Minyak Kelapa (Virgin Coconut Oil)

Senin, 14 Agustus 2017
Meski belakangan ini populer banget di youtube, tapi jelas minyak kelapa bukan tren baru di dunia kecantikan :D

Apa yang Membuat Minyak Kelapa Spesial?

Minyak kelapa kaya akan fatty acids yang membuat kulit tampak lebih sehat. Kandungan antioksidannya juga dapat meremajakan, mencegah penuaan dini, memperlambat proses penuaan, dan membantu kulit untuk bertahan dari pengaruh buruk lingkungan (mis. polusi).

Untuk foto before after-nya bisa browsing di pinterest yaa, karena tidak bisa saya cantumkan di sini. 

Ngomong-ngomong, Virgin Coconut Oil mengandung antioksidan yang lebih banyak dibanding minyak kelapa biasa. Minyaknya diekstrak dari buah kelapa yang masih segar, bukan yang sudah kering. 

Karena kualitasnya lebih bagus, maka untuk topik kecantikan, umumnya yang diteliti adalah VCO.

Ada ngga "Extra" Virgin Coconut Oil?

Label extra virgin dan virgin pada minyak zaitun menunjukkan adanya perbedaan kadar fatty acids. Tapi hal ini tidak berlaku untuk minyak kelapa.

Ini berarti, extra virgin dan virgin-nya sama saja (cmiiw). Lagipula tidak ada regulasi yang mengatur label extra virgin dan virgin pada minyak kelapa [1].


Anjuran Penyimpanan

Simpan minyak kelapa di suhu ruangan dan tidak terpapar sinar matahari langsung. Lebih bagus lagi kalau disimpan di tempat yang kedap cahaya (dalam lemari).

Kalau aroma dan warnanya sudah berubah, baiknya jangan digunakan.

Minyak kelapa yang bertekstur balm (putih solid) tidak layak dikonsumsi jika sudah muncul dark spot di dasar jar-nya. Supaya tahan lama, gunakan spatula ya :D

Kenapa poin ini harus diperhatikan?

Minyak kelapa yang beredar di pasaran umumnya tidak mengandung zat pengawet. Jadi, minyaknya bisa cepat tengik jika tidak disimpan dengan baik.

---

Review VCO untuk Perawatan Kulit Wajah

Sekilas info... Kulit saya kombinasi (berminyak di hidung, kering di U-zone), acne prone, dan mudah mengalami dehidrasi.

Awalnya saya menggunakan VCO sebagai cleansing oil. Hasilnya bagus banget. Kotoran dan make up cepat lumer, sehingga mudah untuk diringkas. Kulit juga jadi lebih lembab dan lembut.


Karena minyaknya terasa ringan dan gentle, saya coba gunakan untuk memijat wajah. Saya pikir mungkin ngga apa-apa, karena kulit saya dominan kering dan alhamdulillah sudah jarang bermasalah.

Eh, Qaddarullah... komedo malah membludak.

Terutama blackhead sih, banyak banget di hidung. Akhirnya saya batasi lagi penggunaan VCO hanya untuk membersihkan wajah (sebagai bagian dari double cleansing). Itupun sudah jarang banget...

Baca juga : DIY Skin Care Belum Tentu Baik untuk Kulitmu

Minyak kelapa sifatnya comedogenic. Kalau kamu sering mengalami problem pori tersumbat (blackhead/whitehead) dan rentan berjerawat, minyak kelapa berisiko memperparah kondisi kulit kamu.

Dia bagusnya untuk tipe kulit normal dan kering.

Bdw, cara aman menggunakan minyak sebagai pembersih bisa di cek di post...

Baca juga : Ini Lho Pembersih yang Saya Gunakan (2017)




Review VCO untuk Perawatan Rambut

Dulu saya sempat telaten menggunakan santan untuk perawatan rambut. Seingat saya hasilnya lumayan. Makanya pas lihat banyak tutorial DIY hair care memakai minyak kelapa saya pun tertarik untuk mempraktekkan.

Ealah, rambut saya malah makin blangsak, kasar, dan rapuh hahaha. Rambut di dekat scalp juga jadi lepek banget.

Dilansir dari Wellness Mama, tidak seperti Castor Oil (minyak jarak) yang relatif cocok untuk semua orang, minyak kelapa tuh ngga tentu hasilnya (mixed results) [2].

Ada yang sukses, ada yang malah makin rontok.

Masing-masing tipe rambut bisa memberi respon yang berbeda. Orang yang rambutnya sudah bagus, biasanya akan lebih kuat, berkilau, dan bervolume. Sedangkan rambut yang kering, malah makin rapuh dan rontok (seperti yang saya alami).

Berikut saran dari Wellness Mama, kalau kamu ingin menggunakan minyak kelapa untuk perawatan rambut...

(1) Hindari kulit kepala, karena minyak kelapa dapat menyumbat pori.

(2) Gunakan sedikit dulu, kemudian amati bagaimana respon rambut kita terhadap minyak kelapa.

(3) Kombinasikan dengan bahan lain, seperti madu, yoghurt, marula oil, atau argan oil.

Baca juga : Apple Cider Vinegar untuk Perawatan Rambut

---

Kombinasi VCO dan Hand Cream

Oke. Untuk rambut, saya ngga cocok blas. 

Untuk wajah, saya masih mikir-mikir mau lanjut pake VCO atau tidak.

Tapi untuk hand cream? 

Yaaaaayyy!!!


Terinspirasi dari tips yang disharing kak Lulu (Lovely Lue's), saya menggunakan VCO sebagai campuran hand cream hehehe [3].

Resep ini bener-bener oke banget. Hand cream yang murah pun bisa jadi amazing setelah dicampur VCO. InsyaAllah akan ada bahasan sendiri tentang hand cream dan VCO yaah.

---

Akhir kata

In my humble opinion... Pemakaian minyak kelapa untuk perawatan wajah dan rambut lumayan tricky.

Sebagai gambaran, sebagian orang malah memperoleh hasil terbaik (untuk kulit dan rambut) setelah mengonsumsi Virgin Coconut Oil (bukan untuk pemakaian luar). Misal sehari 2 sendok makan di pagi dan malam hari.

Jadi, kayaknya kita perlu trial and error dulu sebelum tahu cara memanfaatkan minyak kelapa yang paling pas untuk kita.

Oh iya, walaupun kejadiannya jarang banget, orang yang alergi kelapa tidak dianjurkan menggunakan minyak kelapa meskipun itu untuk perawatan rambut.

Kalau kamu mengalami efek negatif yang tidak wajar, segera hentikan pemakaian yaa.

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.
2 komentar on "Minyak Kelapa (Virgin Coconut Oil)"
  1. Kalo ada yg bahas minyak kelapa pasti ingetnya biskuit roma kelapa. Jadi laper :v
    Di rumah adanya evoo sama habbatussauda buat obat kulit. Sempet iseng nyoba evoo semuka eh silau mana komedoan hiks
    Tp kalo dipake buat campuran handbody sebadan, lembabnya nampol XD

    Wah kalo vco dkk buat dikonsumsi sepertinya lumayan tricky ya mbak kalo kulitnya acne prone. Pengalaman minum vit. e malah jerawatan, eh malah lebih enak kalo jadi campuran handbody sama hair mist :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha iyaaaa! xD

      EVOO aku pake buat prewash rambut sekarang. Dulu sempat rutin konsumsi EVOO juga :( tapi berhenti krn ngga kuat sama rasanya. Lebih mantep kalo dicampur di makanan (tumis-tumisan) :D

      Waaaah samaa... aku juga dulu jadi bruntusan gitu minum suplemen vitamin E. Kata dokter, lebih cocok minum suplemen omega 3 (minyak ikan).

      Thanks for sharing yaa Melo :D

      Hapus

Selain melalui kotak komentar, bisa juga kirim email ke haihanitisblog@gmail.com. Also, please kindly check "Frequently Asked Questions" (FAQ tab on menu bar) before asking. Thank you! ^^