Skin Care Talk // Personal Thought // Blogging Experience

Jika Kita Disakiti Orang Lain

Rabu, 08 Maret 2017

Seseorang bertanya pada Ustadz Nuzul Dzikri (Menjaga Pesona Taman Surga sesi 1 - Hang Tv),
Bagaimana caranya agar hati bisa mengikhlaskan kesalahan yang diperbuat orang lain kepada kita?
Jawaban beliau saya tuturkan ulang dalam bahasa tulis, tanpa mengubah esensi...

Ada sebuah tips penting yang disampaikan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah, "Apabila Anda melihat seseorang disakiti oleh manusia (dicela, dicaci maki, dighibahi, difitnah, mungkin sampai ada kontak fisik), lalu dia tidak mengembalikan pada dirinya, dosa, dan kesalahannya... tidak pula beristighfar kepada Allah, maka camkan bahwa itulah musibah yang sejati."
Allah sudah berfirman, “Dan musibah apapun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy-Syura, ayat 30)
Ketika kita disakiti, ditipu, difitnah, dighibahi orang, itu pasti konsekuensi dosa. Jadi, segera introspeksi diri dan evaluasi dosa-dosa kita.

Baca juga : Jangan Su'udzon kepada Allah

Misal kita diomongin, pastikan apa kritikan mereka kepada kita. Kalau memang kritiknya benar, perbaiki. Kalau ternyata itu fitnah, bukan berarti kita bersih dari kesalahan. TAPI Allah balas kesalahan yang pernah kita lakukan di tempat lain, di kesempatan lain, melalui kondisi-kondisi tersebut.

Saat kita merasa bersalah kepada Allah 'Azza wa Jalla, kita ngga akan terlalu ngotot ke orang lain. Walaupun secara kasat mata jelas-jelas dia yang salah.

Kalau fokus kita hanya kepada orang yang menyakiti kita, kita tidak akan berkembang.

Contoh...

Ada yang memfitnah kita, lalu kita sakit hati. Biasanya kalau sakit hati pelampiasannya gimana? Kita telpon teman kita, kemudian curhat 2 jam. Waktu kita habis untuk menceritakan kesalahan orang lain.

Produktif atau tidak?

Sekarang bandingkan kalau waktu tersebut kita gunakan untuk diri sendiri.
Ini saya salah apa lagi nih... Sampai Allah takdirkan saya difitnah melalui dia.
Dengan begitu kita akan mengaudit diri kita habis-habisan. "Oh, ternyata ini...", lalu kita istighfar, dan memperbaiki diri. Kita akan berkembang kalau terus menerus mempraktekkan pola ini.

Syaikh Abdurrazzaq Al Abbad hafizhahullah berkata, "Konsep muslim itu dua. Akui nikmat Allah dan akui kesalahan kita."
Aku akui seluruh nikmat-nikmat ini dari-Mu Yaa Allah. Dan apa yang aku alami, masalah yang aku hadapi, itu disebabkan karena dosaku sendiri.
Inilah konsep yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alayhi wasallam dalam Sayyidul Istighfar, supaya kita dewasa. Kalau kita sibuk menyalahkan dan menjadikan orang lain sebagai kambing hitam, kita tidak akan maju-maju.

Baca juga : Sayyidul Istighfar (Penghulu Istighfar)

"Ustadz, enak banget dong yang nyakitin kita kalau gitu."
"Hadirin, azab dia dari Allah lebih pedih daripada pembalasan kita untuk dia. Udah biarkan Allah yang balas. Kita fokus menata diri."

By the way, ini baru satu konsep lho. Belum konsep yang lain.

Kalau kita disakiti, itu investasi akhirat. Dosa diampunkan, derajat ditinggikan, dan dia akan transfer pahalanya ke kita.
Kalau ada orang yang transfer duit 10 juta, kita bakal marah-marah atau senang? Sekarang, mana yang lebih besar, duit atau pahala? Ya pahala. Katanya yakin pada hari kiamat? Orang yang mencela dan menyakiti kita itu kan sedang transfer pahalanya ke kita.
"Ustadz, kayaknya dia ngga punya pahala deh..."
"Yaudah, kita yang transfer dosa kita ke dia. Selesai."

Baca juga : Bicara Baik atau Diam (Orang yang Bangkrut di Akhirat)

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.

Reminder to myself too.
My posts don't make me pious.
Thanks for reading and have a nice day.
6 komentar on "Jika Kita Disakiti Orang Lain"
  1. curcol sama Allah pas Tahajud itu paling nyaman kalo aku, ngga bakal ada yg ngebocorin :/ praktek buat sabar n sadar kalo mau di transfer pahala itu susaah banget buatku -_-

    suika-lovers.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masya Allah tabarakallah... Iya, kalau curhat sama Allah malah dikasi solusi, tau-tau masalah kita beres dgn sendirinya hehe. Semangat Fii :D

      Hapus
  2. Q ga suka diejek, y q ga bakal ngejek orang lain, simple aja sih y, paling sedih kalo ada yg ngejek fisik, hahahaha, dibawa ketawa tapi y kepikiran, self reminder banget postingannya mba hanitis, sehat selalu y kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi inget kata temenku dulu, "Kalau masih suka ghibah, jangan tersinggung pas dighibahi orang". Iya, masalah fisik itu emg sensitif hehe.

      Masya Allah, tabarakallah. Sama-sama :D

      Hapus
  3. Jazakillah khairan Kak Hani....tulisannya bisa menjadi penyejuk jiwaku saat ini...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa jazaakillahu khayran :D Alhamdulillah kalau bermanfaat...

      Hapus

Selain melalui kotak komentar, bisa juga kirim email ke haihanitisblog@gmail.com. Also, please kindly check "Frequently Asked Questions" (FAQ tab on menu bar) before asking. Thank you! ^^