Produk Skin Care Ini Aman Ngga Ya?

Senin, 17 Oktober 2016
Pertanyaan ini sering banget kita jumpai. Wajar sih, karena banyak skin care abal-abal yang mendompleng nomor notifikasi BPOM palsu. Ini opini saya saja ya, karena bolak balik ditanya krim ini, krim itu aman ngga. Bosen juga hehe...


---

Berbahaya?

Kalau mau dikelompokkan, ada dua macam produk "bahaya" menurut orang-orang, yaitu (1) memang berbahaya karena komposisinya ngaco dan (2) aman, tapi formula atau teksturnya tidak sesuai kebutuhan kulit.

#1 | Jelas bahaya

Yang pertama sudah jelas ya. Sebisa mungkin dihindari. Kasusnya sudah banyak. Jangan pake dalih kalau sudah putih, baru ganti skin care yang jelas aman. Nyatanya ngga sesederhana itu.

Ada juga yang memalsukan produk skin care ternama. Jadi lebih baik beli produk di tempat yang tepercaya seperti counter resmi, supermarket, drugstore, department store, dst.

Saya tertarik, tapi ragu...
Kalau ragu, jangan dibeli dan jangan dipake. Gampang kan? :')

Tapi si (sebut-nama-seleb-yang-tajir-melintir) pake sis...
Mereka beli mobil udah kayak beli gorengan, masa iya pake skin care abal-abal. Minimal pada perawatan di dokter. Malah ada kan seleb yang ngeluarin brand produk kosmetika sendiri. Orang berkecukupan tapi bukan artis aja biasanya pake krim dokter/klinik kecantikan ternama, SK II, EMK, Lancome, dan skin care high end lainnya :D
---

#2 | Aman, tapi ngga cocok.

Yang kedua, ini sering saya sesalkan. Hanya karena ngga cocok tau-tau mengeluarkan statement "Produk X berbahaya." Padahal produknya jelas-jelas aman dan sudah lama terdaftar di BPOM (jauh sebelum era notifikasi). 

Nah yang kayak gini kan malah menimbulkan kesalahpahaman, karena tolak ukur skin care berbahaya jadi bias.

Maksud saya gini lho... Ada orang-orang yang kulitnya memang peka dan bereaksi terhadap zat-zat tertentu seperti pewangi, pengawet, alkohol, menthol dan lainnya. Tapi di kulit orang lain fine-fine saja. Mungkin memang ada risiko iritasi atau alergi, tapi bukan berarti produk tersebut berbahaya. 

Bagi saya pribadi, skin care berbahaya itu jika mengandung merkuri, steroid, hydroquinone, dll. Merkuri itu logam berat yang berbahaya untuk kulit. Sedangkan kortikosteroid dan hydroquinone aman dalam kadar tertentu (anjuran pakainya di bawah pengawasan dokter). Fungsinya sebagai obat, jadi tidak digunakan sebagai skin care harian untuk jangka panjang. 

Saya kadang suka speechless kalo ada yang komen, "Wardah aman ngga sih? Garnier berbahaya? The Body Shop bikin jerawatan?" Segambreng merk lain yang reputasinya bagus dan produsennya kredibel ikutan dicurigai.

Yang perlu kita pahami, semua produk yang terdaftar di BPOM sudah distandardisasi formulanya. Dengan kata lain, produk-produk tersebut (apalagi yang merknya sudah dikenal luas) relatif aman digunakan sebagian besar orang.
Kulit jadi bermasalah pun bisa disebabkan karena pemilihan produk yang kurang tepat. Ini juga yang dulunya sering jadi kesalahan saya. 

Contoh...

(1) Kulit berminyak dianjurkan menghindari tekstur produk berupa krim pekat atau balm, karena akan membuat kulit lebih greasy dan berisiko menyumbat pori. Kulit berminyak lebih cocok dengan tekstur gel dan liquid/watery.

(2) Kulit sensitif dan kering baiknya menghindari produk yang mengandung alkohol dan menthol.

...dan lainnya.
---

Ah skin care biasa ngga mempan sis...

Kadang yah... ekspektasi kita pada suatu produk itu terlanjur muluk-muluk. Jadi bukan berarti produknya ngga mempan. 

Memang sih jarang ada skin care biasa (low dan mid-end) yang bisa bikin kulit semulus foto-foto testimoni krim gajebo. Supaya kinclong mesti diboost lagi dengan suplemen, superfood, atau treatment bulanan di klinik kecantikan (face spa, laser, dst).

---

Akhir kata...

Kalau sugesti kita dari awal sudah positif (tau benar produknya aman), trus selama pemakaian kita enjoy, biasanya progres skin carenya juga memuaskan.

Kalau dari awal kita sudah waswas, curiga ini aman atau ngga, baiknya jangan deh. Apalagi putih instan belum tentu sehat. Jangan sampe saking pengennya putih, kita mengabaikan sisi keamanannya.

Masih banyaaaak banget produk skin care yang jelas-jelas aman. Apalagi dengan budget Rp 300.000an ke atas. Jujur, itu sayang banget.

Saya ngomong kayak gini juga karena pernah nyesal dulu suka latah gonta-ganti skin care. Pas kulit sudah bermasalah ribet ngatasinnya. Makanya postingan ini tuh diketik dari lubuk hati yang terdalam hehe.

Intinya, kalau mau beli produk skin care yang terjamin aman (terutama serum dan pelembab), lebih baik pake brand yang memang sudah punya nama.

Sebatas pengetahuan saya, krim dokter juga tidak bisa sembarangan dijual. Kita mesti ketemu sama dokternya, konsultasi, baru kemudian diresepin formula yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan kulit kita.

Baca juga : Tips Belanja Produk Skin Care (Catat, Cari, dan Hati-hati)

Wallahu a'lam.
Mohon maaf jika ada penyampaian yang kurang berkenan.
Thanks for reading and have a nice day.

KINTSUGI : Berdamai dengan Pengalaman

Jumat, 14 Oktober 2016
Saat cangkir mewah kesayangan kita terjatuh dan pecah, reaksi yang pertama kali muncul biasanya kaget, jengkel, merasa bersalah, dan kecewa. Kita pun menganggap pecahan cangkir tersebut sudah tidak berguna dan membuangnya. Namun di Jepang, keramik pecah bisa diperbaiki menjadi sesuatu yang lebih berharga.


Kintsugi (golden joinery, dikenal pula sebagai Kintsukuroi -golden repair) adalah metode perbaikan keramik atau benda pecah belah dengan pernis khusus yang dicampur dengan emas, perak, atau platina. Metode ini didasarkan pada apresiasi riwayat objek, penerimaan cela, ketidaksempurnaan, dan proses penuaan.

Sejarah Kintsugi dimulai ketika Shogun Ashikasa Yoshimasa memecahkan mangkuk teh dan mengirimnya kembali ke Cina untuk diperbaiki. Tapi ternyata mangkuk tersebut hanya distaples dengan logam. Dia pun meminta pengrajin Jepang untuk memperbaiki dengan cara yang lebih elegan dan estetik. Akhirnya, mangkuk teh itu jadi lebih cantik dibanding aslinya, sebelum pecah.

via Pinterest

Filosofi Kintsugi digambarkan sebagai konsep yang bertolak belakang dengan pemikiran Barat yang mengejar simetri dan kesempurnaan.

Kintsugi merupakan metode rekonsiliasi terhadap peristiwa yang terjadi di luar kendali manusia. Seseorang dapat dikatakan memiliki emosi yang sehat ketika mampu menerima luka psikologis, bangkit, dan menghadapi kenyataan yang baru.

Peningkatan nilai membutuhkan transformasi. Agar menjadi sesuatu yang lebih indah, keramik tersebut harus melalui proses jatuh, retak, pecah, baru kemudian makin berharga setelah diperbaiki dengan emas. Dengan kata lain, retakan pada keramik tidak menjadi akhir dari kegunaan dan nilainya, melainkan bagian dari riwayat benda tersebut.

Sedari kecil, sebagian besar orang dikondisikan untuk berlomba meraih pencapaian, pengakuan, dan penghormatan dari orang lain. Hal inilah yang membuat kelemahan dan pengalaman menyakitkan terasa sulit untuk ditolerir.

Di dunia yang sifatnya sementara dan tidak sempurna, Kintsugi mengajarkan konsep penerimaan terhadap takdir dan perubahan sebagai bagian dari hidup manusia.

I've never met a strong person with an easy past. -Unknown

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

INDO' LOGO : Lulur Hitam Tradisional yang Bisa Di-Peel Off

Senin, 03 Oktober 2016
Lulur hitam atau bedak lotong (yes, hitam = lotong) adalah lulur khas Bugis yang digunakan secara turun temurun di daerah Sulawesi Selatan. Terbuat dari beras yang disangrai sampai hangus, kemudian diolah dengan rempah dan bahan pilihan lainnya.

Walau ramuannya sederhana, tapi bikin bedak lotong itu susah. Temen saya sih yang cerita. Tantenya jago bikin bedak lotong, giliran dia yang buat (dengan resep yang sama) hasilnya failed hehe. Sodara saya juga bilang kalo bedak lotong biasa jadi oleh-oleh pas pulang kampung.

Saat sis Tiwi menawarkan bedak lotong ya jelas maulah. Seumur hidup saya belum pernah coba hehehe (kemana ajaa). Paling pake lulur/scrub biasa yang dijual supermarket. Saya pun makin excited waktu tau produk ini multifungsi, bisa jadi masker peel off juga :') Masya Allah.


Deskripsi Produk

Lulur Hitam Indo' Logo dari tradisi budaya Bugis di Sulawesi Selatan, Indonesia. Lulur ini telah lama digunakan oleh keturunan perempuan Bugis dari generasi ke generasi yang diyakini mampu membersihkan, mencerahkan, dan menghaluskan kulit. Terbuat dari 100% bahan alami, tanpa bahan pengawet dan tidak ada bahan kimia yang ditambahkan.

Lulur hitam (black scrub) mampu menghilangkan sel kulit mati, dan kandungan ekstrak tumbuh-tumbuhan yang membuat kulit segar, lembut, dan sehat. Dengan aroma yang khas dan menenangkan.

Komposisi
Aqua, Rice (Oriza Sativa), Curcuma Longa Extraxt (Turmeric), Citrus Medica Limonum (Lemon) Fruit Extract, Pandanus Amarylifolius Extract.


Petunjuk Penggunaan

Sebagai lulur mandi
Sapukan pada bagian tubuh yang basah. Gosok perlahan hingga dirasa cukup, atau biarkan mengering, lalu bilas dengan air. Tidak perlu menggunakan sabun mandi. Akhiri dengan menggunakan body lotion/body butter favoritmu.

Sebagai masker peel off mask
Sapukan pada wajah yang basah secara rata dan agak tebal. Tunggu 20-30 menit hingga masker mengering. Kupas masker dari wajah. Bersihkan sisa masker dengan air. Gunakan pelembab setelah maskeran.


Tips penyimpanan
Simpan di tempat dingin dan terhindar dari genangan air.

Di dalam pot/jar, lulurnya juga dikemas dalam bungkus plastik. Nah, salah saya tuang sekaligus semuanya hehe. Kata sis Tiwi baiknya tetap disimpan di plastik. Kalau mau dipake, baru tuang sedikit-sedikit ke dalam jar-nya. Usahakan rutin luluran/maskeran 2-3 kali dalam seminggu supaya cepat habis.

Peringatan!
Periksalah produk sesering mungkin meski tidak sedang digunakan. Karena lulur hitam ini tidak menggunakan zat pengawet, jadi rentan berjamur. Supaya awet dan tahan lama, lebih baik disimpan di kulkas.


Tekstur

Sebenarnya, bedak lotong original berupa scrub (ber-granule). Yang dikirim ke saya adalah bedak lotong yang sudah dihaluskan. Teksturnya pas, tidak terlalu encer tapi juga tidak kental. Terasa lengket setelah aplikasi, namun mudah luruh saat dibasuh air.


Review

Untuk badan hanya saya gunakan di area-area tertentu saja, seperti siku, lutut, leher, dan lainnya. Di saya, efek mencerahkannya ngga kelihatan, tapi kulit memang jadi lebih halus. Saya lebih sering menggunakan produk ini untuk wajah, sekitar 1-2 kali dalam seminggu. Fungsinya untuk mengeksfoliasi sel kulit mati dan masker peel off di area hidung.


Bisa ngangkat komedo?

Yes!

Whitehead yang nongol kecil-kecil ya. Kalau komedo yang masih mendam ngga ngefek. Sama sih kayak pore pack, ada yang keangkat ada yang ngga. Bagusnya, karena cara pemakaiannya dioles, jadi bisa menjangkau lipatan cuping yang biasanya ngga ketempelan pore pack.


Kelihatan ngga di foto? Komedo putih dan bulu halus terangkat. Hidung jadi lebih smooth. Ngomong-ngomong, sayang banget ini kamera ngga pake lensa makro jadi pas fotonya dizoom, komedo yang terangkat kelihatan kurang jelas. Sori.


Mungkin karena bahan-bahannya alami, jadi sugestinya juga positif ya hehe. Tidak ada sensasi begah/gerah/harsh setelah saya menggunakan masker ini. Lain halnya dengan masker peel off pabrikan yang pernah saya coba. 

Selama dan setelah maskeran, kulit bener-bener terasa kencang (in a good way ya, bukan tegang atau kaku). Meski itu efek sementara, tapi lumayanlah buat kita-kita yang udah mulai concern ke perawatan anti aging.

Lulur Hitam dan Activated Charcoal

Saya tertarik untuk membandingkan bedak lotong dengan DIY activated charcoal mask. Keduanya sama-sama dapat mengangkat kotoran dan sel kulit mati, mengeringkan komedo (jadi lebih mudah dikeluarkan), dan dapat digunakan untuk menotol spot jerawat (1-3 biji, bukan untuk mengatasi jerawat yang nyebar/parah lho ya).

Baca juga : DIY Activated Charcoal Mask (2014)

Sedangkan dari sisi kepraktisan, saya pilih bedak lotong/lulur hitam Indo' Logo. Harganya relatif terjangkau dan multifungsi. Kita udah ngga perlu pusing-pusing mikirin ini perlu dicampur apa untuk digunakan sebagai scrub, masker biasa, atau masker peel off. Tapi balik lagi sih ke selera masing-masing hehe.


Akhir Kata...

Secara keseluruhan saya puas dengan produk ini. Pertama kalinya coba bedak lotong, langsung dapet yang bagus, dan alhamdulillah cocok.

Kekurangannya masih bisa diakali. Misalnya untuk kulit kering, penggunaan masker sewajah cukup sekali dalam seminggu. Pas maskernya dikupas juga terasa cekit-cekit. Maka dari itu, saya lebih suka membersihkan masker dengan air sambil menggosok pelan seperti scrubbing. Peel-off-nya hanya saya gunakan di area hidung.

Noted!
Sama seperti produk skin care pada umumnya... Untuk kulit yang rentan bermasalah (sensitif, acne prone, dll) baiknya dicoba sedikit dulu atau dites di lengan atas bagian dalam. Meski bahan-bahannya alami, jika ada reaksi yang tidak wajar (memerah, gatal, dst), segera hentikan pemakaian ya :D

Tertarik untuk mencoba?

Harga lulur hitam Indo' logo yang halus (bisa peel off) dan kasar sama.
Ukuran 100gr Rp 25.000 dan 300gr (kemasan pot/jar) Rp 75.000.

Kontak Sis Tiwi -- id Line rurinpratiwi
Atau melalui web www.lulurindologo.com

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.