Semua Kesalahan Ada Konsekuensinya

Jumat, 02 Juni 2017
Sebelum lanjut, baca juga post sebelumnya... :D

Ramadhan series
---

Selain kesusahan dan rasa nyeri di hati, ada juga konsekuensi lain dari dosa. Di antaranya adalah diangkatnya keberkahan waktu, dicabutnya kenikmatan beribadah, dan pembersihan dosa. Itu yang paling sering saya dengar saat menyimak kajian (cmiiw, kalau ada yang mau menambahkan dan mengoreksi).

Edited (jazaakillahu khayran buat masukannya) : Konsekuensi lainnya adalah mematikan sensitivitas dan ketajaman hati (tidak sadar melakukan keburukan dan menganggap maksiat adalah hal yang wajar), menjatuhkan wibawa, dan menghilangkan rasa malu.

Diangkatnya keberkahan waktu adalah ketika kita disibukkan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat. Misalnya luput dari beribadah. Padahal sehari itu ada 24 jam, tapi untuk 5 menit pun lisan kita tidak sempat berdzikir.

Hasan al Bashri rahimahullah pernah ditanya. "Hai Abu Sa'id, semalam aku hendak melaksanakan shalat, tapi tak bisa." Beliau pun menjawab, "Engkau terbelenggu oleh dosa-dosamu." (Al-'Iqd al-Farid, 3/152).

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam juga menjelaskan, di antara tanda baiknya seorang muslim adalah waktunya diisi hanya dengan hal yang bermanfaat untuk dunia dan akhiratnya. Sedangkan tanda orang yang tidak baik islamnya adalah sebaliknya.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dari Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda, "Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). [1]
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pun berpesan...
"Seorang hamba jika sebagian waktunya telah tersibukkan dengan amalan yang tidak disyari'atkan, dia pasti akan kurang bersemangat dalam melakukan hal-hal yang disyari'atkan dan bermanfaat. Hal ini jauh berbeda dengan orang yang mencurahkan usahanya untuk melakukan hal yang disyari'atkan. Pasti orang ini akan semakin cinta dan semakin mendapatkan manfaat dengan melakukan amalan tersebut, agama dan islamnya pun akan semakin sempurna." [2]

Konsekuensi lain yang bisa dievaluasi adalah dicabutnya kenikmatan beribadah dan hal-hal yang halal. Misalnya orang terbiasa dengar lagu dan musik, trus jadi sebel kalau dengar adzan.

Dia juga jadi alergi dengan Al Quran dan nasehat agama. Kalau ada yang setel murottal di mobil, malah terganggu sambil bilang, "Udah deh matiin aja, enakan juga ngobrol," dan lain sebagainya.

Kalau ngga percaya, tanya aja sama orang-orang yang sudah berhijrah. Setelah usaha lepas dari musik, alhamdulillah mereka bisa lebih terhibur mendengar kajian dan Al Quran.
Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, "Sungguh nyanyian dapat memalingkan hati seseorang dari memahami, merenungkan, dan mengamalkan isi Al Qur'an. Ingatlah, Al Qur'an dan nyanyian selamanya tidaklah mungkin bersatu dalam satu hati karena keduanya itu saling bertolak belakang." [3]
Contoh lainnya orang yang terbiasa minum minuman keras, akhirnya sulit menikmati jus jeruk. Yang biasa "jajan", jadi sulit menikmati pasangan halalnya.

Sebagaimana kaidah yang diterangkan ulama, "Di antara hukuman dari dosa adalah undangan untuk dosa berikutnya". Dengan kata lain, dia dimudahkan betul untuk bermaksiat. 

Yang kayak gini kan serem. Karena bagaimana kita bisa selamat di akhirat, kalau kita tidak bisa menikmati apa-apa yang menuntun kita ke surga.

Terakhir adalah pembersihan dosa. Topik ini sering dibahas sama ustadz Khalid Basalamah supaya kita lebih hati-hati. Kurang lebih rangkumannya seperti ini...

Semua dosa, baik yang disengaja maupun tidak, pasti ada konsekuensi pembersihannya.


Dosa itu seperti racun. Kita tahu atau tidak, tetap ada efeknya. Jika kita tidak tahu ternyata itu dosa, secara hukum di akhirat kita lepas. Tapi konsekuensi pembersihannya tetap ada.

Kita semua akan disucikan sebelum masuk surga. Baik itu dengan ujian dan musibah di dunia, sakaratul maut yang pedih, azab kubur, atau bahkan dengan api neraka.

Jika Allah menghendaki kebaikan bagi hambaNya, maka Allah menyegerakan pembersihan dosanya di dunia.

Di antara dalilnya adalah...
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Tidaklah ada suatu musibah yang menimpa seorang muslim melainkan Allah akan menghapuskan dosa dengannya sampai pun duri yang menusuk badannya." (HR. Bukhari dan Muslim) 
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Apabila Allah menghendaki kebaikan pada diri seorang hamba maka Allah akan menyegerakan hukuman baginya di dunia. Dan apabila Allah menghendaki keburukan bagi hamba-Nya maka Allah akan menunda hukuman atas dosanya itu sampai pada hari kiamat nanti hukuman itu baru akan ditunaikan.” (HR. Tirmidzi, disahihkan al-Albani dalam Shahih al-Jami') [4]

---

Akhir kata...

Postingan ini ngga maksud menyinggung, sok suci, atau gimana ya T.T Kenyataannya, saya juga banyak salah.

Ahh... Allah kan Maha Pengampun! Santai lah...
Hasan al Bashri rahimahullah berkata, "Rasa takut itu harus lebih dominan daripada pengharapan, karena jika pengharapan mengalahkan rasa takut, maka rusaklah hati. Aku heran terhadap orang yang takut siksa tapi tak berhenti (berbuat maksiat), dan orang yang berharap pahala tapi tidak mau beramal." (Al-'Iqd al-Farid, 3/113)
Bersambung ke Ramadhan Series part 6 : Kejarlah Ampunan di Bulan Ramadhan

Wallahu a'lam.
My posts don't make me pious.
This is a reminder to myself first and foremost.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.
2 komentar on "Semua Kesalahan Ada Konsekuensinya"

Selain melalui kotak komentar, bisa juga kirim email ke haihanitisblog@gmail.com. Also, please kindly check "Frequently Asked Questions" (FAQ tab on menu bar) before asking. Thank you! ^^