Lucas' Papaw Remedies Ointment

Minggu, 24 Januari 2016
Sebelumnya aku pikir Lucas' Papaw Remedies Ointment cuma balsem biasa yang overhyped. Yang aku tahu, produk ini biasanya digunakan untuk mengatasi bibir yang pecah-pecah dan siku yang kering. Setelah aku coba sendiri, ternyata emang bagus hahaha. Silakan dibaca lebih lanjut reviewnya :D


Sekilas tentang Lucas' Papaw Remedies Ointment
Lucas' Papaw Remedies Ointment adalah salep yang mengandung zat antibakteri dan antimikroba. Dapat digunakan untuk membantu mengatasi luka bakar, luka tertusuk duri, kulit melepuh, ruam, luka kecil/gores, bekas gigitan serangga, dan kulit pecah-pecah. Banyak pula yang melaporkan bahwa salep ini membantu meredakan gejala dermatitis dan eczema/eksim.

Komposisi...
Carica Papaya 39mg/g fresh fermented fruit yang berasal dari Queensland. Mengandung 0,1mg/g Potassium Sorbate sebagai pengawet. Menggunakan pharmaceutical grade petrolatum jelly dan wax. Gum balsam Peru sebagai pewangi.

Proses produksi diawasi dengan ketat untuk menjamin produk tidak tercemar zat-zat yang tidak diinginkan.

Baca juga : Toner, Mineral Oil, dan Stress

Kenapa harus dicampur dengan petrolatum jelly dan wax? Ngga alami dong :(
Produk ini kaya konsentrat yang dihasilkan oleh proses fermentasi. Konsentrat tersebut tidak dapat diaplikasikan langsung ke kulit, melainkan harus didistribusi dengan carrier (petrolatum jelly) untuk mencapai kadar yang aman, tepat, dan efektif.

Baca juga : Jangan Merawat Wajah dan Mengatasi Jerawat dengan Cara Alami ini


***

Review

Lucas' Papaw Ointment dikemas dalam ukuran-ukuran kecil (15gr, 25gr, 75gr, 200gr). Teksturnya berupa balsem kekuningan yang mudah lumer jika diusap-usap dengan jari. Irit dan awet, karena ngga perlu keluarin banyak-banyak. Seujung jari pun udah cukup untuk melembabkan bibir atau mengoleskan ke luka kecil. Banyak yang merasa terganggu dengan baunya, tapi aku malah suka :)) soalnya mirip aroma kue tradisional hahaha.

Baca juga : Apa Situs & Channel Kecantikan Favoritmu?


Trus bagusnya dimana? :/

Kulit wajahku mudah reaktif: memerah dan terasa kasar gradakan. Terutama menjelang pms atau setelah menggunakan make up. Bentol-bentol bekas gigitan serangga juga susah banget ilangnya. Kalau ngga cepat diatasi bisa jadi cokelat menggelap yang susah dipudarkan. Aku tanya temenku yang dokter, kayak gitu katanya bakat. Luar biasa ya, di saat orang lain punya bakat melukis, menyanyi... bakatku kayak gitu :|

Suatu hari... di saat kulit lagi merah-merah ngga jelas (di dahi dan bawah kelopak mata), iseng-iseng aku coba olesin. Ngga berharap banyak karena aku pikir ini cuma balsem biasa. Selang beberapa jam kemudian, merahnya hilang gitu aja lho :|

Ini before-afternya, :)) foto di depan lampu neon biar jelas. Oiya, itu yang di hidung bekas dudukan kacamata yang ngga pas ^^; jadi bukan karena kulit reaktif.


Selain dapat mengatasi kulitku yang reaktif, juga bagus untuk mengatasi bekas gigitan serangga dan luka gores kecil. Tapi baiknya segera setelahnya, kalau dioles keesokan harinya atau di noda bekas yang lama ngga gitu ngefek. Ointment ini juga bukan untuk jerawat ya, cmiiw...


Dalam skin care regimen sehari-hari, Lucas' Papaw Remedies Ointment aku gunakan sebagai krim mata. Bukan untuk mengatasi mata panda, tapi karena kelopak, kantong, dan ekor mataku (di ujung kelopak mata) kering banget hehe. Sedangkan buat bibir, aku masih pake lipbalm biasa. Bdw, jika digunakan sebagai pelembab bibir dan siku baiknya dioles rutin untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.

Sebagai ointment yang multifungsi, ukuran 25gr dengan harga sekitar Rp 90.000 menurutku pas. Ada juga yang kemasan jar, tapi lebih praktis kemasan tube sih hehe.

Produk ini juga aku review di laman Lucas' Papaw Remedies 

Noted!
Progres dan hasil di kulit masing-masing orang bisa berbeda.

Semoga bermanfaat :D
Thanks for reading and have a nice day.

Hai Hanitis' Blogging Insights

Sabtu, 16 Januari 2016
Aku suka banget baca pengalaman blogger lain, karena IRL biasanya ngga nyambung ngobrolin blogging huhu. Apalagi sejak Hari Blogger Nasional (27 Oktober), makin banyak yang sharing cerita di balik layar blognya. Kali ini giliranku *uhuk.


Blogger Indonesia semakin beretika
Kalau diperhatikan, saat ini artikel copy paste cukup jarang kita temui. Salah satu penyebabnya, Si Mbah (Google) sebagai search engine terbesar ingin menampilkan konten-konten original yang relevan. Hal ini tentu memotivasi para blogger untuk meningkatkan kualitas artikelnya.

Blogger mastah pun menyarankan untuk menghindari copy paste artikel. Lucu juga sih pas baca ada blogger yang dulu suka copas, trus jadi kapok pas tulisannya dicopas orang lain. Pada bilang, ternyata lebih nikmat bikin tulisan sendiri dibanding copas :D

Apa risiko artikel-artikel copas 100%?
Salah satunya, blog tersebut dianggap spam. Google bisa menindak artikel copas dengan mengembalikan artikel ke draft untuk diedit, menghapus artikel secara manual, atau menghapus blog *ketok-ketok kepala.

Selain copas, hal yang tidak dianjurkan adalah meniru gaya blogger populer. Alasannya karena makin kesini kita bakal capek sendiri, gaya asli kita malah ngga berkembang, terlihat palsu, dan salah-salah bisa menyinggung orang yang ditiru ^^;

Solusi dari blogger mastah adalah analisis SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity, Threats) blog kita. Memperhatikan ciri khas ngga berarti stagnan dengan gaya menulis dan penyajian konten di blog kita. Sikapi "ciri khas" sebagai "keterampilan" yang dapat terus dikembangkan.

Google Analytics
Dulu, aku taunya blogging cuma nyusun artikel-publish-balas komentar. Ternyata, semakin berkembang blog kita, pengelolaannya pun semakin rumit.

Sejak Desember 2015, aku mulai memperbaiki artikel-artikel lama. Banyak informasi yang harus aku update, tapi bingung mulai darimana. Di sinilah peran Google Analytics untuk memberitahu artikel apa saja yang perlu kita benahi.

Baca juga : Memilih "Artikel yang Perlu Dibenahi" dengan Google Analytics

Terlebih lagi, biasanya pihak sponsor atau perusahaan yang ngajak kerja sama menanyakan statistik blog kita. Ada yang cukup dengan lampiran pageview harian, ada juga yang meminta laporan Google Analytics.

Jadi, kita perlu tau gimana membaca dan membuat laporan Google Analytics, walau hanya basic-basicnya aja. Kamu bisa cek ke situs Blogger Perempuan untuk mendapatkan pembahasan singkat mengenai Google Analytics tersebut.


Draft artikel
Masih berkaitan dengan poin sebelumnya. PR bloggingku nambah, ngga hanya nyiapin artikel baru, tapi juga ngedit artikel lama. Lumayan mumet, karena penyampaianku di artikel-artikel jadul masih belepotan, muter-muter, dan kadang melebar.

Jadi, sekarang sebelum menyusun artikel, aku konsepkan dulu apa yang mau aku sampaikan. Aku tulis draft dan kerangka alurnya, kemudian diketik.

"Jangan menulis artikel sampah"
Kata-kata terjlebb of the year selama blogging di tahun 2015. Aku jadi introspeksi habis-habisan :'|

Jadi gini...
Para blogger udah familiar dong dengan jargon one day one post atau buat artikel sebanyak-banyaknya. Positifnya, keterampilan menulis kita semakin terasah, jumlah artikel bertambah, dan traffic jelas meningkat lebih cepat. Negatifnya, kita bakal kesulitan untuk menjaga kualitas artikel atau ada beberapa konten yang terkesan asal jadi.

Menurut panduanIM, lebih baik kita ngga buru-buru mempublish artikel. Kalo emang butuh waktu, ngga perlu memaksakan sehari harus jadi. Lebih baik menulis 1 artikel bagus daripada 10 artikel asal-asalan.

Kita tidak dapat menyenangkan semua orang
Selama blogging, aku dapat banyak masukan dari orang-orang di sekitarku. Mulai dari template yang kesannya kosongan, penyajian artikel, jarang selfie, dst. Meski ada hal-hal yang bisa dijadikan pertimbangan, tapi ya ngga semuanya bisa dituruti. Aku juga pernah dapat feedback kalo gaya menulisku terlalu serius dan di lain kesempatan katanya aku cengengesan. Bingung kan? :))

Your Blog, Your Rules.
Tulis apa yang kamu suka.
Yaudah, aku nulis tentang kamu ya *halah

Udah pernah aku bahas sepintas baik di artikel rumpi tentang blog dan curcol pas blogwalking. Konten blog Hai Hanitis sebagian besar membahas tentang beauty. Kadang aku sungkan untuk publish hal lain di luar niche tersebut. Itu salah satu alasan kenapa aku ngga enjoy blogging di awal 2015. Aku suka banget bahas skin care, tapi ada hal-hal lain yang ingin aku share juga di blog ini :D

Aku mikir, apa perlu ganti konsep, apa baiknya ngelola 2-3 blog, atau jadi penulis tamu di website lain. Akhirnya dapat pencerahan setelah jalan-jalan ke blognya mba Shintaries. Intinya, ngga perlu batas-batasin topik tulisan yang emang jadi minat kita.

Find Me on Instagram! @haihanitis
Tahun lalu, aku dapat email, dia bilang kesannya aku misterius karena gada foto, gada socmed. Padahal aku ga niat kayak gitu ^^; Ada juga yang nanyain socmed karena menurut dia lebih mudah untuk nanya-nanya daripada lewat email atau kotak komentar.


Jadi, aku bikin akun ig untuk blog Hai Hanitis, khusus untuk keperluan blogging.

***

Akhir kata...
Ada yang bilang blogku sekarang jadi lebih baik. Alhamdulillah. Itu juga karena sering baca tips-tips blogging dari blogger mastah di pinterest dan situs lokal. Cek pin boardku di pinterest.com/haihanitis. Banyak tips blogging yang aku pin di situ.

Eniwei, saat ini aku belajar untuk menikmati blogging. Dibawa fun aja, ^^ supaya ngga jadi beban. Resolusi tahun 2016, sama kayak blogger lainnya hahahaha, lebih sering update dan rutin posting xD

***

UPDATED! 22 Januari 2016

Tidak Sengaja Menghapus 50 Komentar di Blog T.T

Aku memoderasi kotak komentar supaya lebih mudah disortir. Biasanya, aku buka blog tiap pagi dan malam sebelum tidur, untuk bales-bales komentar... Mungkin karena malem ya, udah ngantuk banget, aku ngga sengaja klik kotak select all, trus bablas kepencet hapus konten. O. EM. JI. Aku ngga nyadar itu tab komentar yang diterbitkan, bukan komentar yang menunggu moderasi.




Alhasil 50 komen terbaru di blogku terhapus begitu saja. Huwaaaaaa. Speechless.... Ngenes banget rasanya. Kali aja yg ngirim komen belum sempat baca balesannya. Trus, ada juga beberapa komen yang udah aku jawab panjang-panjang huhuhu.

FYI, aku mengapresiasi semua komentar yang masuk, karena itu Anonim pun aku persilakan untuk berkomentar. Kalaupun ada komen yang ngga terpublish, berarti komen tersebut terdeteksi sebagai spam oleh sistem. Jadi, otomatis masuk di tab spam, bukan di komentar yang menunggu moderasi.
Jika ada yang merasa komennya terhapus dan belum sempat membaca balasannya. Silakan ditanyakan ulang ya T.T

Terima kasih buat teman-teman pembaca blog Hai Hanitis ^^v
Have a nice day.

Cara Agar Mampu Memaafkan & Info Lainnya

Minggu, 10 Januari 2016
Memaafkan, pada hakikatnya adalah hadiah untuk diri kita sendiri. Memang tidak selalu mudah dan kadang butuh waktu yang lama. Namun, prosesnya dapat dimulai dengan satu pertanyaan sederhana...

Apakah kamu mau memaafkan?

***

Sabar = Memendam?

Dalam model teori Forgiveness A-B-C-4 oleh Ryan Howes, Ph.D (yang saya cantumkan di artikel Belajar Memaafkan), dapat disimpulkan bahwa jika mengikhlaskan terasa mustahil, berarti ada salah satu dari poin (A) mengekspresikan emosi, (B) memahami, (C) membangun rasa aman yang tidak tuntas.

Saya bahas mengekspresikan emosi karena kalo poin ini ngga tuntas, proses memaafkan jadi lebih sulit dan efeknya bisa merembet kemana-mana. Jangan berpikir hambatan ini hanya dialami orang yang pendiam. Orang yang keliatannya cengengesan bisa-bisa aja kesulitan mengekspresikan amarah dan kesedihannya.

Ngga mau ah, kan kita harus sabar :'(
Sabar beda lho dengan mendam perasaan.

Sabr is not remaining quiet and allowing anger to build up inside you. Sabr is to talk about what's bothering you without losing control of your emotions. Nouman Ali Khan.

Jika kita memendam amarah dan dendam, maka emosi negatif tersebut akan terinternalisasi dalam diri kita. Kemarahan yang terinternalisasi ditandai dengan inner critic (kritik terhadap diri sendiri) yang tajam, keras, dan menyakitkan. Tentunya inner critic akan menghambat kita untuk berkembang. Kalau kejadiannya seperti ini, kita harus mulai dengan memaafkan diri sendiri dulu :D

Selain inner critic, amarah yang dipendam juga dapat memicu depresi, hambatan dalam menjalin hubungan dengan orang lain, gangguan fungsi jantung, tekanan darah tinggi, sakit kepala, gangguan pencernaan, dan lainnya.

Yang perlu dipahami, mengekspresikan emosi tidak berarti kita jadi hilang kendali dan tidak selalu harus disampaikan langsung ke orang tersebut. Kita dapat menggantinya dengan cara-cara yang tak kalah efektif untuk mengekspresikan dan meredakan emosi negatif.

***

What should I do?

1 | Ryan Howes, Ph.D dan Patrick Allan [1] menyarankan, kalo pengen teriak, teriak aja di bantal atau di dalam mobil. Kalau sedih, menangislah. Dengan kata lain, identifikasi, kemudian ekspresikan emosi negatifmu. Awali dengan mengakui bahwa rasa sakit itu nyata. Jujur sama diri sendiri. It's okay to admit you're not okay. You're only human.

2 | Journaling atau menulis buku harian dapat membantu kita untuk mengenali emosi dan mengintrospeksi diri. Journaling juga merekam perkembangan kita sehingga evaluasi diri jadi lebih mudah dilakukan. Misal, apa saja pencapaian yang kita raih, kejadian yang patut disyukuri, hal-hal apa yang harus ditingkatkan dan diterima apa adanya.


3 | Menulis surat (tanpa dikirim ke orang yang bersangkutan) dikenal sebagai sarana yang paling baik untuk berdamai dengan rasa sakit dalam diri kita. Dalam surat, kita menulis nama orang tersebut, konflik yang terjadi, dan bagaimana perasaan kita. Tidak pasti berapa lama surat akan selesai, bisa berbulan-bulan, berminggu-minggu, atau hanya sehari. Menurut Eva Kor [2], surat dikatakan selesai ketika akhirnya kita dapat menulis “aku memaafkanmu” dengan tulus.

Eniwei, ada video yang memberi gambaran mengenai surat dan kaitannya dengan memaafkan. Surat tersebut malah dianjurkan untuk dibaca di depan cermin lho :D



4 | Belajar manajemen stres juga sangat dianjurkan. Karena kalau mood kita enak, pikiran jadi jernih, perasaan juga lebih tenang.

5 | Sibukkan diri atau cari kegiatan yang menuntut dan melatih otak untuk fokus pada masa kini (here and now), seperti membaca buku, mengaji, memasang puzzle, menulis, jadi volunteer/relawan, dan lainnya.

6 | Sharing dengan orang yang netral dan logis. Beruntung kalo punya teman begini ^^ karena dapat memberi penilaian yang objektif atas apa yang kita alami.

7 | Belajar berbaik sangka dan melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda. ^^; Bukan berarti kita membenarkan perilaku yang salah dan merugikan, tapi berusaha memahami perilaku, situasi dan latar belakang lingkungan orang tersebut.

Misalnya, apa perilaku tersebut tidak disengaja, ataukah dia sedang melalui masa-masa penuh tekanan? Apakah itu bawaan pergaulan/lingkungannya? Jika perilakunya keterlaluan, apakah ada faktor-faktor di luar kendali mereka, seperti masalah psikologis dan kepribadian? dst.

…unless someone is sociopath, they are rarely without feeling. And if they’re hurt another person, even if their ego prevents them from admitting it, odds are they feel remorse on some level. No one is purely bad, and everyone carries their own pain which influences the decisions they make. This doesn’t condone their thoughtless, insensitive, or selfish decision, but it makes them easier to understand. Lori Deschene. [3]

8 | Saat kita merasa sudah mampu mengikhlaskan, lisankan (bukan cuma diucapkan dalam hati). Contoh, sebelum tidur... "Hari ini saya telah memaafkan orang yang menyakitiku, mengghibahiku, dan mempermalukanku." Akhiri dengan senyum lebar :D

Jika di kemudian hari momen-momen traumatis teringat kembali, ingat bahwa kita telah memaafkan dan berusaha komit atas keputusan tersebut.

***

Memaafkan = Melupakan?

Kelihatannya emang sepaket, tapi memaafkan bukan melupakan blas. Ngomong-ngomong, saya pernah dapet nasehat (yang sebelumnya ngga masuk di akal saya haha),
Kamu sudah benar-benar sembuh, ketika mampu "menertawakan" masa lalumu yang menyakitkan.
Nasehat tersebut pada akhirnya menyadarkan saya bahwa yang dimaksud "lupa" bukanlah melupakan kejadian, tapi melupakan sensasi perihnya. Kejadian menyakitkan sedikit banyak memang mengubah diri kita, tapi ingatan mengenai rasa sakit bisa memudar seiring berjalannya waktu.

Dengan demikian, kita lebih mampu melihat gambaran yang lebih besar dan mengambil pelajaran dari pengalaman tersebut.
Forgiveness doesn't erase the bitter past. A healed memory is not a deleted memory. Instead, forgiving what we cannot forget creates a new way to remember. We change the memory of our past into a hope for our future. Lewis B. Smedes. 

***
Akhir kata...

Proses memaafkan dapat menuntun kita menuju pemahaman yang mendalam mengenai diri sendiri. Sekecil apapun hal yang pernah kita alami, itulah yang membentuk diri kita saat ini.

Mengikhlaskan akan lebih mudah dicapai jika kita memutuskan untuk fokus pada masa kini (here and now). Jadi, ketika pikiran-pikiran negatif menyerang, sadari bahwa senyata apapun rasa sakitnya, kita sudah tidak hidup di masa lalu.

Ada satu titik dimana kita harus berhenti mengkasihani diri sendiri. Jangan egosentris. Tidak ada manusia yang sempurna. Kita juga pernah (sengaja maupun tidak) menyakiti dan menyinggung orang lain.

Waktu terus berputar. Perjalanan masih panjang. Baiknya kita belajar untuk berdamai dengan pengalaman pahit, keluar dari perangkap emosi negatif, bangkit, dan fokus mengerjakan hal-hal yang bikin happy :D

Semoga kita senantiasa diberi ketenangan hati dan pikiran, serta kemudahan untuk memaafkan. Aamiin.

Thanks for reading and have a nice day.

Melanox Premium Serum

Minggu, 03 Januari 2016
Di awal review ini mau aku tegasin yaa :D produk skin care pemutih/pencerah (yang aman) ngga bisa mengubah warna asli kulit kita. Produk pencerah "hanya" mampu memudarkan noda, meratakan warna kulit, mengatasi kusam, sehingga kulit tampak lebih cerah. Jadi, jangan berharap produk berlabel whitening/brightening secara dramatis membuat kulit jadi putih seperti keramik.

Sepakat? :D Hayuk dilanjutkan baca reviewnya haha.


Sama halnya seperti produk-produk SDM Lab yang lain (Vitacid, Melanox, dan Mediklin TR), Alhamdulillah Melanox Premium udah dapet sertifikasi Halal dari MUI.


Deskripsi produk
Tak hanya mencerahkan, Melanox Premium juga menjadikan kulit tampil lebih muda. Dengan formula baru perpaduan Premium Whitening Agent dan Anti Aging yang mampu mencerahkan kulit secara merata, menghilangkan noda hitam, serta meremajakan sel kulit Anda.

"Makin cerah, tampil lebih muda" ~ klaim produk.


Keluarga Melanox, lol...
Mungkin karena judulnya sama-sama Melanox, jadi banyak yang mengira Melanox Premium juga mengandung hidrokuinon.

Melanox Bleaching Cream (krim obat)
Melanox Bleaching Cream adalah obat yang mengandung hydroquinon dengan kadar 2% atau 4% (Melanox Forte). Digunakan untuk mengatasi age spot, bintik-bintik hitam (freckles), dan noda-noda hitam (melasma). Produk skin care dapat digunakan setiap hari, sedangkan obat hanya digunakan dalam jangka waktu tertentu.
Sumber pic dari sdm-labs.com

Melanox ES Whitening Cream (produk skin care)
Krim pencerah dengan aksi ganda yang secara bertahap mampu menyamarkan age spot, bintik hitam, dan noda hitam yang disebabkan oleh kehamilan, efek buruk sinar matahari, dan penggunaan obat oral kontrasepsi sekaligus mencerahkan kulit wajah sehingga menjadikannya tampak lebih bersih. Produk ini tidak digunakan selama hamil, cmiiw.

Melanox ES mengandung lactic acid, kojic acid, dan vitamin E. Digunakan pagi dan malam hari. Bukan untuk kulit yang sensitif atau mengalami luka.

Melanox Premium (produk skin care)
Formulanya lebih komplit dibanding Melanox ES. Melanox Premium yang beredar saat ini adalah produk dengan formula baru. Melanox Premium formula lama mengandung retinol, derivat resorcinol, lactic acid, dan vitamin E sebagai antioksidan.

Derivat Resorcinol
Mencegah pembentukan melanin dan pigmentasi dengan cara memblok enzim tirosinase sebelum berkombinasi dengan tirosin. Daya penetrasi cepat ke dalam kulit.

Lactic Acid
Bekerja secara alami sebagai pelembab kulit, mampu mengangkat sel-sel kulit mati sehingga wajah tampak lebih cerah dan halus.

Vitamin E
Bekerja sebagai antioksidan yang mampu melindungi sel kulit dari kerusakan akibat radikal bebas yang berasal dari radiasi dan polusi.

Melanox Premium Serum formula baru mengandung niacinamide, retinol, kojic acid, C bright whitening, dan vitamin E.

Niacinamide (Vitamin B3) [1]
Meningkatkan elastisitas kulit, fungsi skin barrier, mengatasi warna kulit yang tidak rata, mengembalikan warna dan tekstur kulit yang sehat. Niacinamide juga terbukti meningkatkan ceramide di kulit kita dan menyamarkan kerut.

Kojic Acid
Kojic Acid adalah zat yang efektif menangani noda penuaan dan masalah pigmentasi lainnya. Efeknya sama kayak hidrokuinon, tapi lebih aman untuk digunakan jangka panjang.

Retinol [2]
Turunan vitamin A yang paling kuat adalah tretinoin. Kulit yang terlalu sensitif untuk menggunakan tretinoin, dapat menggunakan retinol (meski efek retinol ngga sebombastis tretinoin).

Retinol biasa terkandung di produk anti aging karena dapat menangani kerut halus, meningkatkan tekstur dan warna kulit, memperbaiki kulit akibat efek buruk sinar matahari, memperlambat proses penuaan dini, dan mengurangi kerutan pada kulit. Ibu hamil dan menyusui baiknya menghindari retinol.

Tekstur
Teskturnya tidak seperti serum pada umumnya (yang terasa ringan atau encer/watery). Melanox Premium Serum lebih pekat (seperti lotion), tapi tidak ada sensasi lengket begitu diratakan di kulit. FYI, produk ini mengandung mineral oil. Baiknya dioles tipis supaya kulit ngga berminyak.


***

Review

Aku sukaa pake produk pencerah karena kulit mukaku gampang kusam dan tentu saja buat ngatasin noda bekas jerawat hehe. FYI, serum pencerah hanya aku gunakan saat kulit ngga bermasalah.

Duluuuu, aku sempat pake Melanox Premium (krim dan serum) --" Formula lama bikin kulit terasa cekit-cekit dan muka jadi kayak kilang minyak. Setelah ganti formula, produk ini jadi lebih gentle di kulit ^^

Melanox Premium serum hanya aku pake di malam hari. Selain irit (lol), setelah baca-baca di situs dermatologis, retinol cenderung ngga stabil jika digunakan di siang hari (pengaruh sinar matahari).

Hasil? 
Memuaskan, buat aku sih hahaha. Produk ini mampu meratakan warna wajah, kulit pun jadi terlihat cerah. Ngga bikin putih lho, lebih ke cerah alami. Noda bekas jerawat cepat memudar. Tekstur kulit lembut, kencang, dan kenyal. Tapi, ngga ngefek sama sekali ke pori-pori.

Pemilik tipe kulit berminyak mesti telaten membersihkan wajah. Kalo perlu gunakan masker berfitur pore purifying supaya komedo ngga membludak selama pemakaian produk ini.

Menurutku, progresnya lumayan cepat :| Mungkin karena saat itu kulitku lagi bagus-bagusnya (dalam artian, lagi ngga jerawatan). Kalau mau lihat foto cropan kondisi kulitku saat memakai Melanox Premium Serum, bisa liat di post Garnier Lightening Peel Off Mask & Zoya Seaweed-Aloe Vera Peel Off Mask 

Beberapa miggu yang lalu, ada yang sharing tentang Melanox Premium serum juga, tapi sayang kulitnya malah jadi kusam. Aku ngga tau kenapa jadi kusam, mungkin emang ngga cocok ^^; karena di aku dan ibuku bagus-bagus aja. Ngga ngalamin fase kulit jadi kusam.

Kenapa berhenti?
Sekitar bulan Juni 2015,  aku ngobatin jerawat hormon pake tretinoin. Karena itulah aku stop menggunakan produk pencerah. Setelah sembuh, aku khawatir kulitku ngga kuat kalo lanjut pake serum yang ngandung retinol. Akhirnya waktu itu aku ganti pake serum vitamin C biasa.

Baca juga : Review Erha21 C Serum

Harga berapa? Beli dimana?
Harganya sekitar Rp 140.000an untuk ukuran 15 ml.  Melanox Premium tersedia di apotek (mis. Kimia Farma), drugstore mal (Century, Guardian), atau toko pusat kosmetik (harganya lumayan, bisa beda 20-30ribu dibanding di mal). 

Semoga bermanfaat
Thanks for reading and have a nice day