Skin Care Talk // Personal Thought // Blogging Experience

Di Surga, Wanita Dapat Apa? (untuk Muslim)

Sabtu, 25 Februari 2017
Banyak wanita yang merasa terganggu dan cemburu saat membaca tentang apa yang akan diperoleh para pria di surga, salah satunya (ehm) bidadari yang sangat cantik. Akhirnya berlanjut ke pertanyaan, "Kenapa ya Allah ngga bahas juga tentang apa saja yang nanti wanita dapatkan di surga?"

As always, postingan semacam ini adalah recap dari apa yang dibahas sama ustadz. Kebetulan(?) kali ini terinspirasi Ustadz Nouman Ali Khan -lagi haha. Link-link lainnya juga insya Allah saya cantumkan :D


Ish, bete deh kalo bahas bidadari -_-

Tidak perlu cemburu. Kedudukan muslimah di surga jauh lebih utama dibanding bidadari. Levelnya beda, ibarat Ratu dan pelayan.

Baca juga : Wanita Dunia adalah Ratu Bidadari Surga

Ibnu Mubarok menyampaikan riwayat dari Hibban bin Abi Jabalah. Beliau mengatakan, "Sesungguhnya wanita dunia yang masuk surga lebih unggul dibandingkan wanita surga, disebabkan amal yang mereka kerjakan sewaktu di dunia." (Tafsir al-Qurthubi, 16/154).


Imam Ibnu Utsaimin menjelaskan, "Wanita shalihah di dunia (yaitu para istri) lebih baik dibandingkan bidadari di akhirat. Mereka lebih indah dan lebih dicintai suaminya. Karena Nabi Shallallahu ‘alayhi wa sallam menyebutkan bahwa kelompok pertama yang masuk surga itu seperti cahaya bulan di malam purnama." (Fatawa Nur ‘ala ad-Darb, 12/58)

---

Tidak ada yang lebih diistimewakan
...kamu akan memperoleh apapun yang (sangat) kamu inginkan dan memperoleh apa yang kamu minta. (QS. Fussilat ayat 31)
Ayat ini tidak hanya untuk kaum pria, tetapi juga untuk kita, kaum wanita. Setiap orang PASTI mendapat apa yang sangat mereka inginkan di surga. Jadi, ngga perlu khawatir :D

Saat kita masuk surga (insya Allah), kejadiannya bukan kaum pria masuk ke dalam istana dan kita cuma duduk diem di pojokan.
"Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita, sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun." (QS. An Nisa' ayat 124)
Dan sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala...
"Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal diantara kamu, baik laki-laki ataupun perempuan." (QS. Ali-Imran ayat 195)
---

Eksperimen kecil-kecilan

Di surat Ali Imran, Allah menyebutkan hal-hal yang diinginkan pria. Tapi tidak ada ayat di Al Quran yang membicarakan daftar keinginan wanita. Ustadz Nouman mengadakan eksperimen kecil-kecilan dengan membagi dua kelompok peserta, laki-laki dan perempuan. Instruksi percobaannya sederhana...
"Dalam waktu 30 detik, tulis apapun yang PALING kamu inginkan saat ini juga. Hal yang paling sering kamu pikirkan dan harapkan lebih dari apapun. Lupakan dulu masalah halal-haram, aturan, dan norma. Silakan tulis di selembar kertas. Tidak perlu menulis nama atau identitas apapun. Lipat kertasnya, dan masukkan ke kantong ini."

Kelompok laki-laki selesai dalam waktu 20 detik. Yang menarik, jawaban kelompok laki-laki tidak memiliki perbedaan yang berarti. Seolah-olah ada "kesepakatan" tentang hal yang sangat mereka inginkan. 

Taulah ya apa -_- (tetiba sensi)

Kelompok perempuan juga diberi instruksi yang sama. Silakan tulis apa yang kamu inginkan lebih dari apapun di selembar kertas.

Tebak apa yang terjadi?

"Hei, hei... kamu tulis apa??"

Di kelompok laki-laki tidak ada yang nanya-nanya begitu.

Saat waktu habis, "Oke, kumpulkan kertasnya."

"Bentar, bentar, bentar! Boleh minta waktu lagi ngga?"

Ada pula yang sudah mengumpulkan kertas, tapi... "Gajadi, gajadi!" Kertasnya diambil lagi, jawabannya dicoret, trus tulis yang lain.

Bagi sebagian perempuan mungkin mudah. Namun untuk sebagian lainnya, menulis hal yang paling diinginkan terasa "menyiksa".

"APA SIH YANG PALING AKU INGINKAN?"

Bahkan ada dari kelompok perempuan yang menulis, "Tergantung."

---

Saat itu, Ustadz Nouman menyadari bahwa Allah menciptakan laki-laki dengan suatu program keinginan tertentu. TAPI, Allah tidak menciptakan wanita dengan daftar keinginan yang sesederhana itu.

Wanita punya keinginan yang jauh lebih rumit (complicated) dibanding laki-laki. Kalau ngga sepakat dengan kata rumit, kita bahasakan lebih canggih hahaha :))

Apa yang wanita inginkan akan selalu berbeda pada setiap tahapan kehidupan. Misal apa yang kita inginkan saat muda dan tua, apa yang kita inginkan sebelum dan setelah menikah, dan apa yang kita inginkan setelah menjadi ibu, itu berbeda.

Keinginan wanita juga sama misteriusnya dengan maksud kata gapapa, terserah, dan aku tuh gak suka diginiin (diginiin gimana?). Hanya Allah yang tahu.


Kita bisa muter keliling mal dan browsing review berhari-hari hanya untuk beli 1 barang hehehe. Atau pas gonta-ganti pakaian... di awal bingung mau pake baju hitam atau putih, ujung-ujungnya malah keluar pake baju biru.


Allah menciptakan sesuatu dalam diri wanita yang membuat (ehm) kita terus menerus memikirkan, "Apakah ada yang lebih baik dari ini?" Ngga heran kalau bersikap qana'ah (merasa cukup dan puas) jadi salah satu ujian yang berat buat kita ^^;

Seandainya disebutkan apa saja yang akan wanita dapatkan di surga...

Contoh...
Kecantikan abadi.
Perhiasan istimewa (ini salah satu yang disebutkan di Quran).
Pasangan yang ganteng dan peka (bisa baca pikiran).
Lemari yang isinya terupdate otomatis (no more "aku ngga ada baju")
Bisa banyak makan enak tanpa takut gemuk.
Istana sepatu.
dst dst dst.

Yakin deh, pasti tetep ada yang komentar, "Bagus sih... Tapi ada yang lainkah?" atau "Kayaknya itu ngga cocok deh buat aku. Ya mungkin menarik buat cewe lain :( tapi aku tuh beda. Aku ngga kayak cewe-cewe kebanyakan." atau malah begini "Ihh kok disebutin sih, kan maluuu..."
"Apakah pantas Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui? Dan Dia Maha Halus, Maha Mengetahui." (QS. Al Mulk ayat 14)

Kenapa kita hanya melihat segala hal secara negatif?

Allah 'Azza wa Jalla tahu dan paham benar dengan apa yang Dia ciptakan. Allah tidak menggeneralisir, karena hal-hal yang diinginkan wanita sangat variatif dan bisa jauh berbeda antar satu dan lainnya. Subhanallah.

Lain cerita dengan laki-laki yang hepi-hepi saja saat disebutkan nanti dapat apa.

---

Bidadari cantik di surga

Banyak orang yang meledek (bahkan yang "muslim" pun juga ada). "Oh, surganya orang Islam, isinya cuma gadis-gadis. Ngga wajar banget sih surganya!"

Ngomong-ngomong, sudah banyak penelitian tentang apa yang selalu dipikirkan oleh laki-laki. Bahkan sejarah pun mencatat bahwa apa yang diinginkan laki-laki di tiap jamannya pun sama.

TAPI, Allah memerintahkan kaum pria untuk mengendalikan keinginannya. Islam mengatur dan membatasi apa saja yang boleh dilihat, dengan siapa saja laki-laki boleh berinteraksi secara kasual, dan dengan siapa mereka boleh berduaan.

Para ulama menetapkan satu kaidah fikih, “Orang yang terburu-buru melakukan sesuatu sebelum waktunya, akan diharamkan untuk mendapatkannya (setelah tiba waktunya).” [1]

Jaman sekarang ada cewe-cewe yang sengaja berpakaian terbuka dan provokatif. Udah gitu malah tersinggung kalau ngga jadi pusat perhatian. Namun, laki-laki mukmin sadar bahwa dia orang beriman, maka itulah dia menundukkan pandangannya.

Orang tua, pasangan, dan keluarganya memang tidak ada di situ, tapi dia tahu benar ada Allah dan dua malaikat yang sedang mengawasinya.

"Aku ngga bakalan lihat. Aku tahu dia cantik, tapi aku ngga mau lihat. Kalau aku bukan muslim, memang aku bakal lihat. Tapi aku ngga mau. Aku tau cewe itu sedang mengamatiku, tapi aku ngga mau balik menatapnya. Aku tahu dia mengajakku, tapi aku ngga mau jawab. Allah tahu apa yang aku hadapi. Aku menginginkan wanita yang sangat cantik dan aku akan memilikinya di surga."


Emang beneran ada ya cowo kayak gitu? :|

Ada, tapi LANGKA.

Kebanyakan orang (termasuk perempuan juga huhu) sulit menahan pandangan dan keinginannya. Tapi ada sekelompok orang yang dijaga Allah 'Azza wa Jalla dari fitnah dunia.
Meskipun kita melihat banyak manusia yang menuruti syahwatnya dan malas melaksanakan ketaatan, sungguh ada kelompok manusia yang dipilih oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Mereka senantiasa menjaga dan melaksanakan perintah-perintah-Nya. (Syaikh Khalid Ar Rasyid)
Baca juga : Mereka adalah Ghuroba

Seolah-olah melalui firmanNya, Allah berbicara pada para pemuda yang menjaga diri, "Tahan. Aku paham. Aku tahu segala yang kamu inginkan dan hal-hal yang kamu pendam. I'll take care of you. Kamu tidak akan dirugikan sedikitpun."

Baca juga : Tujuh Golongan yang Dinaungi Allah di Padang Mahsyar

---
Catatan...

(1) Allah 'Azza wa Jalla memaparkan bahwa di surga ada kebun, sungai, air terjun, buah-buahan, dan lainnya. Setidaknya kita jadi tahu di surga pun ada sungai, meski rupanya jelas berbeda dengan yang ada di dunia.

TAPI ada beberapa amalan yang balasannya sangat menakjubkan. Saking luar biasanya tidak bisa dianalogikan dengan hal-hal yang ada di dunia ini. Contohnya, balasan untuk orang yang bersabar [2].
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”. (QS. Az-Zumar ayat 10)

(2) Disebut dan tidak disebutkannya keinginan serta detail balasan di surga (bagi laki-laki dan perempuan) adalah bentuk kebijaksanaan dan kasih sayang Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada hambaNya.

Lebih lanjut tonton sendiri ya videonya :D Sumber dari Bayyinah Tv dan diterjemahkan oleh channel Islam Idn.


(3) Bayangan apapun tentang surga, pasti meleset... karena belum mewakili apa yang sejatinya terjadi atau ada di surga. Jadi, ngga usah banyak dipikir atau malah su'udzon tidak diperlakukan adil. Mending kita pikirin gimana supaya bisa masuk ke sana.

Ingat, pesannya Ustadz Nuzul Dzikri, "Akhirat itu lebih bergengsi daripada dunia."  Masuk dufan aja bayar, apalagi surga.

(4) Salah satu nikmat Allah kepada penduduk surga, Allah membersihkan mereka dari kotoran hati. Jadi, penduduk surga tidak diliputi rasa sedih, permusuhan, dan cemburu. Semua penduduk surga akan merasa menjadi makhluk paling bahagia.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, "Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara, duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan." (QS. Al Hijr ayat 47).
Tonton juga : Aku Cemburu dengan Bidadari

(5) Syaikh Dr. Utsman Al Khamis (<- link via channel Al Iman Tv) menasehati, tidak patut bagi kita untuk bertanya, "Kenapa Allah melakukan ini, kenapa Allah memerintahkan....", karena Allah 'Azza wa Jalla telah berfirman...
"Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya dan merekalah yang akan ditanya." (QS. Al Anbiya' ayat 23)
Pertanyaan "Kenapa Allah begini, kenapa Allah begitu..." mengandung unsur pengingkaran terhadap Allah Subhanahu wa Ta'ala. Hendaknya kita bertanya dengan menggunakan bentuk ungkapan lain, yaitu "Apa hikmahnya?"

Semua firman, perbuatan, dan ketetapan Allah penuh dengan hikmah, oleh karena itu Allah mempunyai nama Al Hakim (Maha Bijaksana). Kadang hikmah kejadian itu jelas, karena Allah sendiri yang langsung menyebutkannya. Misal seperti...
"Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh yang demikian itu mudah bagi Allah. Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri," (QS. Al Hadid ayat 22-23)

Terkadang para ulama mencari hikmah yang bisa jadi benar, namun juga bisa salah. Ada pula hikmah dan faedah yang baru diketahui di jaman modern melalui penelitian ilmiah. TAPI biasanya ada hikmah lain yang benar-benar tidak dapat kita ketahui.

Jika hikmahnya tidak tampak jelas, maka kita tetap meyakini bahwa Allah 'Azza wa Jalla tidak akan berbuat sia-sia.

Baca juga : Jangan Su'udzon kepada Allah

(6) Last but not least...

Kata Ustadz Adi Hidayat, "Pantes kalau kakinya Rasulullah (Shallallahu 'alayhi wasallam) sampai bengkak-bengkak, karena rakaat pertama sholat malamnya baca 5 juz 4 halaman. Padahal Rasul sudah bebas dari kesalahan, dijamin masuk surga tanpa hisab. Surga tingkat paling tinggi...

Ada orang bukan Nabi, bukan Rasul. Surga belum jelas, amalan masih berantakan, hisab masih menegangkan. Jangankan sholat sunnahnya, dipanggil yang fardhu saja masih terlambat.

Cita-cita masuk surga, bertemu dengan Nabi, masyaAllah, tapi dimana amalan kita?"

"Telah semakin dekat kepada manusia perhitungan amal mereka, sedang mereka dalam keadaan lalai (dengan dunia), berpaling dari akhirat." (QS. Al Anbiya' ayat 1)

Wallahu a'lam.
Mohon maaf jika ada penyampaian saya yang kurang berkenan.

Reminder to myself too.
My post don't make me pious.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.
Post Comment
Posting Komentar

Selain melalui kotak komentar, bisa juga kirim email ke haihanitisblog@gmail.com. Also, please kindly check "Frequently Asked Questions" (FAQ tab on menu bar) before asking. Thank you! ^^