Skin Care Talk // Personal Thought // Blogging Experience

Don't Be Judgemental

Selasa, 29 Maret 2016
Beberapa hari lalu ada video yang bagus untuk jadi bahan renungan di channel Free Quran Education (youtube). Artikel ini adalah rangkuman video kajian Don't Be Judgemental oleh Nouman Ali Khan yang diilustrasikan oleh Darul Arqam Studio.

Baca juga : Ramadhan 1436 H - 2015 M : Channel Youtube, Akun Instagram, & Situs Favorit


Ada seorang pemuda yang bertanya pada saya. Dia memiliki kepribadian yang sangat sensitif. Satu waktu dia mendengar seorang anak melantunkan ayat-ayat Al-Quran dengan merdu di radio. Guru anak tersebut memuji, "Subhanallah. Kamu punya jiwa yang bersih, karena itulah Allah memudahkanmu untuk melantunkan Al-Quran."

Kata-kata guru tersebut masuk ke dalam hati si Pemuda. Dia tersinggung dan berpikir, "Mungkin aku kesulitan membaca Al Quran karena aku bukan orang yang baik. Mungkin ada yang salah dengan diriku."

Tentu guru tersebut tidak bermaksud untuk menyindir orang lain, melainkan untuk memotivasi. Yang perlu dipahami...

Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seorang yang lancar membaca Al Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa taat kepada Allah. Adapun yang membaca Al Quran dengan terbata-bata dan sulit atasnya bacaan tersebut, maka baginya dua pahala” (HR. Muslim).

Ada diskusi yang membahas, apakah itu dua kali pahala orang biasa atau dua kali pahala orang yang fasih. Saya pribadi memilih dua kali pahala orang fasih. Tidak ada alasan untuk berpikir sebaliknya. Karena Allah tidak menilai pencapaian. Allah menilai usaha.

Manusia berbeda dengan Allah. Manusia menilai pencapaian, hasil, keuntungan, seberapa banyak yang kau tahu, seberapa banyak yang kau hapal. Kuantitas dinilai penting karena dapat dilihat dan ditampilkan. Sedangkan Allah Azza wa Jalla tidak peduli dengan hasil. Dia menilai prosesnya, seberapa besar usaha yang kau upayakan.

Sebagai gambaran. Seorang milyuner bersedekah sebesar $ 1.000. Memang terlihat banyak. Tapi tahu tidak? Ada seseorang yang hanya memiliki $ 1 dan menyedekahkan setengahnya. 50 sen tersebut lebih berharga dalam pandangan Allah dibanding $ 1.000 yang disumbangkan oleh milyuner. Yang penting menurut Allah adalah kualitas, bukan kuantitas.


Jika kamu kesulitan membaca Al Quran, itu bukan berarti kamu orang yang buruk. Kenyataan bahwa kamu mencoba membaca Quran dan berusaha mengeja setiap hurufnya dengan benar, perjuangan itulah yang bernilai lebih. Karena kalau Allah berkehendak, Dia bisa saja memudahkanmu.

Sebagian orang memiliki tantangan fisik (kekurangan secara lahiriah) dan sebagian lainnya mengalami tantangan psikologis (depresi, bipolar, panic disorder, dst). Tantangan tersebut diberikan oleh Allah Azza wa Jalla pada orang-orang tertentu dan kita tidak tahu alasannya. Namun, itu tidak berarti Allah mengutuk atau membenci mereka. Mungkin keterbatasan itulah yang membuat mereka jauh lebih baik daripada kita.


Orang-orang bisa meremehkan dan memandang rendah orang lain karena pencapaiannya. Namun, kita harus menyadari bahwa standar penilaian manusia berbeda dengan standar penilaian Allah.

Kisah lainnya adalah tentang seorang murid di kelas bahasa Arab. Kamu tahu kan, kelas bahasa Arab menilai seseorang berdasarkan pencapaiannya. Meliputi skor tes, seberapa baik kamu membaca dan berbicara, serta seberapa banyak kosa kata yang kamu pahami.

Ada seorang murid yang menurutku Allah tidak menciptakannya untuk menguasai bahasa Arab. Pria itu sangat cerdas di bidangnya. Dia jenius. Apapun yang dipelajari dapat ia kuasai dengan mudah. Akan tetapi, untuk bahasa Arab, skor tesnya tidak pernah lewat dari 30. Padahal dia lebih giat belajar dibanding murid-murid lain yang pernah saya temui. Dia bisa belajar berjam-jam dan berhari-hari.

Orang lain yang gagal ujian biasanya putus asa dan tidak belajar beberapa hari. Murid ini mempelajari kesalahannya dan mengulasnya. Sebelum jadi muridku, dia adalah temanku. Setiap saya telepon dan ajak berkumpul, dia menolak dengan berkata, "Tidak, saya harus belajar."

Meskipun skornya kecil, saya menghormatinya melebihi murid lain. Saya yakin Allah membalasnya dengan pahala yang besar atas usahanya.

Allah menempatkan sebagian orang dalam kesulitan dan keterbatasan, karena hendak memberi nilai lebih atas usaha mereka. Dengan itulah Dia hendak meninggikan derajatmu.

Masing-masing orang punya keterbatasan dan kesulitan dalam hidup. Jadi, janganlah berkecil hati menghadapi asumsi (prasangka) orang lain. Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain, termasuk seberapa sedikit yang kau tahu atau sedikitnya hal yang mampu kamu kerjakan. Jangan berkecil hati atas apa yang telah Allah tetapkan bagimu.

"Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat ayat 13)

Hal yang membuat seseorang lebih baik dibanding yang lainnya adalah taqwa. Sedangkan taqwa hanya diketahui oleh Allah Azza wa Jalla. Saya berdoa agar kita tidak menghakimi diri sendiri dan orang lain. Tak hanya memikirkan diri sendiri dan senantiasa menghormati orang lain.


Akhir kata
Saya pernah membaca kutipan, sayang lupa sumbernya. Dalam Islam adalah terlarang untuk merasa lebih baik dibanding orang lain dan terlarang pula untuk merasa lebih rendah dibanding orang lain (minder). Yang pertama tentu sudah sering kita dengar, tapi yang kedua jarang atau mungkin ada yang baru tahu.

Rendah diri (dalam kaitannya dengan hal-hal duniawi) dekat dengan kufur nikmat. Ketika kita fokus terhadap hal-hal yang tidak kita miliki, maka akan sulit untuk mensyukuri apa-apa yang telah dianugerahkan kepada kita, misal badan yang sehat, orang tua yang lengkap, ada rumah untuk bernaung, bisa makan 3x sehari, udara yang bersih, dan rejeki lain yang sadar tak sadar kita nikmati.

#notetomyself
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Es Batu untuk Kulit Wajah

Kamis, 17 Maret 2016
Sudah lamaa aku ngga bahas tentang skin care racikan(?). Sampai ada yang nanya di email, kok udah ngga posting tentang DIY skin care lagi. Iya sih... Terakhir kali bikin artikel DIY skin care di tahun 2014 :|

Ngomong-ngomong, masih ada aja yang ngelabel penggemar DIY skin care sebagai orang yang pengiritan. Sayangnya, hmmm... ngga selalu benar. Ada bahan-bahan tertentu yang kalo diitung jatohnya lebih mahal daripada skin care pabrikan, lol.

Salah satu pertimbangan utama para penggemar DIY/homemade skin care adalah sebisa mungkin menghindari zat-zat sintetis dan tambahan lain yang sebenarnya tidak diperlukan (pewarna, pewangi, dst). Terlebih lagi, di Indonesia belum ada badan resmi yang mengatur klaim natural (alami) dan organik. Dengan kata lain, yang ngaku-ngaku "alami" belum tentu beneran alami.

Baca juga : Cek Arti Simbol/Logo Kemasan Produk Kosmetika di Sini

Pilihan menggunakan homemade skin care ataupun skin care over the counter balik ke masalah gaya hidup, selera, dan kebutuhan masing-masing. Aku pribadi juga belum bisa sepenuhnya banting setir pake DIY skin care. Makanya aku salut banget sama orang-orang yang kreatif, trus tau-tau nemuuu aja bahan-bahan yang sulit diperoleh :))

Baiklah, yuk eksplor DIY skin care lagi~ Mulai dari yang paling mudah dibuat. Es batu! :D Bagus ngga sih?


Caranya mudah...
Basahi es batu dengan air, kemudian oleskan dengan gerakan memutar di kulit wajah. Kalo ngga dibasahi air (benar-benar masih membatu) dan tidak digerakkan, es batunya bisa menyakiti kulit.

Tidak dianjurkan!
Bagi orang-orang yang kulitnya sensitif, jerawatan parah, dan memiliki problem spider veins atau broken capillaries (pembuluh darah keliatan jelas di kulit wajah). Temperatur ekstrim pada permukaan kulit dapat mengejutkan pembuluh darah sehingga akan menyebabkan kerusakan dan memperparah problem tersebut.

Review
Berikut efek sementara yang aku dapatkan.
  • Kulit terasa halus dan kencang.
  • Dibilang cerah merona ngga ya... Kurang lebih seperti pucat kedinginan. *yayalah -_-
  • Mempermudah aplikasi toner dan pelembab, terasa smooth begitu dioles di permukaan kulit.
  • Ngga mengeringkan jerawat, tapi hanya meredakan radang merahnya.

Hati-hati!
Keseringan menggunakan es batu (2-3x sehari) --> kulit kering.
Kebanyakan es batu dalam satu waktu pemakaian (2-3 buah) --> kulit memerah dan mati rasa.

In my humble opinion...
Sebenarnya, efek sementara tersebut masih bisa dimanfaatkan untuk membantu penggunaan make up di acara-acara spesial (polesan yang smooth, wajah tampak fresh, dst). Tapi untuk "klaim" yang digadang-gadang dapat mengatasi kerut dan pori-pori melebar, rada useless sih menurutku ^^;

Penting!
Suhu sejuk/dingin bagus untuk kulit kita. Namun, temperatur ekstrim (baik itu panas maupun sangat dingin) untuk rutinitas skin care harian tidak baik.

Saat facial atau peeling, kita ditreatment dengan lempeng dingin untuk meredakan inflamasi (radang) kulit. *Tapi, seingatku ngga sedingin es batu deh (  '-') Artinya, temperatur yang sangat dingin adalah special treatment. Hanya dilakukan jika memang dibutuhkan (saat mengalami radang atau nyeri, cmiiw).

Cara yang aman untuk mendinginkan kulit sehari-hari adalah dengan menggunakan bedak dingin, sheet mask, toner, atau kain yang didinginkan.

Mendinginkan kain (handuk/washlap)...
Masukkan kain tersebut ke dalam lunch box atau kantong plastik, kemudian simpan di kulkas. Bisa juga dengan membasahi kain tersebut dengan air dingin, diperas, setelah itu dibekap di wajah.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Memilih "Artikel yang Perlu Diperbaiki" dengan Google Analytics

Selasa, 08 Maret 2016
Sebagian besar blogger bertujuan untuk menyajikan blog dengan konten yang relevan dan memuaskan pengunjung. Ada kalanya kita ingin membenahi artikel-artikel lama, tapi bingung mana yang perlu diprioritaskan.

Baca juga : Hai Hanitis' Blogging Insights

Cara yang paling mudah adalah memperbaiki artikel-artikel populer dalam periode 7 hari, 1 bulan, atau sejak awal. Artikel populer lebih sering didatangi pengunjung. Jadi, memperbaikinya sama dengan memperbaiki kesan pertama blog kita pada pengunjung baru yang datang dari mesin pencari.


Selain memperbaiki artikel populer, kita juga bisa memanfaatkan Google Analytics. Petunjuk dari Google Analytics memiliki rekam data yang lebih akurat.

Langkah-langkah Memilih Artikel
Cara ini aku tau dari situs Optimizesmart ^^ klik gambar untuk tampilan yang lebih jelas.

1. Install Google Analytics di blog kita.
Log in di situs ini https://www.google.com/analytics/

2. Masuk ke tab Pelaporan, scroll ke bawah --> pilih Perilaku dan klik Konten Situs.


Biasanya aku pilih Semua Laman atau Laman Landas (landing page). Laman landas adalah laman masuk saat pengunjung tiba ke situs kita.


3. Setelah masuk ke tab Semua Laman (atau opsi lainnya), ubah tampilan data jadi Perbandingan. Kemudian pilih Rasio Pentalan di bagian perbandingan dengan rata-rata situs.


4. Catat artikel merah ^^; itu yang perlu dibenahi. Lumayan banyak kalo di blogku mah hahaha. Makanya perbaikin artikel dari Desember 2015 sampe sekarang belom kelar-kelar *tetiba curcol.


***

Berkenalan dengan Bounce Rate
Bounce rate (rasio pentalan) adalah persentase pengunjung yang datang dan meninggalkan situs kita tanpa melihat halaman atau artikel lain (single page visitor). Konon, rendahnya rasio pentalan berhubungan erat dengan pageview yang tinggi dan ikatan yang kuat dengan pembaca (readership).

Bounce rate sebesar 70% berarti ada sekitar 70% pengunjung yang datang dan meninggalkan situs kita setelah melihat satu halaman saja. Dikatakan "melihat", karena belum tentu membaca. 

Kita juga sering kan? :D Langsung close tab saat tau artikel yang kita buka tidak sesuai dengan apa yang kita cari. Mungkin karena itulah bounce rate dimaknai secara negatif. Tapi, setelah baca sana-sini, ternyata pentalan tidak selalu buruk. 

Insight dari situs Venture Harbour | Pentalan adalah 1 (satu) kunjungan halaman. Jadi, seorang pengunjung yang mengklik link menuju halaman situs kita, menghabiskan 5 menit untuk membaca 1 artikel, kemudian keluar (close tab tanpa interaksi), juga dihitung sebagai pentalan.

Dengan kata lain, pengunjung yang menemukan artikel relevan dan puas dengan informasi yang kita sampaikan, juga terhitung sebagai pentalan. Jadi, ngga perlu down kalo blog kita punya bounce rate yang tinggi.

Masing-masing jenis website punya kisaran bounce rate yang berbeda. Misalnya, situs portal berita bounce rate-nya sangat rendah, karena pilihan artikelnya ada ribuan. FYI, rata-rata rasio pentalan blog di dunia adalah sekitar 80%.

Oleh karena itu... Memperbaiki blog bukan hanya untuk menekan rasio pentalan, tetapi juga untuk membuat pentalan yang baik. Tolak ukur "baik"-nya adalah pengunjung memperoleh manfaat dari informasi yang kita sampaikan.

Solusinya?
Banyak cara untuk menekan bounce rate. Bisa dengan memperbaiki 'artikel merah' dan blog secara keseluruhan.

Perbaikan artikel meliputi...
  • alur penuturan dan ejaan mudah dipahami, 
  • mengoreksi typo (salah ketik), 
  • poin-poin inti artikel disampaikan dengan jelas, 
  • menggunakan foto atau ilustrasi yang bagus, dst.

Perbaikan blog meliputi...
  • template blog nyaman dipandang,
  • loading laman cepat,
  • menambah konten original,
  • navigasi situs user friendly,
  • mengurangi widget yang tidak perlu (ikan-ikanan, salju-saljuan, orkes lagu otomatis), dst.

Sekilas Info...
Kejadian lagi sekitar 2-3 hari lalu. Pas blogwalking ada banyak artikel tentang produk kosmetika yang dicopas plek oleh seseorang yang mengaku sebagai "Indonesian Beauty Blogger". Bahkan watermark foto aslinya diganti, ditempelin alamat blog dia. Aku yang nyimak aja merasa tersakiti *lah... baper...

Dari situ aku sadar (  '-') Jalan pintas yang paling menggiurkan untuk menambah artikel dan menaikkan traffic ya dengan copy paste artikel orang lain.

Yang udah konpers (((konpers~))) baru Desty : Artikel Blog Life of Daisy Di-Copy Paste

Baca juga : Penting! Hati-hati Beauty Blogger

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Base Make Up : Beauty Story Tinted Moisturizer (Medium) & MaxFactor Colour Correcting Cream (Fair)

Sabtu, 05 Maret 2016
Bagi pengunjung yang sering baca-baca blog Hai Hanitis, pasti ngeh... Kulitku ngga 'kuat' pake make up berat. Aku cuma pake base make up yang ringan tanpa bedak. Itu pun kadang-kadang. Lebih sering sunblockan aja...

Mengurangi atau bahkan menghindari make up
Aku rasa ini kekhawatiran yang umum dialami orang-orang dengan kondisi kulit yang rentan bermasalah. Dulu aku pikir ahh yang penting telaten bersihin wajah. Berlebihan banget kalo bilang make up (base : foundation dst) ngga bagus buat kulit.

Pandangan tersebut akhirnya dipatahkan oleh pengalamanku sendiri ^^; Setelah bertahun-tahun struggling dengan kondisi kulit acne prone dan dehidrasi, makin kesini aku amati penggunaan make up sedikit banyak memang berpengaruh ke vitalitas kulit. Di awal usia 20an memang ngga terasa, tapi begitu menginjak mid 20s efeknya jelas banget.

Untuk kondisi kulit yang rentan bermasalah (terutama yang kulitnya dehidrasi), baiknya hindari penggunaan make up berat seperti dead matte foundation atau bedak two way cake setiap hari. Kan sekarang banyak tuh alas bedak (base make up) ringan yang diinfused dengan skin care properties. Trus luangkan juga hari tanpa make up pas weekend (make up day off). *ngutip saran beautyqq dan makeup artist lainnya hehe...

Beduwei, ondewei... Banyak yang nanya, aku pake bedak/foundation/bb/cc cream apa. Digabung aja ya reviewnya, biar bisa dibandingin haha.

Baca juga : Apa Situs & Channel Kecantikan Favoritmu?

***


Beauty Story 
Tinted Moisturizer (Medium)
Aku terharu begitu tau ada brand lokal yang packagingnya semanis ini. Aku pikir ini produk dari Daehan Minguk. Produk-produk Beauty Story juga bebas paraben dan tidak diuji coba pada hewan. Yang aku punya shade Medium. Bagus untuk menyamarkan redness dan spot kemerahan di kulit.

Deskripsi produk
Perpaduan sempurna antara perawatan kulit dan make up yang mampu mengontrol minyak berlebih dan merawat kulit tetap sehat dan cerah.

Klaim produk
Mengandung vitamin serta antioksidan.
Melembabkan dan memberi nutrisi pada kulit.
Menutup ketidaksempurnaan.
Mencerahkan.

Cara penggunaan
Sebelum make up, oleskan secara merata pada kulit, lalu tepuk perlahan untuk hasil yang maksimal.



Ujung tube Beauty Story lebih mengerucut, jadi krimnya irit pas dikeluarin.


MaxFactor 
Colour Correcting Cream (Fair)
Aku udah lama ngga ganti-ganti CC Cream, karena cukup puas dengan MaxFactor. MaxFactor adalah brand yang dikembangkan oleh Mr. Max Factor, seorang Make-up Artist Hollywood. Produk-produk MaxFactor sudah dipasarkan selama lebih dari 100 tahun ^^;


Warna kulitku itu tanggung. Istilahnya, errr... Medium. Kenapa aku pake shade Fair ada ceritanya...

Dulu banget, aku mau pake shade Natural. Tapi kata mas-mas makeup artist MaxFactor, mending ambil shade Fair, supaya kulitku terlihat lebih fresh. Setelah dicoba, memang bener sih. Begitu diratakan di kulit wajah, CC Cream ini bisa menyesuaikan dengan warna kulit kita tanpa terlihat palsu.

Deskripsi produk
Diformulasikan dengan bahan-bahan yang mampu merawat kulit. Produk ini dapat melembabkan dan membuat kulit tampak lebih cerah.


Ingredients
Cyclopentasiloxane, Aqua, Glycerin, Dimethicone Crosspolymer, Talc, Cucumis Sativus Fruit Water, Titanium Dioxide (Nano), Sodium Chloride, Niacinamide, Diethylhexyl Carbonate, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Propylene Glycol, PEG/PPG-18/18 Dimethicone, Hydrogenated Jojoba Oil, Citric Acid, Hippophae Rhamnoides Fruit Juice, Bisabolol, Rosa Canina Fruit Extract, Panthenol, Allantoin, Tocopheryl Acetate, BHT, Aluminum Hydroxide, Dimethicone, Lactic Acid, PEG-10 Dimethicone Crosspolymer, Methicone, Trideceth-9, Potassium Sorbate, Sodium Benzoate, Phenoxyethanol, Benzyl Alcohol, Parfum, Benzyl Benzoate, Citronellol, Eugenol, Hexyl Cinnamal, Butylphenyl Methylpropional, Linalool, [+/- CI 77891, CI 77492, CI 77491,CI 77499]


***

Review
Tekstur krim keduanya sama persis, agak creamy dan ngga mudah cakey saat diaplikasikan di kulit. Yang membedakan adalah tampilan akhirnya. Beauty Story Tinted Moisturizer sesuai namanya... membuat kulit tampak dewy (lembab), sedangkan MaxFactor CC Cream terlihat powdery (seolah-olah pake bedak).

Coveragenya juga sama-sama sheer. Flek dan noda bekas jerawat tidak tersamarkan. Masih perlu didempul pake concealer.


MaxFactor CC Cream yang lebih baik untuk jadi base make up, daya tahannya bisa sampai 6 jam lebih. Pernah aku pake ke acara yang mesti full make up ^^; bedak dan blush on masih stay dengan okenya (ngga geser).

TAPI jika digunakan single use, sama aja. Oil control keduanya standar. Sekitar 2 jam, muka udah kilap-kilap minyakan. Bisa tahan lebih lama kalo diset dengan bedak tabur.

FYI, kulitku kombinasi (kering-berminyak) dan dehidrasi. Sebagai ganti bedak, aku selalu sedia kertas minyak (oil blotting film).

Kok bisa berminyak tapi dehidrasi? 

Jelasnya lihat foto di bawah ini...


T-zone memang berminyak, tapi begitu diblot, kulitku jelas terlihat kering dan gersang. Yang aku sertain foto Beauty Story Tinted Moisturizer aja, karena kalo di foto hasilnya keliatan sama aja dengan MaxFactor CC Cream ^^;

Meskipun berembel-embel melembabkan, tapi dua produk ini kurang ampuh di kulit yang sangat kering. Keduanya memperjelas dry patch di wajah. Jadi, saat kulit sedang bermasalah, seringan apapun di kulit, aku memilih untuk tidak menggunakan base make up.

Harga Beauty Story Tinted Moisturizer sekitar Rp 88.000. MaxFactor CC Cream awal launching juga Rp 80.000, tapi sekarang udah Rp 140.000an.

Baca juga review Beauty Story Tinted Moisturizer di FDN Beauty Story Tinted Moisturizer

Oiya :D Aku lagi coba ngatasin kondisi kulit dehidrasi dengan cara yang mudah. Insya Allah, kalo progresnya bagus ntar diposting di blog ini.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.