Skin Care Talk // Personal Thought // Blogging Experience

Pesan dalam Surat Al Kahf

Rabu, 04 Januari 2017

Saya hanya mengulas apa yang disampaikan Ustadz Nouman Ali Khan ya. Bahasan mengenai surah Al Kahf sangat penting untuk dipahami kaum muslimin, terutama di akhir zaman yang penuh fitnah (ujian).

Surat ini diajurkan untuk dibaca setiap hari Jumat. Maksud dari nasihat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam adalah membaca dengan merenungkan maknanya.

Bismillahirrahmanirrahim.

Materialisme (underestimate vs overestimate)

Surat Al Kahf memiliki susunan yang unik. Di dalamnya terdapat empat kisah, yang berhubungan satu sama lain.

Pesan di bagian awal surat Al Kahf salah satunya mengenai hakikat materialisme. Materialisme bukan hanya tentang mencintai uang, kekayaan, dan status. Materialisme juga berarti meyakini bahwa hanya materi yang bisa menolong.

Allah mematahkan doktrin materialisme melalui dua kisah di paruh pertama surat Al Kahf. Kita tidak boleh terjebak dalam keindahan dunia, karena itu semua hanya untuk menguji siapa yang lebih baik amalnya (QS. Al Kahfi ayat 7).

Kisah pertama tentang sekelompok pemuda yang bertahan dari ujian berat dan tetap berpegang teguh pada keyakinannya. Allah menidurkan mereka di dalam gua selama ratusan tahun lamanya dan tidak ada seorang pun yang tahu.

Orang-orang bisa saja meremehkan (underestimate) pemuda-pemuda tersebut. "Jika mereka sembunyi di gua, tahan berapa lama? Kan bisa mati kelaparan... Atau bisa juga mereka ditangkap. Memangnya anak muda bisa apa sih?"

Yang perlu kita pahami, Allah tidak akan menyia-nyiakan orang yang meninggalkan kesenangan dunia demi mentauhidkanNya. Dia mampu membengkokkan hukum alam untuk menolong para pemuda ini.

Kita tidak boleh meragukan kekuasaan Allah, karena sumber materi itu sendiri tunduk kepada Allah.

Kisah kedua tentang dua orang pekebun. Salah satunya sangat kaya, memiliki banyak properti, kebunnya luas dan ada sungai yang mengalir di tengahnya. Sedangkan pekebun yang lain memiliki aset yang sangat kecil, sehingga pekebun yang kaya merendahkannya. 

Pekebun yang kaya menilai aset materinya terlalu tinggi (overestimate), sehingga dia menjadi angkuh. "Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya, dan aku kira hari Kiamat itu tidak akan datang, dan sekiranya aku dikembalikan pada Tuhanku, pasti aku mendapat tempat kembali yang lebih baik daripada ini." (QS. Al Kahf ayat 35-36).

Allah pun memberi pelajaran dengan mengambil semua aset pekebun yang kaya.

Jadi, jika kita tidak memiliki apa-apa, masih ada Allah yang menjaga kita. Dan jika kita punya segalanya, jangan sombong. Allah bisa mengambilnya, agar kita paham bahwa sedari awal kita memang tidak punya apa-apa (ref. makna innalillahi wa inna ilaihi roji'un).

---

Ada rencana besar di balik semua kejadian

Allah mengajarkan hal lain dalam paruh kedua surat Al Kahf. Di antaranya adalah kisah nabi Musa alaihissalam - Khidir dan kisah Zulqarnain. Keduanya sama-sama melakukan perjalanan, berhenti di tiga tempat, dan berusaha melakukan hal yang benar. 

TAPI salah satu dari mereka benar-benar tak kuasa untuk mengubah situasi.

Nabi Musa alaihissalam diinstruksikan oleh nabi Khidir, "Kamu tidak boleh protes." Kemudian Nabi Musa menyaksikan pengrusakan kapal. Ada pula seorang anak lelaki dibunuh di depan matanya. Beliau pun harus melakukan pekerjaan berat tanpa kompensasi.

Di sisi lain, Zulqarnain melihat ketidakadilan dan berusaha memperbaikinya. Dia diberi kemampuan untuk memecahkan masalah dimanapun dia pergi. 

Yang Allah bandingkan dalam kisah Musa alaihissalam dan Zulqarnain adalah terkadang kita bisa turun tangan dan memperbaiki hal-hal yang terjadi di hadapan kita. Sebaliknya, kadang kita hanya bisa menyaksikan ketidakadilan tanpa mampu berbuat apa-apa.

Orang yang beriman harus paham bahwa satu saat mereka memiliki materi dan kemampuan untuk menyelesaikan masalah. Sedangkan di lain waktu mereka tidak berdaya sama sekali. Dalam hidup, kita akan selalu terjebak dalam salah satu kondisi tersebut.

Melalui surat Al Kahf, Allah mengajarkan tentang bagaimana kita menyikapi kehidupan di dunia yang fana. Jika kita memiliki materi dan kekuasaan, gunakan dengan baik. Allah bisa mengambilnya kapanpun sekehendakNya.

Jika tidak, pahamilah bahwa ada alasan mengapa Allah tidak memberikan kekuasaan dan kemampuan tertentu pada kita. Mungkin saja ada hikmah yang tidak kita ketahui dan rencana besar yang sedang berlangsung di balik semuanya.

Lengkapnya bisa tonton video di bawah ini ya...


Ustadz Nouman Ali Khan - Quran Weekly Ramadhan 1437 H/2016
Get to know - Surah Al Kahf (10 menit)
Diterjemahkan oleh Nouman Ali Khan Indonesia

Story of Musa and Khidr : Surah Al Kahf in-depth bisa ditonton di Bayyinah TV, dibawakan oleh Ustadz Nouman Ali Khan (6 sesi, masing-masing sekitar 20 menit).

---

Reality check

Dengan memahami surat Al Kahf, orang beriman diharapkan tidak terpana dan terpesona dengan hal-hal duniawi yang ditemuinya. Tahu bahwa dunia dan semua yang di dalamnya bersifat sementara.

Bukan berarti muslim tidak boleh kaya, tapi jangan jadikan dunia sebagai tujuan utama kita. Dunia hanya sarana untuk meraih akhirat.

Selain itu, orang beriman harus sadar bahwa di balik segala yang terjadi, ada kuasa Allah yang sedang berlangsung. Kepercayaan kita seutuhnya harus ditujukan pada Allah Subhanahu wa Ta'ala.


Wallahu a'lam.
Semoga Allah memberikan hidayahNya dan senantiasa menjaga kita.

Reminder, terutama buat saya.
My posts don't make me pious.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.
2 komentar on "Pesan dalam Surat Al Kahf"
  1. titiiis...keep writing yaaah...selalu suka dg tulisanmu...😘😘

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masya Allah tabarakallah, siap mba :D

      Hapus

Selain melalui kotak komentar, bisa juga kirim email ke haihanitisblog@gmail.com. Also, please kindly check "Frequently Asked Questions" (FAQ tab on menu bar) before asking. Thank you! ^^