Apa Situs & Channel Kecantikan Favoritmu?

Kamis, 25 Februari 2016
Sebagai beauty enthusiast, tentunya kita punya situs dan channel youtube favorite yang jadi referensi. Entah itu situs lokal maupun internasional. Berikut situs dan channel beauty vlogger favoritku ^^

---

Situs Kecantikan

Female Daily

Situs Female Daily adalah salah satu sumber referensi kecantikan yang lengkap di Indonesia. Aku sudah lumayan lama jadi member di forum FD (dari 2010 apa 2011 gitu ya), tapi lebih sering sr (silent reader) hihihi. Karena yang biasanya mau aku tanyakan sudah dibahas sama member lain, jadi tinggal "guling-guling ke belakang" untuk meneguhkan hati *tsah.

Forumnya tertib dan santun. Di sana banyak suhu yang pengetahuan skin carenya tokcer, makanya aku sering ngelink atau rekomendasiin pengunjung untuk jalan-jalan ke forum FD kalo kesulitan mencari produk skin care. Banyak beauty blogger yang dulunya aktif sebagai member FD, kemudian mempublish beauty blog sendiri.

Ngomong-ngomong, sekarang Female Daily Network punya laman review seperti Makeup Alley ^^ Kita bisa baca-baca review produk ringkas dari member FD, lengkap dengan sistem rating serta informasi mengenai tipe dan kondisi kulit reviewer.



Alhamdulillah aku dapet freebies berupa produk kosmetika dari Female Daily Network. Selain di blog Hai Hanitis, kamu bisa cek review singkatku di laman Reviews Female Daily.

Baca jugaHanitis' Product Reviews on Female Daily

---
Beauty Vlogger

Aku sering bahas video-video youtube dari Get It Beauty, Beauty Bible, atau Wish Trend di blog ini. Tapi kalo beauty vlogger kayaknya jarang banget ya. Padahal di post sebelumnya, aku sempat menyinggung tentang kegemaranku nonton video-video Skin Care Routine.

Baca juga : 4 Cara Agar Telaten Merawat Wajah

Rachel Talbott

Ciri khasnya adalah selalu kelihatan excited, fresh, thoughtful, dan kece. Rachel Talbott adalah beauty guru yang konsisten dengan regimennya. Sepengamatanku, meski merk produknya beda-beda, tapi step-step dan komposisi produk inti yang dia gunakan kurang lebih sama dalam 3 tahun ini. Yap, video skin care routine dari channel Rachel Talbott termasuk salah satu yang paling sering aku ikuti.


FYI, dia yang menginspirasi aku untuk membuat catatan to do list/agenda. Beberapa kali dia sharing tentang gimana cara scheduling yang baik (PR banget ya buat aku yang serampangan -,-). Selain itu, dia juga sering upload video resep-resep snack sehat.

Mia's Asian Beauty Secrets

Aku punya ketertarikan yang besar dengan rutinitas kecantikan wanita Asia (khususnya Asia Timur). Inspirasi Asian skin care routine pertamaku itu dari vlogger Beautyqq (Queeny Chan - umurnya udah 40an tahun, tapi kulitnya beuuhh...). Cuman, sebagian besar video Beautyqq berbahasa Mandarin, aku ngga gitu ngerti. Manggut-manggut aja nontonnya, nyimak pake bahasa kalbu.


Daan, akhirnya ketemulah channel milik Mia, Asian Beauty Secrets. Video face mapping dari channel ini membuat aku paham kalo kondisi kulit kita bisa jadi cerminan kondisi internal dalam tubuh. Banyak deh tips-tips dari Negeri Tirai Bambu yang oke di channel ini, misalnya seperti makanan Yin dan Yang, detoksifikasi, gimana ngeboost metabolisme tubuh, cara merawat kulit yang rentan, dan lainnya.

Melodee Morita

Kulit cewe Jepang yang satu ini bikin minder. Smooth banget, kayak kulit bayi. Ya ngga heran sih, dia disiplin banget perawatannya. Rutinitas skin care yang dia jalani ngga semata-mata mengandalkan produk kosmetika saja, tapi juga gaya hidup yang luar biasa sehat.

Kalau kamu punya concern ke topik beauty and healthy lifestyle, atau sekedar mencari motivasi untuk telaten perawatan, channel ini recommended banget. Tapi sayang, mbak Melodee jarang upload video.



---

Yang bikin aku tertarik dengan beauty vlogger di youtube adalah konsen masalah kulit yang kurang lebih sama, personality dari vlogger tersebut, kualitas video, informasi dan tips yang praktis. Hampir semua channel yang aku ikuti mempromosikan gaya hidup sehat ^^; Lumayan untuk jadi reminder dan bahan introspeksi.

Apa situs dan channel kecantikan favoritemu? :D

Semoga bermanfaat ya.
Thanks for reading and have a nice day.

4 Cara Agar Telaten Merawat Wajah

Rabu, 17 Februari 2016
Beberapa kali ada yang sharing, sulit untuk telaten perawatan.

Ya-ya-ya... Sepertinya ini problem yang dihadapi banyak orang (termasuk aku haha). Ada masa-masa dimana kita males blas. Bisa karena kecapekan, sakit, sibuk, atau lagi travelling.

Artikel ini juga bisa diterapkan untuk perawatan lainnya (badan dan rambut). Judulnya "merawat wajah", karena wajah yang lebih sering dikeluhkan.


Menetapkan Motivasi

Masing-masing orang punya motivasi yang berbeda. Motivasi itulah yang mendorong kita untuk disiplin menjalani regimen perawatannya.

Banyak hal yang bisa dijadikan motivasi, entah itu demi pasangan, hobi (lol), supaya kayak artis Korea, supaya ngga kusam kalo dibandingin sama cewe lain, supaya good looking setiap saat, dan seterusnya.

Apapun motivasi kita, ingat baik-baik... Fungsi perawatan adalah untuk menjaga kesehatan kulit. Jadi, kita mesti hati-hati dalam menentukan regimen dan memilih produk skin care.

Mencerahkan, anti aging, dst itu prioritas kesekian. FYI, kulit yang sehat bakal glowing dengan sendirinya kok.

---

Realistis

Ini sudah berkali-kali aku singgung. Perawatan wajah adalah tentang "penerimaan" kondisi kulit masing-masing.

Oleh karena itu, kita harus memahami kondisi real kulit kita dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti genetik, penuaan, paparan sinar matahari, gaya hidup, dan lingkungan.

Sederhanakan "klaim produk" yang kita gunakan. Dengan demikian, kita tidak berharap secara berlebihan dan mampu bersabar dengan progres treatment/produk tersebut.

Contoh

Memutihkan kulit = mencerahkan warna alami kulit kita.

Perawatan anti aging = bukan melawan kodrat, tapi memperlambat proses penuaan.

Hanya dalam 1 hari = ngga ada produk skin care yang memberikan hasil instan. Semuanya butuh proses. Kadang bisa sampe berbulan-bulan hingga akhirnya terlihat jelas ada progres yang signifikan. *Lain cerita untuk suntik putih, tanam benang, dan sejenisnya.

Noted!

Kulit bermasalah baiknya diobati terlebih dahulu.

Baca juga : Tipe dan Kondisi Kulit (+++ Tips & Info Lainnya)



Atur Regimen Perawatan yang Tidak Menyusahkan Diri Sendiri

Saat ini, mengaplikasikan skin care berlayer-layer sedang trend. Padahal ngga semua tipe dan kondisi kulit cocok dengan regimen 10-step skin care routine. 

Aku juga pernah menjalani regimen perawatan yang terdiri dari 8 langkah, tapi ujung-ujungnya sulit dilanjutkan hahaha, karena ribet dan tidak praktis.

Aku coba mengatur ulang frekuensi dan mengurangi penggunaan produk tertentu. Setelah beberapa lama, ternyata regimen perawatan yang "standar" pun hasilnya cukup memuaskan.

Perawatan yang terlalu intens alias berlebihan justru tidak baik. Lagipula, hal-hal sederhana akan lebih mudah dilakukan secara rutin dan konsisten.

Pelan-pelan aja, supaya semangatnya ngga hanya heboh di awal. Yang paling penting, pastikan bahwa regimen yang kita jalani sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kulit kita sendiri.

Baca juga : Apakah Kamu Berlebihan Merawat Kulit Wajah?

---

Anggap Rutinitas Perawatan Wajah = Me Time

Waktu perawatan adalah waktu yang tepat untuk memanjakan diri. Misalnya saja saat mengalami stres, sadar ngga sadar raut wajah menegang.

Nah~ kalo dipijat lembut, dimaskerin... itu ngefek ke rileksasi otot-otot muka.

Coba jadwalkan face spa sendiri di rumah. Rasa nyaman dan fresh setelah face spa dapat menjadi penguat perilaku, sehingga kita akan tergerak untuk mengulang aktivitas tersebut.

Ngga perlu tiap hari, cukup 1 atau 2 kali dalam seminggu.

Ngomong-ngomong, video-video Get Unready with Me, Night Time Routine, Pampering Routine di youtube juga sering aku jadikan penguat motivasi.

Baca juga : Apa Situs & Channel Kecantikan Favoritmu?

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Jordana Modern Matte Lipstick : 05 Matte Classy

Sabtu, 13 Februari 2016
Jordana Modern Matte Lipstick adalah seri yang keluar di tahun 2015 dengan tagline "Kiss your dry matte lipstick good bye... and say hello to modern matte."

Kedengarannya menjanjikan yaa :D Apalagi pilihan warnanya cantik-cantik. Promonya juga rame di instagram karena digadang-gadang sebagai lipstik matte berkualitas dengan harga yang terjangkau.

Baca juga : Apa Situs & Channel Kecantikan Favoritmu?


Klaim produk

Modern Matte Lipsticks are a Winning Combination of High Payoff Pigments and Special Ingredients that Comfortably Extend the Wear. Expertly Selected Shades Have an All-Day Wear Without the Typical ‘Dry Lip’ Finish that Feathers and Cracks. Talc and Paraben-Free.


Ingredients

Ricinus Communis (Castor) Seed Oil,Propylene Glycol Myristyl Ether Acetate, Cetyl Acetate, Oleyl Alcohol,Hydrogenated Castor Oil, Ozokerite, Euphorbia Cerifera Cera (Candelilla Wax), CoperniciaCerifera Cera (Carnauba Wax), Synthetic Beeswax, VP/Hexadecene Copolymer,Lanolin, Acetylated Lanolin Alcohol, Cera Alba (Beeswax), Vanillin, TocopherylAcetate, Ascorbyl Palmitate, Tocopherol, Glycine Soja (Soybean) Oil, Mica. +/-May Contain: Titanium Dioxide (CI 77891), Iron Oxides (CI 77491, CI 77492, CI77499), Red 28 (CI 45410), Red 22 (CI 45380), Yellow 5 (CI 19140), Red 7 (CI15850), Yellow 6 (CI 15985), Blue 1 (CI 42090), Carmine (CI 75470).

Review

Jordana Modern Matte Lipstick (05 Matte Classy) yang aku punya adalah freebies dari Female Daily.
Kesan pertama, kemasannya kokoh. Pernah jatuh dengan keras, ^^; tapi hebatnya ngga kenapa-kenapa.

Kita juga ngga perlu bolak-balik lipstiknya untuk ngecek shade, karena warna kemasannya beda-beda.


Shade 05 Matte Classy berwarna mauve pink yang sweet dan girly. 


Tampilannya soft matte. Polesannya mengikuti tekstur bibir dan tidak menggumpal. Pigmentasi dan coveragenya bagus, meski kurang bold. Lipstiknya aku pulas 2x untuk mendapat ketebalan warna yang aku inginkan.

Daya tahan standar. Kurang dari 4 jam mungkin ya. Sekitar 2-3 jam dipake buat makan dan minum udah tinggal stain.



Lipstick ini emang kelihatan bagus banget di bibir, tapi entah kenapa rasanya ngga nyaman. Saat itu aku pikir, mungkin karena bibirku lagi kering-keringnya.

Tapi dalam keadaan sehat dan lembab pun terasa begah juga. Selain itu ngga masalah :D

Ada yang ngalamin hal yang sama? Apa mungkin ada inkonsistensi antar batch produk ya? *review sendiri, nanya sendiri, lol... Karena aku coba browsing, baca-baca, sebagian besar review yang beredar positif (enak di bibir, pengen ngoleksi warna lain, dst).

Baca juga review produk ini di FDN : Jordana Modern Matte Lipstick 05 Matte Classy.

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Cek Arti Simbol/Logo Kemasan Produk Kosmetika di Sini

Minggu, 07 Februari 2016
Setiap produk kosmetika biasanya mencantumkan informasi tertentu berupa simbol. Namun, masih ada simbol-simbol di kemasan produk yang belum dipahami dan seringkali diabaikan. Apa aja sih artinya? :D


---

Informasi Lebih Lanjut

Refer to Insert

Instruksi untuk membaca informasi yang tercantum di leaflet atau selebaran kertas petunjuk pemakaian.

Simbol ini adalah tanda bahwa informasi yang penting seperti daftar ingredients, petunjuk pemakaian, dan tabel peringatan tidak cukup untuk diuraikan di kemasan produk (kemasan produk terlalu kecil).


---

Volume

e-Mark (estimated symbol)

Jaminan bahwa produk diisi dengan akurat sesuai sistem pengukuran standar. Jadi, jika tertulis 60ml e berarti isi nettonya benar 60ml.


---

Hati-hati

Flammable 

Produk mudah terbakar. Taruh produk di suhu ruangan. Jangan menggunakan produk saat merokok, dekat api, atau saat terpapar suhu panas. Biasanya tercantum di produk hair styling, deodorant spray, dan cat kuku.


---

Label Perlindungan terhadap Sinar Matahari

Agar mudah diingat...


UVA --- Aging (sinar yang mempercepat tanda-tanda penuaan) - PA

UVB --- Burning (sinar yang membakar kulit/sunburn) - SPF

PA (Protection Grade) adalah sistem rating perlindungan dari UVA. Semakin banyak (+), semakin bagus perlindungannya. Contoh: PA+, PA++, PA+++. Selain label PA, proteksi dari UVA juga disimbolkan dengan huruf UVA di dalam lingkaran.

SPF (Sun Protection Factor) merupakan indikator jumlah perlindungan untuk melawan UVB. SPF 15 melindungi hingga 93%, SPF 30 melindungi hingga 97%, dan SPF 50 hingga 98%.

Kelihatannya beda tipis ya, tapi (menurut situs skincancer.org) kalau kulit kamu sangat sensitif terhadap sinar matahari atau punya riwayat kanker kulit, maka perbedaan kecil itu akan terasa signifikan.


SPF 15 dan 17 adalah standar minimal yang direkomendasikan dokter.

Baca juga : Tipe dan Kondisi Kulit (+++ Tips & Info Lainnya)

---

Jangka Waktu Pemakaian

MFE, MFG, M
Tanggal produk dibuat.

EXP, E
Tanggal kedaluwarsa produk sebelum kemasan dibuka (expiration date).

BB, BBE, BE
Jangka waktu pemakaian yang dianjurkan (best before).

6M, 12M, 24M (Period After Opening/PAO)
Jangka waktu pemakaian setelah kemasan dibuka pertama kali. 6M berarti produk layak digunakan selama 6 bulan sejak kemasan dibuka.


Produk asal Korea Selatan

​’사용기간180901’ berarti tanggal kedaluwarsanya adalah 1 September 2018.
‘2016.05.08.까지’ berarti "up to" 8 Mei 2016 dan dapat digunakan hingga tanggal tersebut.
‘2015.12.06.제조’ dibuat pada 6 Desember 2015.

Berikut rangkuman aturan umum masa penggunaan produk yang saya sadur dari situs Korea Depart dan Wish Trend.


Ada juga produk-produk yang PAO-nya hanya 1-2 bulan (karena tanpa pengawet buatan atau mudah teroksidasi). Jadi, meski sudah tau aturan umumnya, tetap cek keterangan di kemasan ya :D

---

Ramah Lingkungan

Recyclable (Mobius Loop)

Merupakan simbol yang dikenal secara internasional bahwa kemasan dapat didaur ulang. Jika simbol berada di dalam lingkaran, berarti kemasan itu sendiri adalah hasil daur ulang.

Jika simbol berada di dalam lingkaran dan mencantumkan persentase, berarti kemasan itu menggunakan sekian persen material daur ulang.

Simbol yang mencantumkan nomor di dalam segitiga dan huruf di bawahnya adalah indikasi resin yang digunakan dalam pembuatan plastik (untuk memudahkan memilah kemasan saat proses daur ulang).

Sumber gambar : http://incycleinc.com/category/recycling

The Green Dot

Simbol berupa panah yin-yang. Produsen berkontribusi dan bertanggung jawab atas pemulihan lingkungan tempat pengambilan bahan baku, limbah pabrik, serta daur ulang kemasan.


Eniwei, "alu" dalam lingkaran berarti kemasan terbuat dari alumunium.

---

Produk Organik

Sependek pengetahuan saya, di Indonesia belum ada badan atau lembaga yang memberi sertifikasi atau mengatur klaim organik dan alami, cmiiw.

Di luar negeri, sertifikasi produk organik ada karena besarnya kebutuhan konsumen untuk menggunakan produk dengan substansi alami dan mengurangi/menghindari substansi sintetik seperti paraben, phenoxyethanol, partikel nano, PEG, silicon, GMO, pewangi/pewarna sintentik, dan seterusnya.

Kalau ketemu logo-logo organik seperti di bawah ini, coba baca-baca aja langsung ke situsnya, karena masing-masing lembaga punya standar yang berbeda [1][2][3][4].

FYI, USDA Organic (United States Department of Agriculture) dikenal sebagai salah satu lembaga dengan standar klaim natural dan organic yang paling ketat.


Ngomong-ngomong, jangan heran kalau di produk yang bersertifikat organik masih ada sedikit bahan sintetis.

Sangat sulit membuat produk kosmetika massal/pabrikan dengan ingredient 100% organik, kecuali yang berbasis minyak dan balsem (balm), cmiiw. Terlebih lagi, ada sebagian bahan yang tidak dapat diaplikasikan langsung ke kulit, harus ada carriernya, supaya tidak memicu iritasi.

Baca juga : Benarkah Produk Skin Care "Alami" Pasti Lebih Baik?

Berikut contoh/ilustrasi syarat sertifikasi produk organik dari Cosmebio.


---

Produk Cruelty-free dan Vegan

Cruelty-free

Kelinci menjadi simbol, karena binatang tersebut yang paling sering digunakan untuk uji coba produk.

Logo Cruelty-free menandakan tidak ada kekerasan atau uji coba terhadap binatang selama proses pengembangan dan produksi, termasuk pihak lain yang terlibat seperti laboratorium dan supplier bahan.

Saya baca di situs Cruelty-free Kitty [5]... Sejauh ini hanya simbol/keterangan dari tiga organisasi Cruelty-free di bawah ini yang reputasinya bagus, prosedurnya jelas, melalui proses audit, dan mengikat produsen kosmetik dengan kontrak legal.


Dari kiri ke kanan...

CCF Rabbit (Australia)
Organisasi : Choose Cruelty Free

Caring Consumer (Amerika Serikat)
Organisasi : PETA

The Leaping Bunny (Internasional)
Organisasi : CCIC dan BUAV (Cruelty-free International)



Vegan

Produk yang cruelty free belum tentu vegan.

Idealnya, produk vegan tidak diuji coba pada binatang dan tidak mengandung zat hewani. Ini berarti, produk Vegan tidak mengandung madu, beeswax, susu, lanolin (lemak domba), collagen, keratin, squalene, dan seterusnya.

Bahan yang sering digunakan produk vegan antara lain minyak alami, nut butter (mentega dari kacang-kacangan), dan tumbuh-tumbuhan. Karena itulah produk vegan biasanya juga mencantumkan simbol sertifikasi produk organik.

Berikut dua organisasi produk Vegan yang paling terkenal [6][7].


---

Lainnya dari Indonesia 

Halal MUI

Salah satu tugas LPPOM (Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika) Majelis Ulama Indonesia adalah memfasilitasi penerbitan sertifikat halal.

Pengajuan sertifikat kosmetik halal dilakukan oleh pihak produsen atau distributor. Syarat dan prosedurnya bisa dilihat di situs LPPOM MUI [8].


Produk komestika halal adalah produk yang aman dan tidak menggunakan bahan-bahan haram (najis dan membahayakan tubuh). Jadi, bukan berarti semua jenis kosmetika (apalagi kutek/cet kuku) bisa digunakan untuk sholat (cmiiw). Wallahu a'lam.

Notifikasi Kosmetika BPOM RI

Nomor izin edar kosmetika terdiri dari 13 digit. 2 digit huruf dan 11 digit angka.

N = Notifikasi.
A/B/C/D/E = Kode benua.


Angka 1-11 = Kode negara, tahun notifikasi, jenis produk, dan nomor urut registrasi.

Contoh
NA18131204380

NA : Produk asal Asia.
18 : Kode negara.
13 : Tahun notifikasi.
12 : Jenis produk.
04380 : Nomor urut registrasi.

Cek notifikasi di situs Database BPOM RI [9].


Baca juga : Seputar Notifikasi Kosmetika BPOM RI

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Pamer di Social Media

Kamis, 04 Februari 2016
Social Media. Media online tempat kita menjalin silaturahim dan ukhuwah. Berbagi informasi mengenai minat dan kegiatan, dalam bentuk kata-kata, foto, hingga video.

Fungsi lainnya adalah sebagai lapak ngebully dan ajang pamer.

Dulu, orang yang suka pamer itu dibenci, dijauhi, dimusuhi. Tapi sekarang, orang yang suka pamer itu diapresiasi, dijempoli, difollow, dan disanjung-sanjung. Kesederhanaan tak laku lagi. Budaya kaya beneran ataupun pura-pura kaya jadi pemandangan sehari-hari. Mencukupkan diri dengan "kalangan terbatas", tak tampak lagi. Sadar ataupun tidak, kita kerap memamerkan apa yang kita miliki dengan dalih rasa syukur. (@novie_ch14 via instagram)
Nyaris semua orang punya kecenderungan untuk pamer, hanya saja kadarnya beda-beda. Jadi, respon kita, baiknya bukan, "Wah, bener, aku kenal orang yang begitu. Malesin banget."

Coba deh dibalikin ke diri sendiri. Rasanya sulit untuk menilai dan menjaga niat kita saat share atau posting sesuatu.

---

Sadarkah kamu?

Hal yang terus menerus kita banggakan, entah itu kegantengan/kecantikan, gaya hidup, status sosial, latar belakang pendidikan, popularitas, kekayaan, pekerjaan, cara berpakaian, pemikiran, kecerdasan, ibadah, dst itulah yang menjadi ego booster kita. Sarana untuk menunjukkan superioritas dibanding orang lain.

Penting untuk dijadikan bahan introspeksi, karena yang paling tau niat di balik perilaku kita ya diri kita sendiri. Beneran sharing atau mau show off.

Seberapa penting pengakuan dan penilaian orang lain bagi diri kita?

Dengan mengetahui apa yang sering kita tonjolkan di social media atau saat berinteraksi dengan orang lain, kita jadi lebih mudah memahami hal-hal yang memupuk ego dan membuat kita insecure.

Semakin rajin introspeksi, semakin besar pula kesadaran kita dalam berperilaku.

Oh ya, biasanya hal yang sering kita "pamerkan" itu juga yang (sadar ngga sadar) pertama kali kita nilai pada orang lain :)

---

Pamer "kebahagiaan"

Kenyataannya, memang lebih susah menyembunyikan kebahagiaan daripada kesedihan. Tapi, kalau overexpose tanyakan ke diri sendiri, apa sih yang mau dicari?

Dih. Hidup-hidup guwee...

Setidaknya kita belajar untuk melihat dampak perilaku kita terhadap orang lain, termasuk di social media. Namanya juga hidup bermasyarakat, ngga hanya tentang diri kita sendiri.

Ada kutipan yang saya sukai (sering beredar di instagram/path), tapi sumber aslinya ngga jelas dari mana huhuhu...

"Tahu, mengapa kita tak boleh terlalu senang berlebihan saat dikaruniai kenikmatan?
Agar kita menjaga yang lain untuk tetap bersyukur.
Karena, tak semestinya kita menjadi perantara orang untuk kufur nikmat.

Yang hamil, menjaga perasaan orang yang belum hamil.
Yang sudah menikah, menjaga perasaan orang yang belum menikah.
Yang kaya, menjaga perasaan orang yang miskin.
Yang sempurna fisiknya, menjaga perasaan orang yang memiliki kekurangan fisik.

Indah.

Kita menjaga diri bukan lantaran orang-orang di sekitar kita iri.
Kita menjaga diri bukan berarti kita tidak berhak mengekspresikan rasa senang dan syukur kita.
Kita menjaga diri karena kita ingin sama-sama bersyukur dengan mereka yang belum mendapati nikmat yang sudah kita dapati.

Karena menjadi perantara syukur bagi orang lain adalah kenikmatan dan kebahagiaan yang sesungguhnya."

Baca juga : Jangan Pamer : 'Ain itu Nyata

(Updated-2017)
Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.