HANITIS

Kebaikan Akan Mengundang Keberkahan

Rabu, 17 Oktober 2018

Bismillah...

Janganlah engkau bersedih meratapi kebaikanmu.

Sebab jika di dunia tidak ada yang menghargainya, yakinlah bahwa di langit ada yang memberkahinya.

Hidup ini seperti bunga mawar.

Padanya terdapat keindahan yang membuat kita bahagia, namun padanya juga terdapat duri yang menyakiti kita.

Apapun yang ditakdirkan menjadi milikmu akan mendatangimu walau engkau lemah.

Sebaliknya, apapun yang tidak ditakdirkan menjadi milikmu, engkau tidak dapat meraihnya, bagaimanapun kekuatanmu.

Segala puji bagi Allah atas segala nikmat, karunia, dan kebaikan-Nya.

Semoga Allah menjadikan hari-harimu bahagia dengan segala kebaikan dan keberkahan.

---

Ketika engkau hidup untuk membahagiakan orang lain, Allah akan memberimu orang-orang yang akan membahagiakanmu.

Maka berusahalah untuk memberi, bukan menerima.

Semakin engkau memberi, akan semakin banyak yang engkau terima tanpa meminta.

Selama engkau mengharapkan kebaikan untuk orang lain, kebaikan akan datang kepadamu dari jalan yang tidak engkau bayangkan.

Maka perbaikilah niatmu, Allah akan memperbaiki keadaanmu.

Semoga Allah memberikan taufiq-Nya kepada kita semua dan membaikkan kehidupan Akhirat dan dunia kita, aamiin.

---

Ditulis oleh Ustadz Musyaffa' Ad-Dariny hafizhahullah.

---

Barakallahu fiikunna.
Thanks for reading and have a nice day.

Lihatlah, Ini Aku : Si Orang Shalih!


Bismillah...

Riya' adalah saat seseorang beramal shalih untuk dilihat manusia dan dipuji.

Riya' merupakan syirik kecil yang menjadi salah satu sebab tidak diterimanya amal. Hukumnya haram, tapi (riya') tidak sampai mengeluarkan seseorang dari Islam.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya)...
"Allah berkata: "Aku adalah Dzat yang paling tidak butuh dengan syirik. Barangsiapa yang mengamalkan sebuah amalan dia menyekutukan Aku bersama yang lain di dalam amalan tersebut, maka Aku akan meninggalkannya dan juga kesyirikannya." (HR. Muslim)
(Catatan dari Ustadz Abdullah Roy hafizhahullah)

---

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda (yang artinya)...

"Barangsiapa memperdengarkan (menyiarkan) amalnya, maka Allah akan menyiarkan aibnya, dan barangsiapa beramal karena riya', maka Allah akan membuka niatnya (di hadapan orang banyak pada hari Kiamat)."

(HR Bukhari no. 6499 dan Muslim no. 2987, dari sahabat Jundub bin Abdillah radhiyallahu 'anhu)

---

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Maukah kamu kuberitahu tentang sesuatu yang lebih aku khawatirkan terhadap kalian daripada (fitnah/ujian) Al Masih Ad Dajjal?"

Para sahabat berkata, "Tentu saja."

Beliau bersabda, "Syirik khafi (yang tersembunyi), yaitu ketika seseorang berdiri mengerjakan shalat, dia perbagus shalatnya karena mengetahui ada orang lain yang memperhatikannya."

(HR. Ahmad dalam musnadnya. Dihasankan oleh Syaikh Albani Shahiihul Jami': 2604)

---

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu, bahwa orang yang berlaku riya' memiliki tiga ciri, yaitu :

(1) dia menjadi pemalas apabila sendirian,

(2) dia menjadi giat jika berada di tengah orang banyak,

(3) dia menambah kegiatan kerjanya jika dipuji dan berkurang jika diejek.

(Al Kabair, Imam adz Dzahabi)

---

Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan...

Ada dua buah pertanyaan yang semestinya diajukan kepada diri kita sebelum mengerjakan suatu amalan.

(1) Untuk siapa?

(2) Bagaimana?


Pertanyaan pertama adalah pertanyaan tentang keikhlasan.

Pertanyaan kedua adalah pertanyaan tentang kesetiaan terhadap tuntunan Rasul Shallallahu 'alaihi wasallam.

Sebab amal tidak akan diterima jika tidak memenuhi kedua-duanya.

(Ighatsat al-Lahfan, hal. 113)

---

Ibnul Qayyim rahimahullah juga berkata (yang artinya)...

"Keikhlasan tidak akan pernah bersatu dengan sifat suka dipuji, disanjung, dan keserakahan terhadap harta manusia. (Karena) yang demikian itu ibarat (tidak akan bersatunya) api dan air."

(Al Fawaaid, 149)

---

Sufyan ats-Tsauri rahimahullah mengatakan (yang artinya)...

"Tidaklah aku mengobati suatu penyakit yang lebih sulit daripada masalah niatku, karena ia sering berbolak-balik."

(Adab al-'Alim wa al-Muta'allim, hal. 8)

---

Al Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Meninggalkan amal karena manusia adalah riya', sedangkan beramal untuk dipersembahkan kepada manusia merupakan kemusyrikan.

Adapun ikhlas adalah tatkala Allah menyelamatkan dirimu dari keduanya."

(Adab al-'Alim wa al-Muta'allim, hal. 8)

---

Sahl bin Abdullah at-Tasturi rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Orang-orang yang cerdas memandang tentang hakikat ikhlas, ternyata mereka tidak menemukan kesimpulan, kecuali hal ini...

Yaitu hendaklah gerakan dan diam yang dilakukan,

yang tersembunyi maupun yang tampak,

semuanya dipersembahkan hanya untuk Allah Ta’ala.

Tidak dicampuri apapun; apakah itu kepentingan pribadi, hawa nafsu, maupun perkara dunia."

(Adab al-'Alim wa al-Muta'allim, hal. 7-8)

---

Akhir kata...

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah menasihati...

"Wahai saudaraku, ikhlas itu berat.

Sementara manusia tidak pernah lepas dari riya' dan bangga diri.

Semoga Allah menyelamatkan kami dan kalian dari penyakit riya' serta bangga diri.

Maka bersihkanlah hatimu dan jadikanlah amalanmu ikhlas karena Allah.

Engkau adalah hamba Allah, bukan hamba makhluk.

Karena yang mampu memberikan manfaat dan menimpakan marabahaya adalah Allah.

Yang mampu memasukkanmu ke dalam surga dan menyelamatkanmu dari neraka adalah Allah.

Dan yang menguasai kerajaan segala sesuatu adalah Allah."

(Syarah Misykatul Mashabih, 1/143)

---

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah juga berkata...

"Perjuangan untuk ikhlas termasuk sesuatu yang paling berat, karena jiwa ini punya banyak kepentingan.

Seorang manusia ingin tampil memukau dan ingin dihormati.

Sangat suka jika dikatakan tentang dirinya...

"Dia adalah Ahli Ibadah, orang ini demikian dan demikian."

...dengan pujian-pujian kebaikan.


Sehingga syaitan masuk dari pintu ini dan membuatnya berbuat riya' di hadapan manusia."

(Syarah Riyadush Shalihin 2 : 51-52)

---

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam mengajarkan doa...

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ

Allahumma innii a'uudzu bika an usyrika bika wa anaa a'lam, wa astaghfiruka limaa laa a'lam.

"Yaa Allah, aku berlindung kepadaMu dari perbuatan syirik yang aku sadari dan aku memohon ampun kepadaMu atas dosa-dosa yang tidak aku ketahui."

(HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad, Ahmad, 4/403. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahiihul Jami': 3731 dan Shahih at Targhiib wa at Tarhiib: 36) [1][2]

---

Pengingat untuk diri sendiri sebelum orang lain.

Wallahul musta'an.
Barakallahu fiikunna.
Thanks for reading and have a nice day!

Kamu Tidak Tahu Ya Siapa Saya?

Jumat, 12 Oktober 2018

Bismillah...

Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad hafizhahullah (pengajar di Masjid Nabawi, Madinah) menceritakan...

Mutharrif bin Abdullah bin AsySyikhir rahimahullah (ulama generasi Tabi'in) melihat seseorang yang berpakaian bagus dan berjalan dengan angkuh.

Mutharrif rahimahullah berkata kepadanya, "Wahai hamba Allah, cara berjalan seperti itu dimurkai Allah!"

Laki-laki tersebut berkata, "Kamu tidak tahu siapa aku?"

Yang ditegur adalah salah satu kapten pasukannya Hajjaj. Barangkali Mutharrif tidak kenal siapa dirinya, hingga beliau berani menceramahinya.

Mutharrif rahimahullah berkata, "Demi Allah, aku tahu siapa dirimu! Engkau bermula dari air mani yang menjijikkan, engkau berakhir menjadi bangkai yang busuk, dan selama hidup engkau membawa kotoran di perutmu. Aku tahu betul siapa dirimu."

Laki-laki itupun pergi dan tidak berjalan dengan angkuh lagi. [1]

---

Catatan...

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya)...

"Tiga perkara yang membinasakan, yaitu hawa nafsu yang dituruti, kebakhilan (kikir) yang ditaati, dan kebanggaan seseorang terhadap dirinya."

(HR. Abu Syaikh dan Thabrani dalam Mu’jam Ausath. Silsilah Ahaadits ash-Shahiihah no. 1802)

---

Jika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam menghadiri suatu majelis, beliau tidak mau disambut seperti raja, dimana orang-orang berdiri untuk mengagungkannya. [2][3]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya)...

"Barangsiapa yang suka seseorang berdiri untuknya, maka persiapkanlah tempat duduknya di neraka."

(HR. Abu Dawud: 5229, At-Tirmidzi: 2753, Ahmad 4/93, Al-Bukhari dalam Al-Adabul-Mufrad: 977 dan Abu Nu’aim dalam Akhbar Ashbahaan 1/219; dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Shahihah I/627)

Para Sahabat radhiyallahu 'anhu tidak berdiri apabila Rasulullah datang kepada mereka, karena mereka tahu bahwa beliau tidak menyukai hal itu.

Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata (yang artinya)...

"Tidak ada seorang pun yang lebih mereka (para Sahabat) cintai saat melihatnya, selain Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam. Namun jika melihat beliau, mereka tidak pernah berdiri karena mereka mengetahui kebencian beliau atas hal itu."

(HR. Al-Bukhari Al-Adabul-Mufrad: 946, At-Tirmidzi: 2754 dan Asy-Syamaail: 335, Ibnu Abi Syaibah 8/586, Ahmad 3/132 & 134 & 151 & 250, Abu Ya’laa no. 3784, Ath-Thahawiy dalam Syarh Musykilil-Atsar no. 1126, dan yang lainnya; shahih).

---

Al Hasan Al Bashri rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Seandainya perkataan setiap orang itu jujur dan amalannya baik, ia bisa saja jadi orang yang merugi."

Orang-orang bertanya, "Bagaimana bisa merugi?"

Beliau menjawab, "Ia rugi ketika ia kagum dengan dirinya sendiri."

(Syu'abul Iman, 6780)

---

Umar bin Abdul Aziz rahimahullah apabila berkhutbah di atas mimbar, kemudian dia khawatir muncul perasaan ujub di dalam hatinya, dia pun menghentikan khutbahnya. [4]

Demikian juga apabila dia menulis tulisan dan takut dirinya terjangkit ujub, maka dia pun menyobek-nyobeknya.

Lalu dia berdoa, "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari keburukan hawa nafsuku."


---

Ibrahim bin Adham rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Tidaklah bertakwa kepada Allah, orang yang ingin kebaikannya disebut-sebut orang."

(Ta'thirul Anfas, hal. 286)

---

Bisyr bin Al Harits rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Ujub itu engkau merasa memiliki amal yang banyak dan menganggap amal orang lain sedikit."

(Hilyatul Auliya, 8/348)

---

Ibnul Mubarak rahimahullah ketika ditanya tentang ujub, ia berkata (yang artinya)...

"Engkau melihat di dalam dirimu sesuatu yang tidak ada pada diri orang lain."

(Syu'abul Iman, 7/50)

---

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Tidak ada suatu perkara yang lebih merusak amalan daripada perasaan ujub dan terlalu memandang jasa diri sendiri."

(Al-Fawa'id, hal. 147)

---

Imam Nawawi rahimahullah berkata (yang artinya)... 

"Ketahuilah, bahwa keikhlasan niat terkadang dihalangi oleh penyakit ujub. Barangsiapa berlaku ujub (mengagumi amalnya sendiri), maka akan terhapus amalnya. Demikian juga orang yang sombong."


Al Fudhayl bin Iyadh rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Wahai sungguh kasihan engkau...

Engkau berbuat buruk, namun engkau merasa berbuat baik.

Engkau tidak tahu, namun engkau merasa seorang alim.

Engkau pelit, namun engkau merasa dermawan.

Engkau dungu, namun engkau merasa cerdas.

Sesungguhnya ajalmu pendek, sementara angan-anganmu panjang."

(Siyar A'lamin Nubala, 8/440)

---

Wallahul musta'an.
Barakallahu fiikunna.
Thanks for reading and have a nice day!

Akibat Akal & Hati Yang Terbalik

Kamis, 11 Oktober 2018

Bismillah...

"Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Janganlah berbuat kerusakan di muka bumi!", mereka menjawab, "Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan."

Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tapi mereka tidak menyadari.

Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Berimanlah kamu sebagaimana orang lain telah beriman!", mereka menjawab, "Apakah kami akan beriman seperti orang-orang kurang akal itu beriman?".

Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang kurang akal, tetapi mereka tidak tahu."

(QS. Al Baqarah, ayat 11-13)

---

"Para pembesar kaumnya Fir'aun berkata kepada Fir'aun, "Apakah kamu akan biarkan Musa dan kaumnya berbuat kerusakan di muka bumi, dan meninggalkanmu dan sesembahanmu?"

(Fir'aun) menjawab, "Akan kita bunuh anak-anak laki-laki mereka dan kita biarkan hidup anak-anak perempuan mereka, dan sesungguhnya kita berkuasa penuh atas mereka."

(QS. Al A'raf, ayat 127)

---

Ibnu Abdil Barr rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Orang yang dungu marah terhadap kebenaran, sedangkan orang yang berakal marah terhadap kebatilan."

---

Ustadz Sufyan Baswedan hafizhahullah menjelaskan bahwa orang-orang zhalim menilai secara terbalik. Kebaikan mereka anggap sebagai kerusakan, sedangkan kerusakan mereka anggap sebagai kebaikan.

---


يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

Yaa muqallibal quluub tsabbit qalbiy 'alaa diinik'.

"Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu." (HR. At-Tirmidzi no. 3522)

Wallahul musta'an.
Barakallahu fiikunna.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Your Mistakes Don't Define You

Rabu, 10 Oktober 2018

Bismillah...

Do you want to know what happens to most of the believers in life?

They make mistakes, and those mistakes Allah uses to guide them back to repentance, but then they make mistakes again, and again, and again.

After time your resolve, confidence, self esteem and repentance become weaker, because somewhere along the road Shaytan comes to you and starts whispering.

After a while you may not understand how after so long, you can make another mistake, or commit another sin, or make another horrible decision.

But what the majority of us seem to miss is the fact that this happens to everyone.

You may think you're a slow learner, but many people are.

You may think you're never gonna get things right, but you will.

You may think that you don't deserve anything good anymore, because maybe you're on your 100th second chance.

But if you feel sad and grieve over your weaknesses, mistakes, shortcomings, lack of strength and lack of abilities to get one thing right in your life, don't you realize that is a sign from Allah that you still deserve good?

If you didn't deserve good, you wouldn't feel a thing.

If you didn't deserve good, you would've left lslam and transgressed even farther!

If you didn't deserve good, then why are your eyes filled with tears during the nights when you make your mistakes with Allah?

Every person I know makes mistakes.

Every person I know slips up, falls back, wins some days against shaytan and some day they just totally get crushed.

When you look at the lives of many Scholars of Islam and some of the people whom we know were closest to Allah in Islam's past, they were where many of us are today and some even far worse than us.

You need to live your life knowing that no matter what you've done, how many times you've failed that Allah will accept you, help you, and change your state.

Perhaps the problem is the fact that many people rely on themselves, when we should be asking, relying and trusting Allah for everything.

So don't beat yourself up.

The best time to run towards Allah and make a change in your life is right after you fail in the worst ways.

Shaytan wants you to feel like nothing, whereas Allah wants to give you everything!

(Written by Umar)


Terjemahan bebas

Tahukah kamu apa yang terjadi pada sebagian besar orang beriman?

Mereka melakukan kesalahan dan Allah membimbing mereka untuk bertaubat. Namun mereka bermaksiat lagi, lagi, dan lagi.

Seiring berjalannya waktu, kamu goyah karena syaithan kembali datang membisikkan was-wasnya.

Kamu pun tidak mengerti, kenapa setelah sekian lama kamu membuat kesalahan yang sama, bermaksiat, atau membuat keputusan yang buruk.

Tapi yang luput kita sadari bahwa hal ini terjadi pada semua orang.

Kamu mengira prosesmu lambat, tapi banyak pula orang yang demikian.

Kamu pikir kamu tidak bisa memperbaiki apa yang telah terjadi, tapi (insyaAllah) kamu bisa.

Kamu pikir kamu tidak pantas menerima kebaikan, karena mungkin ini adalah "kesempatan kedua" yang ke-100 kali.

Jika kamu bersedih karena kesalahan dan kelemahanmu, tidakkah kamu menyadari bahwa itu adalah tanda dari Allah kalau kamu masih layak menerima kebaikan?

Jika kamu tidak pantas menerima kebaikan, kamu tidak akan merasa bersalah, lalu meninggalkan Islam dan melampaui batas lebih jauh lagi.

Jika kamu bukan orang baik, mengapa kamu menangis di malam hari setelah bermaksiat kepada Allah?

Setiap orang yang saya kenal melakukan kesalahan.

Setiap orang yang saya kenal tergelincir.

Satu waktu bisa menang melawan syaithan, namun di lain waktu mereka jatuh lagi.

Jika kamu melihat kehidupan para Ulama dan orang-orang shalih terdahulu, di antara mereka ada yang pernah seperti kita, bahkan sebagian punya masa lalu yang sangat parah.

Ketahuilah bahwa apapun yang telah kamu lakukan, berapa kali pun kamu gagal, Allah tetap akan menerimamu, menolongmu, dan mengubah keadaanmu.

Mungkin masalahnya karena banyak orang yang hanya mengandalkan dirinya sendiri. Di saat kita seharusnya memohon, bersandar, dan mempercayakan segala urusan kita kepada Allah.

Maka berhentilah mencela dirimu.

Waktu terbaik untuk berubah dan kembali kepada Allah adalah tepat di saat kita terpuruk.

Syaithan ingin membuatmu berputus asa, sedangkan Allah hendak menganugerahkan segalanya untukmu.
Dikutip dengan seizin Umar, admin akun @heart.of.ease. Semoga Allah jaga dia dan keluarga dalam kebaikan.
---

Note to myself too...

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman...

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

"Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa, selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu sedang mereka mengetahui." (QS. Ali 'Imran, ayat 135)

Doa yang diajarkan Allah Subhanahu wa Ta'ala agar istiqomah...

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaitanaa wa hab lanaa min-ladunka rahmatan, innaka antal-Wahhaab.

"Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami pada kesesatan setelah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu; sungguh Engkau-lah Dzat yang Maha Pemberi (karunia)." (QS. Ali 'Imran, ayat 8)


يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

Yaa muqallibal quluub tsabbit qalbiy 'alaa diinik'.

"Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu." (HR. At-Tirmidzi no. 3522)

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengajarkan doa ini untuk dibaca di pagi dan petang...

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ

Yaa hayyu yaa qoyyum bi rahmatika astaghiits, ash-lihlii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin.

"Wahai Rabb Yang Maha hidup, Wahai Rabb Yang Maha berdiri sendiri (tidak butuh segala sesuatu) dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan, perbaikilah segala urusanku, janganlah Engkau serahkan (urusanku) kepada diriku sendiri walau hanya sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu)." (HR. An Nasa'i, Al Hakim, Shahih At Targhib wa Tarhib 1/273, dari Anas radhiyallahu 'anhu).

Dan doa di bawah ini diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Abu Bakr Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu untuk dibaca di pagi, petang, dan sebelum tidur...

اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ

Allahumma ‘aalimal ghoybi wasy-syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu alla ilaha illa anta. A’udzu bika min syarri nafsii wa min syarrisy-syaythooni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurruhu ilaa muslim.

"Ya Allah, Rabb yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Rabb Pencipta langit dan bumi, Rabb yang menguasai segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tiada Rabb yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari keburukan jiwaku, kejahatan syaithan dan seruannya, serta dari perbuatan diriku yang buruk atau menularkannya kepada sesama Muslim." (HR. Tirmidzi no. 3392 dan Abu Daud no. 5067)

My posts don't make me pious.

Barakallahu fiikuna.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day!

Mengatasi Build Up & Gatal Di Kulit Kepala

Senin, 01 Oktober 2018

Bismillah…

Build up, ketombe, dan gatal di kulit kepala adalah masalah klasik yang bisa dialami siapa saja.

Sekilas info... Ciri build up atau endapan di kulit kepala itu seperti daki berwarna putih kekuningan dan jika diusap dengan jari rada waxy.

Biasanya karena berlebihan menggunakan produk rambut (dry shampoo, wax, conditioner, hair mask, dst) dan/atau pembersihan yang tidak efektif.

Build up bisa jadi penyebab kulit kepala tidak sehat, sehingga rambut mudah kusam, patah, dan rontok.

---

Ngomong-ngomong, beberapa bulan lalu, saya coba varian baru Deep Cleanse dari merk Shampoo yang sudah lama saya gunakan.

Teksturnya berupa gel bening dan awal-awal pake enak banget. Tapi makin lama rambut jadi lepek, lama banget keringnya, dan kulit kepala jadi gatal. Ngga cocok sepertinya...

Setelah browsing-browsing, tips-tips berikut cukup ampuh di saya...
Problem yang saya alami tidak selesai dalam 1-2 hari, tapi butuh waktu berminggu-minggu. Jadi, kalau bisa dirutinkan dan sabar...
---

Shampoo 
Noted : Saat keramas, fokus kita di kulit kepala, bukan di rambut.
Selsun Yellow Double Impact Treatment For Dandruff Problems

Selenium Sulfide + Zinc PtO


Deskripsi produk

Mengandung kombinasi Selenium Sulfide dan Zinc PtO yang bekerja sinergis sebagai anti ketombe dan mengurangi gatal-gatal karena ketombe, sehingga kulit kepala dan rambut tetap sehat dan bersih.

Cara pemakaian : Tuangkan shampoo secukupnya. Keramaskan dengan merata. Biarkan 2-3 menit untuk mendapatkan hasil yang maksimal, kemudian bilas dengan air hingga bersih.


Gunakan Selsun Blue-5 atau Selsun Gold setiap hari untuk hasil yang optimal.

Mengandung Selenium Disulphide. Hindari kontak dengan matadan kulit yang terluka. Kocok dahulu sebelum dipakai.

Quick review

Selsun sudah tidak perlu ditanya lagi ya keampuhannya. Apalagi ini varian Double Impact.

Kulit kepala dan rambut jadi lebih bersih dan tidak gatal lagi maasyaaAllah.

Sempat khawatir kalau batang rambut malah semakin kering dan kasar. Soalnya dulu walau ketombe teratasi, tapi rambut saya rusak pake Selsun. Alhamdulillah sekarang ngga.

Saat ini pemakaiannya sudah menuju botol ketiga. Rambut memang jadi lebih kering, tapi tidak sampai crunchy atau garing, karena saya juga menggunakan L’OREAL Extraordinary Oil.

--

Makarizo Hair Energy Fibertherapy Conditioning Shampoo

Dengan formula yang mampu membersihkan rambut dengan lembut dari semua residu produk perawatan rambut, serta melembabkannya sehingga rambut mudah diatur.

Mengandung Asam Amino Keratin – unsur vital dalam pembentukan keratin sebagai protein utama yang mendorong keterpaduan struktur rambut agar lebih berkilau, tetap sehat dan kuat.


Kombinasi Royal Jelly dan Omega 6 dari Minyak Nabati Pasiflora membersihkan serta melembabkan rambut kering dan kasar agar halus kembali.

Sesuai untuk rambut menangani masalah rambut kering dan kasar agar halus kembali.

Cara pakai : Tuangkan shampoo secukupnya pada telapak tangan dan aplikasikan pada rambut basah. Pijat rambut dan kulit kepala hingga berbusa. Bilas hingga bersih.


Peringatan!

Jangan gunakan kuku saat memijat untuk menghindari luka.

Hindari kontak dengan mata. Jika terkena mata, segera bilas dengan air. Tidak boleh digunakan pada anak di bawah usia 3 tahun.

Quick review

Karena shampoo Selsun lumayan "keras" untuk dipakai sehari-hari, jadi saya coba browsing shampoo lain untuk diselang-seling.

Salah satu yang reviewnya cukup bagus adalah Makarizo Fibertherapy. Harganya cukup terjangkau, sekitar Rp 19.000an (kalau ngga salah ingat).

Wanginya enak, rambut juga lebih lemas… Tapi sepengalaman saya, masih lebih bersih Selsun hehe.

---

Bilasan (Optional)

Air Hangat

Air hangat berfungsi untuk meluruhkan sebum berlebih, kotoran, dan ampas shampoo/conditioner. Air dingin baru kita gunakan untuk bilasan terakhir.

Bdw, saya rada males bilas menggunakan air hangat, karena kudu manasin air dulu. Kalau kamu punya shower air hangat alhamdulillah, lebih praktis.


---

Carbonated Water

Sebelumnya saya menggunakan Apple Cider Vinegar untuk membilas rambut.
Mohon maaf. Postingan tersebut sudah saya tarik ya. Setelah baca-baca tentang cuka apel, kalau dari cider itu tidak halal dikonsumsi [1]. Untuk kehati-hatian, (karena saya ragu) maka tidak saya gunakan lagi... meski hanya untuk rambut [2]. Wallahu a'lam.
Ada alternatif yang lebih ampuh dibanding ACV untuk membersihkan kulit kepala, yaitu carbonated water atau air soda.

Yang dimaksud adalah air soda biasa, tanpa pewarna dan pemanis. Bukan sejenis koka kola atau sprayit.

Label di kemasannya adalah carbonated water atau sparkling water. Biasa dijual di supermarket.



Credit belongs to OnStyle The Body Show [link]

Beberapa fungsi carbonated water, di antaranya...

Memperbaiki pH kulit kepala.

Meningkatkan sirkulasi darah di kulit kepala.

Membersihkan pori-pori kulit kepala.

Melembutkan rambut.

Cara pemakaian

Siapkan 1 liter air, kemudian campurkan dengan 500 ml (satu botol sedang) carbonated water. Kalau kurang, bisa ditambah dengan takaran yang dilipatgandakan.

Digunakan sendiri (tanpa shampoo) dengan membilas kulit kepala dan rambut secara berulang sekitar 10 menit.

Rambut yang diwarnai atau dikeriting tidak boleh lama-lama dibilas dengan carbonated water, karena bisa memudarkan warna dan mengurangi efek perm-nya.

Cukup 1-2 kali seminggu.

Saya sudah beli, tapi belum coba. Sepertinya lebih enak kalau dibilasin, kitanya baring gitu (macam di salon hehe).

---

Tips Lainnya...

Keringkan Kulit Kepala

Gunakan hair dryer yang ada setelan angin dinginnya.

Fokus di kulit kepala saja, supaya tidak lembab.


Rutin membersihkan sisir

Supaya kotoran yang ada di sisir tidak berpindah ke kulit kepala dan rambut yang bersih.

Baca juga : Cara Gampang Membersihkan Sisir Plastik

Kurangi penggunaan produk

Salah satu penyebab build up adalah over-conditioned. Disarankan untuk menggunakan produk seringan dan sesedikit mungkin.

Jadi, saya mengurangi penggunaan produk, yakni hanya shampoo (di kulit kepala) dan minyak rambut (setelah kering, di batang rambut).

Ini juga jadi catatan buat teman-teman yang sering menggunakan dry shampoo, wax, hair spray, dst… Kalau dirasa kulit kepala mulai aneh, baiknya kurangi penggunaan produk dan fokus menyehatkan kulit kepala dulu.

Kenapa ngga No Poo saja?

FYI, orang-orang yang menjalani No Poo Method berusaha mengatasi problem rambutnya dengan tidak menggunakan produk apapun, kecuali air, bahan-bahan alami (tea tree oil, clay), dan hair brush.

Dulu saya pernah coba, tapi kulit kepala jadi luar biasa gatal dan bau. Rambut di dekat kulit kepala juga jadi lepek. Jadi saya belum punya nyali untuk coba lagi...

Sebenarnya pengen sih yaa... Apalagi sekarang ada carbonated water. Tapi perlu nyetok berapa botol buat keramas sehari-hari? Hehe.

Lebih lanjut tentang No Poo : Sharing Seputar Scalp Care

---

Masih Tidak Mempan?

Kalau cara-cara standar sudah tidak mempan, baiknya konsultasikan ke dokter.

Teman saya ada yang ngga ngefek pake Selsun, akhirnya cek ke dokter. Ternyata problemnya disebabkan karena jamur. Jadi diberi resep shampoo Ketomed [link produk].

Karena Ketomed adalah obat keras, baiknya digunakan di bawah pengawasan dokter.

Wallahu a’lam.
Barakallahu fiikunna.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Catatan Tentang Produk Cruelty-Free

Jumat, 21 September 2018

Bismillah...

Animal testing adalah isu yang sensitif dan kontroversial.

Tujuan animal testing untuk menguji keamanan zat atau produk tertentu di tubuh hewan sebelum digunakan oleh manusia.

Ada banyak pihak yang menentang animal testing. Negara-negara di Eropa bahkan sudah melarang uji coba pada hewan.

Industri kosmetika juga tak mau ketinggalan. Dengan maraknya kesadaran tentang animal testing, sebagian orang menjadikan label cruelty-free (dan reputasi perusahan) sebagai salah satu pertimbangan saat membeli produk.


---

Pro Kontra

Ada sebagian peneliti yang berpendapat bahwa animal testing tetap ada manfaatnya. Di sisi lain, banyak juga pihak yang merasa animal testing tidak perlu.

Berikut pro kontra animal testing, sebagai gambaran kontroversi yang ada. Dirangkum dari berbagai sumber...

Pro

(1) Membantu menyediakan data untuk peneliti.

Misal... Tikus biasa jadi objek eksperimen, karena punya rentang hidup yang pendek (tidak seperti manusia yang rentang hidupnya rata-rata sekitar 70-80 tahun)... Sehingga peneliti dapat melakukan eksperimen jangka panjang terhadap pengaruh zat tertentu pada sistem organ makhluk hidup.

(2) Memastikan keamanan produk, demi kesehatan manusia.

Peneliti perlu menguji kualitas dan keamanan produk (terutama obat) sebelum dikonsumsi, supaya tubuh manusia tidak terpapar zat-zat berbahaya.

Jika aman, produk tersebut dapat diuji lebih lanjut pada manusia dengan risiko negatif yang lebih rendah.

(3) Kesamaan sistem organ manusia dengan binatang (meski tidak sama persis).

Ada zat-zat yang perlu diuji pada makhluk hidup.

Reaksi pada tubuh hewan tersebut digunakan untuk memprediksi reaksi pada tubuh manusia.

(4) Eksperimen atau uji coba pada manusia dapat berujung kematian.

(5) Membantu peneliti menemukan obat dan mengembangkan penanganan medis.

Penelitian tersebut juga bermanfaat untuk hewan-hewan, seperti ditemukannya vaksin rabies, anthrax, tetanus, dll.

(6) Lebih banyak jumlah hewan yang dibunuh untuk kita makan, ketimbang hewan yang digunakan untuk uji coba.

Jadi, etika "nilai hidup" pada animal testing menjadi abu-abu.

dst.

-

Kontra

(1) Risiko kematian pada hewan, karena perlakuan yang zhalim.

Ini yang jadi sorotan aktivis cruelty-free.

Banyak hewan yang menderita dan ditempatkan di lingkungan yang tidak layak. Kemudian setelah uji coba selesai, hewan tersebut dibunuh.

Memang ada peraturan tentang animal testing, tapi ada kalanya praktik di lapangan tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

(2) Uji coba pada hewan tidak selalu menghasilkan produk atau penemuan baru.

Ada data hasil eksperimen yang tidak terpakai dan tidak memberi manfaat nyata pada kehidupan manusia.

(3) Biaya hidup hewan yang mahal.

Penelitian yang melibatkan hewan juga butuh biaya, karena harus menyediakan tempat tinggal yang layak untuk hewan, makanan, perawatan, dst.

Terlebih prosedur uji coba kadang membutuhkan waktu yang lama.

(4) Masih ada kemungkinan hasilnya tidak valid dan tidak reliabel.

Bagaimanapun juga tubuh hewan dan manusia itu berbeda.

Di samping itu, hewan-hewan tersebut dikondisikan (mis. kelopak mata diklip untuk uji iritasi, dilarang mengucek mata, disuntik dengan dosis tertentu, dst), dikurung, serta mengalami stres.

Jadi, kemungkinan reaksi yang muncul tidak sama jika mereka dibiarkan di lingkungan alaminya.

Ada pula obat-obatan yang lulus animal testing, tapi justru bahaya jika dikonsumsi manusia. Sebaliknya, ada yang bahaya untuk hewan tertentu, tapi bermanfaat untuk manusia (mis. insulin).

(7) Sudah ada daftar ingredient aman yang telah diketahui dari uji coba sebelumnya, sehingga produsen dapat memanfaatkannya.

(8) Ada metode alternatif untuk menguji keamanan produk tanpa melibatkan hewan.

dst.

Baca juga : Alternatives To Animal Testing

---

Animal Testing & Produk Kosmetika

Uji coba dilakukan untuk menekan risiko terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, serta memastikan apakah produk atau zat tertentu bekerja sesuai tujuan.

Di antaranya adalah uji sensitivitas dan iritasi pada kulit, uji iritasi untuk area mata, riset apakah zat tertentu dapat menyebabkan cacat janin, kanker, dan lainnya. Allahul musta'an.

Secara khusus, untuk kosmetika (skin care dan make up) tidak begitu banyak argumen Pro's-nya.

Sudah ada metode alternatif yang juga akurat untuk menguji keamanan produk kosmetika.

Apalagi produk kosmetika (terutama make up) bukan bagian dari kebutuhan hidup yang darurat atau mendesak.

Bdw, kalau browsing-browsing artikel luar, sering kita temukan bahasan tentang sukarelawan (volunteer) yang mencoba produk kosmetika sebelum dipasarkan.

Updated!

Ada masukan kalau produk dengan nanoteknologi mesti diuji di makhluk hidup (hewan), karena bisa tembus ke pembuluh darah.

Selain itu, meski sudah ada daftar bahan aman, interaksi klinis antarbahan-nya juga tetap diuji.

---

Tertarik Untuk Cruelty-Free?

Belakangan ini banyak produsen yang memilih untuk tidak melakukan animal testing.

Hanya saja, kalau kita browsing di blog atau pinterest, daftar merk produk cruelty-free dan yang melakukan animal testing bisa berbeda dengan keterangan dari perusahaannya.

Dijelaskan di situs Etichal Elephant (Who To Trust?) bahwa tidak ada standar baku mengenai label produk cruelty-free.

Jadi, masing-masing pihak bisa punya standar dan definisi yang berbeda tentang apa itu "cruelty-free" (red. sama dengan klaim "alami").

Baca juga : Benarkah Produk Skin Care "Alami" Pasti Lebih Baik?

FYI, kriteria ideal untuk klaim cruelty-free di antaranya...
Tidak ada kekerasan atau uji coba pada hewan selama proses pengembangan dan produksi. Termasuk pihak lain yang terlibat, seperti laboratorium dan supplier bahan baku.
Kalau kamu benar-benar mau komit menggunakan produk cruelty free. Tips-tips berikut yang disarankan oleh aktivis cruelty-free.

(1) Yang paling mudah, perhatikan label di kemasan,

(2) Rajin browsing dan pelajari daftar merk di situs-situs yang membahas tentang animal testing dan produk cruelty free,

(3) Cek laman Frequently Asked Question (FAQ) dan laman profil perusahaan,

(4) Tanya langsung ke customer service-nya.
Noted : Ada produsen-produsen yang tidak melakukan animal testing, tapi karena tidak mengambil sertifikasi cruelty-free, jadi orang-orang tidak tahu.
---

Akhir kata...

Saya salut pada orang-orang yang teguh untuk mencari produk cruelty-free dan punya prinsip tidak mau "membiayai" produk yang pengembangannya melalui animal testing.

Sedangkan saya (dengan keterbatasan yang ada) belum bisa total menggunakan produk cruelty-free 🌧️

Postingan ini hanya membahas "kulit"-nya saja, karena saya bukan ahlinya. InsyaAllah kalau kamu browsing dan pelajari lebih lanjut akan lebih banyak informasi yang bermanfaat tentang produk cruelty-free.

Semoga ke depannya semakin banyak produsen kosmetika yang mempertimbangkan untuk tidak melakukan animal testing.

Wallahu a'lam.
Correct me if I wrong.

Barakallahu fiikunna.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day!