Perlu Toner Atau Tidak?

Sekitar setahun lalu, secara khusus saya mulai memasukkan toner dalam regimen skin care. Kulit saya benar-benar menunjukkan perbedaan yang nyata saat menggunakan toner untuk "mengeringkan" dan menyiapkan wajah ke step berikutnya :D Pokoknya, saat ini toner jadi salah satu barang wajib buat saya untuk mengatasi kulit dehidrasi.

Baca juga : "Mengeringkan" Kulit Wajah

Ngomong-ngomong (meskipun banyak yang puas), ternyata penggunaan toner masih "diperdebatkan" perlu atau tidaknya. Hmmm...


Beda Pendapat

#1 "Memastikan kulit benar-benar bersih?"

Klaim tersebut seringkali dicemooh, karena kalau kita masih perlu toner untuk memastikan ada ampas pembersihan yang tertinggal, berarti produk pembersih yang kita gunakan tidak bekerja sesuai fungsinya.

Untuk pendapat ini, saya pilih 50-50.

Membersihkan wajah dari debu, sebum, kotoran biasa memang cukup dengan satu produk. Apalagi sekarang sudah ada cleansing water (satu produk pembersih yang memiliki fungsi toning).

TAPI untuk membersihkan make up, saya masuk tim double cleansing :p Setelah menggunakan cleansing oil, toner adalah produk yang cukup gentle untuk memastikan kulit benar-benar bersih, tanpa khawatir merusak skin barrier.

#2 "pH kulit dapat pulih dengan sendirinya"

Saya baru tahu kalo setelah cuci muka, pH kulit bisa pulih dengan sendirinya setelah 15-30 menit. Jadi, menurut mereka tidak perlu menggunakan produk dengan fungsi yang sebenarnya sudah mampu dilakukan kulit kita.

Yang ini juga saya 50-50.

Kulit normal dan berminyak emang ngga masalah kalau skip toner. Tapi, pada kondisi tertentu, kulit yang kering dan dehidrasi butuh rangkaian produk khusus supaya tidak gersang/kaku/tegang.

#3 Kulit Kaukasian & Kulit Asia

Beauty expert Barat umumnya berpendapat bahwa sebagian besar toner tidak memberi efek signifikan untuk kulit.

Wajar-wajar saja mereka mengeluarkan statement seperti itu, karena audiencenya adalah masyarakat Barat yang rata-rata Kaukasian.

Yang perlu kita pahami, kulit Kaukasian itu berbeda dengan kulit Asia. Kulit Asia punya lapisan dermis yang lebih tebal, tapi epidermisnya lebih tipis dibanding kulit Kaukasian.


Ini berarti, meskipun kulit orang Asia lebih awet muda (resistant to aging), skin barrier kulit Asia lebih lemah, lebih sensitif, lebih mudah muncul noda bekas jerawat atau luka, lebih mudah kehilangan kadar air di kulit, dan lebih lambat menyerap produk (sehingga perlu disiapkan untuk masuk ke step berikutnya).

Intinya... Dengan karakteristik kulit yang berbeda, tentu pendekatan perawatannya tidak sama persis. Ngga heran kalau produk toner sangat berkembang di Asia, karena memang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan tipikal kulit Asia pada umumnya.

---

Jenis Toner

Secara umum, toner bisa kita bagi menjadi tiga, yaitu toner biasa, toner yang sebaiknya dihindari, dan toner yang bagus (lol).

#1 Toner biasa

Toner biasa tidak memberi perubahan yang signifikan untuk kulit. Formulanya standar. Cocok digunakan untuk remaja, kulit normal, atau kulit yang tidak butuh perawatan intens.

Baca juga : Viva Spirulina Toner

#2 Toner beralkohol (astringent)

Astringent umumnya masuk dalam varian produk anti acne dan ditujukan untuk tipe kulit berminyak - acne prone. Cirinya, kandungan alkohol tinggi (ada di urutan kedua ingredient list) dan terasa pedih jika diaplikasikan di kulit.

Masalahnya, kulit yang dipaksa kering (dengan alkohol) justru memicu produksi sebum berlebih. Jadi kayak lingkaran setan gitulah.
Noted!
Tipe kulit kering, sensitif, dan dehidrasi wajib menghindari toner yang mengandung alkohol. Salah-salah malah iritasi.

Solusinya?
Untuk mengatasi komedo atau mencegah pori tersumbat, baiknya menggunakan toner non-alcohol yang mengandung salicylic acid. Salicylic acid dapat masuk ke dalam pori untuk membersihkan kotoran dan sebum. Selain itu, salicylic acid juga membantu mengontrol produksi minyak di kulit.

#3 Toner bagus

Toner yang recommended memiliki fungsi spesifik, seperti hydrating, anti aging, exfoliating, dst. Kadang dikemas dengan label lotion (Jepang), pre-essence, facial treatment essence, booster, atau skin balancer.

Produk seperti ini recommended untuk orang-orang yang beraktivitas di lingkungan berpolusi, stressful, sering terpapar terik matahari, dan memiliki konsen perawatan anti aging/rejuvenating.

Kontroversinya?
Beauty expert Barat pun setuju kalau toner yang bagus itu worth to try, TAPI lebih baik langsung menggunakan serum yang konsentratnya tinggi, karena tidak ada perbedaan yang berarti meskipun tonernya diskip. Cari saja serum dengan ingredient yang kita butuhkan (mis. salycilic acid, hyaluronic acid, vitamin C dan antioksidan lain). Dengan begitu penetapan regimen juga jadi lebih efisien dari segi budget.

---

Cara tahu kulit butuh toner atau tidak?

Skip penggunaan toner sekitar 3-7 hari. Biasanya di awal sudah kerasa sih bedanya. Tapi kalau ragu, coba berhenti selama seminggu dan amati perbedaannya. Kalau kulit terasa lebih baik dengan toner, berarti kulit kita memang butuh ditoning sebelum menggunakan serum atau pelembab.

Bagi yang belum pernah memakai toner, bisa coba toner biasa dulu. Kalaupun mau pake toner yang bagus, untuk pertama kali amannya cari yang satu seri dengan serum atau pelembab yang sedang kita gunakan.

---

Kesimpulan

Ada kulit yang butuh toner, ada juga yang tidak.

Dalam memilih jenis toner, kita perlu mempertimbangkan tipe, kondisi, dan kebutuhan kulit kita sendiri. Apa yang cocok buat orang lain, belum tentu cocok di kita. Begitu pula sebaliknya.

Produk toner bisa diskip dari regimen skin care, jika (1) kulit kita tidak butuh skin care berlayer-layer, (2) sudah ada serum berkonsentrat tinggi dengan formula spesifik (tonernya jadi rada useless atau khawatir overdoing), dan (3) anggaran skin care terbatas.

Baca juga : Apakah kamu berlebihan merawat wajah?

Artikel lain tentang toner bisa baca di sini...

Tentang Produk Perawatan Wajah
Toner, Mineral Oil, dan Stress
Toner, Facial Spray, dan Face Mist

Semoga bermanfaat.
Thanks for reading and have a nice day.

Blogging since 2011 // Twenty-something, but not quite grown up // Over-thinker // Acne-proner // Minguk admirer // Addicted to mineral water // Contact : haihanitisblog@gmail.com

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

6 komentar

Write komentar
19 Agustus 2016 16.31 delete

Oh meeennnnnn bahasan ginian nih yang aku suka dr postingan mu Han xD

Aku suka toner. Biasanya pake dua. Viva sama Hadalabo lotion. Kalo hadalabo lotion itu termasuk toner jenis apa Han?


tulisandarihatikecilku.blogspot.com

Reply
avatar
19 Agustus 2016 17.06 delete

Alhamdulillah kalo bermanfaat ^^; Haha aku juga sebelumnya pake dua itu, tapi sekarang cuma pake HL aja. Lotion Hada Labo fokusnya di hydrating.

Reply
avatar
21 Agustus 2016 00.21 delete

aku pake wonder porenya etude entah masuk toner nggak ya ituu
eniwei mbak hani suka minguk kah? haha kalau aku suka song triplets karena mereka lucu ketika bersama

Reply
avatar
21 Agustus 2016 09.37 delete

Iya itu toner. Wonder pore freshner kan? :D

Samaa, song triplet gemesiin, pengen aku glindingin. Tapi paling suka Minguk karena cerewet kayak emak-emak haha :D

Reply
avatar
13 September 2016 13.25 delete

Bermanfaat banget nih postingannya, aku jadi lebih ngerti tentang toner. Salam kenal ya :)

Reply
avatar
13 September 2016 23.21 delete

Alhamdulillah kalo bermanfaat ^_^ salam kenal juga

Reply
avatar

Bisa juga kirim email ke haihanitisblog@gmail.com atau direct message instagram @haihanitis. EmoticonEmoticon