Skin Care Talk // Personal Thought // Blogging Experience

Beberapa Pertanyaan Seputar Skin Care (2016)

Jumat, 30 Desember 2016

#1 Kenapa ya sabun pembersih membuat kulit saya bermasalah?

Baca : Apakah Sabun Menyebabkan Purging?

---

#2 Produk xyz aman ngga?

Baca : Produk Skin Care ini Aman Ngga ya?

---

#3 Siisss, aku purging karena produk skin care :(

Baca : Reaksi Kulit terhadap Produk Skin Care = Purging?

---

#4 Pake bedak apa sis?

Saya sudah lama ngga bedakan ^^; Kulit saya dehidrasi dan mudah muncul dry patch. Paling banter cuma pake bb cream saja. Kalau wajah mulai kilap, tinggal diblot dengan kertas minyak.

Baca juga : Kertas Minyak Acnes, Clean & Clear, Ovale, & Oxy

---

#5 Kapan kita memutuskan untuk mengobati kulit di dokter?

Saat jerawat sudah menahun dan tidak dapat sembuh hanya dengan produk over the counter. Kalaupun sembuh, sewaktu-waktu balik jerawatan parah lagi. Atau saat mengalami masalah kulit yang tidak wajar, seperti perubahan warna, gatal/ruam yang tak kunjung reda, penanganan bekas luka, dan lainnya.

---

#6 Dokter mana yang bagus?

Mana aja insyaAllah bagus sis. Cuman tetep ya... cari dokter yang reputasinya oke dan sreg di hati hehe.

Setelah sharing dengan temen-temen reader lain (yang juga berobat ke dokter), sebenernya obat buat mengatasi masalah kulit (bruntusan, jerawat, flek), muter itu-itu aja. Yang paling penting kitanya mesti disiplin, rutin kontrol dan konsultasi.

Baca juga : Pengalaman Mengatasi Bruntusan Alergi

---

#7 Bagaimana mempercepat purging?

Purging tidak bisa dikira-kira. Tergantung seberapa serius masalah kulitnya dan seberapa cepat kulit kita merespon obatnya. Kulit yang mengalami jerawat parah dan nyebar, jelas lebih lama sembuhnya. Jadi ya tunggu seselesainya saja.

Cuman, dari pengalaman saya dan teman-teman lain, kita bisa bantu mempercepat proses pemulihan kulit dengan mengurangi penggunaan produk kecantikan (terutama yang berisiko menyumbat pori), jaga makanan, memperbaiki gaya hidup, dan meningkatkan kualitas tidur.
---

#8 Saya sedang berobat. Minder banget nih keluar rumah, jerawat pada mateng semua.

Ini salah satu produk andalan orang yang sedang purging...


Kalau ada yang tanya kenapa, bilang saja lagi masa pengobatan. Mungkin bakal ada yang komen, "Ih ngobatin jerawat kok malah jadi parah gitu?" Sabar aja. Emangnya jerawat parah bisa sembuh kayak di iklan-iklan. Yang sekali pake obat, besokannya langsung kinclong xD

Mengobati jerawat di dokter jelas bakal dituntasin.... dan ngga instan ya. Kadang butuh waktu berbulan-bulan.

---

#9 Apa yang jadi pertimbangan untuk memilih skin care dokter dan skin care over the counter?

Skin care dokter

Pro
Praktis. Kita tidak perlu pusing-pusing pilih formula, ngecek ingredients, dan lain sebagainya. Sudah tinggal terima beres. Kalau ada masalah, bisa langsung konsultasi ke dokternya.

Kontra
Paketan krim dan treatmentnya relatif mahal. Sebagian orang juga mengalami efek rebound setelah lepas dari skin care dokter atau klinik kecantikan.

Catatan
Krim dokter insya Allah aman lho ya, karena penggunaannya di bawah pengawasan dokter. Yang penting kitanya disiplin, rutin kontrol dan konsultasi. Ikuti anjuran pakai. Jangan ujug-ujug mendadak lepas.

Baca juga : Tentang "Krim Dokter" (Pengakuan Dosa, lol)

Skin care over the counter

Pro
Banyak pilihan. Saking banyaknya bikin bingung hahaha.
Anggaran skin care bisa disesuaikan dengan budget.
Ngga gitu khawatir dengan yang namanya efek rebound.

Kontra
Butuh waktu dan trial-error hingga akhirnya bisa ketemu produk yang bener-bener cocok.
Kadang hasilnya tidak sekinclong dan "sebening" krim dokter.

Catatan
Biasanya, orang-orang yang memilih produk over the counter juga ngeboost kualitas kulitnya dengan suplemen dan treatment bulanan di dokter/klinik kecantikan (face spa, chemical peeling, dst).

Bagi yang tight budget bisa diakali dengan rutin minum air putih sekitar 2 liter per hari, minum smoothies, ngejus, nyeduh teh hijau tanpa gula, olahraga, dan lainnya.

Baca juga : Tips Cantik/Ganteng Paling Penting : Minum Air Putih!

---

#10 Kapan kita butuh suplemen kulit?

Saat asupan gizi kita tidak seimbang dan butuh booster untuk kesehatan kulit. Ingat, yang digarisbawahi adalah kesehatan kulit, bukan semata-mata untuk memutihkan. Mencari suplemen kulit itu harus hati-hati.

Ngga cuma sekedar, "Oh ini bikin putih, berarti bagus".

Saya dulu pernah jerawatan karena minum suplemen vitamin E 250 IU. Kalau dipikir itu standar banget ya. Tapi kata dokter, orang yang kulitnya seperti saya lebih cocok minum suplemen omega 3 (minyak ikan). Vitamin E kadar segitu bagusnya untuk orang yang kulitnya kering.

Baca juga : Obsesi Kulit Putih Sebagian Orang Asia

---

#11 Kenapa sista ngga pake krim pagi-krim malam saja yang praktis?

Saat ini kulit saya lebih cocok kalau regimennya dibagi per fokus perawatannya, bukan dengan krim pagi-malam atau melayer beberapa produk skin care sekaligus.

Contoh...

Pagi fokus di moisturizing/hydrating -- Hada Labo
Siang fokus di proteksi dari sinar matahari -- sunblock
Malam fokus di mencerahkan dan memudarkan noda -- Glycore

Please note, saya ngga bilang cara saya ini yang paling benar ya.

---

#12 Sis kamu peeling/scrubbing pake apa dan berapa kali dalam seminggu?

Sebelum menggunakan Glycore, saya scrubbing 2-3 kali dalam seminggu. TAPI, karena Glycore itu sendiri sudah 8-10% AHA glycolic acid, jadi saya skip eksfoliasi sel kulit mati dengan menggunakan produk seperti peeling atau srubbing. Khawatir jadi overpeeled kulitnya :D

---

#13 Susah dapetin sunblock yang cocok :(

Sampai sekarang saya belum buat postingan khusus yang membahas tentang tabir surya (sunscreen/sunblock). Bagi sebagian orang, ingredient yang dapat melindungi kulit dari bahaya sinar UV justru memicu reaksi alergi.

Ternyata lebih rumit kan dibanding "cocok-cocokan" cari pelembab. Jadi, cek ingredient produk tabir surya sebelum membeli dan kalau perlu konsultasikan ke dokter saat kulit kita mengalami alergi.

Tanda alergi produk tabir surya, yaitu kulit jadi memerah, ruam, dan gatal. Chemical absorber seperti mexoryl, avobenzone, oxybenzone, dan PABA yang paling sering menyebabkan iritasi dan alergi.

Namun, physical blocker seperti zinc oxide dan titanium dioxide juga dapat memicu break out jika konsentrasinya sangat tinggi. [1]

Di samping ingredient tersebut, seperti biasa zat pewangi dan pengawet pada produk tabir surya juga bisa menjadi dalang kulit yang bermasalah.


Ngomong-ngomong, menurut pengalaman saya, BB Cream bertabir surya tidak bisa memberi perlindungan yang maksimal. Terlebih jika BB cream tersebut digunakan dari pagi, karena efektivitas tabir surya hanya sekitar 2-3 jam saja.

Baca juga : Skin Aqua BB Cream

---

#14 Pori-poriku lebar, bagaimana ya mengecilkannya?

Pori yang sudah terlanjur melebar tidak dapat dikecilkan kembali hanya dengan produk skin care. Yang paling efektif untuk mengecilkan pori itu microneedling dan laser (cmiiw). Produk skin care hanya mampu membersihkan pori, mengencangkan kulit, sehingga pori tampak lebih samar.

---

#15 Setelah selesai berobat, saya harus pakai skin care apa?

Sebagian besar orang yang kelar berobat tentu bakal hati-hati menetapkan regimen skin care yang baru. Biasanya pada pake produk-produk basic saja seperti pembersih-pelembab-sunblock.

Merk yang masih jadi favorit adalah Viva Cosmetics, Himalaya Herbals, Acnes, Hada Labo, Sebamed, Cetaphil, The Body Shop, Paula's Choice, atau produk-produk asal Korea Selatan yang mahsyur dengan formula dan teksturnya yang ringan.

Selebihnya pada banting setir menggunakan skin care organik (minyak, balm, diy mask, dst). Cuman yaa, rata-rata skin care organik itu dari home industry atau produk luar negeri, jadi akses belinya susah.

Iya, tapi saya bagusnya pake produk yang mana?

Ngga tau haha :D

Ini pertanyaan yang paling membingungkan. Produk buat diri sendiri aja masih perlu trial and error dulu, apalagi buat pilihkan orang lain.

---

#16 Produk-produk skin care yang saya gunakan sudah ngga ngefek.

Umumnya, hal tersebut disebabkan karena tipe dan kondisi kulit yang berubah. Jadi, bukan salah produknya.

Tipe dan kondisi kulit kita memang bisa berubah seiring berjalannya waktu. Entah karena faktor penuaan, sun damage, polusi, perubahan iklim, penggunaan obat-obatan tertentu, dan lainnya.

Ada kalanya kita memang harus mengganti total regimen skin care harian. TAPI kadang kita hanya perlu mengganti 1-2 produk saja (misal pembersih dan pelembab). Cari yang tekstur dan formulanya sesuai dengan tipe dan kondisi kulit terkini.

Baca juga : Tipe dan Kondisi Kulit

---

#17 Memutihkan kulit atau Merawat Pori?

Contoh...
Kulit kusam, sangat berminyak, dan banyak noda bekas jerawatnya.

Idealnya, kita menggunakan produk yang fokus di perawatan pori, agar porinya bersih, minyak di wajah lumayan terkontrol, sehingga risiko kemunculan jerawat bisa ditekan. Sedangkan untuk noda jerawat, bisa ditotol tipis dengan produk spot treatment.

TAPI, biasanya kita justru memilih produk-produk pencerah kulit, karena fokus di kusamnya, bukan penyebab kusamnya.

Baca juga : 5 Langkah Dasar Memulai Perawatan Wajah

Ingat! Pemilihan produk yang tepat dapat meningkatkan kualitas kulit. Kulit yang sehat akan glowing dengan sendirinya.


---

#18 Oil Cleansing Method/minyak pembersih bikin jerawatan :(

Pembersih berbasis minyak memang dapat mengangkat kotoran, sebum berlebih, hingga make up waterproof. Hanya saja, kita mesti menemukan jenis minyak, kombinasi minyak (evoo+castor oil atau lainnya), dan takaran perbandingan yang cocok untuk kulit kita.

Kalau nyerah, coba cari produk pembersih lain yang teksturnya lebih sesuai dan gentle untuk kulit kita. Misal cleansing water, cream, balm, dst.

---

#19 Produknya bagus, di kulit juga enak. Tapi kenapa jadi muncul bruntus/jerawat/bumps?

(1) Baiknya produk yang mengandung AHA, BHA, atau retinol tidak langsung digunakan 2 kali sehari di awal pemakaian. Coba dimasukkan pelan-pelan dalam regimen kita, misal awal pakai cukup 2 malam sekali saja. Kalau tidak ada reaksi negatif, baru kemudian ditambah frekuensinya jadi tiap malam pakai, dst.

Baca juga : Apakah Kamu Berlebihan Merawat Kulit Wajah?

(2) Contoh kulit bermasalah karena layer produk (dari pengalaman teman saya).

Produk yang dilayer : Garnier micellar water, SK II FTE, Wardah Renew You serum. Saat mulai regimen baru, tiga-tiganya dilayer sekaligus. Eh malah muncul bumps, padahal produk-produknya enak di kulit.

What should we do?

Saat kulit bermasalah, segera hentikan pemakaian produk-produk baru. Setelah kulit diistirahatkan, amati kondisinya membaik atau tidak.

Jika sudah membaik, coba satu-satu dulu, misal FTE atau serum Wardah saja. Kalau kulit tidak bermasalah saat pemakaiannya dipisah, berarti memang bentrok kalau dilayer.

Trus?

Tinggal atur frekuensi pakainya saja. Misal FTE pagi, serumnya setiap malam. Atau FTE pagi-malam, serumnya dua malam sekali (tanpa dilayer dengan FTE).

Sebaliknya, jika kulit tetap bermasalah meski hanya menggunakan salah satunya, berarti dasarnya memang ngga cocok.

Kalau khawatir mengalami kejadian seperti ini, baiknya gunakan skin care yang satu seri dari merk yang sama.

---

#20 Maskeran itu perlu ngga sih?

Seingat saya, dulu ada dokter kulit yang bilang, "Maskeran itu useless." Statement tersebut bikin saya syok, karena masker yang saya gunakan ngefek kok.

"Ahh, mungkin dokternya ngga update. Kan sekarang banyak masker-masker yang bagus, sudah di-infuse dengan essence segala macam." Begitulah pemikiran saya sebelumnya.

Makin kesini, saya jadi sadar. Saat produk skin care utama yang kita gunakan sudah benar-benar klop dengan kebutuhan kulit, kita ngga gitu butuh masker lagi. Karena ya sesuai fungsinya, masker itu hanya perawatan pendamping (hanya digunakan 1-3 kali dalam seminggu), bukan perawatan utama.

Wajar kalau dokternya bilang begitu, karena skin care dari dokter punya efek meremajakan kulit yang lebih unggul dibanding sebagian besar produk yang beredar di pasaran. Jadi, pake masker atau tidak, kulit pasiennya tetep kinclong gitu lho :D

---

Lainnya insya Allah akan saya buat postingan sendiri, karena ternyata lumayan panjang kalau mau digabung semua di sini.

Baca juga : 15 Gosip Seputar Jerawat

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.
6 komentar on "Beberapa Pertanyaan Seputar Skin Care (2016)"
  1. duh duh duh, giwlaaak lah Hani ini, tiap post nya bikin aku selalu nambah info baru (^^)/~~~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masya Allah tabarakallah T.T ini udah sering dibahas sebenernya Sher

      Hapus
  2. Review glycore nya dong mba han 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya insya Allah ^^ mau dihabisin dulu, baru direview hehe.

      Hapus
  3. coba komen ah dr dulu pgn komen tp mesti gagal hehe. thx buat info2 jawabannya karna emng bbrp akhir2 nyoba produk baru tiba2 bikin jerawat kecil mungkin gak bisa langsung pake stiap hari jadi harus step by step

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ni :( sekitar akhir 2015 dan selama 2016, jumlah komen menurun. Ada yg komplain jadi susah komen (gagal), tapi ada juga yg bisa masuk. Wallahu a'lam aku gatau kenapa. Makanya bikin instagram (dm) buat mempermudah yg ga masuk komennya.

      Makasih juga udah sharing di sini ^^

      Hapus

Selain melalui kotak komentar, bisa juga kirim email ke haihanitisblog@gmail.com. Also, please kindly check "Frequently Asked Questions" (FAQ tab on menu bar) before asking. Thank you! ^^