Skin Care Talk // Personal Thought // Blogging Experience

Kulit Rentan Bermasalah? Yuk, Puasa Produk Kosmetika.

Sabtu, 11 Maret 2017
Beberapa kali saya ditanya, "Kok kulit kamu pulihnya cepat ya?"

Iya, Alhamdulillah, tapi sebenernya cepet bermasalah juga hehe.

Sekalian curhat yaa... Penyebab jerawat yang paling sering saya alami adalah makanan, hormonal (pms-mens), dan stres. Untuk makanan bisa lah ya rada dikontrol, tapi untuk hormon dan stres itu rada susah.

Di akhir Januari 2017, kulit saya alergi setelah makan pangsit udang instan. Butuh waktu sampai pertengahan Februari baru kulit saya bisa menjinak.

Qaddarallah, di awal Maret kulit saya bermasalah lagi hehe. Memang ngga jerawatan, tapi jadi kering, gradakan, ngelupas, dan gatal.

Itulah kenapa saya ngga sering-sering review produk. Selain agak gambling (cocok atau ngga), juga khawatir... nanti justru produknya yang dikira bikin break out atau memperparah, padahal memang kondisi kulit saya yang sedang tidak stabil.

Jadi, maap-maap aja, kalau review produk di blog ini kurang variatif. Trus, ngga usah penasaran saya pake apa hahaha. Itu-itu aja kok :D

Baca juga : Ini Lho Pembersih yang Saya Gunakan (2017)

Wah, ribet ya...?

Awalnya berat, tapi saya belajar menerima kondisi kulit wajah yang naik turun begini.

Berikut tips sederhana, basic banget dari pengalaman saya pribadi dalam merawat kulit yang rentan bermasalah. Sebenernya topik ini sudah sering dibahas, cuman untuk memudahkan pengunjung baru kayaknya lebih enak kalau dirangkum dalam satu artikel.


#1 Kenali trigger kulit bermasalah

Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, kulit bisa bereaksi atas apa saja.

Bisa karena produk kosmetika, perubahan hormon, obat-obatan tertentu, makanan, cuaca, lingkungan baru, dan lainnya. Trigger masing-masing orang bisa berbeda.

Penting banget untuk mengetahui hal-hal yang dapat memicu masalah, agar kita dapat menekan risiko break out yang parah. Please note, yang udah hati-hati saja masih suka kecolongan :D

Baca juga : Reaksi Kulit terhadap Produk Skin Care = Purging?

---

#2 Batasi penggunaan produk kosmetika
"The biggest skin care mistake is not realizing that less is more," explains Dr. Mona Gohara, associate clinical professor of dermatology at the Yale School of Medicine. "They throw all these different products on themselves, which can irritate your skin and cause inflammation". (via Good Housekeeping)
Less is more. Saya sangat sepakat dengan statement di atas. Lebih baik menggunakan sedikit produk tapi tepat sasaran, daripada menggunakan produk berlayer-layer yang belum tentu kita butuhkan.

Baca juga : Perlu Toner atau Tidak?

Saat kulit sedang bermasalah, kita memang masih perlu pembersih, pelembab, dan/atau tabir surya (untuk aktivitas di luar ruangan). Namun, penggunaan selain produk-produk tersebut baiknya dipertimbangkan dengan matang.

Baca juga : Apakah Kamu Berlebihan Merawat Kulit Wajah?

Kita pun sering mendengar nasehat, "Coba deh jangan pake apa-apa dulu."

Kurang lebih itu benar lho.

Memang tidak semua masalah kulit bisa sembuh hanya dengan diistirahatkan. Tapi pada keadaan tertentu, membatasi atau bahkan stop total menggunakan produk kosmetika (skin care dan make up) adalah pilihan terbaik.

Kulit kita dasarnya "pintar" kok, punya kemampuan untuk pulih sendiri dan beregenerasi.
Jangan sampai kita berlebihan "merawat" kulit yang sedang sakit (apalagi jika tanpa pengawasan dokter), salah-salah jadi makin reaktif.
Pernah ngga ngalamin? Masalah awalnya hanya jerawat 1-2 biji. Tapi setelah dimacem-macemin malah makin parah. Kira-kira begitulah gambarannya :D


Sebisa mungkin, saat kulit sedang bermasalah, saya skip penggunaan produk kosmetika. Paling cuma pake micellar water, karena bulan kemarin saya tidak pake oatmeal seperti yang lalu-lalu (red: kebetulan pas belum nyetok lagi).

Memang kulit jadi lebih kusam dibanding biasanya karena ngga pake produk pencerah endesbre. Tapi Alhamdulillah mrintisan di dahi saya tidak menyebar dan cepat sembuh.

Di bawah ini foto dahi saya awal Maret, sebelum ngalamin kering dan gatal. Mrintisannya rata dengan sendirinya.


---

#3 Menangani sebab dari dalam

Sudah pake ini itu tapi kulit masih sering bermasalah? Bisa jadi ada andil dari kondisi internal tubuh kita. Jadi, jangan hanya fokus di "bagusnya pake skin care apa", tapi coba pelan-pelan memperbaiki gaya hidup juga.

No doubt, yang paling bagus itu rutin olah raga.

Err... tapi, saya ngga disiplin dan payah berolah raga hahaha. Makanya saya coba alternatif lain yang mudah ditelateni : You are what you eat.

Baca juga : Susahnya Membangun Kebiasaan


Selain minum air putih (at least 2 liter per hari), saya juga coba minum madu, Darsi (sementara), dan Habbatussauda (jintan hitam/Nigella Sativa). Coba browsing jurnal penelitian tentang Nigella Sativa, kesimpulannya bagus-bagus, dan Alhamdulillah harganya juga terjangkau.

Baca juga : Yang Kulitnya Berjerawat, Sudah Coba Darsi?

Merk Kurma Ajwa, 210 kapsul hanya sekitar Rp 45.000an (tergantung beli dimana). Tapi ada juga yang lebih cocok mengonsumsi Habbatussauda berupa minyak dalam kapsul.

Dari hasil sharing dengan pengunjung lain, konsumsi Habbatussauda meningkatkan daya tahan tubuh.

Minuman probiotik seperti Yakult juga bagus lho. Kesehatan usus ternyata berpengaruh ke kesehatan kulit. Yang paling sering dishare juga teh hijau tanpa gula, karena kaya antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas.

Kalau kamu tahan minum VCO (Virgin Coconut Oil) atau EVOO (Extra Virgin Olive Oil) monggo, oke buat kesehatan jantung, pencernaan, dan bikin kulit jadi glowing.

Selain itu, bagi muslim, rutin puasa sunnah juga sangat recommended. Secara medis, puasa berdampak positif bagi metabolisme dan detoksifikasi tubuh.

Yang gampang-gampang aja macam Senin-Kamis (bisa senin saja, kamis saja, atau keduanya) dan ayyamul bidh. Tapi pas buka, makannya jangan balas dendam (ngerapel pagi-siang-malam), sama aja bohong :))

---

#4 Jangan stres

Aduh susah sist.
Sama hahaha.
"The mind and skin are connected on many different levels. A lot of nerve endings are connected to the skin, which wraps around the organs, so as emotions are played out neurologically, they can be expressed through the skin just as stress can be expressed through gastrointestinal symptoms, increased anxiety, or hypertension." says Karen Mallin, PsyD (via WebMD).
Salah satu benang merah yang bisa ditarik dari orang-orang yang kulitnya rentan bermasalah adalah level stres yang tinggi. Kita mesti cari cara buat rileksasi dan menenangkan pikiran.

Selain jadi trigger, ternyata stres selama kulit bermasalah juga memperparah dan memperlambat proses pemulihan kulit. So, I try not to overthink everything :))

Baca juga : Toner, Mineral Oil, dan Stress

Stres bisa melatarbelakangi sikap gegabah dalam menangani kulit yang bermasalah [1]. Entah kenapa kita jadi sulit menahan diri untuk tidak ngutak atik jerawat. Padahal kalau jerawatnya dicungkil sendiri, malah berisiko infeksi dan jadi bopeng (acne scar yang dalam).

Kita pun jadi ngga sabar dan pengen hasil yang instan. Padahal proses menangani kulit bermasalah (apalagi kasus yang parah) itu ngga 1-2 hari.

Baca juga : 15 Gosip seputar Jerawat

---

#5 Forgive yourself for not being perfect

Beberapa waktu lalu, saya melihat foto-foto saat masih bruntusan. Alhamdulillah sejak 2014 kondisi kulit saya sudah jauh lebih baik.

Kalau dulu galaunya karena jerawat perih, nyut-nyutan, dan takut pecah... sekarang (pas lagi normal) galau karena pori-pori lebar atau komedo, yang kalau dipikir-pikir itu wajar dan manusiawi.

Saking perhatiannya ke komedo, saya punya cermin pembesar yang membuat pori terlihat lebih jelas. Kalau istilah adek saya, itu Cermin Kebenaran(?). Padahal ada yang zoom-nya lebih horor hehe (12x, etc).

Cermin semacam ini bikin saya makin insecure, bawaannya pengen mencet-mencetin komedo. Kalau ngga hati-hati malah jadi luka :(


Eniwei, jaman sekarang persepsi tentang "kulit sehat" jadi bias. Ada semacam standar cantik yang tidak realistis, sehingga membuat kita merasa kurang, kurang, dan kurang.

Rasa-rasanya pengen gitu punya kulit yang smooth dan poreless(?) macam bayi.

Kita pun jadi berlebihan menggunakan produk-produk tanpa mempertimbangkan keamanan dan kesesuaiannya dengan kondisi kulit kita. Akhirnya bisa ketebak, bukannya makin kinclong, kita malah makin gundah (halala).

Intinya, memiliki kulit yang rentan memang menantang (kalau ngga mau dibilang beban). Tapi pastikan kita menanganinya dengan hati-hati, supaya ngga nambah masalah baru.

Sebagai penutup, saya suka sekali dengan kutipan dari Skinacea di bawah ini. Bagus buat jadi renungan...
Sometimes you just have to take a deep breath and appreciate how well things have gone for awhile and give yourself a break from always trying to be so perfect. And, as you know, you really are your own worst critic. I was really hard on myself to get good skin, but being hard on myself did nothing to make my skin better or clear my acne any faster. So, take a moment and forgive yourself and be okay with yourself for not being perfect. Imperfections are what make life interesting and unique anyway. (via Skinacea)
Baca juga : Obsesi Kulit Putih Sebagian Orang Asia

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.
14 komentar on "Kulit Rentan Bermasalah? Yuk, Puasa Produk Kosmetika."
  1. Aku dulu hobi coba-coba bedak padat.. Kapook~ emang deh kalo kulit berminyak temenan sama si tabur hihiy~

    Suika-lovers.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku malah udah lama ngga bedakan Fii --" kyknya sejak kulit mulai dehidrasi.

      Hapus
  2. Waaah less is good bener juga ya. good untuk kantong juga haha. Aku sering bermasalah sama hormon dan stres. Pokoknya mau mens sama kurang tidur itu bikin masalah banget deh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya, "dompet-friendly" haha. Samaaa... Hormon dan stres, kombinasi luar biasa tuh kalo stres pas lagi pms. Subhanallah :')

      Hapus
  3. Aku juga lagi mengistirahatkan kulit wajahku, biasanya selalu pakai cushion ataupun bedak xDD


    Frida Putri

    BalasHapus
  4. Mau tnya, kenapa di skip pake oatmealnya ? Bukannya oatmeal itu alami ? Makasihh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pas akhir Januari-Februari belum beli oatmeal lagi xD jadi sekalian diskip. Tapi pas Maret ini saya coba ngatasin gatalnya dgn basuh wajah pake teh hijau sist. Baru aja diposting...

      http://www.haihanitis.com/2017/03/cuci-muka-pake-air-teh-hijau.html

      Hapus
  5. Ohh gtu yah sist, soalnya saya baru mulai pake oatmeal buat cuci muka , thanks for replying ^^
    Bagus blognya sist... sukses trus yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sama-sama :D Alhamdulillah kalo bermanfaat.

      Hapus
  6. Artikelnya bagus sekaliii💓💓 waktu baca 'less is more' jadi keinget dosa pas make ini-itu buat nyembuhin jerawat. Alhasil malah makin parah... Abis itu makin stres, makin jadi deh😂 thanks kak buat artikelnya, bermanfaat!! Dua jempol bgt💕

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masya Allah tabarakallah. Hahaha kamu ngga sendiriaan, aku pun dulu suka latah coba produk ini-itu T.T malah nambah masalah baru. Iya, sama-sama :D

      Hapus
  7. Assalamualaikum sis,
    Artikelnya manfaat banget, ceritanya sayah banget. Makasih sudah dshare jadi seperti diingatkan😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaykumsalam warahmatullah wabarokatuh :D Alhamdulillah kalo bermanfaat...

      Hapus

Selain melalui kotak komentar, bisa juga kirim email ke haihanitisblog@gmail.com. Also, please kindly check "Frequently Asked Questions" (FAQ tab on menu bar) before asking. Thank you! ^^