HANITIS

Kebiasaan Mudah Berfaidah Untuk Kulit Wajahmu

Jumat, 13 Juli 2018

Bismillah...

Post kali ini adalah recap dari beberapa postingan beauty talk yang sudah saya hapus (dan dari bahasan di komentar) :D

---

#1 Positivity.

Mulai regimen skin care dengan sesuatu that makes you feel better (tsah). Misalnya seperti baca bismillah dulu sebelum apply produk, berdoa, atau tersenyum di depan cermin.

Ih penting banget ya?

Penting, supaya kita lebih enjoy menunaikan "regimen skin care".

Ada kalanya kita merasa terbebani untuk disiplin menggunakan krim obat dan skin care sebelum tidur. Yang ngobatin jerawat kurang lebih paham yaa rasa hati kek gini.

Kalau kita merasa regimen skin care adalah momen buat memanjakan diri, kita bakal lebih sabar dan telaten menjalaninya.

---

#2 Basuh wajah.


Cara membasuh wajah yang ideal adalah dengan menadah air di kedua telapan tangan, kemudian basuh wajah tanpa menggosok dengan keras.

Jadi, kita biarkan air mengalir begitu saja dan usap kulit seperlunya.

---

#3 Mengeringkan wajah.

Pengering wajah yang biasa digunakan adalah sponge dan tissue.

Kekurangan sponge lebih ke penyimpanannya yang tricky. Karena dia lembab, jadi mudah berjamur jika tidak hati-hati disimpan.

Tissue dapat menyerap air dan memberi hasil yang pas untuk masuk ke step perawatan berikutnya (mis. toner, serum, dst), yakni tidak basah, tapi juga tidak terlalu kering.

Tapi kalau pake tissue lumayan boros ya untuk pemakaian sehari-hari ^^;

Bahan untuk mengeringkan wajah yang washable (bisa digunakan berkali-kali) adalah handuk microfiber khusus wajah atau handuk bayi biasa (washlap yang seratnya lembut).

Kalau bisa sedia 2-3 buah untuk ganti-ganti (cuci-kering-pake).

Emang kenapa kalau kulit kita dibiarkan kering dengan sendirinya?

Memang bisa.

Tapi kalau kulit kita kering dan rentan dehidrasi, bakal berasa banget sensasi kering-kaku-ketarik ketika kulit di-air dry begitu saja (cmiiw).
Setelah mencuci wajah dengan sabun pembersih dan mengeringkan wajah (dengan cara apapun), kulit mesti segera dilembabkan (note to myself too).
Bdw, ada artis Jepang (atau Korea Selatan ya? Lupa, video lama banget) yang tidak mengeringkan wajah setelah membasuh wajah.

Dia hanya menyeka kelebihan air di wajahnya, kemudian langsung menggunakan pelembab untuk mengunci kelembaban kulit.

Cara ini pernah saya praktekkan menggunakan Hada Labo Lotion dan memang kulit jadi lebih terhidrasi.

Tapi ini tidak bisa digeneralisir, karena masing-masing produk (obat topikal, toner, essence, serum, dst) ada anjuran pakainya masing-masing. Misal produk akan lebih bekerja jika digunakan di kulit yang kering.

Baca : Kulit Dehidrasi dan Cara Mengatasinya

---

#4 Usap kapas.

Saat menggunakan kapas, cukup diusap.

Jangan ditekan/digosok keras. Apalagi kalau kita sedang menggunakan exfoliating toner.

Gesekan ringan pada kulit sudah bisa meluruhkan kotoran dan sel kulit mati.

---

#5 Pembersih berbasis minyak atau balm untuk heavy make up.
For gentle cleansing : The greasier, the better.
Sering dengar slogan tersebut kan? :D

Sebum, ampas make up, dan debu akan lebih mudah lumer dan terangkat jika dibersihkan dengan pembersih berbasis minyak dan balm.

Cara pemakaian yang umum adalah...

(1) Menuangkan minyak di telapak tangan atau melumerkan balm di jari hingga balm berubah menjadi minyak.

(2) Meratakan minyak di wajah.

(3) Tunggu beberapa saat (sekitar 1-3 menitan? cmiiw)

(4) Usap kulit wajah.

(5) Ringkas minyak dengan kapas, toner, dan/atau facial foam.

Untuk memastikan minyaknya teringkas, lanjutkan dengan membasuh kulit wajah dengan air hangat.

Kalau butuh sabun pembersih setelah oil/balm cleansing, sebaiknya di-foaming.

Baca juga : Hada Labo Tamagohada Face Wash

---

#6 Mendinginkan kulit di siang hari.

Ini tips dari Star Beauty Show - Anti Melanin Treatment for Whitening Skin.

Suhu kulit wajah sebaiknya berada di bawah 30° Celcius.

FYI, suhu panas dapat memicu produksi melanin dan merusak collagen di kulit.

Cara yang dianjurkan adalah dengan membekap wajah dengan menggunakan handuk yang sebelumnya disimpan di kulkas atau handuk yang dibasahi air es.

Bisa juga dengan menggunakan DIY Mask dari buah semangka yang mampu mendinginkan dan menghidrasi kulit. Kalo di Indonesia, kita familiar dengan yang namanya bedak dingin :D

Oh... Gapapa, aku kan pake AC.

Kalau pake AC, atau tinggal di dataran tinggi yang dingin problemnya beda lagi.

Udara yang kering membuat kulit jadi dehidrasi.

Disarankan menggunakan air humidifier, handuk lembab yang ditaruh di samping ranjang, essence/serum dengan ingredient yang mampu menghidrasi kulit, atau kalau mau lebih praktis bisa menggunakan face mist.

Baca juga : Es Batu Untuk Kulit Wajah

---

#7 Tidak menyentuh kulit wajah.

Saya tahu ini sulit sekali :" Tapi, jari kita kotor. Banyak bakterinya.

Usahakan jangan utak-atik kulit wajah, apalagi jika sedang bermasalah.

Jangan pencet-pencet jerawat juga. Kelakuan kita itu berisiko meninggalkan bekas jerawat (bopeng, acne scar yang dalam).

Kalaupun kita susaaah banget ngontrol jari yang tau-tau sudah nangkring di wajah, baiknya rajin cuci tangan dan sedia hand sanitizer.


---

#8 Gunakan produk sesedikit mungkin.

Statement ini sering saya kutip ulang...
Jika memungkinkan, lebih baik menggunakan sedikit produk tapi tepat sasaran, daripada memakai berlayer-layer produk yang belum tentu kita butuhkan.
Pemakain skin care berlayer-layer memang ngehip banget, tapi yang perlu digarisbawahi, kondisi dan kebutuhan kulit masing-masing orang itu berbeda.

Apalagi kalau kita salah layer... Malah melayer produk yang formulanya kontra satu sama lain.

Risiko paling ringan, active ingredient tidak bekerja maksimal. Risiko beratnya adalah break out (iritasi, bruntusan, dst).

Selain itu, menggunakan sedikit produk juga lebih praktis, efisien, dan hemat :D

Baca juga : Kulit Rentan Bermasalah? Yuk, Puasa Produk Kosmetika.

---

#9 Gunakan produk yang ringan.

Ini penting untuk kulit yang sensitif dan acne prone. Pembahasan untuk poin ini kita bagi dua...

(a) Formula

Sekarang kan lagi musim skin care dengan konsentrat maksimal. Pemilik kulit sensitif mesti hati-hati, karena bisa jadi too harsh buat kulit kamu.

Kalau kamu butuh produk pencerah atau produk dengan fitur spesifik lainnya (anti aging, firming, dst)... Cari produk yang formulanya mengandung active ingredients, tapi tetap gentle di kulit. Kemudian usahakan konsisten.

Selain itu, (kalau bisa) produk tersebut juga tidak mengandung pewangi, alkohol kadar tinggi (astringent), dan ingredient lain yang sebenarnya tidak dibutuhkan kulit.

Nah, (sayangnya) produk semacam ini biasanya direview dengan...
"Sudah 1-2 mingguan pake, kulitku fine-fine aja ngga ada reaksi negatif. Efeknya ngga gitu dramatis kayak iklannya. Kulit muka kelihatan lebih sehat sih, walau masih kusam."
Hmmm... Benar-benar menguji kesabaran dan loyalitas haha. Akhirnya pada mundur teratur duluan.

Hasilnya memang tidak instan. Slowly-but-surely gitu. Tunggu habis 1-2 botol baru kita ngeh, "Eh iya deng, ngefek! Jadi lebih cerah, bekas jerawat mulai pudar, dst dst dst."

Memang ada produk yang ringan dan progresnya juga cepat... tapi jarang. Mesti rajin-rajin browsing review.

(b) Light-weight texture.

Orang yang struggle dengan problem pori tersumbat pada satu titik di hidupnya akan menyadari (ciyee) bahwa tekstur produk sangat berpengaruh ke membludaknya komedo.

Maka cari produk yang teksturnya ringan dan mudah diserap kulit, seperti light lotion, watery essence, dst.

Baca juga : Skin Care itu Disesuaikan dengan Kondisi dan Kebutuhan Kulit.

---

#10 Cara pemakaian produk.

Banyak tips pemakaian produk yang mungkin sudah kamu ketahui, jadi saya cantumkan beberapa saja.

(a) Layering.

Saat melayer produk, gunakan dari yang paling encer, ke yang paling pekat.

Kira-kira kalau diurutkan seperti ini...
  1. Cleanser - (Exfoliator/Mask) - Toner
  2. Serum/essence
  3. Spot treatment
  4. Pelembab (termasuk face oil)
  5. Sunblock/Sunscreen (di siang hari)
(b) Gunakan serum/essence di leher.

Supaya tekstur kulit (wajah/leher) tidak beda jauh dan warnanya tidak belang.

(c) Aplikasikan masker ke arah atas.

Ini tips dari beauty talk show untuk memperlambat proses penuaan (kulit kendur).

Sebisa mungkin oleskan masker arah ke atas (melawan gravitasi), terutama untuk tipe masker yang mengering.

---

#11 Perhatikan PAO (Period After Opening).

Ingat-ingat kapan pertama kali buka kemasan produk, karena PAO itu lebih pendek dari masa kedaluwarsa.
Jika PAO sudah lewat, maka efektivitas dan kualitas produk akan menurun.
"Tanggal buka" bisa dicatat di notes dan kalender hp, atau diingat-ingat saja bukanya pas awal/pertengahan/akhir bulan.

FYI, produk kosmetika asal Korea Selatan biasanya menyediakan space di kemasan untuk mencatat tanggal buka pertama kali. Tapi sayang sih kalau dicoret-coret gitu botolnya (laaaaahh).

Baca juga : Cek Arti Simbol/Logo Kemasan Produk Kosmetika


Ngomong-ngomong, dulu saya pernah ditegur karena krim (klinik kecantikan) yang diresepkan dokter baru habis setelah 3 bulan. Padahal krimnya harus habis dalam sebulan.

Kemarin juga essence yang saya gunakan (50 ml) baru habis setelah 5 bulan (mental-mental pengiritan wkwk).

Sekilas tidak ada dampak yang berarti, tapi produknya terasa hangat-agak-pedih saat diaplikasikan.

Essence dan serum lebih mudah teroksidasi dibanding produk skin care lainnya (cmiiw). Karena itu biasanya dianjurkan untuk menghabiskan produk sekitar 1,5-2 bulan sejak kemasan dibuka.

Yaaahh... susah sist kan pakenya tipis-tipis, trus isinya lumayan banyak :(

Essence/serum yang volume-nya 30-50 ml itu bisa habis tepat waktu jika kita gunakan 2 kali sehari di wajah dan leher depan-belakang.

Tapi pertimbangkan kondisi dan kebutuhan kulit juga. Kalau kulit kita hanya sanggup pake essence/serum sekali di malam hari, insyaAllah masih bisa.

Baca juga : Skin Care-ku Dulu Tak Begini

---

#12 Gunakan tissue atau kertas minyak...

...untuk mengatasi minyak berlebih.

Jangan langsung ditimpa dengan bedak, bb cream, dan sejenisnya. Takutnya ampas make up, debu, dan sebum akan menggumpal, lalu menyumbat pori.

Atau kadang saat di rumah rada siangan, begitu kulit berminyak, ujug-ujug kita atasi dengan sabun supaya kulit jadi matte. Padahal sebum berlebih tersebut cukup diserap dengan tisu dan kertas minyak.

Hati-hati, berlebihan membersihkan wajah dengan sabun malah jadi overcleansed.

Baca juga : Kertas Minyak

---

#13 Tutup wajah dengan masker debu...

Atau penutup wajah apapun jika beraktivitas di luar ruangan (outdoor).

Orang-orang yang memiliki kulit sensitif, kulit yang sedang bermasalah, atau kulit yang sedang diobati (mis. dengan tretinoin dkk) biasanya merasakan reaksi yang tidak wajar saat terpapar terik matahari di siang hari, yaitu pedih, cekit-cekit, dan kemerahan... meski sudah menggunakan produk tabir surya.
Masker mencegah kulit wajah terpapar terik matahari dan pengaruh buruk lingkungan secara langsung.
Ini pernah dibahas duluuu waktu saya berobat menggunakan isotretinoin dan sejak itulah saya merasa kalau masker debu (atau masker kain) memang must-have item-nya kulit sensitif dan acne proner.


Ini masker kain (wolvis/woolpeach) yang biasa saya gunakan.

Sebelumnya saya juga sering pake masker debu Skrineer (abu-abu gelap). Tapi sekarang kalau lagi flu pake masker Nexcare yang buat hijaber (tali panjang), jadi ngga ribet buat dicantolin ke kuping.

---

#14 Segera hentikan pemakaian produk baru...

...jika kulit mendadak bermasalah.

Banyak yang ragu untuk berhenti dengan dalih purging.
Produk skin care yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kulitmu semestinya tidak menimbulkan reaksi negatif.
Lagipula jaman sekarang sudah banyak produk skin care yang canggih (lol). Formulanya dibuat sedemikian rupa agar risiko alergi dan iritasi bisa ditekan.

Jadi, kalau jerawat bukannya mereda, tapi malah membludak, baiknya segera hentikan pemakaian. Kemungkinan besar memang tidak cocok.


---

#15 Basuh wajah dengan air mineral saat kulit reaktif.

Tips ini dari pengalaman aktris Korea Selatan. Sudah lama banget... Lupa artisnya siapa, pas sesi talking mirror kalau ngga salah ingat.

Misal saat travelling (atau tinggal di lokasi baru), kulit kita tau-tau bermasalah (kemerahan, begah, dst). Kalau terjadi demikian, usahakan tenang dulu...

Selain stop menggunakan produk kosmetika (make up dan skin care), pertolongan pertama yang bisa kita lakukan saat kulit reaktif adalah membasuh wajah dengan air mineral.

Kalau mau yang lebih praktis, bisa menggunakan facial spray yang mengandung thermal spring water untuk menenangkan kulit.

Baca juga : Evian Facial Spray

---

#16 Minum air putih.

Tuh yaa, saking pentingnya, saya sampai bela-belain pasang foto yang ada gelas air putihnya di awal post ini, lol.
Secara umum, kondisi kulit adalah cerminan dari kondisi internal tubuh kita.
Minum air putih ibarat baseline dari perbaikan gaya hidup. Tapi sayangnya banyak dari kita yang kurang minum air putih.

Okelah, kita susah menemukan superfood yang cocok, repot kalau mau bikin smoothie, juice, atau kesulitan mengurangi gula/gorengan, dst.

Tapi ngga ada tawar-menawar untuk minum air putih.

Setidaknya pastikan kita minum air putih sekitar 2 liter per hari :D

Kalau minum air putih saja kita ngga mau, itu ter-la-lu.

Baca juga : Tips Cantik/Ganteng Paling Penting : Minum Air Putih

---

Intinyaaa?

Sebenarnya poin-poin di atas adalah pecahan dari tips umum untuk menyehatkan kulit, yaitu :

(1) Meminimalisir stres pada kulit.

(2) Mencegah risiko pori tersumbat.

(3) Perhatikan pemakaian produk.

(4) Perhatikan gaya hidup.

Mungkin jika di-breakdown bisa lebih banyak lagi.

Kalau ada yang sudah kamu lakukan itu bagus banget lho maasyaaAllah :D

Yang disebutkan di post ini sebagai gambaran saja... Ada kebiasaan-kebiasaan yang bagi kita sepele, tapi jika dirutinkan insyaAllah akan membuat kulit jadi lebih sehat dan semakin oke hehe.

Sekalian baca juga : Be Gentle With Your Skin

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Fondasi Kebahagiaan

Selasa, 10 Juli 2018

Bismillah...

Hello kind-hearted people :D

Kita lanjutkan lagi Happiness seriesnya wkwk.

Postingan ini sebenarnya bagian yang lebih rinci dari bahasan Bahagia yang Bersyarat, yakni tentang penyandaran kebahagiaan pada hal-hal yang bisa lepas.

Tapi karena mempertimbangkan suatu hal, jadi saya pisah.

Yang belum baca, kita recap singkat saja....

Sebagian orang tidak bisa membedakan antara merasa bahagia dan merasa berharga.

Mereka berpikir bahwa uang, tampilan fisik, status sosial, dan popularitaslah yang membuat mereka bisa dicintai, berharga, dan penting.

Namun, saat semua atribut tersebut dilepas, mereka tidak tahu apa yang istimewa dari diri mereka.

Persepsi mereka tentang kebahagiaan sangat sempit, karena tergantung pada penilaian orang dan faktor-faktor eksternal lainnya (yang notabene sifatnya sementara).

Baca juga : Bahagia Tanpa Sadar

---

Trus apa yang mau dirinci sist?

Coba tanyakan pada diri kita sendiri.

"Ceritakan, siapa kamu?"

Mungkin di antara kita ada yang menyebutkan pekerjaan, nama kampus, jabatan, gank, hobi, saya-mama/papanya (sebut nama anak), dan seterusnya.

Nah, siapakah kita tanpa itu semua?

Perlu diketahui, saat kita melekatkan kebahagiaan dan identitas pada prestasi, kekayaan, popularitas, pasangan, status sosial, penilaian orang, dan lainnya... Hidup kita bakal collapse (luluh lantak) begitu hal-hal tersebut ditarik oleh Allah 'Azza wa Jalla.
Maka identitas yang paling solid adalah Hamba Allah (Abdullah, Abdurrahman).
Menisbatkan diri sebagai Hamba Allah yang Maha Kekal akan membuat kita qona'ah (merasa cukup) dan ridho atas apa yang kita alami (baik senang maupun susah).

Hamba Allah kan beriman terhadap qadha' dan qadar. Apapun yang Allah takdirkan, itulah yang terbaik.

Jika diberi nikmat, dia bersyukur. Jika dia mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan, dia bersabar, dan itu bisa jadi penggugur dosa, serta peninggian derajatnya.

Oleh karena itu, orang beriman yang tauhidnya kokoh, meski diuji, pembawaannya tetap tenang dan terkesan hepi-hepi saja maasyaaAllah.

Dia yakin bahwa tidaklah Allah menetapkan sesuatu dengan sia-sia. Pasti ada hikmahnya.

Di sisi lain, klaim sebagai Hamba Allah membuat kita terikat dengan konsekuensi kalimat Tauhid, yakni menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

(Note to myself too...)

---

Akhir kata...

Al Hasan bin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhuma berkata (yang artinya)...

"Barangsiapa yang bersandar pada baiknya pilihan Allah untuknya, maka dia tidak akan mengangan-angankan sesuatu selain keadaan yang Allah pilihkan untuknya.

Inilah batasan sikap selalu ridha terhadap semua ketentuan takdir dalam semua keadaan yang Allah berlakukan bagi hamba-Nya." (Siyar A'laam Nubalaa', 3/262)

Wallahul musta'an.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Lipstick Free

Kamis, 21 Juni 2018

Bismillah...

Sebelum lanjut membahas Lipstick Free, kita recap singkat dulu tentang Foundation Free.

Alhamdulillah, setelah ngga dimacem-macemin (red. foundation free + less products, per April-Juni 2018), kulit saya malah cenderung normal lho. Produksi minyak lumayan terkontrol. Lembabnya pas, meski masih rentan dehidrasi dan jerawat.

Awalnya memang rada gimanaaa gitu ya, kalau keluar rumah tanpa alas bedak kesannya kucel banget. Tapi disabar-sabarin saja, supaya kulit kita jadi lebih sehat :D

Mencoba make up free bukan berarti kita meninggalkan make up secara mutlak. Kita masih bisa dandan di momen-momen tertentu. Apalagi perempuan tetap dianjurkan berhias (mis. di rumah; depan suami).

Kalau problem kulit hanya kusam (tidak bermasalah dengan redness, bekas jerawat, dan kroni-kroninya), sedangkan kamu merasa begah menggunakan foundation/bb cream, bisa coba beralih ke tone-up cream.

Dia lebih ringan dari foundation. Fiturnya lebih ke color enhancer gtu, cmiiw.

Baca juga : Foundation Free

---

Lipstick free? Serius?

Kayaknya baru kemarin (ngga juga sih hehe) saya posting What's in my pouch? (red. akhir Januari 2018).

Daaan sejak itu saya tidak menggunakan lipstick sama sekali.

Tujuannya untuk menghindari tabarruj dan mengembalikan warna asli bibir yang tepinya mulai menggelap lagi.

Sebenarnya saya malah lebih susah lepas lipstick daripada foundi/bb/cc cream.

Kalau ngga pake lipstick muka jadi kelihatan pucat dan kusam banget. Lipstick kan membuat kulit tampak lebih cerah dan "hidup" secara instan, meski tanpa alas bedak.

Hasilnya?

Bibir malah terasa lebih ringan(?), tidak mudah kering, dan tepi bibir tidak begitu gelap.

Pucat sih, kayak belum sarapan... tapi gapapalah.

---

Produk-produk yang digunakan

Selain mengurangi pemakaian lipstick, cara yang saya lakukan untuk mengembalikan warna asli bibir masih sama dengan sebelumnya.

Saat menggunakan essence dan sunblock juga sekalian saya ratakan di tepi bibir.

Baca juga : Caraku Mengatasi Bibir Pecah-pecah & Menggelap


Lol, foto ini kurang Garnier Micellar Water aja, sudah jadi regimen skin care saya :D

Produk yang saat ini (per Juni 2018) saya gunakan adalah :

(1) Natural Pacific Phyto Niacin Whitening Essence (kemasan lama, sekarang ganti jadi Nacific).
(2) Skin Aqua UV Mild Milk for Dry to Sensitive Skin.
(3) Mineral Botanica Intensive Care Sugar Lip Serum.
(4) Fellinz Cherry Kiss Lip Scrub (jarang digunakan).

Sebenarnya yaa saya tidak begitu butuh lip scrub, karena bibir saya kering. Tapi saya penasaran, karena ((katanyaa~)) untuk hasil terbaik, mesti pake lip scrub.

Please note! Kalau bibir kamu sudah smooth atau sangat kering pecah-pecah, lip scrub-nya bisa diskip. Hanya menggunakan kapas basah untuk eksfoliasi sel kulit mati di bibir sudah cukup.

---

Urutan pemakaian produk

(1) Lip scrub (optional)

(2) Lip mask (optional)

(3) Essence atau produk pencerah wajah.

(4) Sunblock (skip di malam hari; skip jika sudah menggunakan lip balm yang mengandung tabir surya di siang hari)

(5) Lip balm.

---

Lip Scrub

Awalnya saya mau beli sepaket produk perawatan bibir dari Mineral Botanica, tapi lip scrub-nya lagi kosong. Cari Emina Lip Scrub juga susah. Yang gampang didapat adalah Fellinz Lip Scrub.

Varian Fellinz Lip Scrub ada beberapa, tapi tidak begitu saya perhatikan. Harganya juga lumayan terjangkau, sekitar Rp 19.500 untuk ukuran 5 gr.


Kesannya 5 gr sedikit sekali yaa, tapi kalau hanya untuk penggunaan bibir, ukuran segitu sudah pas banget. Yang kita gunakan hanya scrub yang menempel saat jari diusap di permukaan.

Cara pemakaian : Oleskan scrub pada bibir dan pijat lembut dengan jari. Bilas bersih dengan air.

Lip scrub ini rasanya manis dan berwarna. Setelah dieksfoliasi, bibir kita rada kemerahan gitu, seperti memakai tinted lip balm. Tapi begitu dibersihkan dengan air ya pudar warnanya :))


---

Lip Mask

Ini optional. Dianjurkan jika kulit bibir butuh perawatan intens.

Seperti yang kita tahu, lip mask yang populer adalah Laneige dan Etude. Tapi Fellinz juga ternyata memasarkan lip mask murah meriah.

Saya ngga gitu ngeh lip mask ngefek atau ngga hehehe. Menurut saya, kalau kita sudah pake lip balm yang bagus, lip mask bisa diskip.



---

Lip Serum

Sebenarnya ada juga krim dokter untuk mengatasi tepi bibir yang gelap (ada yang dijual online). Tapi karena ada yang mengandung hidrokuinon (kadarnya rendah banget kok), saya tidak berani coba haha.

Jadi saya menggunakan essence. Pas diratakan di wajah, sekalian diratakan di bibir juga.

Produk yang saya gunakan adalah Mineral Botanica Intensive Care Sugar Lip Serum. Meski sudah menggunakan essence, kayaknya saya butuh produk pelembab bibir.




Oiya, Mineral Botanica mendukung cruelty-free movement. Bisa jadi nilai plus buat kamu yang concern mengenai hal tersebut.

Baca juga : Cek Arti Simbol/Logo Kemasan Produk Kosmetika


Tekstur produk berupa lotion kekuningan, rasanya manis seperti obat sirup batuk anak-anak.

Untuk bibir yang kering banget, produk ini kurang mampu melembabkan. Alternatif lain bisa coba pelembab bibir yang teskturnya berupa balm.

Saya coba cari Lip on Lip tapi sepertinya sudah discontinue.

Produk lain yang recommended (dan populer) untuk melembabkan bibir, yaitu lip balm dari Nivea, Vaseline, Sebamed, dan Lucas' Papaw Ointment (cmiiw).

---

Akhir kata...

Yang paling berpengaruh (di saya) untuk mencerahkan tepi bibir yang menggelap adalah lipstick free dan pemakaian essence (plus lip serum?) dan sunblock.

FYI, saya kurang tahu, yang paling berpengaruh mengembalikan warna tepi bibir saya itu lip serum atau essence-nya :D

Kalau kamu merasa aneh menggunakan sunblock di tepi bibir, juga bisa memilih lip balm yang sudah mengandung tabir surya. Tujuannya agar tepi bibir tidak semakin menggelap.

Produk seperti lip scrub dan lip mask itu optional, bisa di-skip ^^

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Aku Cemburu...


Bismillah...

"Aku cemburu pada dia yang fasih beramal, tapi gagap berbicara tentang keshalihan dirinya.

Dokumentasinya hanya ada di catatan amal, tiada kutemukan di beranda social media."

(Unknown, kutipan viral)

---

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Apabila Allah menghendaki kebaikan kepada hamba-Nya, Allah akan membuat hamba tersebut lupa akan kebaikan yang pernah dia lakukan dari hati dan lisannya.

Apabila seorang hamba jatuh pada perbuatan maksiat, dia menjadikan perbuatan maksiat tersebut di depan matanya, senantiasa mengingatnya."

(Miftah Daarus Sa'adah, 1 : 338)

---

Al Hasan Al Bashri rahimahullah berkata (yang artinya)...

"Seandainya perkataan setiap orang itu jujur dan amalannya baik, ia bisa saja jadi orang yang merugi."

Orang-orang bertanya, "Bagaimana ia bisa merugi?"

Beliau menjawab, "Ia rugi ketika ia kagum dengan dirinya sendiri."

(Syu'abul Iman)

---

Hanya Allah yang memberikan taufik.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Behind The Scene


Bismillah...

Hello sweet heart! :D

Taqabbalallahu minna wa minkum.

Selamat hari raya Idul Fitri 1439 H.

Semoga Allah menerima amal kita semua, aamiin.

---

Beberapa waktu lalu, ada reader yang nangkep dan menyampaikan langsung ke saya via whatsapp... Sepertinya dia ada feeling, saya jarang posting di blog, karena "something".

Sebenarnya sudah sering saya sampaikan secara tersirat, tapi lebih baik kali ini saya sampaikan secara terang-terangan...

Baca juga : Kenapa Saya Ngga Selfie?

---

Takut salah ngomong

Sering banget postingan atau komentar sudah dipublish, tapi saya edit ulang.

Mungkin ada penyampaian yang lebih enak dan sopan dibanding ini.

Mungkin bahasannya bisa lebih detail dan mendalam.

Mungkin gambarnya lebih baik diganti.

Mungkin, mungkin, mungkin...

Akhirnya saya malah ngga posting, karena berpikir, "Orang lain juga sudah tahu, ngapain saya posting hmmmm... Ngga penting."

---

Niat saya juga bisa berbolak-balik

Ada kalanya saya sulit rem diri saat terbuai pujian dan apresiasi.

Penyakit itu halus banget masuknya, tapi ketahuan dari tanda-tandanya...

Saya jadi defensif terhadap kritik, niat posting berikutnya jadi "bergeser", dan timbul perasaan jelek lainnya.

Padahaaaal~ kenyataannya saya bukan siapa-siapa kok dan hal yang tidak saya ketahui lebih banyak lagi.

---

Tabarruj

Blog ini memang sempat jadi Beauty Blog.

Sebagaimana yang kamu tahu, saya banyak menghapus dan mengedit postingan di blog Hai Hanitis.

Di antara pertimbangannya, karena keyakinan saya bahwa tabarruj (berhias di depan publik) itu dilarang dalam agama yang saya anut.

Dulu, kalau dengar kata tabarruj, saking bodohnya saya tidak merasa tersinggung, karena saya pikir, "Itu kan kalau menor, saya kan natural-natural sajaa... Apa salahnya?"

Dan bertahun-tahun kemudian, saya baru sadar, kalau penggunaan blush on, lipstick, dan produk semacamnya, walau kelihatan "natural", judulnya tetap saja berhias di depan yang bukan mahram.

Lama-lama saya tidak tenang sendiri.

Intinya... Saya takut kalau konten blog ini sadar tak sadar, sengaja maupun tidak... memberi pengaruh yang buruk, mendorong orang lain untuk tabarruj, dan berperilaku konsumtif (boros, beli-beli padahal ngga perlu, note to myself too).

Yaa memang sih tergantung niat postingnya untuk apa dan kita pun usaha untuk memfilter apa yang bakal diposting...

...tapi kekhawatiran-kekhawatiran tersebut memang sering menghantui saya.

Banyak banget postingan yang saya hapus (red. saya blogging sejak 2011) dan waktu saya lumayan tersita untuk edit-edit postingan lama.

Itu pun sepertinya masih ada yang luput saya perbaiki huhuhu.

Maka dari itu, melalui postingan ini...

Afwan, saya berlepas diri dari pemanfaatan review produk untuk tujuan tabarruj.

Saya juga usaha supaya ngga dandan saat keluar rumah. Selain karena alasan kesehatan kulit, juga untuk menghindari tabarruj.

Baca juga :




Bdw, bukan berarti dandan tidak boleh secara mutlak. Kita tetap bisa dandan, karena secara fitrah wanita memang suka berhias... tapi di rumah, di depan mahram.

---

Belum bisa disiplin blogging

Saya juga ada kegiatan baru yang belum bisa ditinggal, karena itu masih agak kesulitan untuk fokus dan mengatur waktu (wkwk alasan dari tahun kapan~).

Karena itu kadang jeda posting bisa lamaaa banget, giliran bisa posting akhir bulan lalu langsung banyak atau panjang hehehe.

Kalau ada kesempatan saya tetap usahain ngedraft, motret, dan edit foto kok.

Misal ngga bisa ngedraft di blog, biasanya saya tulis di notes hp atau rekam suara.

---

Akhir kata...

Yang bermanfaat buat kamu, bisa jadi bumerang buat saya.

Semua yang saya tulis, baik di blog, social media, reminder-reminder yang pernah saya share... apapun itu akan saya pertanggungjawabkan di hari Kiamat.
Segala kebaikan datangnya dari Allah 'Azza wa Jalla, segala keburukan datangnya dari kebodohan saya dan syaitan.
Saya malu nulis beginian, karena sehari-hari pun belum total sami'na wa atho'na.

Kalau ada yang bermanfaat dari blog ini, daripada apresiasi, lebih baik mohonkan ampunan buat saya.

Terima kasih banyak atas pengertiannya.

Mohon maaf lahir batin atas segala kesalahan saya selama ini.

Barakallahu fiikunna.

Lots of love and have a nice day! :D

Ramadhan Day 15

Kamis, 31 Mei 2018

Bismillah...

Saat ini kita berada di pertengahan bulan Ramadhan gaes. Subhanallah waktu cepat berlalu yah...

Selama sebulan penuh kita mesti gaspol beribadah. Mulai dari sholat wajib dan sunnah, puasa, mengaji, sedekah, serta amal shalih lainnya.

Sempat jiper juga sih pas tahu ada yang sudah berkali-kali khatam Al Quran di pertengahan bulan Ramadhan.

Ternyata kalau kita fasih baca Quran dan fokus, memang bisa selesaikan satu juz sekitar 1 jam, maasyaaAllah berkah waktunya.

I feel like an unproductive potato, lol.

---

Wew... Ketinggalan jauh.

Tapi ngga boleh putus asaa~

Allah berfirman (yang artinya)...

Katakanlah, "Wahai hamba-hambaku yang melampaui batas terhadap dirinya sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang." (QS. Az Zumar, ayat 53)

Postingan ini juga sebagai pengingat buat diri saya hehe.

Di tahun-tahun sebelumnya, selalu ada penyesalan, "Seharusnya ibadah di bulan Ramadhan bisa lebih maksimal."

Kalau sekarang pun kita tidak merasa cukup baik, atau target-target di bulan Ramadhan berantakan, janganlah berputus asa...

Perbanyak ISTIGHFAR.

Syukuri kenyataan bahwa Allah masih memberi kita kesempatan untuk bertaubat dan beramal shalih.

Bisa jadi ini Ramadhan terakhir kita, wallahu a'lam.

Mengutip reminder yang jleb :

DON'T GET DOWN AND PUSH YOURSELF!

Semangaaaatt~

Semoga Allah mudahkan kita untuk beramal shalih dan Allah menerima amal tersebut, aamiin.

Thanks for reading and have a nice day.

Tiga Situs Penyedia Foto Gratis Yang Berkualitas

Selasa, 29 Mei 2018

Bismillah...

Di Indonesia, masih sering kita temui kutipan "source pic : Google" di blog dan social media. Padahal, Google bukan sumber foto, tapi mesin pencari.

Dengan kata lain, foto yang kita temukan melalui Google belum tentu bebas digunakan (red. berhak cipta).

Karena itulah menggunakan foto tanpa izin pemilik, bisa dikatakan sebagai pencurian konten.

Mending kita cari aman dengan menggunakan foto berlisensi CC0.

---

Apa itu CC0?

Kalau browsing situs penyedia foto, font, dan elemen penyusunan konten lainnya... Ada lisensi untuk personal use (penggunaan pribadi). Ada pula lisensi Creative Commons Zero (CC0) #cmiiw.

Foto berlisensi CC0 bisa kita copy, modifikasi, distribusi, bahkan digunakan untuk tujuan komersil (mis. jualan, dipajang di situs yang dimonetisasi, dst) tanpa wajib meminta izin atau menyertakan atribut ke pemilik foto.

Meski demikian, tetap ada etika yang mesti kita perhatikan, yaitu...

(1) Foto digunakan secara wajar atau sesuai dengan konten yang disusun,

(2) Keseluruhan konten tidak melecehkan atau memberi citra negatif pada subjek/objek yang ada di dalam foto.

Noted! Saya berlepas diri dari pencarian dan penggunaan foto yang tidak-tidak.
Pic source: Pexels.com/photo-license

Content creator umumnya sudah tahu mengenai beragam situs penyedia foto gratisan.

Foto-foto yang ada merupakan "sumbangan" fotografer dari berbagai belahan dunia.

FYI, kamu juga bisa berkontribusi dengan mengupload foto karya kamu di situs-situs tersebut.

Situs penyedia foto gratis sangat recommended untuk...

(1) Admin website, agar situsnya terkesan lebih profesional,

(2) Content writer yang ingin artikelnya tampak lebih estetik,

(3) Seller yang mencari foto untuk pengumuman, promo, atau header online shop,

(4) Pelajar/pekerja sebagai pemanis tugas dan latar presentasi,

(5) Social influencer yang rajin membuat quote-quote indah di instagram,

(6) Kamu yang pengen cari display picture yang keren dan lucu,

(7) Atau untuk di-print dan dipajang di rumah... yes, bisa bangeet!

Langsung ajaa... Berikut tiga situs penyedia foto gratisan yang berkualitas :D

---

PEXELS




Link : https://www.pexels.com/

---

PIXABAY




Link : https://pixabay.com/

---

UNSPLASH




Link : https://unsplash.com/

---

Akhir kata...

Sebenarnya masih banyak situs sejenis selain Pexels, Pixabay, dan Unsplash hehehe.

In my humble opinion, foto yang diupload dan beredar di situs-situs penyedia foto gratis kurang lebih sama saja.

Tinggal pilih mana situs yang tampilannya kamu suka dan navigasinya memudahkan kamu untuk browsing :D

Semoga bermanfaat.
Selamat berkreasi~
Happy blogging and have a nice day.