Gratitude Journal

Senin, 18 September 2017
Pernah ngga ketemu orang yang kelihatannya hepi-hepi aja walau sebenarnya lagi banyak masalah? Sikapnya bikin kita mikir... "Ni orang kesambet apa sih? Lagi susah masih bisa optimis gini..."

Eniwei, hal yang membedakan dia dengan orang kebanyakan adalah mindset yang positif. Karena itulah dia bisa lebih tenang dan terkesan easy going, meski dalam kondisi yang stressful.

Baca juga : It's How We Respond

Salah satu cara sederhana untuk membangun mindset yang positif adalah gratitude journal, yaitu menulis kejadian-kejadian baik atau hal-hal yang kita syukuri di buku catatan [1].

Gratitude journal melatih otak kita untuk mengarahkan fokus pada hal-hal yang positif, serta mengekspresikan kebersyukuran yang kita rasakan.

Kenapa harus gratitude? Kenapa bukan joy atau inspiring journal?

Karena kebersyukuran dapat mengalahkan emosi negatif seperti marah, sedih, cemas, dan kecewa.

Secara psikologis, seseorang yang pandai bersyukur juga lebih bahagia, karena dia mampu melihat sisi terbaik dari situasi yang paling buruk sekalipun.

Faedah lainnya?

Seperti yang telah kita bahas di post sebelumnya... Seringkali, kejadian-kejadian baik terlupakan begitu saja. Nah, dengan menulis hal-hal yang kita syukuri, kita bisa merasakan kembali pengalaman positif sedalam-dalamnya.

Berikut beberapa manfaat dari gratitude journal...

(1) Menghitung-hitung nikmat dapat membuat kita semakin bersyukur dan lebih optimis.

(2) Mengembalikan energi positif saat kita sedang down.

(3) Memberi sudut pandang baru mengenai apa yang menjadi prioritas dalam hidup kita.

(4) Meredakan stres.

(5) Memperbaiki kualitas tidur (penting nih wkwk), dst.

FYI, manfaat gratitude journal akan lebih terasa jika sedari awal kita niatkan untuk pengembangan diri [2].


Kapan waktu terbaik untuk menulis gratitude journal?

Banyak yang menganjurkan gratitude journal ditulis setiap malam sebelum tidur.

Tapi sebenarnya ngga ada jadwal dan aturan yang saklek, karena menulis gratitude journal 1-2 kali seminggu efeknya juga tetap signifikan.

---

Gimana sih caranya?

Menulis gratitude journal sangat mudah. Ini bukan tentang seberapa bagus tulisanmu, tapi tentang mengekspresikan kebersyukuran dari sudut pandangmu sendiri.

Cukup luangkan waktu sekian menit (kapanpun sebisa kamu) dan coba rutinkan.

Kamu bisa menulis tentang apa saja. Bisa dimulai dengan...

(1) 3 hal yang kamu syukuri (mis. keluarga, kesehatan, lingkungan yang aman),

(2) keterampilan atau kelebihan yang kamu miliki,

(3) pengalaman menyenangkan bersama keluarga dan teman,

(4) keberhasilan yang pernah kamu capai,

(5) hal-hal tak terduga (mis. ditolong orang asing, nemu uang kelipet di saku baju), dst.

Tips!

(a) Pilih media yang mudah kamu gunakan. Kalau kamu suka menulis, belilah buku untuk journaling. Kalau lebih suka ketik-ketik, bisa download aplikasi jurnal digital (rata-rata bisa attach photo dan berpassword).

(b) Pilih buku jurnal yang terlihat fun (red. warna-warna segar bisa jadi mood booster kita). Kalau kamu pengen buku yang tampilannya lebih spesial, bisa browsing pake keyword "custom notebook". Desainnya bagus-bagus lho dan harganya cukup terjangkau.

(c) Baiknya simpan buku jurnal di tempat yang mudah kamu lihat dan jangkau. Misal di meja dekat tempat tidur.

(d) Apresiasi hal yang berbeda setiap kali menulis jurnal. Dengan begitu, kita jadi tertantang untuk mencari hal-hal yang sebelumnya luput kita syukuri.

(e) Jabarkan, kenapa sih hal itu kamu syukuri? Apanya yang istimewa?

Contoh dari terjemahan kutipan populer…

Alhamdulillah hari ini masih bisa makan masakan ibu. Di saat sebagian orang tidak bisa makan, dan sebagian yang lain sudah ditinggalkan ibunya…

Bisa juga dengan me-reframe kejadian yang sebenarnya tidak menyenangkan, dengan menggali sisi positifnya…

Contoh

Listrik sekompleks mati. Mungkin supaya ngga koslet kali yaa, secara hujan terus dari semalam (alhamdulillah, tidur jadi lebih pulas hihi).

Kalau dipikir-pikir, mati listrik hari ini adalah blessing in disguise.

Kok bisa?

Ya bisa dong…
Apa sih yang ngga buat kamu. (dih ngga nyambung)

Weekend ini aku lebih produktif. Buku yang dibeli bulan lalu akhirnya bisa selesai dibaca, aku juga bisa beres-beres isi lemari (tanpa keganggu notifikasi hape), aku ngga perlu nyiram taneman, daaan poin pentingnyaa hujan-hujan gini indomie jadi terasa lebih nikmat. Alhamdulillah :D

---

Akhir kata

Kejadian baik dan buruk adalah bagian dari hidup. Tapi, kita bisa memilih kemana fokus kita diarahkan. Usahakan untuk mencari makna yang positif dari situasi-situasi yang kita alami. (iya, ini note to myself too)

Gratitude journal mengajarkan bahwa untuk menjadi lebih hepi, kita hanya perlu memperhatikan dan mengapresiasi hal-hal baik yang sebenarnya sudah ada.

Oh iya, sebagian orang kadang merasa terbebani saat menulis jurnal harian. Berasa dapat PR yang harus perhatiin kosa kata, struktur kalimat, dan bla bla bla lainnya hahaha.

Pesan saya pribadi, nikmati saja...

Cari cara yang paling nyaman agar mudah kamu telateni.

Lama-lama, kebiasaan ini akan membangun kesadaran dan kebersyukuran terhadap kejadian baik, serta membentuk mindset yang lebih positif.
Enjoy the little things in life, because one day you'll look back and realize they were the big things. (Kurt Vonnegut Jr)
Baca juga : Bahagia Tanpa Sadar

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.
6 komentar on "Gratitude Journal"
  1. Halo Titis.. Artikelnya bagus sekali! Aku juga bikin gratitude journal tapi baru mulai 2 bulan yg lalu. Aku nulisnya tiap hari di aplikasi.

    Manfaat yg aku rasakan yaitu jadi lebih gampang bersyukur, nggak lagi membanding2kan keadaan diri dengan orang lain, lebih pede. Hidup terasa lebih ringan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo jugaa Lintang :D Alhamdulillah, progresnya bagus banget dong kalo gitu.

      Waaa bener! Noted banget tuh, "comparison is the thief of joy" :')

      Hapus
  2. so, let't journaling for analogue memories :)
    aku suka banget journaling sih, suka bikin dan difoto upload ke ig
    cuma kalo isinya curcol ya kagak hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bdw, abis baca komen kamu tetiba jadi keingat "curcolan" polos di diary jaman SD! wkwkwk

      Hapus
  3. Saya sering denger tentang gratitude journal ini, kayanya pengen nyoba sambil diselingin sama morning pages, curhatan yang biasanya saya tulis di pagi hari. Thanks for share :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-samaa... Selamat mencoba :D

      Hapus

Selain melalui kotak komentar, bisa juga kirim email ke haihanitisblog@gmail.com. Also, please kindly check "Frequently Asked Questions" (FAQ tab on menu bar) before asking. Thank you! ^^