Skin Care Talk // Personal Thought // Blogging Experience

Reaksi Kulit terhadap Produk Skin Care = Purging?

Jumat, 30 September 2016
Ada beberapa istilah yang rada bergeser dari maksud sebenarnya. Salah satunya adalah purging. Alih-alih malah digunakan sebagai alasan oknum seller jika ada konsumen yang komplain.

Purging terdengar mengkhawatirkan. TAPI, meski diobati dengan tretinoin sekalipun, tidak semua orang bisa mengalami purging.

Purging itu unpredictable. Ada orang yang jerawatnya mateng keluar, ada juga yang jerawatnya langsung kering kempes begitu saja.

---

Mungkin, mungkin lho ya... Salah kaprah mengenai purging bermula dari sini...

Selama minggu-minggu awal pengobatan seolah-olah terjadi peningkatan peradangan. Hal ini disebabkan oleh khasiat pengobatan yang bekerja pada komedo dan papel jerawat yang dalam, dimana sebelumnya tidak tampak. Pada umumnya hasil-hasil pengobatan sudah dapat dilihat setelah 2 atau 3 minggu, sedangkan hasil yang optimal dapat diharapkan setelah 6 minggu pengobatan.

Iya, itu dari anjuran pakai Vitacid, yang notabene obat keras (tretinoin). Tapi tau-tau digeneralisir, merambah juga ke produk skin care biasa.


Umumnya, purging tidak dipicu karena skin care, melainkan obat. Kalau kita runtut ke artinya saja sudah jelas ya produk skin care berfungsi untuk merawat, sedangkan obat ya untuk mengobati, menuntaskan.

Memang ada well formulated skin care products yang mampu mengatasi jerawat seperti Paula's Choice, produk-produknya Wish Trend, dan sejenisnya. Tapi untuk kasus jerawat/bruntusan parah tetap dianjurkan untuk berobat ke dokter.

---

Reaksi Kulit terhadap Produk Baru

Kesalahan saya di artikel sebelumnya adalah belibet dalam menjelaskan tentang purging, reactive skin, dan break out. Jadi banyak yang bingung hehe, maaf T.T
Singkat cerita...

(1) Reaksi kulit di awal pemakaian adalah tolak ukur, apakah kita cocok dengan produk/treatment tertentu atau tidak.

(2) Purging terjadi untuk mengobati break out (jerawat) dengan menggunakan tretinoin, salycilic acid (dalam kadar tinggi), dan ingredient aktif lain yang berfungsi mengatasi problem pori tersumbat. Kulit yang sehat tidak akan mengalami purging.

(3) Umumnya, purging dipicu oleh obat. Bukan karena pelembab biasa, masker, dan sabun.

(4) Break out akibat produk skin care bisa terjadi karena cara dan frekuensi pemakaian yang kurang tepat; formula tidak sesuai dengan kebutuhan kulit; formula yang terlalu harsh untuk kulit; tekstur produk menyumbat pori (jadi jerawat); pH produk tidak sesuai dengan pH kulit; berlebihan menggunakan produk; mengandung zat berbahaya; dst.

Baca juga : Apakah kamu berlebihan merawat kulit wajah?

---

Bagaimana kita menyikapi kulit yang bereaksi?

Kulit kita bisa bereaksi atas apa saja. Bisa karena stres, perubahan hormon, makanan, cuaca, lingkungan baru, dan lainnya. Tapi di artikel ini, konteksnya adalah reaksi kulit atas produk skin care atau treatment baru. Reaksi yang dimaksud adalah jerawat, gatal, perih, memerah, kaku, terasa ngga nyaman, dan lainnya.

Kulit yang normal dan sehat, ngga gitu reaktif. Saking tahan bantingnya, pake produk apa aja cocok (asik ya). Kalaupun ada reaksi seperti begah/gerah setelah pemakaian produk, kulit mereka bisa cepat pulih dan terbiasa dengan sendirinya.

Sedangkan orang yang kulitnya rentan bermasalah biasanya tau diri dengan segera menghentikan pemakaian produk. Mereka tidak akan menunggu "keajaiban" dengan dalih purging atau detox. Karena kalau ngotot dilanjutkan, salah-salah jadi break out yang parah.

---

Purging karena produk skin care?

Bisa terjadi tapi tidak lazim.

Tidak lazim di sini bukan berarti mustahil ya. Konon, produk skin care yang diformulasikan untuk mempercepat regenerasi dan pemulihan kulit bisa memicu purging di sebagian orang. TAPI ini kasuistik banget, ngga bisa digeneralisir.

Ada pengunjung yang cerita tentang proses purging saat menggunakan SK II. Dulu pun saya pernah mengalami purging saat memakai Elicina.

Loh, kenapa pake Elicina?
Karena saat itu saya belum kenal Mediklin TR dan takut ke dokter :'p

Awalnya saya juga ragu, ini purging apa ngga cocok. Saya coba pake sewajah. Jerawat keluar, matang, dan kering. TAPI ngga nyebar, hanya di area yang sedari awal memang bruntusan. Yang tidak bermasalah, justru makin kenyal. Progresnya saya dokumentasikan dengan foto, supaya ngga bersandar pada rasa-rasanya.

Baca juga :
Sharing Pengalaman Purging
Kondisi Kulitku (2014)

Sekali lagi, ini tidak lazim dan yang perlu digarisbawahi... menilai purging atau tidak saat menggunakan produk skin care itu gambling banget. Apalagi kalau kita tidak peka mengamati progres kulit. Akhirnya pada berobat ke dokter karena keukeuh bertahan. Dikira purging, padahal break out.

---

Kesimpulan

Kalau ragu dengan keamanan produk skin care tertentu, jangan dibeli dan jangan dipake.

Purging terjadi ketika kulit kita memang punya problem pori tersumbat yang serius. Jika kulit kita mulus-mulus saja, namun setelah menggunakan produk baru mendadak jerawatan, besar kemungkinan karena tidak cocok, bukan purging.

Jangan mudah menyimpulkan reaksi kulit (terutama reaksi penolakan/iritasi atau alergi) terhadap produk skin care sebagai purging. Amannya, saat terjadi reaksi negatif dan tidak wajar, segera hentikan pemakaian. Jika kondisi kulit memburuk (tidak ada tanda akan membaik), baiknya konsultasikan ke dokter.

Baca juga : Apakah Sabun Menyebabkan Purging?

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Hada Labo Tamagohada Face Wash : Apakah Sabun Menyebabkan Purging?

Rabu, 28 September 2016
Sebenarnya Hada Labo Tamagohada Face Wash sudah pernah saya bahas sepintas di tahun 2013. Hmmm... Lama juga ya. Kalaupun ganti, paling pake yang varian Gokujyun (tube putih). Sampai-sampai temen saya pernah tanya, kamu kok betah ngga ganti-ganti sabun muka :)) Hehe udah ganti pembersih kok sekarang.

Baca juga : My Favorite Beauty Products (2013)

Saat tipe kulit masih berminyak, Tamagohada adalah pembersih favorit saya. Produk ini masih sering saya gunakan hingga awal tahun 2016. Formulanya membuat kulit tampak segar dan halus, tanpa meninggalkan sensasi kesat.

Karena fotonya mejeng di akun instagram saya, beberapa orang sharing kalau mereka ngga cocok. Bahkan ada yang jadi jerawatan.


Hada Labo Tamagohada Face Wash mengandung glycolic acid (AHA) dan salicylic acid (BHA) yang biasa digunakan sebagai chemical exfoliant. Keduanya mampu mengangkat lapisan sel kulit mati yang membuat kulit jadi kasar dan kusam.

Tamagohada juga dibundel dalam trial kit Hada Labo Gokujyun Alpha (Anti Aging). "Regenerasi sel" kulit yang mengalami penuaan sudah melambat, jadi butuh produk kosmetika untuk mengangkat lapisan sel kulit mati, supaya sel-sel kulit yang lebih sehat dapat naik ke permukaan.


Klaim Produk

Membantu mengangkat sel-sel kulit mati, kotoran, dan minyak dari kulit.
Membantu mengurangi kulit yang kusam.
Membantu menjaga kehalusan tekstur kulit sehingga menjadi lebih lembut dan cerah.
Sesuai dengan pH kulit dan tingkat iritasi yang rendah.
Tidak menggunakan zat pewangi, zat pewarna, mineral oil, dan ethanol.

---

Kenapa ngga pake Tamagohada lagi?

Saya memang sudah jaraaang banget memakai sabun wajah. Hanya di saat kulit terasa sangat kotor. Kulit saya yang kombinasi dan mudah dehidrasi lebih kalem jika dibersihkan dengan cleansing water. Jadi, alasannya bukan karena AHA-BHA-nya lho ya, tapi lebih ke tekstur sabunnya.

---

Apakah sabun menyebabkan purging?

Jawabannya, tidak.

AHA-BHA-nya terlalu ringan untuk memicu purging (tidak seperti obat yang formulanya strong). Makanya disebut mild peeling dan aman digunakan sehari-hari. Chemical exfoliation yang mengandung AHA-BHA juga lebih efektif jika digunakan dalam sediaan krim atau leave on products.

Sabun pembersih (wash off products) paling lama hanya bekerja sekian menit, kemudian langsung dibilas air. Jadi, efeknya lebih ke membersihkan kotoran dan minyak berlebih. Bukannya mengobati problem jerawat yang serius.

Ini ngga cuma bahas Tamagohada aja ya, sabun lain juga termasuk.

---

Kenapa sabun membuat kulit jadi bermasalah?
(jadi jerawat, memerah, perih, iritasi, dan lainnya)

#1 | Tekstur tidak sesuai dengan tipe dan kondisi kulit

Klise ya?

Bener kok. Tekstur pembersih yang kita gunakan idealnya disesuaikan dengan tipe dan kondisi kulit kita sendiri. Menggunakan produk pembersih yang kurang tepat dapat menyebabkan kulit jadi bermasalah. 

Contoh...
Kulit yang kering dehidrasi kurang cocok menggunakan sabun pembersih (meski itu pH balanced), biasanya kulit malah makin kering, terasa kaku dan ketarik.

Hada Labo Tamagohada Face Wash baik digunakan untuk orang dengan tipe kulit berminyak, karena produksi sebumnya berlebih dan sel kulit matinya lebih tebal.

Baca juga : Tipe dan Kondisi Kulit (+++ Info Lainnya)


#2 | Tidak di-foaming

Pembersih berupa foam disukai karena memberi sensasi segar. Memang ada orang yang kulitnya fine-fine saja, meski sabunnya tidak dibuihkan hingga menjadi foam yang creamy.

TAPI, kalau kulit kita rentan bermasalah, lebih baik sabunnya di-foaming terlebih dahulu sebelum diaplikasikan ke wajah. Foam yang creamy membuat sabun pembersih lebih efektif menjangkau kotoran di dalam pori dan lebih gentle (risiko iritasi rendah) karena tidak menstimulasi kulit.

Tentang foaming juga sudah pernah saya bahas duluu di tahun 2013. Foaming adalah membuihkan pembersih dengan menggunakan net khusus sabun wajah.

Baca juga : Double Cleansing (Membersihkan Wajah dengan Oil dan Foam)


Net seperti yang di foto cukup murah, sekitar Rp 12-14.000. Saya beli di counter kecantikannya Matahari department store. Cuman, tidak ada sponge kecilnya, jadi untuk membuat foam yang lebih creamy mesti dibuihkan lebih lama. Berbeda dengan net/bubble maker merk The Face Shop, Missha, atau Tony Moly. Lebih cepat karena sudah ada spongenya.

FYI, Hada Labo Gokujyun Face Wash juga ada yang dikemas dalam botol pump. Lebih praktis, karena saat dikeluarkan sudah dalam bentuk foam.


Kalau tidak difoaming, dibiarin sebentar buih sabunnya cepat hilang, kan? Akhirnya kulit wajah malah dibersihkan sama telapak tangan yang licin, bukan dengan foam-nya.

Foam yang creamy tidak beleber netes kemana-mana. Jadi jangan heran dengan 4-2-4 (minutes) cleansing method yang sempat populer di Korea Selatan. Karena foam padat memang bisa bertahan lama di atas permukaan kulit.


#3 | Tidak menggunakan produk bertabir surya

Tabir surya sangat dibutuhkan, terutama jika kita menggunakan obat dan produk yang mengandung exfoliant. Kulit akan menjadi semakin sensitif/peka terhadap sinar uv sehingga butuh diproteksi.

Di kemasan produk juga tercantum.

Mengandung 0.98% AHA. Hindari kontak langsung dengan sinar matahari. Jangan digunakan di sekitar mata, mulut, dan membran mukosa lain. Gunakan tabir surya dengan SPF (Sun Protection Factor) minimal 15. Jika terjadi reaksi hipersensitif (rasa terbakar, kemerahan) hentikan pemakaian.


#4 | Berlebihan membersihkan wajah

Membersihkan wajah dengan sabun cukup 2 kali dalam sehari. Di pagi/siang dan malam hari. Hal ini juga berlaku bagi kulit yang sangat berminyak sekalipun. Terlalu sering mencuci wajah dengan sabun membuat kulit kehilangan minyak alaminya, mengganggu skin barrier, sehingga kulit jadi rentan iritasi dan bermasalah.

Baca juga :
Jangan Merawat Wajah & Mengatasi Jerawat dengan Cara Alami ini
Apakah Kamu Berlebihan Merawat Kulit Wajah?

#5 | Formula yang tidak sesuai

Tekstur udah pas, sabunnya selalu difoaming, frekuensi pakai juga udah tepat. Lantas kenapa kulit masih bermasalah juga?

Ya balik lagi ke alasan paling basic di dunia per-skincare-an : cocok-cocokan.

Ngomong-ngomong, produk Hada Labo yang saya coba pertama kali adalah Shirojyun face wash (supaya sepaket dengan lotion dan milk-nya). Eh, malah muncul jerawat. Sebaliknya, ada yang share, dia lebih cocok pake Shirojyun face wash, Tamagohada bikin kulitnya terasa aneh. Padahal (saat itu) kulit kita sama-sama berminyak dan acne prone.

Dengan kata lain, secara spesifik kebutuhan dan kondisi kulit masing-masing orang tidak sama persis. Oleh karena itu, progres dan reaksi kulit tiap orang terhadap satu produk juga bisa berbeda.

Untuk tahu kulit kita cocok dengan produk skin care juga tidak perlu menunggu lama. Di awal-awal pemakaian bisa dicek apakah ada reaksi penolakan dari kulit atau tidak. Reaksi penolakan adalah reaksi negatif yang tidak wajar seperti jerawat, bruntusan, gatal, perih, kemerahan, iritasi, dan lainnya. Kalo sudah begitu, segera hentikan pemakaian.

Baca juga : Reaksi Kulit terhadap Produk Skin Care = Purging?

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Original Source Body Butter : Vanilla-Raspberry & British Strawberry

Selasa, 20 September 2016

Produk seperti body lotion biasa kurang nendang untuk melembabkan kulit badan saya yang kering. Kalaupun ada, rasanya lengket dan licin. Di sisi lain, sebelumnya saya males banget pake body butter. Yang ada di kepala saya, body butter itu juga lengket, pekat, dan gerah.

Sekarang sudah banyak body butter yang ampuh melembabkan, tapi tetap terasa ringan di kulit. Salah satunya adalah Original Source Body Butter. Produk ini mudah diperoleh di supermarket (saya beli di Carrefour, Rp 28.000).

Harganya terjangkau, mengingat produk ini impor, vegan, dan tidak diuji di binatang. Selain itu, Original Source merupakan member Aromatherapy Trade Council (licence no. 068). Ngga heran sih, wangi produk-produknya enak banget.

Baca juga : Cek  Arti Simbol/Logo Kemasan Produk Kosmetika di Sini

Ada dua varian Original Source Body Butter, yaitu Vanilla and Raspberry dan Seasonal Edition British Strawberry. Dilihat dari komposisi, base-nya sama, beda dikit (sotoy). Saat diaplikasikan ke kulit juga saya tidak bisa membedakan keduanya, karena warna dan tekstur produk mirip plek.

Klaim produk

Our rich and non-greasy body butter deeply conditions and leaves skin moisturised, smooth, and fragrant.





Review

Dikemas dalam jar 100 gr membuat body butter ini kurang cocok untuk dibawa kemana-mana. Padahal bagus banget untuk dijadikan hand cream. Supaya lebih higienis (bukan dipake di rumah), baiknya dipindah ke botol tube. Botol tube kosongan biasanya dijual di counter kecantikan department store. Di tokopedia juga banyak.


Teksturnya sedikit lebih pekat dibanding lotion, tapi lebih melembabkan dan cepat meresap. Kalau diperhatikan yaa, teksturnya tuh mirip yoghurt dan es krim yang sudah mulai melting. Kalau disajikan di piring mungkin bakal saya lahap juga.


Eniwei, saya lebih suka wanginya Vanilla-Raspberry dibanding British Strawberry. Vanilla-Raspberry aromanya bikin laper haha. Beneran lho wanginya lembut manis kayak es krim. Sedangkan Bristish Strawberry lebih strong dan tajam.

Beberapa waktu lalu, saking keringnya kulit saya jadi bersisik dan perih. Waktu itu Lucas' Papaw Ointment (yang biasa jadi andalan) ngga tau lagi nyelip dimana. Akhirnya cuma pake Original Source Body Butter Vanilla-Raspberry. Kulit langsung nyesss, dingin banget rasanya. Beberapa hari kemudian kulit saya pulih seperti semula.

Baca juga : Lucas' Papaw Remedies Ointment

Original Source Body Butter adalah produk rumahan, bukan untuk melindungi kulit saat panas-panasan di pantai. Di list ingredient-nya ada Vitamin C dan Vitamin E, fungsinya sebagai antioksidan (cmiiw). Selama pemakaian, produk ini tidak mencerahkan kulit saya, biasa saja. Kalau mau mengatasi belang dan warna kulit yang tidak rata, lebih ampuh pake body serum dan luluran.

Baca juga : My Favorite Beauty Products (2013)

Selain body butter, produk Original Source lumayan variatif. Ada body shower, body scrub, body lotion, body mist, dan body oil. Pengen banget coba mango oil-nya (buat punggung kaki kering banget, lol), tapi di Makassar belum ada kali ya ^^; Body scrubnya aja kadang stoknya kosong.

Ngomong-ngomong, beberapa hari lalu, saya beli British Strawberry Shower kemasan mini (sekitar Rp 7.000). Oke banget buat dibawa travelling, karena ngga makan tempat. Aromanya persis British Strawberry Body Butter. Buat kulit kering pas lah ya, ngga kesat, ngga terlalu licin juga. Cukup untuk seminggu. Yang saya ngga suka, tutup botolnya model ulir gitu, jadi ngga praktis :( coba pake yang flip-top (banyak maunya haha).


Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

PIXY Cleansing Express : Anti Acne

Minggu, 11 September 2016

Beberapa waktu lalu, saya cari toner murah yang mengandung salycilic acid. Ketemulah dengan PIXY Cleansing Express seri Anti Acne (100 ml sekitar Rp 15.000). Karena sebelumnya pernah pake seri Brightening dan alhamdulillah cocok-cocok aja, akhirnya saya memantapkan diri untuk coba seri Anti Acne.


Deskripsi produk

Kulit Anda cenderung berjerawat? Gunakan PIXY Cleansing Express Anti Acne. Diperkaya dengan Salicylic Acid sebagai anti bakteri. Dipotassioum Glycyrrhizate dari ekstrak bahan alami Jepang KANZO, membantu menyejukkan kulit berjerawat.

Formulanya yang bebas alkohol secara lembut mengangkat seluruh kotoran dan make up di kulit tanpa meninggalkan kesan lengket. Dapat digunakan untuk daerah sekitar mata dan bibir.

Terbukti secara klinis tidak memicu timbulnya komedo (non-comedogenic) dan jerawat (non-acnegenic). Sesuai untuk kulit yang cenderung berjerawat. Kulit terasa halus.

Cara pakai
Basahi kapas dengan PIXY Cleansing Express Anti Acne lalu usapkan pada wajah dan leher.

Perhatian!
Hentikan pemakaian jika terjadi iritasi. Jika produk masuk ke dalam mata, segera bilas dengan air. Hindarkan produk dari panas dan sinar matahari. Mengandung menthol. Tidak untuk anak di bawah 3 tahun.


Review

Yang disebut-sebut sebagai "bahan alami Jepang KANZO" itu licorice ya. Jadi bukan sesuatu yang baru.

Dikutip dari Haz-Map [1], nama lain dari Licorice extract antara lain Glycyrrhiza extract; Glycyrrhizae (Latin); Kanzo (Japanese); Kanzou (Chinese); Licorice extract (Glycyrrhiza spp.); Licorice extract powder (Glycyrrhiza glabra L.); Licorice root (Glycyrrhiza glabra L.); Licorice root extract.

Baca juga : Verile Acne Blemish Cream (ada ekstrak Licorice-nya)

Sedangkan Salicylic Acid itu ngga cuma sekedar anti bakteri. Dia juga bisa masuk ke dalam pori untuk membersihkan sebum dan kotoran. Terbukti dalam seminggu pemakaian, whitehead saya berkurang sekitar 30% (tanpa diekstraksi pake stik komedo). Blackheadnya sih tetep anteng di hidung haha.

Daya bersih produk ini sama dengan PIXY Cleansing Express seri Brightening. Tekstur, varian ukuran, dan kepraktisannya juga persis. Jadi ngga perlu dibahas di sini ya...

Baca juga : PIXY Cleansing Express : Brightening

Menurut saya, pemilihan kata "Sesuai untuk kulit yang cenderung berjerawat" itu sudah tepat (supaya ngga ada misleading information). Kulit cenderung berjerawat (acne prone) itu bukan berarti selalu-setiap-saat berjerawat, melainkan mudah mengalami jerawat.

Jadi, jangan heran kalau ada yang kulitnya mulus, tapi dia ngaku acne prone. Ini berarti, jerawat bisa seenaknya muncul saat dia mengalami pms, stres, pake produk kosmetika yang rich, terpapar polusi, dll.

Baca juga : Tipe dan Kondisi Kulit

Pas pertama kali coba PIXY Cleansing Express Anti Acne wanginya berasa tajem banget. Saya lupa wanginya PIXY Cleansing Express Brightening seperti apa, jadi tidak bisa membandingkan.

Produk ini memang tidak mengandung alkohol. TAPI, mengandung zat pewangi (di tengah list ingredients) dan menthol. Memang ada orang-orang yang kulitnya reaktif dengan zat pewangi dan menthol dalam produk kosmetika. Tandanya, kulit mengalami kemerahan, gatal, perih, pedih, dan reaksi tak wajar lainnya.

Alhamdulillah kulit saya ngga alergi zat pewangi maupun menthol, jadi ngga kenapa-kenapa. Tapi untuk repurchase sepertinya ngga ^^; Mau coba pembersih lain hehe.

Akhir kata...

PIXY Cleansing Express Anti Acne cocok digunakan untuk tipe kulit normal cenderung berminyak (slightly oily skin), berminyak, dan kombinasi. Fungsi produk ini seperti produk skin care anti acne dan pore care pada umumnya. Hanya untuk bantu mencegah dan meminimalisir risiko kemunculan jerawat, bukan untuk mengatasi. Bagi yang kulitnya sensitif, kering, dan sedang bermasalah (jerawat parah) baiknya menghindari produk ini.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Verile Acne Blemish Cream (Untuk Noda Bekas Jerawat)

Jumat, 09 September 2016

Setelah jerawat sembuh, noda bekasnya selalu bikin gregetan. Banyak yang ingin menghilangkan noda dengan krim obat, namun khawatir akan efek sampingnya. Verile Acne Blemish Cream bisa jadi alternatif salep yang terjangkau dengan hasil yang memuaskan. Baca lebih lanjut untuk tau kenapa saya muji-muji produk ini :))


Klaim Produk

(1) Merawat kulit bekas jerawat,
(2) Menyamarkan noda hitam bekas jerawat, dan
(3) Melembutkan kulit kasar pada daerah bekas jerawat.

Cara Pakai
Oleskan Verile Acne Blemish Cream 2 kali sehari pada daerah bekas jerawat.

Perhatian!
Hanya untuk pemakaian luar. Hindari kontak langsung dengan mata. Jika timbul gangguan pada kulit, kurangi pemakaian, dan hentikan bila gangguan pada kulit tetap ada.

Jauhkan dari jangkauan anak-anak. Simpan di bawah suhu 30 derajat Celcius.

---

FYI

Verile Acne Blemish Cream mengandung bahan aktif natural, yaitu ekstrak Centella Asiatica, ekstrak Licorice, ekstrak Aloe Vera, natural vitamin E, dan vitamin B3 (niacinamide).

Centella Asiatica (Gotu Kola/Daun Pegagan)

Dikutip dari Wikipedia, Pegagan (Centella Asiatica) adalah tanaman liar yang banyak tumbuh di perkebunan, ladang, tepi jalan, dan pematang sawah. Umum ditemukan di wilayah Asia tropik (termasuk Indonesia).

Tanaman ini sudah dari jaman dulu digunakan sebagai obat herbal, karena mengandung anti radang, anti bakteri, anti virus, dan mampu meningkatkan fungsi antioksidan di area kulit yang luka. Ekstraknya (jika diformulasikan dengan baik) juga dapat menenangkan dan menguatkan kulit, meningkatkan produksi collagen, membantu memulihkan luka bakar ringan, psoriasis, mencegah pembentukan bekas luka, serta menyamarkan stretch mark.

Centella Asiatica (biasanya) terkandung dalam produk kosmetika luar, misalnya Michael Todd. Masih jarang produk lokal yang menggunakan Centella Asiatica. Salah satu produk lokal yang menggunakan Centella Asiatica adalah Theraskin Centac Cream. Khasiatnya gimana kurang tau ya, belum coba. Dari deskripsi produknya sih hanya untuk melembutkan kulit.


Licorice Extract

Agen pencerah dan penenang kulit. Membantu mengurangi kemerahan serta iritasi ringan pada kulit.

Baca juga : Sariayu Solusi Organic Face Scrub

Aloe Vera Extract

Sama dengan Licorice Extract, Aloe Vera Extract juga skin soothing agent yang dapat membantu mempercepat proses pemulihan kulit. Fungsinya menyegarkan, memperkuat jaringan kulit, dan menghidrasi. Biasa digunakan sebagai DIY/home remedy untuk kulit yang mengalami radang, kemerahan (redness), luka bakar ringan, lecet, dan iritasi.

Baca juga : Holika Holika Ultra Moist Purity 99% Aloe Soothing Gel

Vitamin E (dalam produk kosmetika)

Disebut-sebut sebagai salah satu highly effective antioxidant. Alasan kenapa vitamin E sering banget terkandung dalam produk skin care adalah kemampuannya untuk masuk ke dalam lapisan kulit dan merangsang pertumbuhan alami sel.

Vitamin E juga mampu memperbaiki dan melindungi kulit dari kerusakan yang lebih parah dan mengatasi bekas merah. Vitamin E sering kita temui di produk anti aging karena terbukti memelihara kesehatan kulit, meremajakan kulit, serta membuat kulit jadi lebih lembab dan elastis.

Vitamin E dalam produk kosmetika bekerja sinergis dengan vitamin C, retinol, niacinamide (vitamin B3), dan Alpha Hydroxy Acid (AHA).

Baca juga : Vitamin C dalam Produk Kosmetika

Vitamin B3 (Niacinamide)

Kedengerannya emang pasaran banget. Tapi popularitas Vitamin B3 (niacinamide) bukan tanpa alasan. Niacinamide efektif mengatasi garis dan kerut halus, hiperpigmentasi, kemerahan (redness), dan iritasi. Niacinamide juga dapat meningkatkan kualitas dan elastisitas kulit, mencerahkan dan memperbaiki tekstur kulit, serta mengurangi radang.

Baca juga : IASO Age Care Toner

-----

Review

Kemasannya mirip dengan Verile Acne Gel, versi ramenya. Yang mana saya juga bingung ya apa hubungannya noda bekas jerawat dengan gitar. Tubenya juga persis dengan Verile Acne Gel, beda judul saja.

Baca juga : Verile Acne Gel


Testurnya krim, yang mudah diratakan. Tidak berminyak, pekat, ataupun lengket. Terasa sejuk saat diaplikasikan ke kulit.


Hasilnya?

Beyond expectation. Padahal ya saya cuma telaten pake (2x sehari) di 2 minggu awal. Setelah itu frekuensi pakainya berkurang, karena lebih sering pake Hada Labo Shirojyun Lotion dan Milk.




Noted!

(1) Produk ini hanya saya gunakan di spot noda saja.

(2) Perbedaan warna di foto terjadi karena pengambilan gambar dilakukan di waktu dan pencahayaan yang berbeda (ngga atur white balance pula).

(3) Tekstur kulit saya memang lebih gradakan kasar jika sedang bermasalah, tapi bukan Verile Acne Blemish Cream yang menghaluskannya. Sepengamatan saya, yang memperbaiki tektur kulit adalah Hada Labo Shirojyun Lotion dan Milk.

(4) Progres di minggu pertama cukup cepat, karena saya menggunakan produk ini di noda bekas jerawat baru. Noda yang lama ngga gitu ngefek.

(5) Hasil di tiap orang bisa berbeda.

---

Setelah minggu kedua, tau dari mana nodanya pudar karena Verile, bukan Hada Labo Shirojyun?

Saya sudah lama menggunakan Hada Labo Shirojyun. Sejauh ini, Hada Labo Shirojyun memang mampu melembabkan, mengenyalkan, meratakan dan mencerahkan warna kulit. Tapi untuk noda bekas jerawat lamaa hasilnya. Terlebih saat ini saya tidak menggunakan Essence-nya Shirojyun.

Baca juga : Hada Labo Shirojyun Ultimate Whitening Series

---

Bedanya dengan Melanox Cream?

Yang paling sering dipakai untuk memudarkan flek/noda bekas jerawat adalah Melanox Cream 2% hydroquinone (yang Forte 4% mesti pake resep dokter). Karena itu obat keras, jadi ada pantangan-pantangannya. Sedangkan produk skin care pencerah biasanya cukup lama yah, sampai berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

Progres yang paling cepat memang Melanox cream. Tapi mesti hati-hati banget karena ini hydroquinone. Obatnya juga hanya boleh dipakai tipis di malam hari. Sedangkan Verile Acne Blemish Cream bisa digunakan 2x sehari, saya coba pake tebal-tebal pun ngga ada efek samping seperti redness. Walau demikian, baiknya tetep dipake tipis saja hehe.

Baca juga : Apakah kamu berlebihan merawat kulit wajah?

Kalau diurut (dari pengalaman saya, belum tentu berlaku untuk orang lain) jadinya seperti ini...

(1) Melanox Cream 2% Hydroquinone - Noda pudar selama 2-3 minggu.

(2) Verile Acne Blemish Cream - 1-1,5 bulan.

(3) Produk skin care pencerah biasa (bukan serum) - berbulan-bulan.

Saya pribadi lebih memilih Verile Acne Blemish Cream, karena relatif aman digunakan saat kulit saya sedang rentan sekalipun.

Tertarik?

Harganya sekitar Rp 25-40.000. Saya beli di Guardian. Di drugstore, apotek lain, dan supermarket (Transmart) juga ada.

Baca juga : White-Neng Skin Whitening Cream (Review di Bekas Jerawat yang Lebih Gelap)

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Kenapa Saya Ngga Selfie?

Sabtu, 03 September 2016
Beberapa kali ada yang tanya (kurang lebih intinya sama), "Selfie-nya mana?" Mungkin karena di akun instagram @haihanitis sekalipun saya ngga pasang selfie. Akun tersebut saya buat untuk memudahkan kontak (direct message) bagi yang kesulitan menghubungi via email atau kotak komentar. Jadi maaf, memang bukan untuk foto-foto pribadi ^^;

Eniweei, sebagian orang langsung paham begitu saya bilang, "Saya sudah ngga selfie-selfie lagi." Tapi ada juga yang masih ngejar, "Pasang aja kali sis, kan ngga ada salahnya, dst dst dst."

:))

Hanitis itu benar nama saya. Hanya karena saya ngga pasang selfie, bukan berarti saya anonim. Sekarang saya ngga nyaman mengupload foto selfie ke internet. Selain itu, selfie bisa disalahgunakan sebagai display/profile picture orang yang punya itikad ngga baik, misal menipu, meneror, akun anonim/hater, dst. 

Lebay.

Ya ngga apa-apa kalo dianggap begitu. Ini bentuk kehati-hatian saya saja dan saya ngga memaksakan pendapat ini ke orang lain :D 

Oh iya, alasan ketiga, kadang pas genic, foto saya keliatan cakep aja gitu. Rada beda dengan aslinya. Pas dilihat lebih lama, berasa membohongi diri sendiri :))


...malah pasang Manse :)) 
Thanks for reading and have a nice day.