Karena Hidup Itu Pilihan

Dalam kurun waktu setahun ternyata banyak banget yang terjadi. Err.. jangankan setahun deh ya, dalam seminggu atau bahkan hitungan detik saja hidup kita bisa berubah. Yah beginilah... Life is good, meski rasanya nano-nano.

Dih, apaan sih random banget omongannya. 
Hehe... Tapi yang sedang mengalami fase-fase ini pasti paham. Saya menyusun postingan ini bukan karena saya sudah sempurna atau ahlinya, tapi ini juga pembelajaran pribadi buat saya...


Hidup itu pilihan

...dan ada saat-saat dimana kita mempertanyakan atau mereview ulang keputusan yang kita ambil. Salah satu teman saya kemarin bilang, "Allah bisa ngga kasih clue atau contekan dikit aja, di masa depan aku bakal jadi apa. Yang sekarang aku lakuin bener gak." Pengen peluk, tapi jauh :'D

Sebagai muslim kita perlu mengevaluasi hidup berdasarkan Al Quran dan sunnah, bukan dari standar yang dibuat orang lain. Keputusan yang kita ambil memang tidak bisa menyenangkan semua orang. I learned this the hard way. Semua pilihan punya konsekuensi, bahkan yang menurut kita paling baik sekalipun tetap ada pahit-pahitnya juga. Setelah memilih, yasudah, bismillah dan jalani saja...

---

Bisa ngga sih menghilangkan pandangan negatif dari orang...?

Sayangnya tidak bisa. Apapun yang kita lakukan pasti akan memicu komentar dari orang lain. Kalau kata Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, "Kita semua korban ghibah, fitnah, dan caci maki orang." (ngetik sambil benerin mukenah). Pake mobil mewah dibilang ngga zuhud, jadi orang yang sederhana pun dibilang sok zuhud. Ngga bakal tentram kalau selalu mikirin apa-kata-orang, karena pada dasarnya memang tidak ada yang "selamat" dari lisan manusia (note to myself too).

Ada kalanya kita tidak perlu membuktikan dan menjelaskan diri ke siapa-siapa. Bukankah kita juga pernah mengalami? Suuzon pada orang lain, namun prasangka buruk tersebut akhirnya terpatahkan oleh waktu.

Social pressure itu pasti ada. Namun yang perlu diingat, hal yang salah sampai kapanpun tidak akan menjadi benar hanya karena banyak orang yang menganggap itu wajar.

---

Ini pesan dari temen bijak kita tadi pagi...

Dulu aku cuma memilih apa yang aku senangi, apa yang enak buat aku. Alhamdulillah, aku dikasih kesempatan untuk paham, kalau memilih sesuatu atau mengambil keputusan itu dasarnya bukan senang atau yang enak buat kita. Kecenderungan hati itu bisa menipu dan menjerumuskan. Musuh kita itu bukan siapa-siapa, tapi nafsu kita sendiri. 

Alhamdulillah, sekarang aku belajar konsisten untuk memilih sesuatu atau mengambil keputusan atas dasar yang benar menurut agama. Kalau sebelumnya pernah salah memilih ya pasti ada risikonya. Jika melibatkan dan merugikan orang lain mesti minta maaf, setelah itu perbaiki diri.

Ingat tidak? Jalan ke neraka itu banyak dan semuanya menyenangkan. Jalan ke surga juga banyak, tapi tidak menyenangkan (bagi orang yang tidak beriman). Bisa saja jalan yang sedang kita tempuh ini jalan yang susah, tapi itu benar. 

---

Sabar. Semua ujian ada masa kadaluwarsanya. Pengalaman semacam ini bisa membuat kita jadi less judgemental (insya Allah), karena sadar kalau masing-masing orang dihadapkan dengan situasi dan pilihan yang berbeda-beda. 

"Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah. Agar kamu tidak bersedih hati atas apa yang luput dari kamu dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikanNya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri." (QS. Al Hadid, ayat 22-23)

When you don't understand what's happening in your life, just close your eyes, take a deep breath, and say, "Yaa Allah, I know this is Your plan, just help me through it." (source: unknown)

I hope this makes you feel better.
Thanks for reading and have a nice day :D

Blogging since 2011 // Twenty-something, but not quite grown up // Over-thinker // Acne-proner // Minguk admirer // Addicted to mineral water // Contact : haihanitisblog@gmail.com

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

4 komentar

Write komentar
13 November 2016 18.15 delete

Nice post, terimakasih sudah sharing. Kembali mengingatkan diriku sendiri. Wajar belum tentu benar, i like it. Apapun pilihan selalu berbeda hasilnya tiap orang#akunyasoksokan

Reply
avatar
13 November 2016 19.53 delete

Alhamdulillah, sama-sama :)

Reply
avatar

Bisa juga kirim email ke haihanitisblog@gmail.com atau direct message instagram @haihanitis. EmoticonEmoticon