Produk Tabir Surya : Quick Review & FAQ

Sabtu, 23 Desember 2017
Musim hujan begini memang paling pas bahas sunblock/sunscreen haha. Soalnya banyak di antara kita yang tidak menggunakan sunblock, karena mengira tidak ada efek buruk sinar UV saat hujan.

Terlebih buat yang males pake sunblock yaaa! Mulai sekarang coba rajin pake sunblock siang-siang deh sebelum menyesal kayak saya.

Beberapa hari lalu saya ngaca (lol) dan qadarullah syok sendiri melihat flek-flek cokelat tampak jelas di kulit wajah.

Noda bekas jerawat kali sist...

Dibilang bekas jerawat juga kayaknya bukan deh. Saya ngga pernah jerawatan di kantung mata dan pelipis.

Usut punya usut, itu adalah sun spot. Sebenarnya, sun spot tidak muncul tiba-tiba, tapi sudah mendam lama, dan seiring berjalannya waktu terangkat ke permukaan kulit.

Tapi memang sih hampir setahun ini saya menjalani regimen skin care yang standar banget (tanpa serum pencerah, padahal mungkin sudah butuh/wajib).

Menghilangkan flek itu susah-susah gampang(?) lho. Bagusnya kudu dilaser, tapi saya mau coba mengatasi dengan produk skin care (cari-cari serum) dulu. Mudah-mudahan sih bisa...

---

Sekelebat Review

Produk tabir surya yang sedang saya gunakan adalah Skin Aqua UV Mild Milk for Dry and Sensitive Skin (sekitar Rp 50.000, 80 g).

Sebelumnya saya pernah pake varian UV Moisture Gel untuk kulit berminyak. Tapi karena kulit saya lagi kering dehidrasi, jadi pas mau habis, ya ganti varian.


Deskripsi produk

Skin Aqua UV Mild Milk SPF 25 PA ++

Melembabkan kulit secara optimal

Hyaluronic acid dan Collagen membantu melembutkan, melembabkan, dan mempertahankan elastisitas kulit.

Vitamin E sebagai antioksidan yang dapat menghambat radikal bebas, sehingga kulit tetap sehat dan lembut.

Lembut di kulit dan tidak lengket, sehingga dapat digunakan setiap hari.

Dapat digunakan sebagai dasar make up.

Tidak menggunakan bahan pewarna, pewangi, dan minyak mineral yang cenderung menimbulkan alergi bagi kulit yang sensitif.


Skin Aqua UV Moisture Gel SPF 30 PA ++

Melembabkan kulit secara optimal

Improved hyaluronic acid (AcHA) dan Collagen yang membantu melembutkan, melembabkan, dan mempertahankan elastisitas kulit.

Vitamin B5, E, dan C memberikan nutrisi kulit sehingga kulit tetap sehat dan lembut.

Oil free formula sehingga cocok untuk kulit berminyak.

Lembut di kulit dan tidak lengket, sehingga dapat digunakan setiap hari.

Dapat digunakan sebagai dasar make up.




Tekstur keduanya... hmmm sama persis bahaha. Ringan dan tidak lengket. Dua-duanya berupa milk/lotion encer, walaupun yang satu judulnya moisture "gel".

Eniwei, duluuu waktu tipe kulit masih berminyak, saya ngga cocok blas pake Skin Aqua. Kulit malah makin greasy dan kusam. Karena itu, walau sudah lama kenal, tapi saya ngga nge-review... bingung mau bahas apa kalau ngga cocok.

Baca juga : Wardah White Secret Intense Brightening Essence

Baru cocoknya ya belakangan ini, pas kulit gampang dehidrasi. Skin Aqua kan sodaraan sama Hada Labo hehe.

Baca juga : Kulit Dehidrasi dan Cara Mengatasinya

---

Frequently Asked Questions

Awalnya saya mau review Skin Aqua saja, tapi yaudahlah sekalian bahas info tentang produk tabir surya juga... supaya postingan FAQ berikutnya ngga kepanjangan haha.

Tentang arti SPF dan PA sudah pernah di bahas ya...

Silakan baca : Cek Arti Simbol/Logo Kemasan produk Kosmetika Di Sini

---

Bagaimana menghitung lama proteksi suatu produk?

Umumnya, kulit kita mulai terbakar sekitar 10-15 menit setelah terpapar terik matahari. Nah, durasi 10-15 menit inilah yang menjadi patokan untuk menghitung lama proteksi dari angka SPF.

Contoh...

SPF 15 = 15 x 10 menit = 150 menit (2 jam 30 menit)

SPF 30 = 300 menit (5 jam)

SPF 50 = 500 menit (8 jam 20 menit)

Semakin tinggi angka SPF-nya, semakin lama perlindungan yang kamu dapatkan.

Tapi tetap dianjurkan untuk apply ulang setiap 2-3 jam sekali, yaitu jika kita berkeringat dan wudhu.

---

Waktu ideal menggunakan produk tabir surya?

Aplikasikan kira-kira 15 menit sebelum keluar ruangan.

Gunakan saat matahari mulai dan sedang terik-teriknya. Biasanya sekitar jam 10 pagi hingga 3 sore. Untuk muslim bisa apply ulang selesai sholat Dhuhur (tengah hari).

---

Apa saja dampak negatif dari paparan sinar UV?

Kulit terbakar dan kemerahan.

Mempercepat proses penuaan (photoaging), sehingga kulit rentan mengendor, serta mengalami garis dan kerut halus.

Noda sun spot, warna kulit menggelap, dan warna kulit tidak rata.

Noda bekas jerawat makin gelap, sehingga sulit dipudarkan.

Kanker kulit dan penyakit kulit lainnya.

--

Bingung membedakan jenis produk tabir surya...

Secara umum, produk tabir surya terbagi jadi tiga, yaitu physical blocker (sunblock), chemical absorber (sunscreen), dan mixture (kombinasi keduanya).

(1) Physical blocker berfungsi memantulkan sinar UV, lebih stabil dibanding chemical absorber, namun meninggalkan white cast. Di antaranya adalah Titanium Dioxide dan Zinc Oxide.

(2) Chemical absorber berfungsi menyerap sinar UV untuk mencegah penetrasi ke kulit. Biasanya tidak meninggalkan white cast. Di antaranya adalah Avobenzone, Oxybenzone, Uvinul, Octylcrylene, Octisalate, Helioplex, Homosalate, dan Mexoril.

(2) Mixture yang dimaksud adalah kombinasi dalam formulanya. Bukan berarti kita melayer 2 produk sunblock dan sunscreen bersamaan.

---

Skin Aqua itu chemical absorber atau physical blocker sih?

Kayaknya tergantung varian... Yang UV Mild Milk mengandung chemical absorber (cmiiw). Tapi ada juga varian lain yang kombinasi chemical dan physical.


---

Urutan layer?

Produk tabir surya digunakan setelah regimen skin care (mis. cleanser, toner, moiturizer) dan/atau sebelum make up.

---

Cukup ngga kalau cuma pake bb cream dengan agen tabir surya?

Ngga cukup gaes.

Baiknya tetap menggunakan sunblock/sunscreen sebelum make up.

Baca juga : Skin Aqua Perfect Matte BB Cream

---

Aku pake pelembab/sunblock dan bb cream yang ber-SPF, berarti dobel dong proteksinya?

Tidak.

Patokannya tetap di angka SPF yang tertinggi dari kedua produk tersebut. Misal pelembabnya SPF 15 dan bb creamnya SPF 36. Jadi, yang ngefek yang SPF 36.

---

Aku susah temuin sunblock/sunscreen yang cocok...

Penyebab paling umum kenapa kita ngga cocok dengan produk tabir surya, yakni...

(1) Alergi dengan ingredient tertentu

Ini juga sebenarnya sudah dibahas tahun lalu ya... tapi saya kutip kembali di postingan ini.

Bagi sebagian orang, ingredient yang dapat melindungi kulit dari bahaya sinar UV justru memicu reaksi alergi.

Tanda alergi produk tabir surya, yaitu kulit jadi memerah, ruam, dan gatal. Chemical absorber seperti mexoryl, avobenzone, oxybenzone, dan PABA yang paling sering menyebabkan iritasi dan alergi.

Namun, physical blocker seperti zinc oxide dan titanium dioxide juga dapat memicu break out jika konsentrasinya sangat tinggi. [1]

Di samping ingredient tersebut, seperti biasa zat pewangi dan pengawet pada produk tabir surya juga bisa menjadi dalang kulit yang bermasalah.

Beauty experts menyarankan penggunaan baby sunblock untuk kulit yang sangat sensitif. Sunblock bayi (untuk usia 6 bulan ke atas) fokusnya "melindungi tanpa mengiritasi". Biasanya less ingredients dan less irritants, jadi bisa menekan risiko reaksi negatif.

Noted! Cek label ingredient produk tabir surya sebelum membeli dan kalau perlu konsultasikan ke dokter saat kulit mengalami alergi.

Baca juga : Beberapa Pertanyaan Seputar Skin Care (2016)

(2) Tekstur yang tidak sesuai

Khususnya bagi tipe kulit berminyak ya... Rasanya sulit memilih tekstur sunblock/sunscreen yang pas. Ngga jarang kulit justru makin kucel minyakan. Idealnya cari yang tekstur gel atau yang encer-encer water based gitu.

Baca juga : Tekstur Produk yang sesuai dengan Tipe dan Kondisi Kulitmu

(3) Tidak membersihkan ampas produk dengan baik

Produk tabir surya yang kita gunakan tidak luntur atau pudar dengan sendirinya. Tetap harus dibersihkan dengan cleanser kita sehari-hari.

---

Tetep iteman ah walau udah sunblockan...

Wajar kulit menggelap, kalau kelamaan panas-panasan. Yang penting kita tetap terlindungi dari kerusakan kulit yang lebih parah dari itu bosque :D insyaAllah.

---

Apakah produk tabir surya juga digunakan di dalam ruangan?

Meski di dalam ruangan, baiknya tetap memakai produk tabir surya, yaitu jika kita beraktivitas di dekat jendela.

(Setelah dipikir-pikir) munculnya flek di kulit saya bukan karena Skin Aqua-nya kurang kenceng... tapi karena saya malas pake sunblock/sunscreen di rumah.

---

Akhir kata...

Sekarang sudah banyak pilihan produk tabir surya yang bisa kita pertimbangkan.

Kalau kamu pengen yang praktis, ada juga sunblock yang ringan berupa spray. Tapi menurut beauty expert, jika kamu beraktivitas di luar ruangan dan terpapar sinar UV secara intens, baiknya menggunakan produk tabir surya bertekstur krim atau lotion untuk perlindungan yang maksimal.

Oh iya, khusus untuk kondisi kulit sensitif dan rentan bermasalah (jerawat dst)... Batasi pemakaian produk ber-SPF tinggi. Gunakan hanya jika kamu beraktivitas di bawah terik matahari (main di pantai, upacara siang-siang, outbond, dst). Untuk sehari-hari, biasanya dokter menyarankan cukup SPF 15-17.

Buat yang sedang treatment (acne), kadang sunblock bikin kulit kita terasa begah. Meski demikian, sunblock-nya tetap dipake ya... Karena obat jerawat membuat kulit jadi lebih peka dengan terik matahari (pedih, kemerahan, dan lainnya). Jangan lupa pake masker kain/masker debu juga supaya kulit kita tidak terpapar sinar matahari secara langsung.

Baca juga : Skin Care Disesuaikan dengan Kondisi dan Kebutuhan Kulit

Wallahu a'lam.
Reminder to myself too.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.
8 komentar on "Produk Tabir Surya : Quick Review & FAQ"
  1. Terima kasih informasinyaa. Cuma kalo mau reapply berarti hapus semua makeup dulu ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah kalo bermanfaat.

      Idealnya begitu :)) Takutnya ampas produk, keringat, sebum, kotoran malah menggumpal dan menyumbat pori (cmiiw).

      Tapi misal kita mau reapply sementara sunblocknya ngga "kepotong" keringat dan wudhu (aktivitas indoor), cukup dengan melayer sunblock pake cushion puff (tips dari Liah Yoo) atau touch up seperti biasa dengan produk make up ber-SPF/PA.

      Wallahu a'lam.

      Hapus
  2. Iya nih Han. Musim penghujan jadi males2an pake sunblok. Huahahhaha

    tapi aku pernah baca. kalo cuma di rumah doang, ga perlu pake sunscreen... hm, tujuannya meminimalisisr bahan kimia yg ada di sunscreen. Kalo cuma keluar rumah 5 menit an ya kaga perlu. Bisa pake pelindung laen semacam topi, jaket, dll.



    tulisandarihatikecilku.blogspot.co.id

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oiya, makasih masukannya Sherly :D InsyaAllah aku edit yah. Maksudnya kalo di dalam ruangan/kantor/rumah dan kita lama beraktivitas di deket jendela baiknya pake sunblock/sunscreen.

      Bdw tempat tidurku pas deket jendela sih, jadi kalo tidur siang muka tetep kepapar sinar UV walau udah ditutup gorden, makanya muncul flek di pelipis hehe.

      Hapus
  3. Aku malah baru nyadar pentingnya sunscreen 1 tahun ke belakang Hani pas udah ada sun spot kecil2, hiks :(
    Aku juga sama kaya Hani baru cocok skin aqua sekarang2, karena aku pakai yg spf 50 dan uv milk :). Soalnya dari dulu aku cocok terus sama yg ada milk nya di skincare padahal kulit aku normal to oily


    www.destywidy.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huwaaa tos duluu hahaha :))

      Aku juga kepikiran ganti ke spf 50 (denger2 ngandung physical blocker) kalo yg ini habis, tapi pengen coba Biore juga krn ada temen yg rekomen itu huft.

      Hapus
    2. biore enak kok hani, aku udah coba yg aqua rich ama uv milk. tapi harus di notice kandungan alkoholnya, mayan kecium banget meski sebentaran juga. tapi overall banyak yg bilang cocok dan bagus.

      Hapus
    3. Iya banyak yg puas ya pake biore ^^; tapi dilema juga karena udah kadung cocok sama skin aqua ini. Makasih masukannya Desty :D

      Hapus

Please kindly check "Frequently Asked Questions" (FAQ tab on menu bar) before asking. Thank you! ^^