Kulit Dehidrasi dan Cara Mengatasinya

Rabu, 06 September 2017
Memahami problem kulit itu penting banget, karena regimen skin care berputar di masalah kulit yang sedang kita alami.

Sayangnya banyak yang tidak sadar kalau kulitnya dehidrasi. Sebab istilah tersebut identik dengan tipe kulit kering. Padahal kulit normal dan berminyak pun bisa mengalami dehidrasi.

---

Apa itu kulit dehidrasi?

Kulit yang sehat memiliki kadar air dan minyak yang seimbang. Dehidrasi terjadi saat suplai air di kulit kita berkurang [1].

Dari sini bisa kita simpulkan, bahwa perbedaan yang mendasar antara kulit kering dan dehidrasi adalah...

Dehidrasi = kurang kadar air.

Kulit kering = kurang kadar minyak.

Kulit kering adalah tipe kulit yang bertahan lebih lama (cenderung menetap). Sedangkan dehidrasi adalah kondisi kulit yang temporer (cenderung datang dan pergi).

Ciri lain dari kulit dehidrasi... meskipun berminyak, namun kulit terasa kering dan bahkan mengalami dry patch.

Baca juga : Tipe dan Kondisi Kulit

Fun Fact!

(1) Dehidrasi membuat kulit jadi lebih rentan bermasalah.

(2) Saat mengalami dehidrasi, kulit merespon dengan memproduksi minyak berlebih. Akhirnya kulit kita semakin greasy dan risiko pori tersumbat pun meningkat.

(3) Selain itu, dehidrasi juga mempercepat proses penuaan. Hal ini ditandai dengan kulit yang mudah kendor dan mengkerut.


Penyebab kulit dehidrasi

Kulit dehidrasi dapat disebabkan oleh banyak faktor. Problem ini lumayan kompleks, karena berkaitan dengan lingkungan dan gaya hidup.

Beberapa di antaranya...

Lingkungan. Terpaan angin, udara kering, paparan terik matahari, beraktivitas di tempat yang memasang pendingin dan pemanas ruangan.

Gaya hidup. Stres, kebiasaan minum minuman keras (beralkohol), konsumsi obat-obatan tertentu, dan merokok.

Salah memilih produk pun menyebabkan kulit dehidrasi. Begitu pula jika kita berlebihan menggunakan produk yang mengandung AHA, BHA, retinol, dan vitamin C.

Produk yang mengandung alkohol kadar tinggi, menthol, peppermint, dan strong fragrance juga dapat mengeringkan permukaan kulit serta membuat kulit semakin sensitif .

Baca juga : Perlu Toner atau Tidak?

---

Perawatan harian untuk kulit dehidrasi

(1) Gunakan produk pembersih yang gentle.

(2) Hindari penggunaan scrub dan cleansing brush yang kasar.

(3) Hindari astringent (toner dengan kadar alkohol tinggi untuk meringkas pori).

(4) Gunakan produk yang mengandung antioksidan dan humectant seperti hyaluronic acid, sodium hyaluronate, dan glycerin.

Kamu juga bisa sedia face mist, meletakkan handuk basah di sandaran ranjang (selama tidur), atau menggunakan air humidifier (ada yang berupa usb portable, jadi bisa ditaruh di meja kerjamu).

Noted! Penanganan kulit dehidrasi akan lebih tricky bagi kulit berminyak yang acne prone. Kamu harus cari formula produk yang teksturnya ringan (encer/watery) dan tidak menyumbat pori. [2]

Baca juga : Bingung Pilih Produk Pembersih? Cek Quick Post Ini!


Asupan gizi dan level hidrasi kulit

Bahan makanan yang dapat menjaga level hidrasi kulit adalah yang kaya fatty acids seperti walnut, flaxseed, salmon, dan minyak zaitun (extra virgin olive oil) [3].

Oh iya, kulit dehidrasi tidak serta merta membaik hanya dengan minum air putih. Kondisi kulit dehidrasi lebih efektif jika ditangani secara topikal. Meski demikian, tetap dianjurkan untuk minum air putih setidaknya 2 liter per hari.

Perbedaan istilah Hydrating dan Moisturizing

Seringkali keduanya diterjemahkan dengan kata yang sama : melembabkan. Kadang saya juga kebalik-balik hehe.

Hydrating adds water into the skin. Moisturizing locks it in. Your skin needs both. (Gio via Beautiful with Brains) [4]

Hydrating = menambah kadar air.

Moisturizing = memastikan agar air di permukaan kulit tidak menguap.

Oleh karena itu, moisturizer yang bagus dapat membentuk barrier dan menjaga kelembaban kulit.

FYI, kulit kita memang punya layer untuk menjaga kelembaban kulit, tapi menjadi rapuh karena sering terpapar terik matahari, angin, udara kering, kekurangan sebum, kontak dengan ingredient yang harsh, dan lainnya.

Setelah menghidrasi kulit, orang dengan tipe kulit kering baiknya menggunakan moisturizer berbasis minyak seperti argan dan jojoba oil atau yang berbasis silicone.

Baca juga : Ovale Essential Vitamin : Lightening and Rejuvenating



Quick Fix

Masing-masing metode Quick Fix di artikel ini bisa kamu lakukan kurang dari 20 menit. Idealnya, diaplikasikan di malam hari sebelum tidur.

Hasilnya kurang lebih sama. Kulit yang terhidrasi tampak lebih glowing, fresh, dan plump.

Jadi, pilih salah satu yang kira-kira paling nyaman buat kamu. Amati juga respon kulit. Siapa tahu masih ada yang perlu diakali atau disesuaikan.

Noted! Segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Karena ini "Quick Fix", maka cukup diaplikasikan 2-3 kali dalam seminggu. Jika dilakukan setiap hari, skin barrier kita akan melemah. Jadi, saat kondisi kulit membaik, kamu bisa kembali ke rutinitas skin care biasa [5].

7 Skin Method

...yaitu melayer toner sebanyak 7 kali.

Sarah Lee dari Glow Recipe menjelaskan bahwa toner juga disebut "skin" di Korea Selatan. Karena setelah menggunakan toner, seolah-olah kita memiliki "kulit baru" [6].

Metode ini pertama kali ditemukan saat musim panas 2016. Orang-orang dengan tipe kulit berminyak mengeluhkan kulit yang terasa kering, tapi khawatir jika menggunakan pelembab, kulitnya akan semakin greasy.

Sejak itu, sebagian orang dengan tipe kulit berminyak (yang merasa terbantu dengan 7 Skin Method) menggunakan toner 2-3 layer toner setiap harinya sebagai ganti pelembab.

Begitu masuk musim dingin 2016, rave review dari tipe kulit kering pun bermunculan. Ternyata, cara ini juga mampu mengatasi problem dehidrasi untuk kulit yang kering.


Toner yang dimaksud bukan toner untuk meringkas ampas pembersihan (astringent atau 2-in-1 cleanser), melainkan toner yang menyiapkan kulit untuk step perawatan berikutnya.

Jadi, hindari toner yang mengandung alkohol kadar tinggi, strong fragrance (zat pewangi yang tajam), AHA, BHA, dan exfoliating agent lainnya.

Toner yang saya gunakan untuk 7 Skin Method adalah Hatomugi Skin Conditioner, karena ekstrak Jali (Coix Seed extract) juga mampu menghidrasi kulit [7].

Eniwei, kamu bisa pake toner atau pre-essence lain ya. Ini contoh aja...

Caranya...

(1) Bersihkan wajah.

(2) Pilih toner dengan formula yang ringan dan tekstur yang encer (watery).

(3) Tuang toner di telapak tangan dan ratakan.

(4) Tepuk-tepuk permukaan kulit dengan menggunakan dua telapak tangan yang sudah dibasahi toner.

(5) Mulai dari U-zone (area yang lebih kering), baru kemudian di T-zone.

(6) Beri jeda melayer sekitar 2-3 menit, hingga toner benar-benar terserap.

(7) Coba dulu 3 layer, baru kemudian ditambah jika perlu.

(8) Kamu juga bisa memanfaatkan botol spray untuk mempermudah aplikasi.

*Lebih jelasnya bisa nonton video tutorial 7 Skin Method.

Baca juga : Hatomugi Skin Conditioner

---

Chizu Saeki Method (CSM)

Sebenarnya metode ini bukan cara baru. Tapi jadi lebih populer setelah dikenalkan oleh Chizu Saeki melalui bukunya Japanese Skin Care Revolution.

Kalau diperhatikan, metode sejenis CSM merupakan cikal bakal sheet mask yang ngetren beberapa tahun belakangan ini.

Do's and Don'ts seputar pemilihan tonernya kurang lebih sama dengan 7 Skin Method. Toner yang biasa saya gunakan untuk CSM adalah Hada Labo Lotion.


Caranya...

(1) Bersihkan wajah terlebih dahulu.

(2) Aplikasikan toner tipis-tipis di permukaan kulit wajah.

(3) Basahi cotton pad, kemudian tempelkan di wajah kita.

(4) Diamkan selama 20 menit.

Cotton pad yang ada di video-video tutorial CSM rada beda dengan yang beredar di Indonesia. Tapi bisa diakali dengan merenggangkan kapas kecantikan biasa.

Atau kalau mau yang lebih praktis, kamu bisa beli compressed paper mask.


---

Sheet Mask

Sheet mask adalah quick fix yang paling praktis.

Cara penggunaan... 

Oleskan dulu cairan sheet mask secara merata di kulit wajah, baru kemudian tempelkan sheet mask di wajah.

Umumnya, sheet mask hanya digunakan sekitar 20 menit (pasang timer gaes). Lebih dari itu sudah tidak efektif atau malah sheet masknya yang menarik kelembaban alami kulit.


Yang saya gunakan sebagai Quick Fix adalah My Beauty Diary Hyaluronic Acid Moisturizing Mask. Deskripsi produknya lumayan menjanjikan hehe.



Walau sheet mask kelihatan creepy, tapi hasilnya memuaskan lho :D

Baca juga : Mazaya Masker Peel Off

---

In my humble opinion...

Pemilihan metode Quick Fix juga disesuaikan dengan jenis toner yang kita gunakan.

Misal toner seperti Hada Labo lotion agak pekat, jadi kurang cocok untuk 7 Skin Method. Cukup 2-3 layer saja, kulit sudah lembab banget. Karena itu saya pake Hatomugi yang teksturnya persis seperti air.

Sedangkan untuk CSM-an, ketimbang Hatomugi saya lebih suka pake Hada Labo lotion. Kapasnya jadi lebih nempel di kulit dan cairannya juga ngga netes-netes.

Kalau mau yang praktis jelaslah yaa pake sheet mask haha.

Next?


Setelah Quick Fix, wajah kita tidak perlu dibilas ya mba, mas :D

Tipe kulit normal dan berminyak bisa skip pelembab (moisturizer) kalau khawatir kulit menjadi greasy.

Tipe kulit kering wajib menggunakan pelembab untuk mengunci kelembaban kulit.

Jika perlu, tipe kulit kombinasi bisa menggunakan pelembab di U-zone saja (pipi, rahang, dan dagu).
Noted! Kalau kamu tidur atau beraktivitas di ruang ber-AC, apapun tipe kulitnya sebaiknya menggunakan pelembab setelah Quick Fix.

Baca juga : Tips Cantik/Ganteng yang Paling Penting : Minum Air Putih!

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.
6 komentar on "Kulit Dehidrasi dan Cara Mengatasinya"
  1. mba, mau tanya, sy kan skrg pake toner 7 lapis. kalo saya mau pake produk serum AHA, masi boleh pake ritual toner 7 lapis ga ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa aja mba, asal masing-masing diatur #1 waktu (mis. dijeda atau sekalian dipisah waktu pemakaiannya) dan #2 frekuensi pemakaiannya (mis. 7 Skin Method cukup 2-3 malam sekali, serum AHA setiap malam).

      Soalnyaa AHA (glycolic acid dan lactic acid) juga bantu menghidrasi kulit lho :D Asal jangan berlebihan (mis. frekuensi pakai serumnya lebih dari 2 kali sehari) karena takutnya kulit malah jadi overpeeled.

      Dicek juga apakah tonernya (terutama setelah 7SM) bisa dilayer dengan serum tsb atau ngga. Kadang kita bisa menggunakan 2-3 produk yg kalo dipake sendiri-sendiri bagus, tapi begitu dilayer bersamaan malah bikin break out.

      Wallahu a'lam. Semoga membantu...

      Hapus
  2. Hani, aku baru ngeh lho kalau dehidrasi dan kulit kering itu berbeda. Thanks for sharing. AKu berasa sering dapet ilmu baru dari kamu!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, sama-sama Erny :D

      Hapus
  3. Wahhh... Terima kasih infonya mba hani. Selama ini aku suka heran, aku tipe kulitnya berminyak-acne prone, tp terkadang ada dry patchnya. Aku pikir mungkin karena jerewi-jerewi itu. Setelah baca ini, mungkin aja kalo sebenernya kulit aku dehidrasi meskipun berminyak 😣. Setelah aku pake lotion hadalabo yg gokujyun memang sedikit berubah, lebih kenyal gitu hehe, tp mungkin masih kurang, karena yg kenyal cuma pipi yg dekat rahang bawah. Oke deh, nanti mau coba yg teknik CSM deh.. Oh ya mba habi, kalo abis Quick-Fix bisa pake skincare biasanya setelahnya? Atau skio dulu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah kalo bermanfaat, sama-samaa... Biasanya aku skip aja :D

      Hapus

Selain melalui kotak komentar, bisa juga kirim email ke haihanitisblog@gmail.com. Also, please kindly check "Frequently Asked Questions" (FAQ tab on menu bar) before asking. Thank you! ^^