Glycore Cream : Glycolic Acid 8-10%

Kamis, 24 Agustus 2017

Glycolic acid memang tidak asing. Tapi saking pasarannya, kadang kita meremehkan ingredient tersebut.

Padahal glycolic acid itu bagus banget lho. Buktinya, sampai sekarang banyak produk skin care (low-high end) yang masih mencantumkan glycolic acid sebagai ingredient aktifnya.

Salah satu produk glycolic acid yang populer di Indonesia adalah Glycore yang diproduksi oleh Pharmacore.

---

Deskripsi produk

Derivat Alpha Hydroxy Acid digunakan untuk hiperpigmentasi dan noda-noda hitam pada kulit, serta menjadikan kulit tampak lebih halus.

Cara Pemakaian

Oleskan tipis-tipis pada kulit yang bersih. Gunakan pada pagi dan/atau malam hari.


Peringatan!

Produk ini mengandung Alpha Hydroxy Acid (AHA) yang dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari dan khususnya kemungkinan kulit terbakar.

Gunakan tabir surya, pakaian yang melindungi dari sinar matahari dan batasi paparan sinar matahari selama dan seminggu sesudah menggunakan produk ini.

Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius, dalam wadah tertutup rapat, dan terlindung cahaya.

---

What's cool?

Glycolic acid mendapat rating Best di kamus ingredient Paula's Choice [1].

Glycolic acid pun dikenal sebagai exfoliant yang dapat mengangkat sel kulit mati, sehingga kulit tampak lebih sehat dan glowing [2].

Meski tidak seefektif retinoid, namun glycolic acid juga mampu merangsang produksi collagen, meningkatkan elastisitas kulit, serta menyamarkan garis dan kerut halus.

Jadi, yang mulai concern ke perawatan anti aging, coba deh pertimbangkan glycolic acid. Terutama kalau kamu merasa retinoid terlalu harsh, karena glycolic acid relatif lebih gentle di kulit.

Hasil terbaik diperoleh dengan menggunakan produk leave on (mis. krim), bukan jenis wash/rinse off.

Baca juga : Hada Labo Tamagohada Face Wash (mengandung AHA 0,98%)



Efek samping

Efek samping glycolic acid yang umum terjadi adalah kemerahan, gatal, dan iritasi, khususnya di kulit yang sensitif.

Glycolic acid membuat kulit jadi semakin peka dengan sinar matahari, maka kita wajib menggunakan sunblock di siang hari.

Produk glycolic acid over the counter umumnya dijual dalam kadar rendah, yaitu di bawah 15%.

Kadar rendah memang aman digunakan setiap hari. Meski demikian, tetap ada sebagian orang yang kulitnya hanya mampu mentolerir krim glycolic acid 2-3 kali seminggu saja. Lebih dari itu kulitnya rewel.

Jadi, di awal pemakaian penting banget untuk mengoles krim tipis-tipis saja (misal dalam 2-3 malam sekali), kemudian amati respon kulit.

Kalau tidak bermasalah baru ditambah frekuensinya. Tapi jangan lebih dari 2 kali sehari ya (pagi dan/atau malam hari).

Oh iya, kalau sudah menggunakan retinoid, AHA, atau BHA, baiknya kita ngga perlu sering-sering scrubbing. Takutnya malah jadi overexfoliated/overpeeled.


---

Review

Glycore memang tidak dijual bebas di supermarket, tapi bisa kamu peroleh di apotek. Itu pun untung-untungan banget, karena stoknya sering kosong. Kalau pun ketemu, eh kadarnya yang ngga pas.

Pertama kali saya memakai Glycore itu di tahun 2012, bersama teman saya, Nanol wkwkwk. Kita muter samperin apotek-apotek hanya untuk cari Glycore.

Dari dulu sampai sekarang, kemasannya gini-gini aja dan harganya pun tidak berubah. Masih sekitar Rp 30.000 (10 gr). Cukup terjangkau kan?


Teksturnya bukan krim yang pekat. Meski rada oily, tapi terasa ringan di kulit.

Trus, jangan terkecoh kemasannya haha. Isi nett-nya hanya 10 gr (kurang lebih setengah jar). Kesannya sedikit, tapi lumayan awet kok. Bisa untuk 2 bulan. Kan cuma dioles tipis...

Lihat foto di bawah ini ya, itu ujung jari saya sudah mentok di dasar jar-nya.


Saya mulai pake Glycore lagi di bulan Desember 2016 dan sering diskip saat kulit sedang bermasalah.

Hasilnya?

Secara keseluruhan, kulit saya jadi lebih halus dan tampak lebih cerah.

Biasanya sekitar 3 hari setelah pemakaian, tekstur kulit saya membaik dan terasa lebih smooth. Apalagi saat membasuh wajah dengan air, jadi licin-licin gitu... (tidak menggerinjal).

Ehm. Tapi... To be honest, untuk hiperpigmentasi progresnya lambat.

Itulah kenapa dulu (2012) saya berhenti. Maklum, masih instant-minded.

Sekarang, karena saya sudah tahu faedahnya glycolic acid, yasudah disabar-sabarin aja. Walau lambat, tapi hasilnya lebih tahan lama hehe. Kalau kulit mengalami kusam yang tak tertahankan(?), saya akali juga pake sabun Kojie San.

Baca juga : Kojie San Skin Lightening Soap

Eniwei, Glycore tidak ampuh untuk mengatasi komedo di hidung (blackhead). Mungkin itu juga kali ya, produk yang lagi booming memadukan AHA dan BHA.

Final Thought

Gunakan kadar yang bisa ditolerir kulitmu. Untuk pemakaian pertama, amannya pilih Glycore yang 8%. Atur juga frekuensi pakainya sesuai kebutuhan dan kondisi kulit.

Hasil dari glycolic acid yang lebih cepat bisa kita peroleh dengan menggunakan kadar tinggi (20-70%, mis. chemical peeling). Tentunya itu hanya boleh diaplikasikan di bawah pengawasan dokter, untuk menghindari kerusakan kulit yang serius dan iritasi parah.
Semakin tinggi konsentrasinya, semakin signifikan pula hasilnya. Tapi ingat, risikonya juga lebih besar.
Selain Glycore, ada juga produk lokal lain yang mengandung glycolic acid 5-10%. Misalnya seperti Theraskin, Immortal, dan Glikoderm.

Idealnya, glycolic acid ditujukan untuk kulit normal dan kering.

Kulit yang sensitif biasanya lebih cocok menggunakan AHA jenis lactic acid, karena lebih mild dibanding glycolic acid (cmiiw).

Sedangkan kulit berminyak dan acne prone, lebih sesuai jika menggunakan BHA (Beta Hydroxy Acid).

BHA Salicylic acid mampu menjangkau ke dalam pori sehingga ampuh untuk mengatasi komedo (blackhead/whitehead). Produk yang bisa jadi pertimbangan, yaitu seri BHA-nya COSRX dan Paula's Choice.

Untuk mengatasi spot noda/bekas jerawat, baca juga : White-Neng Skin Whitening Cream

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.
8 komentar on "Glycore Cream : Glycolic Acid 8-10%"
  1. Hai Hani..lebih efektif mana buat mencerahkn,wardah lightening step 2 ato glycore yah?Ak nyari glycore di apotik tp gk prnah ada

    BalasHapus
    Balasan
    1. Glycore (10 gr) mengandung AHA 8-10%, kalau Wardah Lightening Step 2 (30 gr) AHA-nya cuma 4%.

      Tapi, Wardah juga mengandung bahan lain seperti ekstrak Licorice, Vitamin B3, antioksidan (vitamin C dan E), allantoin (sbg pelembab), dan active white complex yg bekerja sinergis dgn glycolic acid.

      Aku belum pernah coba Wardah step 2, jadi ngga bisa membandingkan mana yg lebih efetif di kulitku hehe.

      Kalo kamu fokusnya lebih ke regenerasi sel ya pilih Glycore (imho, lebih tokcer, secara AHA 8-10%).

      Tapi kalo kamu butuh komposisi yg lebih komplit (antioksidan untuk menangkal radikal bebas saat beraktivitas, dst), Wardah bisa jadi pertimbangan.

      Aku beli Glycore di tokopedia aja akhirnya haha.

      Wallahu a'lam.

      Hapus
  2. Makasih jawabanny y Hani..artiny glycore bs jg sbg perawatan anti aging yg murah meriah y?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa, tapi idealnya kita juga butuh nutrisi lain (mis. dari serum/essence/ampoule) buat menyehatkan kulit dan hasilnya juga lebih maksimal :D Wallahu a'lam.

      Hapus
  3. Balasan
    1. Alhamdulillah, iya, sama-sama :D

      Hapus
  4. ka hani kalau dipake dikulit yg acne prone oily combination gmn ya kira kira cocok atau tidak mau coba untuk memudarkan bekas jerawat hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo April Sarah :D oily combination tuh maksudnya gimana? area berminyaknya yg dominan?

      Kalo kulit cenderung berminyak, idealnya pake produk dgn kombinasi AHA/BHA say (terutama kalo kulit kamu gampang komedoan).

      Eniwei, meski kulitku area keringnya dominan, tapi pas muncul jerawat aku skip/ngga pake Glycore, soalnya bikin T-zone makin oily dan kulit wajah jdi lebih sensitif (mungkin krn aku pakenya ketebelan).

      Selain itu, Glycore memang mampu meratakan dan mencerahkan warna wajah secara keseluruhan, tapi untuk spot noda bekas jerawat progresnya relatif lama.

      Lebih cepat pake salep macam White-neng, Melanox cream, atau Verile Blemish Acne Cream. Kalau kamu ngga suka teksturnya salep-salep tersebut, bisa browsing lebih lanjut tentang Hakubi White C gel ^^

      Wallahu a'lam. Semoga membantu...

      Hapus

Selain melalui kotak komentar, bisa juga kirim email ke haihanitisblog@gmail.com. Also, please kindly check "Frequently Asked Questions" (FAQ tab on menu bar) before asking. Thank you! ^^