HANITIS

Foundation Free

Selasa, 10 April 2018

Bismillah...

Alhamdulillah karena saya sudah bisa Foundation Free, jadi pengen share tentang hal ini...

Mungkin ada di antara kamu yang berpikir, "Ahh... Mukanya Titis udah mulus kali, makanya pede tanpa make up..."

^^;

FYI, kulit muka saya tipikal acne proner pada umumnya : pori-pori lebar, gampang komedoan, dan ada beberapa noda bekas jerawat yang belum hilang sejak tahun lalu.

Manfaat Foundation Free luar biasa buat saya pribadi, karena mempercepat proses pemulihan kulit yang bermasalah. Makanya bisa berlanjut sampai sekarang hehe.

---

Troubled Skin dan Make Up

Acne proner kan suka bingung tuh pake make up atau ngga...
Selama proses pengobatan, biasanya dokter menganjurkan untuk mengurangi atau bahkan menghindari penggunaan make up.
"Ngga bisa sist, tuntutan kerja..."

"Kesannya tidak profesional, kucel, dekil, pucat..."

Wah... Kalau ini saya no comment :')

Hanya saja, baiknya tetap usahakan untuk Foundation Free di hari-hari tertentu (mis. weekend) :D

Why?

Bisa jadi ada ingredients yang berpotensi menyumbat pori dan mengiritasi.

Produk yang formulanya gentle saja masih berisiko memperparah jerawat kalau bersihinnya ngga telaten.

Ngomong-ngomong, waktu itu (2014) saya hanya boleh pake bedak tabur.

Sampai sekarang, saya menghindari penggunaan alas bedak saat kulit sedang berjerawat (apalagi kalau parah).

Trust me...

Mendempul kulit yang bermasalah dengan make up bukan solusi.

Kulit yang bermasalah dan sedang diobati (apalagi pake obat keras), biasanya jauh lebih sensitif.

Lebih baik fokus dulu untuk mengobati sampai benar-benar tuntas.

Takutnya malah menimbulkan masalah baru dan memperlambat proses penyembuhan.

Atau kamu nabung buat treatment (laser, RF, dst), supaya kulit bisa flawless tanpa make up xixixi :D

---

Go Foundation Free!

Foundation Free adalah istilah saat kita tidak menggunakan foundation dan sejenisnya.

Bukan berarti mutlak menghindari make up yaa... Kita masih bisa dandan di momen-momen tertentu kok :D

Ini recap dari video lama... Step by Step Foundation Free dari Liah Yoo cukup membantu orang-orang yang cenderung "ketergantungan" dengan foundation.

#1 Acknowledge that no one really cares

Kalau diperhatikan, setidaknya ada tiga alasan kenapa wanita menggunakan make up...

(1) Passion,
(2) Tuntutan kerja,
(3) Insecurity.

Dulu saya masuk dalam kelompok yang ketiga :))

Saya menggunakan bb cream karena malu dengan tampilan kulit yang dihiasi jerawat dan bekasnya. Setiap hapus bb cream rasanya agak-agak sedih gimana gitu, karena before-after-nya beda hehe.
Padahal orang lain tidak memusingkan apakah kita menggunakan make up atau tidak, lol.
Ada juga social experiment tentang no make up, subjek malah dipuji tampak lebih fresh.

Mengejutkan ya... karena yang bersangkutan sudah nervous duluan takut dibilang pucat dan capek.

Kalaupun ada orang yang menilai kamu semata-mata dari make up dan penampilan...
"Those are the people who are not really worth keeping in your life, to be honest." (Liah Yoo)

#2 Self Affirmation
Credit pic belongs to : Liah Yoo
Pelan-pelan ubah mindset kita...

Dari yang awalnya bertanya-tanya bisa ngga ya Foundation Free, hingga akhirnya mampu meyakinkan diri bahwa kita bisa dan berusaha untuk komit Foundation Free.

#3 Take your time

Masing-masing orang butuh waktu dan proses yang berbeda.

Ada yang bisa langsung lepas, ada pula yang prosesnya berangsur-angsur.

Apalagi kalau sudah terbiasa, memang lumayan susah ya... Giliran ngga pake, rasanya malah ngga nyaman melihat bare face kita sendiri.

Foundation Free bisa dimulai dengan beralih dari full coverage foundation ke medium coverage. Kemudian diganti lagi ke alas bedak yang coverage-nya light atau sheer.

Kamu juga bisa menggunakan sheer concealer, hanya untuk menutupi spot yang bermasalah dan noda bekas jerawat.

#4 Don't forget sunscreen

Dengan atau tanpa alas bedak, kulit kita tetap butuh produk tabir surya (note to myself too).

Baca juga : Produk Tabir Surya : Quick Review & FAQ

#5 Sleep well and eat well

Tidur dan istirahat yang cukup dapat meremajakan dan menyehatkan kulit.

Kulit juga cerminan dari kondisi dalam tubuh kita.

Tentang makanan dan gaya hidup sudah pernah dibahas sepintas. Walau postingannya cukup jadul, kamu bisa ceki-ceki...

Di link ini : Perawatan Kulit Wanita Korea Selatan

---

Akhir kata...

Pertimbangkan besarnya manfaat Foundation Free untuk kesehatan kulit kita.

Kalau diingat-ingat, sebelum kenal bb cream, kayaknya saya fine-fine aja :D

Jadi, saya coba fokus ke produk skin care.

Awalnya kulit memang tampak kusam banget. Lama baru kelihatan mendingan.

Meski belum sekinclong artis korea, lumayanlah... Bare face tampak lebih sehat, kulit ngga begitu rewel, dan kalau bermasalah alhamdulillah lebih cepat pulih.

Baca juga : Kulit Rentan Bermasalah? Yuk, Puasa Produk Kosmetika.

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Dimana Cek Statistik Blog Yang Kredibel?

Selasa, 27 Maret 2018
Bismillah...

Halo halo!

Melihat statistik blog yang ratusan ribu hingga jutaan memang sedap-sedap gimanaaa gitu ya.

Apalagi jika blog tersebut bener-bener dirintis dari 0 pageview.

Pas awal-awal blogging berasa monolog ngomong sendiri, sampai akhirnya ada orang yang nyasar baca haha.

ETAPI TUNGGU DULU!

Kamu sudah cek statistik blog melalui sumber lain?

Hasilnya bisa beda jauh lho :D

Sebagaimana yang kita tahu, statistik bawaan blogspot kurang tepat perhitungannya. Traffic yang ditampilkan lebih banyak dibanding aslinya, karena dia juga melaporkan kunjungan bot dan spam (cmiiw).

Maka jangan heran kalau di statistik bawaan blogspot pageview-nya bisa jutaan, tapi kenyataannya~ pas dicek di Google Analytics cuma setengah atau bahkan sepertiganya saja.

LOL, when reality hits you hard.

Berikut beberapa situs recommended untuk mengecek statistik blog...

Google Analytics


Sudah jelas betapa pentingnya(?) Google Analytics haha.

Pelajarilah walau dikit-dikit. Ben ketok pinter. Lumayan sebagai motivasi untuk memperbaiki kualitas konten dan blog kita secara keseluruhan :D

Baca juga : Memilih Artikel yang Perlu Diperbaiki dengan Google Analytics

Statcounter


Saya pakai ini sejak tahun lalu.

Hitungannya 11-12 dengan Google Analytics dan tampilannya lebih bersahabat buat orang awam seperti saya.

Selain Statcounter, ada juga Histat yang fiturnya mirip-mirip.

Grafiknya kok menurun sist?

Sudah saya ceritakan sepintas di link berikut :D

Baca juga : Wah, Blogku Debuan!

Similarweb


Hmmm... ini situs buat yang suka cek-cek peringkat dan dapetin informasi traffic dari situs/blog kompetitor.

Kalau baca-baca sih, yang mastah-mastah bilang lebih bagus Similarweb daripada Alexa (cmiiw).

Jauh banget memang rank di Alexa dan Similarweb (karena cara ukurnya memang beda). Kalau dicek, yang agak mendekati (tidak persis ya) dengan laporan di Google Analytics adalah Similarweb.

Barracuda Panguin SEO Tool



Bagi orang yang mengelola situs besar, Barracuda Panguin Tool sangat recommended sebagai pendamping Google Analytics.

Jadi situs ini mencocokkan rekam data dari Analytics dengan jadwal update algoritma Google.

Dari situ kita bisa lihat, bagaimana dampak update algoritma Google ke situs/blog kita.

Blog saya traffic-nya ngga besar sih, tapi lucu aja kalau lihat laporannya :D

Di bawah ini contoh efek kena update algoritma Google xixixi :))

Klik link : https://barracuda.digital/panguin-seo-tool/

InsyaAllah safe and secure.

---

Eniwei, ada yang kena timpuk algoritma Google juga ngga bulan ini? :)) *haha unjuk tangan sendiri karena jarang posting.

Lagi musim update algoritma lagi nii, jadi wajar(?) kalau traffic naik turun secara dramatis. Nikmatin aja... Emang suka gitu si Mbah *LOL, malah nyalahin Google.

---

Catatan :

Standar kualitas situs yang ideal ditinjau dari E-A-T [1][2].

Expertise : penulis adalah ahli di bidang yang dibahas. Poin ini penting untuk situs kesehatan, keuangan, dan hukum. Selain itu, yang jadi tolok ukur situs ideal adalah informatif dan bermanfaat.

Authority : kurang lebih tentang review yang positif dan percakapan berkualitas di forum diskusi (cmiiw).

Trustworthy : penekanan untuk situs e-commerce dan/atau situs-situs yang menerima informasi pribadi, serta memfasilitasi transaksi pembayaran online.

---

Akhir kata...

Kalau kamu rutin posting konten yang bermanfaat, blog kamu bisa survive kok insyaAllah.

Dan denger-denger update yang terbaru cenderung support ke situs/blog yang berkualitas tapi underrated (cmiiw).

Baca juga : Kenapa ya Blogku Ngga Berkembang?

Wallahu a'lam.
Mohon maaf jika ada kesotoyan yang kurang berkenan.
Modal browsing doang soalnya hehe.

Semoga bermanfaat.
Happy blogging and have a nice day! :D

Sabar

Senin, 19 Maret 2018

Bismillah...

Sebelum lanjut ke seri Happiness berikutnya, sepertinya saya perlu posting tentang ini.

Mungkin di antara kamu ada yang sedang mengalami stres berat, putus asa, dan merasa stuck... seolah-olah, kata "bahagia" itu too good to be true :')

---

#1 Sadari bahwa ini ujian

Klise ya?

Masalahnya... Sebagian orang tahu kalau hidup ini isinya ujian, tapi sikapnya tidak seperti orang yang sedang diuji dan diawasi.

Saat kita diuji, kadang kita lebih fokus pada rasa sakitnya ketimbang ujiannya.

Al Hasan Al Bashri rahimahullah menjelaskan... Dalam kondisi sehat/senang, semua "sejajar dalam iman". Tapi begitu bala'/cobaan datang, barulah tampak... siapa yang benar-benar kokoh imannya.

Dalam kondisi netral dan senang, mudah sekali mengutip petuah tentang kebersyukuran, baik sangka sama Allah, memaafkan, senyum adalah sedekah, dst.

Nah, saat diuji, apakah kita masih bisa bilang Alhamdulillah (segala puji bagi Allah)?

Beda lho rasanya mengucapkan Alhamdulillah saat kita sedang di atas angin... dan mengucapkan Alhamdulillah saat lagi jatuh-jatuhnya.

Maka coba pelan-pelan perhatikan reaksi kita saat diuji.

Amati juga kira-kira pelajaran apa yang bisa kita ambil dari kejadian tersebut.
"Seorang mukmin adalah orang yang senantiasa merasa diawasi oleh Allah, mengevaluasi dirinya, dan membekali diri untuk menyambut akhiratnya." (Sahl bin Abdullah rahimahullah)
---

#2 Rencana Allah selalu lebih baik
Maybe you're asking for a drop of water and Allah wrote for you the ocean. (Unknown)
Seringkali kita tidak sadar kalau sedang dipersiapkan untuk sesuatu yang lebih baik dan dijauhkan dari marabahaya yang lebih besar.

Ada kalanya hikmah dari apa yang kita alami tidak langsung tersingkap saat itu juga.

Maka jangan tergesa-gesa menyimpulkan suatu kejadian.

Apa yang Allah takdirkan, itulah yang terbaik untuk dunia, agama, dan akhiratmu.

---

Akhir kata...

Apa yang kamu alami saat ini pun akan berlalu, sebagaimana ujian-ujian sebelumnya.

Selama kamu bertaqwa, pasti akan ada solusi dari arah yang tidak diduga-duga.

Hanya Allah yang Maha Tahu apa yang akan terjadi di masa depan.

Baik sangkalah kepada Allah, karena kamu sendiri tidak tahu takdirmu.

Kamu tidak tahu apa yang sedang Allah siapkan untukmu.

Ingatlah selalu bahwa Allah menginginkan kebaikan untukmu, lebih dari dirimu sendiri.

InsyaAllah bersambung... (PTG, Gratitude, dst)

Wallahu a'lam.
I hope this makes you feel better.
Thanks for reading and have nice day.

Be Gentle with Your Skin

Jumat, 16 Maret 2018

Bismillah...

Rutinitas merawat kulit adalah saat-saat yang saya senangi... ibarat memanjakan diri sendiri.

Yaahh... walau kulit saya juga belum kinclong-kinclong amat haha :))

Sebenarnya topik ini sering diulang ya, karena saya pun suka lupa.

Kadang kita terlalu semangat untuk merawat kulit, sampai-sampai ngga sadar kalau sudah berlebihan (overdoing).

Uring-uringannya pas kulit berasa aneh, padahal produk yang digunakan cocok dan bagus-bagus semua.

Pernah ngga kamu mengalami hal tersebut? :D

Baca juga : Apakah Kamu Berlebihan Merawat Kulit Wajah?

---

Belakangan ini saya sedang mencoba beberapa produk perawatan pori untuk dibandingkan.

Produk-produk tadi saya gunakan selang-seling hampir setiap hari. Ceroboh banget memang...


(Agak-agak mendung gitu ya fotonya...)

Awalnya bagus, komedo berkurang drastis...

Tapi saya lupa kalau kondisi kulit saya saat ini cenderung kering dan dehidrasi. Sedangkan (you know-lah) produk-produk perawatan pori identik untuk tipe kulit berminyak.

Lambat laun, kulit wajah saya jadi kering aneh dan muncul dry patch di hidung. Kurang lebih sama seperti saat dulu memakai baking soda sebagai scrub.

Reaksi negatif tampak jelas setelah menggunakan produk tabir surya. Saat diraba, kulit wajah terasa kasar mrintisan.

Saya pikir mungkin sudah ngga cocok dengan sunscreen-nya. Jadi, selama beberapa hari saya skip penggunaan sunscreen karena kulit terasa begah. Padahal sebelumnya ngga ada masalah sama sekali lho.

Beberapa hari lalu saya baru sadar, kalau penyebab kulit saya bermasalah adalah...

Overexfoliated!

Lol, sudah sangat jelas sebenarnya, tapi baru ngeh.

---

What to do?

Jika mengalami hal yang serupa...

Stop total produk skin care yang kamu gunakan untuk menenangkan kulit.

Etapi ngga perlu stop total kalau setelah dipertimbangkan kulit kamu tetap butuh produk-produk tertentu :D (lah... gimana sih bosque?).

Maksudnya, kamu cukup mengurangi jumlah produk yang digunakan (mis. yang mengandung agen exfoliant) dan/atau mengatur frekuensi pakainya. Kemudian amati progres kulit kamu...

Ketika kulit membaik, pelan-pelan kamu bisa mulai regimen skin care yang lebih sesuai dengan kondisi kulit terkini.

Bdw, setelah kurang lebih 2-3 hari skip menggunakan produk skin care, alhamdulillah kulit saya pulih.

Baca juga : Kulit Rentan Bermasalah? Yuk, Puasa Produk Kosmetika.

---

Tips!

Mengatasi komedo dan kroni-kroninya di kulit kering memang sangat menantang(?).

Bagi kamu yang kulitnya kering dehidrasi, cari bahan atau produk yang relatif ringan untuk membersihkan kulit dan mengangkat sel kulit mati.

Misal...

Konjac sponge.
Cleansing sponge.
Cleansing brush dengan bristle yang lembut.
Cleansing pad yang terbuat dari silikon.
Kain muslin atau washlap (baby towel) yang dibasahi air hangat.
Kapas dan acid toner (mis. Lactic acid) yang formulanya gentle.
Oil cleansing method.

Lebih lanjut bisa browsing sendiri yaa, terutama tentang OCM dan acid toner for dry skin :D

Noted!

Eksfoliasi cukup 1 kali seminggu untuk kulit yang sangat kering.

Hindari scrub yang kasar (termasuk diy scrub dari bubuk kopi dst) serta produk peeling yang harsh.

Hindari juga overcleansing. Sudah dibahas di post sebelumnya...

Baca juga : Skin Care itu Disesuaikan dengan Kebutuhan dan Kondisi Kulit

Sel kulit mati di wajah itu beda dengan daki pas kita luluran. Jadi, ngga perlu keras-keras ngegosok kulitnya. Sel kulit mati diusap kapas dan exfoliating toner saja sudah rontok kok :))

Setelah eksfoliasi (plus maskeran~ optional), segera lembabkan kulit kamu.

---

Melembabkan kulit yang sedang bermasalah

Cari produk pelembab yang tekstur dan formulanya ringan (mis. yang ditujukan untuk kulit sensitif).

Beberapa ingredient pelembab yang baik untuk kulit kering [1], di antaranya...

Glycerine
Hyaluronic acid
Sorbitol
Allantoin
Oats
Honey
Aloe
Minyak tumbuh-tumbuhan (yang tidak mengiritasi)
Sodium PCA

Oh iya, sekarang banyak hydrating/moisturizing toner yang bagus.

Kalau mau lebih praktis, sebagian tonernya bisa kamu pindahkan ke botol spray. Jadi, tinggal disemprot-semprot saat kulit terasa kering kerontang.

Facial spray dari thermal spring water seperti Avene, Evian, dan sejenisnya masih jadi produk recommended. Terlebih kalau kamu menghindari zat pewangi dan ingredient tertentu yang berisiko mengiritasi kulit yang rentan.

Eniwei, pas kulit lagi "normal", thermal spring water memang kayak ngga ngefek. Khasiatnya baru terasa saat kulit sedang bermasalah.

Baca juga : Evian Natural Mineral Water Brumisateur Facial Spray

---

Kulit sudah membaik, tapi masih rada dehidrasi...

Hydrating, hydrating, hydrating.

Ngomong sih gampang ya :))

Quick fix yang biasa dianjurkan adalah...

(1) Melayer toner,
(2) Chizu Saeki Method (CSM),
(3) dan sheet mask.

Sedangkan untuk perawatan harian, kurang lebih...

(1) Menggunakan hydrating essence/booster/toner, 
(2) cari pembersih yang pH balanced (tidak membuat kulit jadi kering kesat),
(3) dan jangan berlebihan membersihkan wajah.

Lebih lanjut bisa ceki-ceki juga link berikut...

Kulit Dehidrasi dan Cara Mengatasinya

Silakan jika ada yang ingin menambahkan :D

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Hati-hati dengan Pujian dan Popularitas

Kamis, 15 Maret 2018

Bismillah...

Al Fudhayl bin Iyadh rahimahullah berkata...

"Wahai sungguh kasihan engkau...

Engkau berbuat buruk, namun engkau merasa berbuat baik.

Engkau tidak tahu, namun engkau merasa seorang alim.

Engkau pelit, namun engkau merasa dermawan.

Engkau dungu, namun engkau merasa cerdas.

Sesungguhnya ajalmu pendek, sementara angan-anganmu panjang."

(Siyar A'lamin Nubala, 8/440)

---

Al Hasan Al Bashri rahimahullah berkata...

"Aku berteman dengan orang-orang yang jika salah seorang dari mereka ditunjukkan kepada hikmah, maka ucapan itu bermanfaat baginya dan bagi teman-temannya.

Tak ada yang mencegahnya untuk mengucapkan hikmah itu, kecuali karena takut menjadi terkenal.

Jika salah seorang dari mereka lewat di jalan, lalu melihat bahaya di sana, maka tak ada yang mencegahnya untuk menyingkirkan bahaya itu, kecuali karena takut menjadi terkenal."

(Ibn Al-Mubarak, Az Zuhd)

---

Ibrahim bin Adham rahimahullah berkata...

"Tidaklah bertakwa kepada Allah orang yang ingin kebaikannya disebut-sebut orang."

(Ta'thirul Anfas, hal. 286)

---

Al Fudhayl bin Iyadh rahimahullah berkata...

"Engkau memperindah dirimu untuk pujian manusia.

Engkau melakukan pencitraan untuk sanjungan manusia.

Engkau mempersiapkan diri untuk mereka.

Dan engkau senantiasa menampakkan dirimu untuk dilihat oleh mereka, sampai akhirnya engkau terkenal di kalangan mereka.

Mereka berkata : Ini adalah orang shalih!

Mereka pun memenuhi semua kebutuhanmu.

Mereka memperluas majelis untukmu, mereka mengagungkan dirimu.

Celaka engkau!

Sungguh jelek dirimu bila demikian keadaanmu!

Bila engkau mampu untuk tidak dikenal, maka lakukanlah.

Tiada mudharat bagimu bila engkau tidak dikenal.

Tiada bahaya bagimu bila engkau tidak dipuji.

Tiada dosa bagimu bila engkau dicela oleh manusia, namun engkau terpuji di sisi Allah."

(At Tawwabin, karya Ibnu Qudamah rahimahullah)

---

Catatan

Para Sahabat radhiyallahu 'anhuma dan ulama-ulama besar terkenal. Tapi mereka tidak peduli jadi orang terkenal atau tidak. Mereka tidak berambisi untuk dipuji.

Benarlah nasihat Ahli Ilmu...

Jangan takjub dengan diri sendiri.

Jangan terbuai.

Terus mengintrospeksi jiwa, karena nafsu condong pada pujian.

Allahul musta'an.
Thanks for reading and have a nice day.

Bidadari itu Tersembunyi

Jumat, 23 Februari 2018

Bismillah...

Belakangan ini lagi rame tentang oknum(s) yang melecehkan foto-foto akhwat dan ummahat ber-niqab.

Allahul musta'an.

Lebih lanjut bisa cek akun instagram @ukhtiakhiantiselfie.

Ada pula yang sharing pengalaman... Sebagian laki-laki tidak lagi segan dan menundukkan pandangannya saat berhadapan dengan muslimah bercadar.

Ini jadi reminder... Se-syar'i apapun penampilan muslimah, tetap jadi fitnah (ujian) bagi laki-laki.

Yang ber-niqab tapi masih selfie berdalih bahwa itu cara mereka untuk menginspirasi dan memotivasi akhwat lain.

Orang-orang yang belum paham akhirnya mengira... yang berjilbab lebar atau bercadar bisa bebas-bebas saja upload foto di social media.

Saya tahu, ilmu dan ketaqwaan saya masih sangat kurang dibanding anti.

Tapi wallahi, demi Allah, saya lebih terinspirasi dengan ummahat yang tidak menginginkan ketenaran dan benar-benar menahan diri untuk selfie.

Saya terinspirasi dengan ummahat yang eksis bukan karena fotonya, tapi karena karya dan faidah kajian yang mereka rangkum.

Saya terinspirasi dengan kokohnya manhaj ummahat yang rutin hadir di majelis ilmu.

Saya kagum dengan ummahat yang elegan menjaga kehormatannya, menghindari ikhtilat, dan tidak bermudah-mudah (tegas) saat berinteraksi dengan lawan jenis.

Saya salut dengan muslimah yang mampu berdamai dengan egonya untuk tidak tampil dan berhias di depan ajnabi.

Tahanlah untuk tidak upload foto diri dan video ke social media (note to myself too). Sedikit banyak, perilaku kita bisa berdampak ke muslimah lain.

Lagipula ini untuk keselamatan dan kehormatan anti juga kok ㅠ_ㅠ

Akhir kata...

Ukhti shalihat... Bidadari tetaplah bidadari, meski ia tersembunyi.

Semoga Allah senantiasa menjaga dan memberikan hidayah-Nya kepada kita.

Barakallahu fiikunna.

Thanks for reading and have a nice day.

Mengatasi Bau Badan

Senin, 05 Februari 2018

Saya orang yang sangat-sangat-sangat insecure dengan yang namanya bau badan. Karena kalau kita sendiri mencium sedikit bau, aroma yang tercium di orang lain bisa berkali-kali lipat menusuknya.

Kadang orang yang bau badan dikira water-proof (baca: males mandi). Padahal ada yang badannya cepat bau meski sudah mandi.

Bau badan karena keringat?

Keringat berfungsi untuk mengatur suhu tubuh.

Sebenarnya, keringat kita tidak bau lho. Yang menyebabkan bau tidak sedap adalah bakteri.

Selain itu, faktor-faktor lain seperti hormonal, stres, makanan, penyakit, dan obat-obatan tertentu juga menyebabkan bau badan lebih tajam dibanding biasanya.

---

Cara Mengatasi Bau Badan Tak Sedap

#1 Hilangkan bulu ketiak 

Bulu ketiak memperlambat proses menguapnya keringat, sehingga bakteri punya waktu lebih banyak untuk mengubah substansi keringat jadi lebih bau.

Maka usahakan rutin menghilangkan bulu ketiak untuk mencegah bakteri numpuk di ketek kita sodara-sodara.

Coba dijadwalkan saja... misal tiap hari Jumat atau weekend. Bisa dengan waxing, cukur, cabut, atau laser kalau mau menghilangkan secara permanen.

#2 Sabun badan anti-bakteri

Sabun mandi yang saya gunakan adalah Dettol.


Beli yang labelnya Body Wash ya, bukan Hand Wash. Hati-hati tertukar, karena kemasannya mirip banget.

Banyak sih sabun anti-bakteri merk lain yang bagus. Tapi yang langsung muncul trriiing~ di kepala saya tuh Dettol :))

#3 Menggunakan deodorant dan/atau anti-perspirant

Sekilas info...

Deodorant : mengurangi bau badan.

Anti-perspirant : mengurangi keringat.

Alhamdulillah saya tidak bermasalah dengan keringat berlebih, jadi produk yang saya gunakan adalah deodorant (tanpa anti-perspirant).

Eniwei, sudah 3 tahun saya menggunakan deodorant alternatif yang (katanya) lebih aman. Kadang ada deodorant yang residunya bikin lipatan baju jadi kuning-kuning dan kaku gitu.

Berikut beberapa produk yang pernah saya pakai...

Crystal Body Deodorant Stick

Deodorant alami yang paling populer adalah Crystal. Produk ini tidak berbau, tidak lengket, dan tidak meninggalkan residu.

Cara kerjanya dengan membentuk layer untuk mengatasi bakteri penyebab bau badan.


Deskripsi produk 

Natural deodorant protection. Safe for environment. Endorsed by Cancer Treatment Centers.

Crystal body deodorant is made of Natural Mineral Salts which prevent body odor by creating an invisible protective barrier against odor causing bacteria.

It is fragrance free, non-sticky, non-staining, leaves no white residu and can be used by both men and women.

Crystal body deodorant can last up to a year of daily use.

Directions : Moisten the top of the stone and smooth under arms or soles or feet.

Ingredients : Potassium Alum (Natural Mineral Salt)


Bisa dibilang Crystal ini semacam... err... tawas canggih(?).

Kemasannya bulky dan ringkih. Untuk coba-coba, lebih baik beli travel size-nya.

Crystal awet banget lho. Bisa untuk setahun lebih pemakaian.

Cara pemakaiannya kurang praktis, karena mesti dipakai dalam kondisi basah. Jadi, kalau mau dibawa kemana-mana mesti bawa botol spray isi air untuk membasahi ketiak dan Crystal-nya.

--

G-OX Natural Deodorant

Nah ini versi lokalnya Crystal.

Harganya jauh lebih murah. Sekitar Rp 14.000-18.000an (tergantung beli dimana).

Selain Potassium Alum, G-ox juga mengandung minyak daun sirih dan minyak serai. Kalau dari pengalaman pribadi, G-ox malah lebih baik dibanding Crystal (tapi ngga tau kalau di orang lain gimana...).

Cara pemakaiannya sama dengan Crystal. Hanya berfungsi jika dipakai dalam kondisi basah.


Deskripsi produk

Safe and chemical-free alternative for you.

G-ox diproduksi untuk membantu mengatasi masalah bau badan pada pria dan wanita yang selalu ingin tampil lebih segar dan tidak repot.

Komposisi : Piper Betle leaf oil, Aqua, Potassium Alum, Cymbopogon Nardus Oil, Cl 19140, Cl 42090.


Bentuknya bulat simpel, tapi kurang ergonomis. Suka ngga selamat pas jatuh.

Trus gambar kemasannya juga agak-agak ya... macam produk apalah gitu.


--

Bedak Purol

Ini produk yang paling lama saya gunakan. Pertama kali tertarik dengan Purol itu waktu di-review sama Momzhak (Halabea) :D

Isinya banyak, jadi cukup awet kalau hanya digunakan untuk area ketiak saja.


Deskripsi produk

Bedak Harum purol anti-bakteri membantu melindungi kulit keluarga Anda.

Mengurangi bau badan dan menyerap keringat.
Membantu melindungi agar kulit tetap sehat dan segar.
Memberikan wangi feminin yang lembut.

Usapkan secara perlahan ke seluruh tubuh, terutama di bagian kulit yang terkena iritasi ringan.

Perhatian! Tidak cocok digunakan untuk anak berusia di bawah 3 tahun. Jauhkan serbuk dari hidung dan mulut anak-anak.

Komposisi : Talc, Zinc Oxide, Corn (Zea Mays) Starch, Sulfur, Water, Silica Dimethyl Silylate, Salicylic Acid, Perfume, Canola Oil, Dimethyl Phenylbutanol, Propylene Glycol, Styrax Benzoin Resin Extract, Glycerin, PEG-40 Hydrogenated Castor Oil, Lecithin, Ascorbyl Palmitate, Citric Acid.


--

Bedak Lejen Fenomenal MBK

MBK itu singkatan dari Menghilangkan Bau Keringat.

Produk ini sempat populer sebelum ada slogan burket (bubur ketek). Yaelah, namanya juga bedak... :)) Kesannya nista banget, kalau bedakin ketiak.

Baru sebulanan ini saya coba MBK. Serbuk bedak MBK lebih halus dibanding Purol, dan aromanya juga wangi banget.


Deskripsi produk

Dapat mengurangi bau badan yang tidak enak untuk pria dan wanita.

Cara pemakaian : setiap habis mandi, pakailah bedak ini dan ambillah dengan jari tangan Anda, lalu gosoklah dengan rata di ketiak Anda, maka akan mengurangi bau tak sedap.

Ingredients : Tawas, Talc, dan Perfume.


Ngomong-ngomong... sekitar awal bulan lalu, ada teman saya (yang lama tak jumpaaa) liburan ke Makassar. Ngga usah sebut nama deh, karena ini menyangkut reputasi dia :))

Iseng-iseng, saya tanya, "(Udah sore), badanku bau ngga?"

Sambil ngendus, dia jawab, "Ngga kok."

"Aku pake MBK tau..."

"Lah, samaaa!" :))

...dan kami pun tertawa (sori, absurd).

Itu saya keluar rumah dari jam 9 pagi sampai maghrib lho. Lumayan banget kan daya tahannya? :D

Kekurangannya MBK... hmmm paling dicap alay xixixixi.

Review MBK rata-rata positif kok di Female Daily [1]. Lucu aja baca pengalaman orang ada yang tahan malu pas beli di warung :))

Bedak MBK juga dijual di drugstore (Guardian) dan supermarket (Hypermart). Harga sasetannya murah, sekitar Rp 1.500-2.500an. Sedangkan harga per dus-nya sekitar Rp 20.000-30.000an.

--

Catatan

(1) Deodoran alternatif (tanpa anti-perspirant, terutama bedak) kurang ampuh untuk orang-orang yang produksi keringatnya berlebih.

Untuk mengatasi basket (basah ketek), sekarang ada armpit pad. Kalau versi DIY-nya bisa pake (maaf) panty liner yang dilekatkan di lipatan baju.

(2) Bahasan tentang Alumunium Chlorohydrate dan kawan-kawannya (anti-perspirant, cmiiw) sangat kontroversial, karena sering dikaitkan dengan Alzheimer dan Kanker. Allahul musta'an.

Ada yang berpendapat kalau bukti penelitiannya kurang kuat. Ada juga yang menyarankan sebaiknya kita hati-hati.
Kalaupun kita menghindari ingredient tertentu, idealnya juga dibarengi dengan asupan gizi dan gaya hidup yang sehat.
Crytal dan G-ox juga mengandung Alum, apa bedanya?

Kalau dari penjelasan produsennya, molekul Potassium Alum lebih besar ketimbang Alumunium Chlorohydrate. Jadi tidak sampai terserap masuk ke dalam. Fungsinya sebatas membentuk layer di permukaan kulit (invisible layer) yang mengatasi bakteri penyebab bau badan.

(3) Bedak talc bahaya?

Talc yang beredar di pasaran umumnya sudah murni dari asbes. BPOM juga mengeluarkan statement bahwa produk terdaftar yang mengandung talc aman untuk digunakan [2].

Meski demikian, baca anjuran pakai produk dan baiknya hindari penggunaan bedak di area genital.

(4) Deodorant alternatif jaman sekarang cukup beragam.

Kamu bisa coba deodorant spray (yang dijual di toko-toko organik), yang lebih praktis. Biasanya mengandung peppermint oil, tea tree oil, rosemary oil, citrus oil, dst.

Ada juga yang menggunakan DIY deodorant dari susu magnesia (magnesium hydroxide); campuran minyak kelapa dan baking soda(?); himalayan salt, dan lainnya.

Himalayan salt yang dimaksud sudah dipadatkan dan dibentuk menjadi bola kecil. Cara pakainya sama dengan Crystal. Saya cuma lihat di youtube sih :( Ngga tau juga di sini beli dimana (atau cara buatnya seperti apa).

(5) Deodorant alternatif biasanya kurang tahan lama dibanding yang umum beredar di pasaran.

Disarankan memakai tisu basah atau tisu kering sebelum apply ulang.

---

#4 Jaga makanan!

Bau badan erat kaitannya dengan kondisi dalam tubuh kita. Contoh, makanan yang pedas (rempah) dan daging merah juga bisa memperparah bau badan sebagian orang.

Intinya sih banyak makan sayur dan buah.

Untuk poin ini, saya cocok banget minum klorofil.


Kesannya seperti minuman ilmu hitam gitu ya... Tapi rasanya biasa saja, kayak rendaman daun.

Itu jadi gelap banget juga karena tuangnya kebanyakan. Yang kita butuhkan cukup 1-2 sloki untuk segelas air putih.

Sedangkal pengetahuan saya, tidak semua orang cocok minum klorofil (cmiiw). Kalau memang tidak cocok, kamu bisa cari alternatif lain, misalnya smoothies, jus buah, atau teh herbal (peppermint tea, dst).

Baca juga : Minum Air Putih!

---

Akhir kata...

Selain mengandalkan produk, perhatikan kondisi dalam tubuh untuk menghindari bau tak sedap.

Belajar kontrol stres juga manteman. Coba perhatiin deh, saat kita stress (cemas, ketakutan, dst), keringat jadi lebih banyak dan baunya rada beda.

Oh iya, sebisa mungkin gunakan baju-baju longgar dengan serat yang memudahkan kulit untuk "bernapas", supaya keringat cepat menguap.

Terakhir, yang namanya produk deodorant/anti-perspirant juga cocok-cocokan. Kalau produksi keringat kamu tidak wajar atau kamu mengalami iritasi dan alergi, baiknya konsultasikan ke dokter ya :D

Baca juga : Parfum Arab Wangi Murah Meriah

Wallahu a'lam.
Mohon maaf jika ada kesotoyan yang kurang berkenan.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.