KINTSUGI : Berdamai dengan Pengalaman

Saat cangkir mewah kesayangan kita terjatuh dan pecah, reaksi yang pertama kali muncul biasanya kaget, jengkel, merasa bersalah, dan kecewa. Kita pun menganggap pecahan cangkir tersebut sudah tidak berguna dan membuangnya. Namun di Jepang, keramik pecah bisa diperbaiki menjadi sesuatu yang lebih berharga.


Kintsugi (golden joinery, dikenal pula sebagai Kintsukuroi -golden repair) adalah metode perbaikan keramik atau benda pecah belah dengan pernis khusus yang dicampur dengan emas, perak, atau platina. Metode ini didasarkan pada apresiasi riwayat objek, penerimaan cela, ketidaksempurnaan, dan proses penuaan.

Sejarah Kintsugi dimulai ketika Shogun Ashikasa Yoshimasa memecahkan mangkuk teh dan mengirimnya kembali ke Cina untuk diperbaiki. Tapi ternyata mangkuk tersebut hanya distaples dengan logam. Dia pun meminta pengrajin Jepang untuk memperbaiki dengan cara yang lebih elegan dan estetik. Akhirnya, mangkuk teh itu jadi lebih cantik dibanding aslinya, sebelum pecah.
via Pinterest

Filosofi Kintsugi digambarkan sebagai konsep yang bertolak belakang dengan pemikiran Barat yang mengejar simetri dan kesempurnaan.

Kintsugi merupakan metode rekonsiliasi terhadap peristiwa yang terjadi di luar kendali manusia. Seseorang dapat dikatakan memiliki emosi yang sehat ketika mampu menerima luka psikologis, bangkit, dan menghadapi kenyataan yang baru.

Peningkatan nilai membutuhkan transformasi. Agar menjadi sesuatu yang lebih indah, keramik tersebut harus melalui proses jatuh, retak, pecah, baru kemudian makin berharga setelah diperbaiki dengan emas. Dengan kata lain, retakan pada keramik tidak menjadi akhir dari kegunaan dan nilainya, melainkan bagian dari riwayat benda tersebut.

Sedari kecil, sebagian besar orang dikondisikan untuk berlomba meraih pencapaian, pengakuan, dan penghormatan dari orang lain. Hal inilah yang membuat kelemahan dan pengalaman menyakitkan terasa sulit untuk ditolerir.

Di dunia yang sifatnya sementara dan tidak sempurna, Kintsugi mengajarkan konsep penerimaan terhadap takdir dan perubahan sebagai bagian dari hidup manusia.

I've never met a strong person with an easy past. -Unknown

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Blogging since 2011 // Twenty-something, but not quite grown up // Over-thinker // Acne-proner // Minguk admirer // Addicted to mineral water // Contact : haihanitisblog@gmail.com

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Bisa juga kirim email ke haihanitisblog@gmail.com atau direct message instagram @haihanitis. EmoticonEmoticon