Skin Care Talk // Personal Thought // Blogging Experience

Reaksi Kulit terhadap Produk Skin Care = Purging?

Jumat, 30 September 2016
Ada beberapa istilah yang rada bergeser dari maksud sebenarnya. Salah satunya adalah purging. Alih-alih malah digunakan sebagai alasan oknum seller jika ada konsumen yang komplain.

Purging terdengar mengkhawatirkan. TAPI, meski diobati dengan tretinoin sekalipun, tidak semua orang bisa mengalami purging.

Purging itu unpredictable. Ada orang yang jerawatnya mateng keluar, ada juga yang jerawatnya langsung kering kempes begitu saja.

---

Mungkin, mungkin lho ya... Salah kaprah mengenai purging bermula dari sini...

Selama minggu-minggu awal pengobatan seolah-olah terjadi peningkatan peradangan. Hal ini disebabkan oleh khasiat pengobatan yang bekerja pada komedo dan papel jerawat yang dalam, dimana sebelumnya tidak tampak. Pada umumnya hasil-hasil pengobatan sudah dapat dilihat setelah 2 atau 3 minggu, sedangkan hasil yang optimal dapat diharapkan setelah 6 minggu pengobatan.

Iya, itu dari anjuran pakai Vitacid, yang notabene obat keras (tretinoin). Tapi tau-tau digeneralisir, merambah juga ke produk skin care biasa.


Umumnya, purging tidak dipicu karena skin care, melainkan obat. Kalau kita runtut ke artinya saja sudah jelas ya produk skin care berfungsi untuk merawat, sedangkan obat ya untuk mengobati, menuntaskan.

Memang ada well formulated skin care products yang mampu mengatasi jerawat seperti Paula's Choice, produk-produknya Wish Trend, dan sejenisnya. Tapi untuk kasus jerawat/bruntusan parah tetap dianjurkan untuk berobat ke dokter.

---

Reaksi Kulit terhadap Produk Baru

Kesalahan saya di artikel sebelumnya adalah belibet dalam menjelaskan tentang purging, reactive skin, dan break out. Jadi banyak yang bingung hehe, maaf T.T
Singkat cerita...

(1) Reaksi kulit di awal pemakaian adalah tolak ukur, apakah kita cocok dengan produk/treatment tertentu atau tidak.

(2) Purging terjadi untuk mengobati break out (jerawat) dengan menggunakan tretinoin, salycilic acid (dalam kadar tinggi), dan ingredient aktif lain yang berfungsi mengatasi problem pori tersumbat. Kulit yang sehat tidak akan mengalami purging.

(3) Umumnya, purging dipicu oleh obat. Bukan karena pelembab biasa, masker, dan sabun.

(4) Break out akibat produk skin care bisa terjadi karena cara dan frekuensi pemakaian yang kurang tepat; formula tidak sesuai dengan kebutuhan kulit; formula yang terlalu harsh untuk kulit; tekstur produk menyumbat pori (jadi jerawat); pH produk tidak sesuai dengan pH kulit; berlebihan menggunakan produk; mengandung zat berbahaya; dst.

Baca juga : Apakah kamu berlebihan merawat kulit wajah?

---

Bagaimana kita menyikapi kulit yang bereaksi?

Kulit kita bisa bereaksi atas apa saja. Bisa karena stres, perubahan hormon, makanan, cuaca, lingkungan baru, dan lainnya. Tapi di artikel ini, konteksnya adalah reaksi kulit atas produk skin care atau treatment baru. Reaksi yang dimaksud adalah jerawat, gatal, perih, memerah, kaku, terasa ngga nyaman, dan lainnya.

Kulit yang normal dan sehat, ngga gitu reaktif. Saking tahan bantingnya, pake produk apa aja cocok (asik ya). Kalaupun ada reaksi seperti begah/gerah setelah pemakaian produk, kulit mereka bisa cepat pulih dan terbiasa dengan sendirinya.

Sedangkan orang yang kulitnya rentan bermasalah biasanya tau diri dengan segera menghentikan pemakaian produk. Mereka tidak akan menunggu "keajaiban" dengan dalih purging atau detox. Karena kalau ngotot dilanjutkan, salah-salah jadi break out yang parah.

---

Purging karena produk skin care?

Bisa terjadi tapi tidak lazim.

Tidak lazim di sini bukan berarti mustahil ya. Konon, produk skin care yang diformulasikan untuk mempercepat regenerasi dan pemulihan kulit bisa memicu purging di sebagian orang. TAPI ini kasuistik banget, ngga bisa digeneralisir.

Ada pengunjung yang cerita tentang proses purging saat menggunakan SK II. Dulu pun saya pernah mengalami purging saat memakai Elicina.

Loh, kenapa pake Elicina?
Karena saat itu saya belum kenal Mediklin TR dan takut ke dokter :'p

Awalnya saya juga ragu, ini purging apa ngga cocok. Saya coba pake sewajah. Jerawat keluar, matang, dan kering. TAPI ngga nyebar, hanya di area yang sedari awal memang bruntusan. Yang tidak bermasalah, justru makin kenyal. Progresnya saya dokumentasikan dengan foto, supaya ngga bersandar pada rasa-rasanya.

Baca juga :
Sharing Pengalaman Purging
Kondisi Kulitku (2014)

Sekali lagi, ini tidak lazim dan yang perlu digarisbawahi... menilai purging atau tidak saat menggunakan produk skin care itu gambling banget. Apalagi kalau kita tidak peka mengamati progres kulit. Akhirnya pada berobat ke dokter karena keukeuh bertahan. Dikira purging, padahal break out.

---

Kesimpulan

Kalau ragu dengan keamanan produk skin care tertentu, jangan dibeli dan jangan dipake.

Purging terjadi ketika kulit kita memang punya problem pori tersumbat yang serius. Jika kulit kita mulus-mulus saja, namun setelah menggunakan produk baru mendadak jerawatan, besar kemungkinan karena tidak cocok, bukan purging.

Jangan mudah menyimpulkan reaksi kulit (terutama reaksi penolakan/iritasi atau alergi) terhadap produk skin care sebagai purging. Amannya, saat terjadi reaksi negatif dan tidak wajar, segera hentikan pemakaian. Jika kondisi kulit memburuk (tidak ada tanda akan membaik), baiknya konsultasikan ke dokter.

Baca juga : Apakah Sabun Menyebabkan Purging?

Wallahu a'lam.
Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.
14 komentar on "Reaksi Kulit terhadap Produk Skin Care = Purging?"
  1. Kalau kulit yang tadinya baik-baik aja kemudian pas nyoba skincare itu mendadak keluar jerawat mending distop aja ya takutnya gak cocok

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sis, terutama jika cara/frekuensi pakai kita sudah tepat, sedangkan ngga ada faktor mencurigakan lainnya selain produk baru itu. Wallahu a'lam.

      Hapus
  2. Yang pasti purging dan breakout sama-sama menyebalkan hehehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. BINGO! :D Iya banget haha, bikin galau...

      Hapus
  3. han, kalo jerawat kecil2 kayak bruntusan gitu habis coba suatu produk gimana ya? ga cocok ya berarti? (ini pertanyaan titipan temen, ehehe)

    oh, mukaku termasuk fine aja a.k.a kebal. huahaha, pernah dulu aku awal2 coba facial foam himalaya, kok kayak ga cocok. aku berhentiin. ga lama aku pake, eh gak kenapa2 (malah sampe sekarang cocok banget). hmm berarti kulitku cepet amat yah adaptasinya xD


    tulisandarihatikecilku.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo reaksinya tepat setelah penggunaan produk baru kemungkinan besar iya.

      Tapi kalo mau ditelusur lebih jauh, yang pertama kali kita cek saat ada reaksi yang tidak wajar : (1) pemilihan produk udh sesuai kebutuhan/kondisi kulit atau tidak, (2) cara dan frekuensi pakai sesuai petunjuk, (3) riwayat skin care sebelumnya, (4) apakah sering ganti-ganti skin care, (5) faktor dlm tubuh, yg bikin kulit jadi lebih reaktif, dll.

      Hapus
  4. Sering ganti2 skincare bisa nyebabin jerawat meradang dan jerawat pasir ya ? Sebelumnya ga berjerwat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, terutama saat kulit sedang bermasalah (atau dasarnya memang rentan/sensitif). Karena makin menstimulasi kulit jadi lebih reaktif. Wallahu a'lam.

      Hapus
  5. Sekarang kak hani pakai apa ? Masih pakai mediklin ga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih kalo lg jerawatan :) kalo ngga ya pake skin care biasa hehe.

      Hapus
  6. Hai kak, huhuhuhu ak lg bingung.
    Saya ad pake skincare dr ig.
    Jd ud jalan 2 bulan dan waktu krim malamny habis, stelah 5 hari, wajah aku kalo dipegang it ad bruntulan kyk jerawat yg blm keluar gtu. Itu purging kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Skincare dari ig apa? Kalo skin care biasa dilepas pun ngga masalah. Itu lebih mirip efek rebound. Purging ngga kita alami setelah lepas. Selain itu, umumnya purging hanya terjadi saat menggunakan obat. Wallahu a'lam.

      Hapus
    2. Han, aku baca komenan yang ini kenapa jadi curiga sama krim-krim gajebo itu ya? kan suka banget tuh di ig yang promosi krim apalah apalah .___.

      Hapus
    3. Wallahu a'lam Sher ^^; soalnya ada juga klinik kecantikan online sekarang hehe. Kalau beneran gajebo/bahaya dan kulitnya responsif, biasanya dari awal udah langsung ada reaksi penolakan.

      Hapus

Selain melalui kotak komentar, bisa juga kirim email ke haihanitisblog@gmail.com atau direct message instagram @haihanitis. Also, please kindly check "Frequently Asked Questions" (FAQ tab on menu bar) before asking. Thank you! ^^