Merasa Cukup

Kamis, 14 Desember 2017
Di post sebelumnya, disebutkan bahwa salah satu hal yang menonjol dari orang-orang dengan gaya hidup simple dan minimalist adalah merasa cukup.

Mereka bisa berbahagia dengan hal-hal sederhana yang mungkin sepele menurut orang lain.

Kedengarannya aneh, karena mindset tersebut berseberangan dengan gambaran hidup yang "ideal" menurut masyarakat.

Kapitalisme juga menghalangi kita untuk merasa cukup, karena materi digadang-gadang sebagai fondasi utama kebahagiaan.

Baca juga : Bahagia itu Sederhana

---

Apa serunya merasa cukup?

Kalau diamati, orang yang merasa cukup lebih dewasa secara emosional, yakni mampu memproses emosinya secara sehat.

Banyak hal tak terduga yang dapat terjadi dalam hidup kita. Yang menarik, ketika kamu merasa cukup, seolah-olah perubahan yang terjadi di sekitarmu tidak berpengaruh apa-apa.

Batinmu tetap tenang.

Kamu jadi lebih fleksibel menghadapi hal-hal yang terjadi di luar kendalimu.

Kamu pun lebih rileks dalam menjalani hidup, karena "merasa cukup" dapat mengurangi level stres dan kecemasan.

Asik ya?

Orang yang merasa cukup juga pandai mengatur kelekatan, sehingga tidak mudah terobsesi. Oleh karenanya, dalam mengerjakan sesuatu, mereka lebih menikmati proses dan tidak tersiksa dengan hasilnya.

Inilah kenapa saya tertarik untuk belajar merasa cukup dan mengadopsi gaya hidup minimalis pelan-pelan.

Baca juga : Bersahaja itu Mengagumkan


Cara untuk Merasa Cukup

#1 Belajar bersyukur

Bersyukur itu seiring sejalan dengan merasa cukup.

Ngomong-ngomong, biasanya nilai sesuatu jadi berkurang atau bahkan hilang setelah dimiliki. Nah, orang-orang yang merasa cukup tetap berhasrat dengan apa yang mereka punya, karena mereka pandai bersyukur.

Baca juga : Gratitude Journal

#2 Belajar menahan diri

Terbiasa menahan diri dari hal-hal yang kecil akan memudahkan kita untuk menahan diri dari perkara yang lebih besar.

Misal tahan diri untuk ngemil, membeli barang (hanya karena lucu dan diskon lol), dst.

Jadi, ngga ada tuh yang namanya impulsive buying di kamus mereka.

#3 Mengesampingkan ego

Ego membuat kita jadi haus sanjungan, serakah, ingin membuktikan diri, merasa sedang berkompetisi, dst.

Padahal untuk apa?

Kita tidak sedang berkompetisi dengan siapa-siapa. Kalaupun ada, itu dengan diri kita sendiri (self improvement).

Baca juga : Pembuktian Diri : Look at me now!

#4 Memahami apa yang jadi kebutuhan dan keinginan kita

Imho, cara paling ampuh untuk memilah keduanya adalah journaling dan decluttering.

Mungkin ada masukan lain? :D

#5 Banyak ingat mati

Cukuplah kematian sebagai nasihat ya kakak-kakak.

Sebagaimana kata Al Fudhayl bin 'Iyadh rahimahullah bahwa kematian itu dekat, angan-angan kita aja yang kejauhan.

Semoga hidup kita berakhir manis, husnul khotimah, aamiin.

---

Akhir kata...

Lah, kok pendek ya? Haha.

Postingan ini masih berkaitan dengan post-post sebelumnya. (Diulang supaya nyantol di alam bawah sadar). Bahwa kebahagiaan, kebersyukuran, merasa cukup adalah inner work... tidak begitu berkaitan dengan apa yang ada di luar diri kita.

Jangan pula terobsesi membanding-bandingkan hidup kita dengan hidup orang lain. Sebanyak apapun yang kita miliki sekarang, akan terasa kurang kalau terus melihat ke atas (ntar kejungkel malah).

Lagian kita tidak tahu apa yang terjadi di balik layar. Everyone has their own struggles, you know.

InsyaAllah bersambung lagi.

Allahul musta'an.
Note to myself too.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.
2 komentar on "Merasa Cukup"
  1. Titis, temenku ada yg seorang minimalist juga. Malah kayaknya dia udah pro hehehe.. Dia bahkan cuma ada baju buat ngantor 3 biji, baju rumah 2 biji. Peralatan dandannya dikit. Dia orangnya tenang sekali menghadapi hidup, ga pernah khawatir tentang masa depan.

    Aku juga lagi dalam tahap belajar untuk hidup minimalis & merasa cukup. Salah satunya dgn baca2 tulisanmu. Thanks ya Titis..

    BalasHapus
    Balasan
    1. MaasyaaAllah tabarakallah Lintang, jadi malu -__- aku masih newbie banget kok. Untuk decluttering aku masih payah... :( gegara terlalu sentimental sama barang.

      Iya, rata-rata minimalist pada gitu yah. Sersan hidupnya (serius tapi santay haha).

      Sama-sama Lintang :D Thanks for sharing.

      Hapus

Please kindly check "Frequently Asked Questions" (FAQ tab on menu bar) before asking. Thank you! ^^