Skin Care Talk // Personal Thought // Blogging Experience

Akun Dakwah kok Begitu?

Rabu, 28 Juni 2017
Mumpung kemarin abis bahas social media, jadi sekalian keluarin uneg-uneg deh, lol. Rupanya ngga cuma saya yang ngebatin. Teman saya pun terganggu dengan postingan meresahkan yang beredar di social media.

Apa sih?

Seperti muslim kebanyakan, saya juga follow akun-akun reminder islami. Biar adem gitu lho pas buka instagram :))

Sayangnya, mulai banyak provokator berkedok akun dakwah. Katanya sih akun ahlussunnah wal jamaah...

Padahal ahlussunnah kan ngga boleh mencela pemerintah (#ntmstoo), ngga boleh memberontak, dan ngga boleh ngompor-ngomporin orang untuk memberontak. Dikhawatirkan mudharatnya lebih banyak daripada manfaatnya.

Ini bukan masalah yang sepele lho, karena berkaitan dengan stabilitas suatu negara.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Akan datang sepeninggalku, para pemimpin yang tidak berjalan di atas petunjukku, tidak mengamalkan sunnahku, dan di tengah-tengah mereka akan berdiri orang-orang yang berhati setan dengan jasad manusia."
Hudzaifah ibnul Yaman bertanya, "Lalu apa yang harus diperbuat wahai Rasulullah, jika aku mendapati masa itu?"
Beliau berkata, "Engkau mendengar dan taat kepada pemimpin walau punggungmu dipukul dan hartamu dirampas, tetaplah mendengar dan taat." (HR. Muslim no. 1847) via @silsilahsahihah.
Noted : Ketaatan kepada pemerintah muslim dibatasi dalam perkara ma'ruf saja, sedangkan dalam perkara maksiat maka tidak diperbolehkan.

Baca juga : Mengapa Mudah Mengkafirkan Pemerintah?


Masih tidak puas dengan pemerintah?


Bdw, presiden kita muslim. Adzan masih dikumandangkan dimana-mana. Kita juga ngga dilarang sholat. Ramadhan selalu diiklankan dan orang yang mau berangkat haji pun difasilitasi.

Kajian sunnah selalu mewanti-wanti... Sebagai rakyat biasa ya kudu bersabar. Kalau bisa doakan kebaikan dan hidayah untuk mereka di waktu-waktu mustajab.

Fudhail bin 'Iyadh rahimahullah berkata, "Jika aku mempunyai doa baik yang akan dikabulkan, maka semuanya akan aku tujukan bagi para pemimpin. 

Apabila doa itu hanya aku tujukan untuk diriku sendiri, tidak lebih hanya bermanfaat bagi diriku. Namun apabila aku tujukan kepada pemimpin, dan para pemimpin berubah menjadi baik, maka semua orang dan negara akan merasakan manfaat dan kebaikannya."


Darimana datangnya pemimpin yang zhalim?

Saya mengutip artikelnya Salam Dakwah yang disiarkan Yufid Tv.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman yang artinya, "Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang yang zhalim itu menjadi wali (pemimpin, penolong, teman setia) bagi sebagian yang lain disebabkan (dosa) yang mereka kerjakan." (QS. Al An'am, ayat 129)
Seorang tabi'in yang bernama Al A'masy ditanya tentang ayat di atas, beliau berkata, "Aku mendengar mereka (para sahabat) berkata, jika manusia sudah rusak, maka mereka akan dipimpin oleh orang-orang jahat di antara mereka."

Al Hasan Al Bashri rahimahullah pernah didatangi oleh orang-orang yang hendak menghunuskan pedang-pedang mereka ke arah pemimpin yang zhalim, pemimpin yang membunuh para sahabat Nabi.

Mereka ingin mendapatkan legitimasi dari sang Imam dan fatwanya bisa disebar ke seluruh penjuru negeri Islam.

Akan tetapi, beliau menjawab, "Janganlah kalian memberontak, sesungguhnya dari diri-diri kalian sendiri pemimpin-pemimpin itu didatangkan kepada kalian..."
Dari perkataan yang mahsyur, "Sebagaimana keadaanmu, maka begitulah pemimpin yang diberikan untukmu, amal-amal kalian adalah pemimpin kalian." (Imam At Thurthusyi, Siraj Al Muluk, hal. 197)
Riwayat-riwayat di atas berkesimpulan bahwa musibah berupa penguasa dan pemimpin yang zhalim bermula dari diri kita.

Solusinya?

Bertobat dan beristighfar kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Memperbaiki diri kita, aqidah dan ibadah kita, agar dengan keshalihan kita, Allah menshalihkan pemimpin kita.

Baca juga : Jika Kita Disakiti Orang Lain

Wallahu a'lam.
Reminder to myself first and foremost.
My posts don't make me pious.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day :D
Post Comment
Posting Komentar

Selain melalui kotak komentar, bisa juga kirim email ke haihanitisblog@gmail.com. Also, please kindly check "Frequently Asked Questions" (FAQ tab on menu bar) before asking. Thank you! ^^