Tren Operasi Plastik di Korea Selatan

"Going under the knife" adalah istilah yang menakutkan bagi sebagian besar orang (termasuk saya). Meski demikian, operasi plastik sangat populer di Korea Selatan. Saking lumrahnya, bikin double eyelid sudah tidak dianggap sebagai plastic surgery, melainkan cosmetics procedure.

Beberapa hari yang lalu, saya nonton video Al Jazeera 101 East : The Cost of Beauty (2014). Rasanya campur aduk begitu baca subtitle berikut...

Let's be honest, everyone likes pretty girls.


Memang ada sebagian orang yang menginginkan hasil before-after yang ekstrim (dengan referensi wajah selebriti tertentu) hingga akhirnya menjalani pemotongan tulang pipi dan tulang rahang (agar wajah jadi V-shape). TAPI, "perbaikan" yang ditawarkan klinik kecantikan umumnya "sederhana", seperti bikin double eyelid, facial liposuction, hair transplant, botox, filler, lip augmentation, atau laser untuk menghilangkan noda di kulit.

Totally safe and harmless?

Dimana-mana orang kalo "jualan" bakal bilang barang atau jasanya aman. Tentu calon pasien harus jeli memilih klinik kecantikan, yaitu dengan mempertimbangkan reputasi dokter, jaminan pasca operasi, kompensasi jika terjadi malpraktik, dan lainnya.

Berdasarkan keterangan dari Shin Hyun Ho (medical malpractice lawyer), operasi plastik di klinik kecantikan tertentu berisiko tinggi, karena anestesi (pembiusan) tidak dilakukan oleh ahlinya. Selain itu, banyak juga klinik kecantikan yang pake calo. Jadi, calonya bisa dapat gratis oplas sekali jika bisa mengumpulkan 10 orang. Para calo pun tidak mewanti-wanti apakah klinik kecantikan tersebut aman atau tidak. Jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, mereka lepas tangan.

Dari sisi psikologis...

Walaupun banyak yang lebih percaya diri dan bahagia setelah operasi plastik, TAPI ada juga orang-orang yang kecewa. Orang yang sebelumnya memang sudah memiliki problem self esteem yang serius, umumnya tidak puas dengan hasil operasi yang dijalaninya. Ini bisa berujung pada "ketagihan" untuk mengoreksi bagian tubuh yang dinilai kurang estetik. Dengan kata lain, masalah yang ada di "dalam" tidak bisa semerta-merta teratasi dengan operasi plastik.

Baca juga : Body Dismorphic Disorder

Promosi dan Tren

Saya sering banget melihat iklan klinik kecantikan Korea Selatan di website Indonesia. Bahkan kliniknya menyediakan paket full sponsor. Rupanya, Korea Selatan memang lagi promosi medical tourism. Tanpa turis dari luar negeri, banyak klinik kecantikan yang tidak akan bisa bertahan.


"Tren" operasi plastik adalah masalah yang kompleks. 

Nilai-nilai yang ada pada masyarakat Korea Selatan berbeda dengan masyarakat kita. Tampilan fisik yang menarik dipandang sebagai jaminan kehidupan yang lebih baik. Oleh karena itu, operasi plastik dianggap sebagai jalan pintasnya.

Prof. Yang Yoon menyimpulkan akar masalahnya dimulai dari membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Orang Korea umumnya ingin tampil lebih baik dibanding teman-teman sebayanya. Mereka juga punya dorongan yang kuat untuk mengikuti apa yang sedang populer di media.

Ngomong-ngomong, videonya bisa ditonton di sini...


Berkat video ini, saya jadi tertarik (lagi) untuk baca-baca tentang body image, persepsi cantik ideal, dan rutinitas kecantikan di kebudayaan lain. Semoga ada kesempatan dan kemampuan untuk nyusun artikelnya :D Sebagai penutup, ada kata-kata yang bagus dari Prof. Yang Yoon untuk dijadikan renungan...

Our outer appearance don't wholly define our lives. If people were neglect the growth of their abilities and other important factors because they solely focus on their appearance, they would be nothing more than good looking people.

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Blogging since 2011 // Twenty-something, but not quite grown up // Over-thinker // Acne-proner // Minguk admirer // Addicted to mineral water // Contact : haihanitisblog@gmail.com

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

2 komentar

Write komentar
24 November 2016 05.45 delete

Ngga beraniiii...syerem amat sih yak. Tapi salut juga sama orang-orang yang berani plastics surgery ini. Kebayang deh pasca operasinya apa muka kagak nyut nyutan sakit yak..xixixi

Reply
avatar
24 November 2016 09.59 delete

Iya, karena hasilnya sangat menggiurkan jadi mereka berani sist :) apalagi tekanan sosial di sana (untuk jadi org yg good looking) juga besar... Wallahu a'lam.

Reply
avatar

Bisa juga kirim email ke haihanitisblog@gmail.com atau direct message instagram @haihanitis. EmoticonEmoticon