kita untuk beramal.

Kalau merasa aneh mungkin juga karena belum terbiasa.

Maka doa minta sama Allah untuk difasihkan dan dimudahkan untuk berdzikir. Tentunya dzikir yang sesuai tuntunan dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam.

Allah Maha Pengampun... Cuma ya gimana kalau kita sendiri kepedean dan santai-santai. Ngga merasa ada yang salah, ngga minta ampun, dan ngga memperbaiki diri? 🌧️

Nyesel gaes, kalau kita ngga banyak-banyak istighfar.

Catatan dosa kita itu banyak sekali. Dimulai dari baligh hingga sekarang. Baik yang kita sadari, maupun tidak.

---

Akhir kata

Ada ungkapan dari Ummul Mukminin yang bisa jadi motivasi kita...
Beruntunglah bagi orang yang buku catatan amalnya banyak diisi dengan istighfar. (Aisyah radhiyallahu 'anha)
Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak menyia-nyiakan sekecil apapun amalan yang kita lakukan.

Setiap benih istighfar yang kita tanam hari ini, insyaAllah akan kita tuai di dunia dan akhirat.

Hanya Allah yang memberi taufiq.

Maafin aku juga ya teman-teman...

Barakallahu fiikunna.
Thanks for reading and have a nice day!

Kulit Bermasalah Setelah Ganti Produk Skin Care

Jumat, 07 Desember 2018

Bismillah...

Halo, halo!

Beberapa waktu lalu ada teman saya yang kulitnya bermasalah setelah ganti skin care. Qadarullah saya juga mengalami hal yang sama hehe.

Teman saya dari krim dokter (skin care klinik kecantikan), ganti ke skin care alami/organik.

Sedangkan saya, produk sebelumnya ngga kenapa-kenapa, bagus banget maasyaaAllah. Tapi setelah mempertimbangkan akses beli (mesti online), mungkin lebih baik menggunakan produk yang gampang didapat saja.

---

Kesalahan saya...

Tidak ada jeda saat ganti produk skin care baru.

Idealnya, kulit diistirahatkan dulu sebelum ganti.

Kalaupun tidak dijeda, baiknya diselang-seling. Misal digunakan 3 hari sekali selama 2 minggu (cmiiw). Kalau tidak ada reaksi negatif, baru ditambah frekuensi pakainya jadi 2 hari sekali, dst.

Cuma ya gitulah kalau ada barang baru, bawaannya pengen langsung nemplokin aja.

Jadi kulit kayak kaget gitu lho huhu...

---

Catatan Jika Lepas Dari Krim Dokter

Kalau kulit kita bermasalah setelah lepas dari krim dokter itu tidak selalu diartikan sebagai ketergantungan.

Tapi itulah kondisi kulit kita yang sebenarnya tanpa krim dokter (atau skin care lainnya).

Misal kita tidak eksfoliasi sel kulit mati, tidak pakai serum pencerah... kemudian kulit jadi kusam gradakan, bukan berarti "ketergantungan".

Kulit kita kalau ngga dirawat ya memang begitu tampilan aslinya.

Apalagi krim dokter itu biasanya mengandung konsentrat ingredient aktif yang tinggi, karena itu pemakaiannya mesti di bawah pengawasan dokter (cmiiw).

Jadi, memang berasa jomplang saat kita beralih ke produk organik atau produk over the counter biasa.

---

What to do?

(1) Sabar

InsyaAllah jadi penggugur dosa.

(2) Doa

Pegang bagian tubuh yang sakit, lalu membaca...

(3x) بِاسْمِ اللَّهِ 

(7x) أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ


"Bismillah (3x)

A'udzu billahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu wa uhaadzir (7x)."
Dengan menyebut nama Allah, aku berlindung kepada Allah dan kuasa-Nya dari kejelekan yang aku dapatkan dan aku waspadai. (HR. Muslim no. 2202)
(3) Stop atau kurangi frekuensi pemakaian produk

Saat kulit telah membaik (kalem), baru kita kembali ke rutinitas skin care biasa dengan produk-produk yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan kulit terkini.

Oh iya, yang jadi pertimbangannya adalah reaksi kulit kita. Kalau hanya 1-2 jerawat, ngga perlu lepas total, tapi frekuensi pemakaian produknya dikurangi.

Selain itu, usahakan Foundation Free saat kulit sedang bermasalah.

Baca juga : Puasa Produk Kosmetika

(4) Kalau parah, fokus mengobati dulu.

Ngomong-ngomong, penting banget untuk menyusun skala prioritas saat membeli produk skin care (note to myself too).
Masalah kulit yang harus diprioritaskan adalah yang paling mendesak (parah), baru kemudian yang paling ringan.
Contoh...

Jerawat,
berminyak,
kusam.

Nah, fokus utamanya berarti di jerawat dan memulihkan skin barrier.

Misal dengan menggunakan produk pore care dan pelembab yang ringan. Bukan di produk yang fokusnya untuk mencerahkan.

Baca juga : Skin Care Itu Disesuaikan Dengan Kondisi & Kebutuhan Kulit

(5) Jaga kesehatan

Misal dengan banyak minum air putih (sekitar 2 liter per hari), minum smoothies, minum vitamin, jaga makanan, tidur cukup, meredakan stres, kurangi konsumsi gula dan kafein, stretching, olahraga, dst.

Kalau badan kita sehat, insyaAllah proses pemulihan kulit juga lebih cepat.

Baca juga : Kebiasaan Mudah Berfaidah Untuk Kulit Wajahmu

Wallahu a'lam.
Barakallahu fiikunna.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day!

A Flower Doesn't Grow Overnight

Selasa, 27 November 2018

Bismillah...
"...Dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, duhai Tuhanku." (QS. Maryam, ayat 4)
Pernahkah kita amati?

Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak menjadikan bunga mekar seketika.

Mahkota bunga mekar sempurna secara perlahan.

Padahal jika Allah menghendaki, bisa tuh.

Gampang.

Tidak ada yang sulit bagi Allah 'Azza wa Jalla.

Tapi ada hikmah yang jauh lebih besar di balik itu.

Begitu pula dengan hidup kita.

Hari demi hari kita lewati, tanpa ada perubahan yang berarti.

Tapi kalau kita melihat 1-5 tahun ke belakang, ada banyak hal yang sudah berubah maasyaaAllah.

---

Sabar...
Life doesn't work according to your plans. It works according to Allah's plans.
Yang menciptakan kita, yang paling tahu apa yang terbaik untuk kita.

Hanya saja, karena akal kita terbatas dan ngga sabaran, salah-salah jadi buruk sangka dengan takdir Allah Subhanahu wa Ta'ala. Wal'iyyadzubillaah.

Yakinlah bahwa Allah menginginkan kebaikan untukmu, lebih dari dirimu sendiri.

Karena itu reminder demi reminder datang menghampiri, agar kita tidak lupa dengan prioritas dan tujuan hidup kita.

Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak pernah berdusta.

Allah selalu menepati janji-Nya.

Dan saat datang ketetapan dari Allah, kamu akan bersyukur dengan penuh haru.

Tentang kenapa kamu harus diuji...

Kenapa kamu dijauhkan dan didekatkan dengan orang-orang tertentu.

Kenapa Allah menggagalkan rencanamu, mematahkan cita-citamu, bahkan menutup pintu-pintu dunia, hingga mau tak mau kamu harus kembali berlari kepada-Nya.

Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak akan menyia-nyiakan orang yang bertauhid, yang merendahkan diri saat berdoa dan bersandar hanya kepada-Nya.

---

Trust Allah's timing. You will get what's written for you.

Everything is gonna be okay insyaAllah. You'll look back and wonder why you even worry so much.

Baca juga : Perbaikan Yang Luput Kita Sadari

I hope this makes you feel better.

Barakallahu fiikunna.
Thanks for reading and have a nice day.

Plot Twist : Mencela Cermin

Kamis, 08 November 2018

Bismillah...

Sekarang lagi jaman yah melabel orang lain sebagai toxic person, ketika kita dikecewakan atau melihat gelagat yang tidak kita sukai.

Kadang kita terlalu cepat menyimpulkan suatu kejadian dari sudut pandang protagonis atau "korban".

The biggest plot twist is...

Maybe you are the toxic person, but you don't realize it.

Maybe... the problem is you. It's not always the other person.

---

Setiap orang punya "blind spot" atau sisi kepribadian yang tidak disadari, karena tidak bisa dilihat sendiri secara langsung.

Nah, ada kalanya... blind spot itu justru terproyeksikan ke orang lain.

Jadi, seolah-olah orang lain yang toxic, padahal (tanpa sadar) kitalah yang bermasalah.

Mengerikan bukan?

Hanya karena belum ada yang menegur, bukan berarti kita "aman" lho.

Mungkin karena lisan kita nyelekit, tersinggungan, hobi menggosip, apa-apa suka dipasang di status, dst dst dst... akhirnya orang-orang jadi sungkan untuk menasihati kita.

---

What should I do?

Berdoa, minta hidayah dan pertolongan ke Allah 'Azza wa Jalla.

Kalau kita bisa kritis menyikapi orang lain, semestinya kita bisa lebih cermat mengamati diri kita sendiri.

Luangkan waktu untuk merenung dan jujur dengan diri sendiri.

Yang bisa kita perhatikan adalah...

(1) Perilaku dan kebiasaan kita sehari-hari,

(2) sudut pandang pada situasi tertentu dan respon kita (terutama saat stres/tertekan),

(3) prasangka, lintasan-lintasan pikiran, dan mood.

Sekarang kan banyak artikel "How To Spot Toxic People", jadi tinggal dicek ke diri kita sendiri.

Misal...

Apa kita punya sikap "me vs the world"?

Apa kita suka mendramatisir keadaan?

Apa kita lebih sering menerima (atau bahkan mengambil), daripada memberi?

Apa kita tidak menyaring kata-kata yang keluar dari lisan dan tulisan kita?

Apa kita cenderung mendominasi pembicaraan, mendikte dan mengontrol orang lain?

Apa kita susah saat orang lain senang dan senang saat orang lain susah?

Apa kita selalu menyalahkan orang lain dan sibuk mencari kambing hitam?

dst.

Kalau perlu, tulis insight-nya di jurnal atau notes hp. Dicatat jadi poin-poin, lalu kita evaluasi dari waktu ke waktu progres (perbaikan dirinya) sudah sejauh apa.

Bagi muslim, baca juga kisahnya orang-orang shalih di generasi yang direkomendasikan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, yaitu para sahabat, tabi'in, dan tabi'ut tabi'in. Kemudian jadikan parameter untuk introspeksi dan memperbaiki diri.
We have to be mature enough to understand that we have some toxic traits too. (Unknown)
---

Hanya Allah yang memberi taufik.

Pengingat diri sendiri sebelum orang lain.

Barakallahu fiikunna.
Thanks for reading and have a nice day~

Perawatan Rambut Rontok & Patah-Patah

Minggu, 04 November 2018

Bismillah...

Beberapa waktu lalu kita sudah bahas tentang Mengatasi Build Up & Gatal di Kulit Kepala.

Kali ini kita bahas perawatan rambut rontok dan patah-patah. Karena biasanya problem build up (ketombe dkk) sepaket dengan rambut yang rapuh.

Ngomong-ngomong, meski kelihatannya sama, tapi rontok dan patah-patah itu beda bosku.

Kalau patah-patah, walau rambut kita gondrong, tapi yang jatuh-jatuh ke lantai atau nempel di bantal itu lebih pendek.

Sedangkan rambut rontok itu yaa kecabut seakar-akarnya. Biasanya mudah dilihat saat kita sisiran.

---

Penyebab

Penyebab rambut rontok bermacam-macam, di antaranya...

(1) Genetik,
(2) penuaan,
(3) ketidakseimbangan hormon (hamil, melahirkan, dst),
(4) kekurangan nutrisi tertentu,
(5) stres,
(6) penurunan dan kenaikan berat badan yang drastis,
(7) penyakit tertentu,
(8) pengobatan atau treatment tertentu,
(9) polusi, dst.

Solusinya disesuaikan dengan penyebabnya. Namun, ngga jauh-jauh dari memperbaiki gaya hidup dan asupan gizi (banyak makan protein, sayur, buah).

Makanan yang baik untuk kesehatan rambut, yakni yang mengandung protein, Omega 3, zinc, iron, selenium, vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin D, vitamin E.

Sedangkan untuk perbaikan gaya hidup adalah olahraga, berhenti merokok, belajar mengelola stres, tidur cukup, jangan terlalu kencang mengikat rambut, dst.

---

Supaya Tidak Memperparah Kondisi Rambut...

#1 Memperhatikan Kesehatan Kulit Kepala

Perumpamaan kulit kepala dan batang rambut yang sehat itu seperti tanah yang gembur dan tanaman yang tumbuh subur.

Jadi, kalau rambut kita mudah rontok, rapuh, dan patah-patah, cek kesehatan kulit kepala kita.

Beberapa caranya sudah kita bahas yaa...

Baca juga : Mengatasi Build Up & Gatal Di Kulit Kepala

---

#2 Mengurangi Panas

Kalau rambut kita sudah sangat kering, cobalah untuk mengurangi penggunaan catok dan pengeriting rambut (curler)... karena berisiko membuat rambut jadi semakin crispy.

Kalau butuh hair dryer, gunakan setelan angin dingin.

Memang susah untuk meninggalkan alat penata rambut kalau sudah terbiasa. Tapi kalau kita sedang fokus menyehatkan rambut, baiknya sementara ditinggalkan dulu.


---

#3 Mengeringkan Rambut dengan Kain Kaos atau Handuk Microfiber

Kain handuk biasa memiliki serat yang kasar sehingga rambut jadi lebih mudah patah.

Oleh karena itu sering disarankan menggunakan bahan yang lebih lembut untuk mengeringkan rambut, seperti kain kaos dan handuk microfiber.

Cara ini dapat mencegah kerusakan yang lebih parah pada batang rambut.

Tutorial yang beredar biasanya menggunakan T-shirt kaos, tapi lebih mudah kalau kita menggunakan pashmina kaos.


---

#4 Sisir

Untuk mengatasi rambut yang kusut dan mengurangi kerusakan, coba gunakan detangling comb.

Yang paling populer di internet adalah Tangle Teezer (mahal haha).

Alhamdulillah dupe detangling comb sekarang sudah banyak. Ada yang merk Tammia (bisa beli di Matahari), Tuft, Elona Locoo Mocoo, dst.

Kalau rambut tidak begitu kusut, bisa menggunakan sisir keramas biasa (foto kiri). Harganya sangat terjangkau, sekitar Rp 4.000-10.000.


Bdw, waktu saya ke Ace Hardware ada sisir yang persis seperti sisir oren dan harganya lebih miring.

Model sisir seperti ini gagangnya nyaman untuk digenggam.

Di deskripsi produk tercantum fungsinya...

(1) Detangle,
(2) scalp massage,
(3) blood circulation,
(4) reduce damage.


Hanya saja, sisir plastik membuat rambut jadi berdiri-berdiri (keluar-keluar), karena ada efek statisnya. Tapi biidznillah bisa teratasi dengan menggunakan minyak rambut sebelum atau setelah sisiran.

Catatan!
Kalau kamu punya rambut yang sangat rapuh, jangan sering-sering sisiran.
Jika perlu menyisir rambut, gunakan sisir yang giginya renggang.

Selain itu, saat rambut basah, cukup sisir rambut dengan jari yang sudah dilumasi vitamin/serum/minyak rambut.

Detangling comb yang terbuat dari kayu sangat recommended. Terlebih kalau kamu ingin menghindari efek statis setelah sisiran.

Sependek pengetahuan saya, yang relatif mudah didapat itu sisir kayu-nya The Body Shop.

Ini awet banget lho sisirnya maasyaaAllah. Dulu saya beli sekitar tahun 2013.

Beberapa hari lalu saya tanya ke TBS, ternyata masih ada. Yang sudah discontinue itu sisir plastik hiijau (bentuknya sama).


Saya pribadi tidak menyarankan sisir kayu yang ada cushionnya kalau rambut kamu tebal dan gampang kusut. Karena batang rambut bisa nyangkut di sela gigi sisir dan cushion. Selain itu, bersihinnya juga susaaah.

Cara menyisir yang dianjurkan...

(1) Sisiran sebelum keramas.

(2) Menyisir rambut yang kusut dari bawah ke atas.

Kalau mulai menyisir dari dekat kulit kepala, nanti begitu di ujung malah tambah kusut.

(3) Bedakan sisir yang digunakan untuk harian dan sisir yang digunakan setelah keramas. Terutama untuk tipe kulit kepala yang berminyak dan mudah muncul build up.

---

#5 Shampoo

Saya merasa bersalah menulis poin ini, karena masih pake shampoo biasa, bukan yang Sulfate-free hehe. 

Kalau rambut kita rusak, rontok, patah-patah, tidak disarankan untuk keramas setiap hari (cukup 2-3 hari sekali).

Overcleansed menyebabkan rambut jadi kehilangan minyak alaminya. Akibatnya, rambut jadi semakin kering, rapuh, dan sulit diatur.

Oh iya, browsing juga tentang No Poo Method, yaitu keramas tanpa shampoo.

Banyak yang rambutnya jadi semakin subur, sehat, dan kuat maasyaaAllah.

Cuma pas masa transisi (penyesuaian) rambut bisa jadi lepek, kulit kepala juga bau dan gatal.

Mesti banyak stok sabar, karena prosesnya lumayan makan waktu.

---

#6 Vitamin/Serum/Minyak Rambut

Produk-produk tersebut berfungsi untuk menyehatkan batang rambut.

Kamu juga bisa menggunakan minyak kelapa (virgin coconut oil), minyak zaitun (extra virgin olive oil), argan oil, avocado oil, dst untuk perawatan rambut.

Kalau dari pengalaman saya pribadi, VCO dan EVOO itu pemakaiannya tricky dan cocok-cocokan. Sekalinya cocok, bisa cocok banget. Kalau ngga cocok malah bikin rambut semakin lepek dan kasar.

Minyak vitamin rambut yang sebagian besar reviewnya positif adalah L'OREAL Extraordinary Oil.

Sepertinya banyak yang klop dengan produk ini maasyaaAllah. Hasilnya sudah saya bahas sekilas di post Beauty On Budget.

Saya masukkan ke dalam post Beauty On Budget karena lumayan lama habisnya. Cukup digunakan 1-2 pump tergantung panjang rambut.

Borosnya kalau digunakan sebelum dan setelah menata rambut (dengan alat styling yang panas).

Extraordinary Oil terdiri dari tiga varian, yaitu kuning (untuk semua tipe rambut), merah (untuk rambut diwarnai), dan pink (untuk rambut kusam dan kusut).

Di sini saya bahas perbandingan antar dua varian saja yaa...


Meski volumenya sama-sama 100 ml, tapi kemasan Extraordinary Oil yang pink lebih besar dan mewah (botol kaca).

Sepertinya varian pink ini produk asli Jepang (cmiiw), karena deskripsi produknya hanya menggunakan label tempelan.


Deskripsi produk

French Rose Oil yang mewah menjadikan rambut terasa lebih lembut dan berkilau.

Extraordinary Oil Eclat Imperial diformulasikan khusus di Jepang untuk rambut orang Asia.

Mengandung ekstrak French Rose Oil yang mewah, perawatan rambut Extraordinary Oil Eclat Imperial dibuat khusus untuk rambut kusam dan kusut.

Setelah penggunaan, formula yang ringan dan tidak lengket ini akan meresap ke dalam rambut, membuat rambut Anda terasa lebih lembut dan terlihat lebih berkilau.

Khasiat formula dengan Precious French Rose Oil...

(1) Terserap hingga ke keratin rambut,
(2) merawat kekuatan serat rambut,
(3) melembabkan sampai ke inti rambut,
(4) memberi kilau pada rambut.

--

Deskripsi dan review produk Extraordinary Oil kuning bisa dicek di Beauty On Budget.

--

Quick Review

Kalau dari pengalaman saya, hasil yang kuning dan pink (Eclat Imperial) di rambut itu sama saja. Entah sayanya yang ngga peka atau gimana...

TAPI! Varian Eclat Imperial itu aromanya enak banget maasyaaAllah.

Wangi mawarnya mewah dan anggun. Gimana yah jelasinnya wkwk. Pokoknya dia tuh bukan wangi mawar yang nyolot atau nyebelin gitu lho.

Tapi kalau hanya incar aromanya, rada sayang juga... karena harganya lumayan (saya belum ketemu ukuran kecilnya) dan dapetinnya agak susah (cuma dijual di supermarket & drugstore tertentu).

Bdw, kalau cari wewangian rambut, teman saya ada yang coba parfum rambut-nya Makarizo.

Harganya jauh lebih terjangkau. Wanginya juga tahan lama.

Saking mantapnya, dia bilang bisa jadi pengharum ruangan hehe maasyaaAllah.
Noted : Buat muslimah, dipake di rumah aja yaa biar wanginya ngga nyebar.
Ini produknya... Screenshot diambil dari akun instagram Makarizo.


---

#7 Kain Satin

Kain satin dapat mengurangi kerusakan rambut akibat gesekan dengan sarung bantal saat kita tidur.

Membungkus rambut dengan kain satin saat tidur biasanya juga dianjurkan untuk rambut yang baru di-styling (catok/curly), diblow, atau untuk rambut biasa yang ingin teksturnya lebih rapi.


Tutorialnya seperti menggunakan turban. Tapi ini licin banget, jadi bisa lepas begitu saja pas tidur. Kalau kesulitan, kain satinnya dijadikan alas atau sarung bantal saja.

Kita ngga mesti beli kain satin yang mahal banget lho yaa.

Bisa pake kain satin kerudung segi empat (grosirannya lebih murah) atau beli yang meteran di toko kain (tinggal dineci atau sekalian dijahit jadi sarung bantal).

---

#8 Terakhir...

Jurus andalan kita semua : potong rambut.

Kalau hanya untuk trim (memotong/merapikan ujung-ujung rambut), mending potong rambut sendiri saja. Lebih hemat hehe.

Ada banyak tutorial potong rambut sendiri. Lagian kalau gagal ya ngga apa-apa. Namanya juga usaha...

Bahan yang disiapkan...

(1) Sisir klimis,
(2) ikat rambut,
(3) jepit rambut ukuran sedang,
(4) dan gunting.

Satu gunting biasa dan satunya gunting begini... kalau kamu mau berkreasi(?) membuat tekstur di ujung rambut.


---

Masih banyak tips-tips yang berfaidah kalau kamu browsing lebih lanjut.

Yang ada di postingan ini cuma segelintir dari saran-saran yang direkomendasikan di situs dan forum perawatan rambut.

Wallahu a'lam.
Barakallahu fiikunna.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.