15 Gosip Seputar Jerawat

Jerawat adalah salah satu kondisi kulit yang paling umum dan bisa dialami siapa saja. Yang perlu dipahami, ada beberapa informasi yang jika diterapkan justru memperparah kondisi jerawat. Berikut beberapa bias informasi yang beredar.



#1 Hanya remaja yang berjerawat [1][2]

Jerawat tidak hanya dialami oleh orang-orang yang sedang puber. Orang dewasa (sekitar 20-50 tahun) juga bisa berjerawat. Sebagian besar dialami wanita karena berhubungan dengan perubahan hormon (pms, mens, kehamilan, dst).

Beberapa hal yang melatarbelakangi jerawat pada orang dewasa adalah...
(1) Genetik (turunan dari keluarga) atau hipersensitivitas
(2) Konsumsi makanan atau minuman tinggi gula
(3) Hormon dari dairy products, kehamilan, melahirkan (biasanya butuh 1-3 bulan untuk kulit jadi stabil kembali), dan siklus mentruasi
(4) Perubahan kelembaban dan cuaca
(5) Produk kosmetika (make up/skin care) yang tidak sesuai
(6) Penggunaan obat atau suplemen yang membuat kondisi kulit bermasalah
(7) Stres, dst.

Baca juga : Toner, Mineral Oil, dan Stress

#2 Jerawat bisa hilang dengan sendirinya

Kalau jerawat 1-2 biji mungkin iya. Tapi untuk jerawat yang menyebar dan menahun baiknya segera ditangani. Semakin lambat penanganannya, semakin sulit menghilangkan bekasnya. Penanganan yang lebih awal mencegah kemungkinan jerawat meninggalkan bopeng.

Ini penting untuk diperhatikan, terutama untuk jerawat cystic yang ditandai dengan bumps merah, lebih lebar dari jerawat biasa, dan terasa sakit. Jerawat cystic lebih dalam dari jerawat biasa, karena itu lebih berisiko untuk meninggalkan bopeng. Pengobatannya juga lebih lama.

Jerawat bisa jadi masalah yang serius jika tidak hanya terjadi di wajah, tapi juga muncul dan menyebar di hampir semua bagian tubuh yang memiliki kelenjar minyak dan folikel rambut, seperti leher, punggung, dada, dan pundak.

Kalaupun tidak ada progres membaik dengan cara yang standar, kemungkinan itu jerawat kronis dan harus ditangani di dokter. Tanda jerawat kronis adalah muncul bopeng, kulit terus mengalami radang, komedo pun seringkali membludak.

#3 Odol, lemon, dan jeruk nipis dapat menyembuhkan jerawat [3]

Memang tidak semua bahan dapur aman untuk kulit kita. Ada bahan-bahan yang pH-nya tidak sesuai untuk kulit sehingga tidak tepat jika diandalkan sebagai obat. Tentang ini sudah dibahas di postingan berikut...

Baca juga : Jangan Merawat Wajah dan Mengatasi Jerawat dengan Cara "Alami" Ini

#4 Aktivitas seksual menyebabkan jerawat

Statement ini muncul di abad ke-17 untuk mencegah muda-mudi melakukan hubungan pranikah. Sama sekali tidak berdasarkan pada bukti ilmiah.

#5 Jerawat bisa sembuh dengan berkeringat

Keringat dikeluarkan oleh kelenjar keringat, sedangkan sebum oleh kelenjar minyak. Keringat berfungsi untuk mendinginkan tubuh (mengatur temperatur tubuh). Produksi keringat yang berlebih dapat menyebabkan biang keringat di hairline, dahi, rahang, punggung, dan dada.

Keringat tidak boleh didiamkan, karena bisa menyumbat pori dan memperparah jerawat. Dengan kata lain, yang penting adalah olahraganya, bukan keringatnya. Olahraga membuat tubuh jadi sehat dan bugar, sehingga metabolisme jadi lancar, hormon juga seimbang, dst.

#6 Jerawat tidak ada hubungannya dengan makanan

Memang tidak ada hubungannya dengan sebagian makanan. Yang bukti penelitiannya cukup baru dairy products (susu dan turunannya, termasuk keju). Meski demikian, tetap dianjurkan untuk menyuplai tubuh dengan asupan gizi yang sehat dan berimbang.

Asupan gizi yang baik kontribusinya memang tidak langsung. Cuman, banyak orang yang kualitas kulitnya meningkat setelah jaga pola makan dan menghindari makanan tertentu. Oleh karena itu memperbaiki diet (asupan gizi) biasanya direkomendasikan sebagai bagian dari rangkaian pengobatan jerawat.

#7 Gapapa mencetin jerawat

Sampai sekarang pun saya masih sulit ngerem buat ngga ngutak-ngatik jerawat hehehe -_-

Memencet jerawat membuat bakteri semakin masuk ke dalam pori. Bakteri tersebut akan memicu radang (inflammatory response). Jerawat menjadi merah, bengep, dan sakit ya karena tubuh melawan bakteri tersebut.

Selain itu, memencet jerawat juga menyebabkan proses penyembuhannya jadi melambat dan meninggalkan acne scar yang dalam (bopeng) karena rusaknya jaringan kulit. Kalaupun mau ekstraksi jerawat, baiknya ke dokter atau esthetician.

Baca juga : NEXCARE Acne Cover (plaster untuk menutup spot jerawat)

#8 Berjemur dapat menyembuhkan jerawat

Sinar matahari dapat membuat radang jerawat semakin parah. Terlebih obat yang mengandung zat-zat seperti tretinoin, salicylic acid, benzoyl peroxide membuat kulit semakin peka dengan sinar matahari. Cuaca panas juga memicu produksi minyak berlebih yang membuat kulit semakin greasy. Buat yang mulai concern ke perawatan anti aging juga mesti ingat kalau sinar matahari (UVA) mempercepat proses penuaan kulit.

Jadi, sunblock (atau produk bertabir surya) itu penting, terutama bagi kulit yang sedang bermasalah. Cuman, memang ada yang jadi jerawatan karena sunblock. Untuk tipe kulit berminyak, sebaiknya cari sunblock yang teksturnya ringan (lotion atau gel) agar tidak menyumbat pori.



#9 Tidak boleh pake make up saat berjerawat

Pakai make up atau tidak itu pilihan. Sebagian dokter memang menyarankan untuk menghindari atau mengurangi penggunaan make up, karena salah pilih produk malah memperparah kondisi jerawat. Saya memilih tidak menggunakan make up saat kulit sedang diobati, karena berdasar pengalaman pribadi, jerawatnya lebih cepat sembuh.

Kalaupun harus dandan atau menutupi jerawat, baiknya cari yang bersahabat untuk kulit acne prone. Misal sekarang banyak concealer yang mengandung salicylic acid, jadi tidak hanya menyamarkan, namun juga membantu proses pemulihan spot yang berjerawat. Ada juga bb cream yang formulanya ringan untuk kulit yang berjerawat.

#10 Pake obat tebal-tebal supaya jerawatnya cepat sembuh

Obat jerawat (topical acne solution/medication) cukup digunakan tipis-tipis. Tidak perlu digunakan setebal dan sesering mungkin. Lagipula obat yang dioles tebal akan membuat kulit kering, pedih, dan kemerahan.

#11 Obat jerawat bekerja cepat

Untuk jerawat 1-2 biji mungkin bisa. Umumnya pengobatan jerawat ditargetkan selama 1-3 bulan untuk jerawat ringan dan 3-12 bulan untuk jerawat yang parah. Jadi memang tidak bisa diatasi dengan instan, karena tujuannya untuk mengobati secara tuntas.

Ada kalanya treatment jerawat gagal karena sebagian besar orang berpikir jerawat bisa sembuh dengan cepat. Banyak yang menyerah karena merasa tidak ada progres di minggu-minggu awal. Padahal, semakin serius jerawatnya, semakin butuh ketekunan untuk berobat, karena penyembuhannya lebih lama.

FYI, beberapa jenis pengobatan memang perlu dikenalkan dengan pelan tapi pasti, agar kulit bisa beradaptasi dengan formulanya.  Jerawat (terutama yang parah) juga butuh waktu untuk merespon obat. Jadi, sabar...

Lebih baik komunikasikan langsung ke dokternya jika ada keluhan. Jangan mendadak berhenti selama proses. Kalaupun ke dokter lain, pengobatannya bakal diulang dari awal lagi.

#12 Isotretinoin tidak boleh digunakan untuk mengobati jerawat

Isotretinoin termasuk obat keras yang menunjukkan hasil jangka panjang. Cara kerjanya dengan menekan kerja kelenjar minyak, maka dari itu efek sampingnya juga lebih heboh. Kulit jadi luar biasa kering, bibir pecah-pecah, dll. Sayangnya, memang tidak cocok buat semua orang. Karena itu penggunaannya harus di bawah pengawasan dokter.


#13 Kalau jerawat sudah sembuh ngga perlu khawatir

Justru karena kita punya riwayat jerawat (kondisi kulit acne prone) harusnya lebih hati-hati, karena komedo biasa pun bisa berubah jadi jerawat kalau terinfeksi.

Kita mesti tetap waspada saat hormon lagi naik turun (pms, mens, hamil), stres, perubahan cuaca dan lingkungan, dst. Supaya nanti pas break out (lagi) kita ngga kelabakan dan kulit bisa cepat pulih. Jadi, kita perlu mempertimbangkan perawatan pori meski kulit sedang tidak bermasalah.

Baca juga : Kertas Minyak (Acnes, Clean & Clear, Ovale, & Oxy)

#14 Jerawat itu karena orangnya jorok

Pemahaman tersebut akhirnya memupuk keyakinan bahwa mencuci wajah dengan sabun dan scrubbing dapat mengatasi jerawat. Padahal mencuci wajah terlalu sering dengan cara yang agresif justru mengganggu skin barrier, memperparah jerawat, dan mengganggu proses pemulihan kulit.

Jerawat juga tidak bisa dihilangkan dengan scrub. Scrubbing saat kulit berjerawat dapat menyebabkan iritasi, karena granulnya menggores kulit yang sedang rentan.

Bakteri P. acnes memang sudah ada di kulit dan bisa tumbuh subur jika skin barrier kita terganggu. Membersihkan wajah dengan sabun 2x sehari sudah cukup untuk mengurangi bakteri, mengurangi minyak berlebih, dan mengangkat sel kulit mati.

Tips! (dirangkum dari pengalaman acne proner)

(1) Pilih pembersih yang gentle dan pH balanced, supaya kulit tidak kering kesat setelah dibersihkan. Kulit yang dipaksa kering memicu produksi minyak berlebih sebagai kompensasinya.

(2) Saat berjerawat, hindari scrub, washcloth, dan sikat wajah yang kasar. Lebih baik membersihkan pelan-pelan dengan menggunakan kedua telapak tangan dan kapas.

(3) Salah satu penyebab jerawat memang produksi sebum yang berlebih. TAPI menangani problem minyak berlebih bukan berarti kita memaksa kulit menjadi kering dengan ingredient yang harsh.

#15 Jerawat karena produk baru = purging! [4]

Jika kita mengalami jerawat tepat setelah menggunakan produk kosmetika baru (skin care dan makeup), kemudian selama 1-1,5 bulan tidak ada tanda kulit membaik... maka itu berarti kita salah memilih produk. Konsultasikan ke dokter jika jerawatnya parah.

Jerawat yang "normal" tidak terjadi dalam waktu singkat (butuh waktu sekitar 10-14 hari), karena mesti melewati proses pembentukan yang cukup kompleks, yaitu...

(1) Sel kulit mati menyumbat pori
(2) Produksi sebum berlebih dan tidak mengalir dengan lancar, karena ada sebum yang terperangkap di dalam pori.
(3) Bakteri P. Acnes tumbuh subur di pori.
(4) Terjadi inflamasi sebagai reaksi tubuh melawan bakteri.

Ngomong-ngomong, jerawat purging berkat tretinoin juga biasanya butuh 14-16 hari (sekitar 2 minggu) untuk keluar mateng semua, baru kemudian kulit pelan-pelan membaik.

Jadi bisa disimpulkan, kalau jerawat muncul tepat setelah menggunakan produk tertentu, besar kemungkinan itu alergi atau ada reaksi penolakan dari tubuh. Baiknya segera hentikan pemakaiannya.

Baca juga : Reaksi Kulit terhadap Produk Skin Care = Purging?

Akhir kata...

Kulit kita membutuhkan sebum. Beberapa fungsi sebum adalah membentuk layer tipis untuk melindungi kulit dari sinar UV, menjaga kelembaban kulit agar tidak mudah menguap, menjaga skin barrier agar bakteri tidak mudah masuk.

Sebum berlebih dan sel kulit mati yang menyumbat pori disebut sebagai komedo (whitehead dan jadi blackhead saat teroksidasi), kemudian menjadi jerawat jika terinfeksi oleh bakteri P. acnes. Bakteri ini memang sudah ada di kulit kita. Hanya saja, dia bisa makin subur jika skin barrier kita terganggu.

Sebagian besar jerawat umumnya tidak berkaitan dengan masalah yang serius. Namun penanganannya berbeda untuk masing-masing orang, karena disesuaikan dengan penyebabnya.

Buat orang-orang yang kulitnya acne prone...

Dilihat dari proses umum terjadinya jerawat, memang sulit untuk mengontrol masalah hormonal dan seberapa banyak sebum yang diproduksi kelenjar minyak kita. Yang bisa kita lakukan untuk mencegah break out adalah memilih tekstur produk yang tidak menyumbat pori, bijak dengan memilih produk skin care yang sesuai kebutuhan, rutin eksfoliasi sel kulit mati (1-2x dalam seminggu, saat kulit tidak bermasalah), menggunakan pembersih yang gentle, dan tidak berlebihan merawat kulit yang rentan.

Baca juga : Apakah Kamu Berlebihan Merawat Kulit Wajah?

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading ad have a nice day.

Blogging since 2011 // Twenty-something, but not quite grown up // Over-thinker // Acne-proner // Minguk admirer // Addicted to mineral water // Contact : haihanitisblog@gmail.com

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Bisa juga kirim email ke haihanitisblog@gmail.com atau direct message instagram @haihanitis. EmoticonEmoticon