Maskeran Pake Kefir : Worth The Hype?

Beberapa kali saya dapat komplain dari pengunjung, kalau kulitnya jadi bruntusan dan tidak sembuh-sembuh sejak menggunakan masker kefir. Bingung juga yah nanggepinnya gimana haha, secara saya jualan kefir ngga, ngereview kefir juga belum pernah.

Jujur, sebelumnya saya tidak tertarik dengan masker kefir yang notabene jadi internet hype. Tapi ngga nolak juga sih pas dikasih Masker Lumajang Keveer sama teman saya pas ketemuan :3 Kalau barang dari dia saya percaya, karena kulitnya juga acne prone.


Noted!
Ini masker kefir pertama saya, jadi saya tidak bisa membandingkan dengan masker kefir dari seller lain. Saya juga tidak tahu cara membuat kefir. Yang saya share hanya pengalaman menggunakannya saja.

Saya diberi masker kefir original; masker kefir yang dicampur dengan green tea, charcoal, coffee-cocoa, strawberry, beras jepang; dan toner kefir. Masker kefir menggunakan curd kefir, sedangkan toner kefir menggunakan whey (cairan bening yang mengendap di bawah saat fermentasi).

---

Deskripsi Produk

Setelah browsing kesana kemari, menurut saya Lumajang Keveer yang klaimnya termasuk wajar, ngga muluk-muluk. Di antaranya adalah mencerahkan, anti aging (jika rutin maintain), menghaluskan, mengangkat sel kulit mati (karena sifatnya asam). Kan ada tuh klaim masker kefir yang ngga realistis, ngga sesuai dengan fungsinya sebagai sebuah masker.

Cara pemakaian

Aplikasikan masker seperti masker pada umumnya. Setelah kering, bilas dengan air hangat agar lemak susu tidak menempel. Jika masih terasa lengket boleh cuci muka dengan facial wash yang lembut.

Jangan digosok atau digaruk terlalu keras dan berlebihan ketika membilas. Bisa mengakibatkan kemerahan, iritasi, dan luka. Ketika memakai masker akan terasa sedikit gatal. Pemakaian terbaik ketika malam hari, sebelum memakai perawatan malam anda (misal krim malam, jika pakai).

Anjuran pakai masker dari Lumajang Keveer
Minggu pertama ... 2x sehari
Minggu kedua ... 1-2x sehari
Minggu ketiga ... 1x sehari

Minggu selanjutnya kita bisa mengatur frekuensi pakai sembari mengamati progresnya. Jika kulit sudah mencapai hasil yang diinginkan, gunakan masker seperlunya saja. Namun pemakaian rutin 2-3 kali seminggu dapat menjaga kondisi kulit.


Toner ini biasanya saya pake sebelum maskeran. Beberapa kali juga saya gunakan setelah maskeran sebagai pengganti pelembab. Karena tonernya terbuat dari hasil fermentasi, jadi saat didiamkan seperti ada serbuk yang mengendap.


---

Review

Masker Lumajang Keveer sudah saya gunakan selama kurang lebih 1,5 bulan. Selama itu bener-bener eksperimen banget deh.

#FYI
Tipe kulit saya : kombinasi.
Kondisi : acne prone dan dehidrasi.

---

Reaksi Negatif?

Saya tidak mengalami gatal, kemerahan, alergi, atau iritasi. Padahal pernah selama sekian hari saya maskeran sebelum memakai tretinoin (yang notabene obat keras). Alhamdulillah kulit saya ngga kenapa-kenapa, tapi amannya jangan ditiru hehe.

Saya memang sempat mengalami jerawat (dikit), tapi karena pms dan stres, sama sekali bukan karena masker kefirnya. Masker Lumajang Keveer juga tidak memperparah kondisi kulit saya saat itu. Yang saya ngga cocok paling masker kefir coffee-cocoa, karena granulnya terlalu kasar untuk kulit saya yang sedang rentan.

---

Frekuensi Pakai

Sebelumnya saya menggunakan masker kefir 1x sehari, beberapa waktu setelahnya jadi 2x sehari, lalu jadi 2-3 hari sekali, dan kemudian saya tidak menggunakan kefir sama sekali (untuk cek perbedaannya). Ada pula saat-saat dimana saya juga skip produk skin care yang saya gunakan untuk melihat progres dan hasil masker ini.

Kefir setiap hari 2x sehari
Asli kulit saya jadi glowing dan kenyal. Sama sekali tidak terasa kering meski setelahnya tidak menggunakan pelembab. Tapi kulit jadi rentan overpeeled (jika kita menggunakan produk skin care lain yang mengandung AHA, BHA, atau retinol) dan mudah menggelap jika terpapar terik matahari yang intens.

Kefir setiap hari 1x sehari
Hasilnya kurang lebih sama dengan pemakaian 2x sehari. Tapi kulit tidak serentan jika digunakan 2x sehari.

Kefir 2 hari sekali
Ini yang ideal di kulit saya.

Tips!
Jika ragu, baiknya dicoba dulu di lengan atas bagian dalam. Amati ada reaksi yang tidak wajar kah. Bila kulit mengalami kemerahan, ruam, gatal yang tidak kunjung mereda, mungkin memang tidak cocok.

Bagi pemilik kulit sensitif dan acne prone, jangan langsung gunakan 2x sehari, tapi masukkan dalam rutinitas skin care secara pelan-pelan (misal 2-3 hari sekali, imho). Kalau sudah yakin cocok, baru kemudian ditambah frekuensi pakainya.

Bagi yang beraktivitas di luar ruangan, baiknya pakai sunblock di siang hari, saat sinar matahari lagi terik-teriknya.

---

Jenis Masker

Sebagian orang ada yang menyangsikan, kalau maskernya dicampur matcha atau charcoal, kefir jadi tidak bekerja dengan maksimal. Tapi di kulit saya bagus-bagus saja. Saya pernah coba masker green tea di sisi kanan wajah dan charcoal di sisi kiri wajah, hasilnya kurang lebih sama.


Favorit saya adalah masker kefir original dan kefir yang dicampur strawberry, karena lebih terasa kenyalnya. Selain efek itu (di kulit saya) tidak ada perbedaan yang mencolok untuk masing-masing jenis masker.


---

Overall, Hasilnya?

Di minggu pertama saya rasa biasa saja. Paling cuma lembab dan kenyal. Sekitar minggu kedua, saya baru ngeh pas ngaca siang-siang, kok kulit jadi keliatan glowing dewy? Glowingnya tuh beda, seolah-olah kayak pake primer yang bikin kulit jadi dewy gitulah. Tidak seperti saat kita maskeran dengan oatmeal, madu, dll.

Eniwei, di kulit saya efek glowing cuma sementara. Jadi bukan yang beberapa kali pakai trus jadi glowing selamanya. Samalah kayak kita maskeran pake bengkoang, emang bikin cerah, tapi mesti rutin dimaintain (misal 3x seminggu) agar hasilnya lebih memuaskan.

Kulit saya tidak jadi putih cerah (tidak menaikkan skin tone), tapi setelah maskeran wajah terlihat lebih segar dan supel. Begitu saya tidak menggunakan masker kefir selama seminggu, kulit jadi gampang kusam lagi. Berarti memang masker kefirnya yang ngefek.

Terus, bersihinnya juga mesti telaten. Masker ini mudah meninggalkan lemak di kulit (udah bukan berminyak lagi gaes, tapi lemak). Komedo di hidung saya juga jadi membludak karena bersihinnya ngga bener. Jadi, kalau sempat saya menggunakan silicone pad untuk memecah lapisan lemaknya, supaya benar-benar luruh saat dibasuh air. Selain itu ngga ada masalah...


---

Detox dan Purging?

Sebatas pemahaman saya, detox dan purging adalah dua istilah yang maknanya berbeda. Mengenai klaim masker kefir bisa mendetox, saya ngga paham ya, jadi ngga bisa komentar lebih jauh. Tapi untuk menyimpulkan "purging karena masker kefir" itu tidak bisa sembarangan. Takutnya jika ada reaksi negatif dikira purging, ehh... ternyata break out karena ngga cocok dengan maskernya.

Yang perlu digarisbawahi, kalau kulit kita tidak bermasalah, ya jangan takut purging. Purging kan hanya terjadi di kulit yang memang sedang mengalami problem pori tersumbat. Kalau kulit kita mulus-mulus saja, tapi tau-tau jadi reaktif, dan tidak ada tanda akan membaik, kemungkinan besar memang tidak cocok.

Lebih lanjut bisa baca di postingan ini...
(1) Reaksi Kulit terhadap Produk Skin Care = Purging?
(2) Apakah Sabun Menyebabkan Purging?
(3) 15 Gosip Seputar Jerawat

Ditinjau dari sudut pandang tersebut, bisa jadi kulit yang mendadak bruntusan itu bukan purging, melainkan (1) reaksi penolakan karena tidak cocok dengan kulit kita, (2) cara pemakaian/membersihkannya kurang tepat, sehingga menyumbat pori, (3) overdoing, atau berlebihan menggunakan masker (frekuensi pakai yang kita pilih tidak sesuai kebutuhan kulit).

---

Worth the hype?

It is really worth to try. TAPI kita juga ngga bisa menutup mata, kalau tidak semua orang cocok menggunakan masker kefir.

Kata kakak Nanol, masker kefir itu seperti booster produk skin care yang kita gunakan. Saya sepakat dengan dia, karena hasilnya memang lebih maksimal jika dijadikan bagian rutinitas skin care kita, bersama dengan produk skin care lain.

Tertarik dengan Lumajang Keveer?
Kontak → Mba Ita - 081235232902 (whatsapp)
Pengiriman dari Lumajang menggunakan box styrofoam dan ice gel buatan sendiri. Kefir tahan di suhu ruangan selama 5-7 hari, jadi pengiriman tidak mengakibatkan kefir rusak. Ekspedisi J&T.

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Blogging since 2011 // Twenty-something, but not quite grown up // Over-thinker // Acne-proner // Minguk admirer // Addicted to mineral water // Contact : haihanitisblog@gmail.com

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

2 komentar

Write komentar
26 November 2016 11.19 delete

Miss Lumajang Keveer = Miss Nanol So Flawless & Lovely ❤

Reply
avatar
26 November 2016 13.45 delete

Makanya kak ;) beli kefirnya biar kinclong dan glowing.

Reply
avatar

Bisa juga kirim email ke haihanitisblog@gmail.com atau direct message instagram @haihanitis. EmoticonEmoticon